cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIID SMP NEGERI 2 SAWAN I Putu Agus Dipa Prayatna; I Gusti Putu Sudiarta; I Nyoman Gita
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi bealajar matematikasiswa Kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan setelah diterapkan pembelajaran matematikaberbantuan video tutorial. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)yang melibatkan subjek seluruh siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan padasemester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus,di mana masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data minat belajar siswa dikumpulkan denganmenggunakan angket dan data prestasi belajar siswa menggunakan tes berbentukuraian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa mengalamipeningkatan. Rata-rata skor minat belajar siswa dari 51,67 (kategori cukup positif)pada refleksi awal mengalami peningkatan menjadi 59,28 (kategori positif) padasiklus I, 64,71 (kategori sangat positif) pada siklus II, dan 66,53 (kategori sangatpositif) pada siklus III. Rata – rata skor minat belajar siswa pada siklus III beradapada kategori sangat positif. Untuk prestasi belajar matematika rata-rata skor prestasibelajar siswa dari 27,54 pada refleksi awal mengalami peningkatan menjadi 61,93pada siklus I, 69,67 pada siklus II, dan 77,66 pada siklus III. Ini menunjukkan bahwaprestasi belajar siswa sudah memenuhi indikator keberhasilan, yaitu pada siklus IIIskor siswa memenuhi minimal KKM 70 dan 75% siswa berada pada kategori tuntas.Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawanterjadi karena siswa sudah mampu mengikuti setiap tahapan pembelajaran denganmenggunakan video tutorial. Selain itu, proses belajar siswa terhadap penerapanpembelajaran berbantuan video tutorial dalam setiap pertemuan mengalamipeningkatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapanpembelajaran matematika berbantuan video tutorial dapat meningkatkan minat danprestasi belajar siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan.Kata kunci: Video Tutorial, Minat Belajar, Prestasi Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A3 SMP NEGERI 3 SAWAN Ni Made Suastini; I nengah Suparta; I Gst Nyoman Yudi Hartawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A3 SMP Negeri 3 Sawan yang berjumlah 28 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan penyebaran angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar matematika siswa meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I, siswa yang berada pada kriteria kurang aktif sebanyak 1 orang, kriteria cukup aktif sebanyak 26 orang, dan kriteria aktif sebanyak 1 orang. Pada sikus II, siswa yang berada pada kriteria cukup aktif sebanyak 17 orang dan kriteria aktif sebanyak 11 orang. Pada siklus III, siswa yang berada pada kriteria aktif sebanyak 26 orang dan kriteria sangat aktif sebanyak 2 orang. Peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa dari tahun-tahun sebelumnya yaitu dari 65,48 menjadi 75,55 pada siklus I, dari 53,74 menjadi 75,83 pada siklus II, dan dari 53,74 menjadi 78,43 pada siklus III. Peningkatan tersebut dapat tercapai karena siswa berperan sebagai fasilitator, memfasilitasi siswa lain dalam kegiatan pembelajaran sehingga melatih keaktifan siswa untuk berusaha memahami suatu materi, meningkatkan kemampuan saling bertukar pendapat, dan keberanian mengutarakan pendapat secara tebuka yang menyebabkan terjadinya interaksi, baik antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru. Skor tanggapan seetiap siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan berada pada kriteria positif.Kata kunci: Student Facilitator and Explaining, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Heuristik Vee untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas XI AP4 SMK Negeri 2 Singaraja. Ni Komang Riantini; I Putu Wisna Ariawan; Sariyasa Sariyasa
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatankemampuan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan modelpembelajaran Heuristik Vee dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadappenerapan model pembelajaran Heuristik Vee dalam pembelajaran yangdilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yangdilaksanakan tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI AP4 SMKNegeri 2 Singaraja sebanyak 40 orang. Data kemampuan pemahamankonsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yangtelah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemahamankonsep matematika yang berada pada kategori tuntas pada siklus I, siklus II,dan siklus III berturut-turut yaitu: 25%, 55%, dan 85%. Peningkatanpemahaman konsep matematika siswa tercapai karena beberapa hal yaitusiswa aktif dalam bereksplorasi dan bereksperimen, sehingga siswa mampumenemukan sendiri konsep yang dipelajari dan setiap siswa dibiasakan untukmampu mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya sehingga siswamelakukan diskusi dengan serius. Hal ini berdampak pada peningkatankemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Tanggapan siswa kelasXI AP4 SMK Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaranHeuristik Vee berada pada kategori positif. Hal ini dapat dilihat dari rata-rataskor tanggapan siswa yaitu 62,93%Kata kunci: model pembelajaran Heuristik Vee, kemampuan pemahamankonsep matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 AMLAPURA Ni Made Sanistiawati; Ni Nyoman Parwati; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran ReciprocalTeaching terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalaheksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian Post-Test Only ControlGroup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Amlapuratahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 200 orang dan tersebar ke dalam 7 kelas.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling.Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahamankonsep bentuk uraian. Rata-rata skor pemahaman konsep matematika untuk kelompokeksperimen adalah 24,034 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika untukkelompok kontrol adalah 19,896. Data dianalisis menggunakan uji-t satu ekor (ekorkanan) dengan taraf signifikan 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa= 2,858hitung t lebih dari =1,672tabel t , sehingga 0 H ditolak. Berdasarkan hal ini dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran reciprocalteaching memberikan pengaruh postitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Hal ini karena model pembelajaran reciprocal teaching menggunakan empat strategidalam pelaksanaannya yaitu merangkum, menyusun pertanyaan, mengklarifikasi, danmemprediksi sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar pikiran, mengajukanpertanyaan, mendengar pendapat temannya, dan bersemangat dalam mengikutipembelajaran dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Reciprocal Teaching, PembelajaranKonvensional
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA NON UNGGULAN SMA NEGERI 1 BANGLI N. K Juliawati; I Gusti Putu Suharta; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pemahaman konsepmatematika yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas XI MIPA Non Unggulan SMA Negeri 1 Bangli pada semester II tahun ajaran2017/2018. Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Bangli tersebar ke dalam 7 kelas dan terdapat satukelas unggulan yaitu kelas XI MIPA 1 sehingga populasi dalam penelitian ini adalah kelas XIMIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, dan XI MIPA 7. Sampel penelitianditentukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukandengan pengundian terhadap 6 kelas yang merupakan populasi. Setelah dilakukan pengundian,terpilih 2 kelas yakni kelas XI MIPA 2 dan kelas XI MIPA 3 sebagai sampel penelitian. Berikutnya,dilakukan uji kesetaraan dengan uji-t terhadap kedua kelas tersebut. Hasil uji kesetaraanmenunjukkan bahwa kedua kelas dinyatakan setara. Kemudian, dilakukan pengundian kembaliterhadap kedua kelas sehingga diperoleh kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelasXI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu dengandesain penelitian post-test only control group design. Data tentang kemampuan pemahamankonsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika siswa.Selanjutnya skor tes pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satuekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung = 1, 87sedangkan dengan gtaraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 1, 671. Nilai statistik ini memiliki maknabahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model penemuanterbimbing lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci: model pembelajaran penemuan terbimbing, pemahaman konsep matematika siswa,Lembar Kerja Siswa Penemuan Terbimbing.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3GIANYAR Ade Emelan T Melani; I Made Candiasa; I Gst Nyoman Yudi Hartawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Pair Check terhadap kemampuan numerik siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3Gianyar tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 383 orang siswa dan tersebar dalam 10 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan kelas menggunakan uji ANAVA. Kelas VII B yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan numerik siswa diperoleh melalui tes obyektif. Data dianalisis menggunakan uji U Mann-Whitney. Berdasarkan hasil pengujian dengan uji U Mann-Whitney, diperoleh rata-rata peringkat untuk siswa kelompok eksperimen adalah 43,62dan rata-rata peringkat kelompok kontrol adalah 33,38. Nilai U sebesar 527,500 dengan p value = 0,0188 dan α = 0,05 jadi p value<α yang berarti H0 ditolak dan menunjukkan bahwa kemampuan numerik siswa kelas VII SMP Negeri 3 Gianyar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pair check berpengaruh positif terhadap kemampuan numerik siswaKata Kunci: Model pembelajaran pair check, kemampuan numerik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE,CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIIII SMP NEGERI 1 BANJAR Ni Putu Erin Febri Astuti; Gede Suweken; Djoko Waluyo
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, andShare (SSCS) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimensemu dengan post-test only control group design. Populasi penelitan ini adalah siswa Kelas VIII SMPNegeri 1 Banjar tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 11 kelas. Pengambilan sampel dilakukan denganteknik cluster random sampling. Kemudian dilakukan uji kesetaraan sampel menggunakan uji Anava.Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan ujitsatu ekor yaitu ekor kanan, dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh ratarataskor pemahaman konsep matematika kelas eksperimen adalah 33.17 sedangkan pada kelas kontroladalah 27.79. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung = 3,10 dan ttabel = 1,98, sehingga thitung >ttabel, dapat dikatakan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajarandengan model Search, Solve, Create, and Share (SSCS) lebih baik dari pemahaman konsep matematikasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Jadi kesimpulannya adalahmodel pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berpengaruh positif terhadappemahaman konsep matematika siswa.Kata kunci: model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS),pembelajaran konvensioal, pemahaman konsep matematika.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII-1 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING Ni Luh Heni Purnamayanti; I Putu Wisna Ariawan; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model pembelajaran process oriented guidedinquiry learning (POGIL) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dan (2)tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran POGIL. Jenis penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMPLaboratorium Undiksha sebanyak 26 siswa pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Datakomunikasi matematis siswa dikumpulkan menggunakan tes komunikasi matematis dan tanggapansiswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi matematis siswa mengalami peningkatanrata-rata nilai dari 43,59 pada refleksi awal terus meningkat dari siklus ke siklus menjadi 83,33 padasiklus III dari nilai maksimal 100. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 7,69% padarefleksi awal menjadi 84,62% pada siklus III. Rata-rata skor tanggapan siswa telah berada dalamkategori positif. Peningkatan pada setiap siklus terjadi karena guru lebih menekankan pada: (1)penggalian informasi secara aktif oleh siswa dengan menyelesaikan permasalahan pada kegiataneksplorasi, (2) menganalisa informasi yang telah diperoleh serta mengevaluasi ide dan gagasanberdasarkan informasi, (3) memperbanyak latihan soal sehingga siswa banyak berlatih dalammengekspresikan dan menuliskan ide yang mereka miliki menggunakan notasi matematika, (4)menayangkan video yang berkaitan dengan manfaat dari materi yang dipelajari untuk memotivasi siswa.Kata kunci: POGIL, Kemampuan Komunikasi Matematis, Tanggapan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RESIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS XI MIA Ni wayan Desi Anggreni; I Nyoman Sukajaya; I Made Ardana
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Resik dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Susut. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design. Populasi adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Susut tahun ajaran 2018/2019sebanyak 132 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel penelitian sebanyak 46 siswa. Data kemampuan koneksi matematis siswa dikumpulkan melalui tes uraian yang diberikan kepada siswa di akhir penelitian. Analisis data menggunakan uji-t satu ekor yaitu ekor kanan, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung = 3,91147 lebih dari ttabel = 1,68023.Hal ini berarti kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Resik lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Jadi, model pembelajaran Resik efektif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata kunci:     kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran Resik, SMA   Negeri 1 Susut.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN CREATIVE PROBLEM SOLVING I Made Widiatmika; I Gusti Putu Suharta; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i2.19905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan komunikasimatematis siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sukasada dan (2) respon siswa terhadappenerapan model pembelajaran creative problem solving. Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sukasada sebanyak 32 siswa pada semestergenap tahun ajaran 2018/2019. Data komunikasi matematis siswa dikumpulkanmenggunakan tes komunikasi matematis dan tanggapan siswa dikumpulkanmenggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secaradeskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswadengan kemampuan komunikasi matematis yang berada pada kategori minimal tinggimeningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II dan siklus III berturut – turut yaitu: 21,87%, 46,87% dan 75%. Peningkatan optimal pada siklus III terjadi karena gurulebih menekankan pada pertanyaan arahan dalam mengemukakan gagasan –gagasan, memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyelesaikan permasalahansesuai dengan cara mereka sendiri, memberikan kesempatan lebih banyak kepadasiswa untuk menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi jalannya diskusi pada akhirpembelajaran. Selain itu respon siswa terhadapa model pembelajaran creativeproblem solving tergolong positif dengan rata – rata respon siswa sebesar 55,53.Kata kunci: Creative Problem Solving, Komunikasi Matematis, Tanggapan

Filter by Year

2014 2025