cover
Contact Name
Trias Mahmudiono, SKM., MPH (Nutr), GCAS., PhD
Contact Email
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Amerta Nutrition
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25801163     EISSN : 25809776     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Amerta Nutrition (p-ISSN:2580-1163; e-ISSN: 2580-9776) is a peer reviewed open access scientific journal published by Universitas Airlangga. The scope for Amerta Nutrition include: public health nutrition, community nutrition, clinical nutrition, dietetics, food science and food service management. Each volume of Amerta Nutrition is counted in each calendar year that consist of 4 issues. Amerta Nutrition is published four times per year every March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Tingkat Kecukupan Energi, Protein Dan Status Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 6-8 Tahun Rika Kusuma Nagari; Triska Susila Nindya
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.258 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i3.2017.189-197

Abstract

Background: The nutritional status of elementary school children can be influence by many factors such as levels adequacy of energy and proteinand household food security status. Unbalanced levels adequacy of energy and protein possibility can cause nutritional problems in children. While the status of household food security has an impact on the household ability to access a good food. Objectives: aims of this study are to analyze the relationship between nutritional adequacy level and household food security status with nutritional status of children aged 6-8 years. Method: This study used cross sectional design with sample of 62 families with children aged 6-8 years enrolled in SDN 1 and 2 Sambirejo. Anthropometric measurement of height and weight is used to determine the nutritional status of children. The instruments used 2x24-hours food recall form (energy and protein adequacy level), and US-HFSSM (household food security status). While the statistical test used is spearman correlation test. Results: The results showed a correlation between levels of energy (p=0.000) and protein (p=0.000) adequacy and household food security status (p=0.010) with child nutritional status. Conclusion: Households with food insecurity had a higher proportion of nutritional problem than food secure family, so it is needed to children for having supplemental food, especially them who have nutritional problems and on food insecurity condition. It is intended to provide children with additional nutritious food to reduce the risk of nutritional problems.ABSTRAK Latar Belakang: Status gizi anak sekolah dasar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya tingkat kecukupan energi dan protein serta status ketahanan pangan rumah tangga. Ketidakseimbangan tingkat kecukupan energi dan protein, kemungkinan dapat menyebabkan masalah gizi pada anak. Status ketahanan pangan rumah tangga berdampak kepada kemampuan dalam mengakses pangan yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecukupan energi dan protein serta status ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi anak usia 6-8 tahun.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 62 keluarga yang memiliki anak usia 6-8 tahun yang terdaftar di SDN 1 dan 2 Sambirejo. Pengukuran antropometri tinggi badan dan berat badan digunakan untuk mengetahui status gizi anak. Selain itu, instrumen yang digunakan adalah  formulir 2x24-hours food recall (tingkat kecukupan energi dan protein), dan US-HFSSM (status ketahanan pangan rumah tangga). Statistik uji yang digunakan adalah uji korelasi spearman.Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi (p=0,000) dan protein (p=0,000) serta status ketahanan pangan rumah tangga (p=0,010) dengan status gizi anak.Kesimpulan: Rumah tangga yang rawan pangan akan memiliki risiko mengalami masalah gizi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan rumah tangga yang tahan pangan, sehingga perlu adanya pemberian makanan tambahan kepada anak, terutama kepada anak yang memiliki masalah gizi dan berada pada kondisi rawan pangan. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan anak tambahan makanan yang bergizi agar menurunkan risiko masalah gizi.
Hubungan Penerapan Perilaku Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) dengan Status Gizi Balita di Kabupaten Tulungagung Santik Wijayanti; Triska Susila Nindya
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.769 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.379-388

Abstract

 Background: Family conscious nutrition (Kadarzi) is an Indonesia government program that aims to address the nutrition problem. The family expected to be able to independently giving the best nutrition to improve health. Each Kadarzi indicator has an important role to resolve and prevent the occurrence of utrition problem as indicator of vitamin A supplementation is used to resolve vitamin A deficiency.  Nutrition problems can be seen by using nutritional status. Children under five years are age-prone to experiencenutritional problem such as underweight, stunting, and wasting. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between the application of Kadarzi behavior with the nutritional status of children under five (WAZ, HAZ, and WHZ). Method: The research was an analytic obsevation research, using cross sectional design. The sample consist of 72 toddlers in Salakkembang Village, Kalidawir Subdistrict, Tulungagung Regency. The data were collected by using weight and height measurement, also Kadarzi bahavior questionnaire. The data were analyzed using Fisher Exact test. Result: The results of the study showed that there was a correlation between Kadarzi behavior with nutitional status of toddlers based on WAZ (p=0.010), and HAZ (p=0.000) but not with WHZ (p=0.368). Conclusion: The better apllication of Kadarzi behavior, the better the nutritional status of toddlers WAZ and HAZ. Mothers should apply Kadarzi behavior to prevent toddlers from nutritional problems. ABSTRAK Latar belakang: Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan mengatasi masalah gizi. Keluarga diharapkan dapat secara mandiri mewujudkan keadaan gizi yang sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesehatan. Setiap indikator Kadarzi memiliki peran penting untuk mengatasi dan mencegah terjadinya masalah gizi seperti indikator pemberian suplemen vitamin A digunakan untuk mengatasi kekurangan vitamin A. Masalah gizi dapat dilihat salah satunya dengan menggunakan status gizi. Balita merupakan usia yang rawan mengalami masalah gizi seperti underweight, stunting, dan wasting.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara penerapan perilaku Kadarzi dengan status gizi balita (BB/U, TB/U, dan BB/TB).Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasinol analitik, dengan desain penelitian cross sectional. Sampel terdiri dari 72 balita di Desa Salakkembang, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data menggunakan penimbangan berat badan, tinggi badan, dan kuesioner perilaku Kadarzi. Data dianalisis menggunakan Fisher Exact test. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan terhadap hubungan antara perilaku Kadarzi dengan status gizi balita BB/U (p=0,010) dan TB/U (p=0,000) namun tidak dengan BB/TB (p=0,368).Kesimpulan: Semakin baik penerapan perilaku Kadarzi maka semakin baik status gizi balita BB/U dan TB/U. Ibu dan seluruh anggota keluarga seharusnya menerapkan perilaku Kadarzi agar balita terhindar dari masalah gizi.
Analisis Perubahan Berat Badan, Indeks Massa Tubuh dan Persentase Lemak Tubuh Klien Pasca Pemberian Diet South Beach pada My Meal Catering Surabaya Ismi Faizah; Lailatul Muniroh
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.534 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i1.2018.52-58

Abstract

Background: Obesity is a global health problem. Various attempts are made to control weight, one of which is by adjusting the diet. South beach diet is one of the strategies in weight control. South beach diet applies a diet with good carbohydrate and good fats.Objectives: The purpose of this study was to analyze body weight change, body mass index and body fat percentage of clients post south beach diet in My Meal Catering Surabaya.Methods: This research is a longitudinal observational study with a sample size of 30 clients My Meal Catering. Data was collected by interview using a questionnaire GPAQ to obtain data of physical activity and form food recall for 48 ours. Data collection includes BW, BMI and BFP carried out by measurement using digital scales and bio scan. The results obtained are then compared before and after south beach diet on day 14 (phase 1) and 28 (phase 2).Results: The results showed that the average respondents on south beach diet phase 1 weight loss of 2.4 kg, body mass index of 0.8 kg/m2 and body fat percentage of 1.3%. The average respondents on south beach diet phase 2 lost weight 1.4 kg, body mass index of 0.5 kg/m2 and body fat percentage of 1.3%.Conclusions: South beach diet affects lose body weight, body mass index and body fat percentage change of My Meal Catering clients. Respondents are expected to be familiar with a healthy diet and apply then adopt it into a lifestyle for the next, step by step.ABSTRAKLatar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang bersifat global. Berbagai macam upaya yang dilakukan untuk mengontrol berat badan, salah satunya yaitu dengan mengatur pola makan. Diet south beach merupakan salah satu strategi dalam mengontrol berat badan dengan menerapkan pola makan dengan karbohidrat baik dan lemak baik.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan berat badan, indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh klien pasca pemberian diet south beach di My Meal Catering Surabaya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional longitudinal dengan sampel sebesar 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner GPAQ untuk mendapatkan data aktivitas fisik dan form food recall 2 x24 jam untuk melihat asupan makanan. Pengumpulan data meliputi berat badan, indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dilakukan dengan pengukuran menggunakan timbangan digital dan bioscan. Hasil yang didapatkan kemudian dibandingkan sebelum dengan sesudah pada hari ke 14 (fase 1) dan hari ke 28 (fase 2) menjalani diet south beach.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden pada diet south beach fase 1 terjadi penurunan berat badan sebanyak 2,4 kg, indeks massa tubuh sebesar 0,8 kg/m2 dan persentase lemak tubuh sebanyak 1,3%. Rata-rata responden pada diet south beach fase 2 terjadi penurunan berat badan sebanyak 1,4 kg, indeks massa tubuh sebesar 0,5 kg/m2 dan persentase lemak tubuh sebanyak 1,3%.Kesimpulan: Pemberian diet south beach dapat menurunkan berat badan, indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh klien. Responden diharapkan mampu mengenal pola makan sehat dan menerapkan dan mengadopsinya menjadi gaya hidup untuk seterusnya, tahap demi tahap.
Hubungan Peran Teman, Peran Orang Tua,Besaran Uang Saku dan Persepsi Terhadap Jajanan Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Anak Sekolah (Studi di SD Negeri Ploso 1/172 Kecamatan Tambaksari Surabaya Tahun 2017) Herlina Arisdanni; Annas Buanasita
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.582 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i2.2018.189-196

Abstract

Background: Overweight and obesity becomes a problem that not only occurs in adulthood but also started from childhood. The direct cause overweight is food consumption pattern, while the factors that can affect of it such as :the role of friends, the role of parents, pocket money and perceptions of snacks.Objectives: This study aimed to analyze the relationship between the role of friends,the role of parents, pocket money and perceptions of snacks with overweight incidents in school children.Methods: This research with a case control design study involved 110 respondents with 55 case samples, and 55 control samples. Data were analyzed using chi-square test and linear regression.Results: The results showed that was a significant correlation between the role of parents (p= 0.006)), the role of friends (p= 0.000), perceptions of snack (p= 0.045), pocket money (p= 0.023) with overweight incidence.Conclusion: The role of friends and perceptions of snacks show positive correlation that could be at risk for overweight incidents, meanwhile the role of parents show a protective factors for overweight incidents. It is suggested to give nutrition education to school children, so that they have the correct perception about snacks and the parents to pay attention about healthy snacks to prevent overweight incidents in school children.ABSTRAKLatar Belakang : Gizi lebih (obesitas dan overweight) menjadi permasalahan yang tidak hanya terjadi pada saat dewasa tetapi mulai dari anak-anak, tak terkecuali anak sekolah. Faktor penyebab langsung gizi lebih adalah pola makan, sedangkan faktor yang dapat mempengaruhi pola makan antara lain peran teman, peran orang tua, besaran uang saku dan persepsi terhadap jajanan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran teman, peran orang tua, besaran uang saku dan persepsi terhadap jajanan dengan kejadian gizi lebih pada anak sekolah.Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi case control yang melibatkan 110 anak sekolah, dengan sampel kasus sebanyak 55 dan sampel kontrol sebanyak 55 dengan analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi linear.Hasil : Hasil uji regresi linear menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran orang tua (p= 0.006), peran teman (p= 0.000), persepsi terhadap jajanan (p= 0.045), dan besaran uang saku (p= 0.023) dengan kejadian gizi lebih pada anak sekolah.Kesimpulan: Peran teman dan persepsi terhadap jajanan menunjukkan hubungan positif yang dapat beresiko terhadap kejadian gizi lebih,sedangkan peran orang tua dapat menjadi faktor yang protektif terhadap gizi lebih. Saran penelitian, perlu pendidikan gizi untuk anak sekolah agar memiliki persepsi yang benar terhadap jajanan dan orang tua perlu memperhatikan pemilihan jajanan sehat untuk mencegah kejadian gizi lebih pada anak sekolah.
Back Matter Vol 1 No 1 Back Metter Vol 1 No 1
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.259 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i1.2017.%p

Abstract

Identifikasi Komponen Kimia pada Umbi Bentul (Colocasia esculenta (L.) Schoot) sebagai Pangan Fungsional Ambar Fidyasari; Rizky Mayang Sari; Sentot Joko Raharjo
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.079 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i1.2017.14-21

Abstract

Background: Nowadays tubers are mostly explored to determinetheir essential components. Colocasia esculenta (l.) Schottis one of tubers that its use has not been maximally explored. Objective: This research aims to identify the chemical components onColocasia esculenta (l.) Schott. Methods: The research stages include, first, the determination for finding out the right plant; second, the preparation and implementation (including theflour preparation andits proximate testing asthe carbohydrate, protein, fat, carbon, moisture and fiber testing); third, the flour extraction for obtaining the PLA and its PLA analysis using HPLC. Results: The result shows the chemical components of protein is 3.45%, fat is 0.31%, moisture is 6.07%, carbon is 2.14%, carbohydrate is 88.03%, and fiber is 2.87%. The yield extraction results are 2.9% and 9.0%. Conclusion: The flour extraction analysis displays polysaccharide proven by the presence of DP and DP5 of 72.356% and 87.98%. However,its sugar molecule composition has not been identified yet.ABSTRAK Latar belakang: Umbi-umbian saat ini mulai banyak dieksplorasi untuk mengetahui komponen penting yang terdapat dalam umbi tersebut. Umbi bentul salah satu umbi yang pemanfaatan belum dieksplorasi secara maksimal.Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen kimia yang terdapat dalam bentul. Metode: Tahapan penelitian ini meliputi  pertama,  tahap determinasi untuk mengetahui kebenaran tanaman yang akan digunakan. Kedua, tahap persiapan serta pelaksanaan meliputi proses pembuatan tepung bentul, pengujian mutu kimia atau proksimat tepung meliputi karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, kadar air dan serat. Ketiga, ekstraksi tepung untuk mendapatkan senyawa yang diduga PLA dan analisanya dengan menggunakan HPLC.Hasil: Berdasarkan penelitian menunjukkan hasil komponen kimia protein 3,45%, lemak 0,31%, air 6,07%, abu 2,14%, karbohidrat 88,03%, dan serat 2,87%. Rendemen hasil ekstraksi tepung yaitu 2,9% dan 9,0%.Kesimpulan : Analisa dari ekstrak tepung terbukti mengandung polisakarida dengan adanya DP dan DP5 memiliki total 72,356% dan 87,98% namun belum diketahui jenis gula penyusunnya.
Hubungan Pendapatan, Total Pengeluaran, Proporsi Pengeluaran Pangan dengan Status Ketahanan Rumah Tangga Petani Gurem (Studi di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember) Isma Nur Amalia; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.472 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i2.2017.143-152

Abstract

  Background: The realization of household food security is one of the indicators of national development. Efforts to improve food security by the fulfillment of food people on poverty dominated by smallholders.Objectives: of this research is to analyze the level of household food security according to income, expenditure and proportion of food of smallholder farmers. Methods: This study used cross sectional design with 51 sample households taken through propotional sampling method which has represented 7 farmer groups. Then the data analysis used by spearman and chi-square statistic test. Result: This result showed relation between income p-value = 0.001 (p < 0.05), household food expenditure p = 0.001 (p < 0.05) and proportion of household food expenditure p = 0.001 (p < 0.05) and household food security status. Conclusion: All variable are income, expenditure and proportion of food related to the level of food security of smallholder households.ABSTRAK Latar belakang: Terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu indikator pembangunan nasional. Upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan pemenuhan pangan masyarakat di bawah kemiskinan yang didominasi oleh petani gurem.Tujuan: penelitian adalah  menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga menurut akses ekonomi yang terdiri dari pendapatan, total pengeluaran, proporsi pengeluaran pangan.Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan besar sample sebesar 51 rumah tangga yang diambil melalui metode propotional sampling yang telah mewakili 7 kelompok tani. Analisis data menggunakan uji statistik spearman dan chi-square.Hasil: terdapat hubungan pendapatan (p-value= <0,001), total pengeluaran (p-value= 0,001) dan proporsi pengeluaran pangan (p-value= 0,001) dengan status ketahanan pangan rumah tangga petani gurem.Kesimpulan: Semua variabel yakni pendapatan, total pengeluaran dan proporsi pangan berhubungan dengan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani gurem.
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dan IMD Dengan Praktik ASI Eksklusif Zuhud Nur Rosyid; Sri Sumarmi
Amerta Nutrition Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.134 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v1i4.2017.406-414

Abstract

Background: Breast milk is the most appropriate food given to babies. Breast milk is the only drink or food that a baby needs at the age of 0-6 months first. Breast milk helps growth and development, contains anti-body and other essential nutrients that can protect babies from various diseases. In 2013, the exclusive breast milk presentation at Puskesmas Ayah I is 87.65%, decreasing in 2014 and 2015 become 78.26% and 71.65%. Many factors can influence the behavior of exclusive breastfeeding. Objectives: The purpose of this research was to analyze the relationship between mother knowledge and early breastfeeding initiation practice with exclusive breastfeeding prectices in the working area of Puskesmas Ayah I Kebumen Ditrict.Methods: The type of this research was quantitative using cross sectional design. This study was conducted from June-August of 2017. The population used was all mothers who were breastfeeding and had infants aged 6-11 months in three villages in the working area of Puskesmas Ayah I namely Tlagasari, Ayah and Bulurejo villages. Sampling by proportional random sampling method with sample size were 61 respondents. Data was analised by chi-square test.Results: The result showed that there was a relationship between mothers’s knowledge and exclusive breastfeding practice (p=0.000), and early breastfeeding initiation practice with Exclusive Breast-feeding practice (p=0.025)Conclusion: The mother's knowledge level on exclusive breastfeeding affects the success of exclusive breastfeeding practices. The existence of early initiation of breastfeeding practices by the mother, a greater chance in giving exclusive breastfeeding in infants.ABSTRAK Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling tepat diberikan pada bayi. Air susu ibu satu-satunya minuman atau makanan yang diperlukan bayi pada usia 0-6 bulan pertama. ASI membantu pertumbuhan dan perkembangan, mengandung anti bodi dan zat gizi penting lainnya yang mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit. Pada tahun 2013, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Ayah I sebesar 87, 65%, terjadi penurunan pada tahun 2014 dan tahun 2015 menjadi 78,26% dan 71,65%. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI secara Eksklusif.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif pada wilayah kerja Puskesmas Ayah I Kebumen.Metode : penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai Agutus tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang pernah atau sedang menyusui dan memiliki bayi usia 6-11 bulan di desa Tlagasari, Ayah, dan Bulurejo Puskesmas Ayah I. Sampel diambil melalui metode proportional random sampling dan diperoleh sampel sebesar 61 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil : Bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI secara eksklusif (p=0,000), dan IMD dengan pemberian ASI secara eksklusif (p=0,025).Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif berpengaruh terhadap keberhasilan praktik pemberian ASI eksklusif. Adanya praktik IMD oleh ibu, berpeluang lebih besar dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi. 
Hubungan antara Paparan Asap Rokok dan Pola Makan dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Perempuan Usia Produktif Devit Dewi Anggraini; Atik Choirul Hidajah
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.502 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i1.2018.10-16

Abstract

Background: Non-communicable diseases that become the main problem of public health today is one of them is Coronary Heart Disease (CHD). Lifestyle and behavior of someone plays an important role in CHD. Passive smokers who are exposed to cigarette smoke continuously for a long time can have a negative effect on heart health. Eating fruits and vegetables is a protective factor. That is, the more eating fruits and vegetables it will provide benefits as a protective factor for the heart.Objective: This study aims to analyze the effect of exposure to cigarette smoke and eating patterns on the incidence of CHD in reproductive age females who received ambulatory care at RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya.Methods: This was a case-control study. Samples were taken by simple random sampling. Number of cases were 41 women who diagnosed as CHD. The ratio of case and control was 1:1. Data analysis used multiple logistic regression test.Results: exposure to cigarette smoke and diet associated with CHD events in women of reproductive age with p values of 0.03 and 0.00 respectively. Women who were exposed to cigarette smoke with weight category had an 11.78 times risk of developing CHD (OR=11.78), while those with less vegetable and fruit consumption had a risk of 5.03 times having CAD than the consumption of vegetables and fruits (OR= 5. 03).Conclusion: severe exposure to tobacco smoke and lack of consumption of vegetables and fruits affect the incidence of CHD in childbearing females in RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Based on that, optimalization of non-smoking area regulation is needed. And, the women in productive ages need consume lots of vegetables and fruits.ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit tidak menular yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat saat ini salah satunya adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Gaya hidup dan tingkah laku seseorang memegang peranan penting dalam PJK. Perokok pasif yang terpapar asap rokok secara terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat memberi pengaruh negatif pada kesehatan jantung. Makan buah dan sayur merupakan faktor protektif. Artinya, semakin banyak mengonsumsi buah dan sayur maka akan memberikan manfaat sebagai faktor protektif bagi jantung.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dan pola makan dengan kejadian PJK pada perempuan usia produktif yang mendapatkan perawatan ambulatori di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Sample diambil dengan simple random sampling. Jumlah kasus adalah 41 perempuan yang didiagnosa menderita PJK. Rasio kasus dan kontrol adalah 1 : 1. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda.Hasil: paparan asap rokok serta konsumsi sayur dan buah berhubungan dengan kejadian PJK pada perempuan usia produktif dengan nilai p berturut-turut sebesar 0,03 dan 0,00. Perempuan yang terpapar asap rokok dengan kategori berat berisiko 11,78 kali untuk mengalami PJK (OR=11,78), sedangkan yang kurang konsumsi sayur dan buah memiliki risiko 5,03 kali mengalami PJK dibanding yang cukup konsumsi sayur dan buah (OR=5,03).Kesimpulan: paparan asap rokok yang berat serta kurang konsumsi sayur dan buah berhubungan dengan kejadian PJK pada perempuan usia produktif di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Berdasarkan hal tersebut, optimalisasi regulasi area bebas rokok sangat dibutuhkan. Dan, perempuan usia produktif perlu banyak mengkonsumsi sayur dan buah.
Hubungan Antara Perilaku Makan dan Citra Tubuh dengan Status Gizi Remaja Putri Usia 15-18 Tahun Alivia Norma Yusintha; Adriyanto Adriyanto
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.588 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i2.2018.147-154

Abstract

Background: In Indonesia, underweight and overweight is a problem that is still common in adolescent girl. Many factors that determine the nutritional status of adolescent girl such as eating behavior and body image. Changes in eating behavior in adolescent girl are caused they have a negative body image. Adolescent girl want to have a tall and slim body.Objective: This study was conducted to analyze the relationship between eating behavior and body image with nutritional status of adolescent girl aged 15-18 years.Methods: This study was an observational analytic study using cross sectional design on 93 adolescent girl who selected by simple random sampling. The data were collected using an Adolescent’ Food Habit Checklist (AFHC) questionnaire, body image generated using a Body Shape Questionnaire (BSQ) questionnaire, and anthropometric data.Results: The results showed that most adolescent girl had good eating behavior ((57%), positive body image (80.6%), and normal nutritional status (72%). There was a relationship between eating behavior (p=0.013) and body image (p=0.002) with nutritional status of adolescent girl.Conclusion: Adolescent girl who have good eating behavior and positive body image have good nutritional status. Adolescent girl are expected to serve out good eating behavior such as getting breakfast and often consume vegetables and fruits to create a good nutritional status as well.ABSTRAKLatar Belakang: Di Indonesia, masalah gizi kurang dan gizi lebih adalah masalah yang masih sering terjadi di usia remaja terutama pada remaja putri. Banyak faktor yang menentukan status gizi remaja putri seperti perilaku makan dan citra tubuh. Perubahan perilaku makan pada remaja putri dikarenakan mereka memiliki citra tubuh yang negatif. Remaja putri ingin memiliki tubuh yang tinggi dan langsing.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara perilaku makan dan citra tubuh dengan status gizi remaja putri usia 15-18 tahun.Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan studi cross sectional pada 93 remaja putri yang dipilih secara simple random sampling. Data yang dikumpulkan adalah terkait perilaku makan yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner Adolescent Food Habit Checklist (AFHC), citra tubuh yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ), dan data antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar remaja putri memiliki perilaku makan yang baik (57%), citra tubuh positif (80,6%), dan status gizi normal (72%). Terdapat hubungan antara perilaku makan (p=0,013) dan citra tubuh (p=0,002) dengan status gizi remaja putri usia 15-18 tahun.Kesimpulan: Remaja putri yang memiliki perilaku makan yang baik dan citra tubuh positif memiliki status gizi yang baik. Remaja putri diharapkan dapat menjalani perilaku makan yang baik seperti membiasakan sarapan dan sering mengonsumsi sayur dan buah agar tercipta status gizi yang baik pula. 

Page 8 of 81 | Total Record : 810


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION More Issue