cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Tingkat Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Udang Galah (Macrobrachium Rosenbergii De Man) Pada Media Bersalinitas agus waluyo; mulyana mulyana; fauzan ali
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.971 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1553

Abstract

The aim of this research was to know the effect of salinity on survival rate and growth of Macrobrachium rosenbergii. The treatments are 0 ppt (control), 3 ppt, 6 ppt, 9 ppt, 12 ppt, and 15 ppt. The survival rate, length growth, weight growth, and daily growth rate have been evaluated.  This research showed there were significantly different between the treatments on survival rate and weight growth (P<0.05). The highest of survival rate get from treatment with salinity 3 ppt, 6 ppt, 9 ppt and 12 ppt. The highest of weight growth get from treatment with salinity 0 ppt, 3 ppt, 6 ppt and 9 ppt. This research showed there were not significantly different between the treatments on the daily growth rate and length growth (P>0.05). Key words: Salinity, survival rate, growth, Macrobrachium rosenbergii
Pengangkutan Benih Ikan Bawal Air Tawar Selama 24 Jam Dengan Kepadatan Berbeda Menggunakan Bakteri Probiotik Teguh Nico
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.891 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perikanan Universitas Djuanda Bogor dari tanggal 8 - 30 Februari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan tertinggi yang dapat digunakan untuk pengangkutan benih ikan bawal berukuran 3-5 cm dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air dengan konsentrasi bakteri probiotik 5 mL/liter.Bakteri probiotik (EM4) dicampurkan ke dalam medium dalam kantong-kantong plastik berisi 5 L air. Benih ikan berukuran 3-5 cm ditempatkan ke dalam tiap kantong dengan tingkat kepadatan 300, 400, dan 500 ekor. Rancangan acak lengkap menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari larutan bakteri probiotik (EM4). Penentuan kelangsungan hidup (SR) dilakukan setelah proses pengangkutan, SR setelah benih dipelihara selama 5 hari, dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SR setelah proses pengangkutan memperlihatkan perbedaan yang signifikan (P <0,05). SR tertinggi setelah proses pengangkutan terdapat pada tingkat kepadatan 300 ekor/ 5 L yaitu 95,88%. Pada uji lanjut LSD, diperoleh hasil bahwa setiap perlakuan berbeda nyata satu sama lain. SR tertinggi setelah dipelihara selama 5 hari dalam akuarium terdapat pada kepadatan 400 ekor/ 5 L yaitu 95,83%. Berdasarkan analisis ragam (ANOVA) pada level 5%, tidak ada perbedaan yang nyata terhadap kelangsungan hidup ikan.
Hubungan Panjang-Berat, Nisbah Kelamin, dan Indeks Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa LINN. 1758) di Perairan Muara Gembong – Bekasi safar dody; fia sri mumpuni; Wahid madi
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.901 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1517

Abstract

This research was conducted in the waters of  Muara Gembong, Bekasi, on  January to March, 2018. Sampling of blood cockle is carried out in 3 station vertically to the direction of the sea. Determination of station is carried out based on  the fishing ground of the fisherman. Analyses of blood cockle is carried out in the Laboratory of the Research Center for Oceanography, LIPI, Ancol – North Jakarta. This research was aimed to analyze the reproductive biological aspects  which includes the ratio of gender, the gonad maturity rate, the gonad maturity index, the length-weight relationship, the condition factor of Anadara granosa in the waters of Muara Gembong, Bekasi. The results of observation of 400 samples showed that the length-weight relationship of blood cockle of  female and  male  has the pattern of the negative  allometric relationship. The overall ratio of gender between the blood cockle of male and female is 1.3:1. The average value of the gonad maturity index of the male blood cockle is 1.1874 and the  value of the gonad maturity index of the female blood cockle is 1.1983. Key words: Anadara granosa, growth, the ratio of gender, gonad maturity index
Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Diberi Pakan Dengan Feeding Rate Berbeda Yosep Hermawan
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.901 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui feeding rate yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nilem. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan yang digunakan adalah benih ikan nilem dengan ukuran 2-3 cm dengan padat tebar 120 ekor/akuarium. Perlakuan yang diberikan adalah feeding rate yang berbeda yaitu (1%), (3%), (5%) dan (7%) dari bobot biomassa ikan. Parameter yang diamati selama penelitian adalah laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak, derajat kelangsungan hidup (SR), efisiensi pakan dan kualitas air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan feeding rate yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot mutlak dan efisiensi pakan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,01) terhadap kelangsungan hidupnya. Perlakuan feeding rate7% dari bobot biomassa ikan menghasilkan laju pertumbuhan harian terbaik yaitu 3,15% dan kelangsungan hidup sebesar 97,8%.Kata kunci : feeding rate, ikan nilem, pertumbuhan, kelangsungan hidup
Analisis Ekonomi Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Depapre Di Kabupaten Jayapura yudi wahyudin; Yunus P Paulangan; M Arsyad Al Amin; Taryono kodiran; Mahipal mahipal
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.497 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1519

Abstract

 The objective goal of this research is to measure the institutional economic value of marine protected area management of Depapre Bay in Jayapura Regency. This institutional economic value can be measured by transaction cost analysis and ecosystem services valuation within techniques of  project based cost approach (PBCA), benefit transfer (BTM) and basic payment ecosystem serives (BPES).  The result shows that the transaction cost of marine protected area management amounted IDR 6.04-12.07 billion per year, meanwhile the potential benefit of ecosystem services of marine protected area management of Depapre Bay amounted IDR 1.62 trillion per year and the basic payment ecosystem services as an entrance fee to the marine conservation area amounted IDR 51,587.52 per people per trip.  Key words: transaction cost, institutional economic, ecosystem services, entrance fee, PES
Produksi Serum Rabbit Anti-Catfish Terhadap Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) Pada Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Muhammad Bunyamin
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.042 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.15

Abstract

Penelitian mengenai produksi serum Rabbit Anti-Catfish dengan konsentrasi terbaik telah dilakukan untuk mendeteksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) menggunakan metode ELISA. Serum ikan patin diambil melalui venacaudaliskemudian diinjeksikan secara sub kutan pada kelinci New Zealand White. MetodeELISA yang digunakan adalah metode indirect dan dilakukan untuk memperoleh konsentrasi RAC yang tepat menggunakan 2 jenis Antigen (Ag) A. hydrophila yang berbeda yaitu berupa pelet dan supernatan. Perbandingan konsentrasi RAC yang digunakan yaitu 1:50, 1:100, 1:200, 1:500, 1:1000, 1:5000. Parameter yang diamati yaitu konsentrasi total protein serum dan serum yang sudah didialisis pada darah ikan patin dan darah kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara RAC dengan PBS-T yang menghasilkan konsentrasi pengenceran terbaik yaitu 1:5000 untuk antigen pelet dan 1:200 untuk antigen supernatan.
Analisis Struktur Ekonomi Kelautan Indonesia kastana sapanli; Tridoyo Kusumastanto; Sugeng Budiharsono; Agus sadelie
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.417 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1520

Abstract

Marine economy is an economic activity carried out in the sea and land areas whose activities are still related to marine resources. The marine sector is defined as seven sectors, namely: fisheries, marine tourism, mining, marine industry, sea transportation (marine transportation), marine building, marine services. This study used descriptive and impact analysis in the national Input-Output Table in 2010. The total output of the marine sector accounted for 27.39% of total national output. The GDP value in the marine sector is able to contribute 30.32% of the total national GDP. From the results of calculations regarding the analysis of the multiplier numbers by output, the formation of new output in the economy was 1.4087 units. Analysis of multiplier numbers by job opportunities causes an increase in employment opportunities by an average of 0.1451 units. The majority of the sectors of maritime tourism show high distribution power. The largest sub-sector with a sensitivity index value is the trade service sub-sector, which is 1.4608. Key words: descriptive analysis, impact analysis, marine economy, I-O table
Peningkatan Kadar Asam Lemak Omega-3 Pada Daphnia sp. Dengan Pengkayaan Minyak Ikan Eko Sarmudianto
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.393 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.168

Abstract

Di dunia akuakultur, keberadaan pakan merupakan kebutuhan mutlak untuk proses akuakultur itu sendiri. Pakan sangat penting untuk pertumbuhan ikan. Pakan dibagi menjadi dua kelompok utama: pakan buatan dan pakan alami. Pakan buatan biasanya diberikan untuk ikan yang memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap pakan, menelan, dan mencerna pakan buatan. Pakan buatan/pakan tambahan diberikan kepada ikan dewasa karena mereka sudah memiliki enzym dalam pencernaan mereka untuk menyerap nutrisi untuk pertumbuhan mereka.Larva ikan tidak memiliki enzym pencernaan lengkap dan mereka tidak memiliki ukuran mulut yang cukup untuk menangkap dan menelan pakan buatan. Pakan alami sangat penting untuk pertumbuhan ikan pada periode awal kehidupan mereka. Daphnia sp merupakan satu jenis pakan alami. Daphnia sp dikenal sebagai kutu air, merupakan zooplankton air tawar yang biasanya digunakan sebagai pakan untuk larva ikan. Daphnia sp bukan filter feeder selektif, artinya Daphnia sp dapat menyerap apapun dari air di mana Daphnia sp hidup dan kemudian mengubahnya menjadi nutrisi.Karakteristik ini penting untuk proses bioenkapsulasi (pengkayaan). Bioenkapsulasi berarti pengkayaan nutrisi menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki mutu dan jumlah Daphnia sp sebelum diberikan sebagai pakan bagi larva ikan. Percobaan dimulai dengan menyiapkan bioemulsi. Bioemulsi terdiri dari minyak ikan dengan berbagai dosis: 0 mL (kontrol), 50 mL, 100 mL, dan 150 mL, masing-masing ditambahkan 100 g khamir.Minyak ikan pada media dapat meningkatkan HUFA (highly unsaturated fatty acid). Beberapa percobaan telah dilakukan untuk meningkatkan nutrisi. Konsentrasi HUFA Ω-3 meningkat secara proporsional selama proses bioenkapsulasi, tetapi tingkat kelangsungan hidup Daphnia sp menurun secara proporsional.
Valuation of EAFM Indicators in Raja ampat and Aru Islands Districts Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.159 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1266

Abstract

EAFM implementation need indicators that could be used as tools of  monotoring and evaluation about to what extent a fisheries  management has been aplicated the principles of ecosystem-based management.   The aim of study of EAFM indicators valuation is to evaluate the  perform of fisheries resources management with approach of  EAFM indicators in Raja Ampat and Aru Islands Districts. EAFM indicators include 6 domains that are : (1) fish resources, (2) habitat and ecosystem, (3) fishing techniques, (4) Economy, (5) Social, and (6) institusional. Methods of  data taking was carried out with  survey method by means of interview/questionnaires and FGD (Foccus Group Discussion). Determination of samples quantity use purposive sampling. The evaluation result against domains of EAFM in Raja Ampat District ranged between 48.3 – 80.0.  This is indicate that status of ecosystem-based region management in Raja Ampat District belonging in category noderate till excelent. The evaluation result against domains of EAFM in Aru Islands District ranged between 57.2 – 93.3.  This is indicate that status of ecosystem-based region management in Aru Islands District belonging in category m oderate till excelent. Key words: EAFM, indicators, Raja Ampat, Aru Islands
PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN NELAYAN UNTUK ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM denny hernawan; rita rahmawati; goris seran; muhammad luthfie
JURNAL MINA SAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.972 KB) | DOI: 10.30997/jms.v5i1.1769

Abstract

This research is a qualitative descriptive study using data from the results of need assessment and the design of the initial phase model. Need assessment is needed to identify and map the symptoms of climate change in two research locations and how fishermen map existing institutions. The data are then used to formulate the initial model of institutional capacity for fishermen. The conclusions from the first year research are: (1) the understanding and knowledge of fishermen about climate change is relatively similar in two locations, namely empirical based on experience and pragmatic based on the characteristics of weather anomalies; (2) With a relatively low educational background, work ethic and a certain degree of rationality and efficiency for survival, fishermen in both research locations have a certain capacity to deal with climate change problems by building social relations, culture, community relations and their habitat; (3) fishermen make a relatively similar pattern of adaptation, namely changing professions temporarily, but still as a fisherman is the main job; (4) there are institutional arrangements in both locations consisting of government institutions (vertical institutions and regional offices), semi-official institutions, and fishermen groups or associations that are related to budget allocations and programs; (5) local institutions in both research locations have sought to increase their capacity through training, direct assistance or regional fisheries management programs so that fisheries resource management can be carried out sustainably; (6) general components that must exist in the initial institutional capacity. The model of the institutional improvement of fishermen consists of the development of human resources, business opportunities, improvement of resource management and environmental improvement carried out in an integrated and synergistic manner.Keywords: Capacity building, fishermen institutions, adaptation patterns, climate change, initial models

Page 6 of 18 | Total Record : 178