cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
Analisis Manfaat Biaya Program Orang Tua Asuh Pohon Mangrove Di Wilayah Pesisir Karawang Yudi Wahyudin; Helmi Purnama; Iman Teguh; Amal Fatullah Randy; Arif Trihandoyo; Agus Ramli; Muhammad Nur Arkham
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.013 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.891

Abstract

Tujuan dilakukan analisis manfaat biaya program orang tua asuh pohon mangrove ini adalah mengetahui manfaat dan kelayakan program OTAP (orang tua asuh pohon) mangrove bagi upaya pelestarian lingkungan hidup yang terintegrasi dan berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui penelusuran literatur dari dokumentasi aktivitas OTAP yang telah dilaksanakan Pertamina Hulu Energi Onshore North West Java (PHE ONWJ) dan metode penilaian kelayakan program yang digunakan adalah pendekatan analisis manfaat biaya yang diperluas.  Analisis manfaat biaya program OTAP mangrove memberikan kelayakan ekonomi yang positif, sehingga bermanfaat bagi upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.  Nilai kelayakan dan keberlanjutan program OTAP mangrove yang dibuat dengan asumsi lama program (10 tahun) dan tingkat diskon (5%) menunjukkan nilai manfaat bersih sekarang yang positif  sebesar Rp. 1,08 milyar, rasio manfaat biaya (2,06),  dan tingkat pengembalian (19%). Kata Kunci: OTAP, ECBA, kelayakan program, jasa ekosistem, investasi hijau
Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.453 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.444

Abstract

Pola perubahan suhu perairan pada kolam budidaya perikanan penting diketahui, karena suhu akan mempengaruhi proses biologi dan kimiawi yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Kisaran suhu pada kolam pernelitian memiliki kisaran 22-30oC berada pada nilai yang layak untuk pengembangan budidaya perikanan. Pola perubahan suhu perairan pada kolam budidaya menunjukkan pola yang tinggi pada siang hari, rendah pada pagi hari dan sedang pada siang hari. Hasil uji statistik menunjukkan suhu air pada pagi, siang, dan sore hari saling berbeda nyata. Kata kunci: Suhu Perairan, budidaya perikanan, kolam
Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Dipelihara Pada Tingkat Kepadatan Berbeda Angki Ismayadi; Rosmawati Rosmawati; Mulyana Mulyana
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.916 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan terbaik untuk menghasilkan kelangsungan hhidup dan sintasan ikan Nilem.  Sebanyak 960 ekor benih ikan Nilem berukuran 3-7 cm digunakan dalam penelitian ini.  Percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari tingkat kepadatan 1, 3, 5, dan 7 ikan/liter air.  Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot badan mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup (SR), dan kualitas air.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan menghasilkan pengaruh signifikan (P<0,05) untuk  pertumbuhan panjang mutlak, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap SR dan pertumbuhan bobot badan mutlak.  Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan 1, 3, dan 7 ikan/liter air tidak berbeda nyata.  Pertambahan panjang mutlak pada perlakuan 5 ikan/liter air berbeda dngan perlakuan 1 dan 3 ikan/liter air tetapi tidak berbeda dengan perlakuan  7 ikan/liter air.  Kualitas air percobaan adalah DO  2,33-6,14 ppm, suhu 28-30˚C, pH 5,52-6,96, CO2 1,99-35,95 ppm, dan NH3 0,025-0,050 ppm.  Tingkat kepadatan 1 dan 7 ikan/liter air tidak berbeda untuk SR dan sintasan ikan Nilem berukuran 3-7 cm. Kata Kunci: Bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kualitas air, tingkat kepadatan. 
Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Mengandung Ikan Asin Bawah Standar (IABS) Dengan Kesegaran Berbeda Fitri Ariantini; Rosmawati Rosmawati; Titin Kurniasih
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.832 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesegaran IABS dalam formulasi pakan terhadap pertumbuhan ikan nila dibandingkan dengan formulasi pakan standar (pakan berbasis tepung ikan). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan memiliki berat rata-rata 5,23±0,02 gram dengan padat tebar 20 ekor per   akuarium. Perlakuan pakan yang diberikan yakni pakan berbasis tepung ikan tanpa IABS, pakan mengandung IABS segar dan pakan mengandung IABS  kurang segar. Parameter  yang  diukur  adalah  laju  pertumbuhan spesifik  (LPS),  jumlah  konsumsi  pakan  (JKP), efisiensi pakan (EP), tingkat kelangsungan hidup (SR) dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (P<0,05) di antara perlakuan untuk parameter LPS dan EP, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) untuk parameter JKP, SR dan kualitas air. Tingkat kesegaran bahan ikan asin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan untuk ikan nila, tetapi tidak untuk kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Pemberian IABS segar menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang sama baiknya dengan pakan standar dan lebih baik daripada pemberian IABS kurang segar.  Kata kunci : IABS, protein, ika nila, pertumbuhan, tepung ikan.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nilem Ukuran 2-3 Cm Yang Dipelihara Dalam Happa Di Kolam Omang Omang; Fia Sri Mumpuni; Muarif Muarif
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.784 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.864

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh kepadatan berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem berukuran 2-3 cm yang dipelihara dalam happa di kolam. Percobaan dilakukan pada bulan Februari-April 2014. Penelitian ini menggunakan benih ikan nilem berukuran 2-3 cm sebanyak 900 ekor yang diperoleh dari Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budidaya & Toksikologi, Cibalagung, Kabupaten Bogor. Happa yang dipergunakan berukuran 1x1x1 m3 yang diletakkan di kolam tanah. Pakan komersil P-800  berkadar protein 39-41%, lemak minimal 5%, serat kasar maksimal 6%, abu maksimal 16% dan kandungan air 10%, diberikan pada jam 08.00, 13.00, dan 17.00 WIB. Rancangan yang dipergunakan ialah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (50, 100, 150 ekor/m3) dan 3 ulangan. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan sidik ragam. Perlakuan dengan kepadatan berbeda tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem. Kata kunci: Ikan nilem, kelangsungan hidup, kepadatan,  pertumbuhan,
The brood maturation of Hard-Lipped Barb (Osteochilus hasselti) with Technique of Implantation Using Human Chorionic Gonadotropin dian azhar semidang; fia sri mumpuni; rosmawati rosmawati
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1269

Abstract

This research was aimed to know the best dosage of  HCG (Human Chorionic Gonadotropin) for the brood maturation of hard-lipped barb. The experiment design has been conducted  were completely random design with 4 treatments and 3 replications. The treatments are A (Control, without hormone), B (with HCG dosage of  250 IU), C (with HCG dosage of  500 IU), and D (with HCG dosage of  750 IU). The development of egg diameter, the success of spawning, fecundity, fertilization rate, and water quality (chemical and physical) have been evaluated. The results of research showed that treatment C gives the best results for the egg maturation of hard-lipped barb. Key words: Hard-lipped barb, HCG, the maturity of egg, fecundity
Efektivitas Penggunaan Asam Formiat Dan Propionat Pada Pembuatan Silase Darah Terhadap Nilai Kecernaan Tepung Darah Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Rosmawati Rosmawati; Reza Samsudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.604 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis asam formiat dan propionat yang tepat pada pembuatan silase darah yang dapat meningkatkan kecernaannya pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan kontrol (Darah tanpa disilase), silase dengan dosis asam foemiat dan propionat (3:0%; 2,25:0,75%; 1,5:1,5%; 0,75:2,25%; 0:3%). Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 7,0 gram/ekor dengan padat tebar 20 ekor/akuarium. Parameter yang diamati yaitu nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian dosis asam yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total pada ikan nila. Perlakuan pemberian silase dengan dosis asam formiat dan propionat 1,5:1,5% dapat meningkatkan nilai kecernaannya pada ikan nila, dengan nilai kecernaan protein 94,66%, kecernaan lemak 88,71%, kecernaan energi 92,58%, dan kecernaan total 90,27%.Kata kunci : Silase darah, Asam formiat dan propionat, Kecernaan, Ikan Nila
DETEKSI PENYAKIT MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA PADA IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) MENGGUNAKAN METODE ELISA Herlina Maulina
JURNAL MINA SAINS Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.293 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.3

Abstract

This study was conducted to determine the prevalence of Motile Aeromonas Septicemia of Siamese catfish farming at Cibeureum Subdistrict, Ciseeng Subdistrict, Kemang Subdistrict, and Parung Subdistrict (in Bogor Region) using antigen supernatant with concentration of RAC 1:200 and antigen pellet with concentration of RAC 1:5,000. Samples of serum obtained from 10 Siamese catfish per district have weight 300-400 g/fish. The collection of serum as much 1-4 mL obtained from 3-5 mL of blood per fish. Collection of serum which had been collected from each district then was tested using indirect ELISA method. The indirect ELISA method use the two types of dilution of serum RAC (Rabbit Anti-Catfish) and two types of antigens, i.e dilution of RAC 1:200 with antigen supernatant (group A) and dilution of RAC 1:5000 with antigen pellet (group B). Determination of the sample area exposed to positive or negative MAS disease was known of cut-off values that has been defined as a comparison, the results of the test sample with a value of OD (Optical Density) ≤ 0.011; 0,015; 0.006; 0.004; 0.000; 0.005 showed positive of MAS attacked and value of OD ≥ 0.017; 0.025; 0.018; 0.016; 0.016; 0.014 showed negative of MAS attacked. The results of research showed the prevalence 60-100% on RAC 1:5,000 dilution with antigen pellet, and the prevalence 20-60 % on RAC 1:200 dilution with antigen supernatant
Strategi Pengembangan Agribisnis Ikan Hias Di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor Arti Yoesdiarti; Siti Masithoh; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.381 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.892

Abstract

Dalam kurun waktu 5 tahun, jumlah produksi ikan hias di Kabupaten Bogor meningkat dari 156.618.830 ekor pada 2011 menjadi 242.520.230 ekor pada 2015 (BPS Kabupaten Bogor 2015). Sementara itu jumlah areal usaha budidaya meningkat 2,53 Ha dari 33,09 Ha di tahun 2011 menjadi 35,62 Ha di tahun 2015. Peningkatan ini menunjukkan bahwa ikan hias telah menjadi komoditas perikanan yang sangat strategis bagi perekonomian di Kabupaten Bogor.Untuk mengembangkan agribisnis kegiatan budidaya diperlukan analisis strategi pengembangan dengan melibatkan semua stakeholder, pembudidaya ikan hias, kelompok pembudidaya, pedagang dan lain-lain sehingga akan diperoleh perumusan strategi pembangunan.Analisis matriks SWOT memberikan beberapa alternatif yaitu strategi pengembangan, seperti: (1) Peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan; (2) Bantuan sarana dan prasarana; (3) Akses jaringan pasar secara efisien; (4) Peningkatan produksi sesuai dengan pasar; (5) Pendidikan dan pelatihan prosedur ekspor dan pemasaran, (6) dukungan lembaga keuangan untuk pembudidaya; (7) Pengawasan dan bimbingan teknologi produksi secara berkelanjutan; (8) Penguatan jaringan antara pembudidaya dan perusahaan eksportir; (9) Penerapan teknologi produksi; (10) Penelitian yang berinovasi; (11) Mengoptimalkan peran PEMDA (pemerintah daerah) dalam pemberian subsidi; (12) Penggunaan pakan alami; (13) Optimalisasi fungsi Pusat Promosi dan Pemasaran dengan menyediakan karantina ikan; (14) Pemasaran ikan hias yang memperkuat posisi dan peran pembudidaya; dan (15) Kerjasama dengan produsen pakan.
Pertumbuhan Populasi Cacing Tanah (Phertima sp.) Sebagai Sumber Protein Pakan Ikan Dalam Media Kotoran Kambing Dengan Tiga Pakan Tambahan (Bungkil Sawit, Limbah Sayuran Pasar Dan Dedak) Ratna Mariyana; Muarif Muarif; Chumaidi Chumaidi
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.811 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.860

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh penambahan bungkil sawit, limbah sayuran hasil fermentasi dan dedak pada media kotoran kambing terhadap pertumbuhan populasi cacing tanah sebagai sumber protein pakan ikan. Cacing tanah uji yang dipergunakan pada penelitian ini ialah jenis Pheretima sp. sebanyak 100 individu/wadah. Rancangan percobaan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah perbedaan jenis pakan tambahan yaitu tanpa pakan tambahan / kontrol (A), bungkil sawit (B), limbah sayuran pasar hasil fermentasi (C) dan dedak (D) yang diberikan setiap dua hari sekali sebanyak 500 gram. Parameter yang diobservasi pada penelitian ini ialah pertumbuhan populasi, bobot dan panjang cacing tanah serta kualitas media (suhu dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi cacing tanah tertinggi terdapat pada perlakuan (A) yaitu rata-rata 12,1 individu/liter, sedangkan rataan tertinggi untuk bobot dan panjang individu terdapat pada perlakuan (D) masing-masing 0,78 gram dan 10,7 cm.

Page 8 of 18 | Total Record : 176