cover
Contact Name
JURNAL AGRONIDA
Contact Email
agronida@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agronida@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRONIDA
ISSN : 24079111     EISSN : 25793225     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Merupakan jurnal yang berisi tentang hasil-hasil penelitian yang berkaitan bidang teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan. khususnya dalam bidang produksi dan pengelolaan benih, produksi dan pengelolaan agen hayati, pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman , nutrisi tanaman dan pasca panen tanaman hortikultura.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2020)" : 6 Documents clear
ANALISIS REGRESI PENAMPILAN BAWANG PUTIH SANGGA SEMBALUN DAN LUMBU KUNING SELAMA PENYIMPANAN DALAM SUHU RUANG Anna Sulistyaningrum; Adhitya Marendra Kiloes; Darudriyo Darudriyo
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.708 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2599

Abstract

Bawang putih merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu maupun obat. Bawang putih banyak mengalami perubahan baik secara nutrisional maupun penampakannya selama penyimpanan, sehingga dibutuhkan penanganan pascapanen yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas bawang putih Sangga Sembalun dan Lumbu Kuning yang disimpan dalam suhu ruang baik untuk konsumsi maupun benih serta mengetahui kualitas bawang putih dalam bentuk konde maupun rogol selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan terdiri dari 6 ulangan. Perlakuan pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari varietas Sangga Sembalun dan varietas Lumbu Kuning, sementara perlakuan kedua adalah bentuk (B) yang terdiri dari bentuk rogol dan konde. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penurunan bobot bawang putih tertinggi yaitu pada saat 1 minggu penyimpanan dengan  penurunan sebesar  33,2% dengan susut diamater sebesar  6,98%, karena pada kondisi tersebut kandungan air dari komoditas hortikultura masih sangat tinggi. Bawang putih untuk konsumsi segar (penyimpanan hingga 2 bulan) dalam bentuk konde memiliki tingkat penurunan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bentuk rogol yaitu sebesar 21,45% varietas Lumbu Kuning dan 19,88% untuk varietas Sangga Sembalun. Demikian halnya dengan penyimpanan selama 6 bulan, bawang putih dalam bentuk konde memiliki tingkat kehilangan air yang lebih rendah, serta memiliki penampakan kesegaran yang lebih baik (tidak cepat keriput dan layu) serta kerusakan akibat mikroorganisme dapat lebih diminimalisir.  
SEBARAN DAN TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) PADA LAHAN BUKAAN BARU DI KABUPATEN DHARMASRAYA Yuli Suherlina; Yaherwandi Yaherwandi; Siska Chiko Efendi
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.375 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2541

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan tingkat serangan penggerek buah kakao (PBK) yang disebabkan oleh  Conopomorpha cramerella di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilaksanakan pada empat Nagari: Sitiung, Siguntur, Gunung Medan dan Sungai Duo. Pada masing-masing lokasi dilakukan lima kali pengambilan sampel dengan interval 1 minggu. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - September 2018, menggunakan metode purposive sampling (pengambilan sampel dengan tujuan tertentu). Kriteria penentuan lokasi sampel yaitu pertanaman kakao berumur lebih dari empat tahun dan telah berproduksi. Peubah yang diamati adalah persentase tanaman terserang, persentase buah terserang, letak buah terserang, intensitas serangan dan kehilangan hasil. Persentase serangan penggerek buah kakao tertinggi terdapat di Nagari Siguntur dengan persentase tanaman terserang 65.80%, persentase buah terserang 18.29%, intensitas serangan 76% dan kehilangan hasil 7.61%. Persentase serangan penggerek buah kakao terendah terdapat di Nagari Gunung Medan dengan persentase tanaman terserang 34.11%  persentase buah terserang 4.64% intensitas serangan15.91% dan kehilangan hasil 1.57%, karena adanya pemeliharaan tanaman dengan pemangkasan dan sanitasi. Buah kakao yang paling banyak terserang terdapat pada cabang sekunder. 
PENGEMBANGAN PENANDA MOLEKULER BERDASARKAN SITUS SNP DAN INDEL GENOM KLOROPLAS KELAPA Freta Kirana Balladona; Ismail Maskromo; Dewi Sukma; Sudarsono Sudarsono
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.196 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2548

Abstract

Saat ini informasi dasar mengenai silsilah, keragaman dan hubungan evolusi kekerabatan menggunakan marka molekuler pada kelapa di Indonesia masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan belum banyak dilaporkan urutan sekuens genom kelapa Indonesia yang dapat dijadikan dasar dalam pembuatan marka molekuler tersebut. Salah satu genom tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai penanda adalah sekuens genom kloroplas (cpDNA). Genom kloroplas merupakan penanda yang efisien untuk mempelajari evolusi dan sejarah populasi tanaman melalui filogenetik karena bersifat sangat konservatif, diwariskan secara maternal, memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan genom inti. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan primer berdasarkan genom kloroplas berbasis situ SNP dan indels. Berdasarkan sembilan sekuens genom kloroplas pada tanaman palma, telah berhasil didisain 10 primer berdasarkan situs SNP dan 5 primer berdasarkan situs insersi delesi. Hasil validasi primer tersebut menggunakan DNA kelapa Indonesia didapatkan hasil bahwa 10 primer SNP berhasil teramplifikasi sedangkan indels hanya 2 primer berbasis PCR.
PENGGUNAAN PUPUK CAIR Chromolaena odorata DAN KALIUM DALAM MENEKAN KEHAMPAAN DAN MENINGKATKAN HASIL PADI UNGU BLACK MADRAS Jamilah Jamilah; Robi Ahmad; Milda Ernita
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.909 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2382

Abstract

Padi ungu Black Madras merupakan varietas padi yang masih belum banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Salah satu keunggulan padi ini adalah kadar gulanya rendah, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes dan sakit jantung. Pemberian pupuk sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, kehampaan dan hasil tanaman, termasuk padi ungu Black Madras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair Chromolaena odorata dan kalium dalam menekan kehampaan dan meningkatkan hasil padi ungu Black Madras. Percobaan dilakukan di Kelurahan Lubuk Lintah Kota Padang dengan ketinggian tempat ± 20 m dpl. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) Faktorial 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari pupuk cair C.odorata dengan konsentrasi 0, 25 dan 50 ml L-1 serta pupuk KCl (60% K2O) dengan taraf 0, 50, 100 dan 150 kg ha-1.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian 25 ml L-1 pupuk cair C. odorata efektif dalam menekan kehampaan padi hingga 55%.  Pemberian pupuk kalium sebanyak 100 kg ha-1yang diiringi dengan 25 ml L-1 PCCO  memberikan hasil GKP tertinggi yaitu 7,88 kg ha-1. 
KEMANGKUSAN Metarhizium anisoplae DAN Beauveria bassiana SEBAGAI BIOINSEKTISIDA BAGI HAMA GUDANG Sitophilus oryzae Mohammad Akhbar Yassin; Nur Rochman; Setyono Setyono
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.18 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2701

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan hama gudang yang menyerang beras (Oryza sativa). Salah satu cara pengendalian yang dapat digunakan yaitu memanfaatkan agen hayati sebagai pengendali hama tersebut di antaranya Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 percobaan yang memiliki 5 taraf perlakuan yang digunakan yaitu 0, 106, 107, 108 dan 109konidia/ml pada masing-masing percobaan. Imago S. oryzae diberi perlakuan suspensi konidia M. anisopliae dan B. Bassiana masing-masing pada kerapatan 0 (kontrol), 0, 106, 107, 108 dan 109  konidia/ml. Aplikasi dilakukan dengan metode semprot terhadap serangga. Dengan kerapatan konidia /ml cendawan M. anisopliae hanya mampu mengakibatkan kematian S. oryzae hingga 33,3% pada hari ke-10 setelah perlakuan. Garis persamaan regresi polinomial yang dihasilkan pada hari ke-10 setelah perlakuann adalah 0,0615x2+ 1,8386x + 5,6936 dengan R² = 0,8194. Karena nilai mortalitas maksimum yang didapatkan sebesar 33,3%, sehingga  dan tidak dapat dihitung. Sedangkan B. Bassiana mampu mengakibatkan kematian S. oryzae hingga 98,8% pada hari ke-10 setelah perlakuan. Garis persamaan regresi polinomial yang dihasilkan pada 10 HSP adalah y = -0,4209x2 + 14,38x + 5,3044 dengan R² = 0,9792. Menurut persamaan tersebut, nilai mortalitas maksimum yang didapatkan adalah sebesar 128%, sehingga  dan  dapat dihitung. Konsentrasi yang efektif untuk mencapai  adalah sebesar   konidia/ml dan konsentrasi yang efektif untuk mencapai  adalah   konidia/ml. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan cendawan B. Bassiana lebih efektif untuk mematikan S. oryzae 
STUDI SERANGAN ANTRAKNOSA PADA PERTUMBUHAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) SETELAH APLIKASI LARUTAN DAUN MIMBA DAN MOL BONGGOL PISANG Muhammad Hifniy Aziziy; Oktavianus Lumban Tobing; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.933 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2668

Abstract

Antraknosa merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) sehingga dapat menurunkan produktivitas. Penggunaan fungisida nabati dan mikroorganisme dapat mengurangi persentase serangan antraknosa pada cabai merah tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui potensi larutan daun mimba dan MOL bonggol pisang dengan dosis yang tepat dalam mengendalikan penyakit antraknosa serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai merah. Model penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi larutan daun mimba (0%, 15%, 30%, 45%) dan konsentrasi MOL bonggol pisang (0%, 15%, 30%, 45%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan daun mimba tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua peubah yang diamati. Konsentrasi larutan MOL bonggol pisang 45% berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif dan bobot buah per tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol, namun tidak berbeda nyata dibandingkan dengan konsentrasi 30%. Pada penelitian ini tidak terjadi serangan antraknosa terhadap semua tanaman yang diamati pada semua perlakuan, artinya persentase kejadian penyakit dan tingkat keparahan penyakit adalah 0%. Hal tersebut terjadi diduga karena faktor lingkungan yang tidak mendukung untuk perkembangan jamur Colletotrichum sp.

Page 1 of 1 | Total Record : 6