cover
Contact Name
JURNAL AGRIBISAINS
Contact Email
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRIBISAINS
ISSN : 24425982     EISSN : 25501151     DOI : -
Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
MENINGKATKAN MINAT BERUSAHATANI BENIH PADI BERSERTIFIKAT MELALUI PENDEKATAN KEUNTUNGAN FINANSIAL Dianda, Rusli; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.898 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1562

Abstract

Diperkenalkannnya usahatani penangkar benih padi sawah belum banyak diikuti oleh petani, salah satu penyebabnya diduga usahatani padi penangkar benih secara finansial belum menguntungkan dibanding usahatani padi konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis finansial usahatani benih padi sawah untuk benih dibanding konsumsi, penelitian dilaksanakan di Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pemilihan responden dilakukan secara sensus, yaitu petani penangkar benih padi sawah sebanyak 24 orang dan 20 orang petani padi sawah konsumsi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan membandingkan pendapatan, analisis R/C, analisis titik impas (Break Event Point/BEP).Pada luasan 0,675 Ha, hasil analisis menunjukkan bahwa secara finansial keuntungan usahatani penangkar benih padi 92,01 % lebih besar dibandingkan usahatani padi konsumsi; R/C lebih besar 18 %; BEP harga lebih murah 10,8 %; BEP unit lebih rendah 40 % dan BEP biaya produksi lebih murah 36,2 % dibanding usahatani padi konsumsi.Kata Kunci : Analisis Finansial, Penangkar Benih Padi Bersertifikat, Pendapatan Usahatani, Rasio R/C , Nilai BEP 
PERSEPSI PETERNAK DAN POLA PEMASARAN SAPI POTONG Fuad, Muhammad Sukri; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.604 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, persepsi peternak terhadapSPR dan pola pemasaran sapi potong di Kecamatan Ciracap. Data dikumpulkan melaluisimple random sampling untuk mengetahui karakteristik dan persepsi peternak, sedangkanuntuk menelusuri lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Persepsi peternakterhadap SPR diukur dalam Skala Likert melalui 30 indikator. Persepsi peternak dikatakantidak baik apabila mempunyai nilai 50 – 117, persepsi kurang baik apabila mempunyai nilai118 – 185, dan persepsi peternak dikatakan baik jika mempunyai nilai 186 – 250. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap program SPR di KecamatanCiracap adalah kategori baik, dengan nilai persepsi mencapai 194,57. Pola pemasaran yangterbentuk melibatkan lembaga pemasaran tengkulak Ciracap, tengkulak Tasikmalaya, TPHSurade, dan TPH Tegal Buleud. Penjualan sapi potong oleh peternak dengan caramenyebarkan informasi kepada tengkulak mengenai sapi yang akan di jual.
STRUKTUR PASAR SAYURAN KEMANGI DI PASAR TRADISIONAL Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Yusdiarti, Arti; Kulsum, Iis Afriani
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.011 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1564

Abstract

Sayuran indijenes memegang peranan penting dalam pertanian dan konsumsinya semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya restaurant-restauran Sunda.  Kemangi merupakan sayuran yang potensial dalam kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan petani di perdesaan dan meningkatkan gizi keluarga. Tanaman ini  mudah ditanam dan hanya memerlukan input eksternal yang rendah, dibandingkan dengan sayuran eksotis.  Namun, meskipun tanaman ini penting, kemangi tidak cukup berorientasi pasar  karena kecilnya daya saing petani dan terbatasnya produktivitas.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar sayuran  kemangi. Data dikumpulkan dari 42 orang petani kemangi di Kecamatan Kadudampit (Desa Undruswinangun dan Sukamaju) yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling), dan 29 orang pedagang yang diambil secara snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif.  Analisis yang digunakan adalah pangsa pasar, konsentrasi pasar (CR), HHI (Herfindal-Hirscman Index), karakteristik produk, dan hambatan masuk pasar. Hasil penelitian menemukan bahwa pemasaran sayuran kemangi di Kecamatan Kadudampit didominasi oleh empat pedagang pengumpul desa terbesar dengan angka Concentration Ratio (CR4) sebesar 81%. Nilai Herfindahl-Hirscman-Index sebesar 0,17 menunjukkan struktur yang terbentuk cenderung mengarah kepada kondisi pasar oligopoli dari sisi penjual sedangkan oligopsoni dari sisi pembeli. Nilai MES yang diperoleh  di atas nol (MES>0) menunjukkan terdapat hambatan masuk pasar, dan karakteristik sayuran kemangi di Kecamatan Kadudampit bersifat homogen. Untuk meningkatkan posisi tawar petani, disarankan untuk membentuk kelompok tani kemangi, dan petani aktif mencari informasi pasar.Kata kunci: Indijenes,  Herfindal-Hirscman Index, Oligopoly.
PREFERENSI KONSUMEN PADA PRODUK Gumdrops Puree PEPAYA CALINA IPB Ramdani, Hisworo; Lesmanasari, Mela
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.723 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik respondendengan tingkat konsumsi permen, mengidentifikasi evaluasi responden terhadap atribut mutuproduk gumdrops puree pepaya dan mengidentifikasi atribut-atribut mutu yang perlumendapat perbaikan sebelum masuk ke tahap scale-upindustry. Metode yang digunakanadalah metode kruskal wallis untuk menguji karakteristik responden terhadap tingkatkonsumsi permen dan multi atribut fishbein untuk menguji atribut gumdrops puree pepaya.Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik responden terdiri dari usia, jenis kelamin, statusmenikah, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan per bulan. Hasil pengujian menggunakanmetode kruskal wallis, usia dan pekerjaan berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi.Berdasarkan hasil analisis multiatribut fishbein, pada skor kepercayaan (bi) atribut rasa,aroma dan tekstur yang lebih disukai oleh respnden sedangkan pada skor evaluasi (ei) atributwarna dan tekstur yang lebih disukai oleh responden.Kata kunci: Gumdrops puree pepaya, Analisis Preferensi.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK SAYURAN DAUN DI GIANT EKSTRA BOTANI SQUARE KOTA BOGOR. Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul; Khairi, Yudrik
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1422

Abstract

Sayuran daun yang bersifat mudah rusak harus diberi perlakuan khusus oleh setiap pelaku rantai pasok agar tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi rantai pasok sayuran bayam, caisim, kangkung, lettuce head dan sawi putih  di Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif dengan pendekatan SCOR (Supply Chain Operation References).  Penelitian dilakukan di Giant Ekstra Botani Square. Metode pengambila`n data dilakukan dengan wawancara terhadap pihak Giant Ekstra dan supplier menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rantai pasok sayuran daun di Giant Ekstra terdiri dari empat elemen yaitu struktur rantai, manajemen rantai, sumberdaya rantai dan proses bisnis rantai pasok. Struktur rantai pasok terdiri dari Giant Ekstra, supplier, dan petani. Pengelolaan manajemen, sumberdaya, dan proses bisnis sudah efektif hal ini terlihat dari fungsi pemasaran sudah dilakukan di tiap lembaga hanya beberapa fungsi yang tidak dilakukan oleh Giant Ekstra seperti pengemasan dan pengangkutan, sedangkan supplier dan petani tidak melakukan penyimpanan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok Giant Ekstra Botani Square Kota Bogor sudah efektif.Kata kunci : Kondisi Rantai Pasok, SCOR, Marjin Pemasaran
KAJIAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PENGGARAP TEH Samantha, Yuliana; Menganti, Ning Sri; Amaliah, Lilis
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.408 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1568

Abstract

Tantangan pembangunan pertanian Indonesia antara lain bagaimana memenuhi kebutuhan pangan serta keseimbangan gizi keluarga. Ketahanan pangan minimal mengandung tiga unsur pokok ”ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan“. Sampel penelitian adalah keluarga yang bekerja sebagai petani penggarap teh dan tergabung dalam Kelompok Tani Sabeulit berjumlah 12 orang dengan menggunakan metode stratified random sampling atau sampel acak sederhana terstrata. Strata didasarkan pada luas lahan yang digarap oleh petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani sampel semua strata  rata-rata berumur 51 tahun. Rata-rata pendidikan formal kepala keluarga adalah lulusan sekolah dasar (SD). Ketersediaan beras rumah tangga petani yang paling besar adalah strata lahan sedang kemudian diikuti oleh strata lahan luas, selanjutnya yang paling sedikit ketersediaan berasnya adalah rumah tangga strata lahan sempit. Rumah tangga petani penggarap dikategorikan kurang kontinyu 23,1%, dan 76,9% dinyatakan kontinyu stabilitas dan aksesbilitas ketahanan pangan komoditas beras.  Proporsi rumah tangga petani yang tergolong tahan pangan 58.3%,rawan pangan 25% dan tidak tahan pangan 16.7% dari keseluruhan petani sampel. Implikasi indikator kajian ketahanan sebagai gambaran bagi pemangku kebijakan khususnya dan pengetahuan bagi masyarakat sebagai bagian dari permasalahan yang dihadapi oleh manusia dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Ketahanan pangan diukur berdasarkan aksesbilitas, ketersedian dan konsumsi berdasarkan pengeluaran rumah tangga terhadap pangan dan non pangan.Kata kunci: Petani, Teh, Ketahanan Pangan, Pangan
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PEMASOK SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR TRADISIONAL Soka, Tiara Dwi; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.386 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan perbandingan struktur biaya antarakomoditas bayam, kentang, tomat dan bawang merah pada petani yang memasok komoditaske pasar tradisional di Kota Bogor. Pemilihan responden petani diperoleh denganmenggunakan snowball sampling dari mulai pelapak sayur di Pasar Tradisional Jambu Duadan Pasar Bogor. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi,Kabupaten Bandung (pangalengan), dan Brebes. Metode penelitian dengan analisispendapatan usahatani. Hasil menunjukkan bahwa dalam luasan 0,83 Ha selama 6 bulan,diperoleh R/C Ratio bayam 1,09, tomat 1,16, kentang 2,36 dan bawang merah 1,39. Seluruhkomoditas memiliki proporsi biaya variabel yang lebih besar dibandingkan biaya tetap. Padakentang dan tomat, biaya variabel mengambil proporsi biaya lebih dari 80%. Kentang danbawang memiliki proporsi biaya benih yang paling tinggi diantara komoditas lainnya.Proporsi biaya tertinggi pada tomat terdapat pada pupuk kandang, sementara pada bayam danbawang, biaya tertinggi terdapat pada tenaga kerja.Kata kunci : Pasar Tradisonal, Snowball Sampling, Pemasok Sayuran
ANALISIS PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KUALITAS SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR MODERN Arsyad, Eki Fadhal; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.906 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1561

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi serta preferensi konsumen terhadap atribut kualitas sayuran komersial di pasar modern. Metode penelitian yaitu non probability sampling. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan uji Chi-Square. Persepsi konsumen: (1) Kentang : cukup bersih, warna daging kuning, kulit kelupas kecil, ukuran sedang, kulit coklat muda, mata <5, benjolan <3, lonjong. (2) Tomat : segar, kadar air 20-35%, agak asam, hijau kemerahan, agak lunak, ukuran sedang, agak bulat. (3) Bawang merah : cukup bersih, diameter 2,5 cm, agak menyengat, agak bulat, warna ungu muda dan ungu tua, cukup mulus, anakan 2-3. (4) Bayam:  segar, hijau, cukup mulus, jumlah daun sedang, ukuran sedang, cukup seragam, agak lonjong. Sedangkan Preferensi: (1) Kentang : sangat bersih, tanpa benjolan, warna daging kuning, kulit licin mulus, tidak memiliki mata, ukuran sedang, kulit coklat muda, lonjong. (2) Tomat: sangat segar, manis, keras, merah, ukuran sedang, kadar air 20-35%, lonjong.  (3) Bawang merah : ukuran 2,5 cm, menyengat, mulus, merah-ungu tua, tidak memiliki anakan. (4) Bayam : segar, hijau, mulus, daun banyak, ukuran sedang, seragam, agak lonjong, memiliki akar. Uji Chi-Squre menunjukkan atribut kualitas kebanyakan berbeda nyata.Kata Kunci : Persepsi, Preferensi, Chi-Square, Pasar modern
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.833 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatanipertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluranpemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian inidilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab.Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga,saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperolehdari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibandingnon organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatandari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka padapendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu padasaluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% danFarmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjintataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share
Marketing Efficiency Analysis Of Leafy Vegetable At Giant Extra Botanical Square, Bogor City Khairi, Yudri; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.842 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.1046

Abstract

Leaf vegetables are in great demand by the people in Bogor City who are mostly from Sunda tribe. Bogor city residents who buy vegetables at Giant Extra Botani Square willing to pay more than those who buy in traditional markets. The research aimed to analyze marketing efficiency of leaf vegetables especially spinach, chinesse green cabbage (Brassica chinensis var. Parachinensis), kale, lettuce head and chinesse white cabbage (Brassica pekinensia L) at Giant Extra Botany Square in Bogor City . Data were analyzed descriptively and quantitatively with marketing margin, farmer's share and R/C Ratio analysis. Primary data collection was taken from interview with Giant Extra’s management by purposive method, while interview to supplier and farmer used snowball sampling method. The results showed that the marketing efficiency of leaf vegetables in Giant Extra Botanical Square Bogor City, based on marketing margin analysis obtained the largest margin value on Chinese White Cabbage (Brassica pekinensia L) commodity amounting to Rp 20.450. Suppliers get the greatest benefits on commodities of spinach, Chinese Green Cabbage and kale. The highest farmer's share was obtained by farmers in lettuce head commodities by 69.6%. The highest R/C ratio was obtained by Chinese White Cabbage commodity at 1.60Keywords: marketing efficiency, leavy vegetables, modern market

Page 5 of 19 | Total Record : 189