Jurnal Sosiologi Agama
Jurnal Sosiologi Agama mengundang para ilmuwan, peneliti, dan siswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan penelitian mereka yang terkait dengan bidang sosiologi agama, masyarakat beragama, masyarakat multikultural, perubahan sosial masyarakat beragama, dan relasi sosial antar agama yang mencakup penyelidikan tekstual dan lapangan dengan perspektif sosiologi dan sosiologi agama.
Articles
195 Documents
SYMBOLISM, SIGNIFIERS AND NATIONAL IDENTITY CARDS: INDONESIA’S ENGAGEMENT WITH THE 21ST CENTURY REALITY OF RELIGIOUS DIVERSITY & INCLUSION
Bedeau, Tara
Jurnal Sosiologi Agama Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (909.896 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2014.%x
Artikel ini mengetengahkan pembahasan mengenai simbolisme agama dalam KTP (Kartu Tanda Penduduk) di Indonesia. Penghapusan status penunjukan agama di KTP adalah ?isu sensitif? di Indonesia. Ia berhubungan dengan kelanjutan sisa-sisa alam pikiran Orde Baru, yang juga menyangkut bagaimana identitas agama kerap dipakai dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ditambah lagi, Indonesia sedang bergulat dengan keragaman agama, aktualisasi inklusi agama dan aliran kepercayaan di satu sisi serta perkembangan nasionalisme dan demokrasi di sisi lain. Makalah ini berpendapat bahwa perdebatan KTP dan simbol agama yang juga termasuk isu penting dalam kampanye Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, adalah penanda bahwa keragaman agama dan inklusi merupakan aspek modernitas yang tak terduga. Sebagaimana hal itu dilihat oleh Peter L Berger. Makalah ini akan mengidentifikasi referen dari simbol KTP agama serta relevansinya dalam tata kehidupan keagamaan, demokrasi, dan sosial-politik Indonesia mutakhir.
Discourse Kontestasi Ideologi: Reposisi Islam dan Negara di Indonesia
Zuly Qodir
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1347.451 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2013.%x
Tulisan ini mendiskusikan pertarungan ideologi yang berkembang di Indonesia berkaitan antara agama dan negara untuk sebuah masyarakat yang majemuk. Dalam karangan ini pendekatan yang dipakai adalah ideologi politik kontemporer dimana secara khusus membahas soal-soal ideologi kontemporer yang berkembang di dunia dan Indonesia. Tulisan ini secara khusus memberikan penjelasan bahwa di Indonesia perlu melakukan reposisi ideologi sebab selama ini masih kuat terjadi diskursus tentang kehendak perubahan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain yakni dasar Islam. Tulisan ini menegaskan Indonesia tidak perlu lagi menjadikan Islam sebagai dasar negara sebab Indonesia sebenarnya sudah menjadi Islamic Society sekalipun bukan Islamic state, tinggal melaksanakan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Perspektif dalam kajian ini adalah sosiologi (agama) dalam konteks politik Indonesia dengan mendasarkan kajian pustaka.
DISCOURSE KONTESTASI IDEOLOGI: REPOSISI ISLAM DAN NEGARA DI INDONESIA
Qodir, Zuly
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1347.451 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2013.%x
Tulisan ini mendiskusikan pertarungan ideologi yang berkembang di Indonesia berkaitan antara agama dan negara untuk sebuah masyarakat yang majemuk. Dalam karangan ini pendekatan yang dipakai adalah ideologi politik kontemporer dimana secara khusus membahas soal-soal ideologi kontemporer yang berkembang di dunia dan Indonesia. Tulisan ini secara khusus memberikan penjelasan bahwa di Indonesia perlu melakukan reposisi ideologi sebab selama ini masih kuat terjadi diskursus tentang kehendak perubahan dasar negara Pancasila dengan dasar yang lain yakni dasar Islam. Tulisan ini menegaskan Indonesia tidak perlu lagi menjadikan Islam sebagai dasar negara sebab Indonesia sebenarnya sudah menjadi Islamic Society sekalipun bukan Islamic state, tinggal melaksanakan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Perspektif dalam kajian ini adalah sosiologi (agama) dalam konteks politik Indonesia dengan mendasarkan kajian pustaka.
Dongke dalam Masyarakat Desa Tanggulangin: Pemahaman Konsep Sehat-Sakit dan Penyakit dalam Kajian Etnosains Terhadap Sistem Medis
Harto Wicaksono
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.84 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2013.%x
Pemahaman terhadap konsep sehat-sakit bagi sebagian masyarakat lokal akan sangat penting terhadap pola pengobatan atau respon terhadap sistem penyakit. Namun banyak bagian dari sistem medis modern yang mengabaikan pengetetahuan lokal tentang ini, dengan alasan tidak rasional. Dengan alasan tersebut, maka penggalian terhadap sistem pengetahuan lokal dilakukan guna membantu pemahaman sistem medis modern terhadap pola pengobatan dalam sistem medis tradisonal. Kajian ini, merupakan kajian sistem medis tradisional yang berupaya menggali pemahaman masyarakat Desa Tanggulangin dalam Masyarakat Jawa dengan pendekatan etnografis. Dalam kaitan ini, pemahaman konsep sehat-sakit ada kaitannya dengan sistem penyembuhan yang akan diterapkan.
DONGKE DALAM MASYARAKAT DESA TANGGULANGIN: PEMAHAMAN KONSEP SEHAT-SAKIT DAN PENYAKIT DALAM KAJIAN ETNOSAINS TERHADAP SISTEM MEDIS
Wicaksono, Harto
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.84 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2013.%x
Pemahaman terhadap konsep sehat-sakit bagi sebagian masyarakat lokal akan sangat penting terhadap pola pengobatan atau respon terhadap sistem penyakit. Namun banyak bagian dari sistem medis modern yang mengabaikan pengetetahuan lokal tentang ini, dengan alasan tidak rasional. Dengan alasan tersebut, maka penggalian terhadap sistem pengetahuan lokal dilakukan guna membantu pemahaman sistem medis modern terhadap pola pengobatan dalam sistem medis tradisonal. Kajian ini, merupakan kajian sistem medis tradisional yang berupaya menggali pemahaman masyarakat Desa Tanggulangin dalam Masyarakat Jawa dengan pendekatan etnografis. Dalam kaitan ini, pemahaman konsep sehat-sakit ada kaitannya dengan sistem penyembuhan yang akan diterapkan.
Putri Muslimah Indonesia 2014: Redefining Indonesian Muslim Women Identity
Yuyun Sunesti
Jurnal Sosiologi Agama Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (785.572 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2014.%x
Tulisan ini mengungkap berjalinkelindannya kesalehan, kecantikan dan industri yang ditampilkan oleh kontes kecantikan Putri Muslimah Indonesia 2014 yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta di Indonesia pada pertengahan Mei tahun ini. Melalui tagline yang dipilih “menjadi perempuan Indonesia sejati”, kontes ini diadakan untuk memilih perempuan muslimah, berjilbab, cantik dan juga memiliki bakat entertainer yang akan diproyeksikan menjadi sosok entertainer yang menarik sekaligus religius. Fenomena kontes kecantikan Islami yang menjamur beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya gejala gerakan kesalehan baru di ruang publik di Indonesia dimana perempuan mampu menampilkan dirinya sekaligus sebagai yang religius dan modern. Gejala ini juga membantah prediksi Peter L Berger yang meyakini bahwa masyarakat dunia pasca modern akan mengalami penurunan minat pada hal-hal yang berbau agamis.
Putri Muslimah Indonesia 2014: Redefining Indonesian Muslim Women Identity
Sunesti, Yuyun
Jurnal Sosiologi Agama Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (785.572 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2014.%x
Tulisan ini mengungkap berjalinkelindannya kesalehan, kecantikan dan industri yang ditampilkan oleh kontes kecantikan Putri Muslimah Indonesia 2014 yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta di Indonesia pada pertengahan Mei tahun ini. Melalui tagline yang dipilih “menjadi perempuan Indonesia sejatiâ€, kontes ini diadakan untuk memilih perempuan muslimah, berjilbab, cantik dan juga memiliki bakat entertainer yang akan diproyeksikan menjadi sosok entertainer yang menarik sekaligus religius. Fenomena kontes kecantikan Islami yang menjamur beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya gejala gerakan kesalehan baru di ruang publik di Indonesia dimana perempuan mampu menampilkan dirinya sekaligus sebagai yang religius dan modern. Gejala ini juga membantah prediksi Peter L Berger yang meyakini bahwa masyarakat dunia pasca modern akan mengalami penurunan minat pada hal-hal yang berbau agamis.
The Role of the State in the Formation of Moderate Islam in Indonesia
Angga Yudhiyansyah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.664 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2014.%x
This paper examines the role of state in shaping the notion of moderate Islam in Indonesia within the context of responding to the rise of terrorism. The aftermath of Suharto’s authoritarian regime, Indonesia faces the threat of terrorist attacks from within and outside the country span from 9/11 bombing in the US to Bali bombings. Those aforementioned events have shaped the state behaviors toward Islam in Indonesia. In this regard, the notion of moderate Islam is more than just a theological or political preference. It is a notion that emerges from the context of eradicating terrorist threat. This paper argues that the massive events of terrorist attacks in home and abroad have created condition where the state has come up with the notion of moderate Islam not only as a means of inclusions for Muslim groups but also to acquire “legitimacy” for the project of counter-terrorism run by the state. Current studies on Islam and the state have undermined the role of the state in appropriating the notion of moderate Islam. Additionally, studies on Islam in Indonesia whether it is seen as theological or political preferences is captured from below meaning that Muslim society is conceived as such (radical, moderate, conservative and so forth). This study investigates the state’s programs such as Inter-religious dialogue, Seminars, establishing Muslim groups of anti-terrorism, and issuing fatwa on terrorism by MUI.
The Role of the State in the Formation of Moderate Islam in Indonesia
Yudhiyansyah, Angga
Jurnal Sosiologi Agama Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.664 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2014.%x
This paper examines the role of state in shaping the notion of moderate Islam in Indonesia within the context of responding to the rise of terrorism. The aftermath of Suharto’s authoritarian regime, Indonesia faces the threat of terrorist attacks from within and outside the country span from 9/11 bombing in the US to Bali bombings. Those aforementioned events have shaped the state behaviors toward Islam in Indonesia. In this regard, the notion of moderate Islam is more than just a theological or political preference. It is a notion that emerges from the context of eradicating terrorist threat. This paper argues that the massive events of terrorist attacks in home and abroad have created condition where the state has come up with the notion of moderate Islam not only as a means of inclusions for Muslim groups but also to acquire “legitimacy†for the project of counter-terrorism run by the state. Current studies on Islam and the state have undermined the role of the state in appropriating the notion of moderate Islam. Additionally, studies on Islam in Indonesia whether it is seen as theological or political preferences is captured from below meaning that Muslim society is conceived as such (radical, moderate, conservative and so forth). This study investigates the state’s programs such as Inter-religious dialogue, Seminars, establishing Muslim groups of anti-terrorism, and issuing fatwa on terrorism by MUI.
Konstruksi Identitas Kolektif Perempuan Gerakan Salafi (Studi di Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta)
Anas Shoff’aul Jannah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.065 KB)
|
DOI: 10.14421/jsa.2013.%x
Fakta sosial mengenai praktik penerapan syari’at sebagaimana yang ada di Negara Arab dapat dilihat dalam Perempuan Gerakan Salafi Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta. Mereka mempraktikan ajaran yang ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits atau yang mereka sebut ajaran yang syar’i dalam segala lini kehidupan, mulai dari penerapan ‘aqidah tauhid hingga jilbab yang dikenakan perempuan Arab. Untuk mengetahui bagaimana proses terbentuknya konstruksi identitas kolektif perempuan Gerakan Salafi penelitian akan menggunakan teori konstruksi Peter L Berger dan teori identitas kolektif Emile Durkheim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara pada pegurus dan anggota perempuan Gerakan salafi di Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.