Jurnal Kelautan Nasional
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Articles
229 Documents
ANALISIS PEMANFAATAN DATA KUALITAS PERAIRAN UNTUK PERENCANAAN ZONASI PESISIR
Handy Chandra;
Domu Simbolon;
Budy Wiryawan;
Budhi H. Iskandar;
Am Azbas Taurusman
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (843.5 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v11i3.6119
Perairan pesisir pulau Wangi-wangi di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara telah mengalami tekanan aktifitas manusia (antropogenik) sejak menjadi kabupaten baru tahun 2003. Tekanan antropogenik diukur menggunakan parameter kualitas air (suhu dan oksigen terlarut). Tujuan riset ini adalah menganalisis pemanfaatan data pemonitoran waktu serial dan pemanfaatannya untuk perencanaan zonasi perairan, yang dikaitkan dengan data parameter kualitas air. Dinamika perairan pesisir telah terjadi pada musim angin timur dan barat, pada kedalaman 5 meter dan 25 meter. Hasil menunjukkan kegunaan data waktu serial untuk dinamika zonasi perairan pesisir. Bagian timur dan utara perairan direkomendasikan untuk zona konservasi, sementara zona pemanfaatan lainnya dialokasikan buat sub-zona perikanan berkelanjutan (rumput laut)
ANALISIS MULTILAYER VARIABILITAS UPWELLING DI PERAIRAN SELATAN JAWA
Bambang Sukresno;
Denarika Jatisworo;
Denny Wijaya Kusuma
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1524.999 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v1i1.6619
Variabilitas upwelling di perairan selatan Jawa telah diidentifikasi. Analisis multilayer dilakukan dengan menggunakan data ARGO Float. Variabilitas suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a (klor-a) dianalisis dengan menggunakan data satelit MODIS Aqua. Pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO) terhadap upwelling dilakukan dengan menggunakan indeks Oceanic Nino Index (ONI), sedangkan pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) direpresentasikan dengan menggunakan indeks Dipole Mode Index (DMI). Dari hasil penelitian diketahui bahwa ENSO mempengaruhi intensitas upwelling. Pada periode el nino intensitas upwelling mengalami peningkatan yang diikuti oleh penurunan SPL dan naiknya konsentrasi klor-a, sebaliknya pada periode la nina terjadi penurunan intensitas upwelling yang diikuti naiknya SPL dan turunnya konsentrasi klor-a. Peningkatan intensitas upwelling juga terdeteksi pada saat terjadi periode IOD positif, sedangkan penurunan intensitas upwelling terjadi pada periode IOD negatif.
STUDI PENENTUAN LOKASI UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI WILAYAH PERAIRAN TELUK SALEH, SUMBAWA, NTB
Komang Iwan Suniada;
B. Realino S.
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (897.687 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v9i2.6205
Studi ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendorong peningkatan produksi perikanan melalui kegiatan budidaya perikanan. Teluk Saleh yang terletak di Pulau Sumbawa NTB merupakan salah satu lokasi yang potensial untuk pengembangan budidaya laut. Tujuan dari studi ini adalah memberikan informasi kepada pemerintah setempat mengenai daerah yang sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut di perairan Teluk Saleh. Studi ini menggunakan data yang bersumber dari data satelit penginderaan jauh (Terra/Aqua MODIS dan Landsat), data survey lapangan serta data sekunder. Data satelit penginderaan jauh digunakan untuk menghasilkan informasi suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a serta untuk pemetaan dasar perairan; data survey lapangan yang diukur adalah nitrat, fosfat, salinitas, pH, DO, Total Dissolves Solid (TDS), kecepatan arus dan kecerahan perairan; sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data bathymetri. Data-data tersebut kemudian diberi bobot dan skor yang disesuaikan dengan komoditi rumput laut yang akan dibudidayakan. Perangkat lunak Sistem Informasi Geografi dengan menggunakan metode tumpang susun (overlay) digunakan untuk menganalisis parameter-parameter tersebut di atas, dimana semakin tinggi skornya menunjukkan daerah tersebut semakin sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut. Studi ini menghasilkan informasi bahwa area yang potensial bagi pengembangan budidaya rumput laut di perairan Teluk Saleh adalah sekitar 25.532 Ha.
ZONASI INTRUSI AIR ASIN DENGAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SEMARANG
Dino Gunawan Pryambodo;
Joko Prihantono;
Supriyadi -
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (754.978 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v11i2.6110
Air tanah sering digunakan sebagai sumberdaya air untuk keperluan air bersih dan air minum. Kebutuhan air tanah di kota-kota besar seperti kota Semarang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meningkatnya jumlah penggunaan air tanah di wilayah pesisir Kota Semarang mengakibatkan terjadinya intrusi air asin yaitu masuknya air laut kedalam air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta zonasi penyebaran intrusi air asin di wilayah kota Semarang. Sebaran intrusi air asin dilakukan dengan menguji kualitas air tanah secara langsung (insitu) dengan alat multi-parameter water quality meters WQC 24 TOA DKK. Nilai yang diuji antara lain pH, salinitas dan dayahantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan nilai pH didaerah penelitian sebagian besar berada diatas 7,5 dalam hal ini bersifat basa yang masuk dalam batasan air payau. Nilai Salinitasnya bernilai diatas 0,5 ‰ hal ini sudah masuk dalam katagori air payau. Nilai Daya Hantar Listrik (DHL) air tanahnya diatas 900 µmhos/cm yang mengakibatkan berubahnya fungsi air tanah menjadi air payau. Ketiga peta sebaran nilai kualitas air tanah (pH, Salinitas, DHL) tersebut disajikan dengan peta zonasi untuk mengetahui pola sebaran intrusi air asin di wilayah kota Semarang. Peta zonasi di buat menjadi tiga zona yaitu zona air tawar, zona air payau, zona air asin, sebagian besar wilayah kota semarang fungsi air tanahnya sudah berubah menjadi air payau, untuk zona air tawar terdapat di wilayah semarang selatan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LAGRANGIAN GPS DRIFTER COMBINED (GERNED) UNTUK OBSERVASI LAUT
Noir Primadona Purba;
Syawaludin A. Harahap;
Donny J. Prihadi;
Ibnu Faizal;
Putri G. Mulyani;
Candra A. Fitriadi;
Isnan F. Pangestu;
Prio D. Atmoko;
Adam Alfath;
Joshua T. Sitio
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (837.257 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v12i3.6323
Instrumen Lagrangian telah banyak digunakan untuk pengumpulan data arus laut dan observasi di perairan Indonesia membutuhkan data yang langsung dapat diketahui (real time). Kajian ini menekankan pada pengembangan GPS Drifter Combined (GERNED) dari sisi desain dan sistem pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa GERNED dapat digunakan di danau, perairan dangkal, dan laut terbuka. Konstruksi terdiri dari bahan akrilik, Polyethylene, dan aluminium. Desain konstruksi terdiri dari bagian atas sebagai penutup dan juga tempat sensor udara dan lampu indikator, bagian tengah yang merupakan pusat mikro-kontroller, catu daya, sensor-sensor, penyimpanan data manual dan pengiriman data via satelit. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini sekitar 15.000.000 (lima belas juta rupiah) dengan biaya terbesar adalah kontrol pengiriman data. Pada bagian bawah merupakan baling-baling statik. Pengujian yang dilakukan di laboratorium untuk melihat posisi lokasi sudah menunjukkan data yang sama dengan data lapangan sedangkan untuk pengujian lapangan yang dilakukan di pulau Untung Jawa menunjukkan bahwa arah dan pergerakan GERNED sama dengan pergerakan float tracking umumnya.
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Lokasi dan Bukan Lokasi Penyelaman Pulau Maratua
Idris Idris;
Mikael Prastowo SW;
Basuki Rahmat
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.524 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v14i1.6898
Terumbu karang Indonesia memiliki ancaman kerusakan tertinggi di dunia. Upaya-upaya konservasi membutuhan data dan informasi ilmiah yang akurat. Kegiatan non ekstraktif seperti wisata bahari memberikan pengaruh terhadap kondisi terumbu karang, wisatawan yang menikmati keindahan alam bawah laut melalui diving ataupun snorkeling dapat mempengaruhi perubahan kondisi ekosistem terumbu karang. Oleh sebab itu, tersedianya data spasial proses-proses lingkungan dan gangguan antropogenik perlu dipahami dengan baik. Pengamatan menggunakan protokol pemantauan terumbu karang untuk menilai kawasan konservasi perairan, yang dilakukan dari 15 Maret hingga 19 Maret 2016. Pengamatan ini dilakukan pada terumbu di sebelah barat - selatan dari Pulau Maratua disesuaikan dengan kondisi perairan. Terdapat 9 (sembilan) lokasi pengamatan yang mewakili lokasi penyelaman wisata dan lokasi yang tidak digunakan untuk penyelaman wisata. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan wisata terhadap kondisi terumbu karang di Pulau Maratua, berdasarkan persentase penutupan karang hidup, kelimpahan ikan karang dan avertebrata bentik yang menjadi asosiasi terumbu karang. Hasil pengamatan persen penutupan karang hidup dilokasi penyelaman rata-rata mencapai nilai 48 % (sedang) dan pada lokasi bukan penyelaman mencapai nilai 43% (sedang). Jenis ikan karang yang paling banyak ditemukan di lokasi pengamatan adalah jenis Pterocaesio diagramma, Caesio cuning dan Cirrhilabrus cyanopleura sedangkan Didemnum molle merupakan Tunicata yang sangat mendominasi di lokasi. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa lokasi penyelaman dengan bukan lokasi penyelaman tidak berbeda nyata (analisis ANOVA single factor, Ftabel= 1,36; Fhitung= 4,28; P<0,05). Artinya bahwa kegiatan wisata bahari yang sedang terjadi di Pulau Maratua tidak berpengaruh terhadap kondisi terumbu karang.
Analisis Karakteristik Dimensi Ekologi Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara
Eva Mustikasari;
Muhammad Ramdhan;
Syahrial N. Amry;
Aida Heriati;
Utami R. Kadarwati;
Yulius Yulius;
Joko Prihantono;
Dino Gunawan Pryambodo
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1332.889 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v14i1.7458
Sebagai salah satu pulau terluar Nunukan termasuk dalam jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), terletak pada wilayah Segi Tiga Karang (Coral Triangle) serta wilayah perairan yang dilewati jalur Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Berdasarkan potensi-potensi yang ada, serta berdasarkan PP No 62 tahun 2010, maka perlu diakukan kajian mengenai kerakteristik dimensi ekologi yang menyangkut Hidro-oseanografi, Aspek tata guna lahan menyangkut karakteristik Kualitas Air serta ekosistem utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran in situ dan analisis laboratorium.. Secara umum parameter yang terukur di perairan Pulau Nunukan masih dalam kondisi baik, hanya terlihat nilai suhu 27-30 oC dan kekeruhan rata-rata 32,08 ± 26,49 ntu yang berada di luar ambang batas baku yang ditetapkan pemerintah. Hasil analisis karakteristik dimensi ekologi menyimpulkan perairan nunukan sangat cocok untuk area budidaya rumput laut khusus untuk jenis Eucheuma sp. Sebaran indeks vegetasi pada tahun 2016 menunjukkan data kepadatan vegetasi mangrove yang sangat rendah.
Riset Terintegrasi Kondisi Lingkungan Perairan Situs Kapal Tenggelam Ss Aquila di Teluk Ambon, Indonesia
Guntur Adhi Rahmawan;
Ulung Jantama Wisha;
Wisnu Arya Gemilang;
Koko Ondara;
Nia Naelul Hasanah Ridwan;
Gunardi Kusumah
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (717.904 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v14i1.6276
Situs kapal tenggelam Steam Ship (SS) Aquila atau SS Duke of Sparta merupakan salah satu situs peninggalan arkeologi bawah air yang berada di Teluk Ambon. Saat ini, situs SS Aquila mulai dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman kapal tenggelam oleh para penyelam lokal dan internasional. Lokasi Situs SS Aquila terletak di dalam kawasan terminal pertamina dan berada pada jalur lalu lintas laut. Selain itu, banyaknya muara sungai yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang berdampak negatif terhadap keberadaan situs tersebut. Penelitian terintegrasi di situs arkeologi bawah air tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui permasalahan terhadap situs SS Aquila dalam pengembangan potensi wisata di Teluk Ambon. Riset dilakukan secara terintergasi meliputi pendekatan arkeologi laut yaitu kegiatan penyelaman, videografi bawah air, pelaksanaan survei hidro-oseanografi dan pengamatan dengan Side Scan Sonar. Posisi situs SS Aquila berada pada kedalaman 15-35m. Kondisi badan kapal masih cukup utuh di beberapa bagian, namun beberapa bagian kapal telah hancur dan hilang seperti crane, cerobong, dan propeller. Berdasarkan hasil penelitian terintregrasi tersebut, bahwa situs SS Aquila dapat dikembangkan sebagai lokasi wisata selam minat khusus (kapal tenggelam). Akan tetapi, sejumlah upaya untuk pengembangannya perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terhadap nilai historis situs dan tingkat kerentanan kawasan situs. Dalam upaya pelestarian situs SS Aquila direkomendasikan kepada pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya situs arkeologi laut, dan pelatihan terkait wisata selam kapal tenggelam berkelanjutan kepada pelaku wisata dan masyarakat.
Pengaruh Perubahan Luas Hutan Mangrove Terhadap Konsentrasi Total Suspended Matter (TSM) di Muara Perancak, Jembrana – Bali
Komang Iwan Suniada;
Liuta Yamano Aden
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (878.416 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v14i1.6864
Data penginderaan jauh satelit Landsat dengan akurasi yang tinggi menjadikannya sangat layak digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memetakan sebaran mangrove. Selain akurasi tinggi, monitoring luasan hutan mangrove dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh dapat dilakukan secara berkala dengan lebih cepat dan biaya yang tidak terlalu mahal. Kajian mengenai fungsi hutan mangrove sebagai perangkap sedimen telah banyak dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran lapangan, namun masih sedikit penelitian yang menghubungkan Total Suspended Matter (TSM) dengan perubahan luasan hutan mangrove yang sepenuhnya memanfaatkan data satelit penginderaan jauh menyebabkan penelitian ini sangat menarik dan cukup penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan di kawasan estuari Perancak yang merupakan salah satu kawasan ekosistem mangrove yang ada di Bali selain Taman Nasional Bali Barat, Taman Hutan Rakyat Benoa dan Nusa Lembongan. Data yang digunakan untuk menghasilkan informasi TSM dan perubahan luasan hutan mangrove pada penelitian ini adalah data citra satelit resolusi menengah, Landsat. Data pendukung yang digunakan adalah data pasang surut dan data curah hujan. Informasi sebaran hutan mangrove dilakukan dengan menggunakan data pada 2005 dan 2015 dengan metode supervised maximum likelihood, sedangkan informasi konsentrasi TSM diperoleh dengan menggunakan data pada 2002 dan 2016 dengan menggunakan algoritma Budhiman LAPAN. Hasil kajian menunjukkan bahwa seiring dengan penambahan luas hutan mangrove di kawasan estuari Perancak telah menyebabkan penurunan konsentrasi TSM di muara sungai Perancak. Penurunan itu disebabkan karena terdapat sedimen yang terperangkap dan mengendap disekitar pohon ataupun akar mangrove terutama mangrove jenis Rhizophora. Selain penambahan luas hutan mangrove, faktor oseanografi pasang surut juga sangat berpengaruh terhadap fluktuasi TSM di sekitar muara Perancak.
Simulasi Daya Dukung Lingkungan di Pulau Gili Ketapang-Probolinggo dengan Mengandalkan Curah Hujan sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air
Muhammad Ramdhan;
Semeidi Husrin;
Dino Gunawan Pryambodo;
Joko Prihantono;
Syahrial Nur Amri;
Hari Prihatno;
Nasir Sudirman;
Hasanuddin -;
Sachrul Iswahyudi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.529 KB)
|
DOI: 10.15578/jkn.v14i1.6861
Hujan merupakan salah satu sumberdaya air yang penting bagi kehidupan manusia. Keseimbangan lingkungan dapat diketahui dari ketersediaan sumber air yang berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu cara menentukan daya dukung lingkungan adalah dengan pendekatan ketersediaan dan kebutuhan air. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan simulasi terhadap status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan air bulanan dari curah hujan dan kebutuhan air di Pulau Gili Ketapang-Probolinggo dalam satu tahun. Metode yang digunakan untuk mengetahui daya dukung lingkungan adalah analisis kuantitatif melalui perbandingan antara penghitungan ketersediaan air dan kebutuhan air. Hasil penghitungan status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan air dan kebutuhan air di Gili Ketapang apabila dihitung berdasarkan kebutuhan layak air minum 130 liter/orang/hari adalah defisit sebesar 33.389.799,47 liter/bulan.