cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Search results for , issue "2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016" : 98 Documents clear
MEMPELAJARI FENOMENA ABSORPSI-DESORPSI AIR DARI BATU CADAS ABASAN DI WILAYAH SANGSIT BULELENG Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan telah dikenal sebagai bahan bangunan tradisional berarsitektur Bali Utara seperti Pura Beji di Desa Sangsit dan Pura Dalem di Desa Jagaraga karena memiliki ketahanan cuaca dalam kurun waktu yang lama, dan memiliki keunikan variasi warna yang berbeda serta dapat berubah warna dengan adanya air atau perubahan kelembaban. Penelitian awal ini bertujuan mendeskripsikan fenomena absorpsi-desorpsi air dari batu cadas Abasan yang bervariasi warna yaitu merah, merah tua, merah ungu, abu tua, dan hitam. Tiap-tiap variasi warna batu cadas dipilih secara acak di lokasi penggalian di Desa Sangsit yang selanjutnya dibuat sejumlah cuplikan berukuran 7,0 cm x 7,0 cm x 4,0 cm. Tiap-tiap cuplikan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga mencapai berat kering, selanjutnya direndam dengan air hingga mendapatkan berat basah. Sekelompok cuplikan (kelompok A) dibiarkan di tempat teduh beberapa hari hingga mencapai berat kering kembali dan sekelompok lagi (kelompok B) dijemur selama 10 jam dan didiamkan di tempat teduh 14 jam secara berselang-seling. Pengukuran berat cuplikan dilakukan tiap-tiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan absorpsi dan desorpsi air batu cadas yang berbeda warna namun memiliki pola desorpsi yang mirip. Penjelasan absorpsi-desorpsi air batu cadas Abasan dapat dipakai sebagai landasan dalam menemukan geopolimer smart material baru. Kata-kata Kunci: batu cadas, absorpsi, desorpsi AbstractAbasan Cadas Stone have already well known as  material of Northern Bali architectural traditional buildings such as Beji Temple in Sangsit Village and Dalem Temple in Jagaraga Village because of its time long span resistant against weather, and its different color variation uniqueness and its color changes in the presence of water or moisture. The preliminary research was aimed to describe the fenomena of water absorption-desorption of the stones with color variation, namely red, dark red, violet-red, dark grey, and black. Each color variation of the stones was randomly chosen at mining location in Sangsit Village, and then some stone samples in size of 7.0 cm x 7.0 cm x 4.0 cm. Each sample was dried under sun rays until reaching the dry weight and then it was dipped in water unttil reaching wet weight. A group of samples (group A) was allowed for water desorption in ambient condition without sun rays, but the other group (group B) was allowed for water desorption with help of sun rays about 10 hours and 14 hours without sun rays. Two series of weight measurements were conducted every 24 hours. As a result, it showed that there was different water absorption-desorption abilities those stones with color variation, however their water desorption patterns were similar. The explanation of water absorption-desorption of Abasan cadas stones may be used as a foundation in finding a new geopolimer smart material. Keywords: cadas stone, absorption, desorption
PERANAN PENDIDIKAN KARAKTER BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VIII A2 SMPN 6 Singaraja tahun ajaran 2014/1015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data kemampuan pemecahan masalah matematika, proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pembelajaran dengan penerapan pendidikan karakter berorientasi kearifan lokal Bali, dan sikap siswa terhadap matematika. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika, lembar observasi kemampuan pemecahan masalah matematika berorientasi karakter, dan angket sikap terhadap matematika. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah pada siklus III sebanyak 86% siswa mencapai kemampuan pemecahan masalah dengan kriteria minimal baik. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa semakin baik dari siklus ke siklus. Sikap siswa terhadap matematika dengan kategori positif sebanyak 89%. Kata-kata Kunci: pendidikan karakter, kearifan lokal, kemampuan pemecahan masalah. AbstractThe purpose of this study was to describe the role of character education oriented of local wisdom in the development of mathematical problem solving ability. This classroom action research conducted in the class VIII A2 SMPN 6 Singaraja in the academic year 2014/1015. This research carried out in three cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The data collected, namely: mathematical problem solving ability, the data upgrade process of mathematical problem solving through learning by application- character education oriented of Balinese local wisdom, and attitudes toward mathematics. The instrument to data collection was a test of mathematical problem solving ability, observation sheets of mathematical problem solving ability-character oriented and questionnaire of attitude towards mathematics. The data were analyzed descriptively. The Results of this study is the third cycle as much as 86% of students achieved the problem solving ability with criteria minimum “good”. Students’mathematical problem solving abilities are getting better from cycle to cycle. Students'attitudes toward mathematics with “positive” category as much as 89%. Key words: character education, local wisdom, problem solving ability
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Sudiatmika, I Made Ary; Subagia, I Wayan; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia memliki tiga komponen dasar yaitu aspek maksrokopis, submikroskopis, dan simbolik, sehingga dalam pembelajaran kimia diperlukan media pembelajaran untuk memvisualisasikan kimia yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pengaruh multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA yang diajar dengan model problem basedlearning (PBL) pada pokok bahasan sistem koloid. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan The Macthing-Only Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Amlapura tahun ajaran 2015/2016. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa ranah kognitif . Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara kelompok siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia dan tanpa multimedia. Hasil belajar siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia lebih baik dibandingkan tanpa multimedia. Kata-kata Kunci: hasil belajar, multimedia, problem based learning Abstract Chemistry has threebasiccomponents, i.e. macroscopic, submicroscopic, andsymbolicaspectsoitisnecessaryneeded media tovisualizeabstractchemistryconcepts in learningprocesses. This research aimed to describe effectof multimedia towardchemistrylearningachievementwhichfollow problem basedlearning (PBL) onthetopiccolloidsystem. This research conducted on the topic colloid system. Kind of hhis research is quasi experiment which utilizing The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. The subjects of this study involved students of the eleventh grade at SMA Negeri 1 Amlapura in academic year 2015/2016. The object of this research was the cognitive students’ learning achievement. The data analyzed by using independent sample t-test. The result of the study shows there is significant differences of students’ learning achievement between students which follow problem based learning with use multimedia and without multimedia. The students’ learning achievement of students which follow problem based learning with multimedia is better than without multimedia. Keywords : learning achievement, multimedia, problem based learning
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN-PEKTIN TERTAUT SILANG POLIVINIL ALKOHOL (PVA) DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA AZO JENIS REMAZOL BLACK B (RBB) Ayuni, Ni Putu Sri; Suryaputra, I G N A; Dewi, Ni Made Novianti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang  bertujuan untuk menganalisis hasil sintesis dan karakterisasi membran kitosan-pektin tertaut silang PVA 1 % dan menentukan efisiensi adsorpsi zat warna azo jenis RBB menggunakan membran kitosan-pektin tertaut silang PVA 1 % dengan variasi pH (1, 2, 5, 7, 9, 11); waktu kontak (10, 20, 40, 60, 80, dan 100 menit); konsentrasi larutan zat warna azo jenis RBB (10, 30, 50, 70, dan 100 mg/L). Hasil sintesis membran dikarakterisasi dengan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan pada spektrum FTIR membran terjadi pelebaran pita pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 mengindikasikan kemungkinan tumpang tindih regang ikatan hydrogen pada PVA dan -NH2 pada kitosan, sedangkan pada bilangan gelombang 1635,64 cm-1 menunjukkan terjadi ikatan amida yang terbentuk dari gugus amino dari kitosan dan gugus karboksil dari pektin. Hasil Efisiensi adsorpsi terjadi pada pH 2, waktu kontak 80 menit dan konsentrasi 30 mg/L dengan nilai efisiensi sebesar 95,68% dan  massa zat yang teradsorpsi adalah 5,0206 mg/g. Kata-kata Kunci: adsorpsi ,kitosan-pektin, PVA, Remazol Black B Abstract This research was an experiment laboratory which aimed to  synthesis product and characterization of chitosan-pectin linked cross PVA 1% membrane and also to determine adsorption efficiency RBB azo dye.  Adsorption RBB azo dye with membrane was prepared by variations of pH (1, 2, 5, 7, 9 , 11); contact time (10, 20, 40, 60, 80, and 100 minutes); RBB azo dye concentration (10, 30, 50, 70, and 100 mg/L). Membrane synthesized was characterized by FTIR spectrophotometer. Result shows  that there is  a bond broadening at wave number 3448.72 cm-1 on FTIR membrane spectrum which indicated the possibility of hydrogen bond overlapping stretch in PVA and -NH2 of chitosan. Beside that there is an amida bond formed from the amino group of chitosan and carboxyl groups of pectin at wave number 1635.64 cm-1. The efficiency of RBB azo dye adsorption is 95.68% with mass of adsorbed is 5.0206 mg/g at pH 2 for 80 minutes and 30 mg/L RBB azo dye. Keywords : adsorption, chitosan-pectin, PVA, Remazol Black B
PEMBELAJARAN DENGAN VISUAL SCAFFOLDING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA MATERI FUNGSI KUADRAT Rahmawati, N. L. T; Suparta, I Nengah; Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended. Kata-kata kunci: fungsi kuadrat,permasalahan open ended, visual scaffolding AbstractThis research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials. Keywords: quadratic function, open-ended problems, visual scaffolding
MEMBELAJARKAN KETERAMPILAN HIDUP DALAM BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENURUNKAN RISIKO REMAJA MENGALAMI TRIAD KRR Citrawathi, Desak Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dekade tahun 2000an ini sangat berbeda dengan remaja generasi sebelumnya. Arus informasi telah merubah (meliberalisasi) cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak para remaja berkaitan dengan seksualitas. Remaja saat ini menghadapi masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas yang disebut dengan risiko Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) yang meliputi seksulitas, HIV/AIDS, dan Napza. Risiko Triad KRR yang dihadapi remaja adalah (1) meningkatnya jumlah remaja dengan HIV/AIDS, (2) kehamilan yang tidak diinginkan, dan (3) penyalahgunaan Napza. Agar remaja mampu menghadapi risiko TRIAD KRR, maka remaja perlu dibantu dan difasilitasi dengan berbagai keterampilan, di antaranya keterampilan hidup dalam bidang kesehatan reproduksi remaja. Keterampilan hidup dalam bidang KRR, antara lain adalah: (1) keterampilan memecahkan masalah dan mengambil keputusan, (2) keterampilan berpikir (berpikir positip), (3) keterampilan komunikasi interpersonal, (4) keterampilan menjaga kesehatan fisik, (5) keterampilan bersikap tegas, (6) keterampilan mempercayai dan menghargai diri sendiri, dan (7) keterampilan menghadapi stres. Keterampilan hidup tersebut dapat dilatih dan ditingkatkan melalui proses pembelajaran. Untuk itu, remaja (siswa) perlu diberikan pendidikan kesehatan reproduksi sedini mungkin dengan menggunakan strategi yang tepat dan sesuaikan dengan tahap perkembangannya serta situasi yang dihadapi remaja. Kata-kata Kunci: Keterampilan hidup, Triad Kesehatan Reproduksi Remaja AbstractTeens decade of the 2000s was very different from the previous generation. The flow of information has changed how to think, how to behave and how to act with regard to youth sexuality. Teens today are facing the problem of reproductive health and sexuality called risk three basic threats Adolescent Reproductive Health (ARH) that includes Sexuality, HIV / AIDS, and narcotics, psychotropic and addictives substances. Three basic threats ARH risk faced teen are (1) increasing the number of adolescents with HIV / AIDS, (2) an unwanted pregnancy, and (3) abuse of narcotics, psychotropic and addictive substances. To be able to face the risk of three basic threats ARH, adolescent needed to be assisted and facilitated with a variety of skills, such as life skills related adolescent reproductive health. Life skills in adolescent reproductive health is: (1) the skills to solve problems and make decisions, (2) order thinking skills (positive thinking), (3) interpersonal communication skills, (4) the skills to maintain physical health, (5) the skills to be firm, (6) the skills to trust and respect ourselves, and (7) the skills to deal with stress. The life skills can be trained and improved through the learning process. Therefore, adolescents (students) should be given to reproductive health education as early as possible by using the right strategies and adjust to the stage of development and the situation faced teen. Keywords : life skill, three basic threats ARH
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN SETTING INQUIRY LABORATORIUM BERMUATAN CONTENT LOCAL GENIUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Wardani, K. S. K.; Sadia, I Wayan; Suastra, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Kata-kata Kunci: inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses AbstractThis research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show: (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score of 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skills. Keywords: laboratory inquiry, local genius content, concepts understanding, process skills
EFISIENSI PEROMBAKAN WARNA AIR LIMBAH TEKSTIL BUATAN YANG DIOLAH SECARA ELEKTROOKSIDASI PADA VARIASI pH, KONSENTRASI GARAM DAN BEDA POTENSIAL Sastrawidana, I Dewa Ketut; Rahmawati, Dewi Oktofa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya efisiensi perombakan warna dari air limbah limbah tekstil buatan yang diolah secara elektrooksidasi menggunakan multi elektroda karbon pada variasi pH, konsentrasi garam dapur dan beda potensial. Zat warna yang digunakan untuk membuat limbah tekstil buatan terdiri dari remazol red, remazol yellow, remazol blue dan remazol black. Reaktor elektrooksidasi mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi secara berturut turut sebesar 50 cm x 35 cm x 25 cm yang didalamnya terangkai delapan elektroda karbon ( 4 anoda dan 4 katoda) yang disusun secara selang seling dengan jarak antar elektroda 10 cm. Proses perombakan ditetapkan selama 60 menit dengan variasi pH 4 sampai pH 10, konsentrasi NaCl 2-10 gram perliter limbah dan variasi beda potensial terpakai sebesar 10-24 volt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perombakan air limbah tekstil buatan 150 ppm dalam reaktor elektrooksidasi berlangsung optimal pada kondisi pH limbah awal adalah 9 dan konsentrasi NaCl adalah 9 gram per liter limbah. Untuk menghasilkan efisiensi perombakan warna 95,06% dicapai dengan menggunakan potensial 10 Volt sedangkan untuk menghasilkan efisiensi perombakan 99,75% menggunakan potensial 24 volt dengan lama waktu perombakan 60 menit. Kata-kata Kunci : Elektrooksidasi, air limbah tekstil buatan, perombakan warna AbstractThis study aimed to analyze the efficiency of artificial textile wastewater treatment electrochemical oxidation method at various of pH, table salt concentration and potential. The dye used to make artificial textile wastewater consists of remazol red, yellow blue and black. Electro oxidation reactor has dimensions of length, width and height of 50 cm x 35 cm x 25 cm respectively.  Eight carbon electrode (4 anode and cathode 4) are immersed in the reactor with 10 cm distance between the electrodes. Electrochemical oxidation process was set for 60 minutes with a variation of pH 4 to pH 10, the concentration of table salt of 2-10 g/L of textile wastewater and applied potential variation of 10-24 volts. The results showed that artificial textile waste take place optimally at pH initial waste is 9 and the concentration of tabel salt is 9 g/L  Color removal efficiency of 95.06% is achieved by using a 10 volt potential, while 99.75% use a 24 volt potential within 60 minutes. Key words: Electro oxidation, textile wastewater, colour degradation
PENGARUH PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Agustiari, Pande Kadek Rai; Sudiarta, I Gusti Putu; Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, paradigma pendidikan kemudian bergeser dari hanya menggunakan paper semata menjadi paperless, dari face to face traditional classroom menjadi face to face blended learning. Secara khusus, penerapan blended learning mempunyai beberapa manfaat yang salah satunya adalah memungkinkan siswa dan guru untuk membangun komunikasi dalam belajar melalui dunia global. Ketersediaan teknologi digital canggih telah mengubah cara berpikir tentang matematika, aneka software pembuat video pembelajaran yang tersedia gratis di internet dapat digunakan untuk menyajikan dan memvisualisasikan masalah matematika yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan pemecahan masalah, bahkan meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas siswa, namun dalam artikel ini hanya dibahas mengenai kemampuan pemahaman konsep. Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Perbedaan gaya kognitif berkaitan dengan cara siswa tersebut merasakan, mengingat, memikirkan, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang mencerminkan kebiasaan bagaimana informasi diproses. Pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan konsep siswa. Dalam artikel ini akan di bahas mengenai pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran terhadap kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gaya kognitif. Kata-kata Kunci: blended learning, video pembelajaran, kemampuan pemahaman konsep, gaya kognitif. AbstractIn line with the development of science and technology, education paradigm then shifted from simply using paper simply become paperless, from face to face traditional classroom into a face to face blended learning. In particular, the application of blended learning has several benefits, one of which is to enable students and teachers to build learning through communication in a globalized world. Availability of advanced digital technology has changed the way of thinking about mathematics, a variety of software maker instructional videos are available for free on the internet can be used to present and visualize mathematical problems which aim to improve understanding of concepts, reasoning, problem-solving ability, and even raise the curiosity and creativity of students , but in this article only discussed about the ability of understanding of the concept. A person's ability to understand and absorb the lessons it is definitely a different level. Differences in cognitive style relates to how the students feel, to remember, to think, solve problems, and make decisions that reflect the habits of how information is processed. Blended learning instructional video based learning can make a positive contribution to improving the ability of students' concept. In this article will be discussed concerning the learning blended learning instructional video based on the ability of understanding the concept in terms of cognitive style. Keywords: blended learning, learning videos, the ability of understanding the concept, cognitive styles
PROFIL MODEL MENTAL SISWA TENTANG KORELASI STRUKTUR MOLEKUL TERHADAP SIFAT SENYAWA ORGANIK Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu; Suja, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Nurlita, Frieda
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa SMA terkait dengan hubungan struktur molekul dengan sifat senyawa organik sangat rendah. Sejauh ini, belum ada penelitian terkait dengan model mental siswa dalam pembelajaran kimia di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan model mental siswa tentang hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik. Subjek dalam penelitian ini adalah 74 orang siswa kelas XI IPA di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja pada tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik model mental berbentuk pilihan ganda dua tingkat, yang terdiri atas bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif dengan mengelompokkan jawaban siswa berdasarkan kemiripannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental siswa dalam memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik adalah 1,35% model mental ilmiah (Scientifically Correct, SC) dan 98,65% model mental alternatif, yang terdiri atas 5,53% model mental tipe NR (No Response); 42,57% tipe SM (Specific Misconceptions); dan 50,54% tipe PC (Partially Correct). Secara umum, siswa belum dapat memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik yang mencakup representasi ketiga level kimia berserta interkoneksinya. Hal ini diperkuat dengan rerata hasil belajar siswa hanya mencapai 21,47 dari skala 100. Kata-kata Kunci: model mental, tes diagnostik, struktur molekul, senyawa organik AbstractThe student’s understanding on correlation of molecular structure towards the properties of organic compounds is very low. So far, there is no research on students’ mental models in chemistry learning in Bali. The present research was a descriptive study aimed to describe and explain student’s mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds. The subject of this study was 74 students of 11th grade of science program at SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016. The data were collected through diagnostic test of mental models in form of two level multiple choice, consisting the content and reason. Data analysis was conducted by using descriptive interpretative method in classifying students’ answers based on its similarities. The result of this study showed that students’ mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds were 1.35% of scientifically correct (SC) and 98.65% of alternative mental models, consisting of 5.53% mental models of no response (NR) type, 42.57% of specific misconception (SM) type, and 50.54% of partially correct (PC) type. Generally, students’ could not understand the correlation of molecular structure toward the organic compounds properties including the representation of three chemistry level and the interconnection. This statement is supported by the mean of students' achievement only 21.47 out of 100. Keywords : mental models, diagnostic test, molecular structure, organic compounds

Page 2 of 10 | Total Record : 98