cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Ayu Apsari, Ratih; Suarsana, I Made; Putu Sudiarta, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang dilakukan Sudiarta pada tahun 2007 menemukan kendala-kendala yang menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, diantaranya: (1) kesulitan guru dalam mempersiapkan masalah matematika, (2) kesulitan guru dalam menampilkan dirinya sebagai fasilitator, dan (3) kelemahan dalam mengakomodasi struktur kognitif siswa terutama yang berkaitan dengan pola pikir. Berangkat dari hal tersebut, dikembangkanlah model pembelajaran pemecahan masalah yang disebut dengan IKRAR. Model pembelajaran IKRAR terdiri atas empat tahapan yang terdiri atas Iniasiasi, Konstruksi-Rekonstruksi, Aplikasi, dan Refleksi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan efektivitas penggunaan model IKRAR dalam meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi, model pembelajaran IKRAR belum memaksimalkan keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi. Untuk itu, dikembangkanlah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal yang dalam penelitian ini adalah nasihat-nasihat yang bersumber pada budaya Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Populasi penelitian ini sebanyak 442 orang siswa kelas V SD Gugus 8 Kecamatan Denpasar Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-Test Only Control Group Design. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PENGARUH MEDIA DAN PERBANDINGAN KONSENTRASI HORMON TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS Adenium sp.YANG DIBIAKKAN SECARA KULTUR JARINGAN Pasek Anton Santiasa, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium dan perbandingan konsen-trasi hormon tanaman yang lebih baik untuk menumbuhkan Adenium sp secara kultur jaringan. Penelitian dilakukan dengan mengkultur tunas ketiak Adenium sp pada dua jenis media yang berbeda yaitu medium Murashige-Skoog (MS) dan medium White, dengan perbandingan konsentrasi hormon tanaman auksin : sitokinin (NAA : Kinetin) 1 μM : 10 μM,  25 μM : 5 μM,  50 μM : 1 μM. Jenis data yang diamati yaitu; (1) Persentase pertumbuhan tunas, (2) Waktu inisiasi tunas, Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara dua medium dan konsentrasi hormon tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan tunas Adenium sp. yang dibiakkan secara kultur jaringan. Medium yang lebih baik adalah medium MS dengan perbandingan konsentrasi antara hormon tanaman auksin dan sitokinin (NAA : Kinetin) yaitu 25μM : 5μM.
UJI PEWARNAAN KAIN DAN BENANG MENGGUNAKAN PIGMEN MERAH DARI JAMUR YANG DIISOLASI DARI TANAH TERCEMAR LIMBAH SUSU Indrawasih, Ni Putu Meira; Sastrawidana, I Dewa Ketut; Maryam, Siti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER (Kajian Teoritis dalam Pembelajaran Matematika) Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasakan ‘menjangkiti’ masyarakat di Indonesia khususnya, seperti: pola hidup konsumtif, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, dan kehidupan politik yang tidak produktif. Lembaga-lembaga pendidikan memegang peranan utama dalam mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantaranya: menyelenggarakan pedidikan dengan menekankan pada pengembangan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki beberapa tujuan, diantaranya: agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menyimak tujuan pendidikan matematika tersebut, sesungguhnya dalam belajar matematika, siswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan hitung menghitung dan pemahaman konsep-konsep yang kering dengan makna, tetapi memiliki peluang yang sangat besar dalam pembentukan karakter yang baik. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran pemecahan masalah yang mampu memfasilitasi pengembangan pendidikan karakter tersebut.
KADAR ANTIOKSIDAN DAN IC50 TEMPE KACANG MERAH (Phaseulus vulgaris L) YANG DIFERMENTASI DENGAN LAMA FERMENTASI BERBEDA Maryam, Siti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antioksidan dan kekuatan antioksidan meredam radikal bebas (IC50) pada tempe kacang merah (Phaseulus vulgaris L) yang difermentasi dengan lama waktu fermentasi berbeda yaitu : 36 jam, 48 jam dan 60 jam. Uji aktivitas atioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan kadar antioksidan pada tempe kacang merah (Phaseulus vulgaris L) dengan lama fermentasi 36, 48 dan 60 jam berturut turut sebesar 37,17 ; 49,35 dan 47,03 sedangkan IC50 sebesar 90,84 ; 127,15 dan 124,99. Data kadar antioksidan dan aktivitas antioksidan dianalisis dengan uji anava satu jalur maka dapat dikatakan bahwa lama fermentasi akan mempengaruhi kadar antioksidan dan juga aktivitas antioksidan pada tempe kacang merah (Phaseulus vulgaris L). Disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang propil antioksidan yang terdapat pada tempe kacang merah (Phaseolus vulgaris L) yang difermentasi dengan berbagai lama fermentasi.Kata kunci : kacang merah, fermentasi , tempe, antioksidan, IC50.AbstractThis study aims to determine the levels of antioxidants and antioxidant powers reduce free radicals (IC50) in red beans (Phaseolus vulgaris L) fermented with different long fermentation time is: 36 hours, 48 hours and 60 hours. Test atioksidan activity using DPPH method. The results showed the levels of antioxidants in soybean red beans (Phaseolus vulgaris L) with a length of fermentation 36, 48 and 60 hours respectively at 37.17; 49.35 and 47.03, while IC50 is : 90.84; 127.15 and 124.99. Date levels of antioxidants and antioxidant activity was analyzed with ANOVA test, it can be said that the fermentation time will affect the levels of antioxidants and antioxidant activity in soybean red beans (Phaseolus vulgaris L). It is advisable to investigate more about characteristix antioxidants found in red beans (Phaseolus vulgaris L) fermented with various fermentation.Key word : red beans, fermentation, tempeh, antioxidant, IC50
Teknik Fermentasi Jus Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) Menjadi Wine Ratna Nastiti, Tri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWine Belimbing Wuluh adalah hasil fermentasi dari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) yang memiliki khasiat terutama sebagai anti diabetes dan antioksidan. Proses fermentasi menggunakan ragi wine (Saccharomyces cerevisiae) hingga dihasilkan wine yang matang, berwarna keemasan dan mengandung alkohol cukup tinggi. Dalam upaya mendapatkan hasil fermentasi yang maksimal, penelitian dilanjutkan dengan beberapa teknik pengendalian proses diantaranya dengan perlakuan yang difokuskan pada pengolahan buah Belimbing Wuluh sebelum proses fermentasi. Buah yang cukup tua dan matang penuh dibuat jus terlebih dulu sebelum proses fermentasi. Hasil fermentasi dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yaitu dari fermentasi buah tanpa dibuat jus lebih dulu melainkan hanya dibelah dua. Teknik ini dinilai sangat berpengaruh terhadap proses pematangan, citarasa serta aroma wine yang diperoleh. Selanjutnya dilakukan evaluasi atribut sensori yang meliputi cita rasa, aroma, tampilan, warna, dan after taste pada produk wine yang dibuat dari jus dan yang tanpa dibuat jus lebih dulu. Perlakuan yang berbeda sebelum fermentasi menghasilkan wine yang berbeda pula. Wine dari belimbing wuluh yang hanya dibelah menghasilkan wine yang bening, berwarna keemasan namun memiliki cita rasa yang kurang kresss .....,sementara wine dari jus belimbing wuluh agak keruh, berwarna putih kehijauan namun memiliki cita rasa yang lebiht enak. Hasil fermentasi jus buah belimbing memiliki daya terima lebih tinggi dari aspek cita rasa namun kurang dalam aspek tampilan dan warna. Sebaliknya hasil fermentasi buah tanpa di-jus memiliki daya terima tinggi dari aspek tampilan dan warna, sedangkan daya terima cita rasanya kurang.
PENGEMBANGAN MODEL TWO TIERED BERBANTUAN SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN PECAHAN Gita, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh prototype model two tiered berbantuan scaffolding (model 2TS) yang valid.  Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilandasi teori pengembangan Plomp.. Prosedur penelitian ini adalah: preliminary investigation, design, dan realization/ construc-tion phase. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitin menunjukkan bahwa model 2TS  merupakan model pembelajaran yang valid.
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA BIDANG ASTRONOMI Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasarkan pada hasill penelitian hibah bersaing tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil keterampilan laboratorium mahasiswa calon guru fisika pada bidang Astronomi. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Perangkat Praktikum Berbasis Kemampuan Generik Sains (PP-BKGS). Perangkat praktikum dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi perangkat melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun akademik 2013/2014 dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PP-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum IPBA pada bidang Astronomi. Keterampilan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan praktikum tergolong baik. (2) Respon mahasiswa terhadap PP-BKGS adalah positif.Kata-kata kunci: astronomi, keterampilan laboratorium, profil.Abstract: This article is based on research grant competition in 2014 years. The purpose of this study was to describe the profil of the laboratory skills of students in the field of Astronomi. Learning is done through the implementation a Learning Program of Skills Laboratory- Based on Generic Science Ability. Learning program of skills laboratory was developed using research and development strategy. The development process of three steps: (1) Preliminary Studies, (2) Preparation/ development program, (3) Validation Program through limited trials. The study was conducted in the sixth semester student in Department of Physics Education in the Bali "LPTK" in the academic year 2013/2014, with one group pretest-posttest design. The results obtained from this study were (1) laboratory skills that can be developed with this program is a skill in designing, conducting and reporting laboratory activities of Earth and Space Science in lithosfer field. Student's ability in designing, conducting and reporting an experiment are very good, (2) The response of students is positive.Keywords: astronomics, laboratory skills, profile
PENGARUH PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Agustiari, Pande Kadek Rai; Sudiarta, I Gusti Putu; Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, paradigma pendidikan kemudian bergeser dari hanya menggunakan paper semata menjadi paperless, dari face to face traditional classroom menjadi face to face blended learning. Secara khusus, penerapan blended learning mempunyai beberapa manfaat yang salah satunya adalah memungkinkan siswa dan guru untuk membangun komunikasi dalam belajar melalui dunia global. Ketersediaan teknologi digital canggih telah mengubah cara berpikir tentang matematika, aneka software pembuat video pembelajaran yang tersedia gratis di internet dapat digunakan untuk menyajikan dan memvisualisasikan masalah matematika yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman konsep, penalaran, kemampuan pemecahan masalah, bahkan meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas siswa, namun dalam artikel ini hanya dibahas mengenai kemampuan pemahaman konsep. Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Perbedaan gaya kognitif berkaitan dengan cara siswa tersebut merasakan, mengingat, memikirkan, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang mencerminkan kebiasaan bagaimana informasi diproses. Pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan konsep siswa. Dalam artikel ini akan di bahas mengenai pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran terhadap kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari gaya kognitif. Kata-kata Kunci: blended learning, video pembelajaran, kemampuan pemahaman konsep, gaya kognitif. AbstractIn line with the development of science and technology, education paradigm then shifted from simply using paper simply become paperless, from face to face traditional classroom into a face to face blended learning. In particular, the application of blended learning has several benefits, one of which is to enable students and teachers to build learning through communication in a globalized world. Availability of advanced digital technology has changed the way of thinking about mathematics, a variety of software maker instructional videos are available for free on the internet can be used to present and visualize mathematical problems which aim to improve understanding of concepts, reasoning, problem-solving ability, and even raise the curiosity and creativity of students , but in this article only discussed about the ability of understanding of the concept. A person's ability to understand and absorb the lessons it is definitely a different level. Differences in cognitive style relates to how the students feel, to remember, to think, solve problems, and make decisions that reflect the habits of how information is processed. Blended learning instructional video based learning can make a positive contribution to improving the ability of students' concept. In this article will be discussed concerning the learning blended learning instructional video based on the ability of understanding the concept in terms of cognitive style. Keywords: blended learning, learning videos, the ability of understanding the concept, cognitive styles