cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGONTROL MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS V SD DI KOTA SINGARAJA Margunayasa, I Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains dan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model konvensional, antara siswa yang memiliki gaya kognitif impulsive dan reflektif, setelah mengontrol mengontrol motivasi berprestasi pada siswa kelas V SD di kota Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini melibatkan variabel bebas, variabel moderator, variabel kontrol dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran (A) yang terdiri dari dua, yaitu: (1) model pembelajatan inkuiri terbimbing (A1), dan model pembelajaran konvensioinal (A2). Variabel moderatator dalam penelitian ini adalah gaya kognitif (B) yang terdiri dari dua, yaitu : (1) gaya kognitif reflektif (B1), dan gaya kognitif impulsif (B2). Kovariabel dalam penelitian ini adalah motivasi berprestasi siswa (X). Dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah keterampilan proses sains (Y1) dan hasil belajar ipa (Y2). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di kota Singaraja. Penarikan Sampel dengan cara random sampling. Tetapi yang diundi adalah kelas (intake group). Sampel yang diambil sebanyak 12 kelas (40% dari populasi), rincian 6 kelas memperoleh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan 6 kelas memperoleh model pembelajaran konvensional. Data yang dikumpulkan melalui penelitian ini adalah data gaya kognitif siswa, data motivasi berprestasi, data keterampilan proses sains dan data hasil belajar IPA kelas V SD. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan metode kuisioner. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah tes MFFT, tes hasil belajar, tes keterampilan proses sains, dan tes hasil belajar IPA kelas V SD. Untuk menganalisis data diperoleh maka digunakan Mancova AB, GLM univariat, product moment, dan kanonik
OPTIMASI JAMUR JERAMI PADI UNTUK BIODEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS REMAZOL RED Sukarta, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi, waktu kontak, serta pH optimum yang diperlukan oleh jamur jerami padi ILS (Isolat Lokal Singaraja) untuk mendegradasi zat warna azo jenis remazol red. Subjek dalam penelitian ini adalah jamur jerami padi ILS yang diperoleh dari sawah yang ada di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Sedangkan objeknya adalah konsentrasi, waktu kontak, dan pH optimum yang diperlukan oleh jamur jerami padi ILS untuk mendegradasi zat warna tekstil jenis remazol red. Tahap pengumpulan data dimulai dari uji pendahuluan biodegradasi zat warna, penumbuhan jamur pada media PDA (potato dextrosa agar) dan Czapex cair, uji kualitatif enzim lignolitik, dan uji biodegradasi zat warna pada variasi kondisi lingkungan. Konsentrasi zat warna remazol red sebelum dan sesudah didegradasi oleh jamur jerami padi ILS diukur menggunakan spektrofotometer Hach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi zat warna azo jenis remazol red RB menggunakan jamur jerami padi ILS berlangsung optimum pada konsentrasi zat warna 30 ppm, lama waktu kontak 10 hari, dan pH 5 dengan efisiensi masing-masing sebesar 57,77; 71,13; dan 50,88%.
PENINGKATAN KARAKTER BANGSA BERBASIS SIKAP ILMIAH MELALUI PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR SAMPAI SEKOLAH MENENGAH ATAS Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengkaji peningkatan karakter bangsa berbasis sikap ilmiah melalui pembelajaran sains pada siswa tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas. Kajian dilakukan secara deskriptif dari teori-teori yang ada. Dari kajian tersebut dapat disimpulkan sebagai bahwa. (1) hakekat sains dapat dilihat dari tiga segi yaitu: sains sebagai proses, sains sebagai produk, dan sains sebagai sikap/nilai. (2) Pembelajaran sain yang mengutamakan sains sebagai proses yang dalam penerapannya adalah penerapan metode ilmiah yang dikemas dalam bentuk pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan penguasaan sains sebagai sikap/nilai (sikap ilmiah) dimana sikap ilmiah tersebut congruent atau identik dengan nilai-nilai karakter. Oleh karena itu kepada para praktisi pendidikan (dosen dan guru) agar menggunakan pembelajaran sains untuk meningkatkan karakter siswa, terutama pembelajaran yang mengutamakan sains sebagai proses yaitu menerapkan strategi/model pembelajaran Problem Based Learning, Cooperative Learning, Project Base Learning, dan Learning Cycles.
ISOLASI, IDENTIFIKASI, BAKTERI PENAMBAT NITROGEN NON SIMBIOSIS DARI DALAM TANAH Ristiati, Ni Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis dan dari 4 media diperkaya yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, media manakah yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri nitrogen non simbiosis. Jumlah keseluruhan unit percobaan 25 cawan petri. Untuk menumbuhkan bakteri penambat nitrogen dilakukan dengan menggunakan 4 medium diperkaya dan 1 medium sebagai kontrol yaitu : (1) 50 gr tanah sebagai kontrol; (2) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol (perlakuan 1); (3) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 (perlakuan 2); (4) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 3); (5) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 4). Dari uji di laboratorium didapatkan dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis yaitu : Azotobacter sp. Media yang diperkaya pada perlakuan 4 yang tersusun atas 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri Azotobacter sp.Kata kunci : Bakteri nitrogen non simbiosis, Azotobacter sp.ABSTRACTThe role of statements presented in this research represent are from ground for rice growing soil sample can be isolated nitrogen fixation non symbiotic bacteria and from four riched media that used to growing microbes, which media are the best to growth nitrogen non symbiotic bacteria. Amounts of research units are 25 petri dish.For growing nitrogen fixation bacteria was carried out utilizing four riched media and one medium as control i.e : (1) 50 gr soil as control; (2) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol (treatment 1); (3) 50 gr soil + 0.75 gr manntol + 0.1 gr CaCO3 (treatment 2); (4) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 3); (5) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 4). Assesment of laboratory test have indicated from ground for rice growing soil sample can isolated fixation nitrogen non symbiotic bacteria i.e : Azotobacter sp. Riched media in treatment 4 which contains 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% appear the best medium to growth Azotobacter sp.Key words : Nitrogen non symbiotic bacteria, Azotobacter sp
META-ANALISIS TERHADAP MATERIAL BERBASIS SILIKA TERBARUKAN DARI SEKAM PADI PEMETAAN BIOMASSA TROPIS KAYA SILIKON Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari studi ini adalah (1) memeta-analisis penelitian-penelitian tentang material berbasis silika terbarukan yang berasal dari limbah pertanian padi yaitu sekam padi sebagai upaya untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang pembangunan berkelanjutan dalam memproduksi material maju dengan harga murah dan ramah lingkungan; dan (2) pemetaan biomassa tropis kaya silikon melalui analisa terhadap abu hitam dari beberapa bagian tumbuhan tropis sebagai upaya mengeksplorasi potensi biomassa tropis sebagai kandidat penghasil bubuk silika terbarukan dan material maju turunannya. Untuk mencapai tujuan pertama, metode meta-analisis Wilson dan Kelly diadopsi untuk menelaah jurnal-jurnal penelitian di dunia dalam dekade terakhir tentang silika dari sekam padi dan material-material turunannya. Untuk pemetaan biomassa tropis kaya silikon, analisis dengan spektroskopi X-ray fluoresensi telah dilakukan terhadap lima belas abu hitam tumbuhan tropis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa material anorganik berbasis silika terbarukan merupakan tema yang menarik para peneliti untuk mendukung gerakan kimia hijau untuk industri hijau. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa selain sekam padi, ada beberapa tumbuhan tropis menjadi kandidat yang baik sebagai biomassa tropis yang kandungan silikonnya tinggi.
OPTIMALISASI EKSISTENSI LABORATORIUM PENDIDIKAN SEBAGAI WAHANA STRATEGIS REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL Subamia, I Dewa Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyaknya kasus demoralisasi belakangan ini menunjukkan belum tercapainya tujuan pendidikan sebagai  upaya menjadikan manusia yang berakhlak  mulia (berkarakter). Kegagalan tersebut diduga bahwa dalam tataran praksis, pengajaran yang berlangsung selama ini belum sampai kepada pendidikan yang berkarakter. Kesenjangan pengetahuan moral (cognition) dan perilaku (action) diduga karena pembelajaran selama ini lebih berorientasi pada intelektualitas tanpa diimbangi pembentukan mentalitas. Hal ini memperkuat alasan pentingnya dilakukan revitalisasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter hanya memiliki makna ketika dilandasi atas nilai-nilai universal yang mengakar dalam budaya dimana nilai-nilai itu dibangun (berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal). Salah satu kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai universal adalah nilai-nilai kearifan yang bersumber pada konsep ajaran Hindu yakni Tri Kaya Parisudha. Berdasarkan konsep Tri Kaya Parisudha ada tiga jenis aktivitas yang harus dikendalikan dan diselaraskan satu sama lainnya, yaitu gerak pikiran, perkataan, dan gerak perbuatan. Keselarasan antara gerak pikiran, perkataan dan perbuatan merupakan indikator kualitas karakter manusia. Menurut perspektif  Hindu, watak atau karakter seseorang sangat ditentukan oleh Budhi, Manas, Ahamkara (Tri Antah Karana). Tri Antah Karana inilah merupakan alat batin yang menentukan watak atau karakter seseorang yang secara operasional diaktualisasi melalui instrument yang disebut indera (indriya). Indera merupakan alat yang menghubungkan manusia dengan objek alam. Sentuhan indera dengan objek alam menimbulkan guncangan-guncangan pribadi yang akhirnya mempengaruhi karakter manusia. Dengan demikian, pembentukan karakter dapat dilakukan dengan mengendalikan dan melatih indera sehingga terbentuk kebiasaan baik pada anak. Aktivitas di laboratorium pendidikan (praktikum) tidak semata-mata melatih keterampilan fisik, namun lebih pada upaya melatih dan mengembangkan nilai–nilai sikap ilmiah seperti kritis, objektif, kreatif, skeptis, terbuka, disiplin, tekun, mengakui kelebihan orang lain dan kekurangan diri sendiri. Nilai-nlai sikap ilmiah tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang sangat penting ditanamkan pada anak. Dengan kata lain, laboratorium merupakan wahana strategis untuk menanamkan  kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation). Simpulannya, revitalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan lebih optimal melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal-universal dalam proses pembelajaran di laboratorium (praktikum).
PRODUKSI PIGMEN WARNA MERAH DARI JAMUR PENICILLIUM PURPUROGENUM YANG DIISOLASI DARI TANAH TERCEMAR LIMBAH SUSU KAMBING DENGAN METODE SUBMERGED FERMENTATION Sudarma, I Dewa Gede Agus; Sastrawidana, I Dewa Ketut; Maryam, Sit
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum produksi pigmen warna merah dari jamur Penicillium purpurogenum yang diisolasi dari tanah tercemar limbah susu kambing. Produksi pigmen menggunakan metode submerged fermentation dengan media PD Broth. Kondisi lingkungan yang diidentifikasi dalam produksi pigmen merah yaitu solid support (ampas kelapa dan rumput laut), suhu (30oC, 35oC, 40oC, dan 45oC), pH (4-10), waktu inkubasi (1-12 hari), sumber karbon (glukosa, sukrosa, dan pati) dan sumber nitrogen (ekstrak ragi, pepton, dan NaNO3). Pigmen merah yang diekstrak menggunakan akuades dan diukur nilai absorbansinya menggunakan spektronik 20+ pada panjang gelombang 490 nm. Jumlah pigmen direpresentasikan oleh nilai absorbansi pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen warna merah dari jamur Penicillium purpurogenum optimum dengan solid support ampas kelapa, suhu 30oC, pH 5, waktu inkubasi 11 hari, sumber karbon sukrosa dan sumber nitrogen ektrak ragi.Kata-kata kunci: kondisi optimum, produksi pigmen, Penicillium purpurogenum.ABSTRACTThe aim is to determine optimum condition of red pigmen production by Penicillium puurpurogenum that is isolated from from soil contaminated by waste of milk. The method is submerged fermentation with PD broth as media. Environmental conditions in the production of the red pigment are solid support (coconut pulp and seaweed), temperature (30oC, 35oC, 40oC and 45oC), pH (4- 10), the incubation time (1-12 days), carbon source (glucose, sucrose, and starch) and nitrogen source (yeast extract, peptone, and NaNO3). Red pigment is extracted using distilled water and absorbance value is measured using spektronik 20+ at wavelength of 490 nm. The amount of pigment is represented by absorbance value. The results showed that the red pigment of the fungus Penicillium purpurogenum optimum with coconut pulp as solid support, 30°C, pH 5, 11-day incubation period, sucrose as carbon source, and yeast extract as nitrogen source.Key words: Pigment production, Penicillium purpurogenum, optimum conditions.
FOTODEGRADASI SURFAKTAN ANIONIK NATRIUM DODESILBENZENASULFONAT TERKATALISIS TiO2 Ceristrisani, Normah; Rusdiarso, Bambang; Tri Wahyuni, Endang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenghilangan surfaktan anionik berupa natrium dodesilbenzenasulfonat (DBS) yang termasuk dalam golongan Linear Alkilbenzena Sulfonat (LAS), telah dilakukan melalui metode fotodegradasi terkatalisis TiO2. Dalam penelitian tersebut telah dipelajari pengaruh konsentrasi DBS dan waktu penyinaran terhadap efektivitas fotodegradasi DBS yang terkatalisis TiO2.Proses fotodegradasi surfaktan DBS dilakukan dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan DBS dan serbuk fotokatalis TiO2 dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV dan disertai pengadukan. Kondisi penelitian fotodegradasi adalah 50 mL larutan DBS dengan konsentrasi awal dan waktu penyinaran yang bervariasi. Hasil fotodegradasi ditentukan berdasarkan selisih konsentrasi DBS awal dengan konsentrasi DBS sisa dalam larutan setelah proses fotodegradasi menggunakan metilen biru melalui metode Spektrofotometri UV-Visibel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS dari 15,27 % menjadi 98,55 % dari konsentrasi DBS awal 10 ppm. Fotodegradasi DBS terkatalisis TiO2 juga mengalami peningkatan dengan semakin besarnya konsentrasi DBS awal hingga optimum tercapai yaitu pada konsentrsi DBS awal 40 ppm, sebanyak 99,35 % DBS terdegradasi. Waktu penyinaran yang semakin lama dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi surfaktan DBS terkatalisis TiO2 sampai 24 jam dengan hasil degradasi sebesar 98,55 % dan untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan penurunan efektivitas fotodegradasi.
Pendekatan Model Markov Dalam Penentuan Premi Tunggal Bersih Asuransi Jiwa Multi-Life Yudi Hartawan, I Gusti Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada makalah ini, digunakan model markov dalam memodelkan ketidakbebasan antara sisa usia hidup suami dan istri.  Dalam model markov transisi antar state mempertimbangkan state sekarang pasangan tersebut berada. Estimasi intensitas transisi pada model markov menggunakan metode maksimum likelihood. Hasil estimasi tersebut kemudian digunakan dalam menghitung premi tunggal bersih pada asuransi jiwa multi life dengan status last survivor.
Retensi Optimal Untuk Reasuransi Stop-Loss Dengan Pendekatan Buhlmann-Straub Sibarani, Triana Sucova; Soleh, Achmad Zanbar; Noviyanti, Lienda
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan badan usaha milik negara yang ditugaskan untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Layanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan merupakan layanan asuransi sosial sehingga memungkinkan seorang peserta dalam setahun mendapatkan layanan kesehatan dengan besar klaim melebihi total iuran yang dibayarkannya. Keadaan ini berpotensi menimbulkan kebangkrutan bagi BPJS Kesehatan akibat total klaim yang melebihi iuran peserta. BPJS Kesehatan dapat tertolong dengan adanya reasuransi. Dengan adanya reasuransi BPJS dapat membagi risiko dengan perusahaan reasuransi. Dimana klaim yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah sebesar retensi dan sisanya dapat ditanggung oleh perusahaan reasuransi. Menggunakan model risiko kolektif, estimasi total klaim menggunakan pendekatan kredibilitas Buhlmann-Straub adalah sebesar Rp.220.521.050.432. Kemudian retensi ditentukan dengan menggunakan VaR yang akan meminimumkan total risiko perusahaan akibat reasuransi Stop-Loss. Untuk alpha=1% dan rho=1%, maka retensi BPJS kesehatan adalah Rp.136.630.255.868. Semakin besar loading reasuransi maka akan semakin besar pula retensi yang ditahan.Kata kunci: BPJS Kesehatan, Kredibilitas Buhlmann-Straub, Retensi Optimal, VaR, Reasuransi Stop-Loss ABSTRACTBPJS Kesehatan is a state-owned enterprise that assigned to administer health care benefits for all Indonesian people. Health services provided by BPJS Kesehatan is a service of social insurance so allows a participant in one year to get health services with the claims exceed the total fees paid. This situation could be lead to bankruptcy for BPJS because of total claims exceed the participants' contributions. BPJS kesehatan can be helped by the existence of reinsurance. With the reinsurance BPJS can share the risk with reinsurers. Where the claim is borne by BPJS is retention and the residual can be covered by reinsurance companies. Estimation of total claims with approach Buhlmann-Straub credibility is Rp.220.521.050.432. Then retention is determined by using the VaR will minimize the total risk due to Stop- BPJS Kesehatan is Rp.136.630.255.868. The greater the loading of reinsurance, the greater the retention hold.Keywords: BPJS Kesehatan, Buhlmann-Strau Credibility, Optimal Retention, VaR, Stop-Loss Reinsurance