cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PERSPEKTIF “OCD” DI KALANGAN PRAKTISI KESEHATAN DAN OLAHRAGA Semarayasa, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, masyarakat diperkenalkan dengan suatu teknik diet baru oleh seorang mentalist Indonesia-Deddy Corbuzier. Teknik diet ini disebut Obsessive Corbuzier‟s Diet (OCD). Teknik diet ini banyak menyita perhatian masyarakat dan bahkan mulai menjadi tren diet masa kini. Diet ini memiliki prinsip diet yang berbeda dengan prinsip diet yang lainnya. Ia memperkenalkan cara-cara baru untuk melakukan diet seperti, puasa, tidak sarapan, jendela makan, dan olahraga ketika perut kosong. Cara-cara baru ini sudah barang tentu menyebabkan munculnya kontroversi di masyarakat, mengingat cara-cara tersebut sangat ekstrim dan berbeda dengan cara-cara lama yang sudah dikenal dan diyakini oleh masyarakat, misal sebelumnya mereka yakin bahwa sarapan pagi penting untuk kesehatan, tiba-tiba dengan diet OCD sarapan menjadi sama sekali tidak penting. Artikel ini memaparkan tentang perspektif OCD di kalangan praktisi kesehatan dan olahraga-bagaimana tanggapan mereka tentang cara diet baru ini dikaji secara ilmu kesehatan dan ilmu olahraga. Subyek penelitian yang digunakan adalah para dosen dan dokter yang bertugas di Fakultas Olahraga dan Kesehatan sebanyak 15 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan interview guide. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif.
PROFIL MODEL MENTAL SISWA TENTANG KORELASI STRUKTUR MOLEKUL TERHADAP SIFAT SENYAWA ORGANIK Sucitra, I Gusti Ngurah Bayu; Suja, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Nurlita, Frieda
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa SMA terkait dengan hubungan struktur molekul dengan sifat senyawa organik sangat rendah. Sejauh ini, belum ada penelitian terkait dengan model mental siswa dalam pembelajaran kimia di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan model mental siswa tentang hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik. Subjek dalam penelitian ini adalah 74 orang siswa kelas XI IPA di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja pada tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik model mental berbentuk pilihan ganda dua tingkat, yang terdiri atas bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif dengan mengelompokkan jawaban siswa berdasarkan kemiripannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental siswa dalam memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik adalah 1,35% model mental ilmiah (Scientifically Correct, SC) dan 98,65% model mental alternatif, yang terdiri atas 5,53% model mental tipe NR (No Response); 42,57% tipe SM (Specific Misconceptions); dan 50,54% tipe PC (Partially Correct). Secara umum, siswa belum dapat memahami hubungan struktur molekul terhadap sifat senyawa organik yang mencakup representasi ketiga level kimia berserta interkoneksinya. Hal ini diperkuat dengan rerata hasil belajar siswa hanya mencapai 21,47 dari skala 100. Kata-kata Kunci: model mental, tes diagnostik, struktur molekul, senyawa organik AbstractThe student’s understanding on correlation of molecular structure towards the properties of organic compounds is very low. So far, there is no research on students’ mental models in chemistry learning in Bali. The present research was a descriptive study aimed to describe and explain student’s mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds. The subject of this study was 74 students of 11th grade of science program at SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016. The data were collected through diagnostic test of mental models in form of two level multiple choice, consisting the content and reason. Data analysis was conducted by using descriptive interpretative method in classifying students’ answers based on its similarities. The result of this study showed that students’ mental models about the correlation of molecular structure toward the properties of organic compounds were 1.35% of scientifically correct (SC) and 98.65% of alternative mental models, consisting of 5.53% mental models of no response (NR) type, 42.57% of specific misconception (SM) type, and 50.54% of partially correct (PC) type. Generally, students’ could not understand the correlation of molecular structure toward the organic compounds properties including the representation of three chemistry level and the interconnection. This statement is supported by the mean of students' achievement only 21.47 out of 100. Keywords : mental models, diagnostic test, molecular structure, organic compounds
UJI KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI MINYAK SOLAR TERHADAP LIMBAH OLI DARI PERAIRAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG Ristiati, Ni Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:  (1) konsentrasi penambahan oli yang menghasilkan asam organik optimum dalam biodegradasi oli oleh bakteri pendegradasi minyak solar dan (2) isolat yang mampu mendegradasi oli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 kali pengulangan. Populasi pada penelitian ini adalah kultur bakteri pendegradasi minyak solar yang diambil dari air laut di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang pada media Bushnell-Haas Mineral Salt, sedangkan sampel penelitian adalah  cuplikan sebanyak 1 ml kultur bakteri pendegradasi solar dari medium pembenihan. Teknik analisis data menggunakan Uji ANOVA Satu Arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai Fhitung (0,104) < Ftabel (2,9),  yang berarti tidak ada pengaruh penambahan konsentrasi oli terhadap kemampuan degradasi bakteri pendegradasi minyak solar. Hasil pengamatan data penunjang ditemukan enam isolat bakteri dari empat genus, yaitu Bacillus (isolat A dan F), Pseudomonas (isolat B dan E), Acinetobacter (isolat C), dan Halomonas (isolat D).
KINETIKA DEGRADASI LINDI TPA BENGKALA DENGAN TEKNIK ELEKTROOKSIDASI Wiratini, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinetika degradasi Lindi TPA Bengkala dengan teknik elektrooksidasi. Subyek penelitian ini adalah lindi TPA Bengkala dan obyek penelitiannya adalah kadar COD lindi TPA Bengkala. Lindi didegradasi dengan teknik elektrooksidasi dengan variasi waktu 0 jam; 0,5 jam; 1 jam; 1,5 jam; 2 jam; 2,5 jam; dan 3 jam. Jarak antar elektroda karbon dibuat 3 cm dengan luas per-mukaan 10,158 cm2. Elektroda tersebut diberi tegangan 13,5 volt. Kadar COD lindi hasil degradasi diu-kur dengan UV vis 1600 shimadzu pada panjang gelombang 600 nm. Hasil penelitian menunjukkan ki-netika laju reaksi degradasi lindi TPA Bengkala dengan teknik elektrooksisai mengikuti orde reaksi 1 de-ngan konstanta reaksi 6,96.10-4 gL-1s-1.Kata-kata kunci: Kinetika degradasi lindi, TPA Bengkala, elektrooksidasi.Abstract: This study aims to determine kinetics of degradation Bengkala leachate by electrooxidation technique. Subjects of research was Bengkala leachate and the object of researchwas Bengkala leachate COD levels. Leachate was degraded with time variation technique electrooxidation with 0 hours; 0.5 hours; 1 hour; 1.5 hours; 2 hours; 2.5 hours; and 3 hours. The distance between the carbon electrodes are made 3 cm with a surface area of 10,158 cm2. Electrodes were given voltage of 13.5 volts. Leachate COD levels of degradation were measured with a Shimadzu UV-vis 1600 at a wavelength of 600 nm. The results show the kinetics of the reaction rate of degradation leachate Bengkala with electrooxidation technique following 1 reaction order with reaction constants 6,96.10-4 gL-1s-1.Keywords: Kinetics of degradation of leachate, landfill Bengkala, electrooxidation
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLUM L.) DAN ANALISIS METIL ESTERNYA DENGAN GC-MS Muderawan, I Wayan; Daiwataningsih, Ni Ketut Prati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang termasuk dalam fanili Clusiaceae merupakan tumbuhan hijau yang memiliki potensi sebagai sumber biodiesel karena kandungan minyak yang tinggi pada bijinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mensintesis dan menganalisis biodiesel yang dibuat dari minyak nyamplung. Minyak nyamplung diisolasi dari biji nyamplung dengan metode maserasi dengan menggunakan n-heksana sebagai pelarut, dengan rendemen 65,80%. Minyak yang diperoleh kemudian ditransformasikan menjadi biodiesel melalui esterifikasi  dengan menggunakan methanol dan katalis asam sulfat pekat  selama 3 jam dan dilanjutkan dengan tranesterifikasi menggunakan natrium metoksi sebagai katalis dalam methanol selama 2 jam. Rendemen hasil reaksi adalah 83,40%. Komposisi metil ester biodiesel dari minyak nyamplung yang dianalisis dengan kromatografi gas spektrofotometer massa adalah metil oleat 43,41%; metil linoleat 23,68%; metil pamitat 17,05%; metil stearat 11,71%; metil arakidat 2,66%; metil palmitoleat 1,30%  dan metil gondoat 0,20%. Kata-kata Kunci: minyak nyamplung, masersi, transesterifikasi, biodiesel, metil ester, GC-MS AbstractCalophyllum inophyllum belonging to family Clusiaceae is an evergreen tree that has good potential as source of biodiesel due to the high oil content of the seed. The present research was performed with the aim to synthesis and analyse the biodiesel prepared from the oil of Calophyllum inophyllum. The oil was isolated from the seed of Calophyllum inophyllum by maceration method using n-hexane as a solvent with 65.80% yields. The oil obtained was transformed into biodiesel by esterification using methanol and acid as catalyst for 3 hours and continued by transesterification using sodium methoxide in methanol for 2 hours. The yield of conversion is 83.40%. The composition of methyl esters of the biodiesel determined by GC-MS are methyl oleate 43.41%, methyl linoleate 23.68%, methyl pamitate 17.05%, methyl stearate 11.71%, methyl arachidate 2,66%, methyl palmitoleate 1,30% dan metil gondoate 0,20%. Key words: Calophyllum inophyllum seed oil, maceration, transesterification, biodiesel, methyl ester, GC-MS
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Alkaloid pada Biji Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) Sri Ayuni, Ni Putu; Sukarta, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis senyawa alkaloid yang terkandung pada biji mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)  (2) mengidentifikasi senyawa turunan alkaloid yang terdapat pada biji mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) dan (3) mengetahui perbandingan klorofom: metanol yang baik untuk eluen kromatografi lapis tipis untuk memisahkan seyawa turunan alkaloid. Subjek dalam penelitian ini adalah biji mahoni dari spesies Mahonia swietenia Jacq yang diperoleh dari hutan di daerah sekitar Buleleng, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah senyawa alkaloid yang terdapat pada biji mahoni dan perbandingan klorofom:metanol yang digunakan sebagai eluen pada KLT untuk memisahkan senyawa alkaloid dari campurannya. Data yang diperoleh dalam penelitian ini di elusidasi strukturnya dengan mengunakan FTIR, MS, dan NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eluen terbaik dari hasil kromatografi lapis tipis adalah kloroform:metanol dengan perbandingan 90:10 dan 95:5. Eluen kloroform:metanol 90:10 dihasilkan 3 fraksi dan eluen kloroform:metanol 95:5 dihasilkan 5 fraksi. Hasil uji fitokimia dengan pereaksi Dragendorf terhadap ekstrak kasar biji mahoni menunjukkan ekstrak ini positif mengandung alkaloid. Hasil elusidasi struktur dengan FTIR, NMR 1H, dan 13C diduga bahwa senyawanya adalah 3,6,7-trimetoksi-4-metil-1,2,3,4-tetrahidroisokuinolin
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN JENIS PENILAIAN FORMATIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMPN DI SINGARAJA Rapi, Ni Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model pembelajaran dan jenis penilaian formatif terhadap hasil belajar IPA, setelah mengontrol pengetahuan awal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan desain faktorial 2 x 2. Jumlah sampel sebanyak 136 orang siswa. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA). Hasil penelitian setelah mengontrol pengetahuan awal menunjukkan: (1) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri memiliki hasil belajar IPA lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) untuk siswa yang diberi penilaian berbasis kelas memiliki hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang mengikuti pembelajaran dengan penilaian konvensional, (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis penilaian formatif terhadap hasil belajar IPA, (4) untuk siswa yang diberi penilaian berbasis kelas, siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri mempunyai hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (5) untuk siswa yang diberi penilaian konvensional, siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri mempunyai hasil belajar IPA lebih rendah daripada yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (6) untuk siswa yang mengikuti model pembelajarn inkuiri, siswa yang diberi penilaian berbasis kelas mempunyai hasil belajar IPA lebih tinggi daripada yang diberi penilaian konvensional, dan (7) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, siswa yang diberi penilaian berbasis kelas mempunyai hasil belajar IPA lebih rendah daripada yang diberi penilaian konvensional.Kata kunci: model pembelajaran, jenis penilaian formatif, pengetahuan awal, hasil belajar IPAAbstract: This study aims in to find out the effect of learning model and the type of formative assessment toward the natural science achievement after controlling the prior knowledge. This study used a quasi-experimental method with 2 x 2 factorial design. Sample was 136 students. The data was calculated using analysis of covariance (ANCOVA). The results of the study after controlling the prior knowledge showed: (1) the students who followed the inquiry learning model has a higher the natural science achievement than the students who followed the conventional learning models, (2) the students who followed the learning process with classroom-based assessment has higher the natural science achievement than those who followed the learning of conventional assessment, (3) there is an interaction effectovarian between learning model and formative assessment toward the students' the natural science achievement, (4) for students who are given classroom-based assessment, the students who followed the inquiry learning model has higher the natural science achievement than those who followed the conventional learning model, (5) for the students who are given conventional assessment, students who followed the inquiry learning model has lower the natural science achievement than those who followed the conventional learning model, (6) for students who followed the inquiry learning model, the students who are given classroom-based assessment has higher the natural science achievement than those who are given conventional assessment, and (7) for students who followed conventional learning model, students who are given classroom-based assessment has lower the natural science achievement than those who are given the conventional assessment.Keywords: learning model, type of formative assessment, prior knowledge, natural science achievement
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA SMA NEGERI 1 SAWAN Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Adnyana, Putu Budi; Setiawan, I G A N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan: (1) pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (2) pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The pretest-posttest Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian berjumlah 192 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 130 orang. Dua instrumen pokok penelitian yaitu tes pemahaman konsep dan tes keterampilan proses (tes kinerja). Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut.Pertama, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=2,99; p<0,05). Kedua, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=132,516; p<0,05). Ketiga, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=303,612; p<0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa model siklus belajar 7E dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa.Kata-kata kunci: siklus belajar, 7E, pemahaman konsep, dan keterampilan prosesABSTRACTThe aims of this study was to analyze the differences between: (1) conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (2) conceptual understanding between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (3) process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model. This study was an quasy experimental study using the pretest-posttest nonequivalent control group design. The population of this study was 192 students and sample of this study who participated was 130 students. Two main instruments were students concept understanding test and process skill test. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were significantly differences conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=2,99; p<0,05). Second, there were the differences between conceptual understanding significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instructionmodel (F=132,516; p<0,05). Third, there were the differences between process skill significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=303,612; p<0,05). Based on the result of study, it can be recommended that 7E learning cycle model can be applied as an alternative learning model in order to improve the students concept understanding and process skill.Keywords: learning cycle, 7E, conseptual understanding, proses skill
PEMBUATAN CONCRETE ZEOLIT-LEMPUNG UNTUK PERVAPORASI CAMPURAN ETANOL/AIR TANPA PEMANASAN Wisnu Adhi Putra, I Made; Arryanto, Yateman; Kartini, Indriana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPreparation of zeolite-clay concrete for new ethanol/water pervaporation without heating has been carried out. Concrete was made by mixing natural zeolite, portland cement, natural clay and distilled water in porcelain disk. The mixture was manually stirred until homogenous suspension obtained. The suspension formed was then placed in the mold and allowed to dry in open air for 48 hours. The mass of natural zeolite was varied from 10, 12.5, 15, 17.5, and 20 g meanwhile the mass of natural clay was varied from 0, 1.25, 2.5, 3.75, and 5 g. The mass of portland cement was fixed in the value of 10 g. The concrete was characterized by infrared spectrophotometer (IR) and X-ray diffraction (XRD). Material testing machine was used to determine the compressive strength of the concrete agreeable with decided ASTM C349-08 standard.Based on preparation of zeolite-clay concrete, it was found that the increase of the natural zeolite mass from 15 to 20 g caused fracture to the concrete, but water adsorption percentage increased from 27.7% to 35.2%. Meanwhile, the higher the mass of natural clay, the greater the compressive strength of concrete from 130.3 MPa to 179.9 MPa and water adsorption percentage from 28.9% to 32.3%. The adsorption-desorption data showed that the water was faster to adsorb into the concrete than ethanol, whereas the desorption rate of concrete with respect to ethanol was greater than that to water. The difference on desorption rate was then used to separate ethanol/water mixture through pervaporation without heating. Pervaporation test using the concretes resulted in the increase of ethanol feed concentration from 60%, 70%, 80%, and 90% to 82.9%, 82.5%, 87.8%, and 93.7% respectively.Keywords: concrete, compressive strength, adsorption-desorption, ethanol/water mixture, pervaporation.
Validitas dan Reliabilitas Tes Keterampilan Berpikir Kritis Tipe B Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan validitas dan reliabilitas tes keterampilan berpikir kritis tipe B yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Untuk itu, tes diuji pada tiga SMA yang ada di Provinsi Bali. Sampel dipilih dengan teknik multistage cluster sampling. Jumlah sampel siswa yang terlibat pada uji tes ini sebanyak 90 orang. Uji tes ini menghasilkan 32 butir soal valid dari 50 butir soal dengan nilai validitas 0,209 – 0,588 dan reliabilitas tes sebesar 0,802. Ketiga puluh dua butir tes dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis untuk tingkat SMA.Kata kunci: validitas, reliabilitas, tes, berpikir kritis