cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN SETTING INQUIRY LABORATORIUM BERMUATAN CONTENT LOCAL GENIUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Wardani, K. S. K.; Sadia, I Wayan; Suastra, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Kata-kata Kunci: inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses AbstractThis research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show: (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score of 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skills. Keywords: laboratory inquiry, local genius content, concepts understanding, process skills
GLOMERULONEFRITIS AKUT PADA ANAK PASCA INFEKSI STREPTOKOKUS Suadnyani Pasek, Made -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Glomerulonefritis merupakan suatu penyakit peradangan pada ginjal. terutama menyerang anak pada masa awal usia sekolah (2-12 tahun), jarang dibawah usia 2 tahun (5%) dan 10% dapat terjadi pada dewasa. Glomerolunefritis ini biasanya didahului oleh infeksi saluran napas satu hingga dua minggu sebelumnya atau infeksi kulit dua hingga empat minggu sebelumnya. Streptokokus grup A merupakan penyebab tersering kejadian glomerolunefritis akut pada anak. Streptokokus merupakan bakteri spheris gram positif yang khasnya berpasangan atau membentuk rantai selama pertumbuhannya. Terdiri dari dua puluh spesies, termasuk Streptococcus pyogenes (Grup A). Gejala umum berupa sembab kelopak mata, kencing sedikit, dan berwarna merah, biasanya disertai hipertensi. Diagnosis adanya glomerulonefritis pada anak dapat dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Penatalaksanaan glomerulonefritispasca infeksi streptokokus meliputi tirah baring selama tiga hingga empat minggu, pemberian antibiotik yang sesuai, makanan yang rendah garam, serta medikamentosa yang tepat. Penyakit ini umumnya (sekitar 80%) sembuh spontan, 10% menjadi kronis, dan 10% berakibat fatal.
CEDERA PADA PEMAIN SEPAKBOLA Artanayasa, I Wayan; Putra, Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera olah raga merupakan aspek penting yang diperhatikan dalam olahraga kompetitif. Penanganan yang kurang baik dapat menghambat performa pemain di lapangan dan mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. Berbagai jenis cedera pada pemain sepakbola antara lain: sprain, strain, knee injuries, compartment syndrome, shin splints, achilles tendon injuries, dan fractures. Beberapa penyebab cedera antara lain: latihan yang berlebihan, ketidakseimbangan, kurangnya pemanasan, metode latihan yang salah, kelainan struktural, kelemahan otot, tendon, dan ligament. Beberapa penanganan cedera antara lain dengan terapi kompres es, kompresi daerah yang cedera, posisikan daerah cedera lebih tinggi dari jantung, dan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Beberapa pencegahan antara lain: menggunakan pelindung tubuh, memilih kelengkapan olahraga yang sesuai, memperkuat otot di daerah yang rentan cedera, dan latihan peregangan.
EFISIENSI PEROMBAKAN WARNA AIR LIMBAH TEKSTIL BUATAN YANG DIOLAH SECARA ELEKTROOKSIDASI PADA VARIASI pH, KONSENTRASI GARAM DAN BEDA POTENSIAL Sastrawidana, I Dewa Ketut; Rahmawati, Dewi Oktofa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya efisiensi perombakan warna dari air limbah limbah tekstil buatan yang diolah secara elektrooksidasi menggunakan multi elektroda karbon pada variasi pH, konsentrasi garam dapur dan beda potensial. Zat warna yang digunakan untuk membuat limbah tekstil buatan terdiri dari remazol red, remazol yellow, remazol blue dan remazol black. Reaktor elektrooksidasi mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi secara berturut turut sebesar 50 cm x 35 cm x 25 cm yang didalamnya terangkai delapan elektroda karbon ( 4 anoda dan 4 katoda) yang disusun secara selang seling dengan jarak antar elektroda 10 cm. Proses perombakan ditetapkan selama 60 menit dengan variasi pH 4 sampai pH 10, konsentrasi NaCl 2-10 gram perliter limbah dan variasi beda potensial terpakai sebesar 10-24 volt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perombakan air limbah tekstil buatan 150 ppm dalam reaktor elektrooksidasi berlangsung optimal pada kondisi pH limbah awal adalah 9 dan konsentrasi NaCl adalah 9 gram per liter limbah. Untuk menghasilkan efisiensi perombakan warna 95,06% dicapai dengan menggunakan potensial 10 Volt sedangkan untuk menghasilkan efisiensi perombakan 99,75% menggunakan potensial 24 volt dengan lama waktu perombakan 60 menit. Kata-kata Kunci : Elektrooksidasi, air limbah tekstil buatan, perombakan warna AbstractThis study aimed to analyze the efficiency of artificial textile wastewater treatment electrochemical oxidation method at various of pH, table salt concentration and potential. The dye used to make artificial textile wastewater consists of remazol red, yellow blue and black. Electro oxidation reactor has dimensions of length, width and height of 50 cm x 35 cm x 25 cm respectively.  Eight carbon electrode (4 anode and cathode 4) are immersed in the reactor with 10 cm distance between the electrodes. Electrochemical oxidation process was set for 60 minutes with a variation of pH 4 to pH 10, the concentration of table salt of 2-10 g/L of textile wastewater and applied potential variation of 10-24 volts. The results showed that artificial textile waste take place optimally at pH initial waste is 9 and the concentration of tabel salt is 9 g/L  Color removal efficiency of 95.06% is achieved by using a 10 volt potential, while 99.75% use a 24 volt potential within 60 minutes. Key words: Electro oxidation, textile wastewater, colour degradation
PROFIL ASAM AMINO EKSTRAK SEREDELE DAN TEMPE KEDELAI, MAKANAN TRADISIONAL HASIL FERMENTASI Sutiari, N K; Widarsa, K Tangking; Swandewi, A; Widarini, P
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Makanan yang mengalami proses fermentasi diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Proses kedelai yang difermentasi menyebabkan kedelai mudah untuk dicerna dan mampu menghilangkan bau dan rasa langu serta berpotensi mengandung komponen zat gizi yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi profil asam amino ekstrak seredele dan ekstrak tempe. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 2 jenis bahan makanan terfermentasi yaitu seredele dan tempe kedelai. Sampel tersebut dibuat dalam bentuk ekstrak dan selanjutnya dianalisis komposisi asam amino dengan metode HPLC. Asam amino yang diujikan adalah sejumlah 15 asam amino           . Hasil peneltiian menun-jukkan bahwa kedua kstrak bahan makanan yaitu ekstrak seredele dan tempe kedelai mempunya komposisi asam amino yang bervariasi dan cukup lengkap dengan 15 asam amino esensial. Seredele yang merupakan makanan khas tradisional Bali memiliki kandungan asam glutamate (glutamic acid) yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tempe, yaitu masing-masing 0.6% dan 0.4%. Kandungan asam amino Aspartic acid dan Tyrosine pada seredele juga ditemukan lebih tinggi daripada tempe kedelai. Adanya kandungan asam amino jenis asam glutamate (Glutamic Acid) yang lebih tinggi dari tempe menunjukkan potensi atau kemampuan untuk mengikat zat besi. Untuk itu disarankan adanya suatu penelitian lanjutan mengenai kemampuan atau potensi mengikat zat besi dari seredele dan tempe kedelai secara in vitro
Validitas Bahan Ajar Geometri Ruang Berdasarkan Model Van Hile dan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi Juniantari, Made; Dewi, Ni Putu Sri Ratna
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar geometri ruang berdasarkan model Van Hiele dan pendidikan karakter di perguruan tinggi yang valid untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) implementasi. Pada tahun pertama, penelitian ini hanya sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dalam penelitian ini dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajaran. Sedangkan validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian validator. Validasi konstruk bahan ajar dalam penelitian ini termasuk katagori sangat valid. Berdasarkan penilaian validator kemudian dilakukan revisi terhadap bahan ajar. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba terbatas untuk melihat kepraktisan dan keefektivan bahan ajar.Katakunci: bahan ajar geometri ruang, model Van Hiele, pendidikan karakter
RANCANGAN DETEKTOR GEMPA BERPOTENSI TSUNAMI BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK DENGAN SISTEM MAGNETIC ALTITUDE (Kajian Teori) Artawan, Putu; Purnamawan, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi yang dahsyat bisa memicu atau berpotensi terjadinya Tsunami. Tsunami merupakan gelombang laut yang besar yang terjadi akibat gempa bumi tektonik di dasar laut. Antisipasi lebih dini sangat diperlukan sebagai upaya meminimalisir kerugian akibat bencana Tsunami baik korban jiwa maupun material. Penelitian ini bertujuan merancang Detektor Gempa Bumi Berpotensi Tsunami Berbasis Wireless Sensor Network dengan Sistem Magnetic Altitude, menganalisis data yang diperoleh dari Detektor yang dirancang serta menentukan efektifitasnya. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menghasilkan prototype berupa rancangan Detektor Gempa Bumi Berpotensi Tsunami Berbasis Wireless Sensor Network dengan Sistem Magnetic Altitude. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai desain penelitian kedepan dengan bekerjasama dengan pihak terkait utamanya dalam bidang teknologi informasi, badan meteorologi dan geofisika.Kata Kunci : Tsunami, Detektor, Wirless Sensor Network, Magnetic Altitude
ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MAKASSAR Pramita, Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini adalah eksploratif bersifat kualitatif yang dilaksanakan di SMP N 18 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari letak kesalahan (berdasarkan Newman error hierarchy) dan jenis kesalahan (berdasarkan 4 objek kajian matematika). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes masalah soal cerita, dan (2) pedoman wawancara yang tidak terstruktur. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang terbagi atas 1 orang siswa dengan kategori kemampuan tinggi, 1 orang siswa dengan kategori kemampuan sedang dan 1 orang siswa dengan kategori kemampuan rendah. Hasil Penelitian ini adalah (1) letak kesalahan subjek kategori kemampuan tinggi adalah transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah kesalahan fakta dan prinsip, (2) letak kesalahan subjek kategori kemampuan sedang adalah reading error, comperhention error, transformation error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip, (3) letak kesalahan subjek kategori kemampuan rendah adalah reading error, transformation error, process skill error, encoding error dan careless error sedangkan jenis kesalahannya adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip. (4) Letak kesalahan yang sama-sama dilakukan ketiga subjek adalah transformation error.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah Etnosains Bagi Calon Guru IPA Sarini, Putri; Selamet, Kompyang
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar mata kuliah Etnosains untuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket analisis kebutuhan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahan ajar yang digunakan kurang relevan dengan etnosains Bali; dan (2) kesulitan mahasiswa menemukan sumber belajar yang sesuai dengan mata kuliah etnosains. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perlu dilakukan pengembangan bahan ajar untuk Mata Kuliah Etnosains di Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Ganesha.Katakunci: analisis kebutuhan, bahan ajar, etnosains
OPTIMALISASI PERAN PENDIDIKAN MATEMATIKA SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI-NILAI Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oleh sebagian besar siswa, pendidikan matematika selama ini masih terkesan pendidikan yang kurang aplikatif. Kesan ini menjadikan pendidikan matematika di sekolah merupakan salah satu yang kurang diminati oleh siswa pada umumnya. Namun, ketika dicermati lebih jauh, pendidikan matematika mengandung makna yang sangat berarti bagi kehidupan manusia. Hal ini bukan karena fungsinya sebagai pelayan ilmu-ilmu lain, tetapi karena sesungguhnya pendidikan matematika itu dapat ditujukan bagi pembentukan nilai-nilai pada siswa. Menyodorkan permasalahan-permasalahan matematika yang berkaitan dengan lingkungan, penghematan, energi, atau pelayanan misalnya, dapat menjadikan pendidikan matematika sebagai wahana pendidikan nilai pada siswa. Hal ini juga secara langsung dapat menumbuhkembangkan minat dan memotivasi siswa untuk belajar matematika. Lebih jauh, esensi matematika itu sendiri bahkan juga merupakan objek didik yang sangat mendukung pembentukan nilai-nilai pada siswa. Sebagai contoh, matematika adalah ilmu yang konsisten yang berkembang secara deduktif. Konsistensi adalah sifat manusia yang patut ditumbuhkembangkan. Pada tulisan ini didiskusikan hal-hal yang dapat dilakukan dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan peran pendidikan matematika bagi pendidikan nilai-nilai.Kata-kata kunci: Pendidikan matematika, pendidikan nilai.