cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENERAPAN PERANGKAT PERKULIAHAN BERBASIS MASALAH TERBUKA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI UTUH MATEMATIKA Astawa, I Wayan Puja
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi utuh matematika yang meliputi lima standar matematika belum banyak dielaborasi dalam satu proses perkuliahan dengan menggunakan perangkat perkuliahan yang sesuai. Oleh karena itu, penerapan perangkat perkuliahan berbasis masalah terbuka dalam kajian ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi utuh matematika sesuai standar NCTM. Perangkat perkuliahan berbasis masalah terbuka diterapkan pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha yang mengambil mata kuliah geometri analitik bidang. Penelitian dilakukan mengikuti alur penelitian tindakan kelas. Tindakan utama adalah kegiatan perkuliahan yang menggunakan lembar kerja mahasiswa berbasis masalah terbuka dan pertanyaan-pertanyaan terbuka dalam diskusi. Lembar tugas matematika juga memuat masalah terbuka yang digunakan untuk mengevaluasi kompetensi utuh matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat perkuliahan berbasis masalah terbuka mampu meningkatkan kompetensi utuh matematika meliputi kompetensi komunikasi matematika, koneksi, representasi, penalaran dan bukti, dan pemecahan masalah. Kompetensi komunikasi matematika meningkat sebesar 2,3%, kompetensi representasi sebesar 2,5%, kompetensi penalaran dan bukti sebesar 5,9%, dan kompetensi pemecahan masalah sebesar 4,75%. Kompetensi koneksi relatif tetap karena hanya terjadi perubahan sebesar 0,01%. Di samping itu, peningkatan kompetensi matematika juga terjadi pada penyelesaian tugas matematika yang menurut pengalaman sulit dipecahkan. Kata-kata Kunci : perangkat perkuliahan, masalah matematika terbuka, kompetensi utuh matematika AbstractIntact mathematical competence which consist of five mathematical standards was not much fully elaborated in a learning process using convenient teaching materials. Accordingly, a study on appying teaching material developed based on open ended problems was conducted to increase students¢ competencies on mathematics as stipulated by NCTM. The teaching material was implemented to the student of Mathematics Education Department of Ganesha University of Education who took Plane Analytic Geometry subject. The study followed the classroom action research framework. The main action in this classroom action research was teaching which utilized student worksheets that contain open ended problems and open questions on disscussion. The result of the study showed that applying teaching material developed based on open ended problems increased student competencies in mathematics. Mathematics communication increased by 2.3%, representation by 2.5%, proof and reasoning by 5.9% and problem solving by 4.75%. Meanwhile, the connection competence was slightly uncanghed. Only 0.01% changes occured before and after applying the material. In addition, increasing students’ mathematical competence also occurred on solving difficult mathematical task that was based on experience difficult to be solved. Keywords : teaching material, open ended problem, intact mathematical competence
PENGEMBANGAN CEMENTIOUS BINDER DARI LIMBAH BATU PIPIH, SILIKA ABU SEKAM PADI DAN BATU GAMPING SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBUATAN BATAKO INTERLOCKING Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan cementious binder (CB) secara triaksial blend bubuk halus batu pipih (BHBP) – bubuk super halus silika amorp dari abu sekam padi (RHA-UFAS) – bubuk batu gamping (CaO) dan merancang sebuah teknologi tepat guna pembuatan batako interlocking menggunakan CB terbaik yang dihasilkan. Pengamatan penampakan luar, pengujian porositas dan pengukuran kuat tekan dilakukan terhadap masing-masing 5 benda uji plat beton yang dihasilkan dari tiap-tiap komposisi CB sehingga telah ditemukan CB dengan komposisi relatif terbaik yang dibuat dengan triaksial blend bubuk halus batu pipih – bubuk super halus silika abu sekam padi dan bubuk CaO. Komposisi CB : pasir : fraksi air yaitu 1 : 6 : 0,4 telah menghasilkan batako interlocking kualitas I (sesuai SNI) dan superior dibandingkan dengan batako interloking dengan komposisi CB : pasir lainnya termasuk benda uji kontrol yang menggunakan campuran semen : pasir = 1 : 6. Hasil penelitian berkontribusi pada (1) pemberian added value terhadap limbah pemotongan batu pipih dan sekam padi, (2) memperbaiki kualitas batako sehingga mampu meningkatkan harga jual batako dan meningkatkan kekuatan batako sebagai salah satu bahan konstruksi; dan (3) menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya UKM batako.
ASESMEN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN POLA INDUKTIF DAN DEDUKTIF ILMIAH Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen kebutuhan ini bertujuan memperoleh gambaran nyata kebutuhan lapangan dalam rangka penelitian dan pengemabangan (R & D) perangkat pembelajaran pembinaan keterampilan berpikir induktif dan deduktif sebagai dasar keterampilian saintifik. Subjek dari survey asesmen kebutuhan ini meliputi guru-guru Kimia SMA di Bali dan dokumen perangkat pembelajaran (RPP, LKS, dan teks materi pelajaran) yang digunakan guru Objek penelitian berupa tanggapan guru terhadap penggunaan pendekatan induktif dan/atau deduktif dalam perangkat pembelajaran yang direkam melalui angket dan wawancara/studi dokumen tentang prangkat pembelajaran yang digunakan. Analisis data aseses kebutuhan dilakukan secara kualitatif. Melalui kuesioner 56% guru mengaku menggunakan pola/pendekatan induktif secara konsisten, 36% kurang konsisten, dan 7% tidak konsisten. Sementara dalam penggunaan pendekatan, 55% guru mengaku menggunakannya secara konsisen, 35% kurang konsisten, 10% tidak konsisten. Penggunaan pola induktif dan deduktif secara terintegrasi di mana adanya efisoda-efisoda pembelajaran yang konsisten mengikuti langkah-langkah kegiatan induktif atau deduktif diakui oleh 67 % guru dan penggunaan secara tidak jelas/sembarang diakui oleh 32% guru. Pengakuan guru melalui kuesioner kurang kuat didukung oleh hasil studi penggunaan pola/pendekatan induktif dan/atau deduktif dalam studi dokumen perangkat pembelajaran menemukan: (1) mayoritas perangkat pembelajaran tidak menyatakan secara eksplisit pola induktif dan/atau deduktif, (2) tidak melibatkan siswa dalam merumuskan masalah, hipotesis, dan membuat rancang eksperimen, dan (3) organisasi penyajian inoformasi dalam teks materi pelajaran mayoritas cendrung deduktif dan deskripsi yang sama pula disajaikan langsung dalam LKS sebelum prosedur kerja sebagai dasar teori (pengantar/pendahuluan) dari kegiatan praktikum/diskusi meskipun rancangan pembelajaran dengan pola induktif. Hasil asesmen kebutuhan ini menguatkan pentingnya mengembangkan perangkat pembelajaran dengan pola induktif dan/atau deduktif saintifik.Kata-kata kunci: pola induktif, pola deduktif, keterampilan ilmiah, dan perangkat pembelajaranAbstract: This need assessment proposed to support real need for conducting a educational research and development (R&D) of inductive and deductive learning tool models used for training inductive and deductive thinking skills as foundation of the scientific skills. Subjects of this need assessment survey involved teachers and learning tools (lesson plan, student worksheet, student reading text, and learning media) of secondary School Chemistry provided by them. Survey objects included teacher responses toward preparation of inductive and deductive learning tools recorded through a questionnaire, interview and document analysis of learning tool provided. Data analysis conducted qualitatively. This study found the percentages of teachers that recognized and prepared inductive learning tools consistently was 56%, impartial 36%, and inconsistently 7%; recognized and prepared deductive learning tools consistently was 55%, impartial 35%, and inconsistently 10%; recognized and prepared integrated inductive and deductive learning tools with consistent steps in each inductive episode and deductive episode was 67% and inconsistently (mixed any times) 32%. The teacher responses was fairly consistent with the provided learning tool document analysis results which found (1) majority of learning tools did not explicitly mentioned inductive/deductive approach, (2) the learning tools did not engaged students in formulating investigative problems and hypotheses and experiment planning, and (3) learning organization of chemistry contents/information in the reading text for students were dominated by deductive presentation as well as in the related student worksheet. This need assessment result support the need for conduction of R & D on developing inductive and deductive learning tools for developing scientific skills.Keywords: inductive approach, deductive approach, scientific skills, and learning tools.
“SECARA” TUBING DI BALI (SEHAT, CERIA DAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TUBING) Muliarta, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menjadi sehat merupakan dambaan setiap manusia. Diketahui umum kesehatan merupakan keadaan termahal di dunia ini. Sehat saja tidaklah cukup sebab keadaan sehat tidak akan bertahan lama kala, kesehatan badan, emosi diri tidak terjaga. Agar tetap sehat banyak orang melakukan berbagai upaya untuk mempertahankannya seperti memulai dari hal yang sederhana yaitu menjaga kebersihan, mengatur pola makan dan minum, cukup istirahat, tidak merokok, sampai dengan hal yang lebih kompleks yaitu dengan berolahraga secara rutin, melakukan perwatan diri seperti masase dan spa, memeriksakan kesehatan secara berkala, mangikuti meditasi dan yoga. Olahraga tubing memiliki berbagai bentuk produk dan keunikan yang belum banyak dikenal memberikan kesehatan, keceriaan  dan menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan. Olahraga tubing merupakan olahraga air yang unik dimana pelaksanaannya meggunakan tube dari ban dalam bekas mobil fuso sebagai sarana dan perairan sebagai prasarana. Olahraga tubing dapat dilaksanakan diberbagai karakter sungai, danau dan pantai yang menarik untuk dijadikan tempat tubing yang bisa dijadikan sebagai ajang peduli terhadap lingkungan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Ternyata tubing sebagai olahraga mampu memberikan kesehatan, kecerian dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.  
PENERAPAN MANAGEMEN KONTROL BERBASIS TRI KAYA PARISUDHA DI LABORATORIUM KIMIA ANALITIK Lasia, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan managemen kontrol berbasis tri kaya parisudha di Laboratorium Kimia Analitik. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia yang mengikuti praktikum di Laboratorium Kimia Analitik. Sedangkan obyek penelitian ini adalah efektifitas dan pendapat mahasiswa terhadap penerapan managemen kontrol berbasis tri kaya parisudha. Aspek efektifitas managemen kontrol berbasis tri kaya parisudha difokuskan pada: jumlah bahan yang dipakai, keselamatan alat, keselamatan praktikan, keber-hasilan praktikan dalam praktikum, kebersihan tempat kerja, dan waktu yang digunakan dalam praktikum. Data efektifitas diperoleh melalui lembar observasi selama kegiatan praktikum, sedang-kan data pendapat mahasiswa terhadap penerapan managemen kontrol berbasis tri kaya parisu-dha diperoleh dari angket yang disebarkan diakhir pertemuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung prosentase setiap komponen dan dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan managemen kontrol berbasis tri kaya parisudha sangat efektif di Laboratorium Kimia Analitik. Sedangkan pendapat mahasiswa terhadap penerapan mana-gemen kontrol berbasis tri kaya parisudha menujukkan respon yang positifKata-kata kunci: managemen kontrol, tri kaya parisudha, laboratoriumAbstract: This study aims to determine the effectiveness of management controls based on tri kaya parisu-dha in Analytical Chemistry Laboratories. The subjects of this study were students of the Chemistry Department of Education follows the Analytical Chemistry Laboratory experiments. While the object of this study was the effectiveness and student opinion on the application of management control based on tri kaya parisudha. Aspects of the effectiveness of management controls based on tri kaya parisudha focused on: the amount of materials used, safety equipment, safety practitioner, the practitioner's success in the lab, workplace hygiene, and time spent in the lab. Effectiveness of data obtained through observation sheets during practical activities, while data of student opinion on the application of management control based on tri kaya parisudha obtained from a questionnaire dis-tributed at the end of the meeting. The data obtained were analyzed by calculating the percentage of each component and described qualitatively. The results showed the application of management control based on tri kaya parisudha very effective in Analytical Chemistry Laboratories. While stu-dent opinion on the application of management control based on tri kaya parisudha showed a positive responseKey words: management control, tri kaya parisudha, laboratory
POTENSI EKSTRAK KASAR BIJI LAMTORO GUNG (Leucaena leucocephala) UNTUK MENURUNKAN GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH Suryanti, I A P; Artawan, I Ketut; Martriani, N A T
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianini bertujuanmengetahuipengaruh dan dosis ekstrak kasar biji lamtoro gung(Leucaena leucocephala)yang tepat untuk menurunkankadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi glukosa. Tikus putih tersebut diberikan larutan ekstrak kasar biji lamtoro dengan dosis 1gr/kgBB, 2gr/kgBB dan 3gr/kgBB secara oral.Data berupa selisih kadar gula awal dan akhir dianalisis dengan uji ANAVA satu arah dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil, dan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji lamtoro gung (Leucaena leucocephala) 1gr/kgBB, 2gr/kgBB dan 3gr/kgBBberpengaruh untuk menurunkan kadar glukosa darah dari tikus putih yang diinduksi glukosa karena flavonoid dan galaktomanan dengan efek menurunkan kadar glukosa darah melalui menghambat penyerapan alfa amilase dan alfa glucosidase. Dalam penelitian ini, dosis ekstrak biji lamtoro gung (Leucaena leucocephala) yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah dari tikus putih adalah 1gr/kgBB. Kata-kata Kunci : Leucaena leucocephala, glukosa darah, ekstrak kasar biji AbstractThe aim of this research to determine the effect and dose of Lead tree(Leucaena leucocephala) seed crude extract precise effect on blood sugar levels drop Rattus norvegicus induced glucose.Rattus norvegicus were given orally tothe crude extract of Lead tree seed orally with each dose ;1gr/kgBB, 2gr/kgBB dan 3gr/kgBB. Data was blood glucoses difference and analyzed by one-way ANOVA, LSD, and the Duncan test at 5% significance level. The results were Lead tree (Leucaena leucocephala) seed extract 1g/kgBW, 2g/kgBW and 3g/kgBW effect of lowering blood glucose levels of rats induced glucose as flavonoids and galaktomanan by inhibiting the absorption of alpha-amylase and alpha-glucosidase.In this research, the most effective dose of Lead tree (Leucaena leucocephala) seed extract that lowered blood glucose levels of the rats was 1g/kgBW. Keywords: Leucaena leucocephala, blood glucose, crude extract of seed
PEMANFAATAN MEDIUM ARS-CHAT PADA PRODUKSI BIOMASSA FITOPLANKTON LAUT YANG POTENSIAL SEBAGAI BAHAN BAKU BIOFUEL JENIS BIOETANOL Kasim, Syahruddin; Sjahrul, M; Usman, Hanapi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan utama yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengidentifikasi sejumlah fitoplankton laut untuk produksi biomassa dan penentuan kadar karbohidratnya. Fitoplankton laut dikulturkan dalam medium “Ars-chat”. Dalam media kultur massal dilakukan isolasi dan identifikasi jenis fitoplankton laut berdasarkan ukuran besaran dan cirri-ciri tertentu. Juga dalam media dilakukan pengukuran terhadap suhu, salinitas dan pH larutan. Kepadatan fitoplankton terpilih, ditentukan berat biomassanya dengan metoda gravimetri dan dilakukan analisis kandungan karbohidratnya dengan metode penentuan gula reduksi dengan cara Luff Schoorl. Hasil isolasi diperoleh tujuh jenis fitoplankton laut yaitu : Chlorella sp., Dunaliella sp., Tetraselmis chuii, Spirulina sp, Chaetoceros calcitrans, C. gracilis, and C. Isocrysis galbana. Kandungan Biomassa  tertinggi 0,39 g/L pada Chlorella sp. dan terendah 0,19 g/L pada C. Isocrysis galbana. Kadar karbohidrat juga bervariasi, yang tertinggi 32,97% dijumpai pada Dunaliella sp. dan terendah 6,17% pada C.gracilis.  
ANALISIS POTENSI SEDIMEN HUTAN BAKAU SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SEDIMENT MICROBIAL FUEL CELL (SMFC) Wiryawan, Bagus Ngurah Alit Putra; Mahendra, I Nengah Adi; Kuntayoni, Nyoman Alit; Dewanti, Ajeng Istyorini Asmoning
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bakteri untuk menghasilkan energi listrik merupakan upaya dalam mengembangkan sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sediment Microbial Fuel Cell bekerja dengan memanfaatkan mikroorgnisme yang terdapat pada sedimen untuk mendegradasi bahan organik dan menghasilkan elektron yang ditransfer ke anoda kemudian dialirkan ke katoda. Penelitian ini adalah ekperimental yang bertujuan untuk membandingkan produksi kuat arus listrik yang dihasilkan oleh sedimen hutan bakau, dan menentukan efektivitas listrik yang dihasilkan oleh sedimen hutan bakau dan pengaruh dari pH, konduktivitas, dan salinitas air terhadap produksi kuat arus listrik, serta mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada SMFC. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Maret s.d. Juli 2013. Pengambilan sampel dilakukan di Pamelisan Sesetan, Denpasar Selatan dan di Karang Sewu dan Teluk Terima, Taman Nasional Bali Barat. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekologi dan Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: (1) terdapat perbedaan rapat arus yang signifikan dari sampel sedimen, namun perbedaan tersebut disebabkan oleh sampel 2, untuk sampel 1, 3 dan 4 tidak memiliki perbedaan yang signifikan, (2) berdasarkan pendekatan teori, salinitas, suhu, pH, dan konduktivitas sebanding dengan rapat arus, dan (3) Hasil identifikasi bakteri diperoleh 5 isolat dengan hasil isolat A yaitu Aeromonas salmonicida, isolat B yaitu Pseudomonas sp., isolat yaitu C Vibrio gazogenes, isolat D yaitu Photobacterium lipolyticum, dan isolat E yaitu Salinivibrio siamensis.Kata-kata kunci : Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC), hutan bakau, listrikAbstract: Exploiting bacteria to generate electrical energy in an effort to develop a more efficient energy sources and green energy. Sediment Microbial Fuel Cell works by utilizing microorganism contained in the sediments to degrade organic matter and produce electrons transferred to the anode then flowed to the cathode. This study was aimed to compare the experimental production of a strong electric current by mangrove sediments, and determine the effectiveness of the power produced by the mangrove sediments and the influence of pH, conductivity, and salinity of the water against the strong production of electric current, and identify the bacteria contained the SMFC. Implementation of these activities carried out for 5 months from March till July 2013. Sampling was conducted in Pamelisan Sesetan, South Denpasar and in Karang Sewu and Teluk Terima, West Bali National Park. Research activities carried out at the Ecology Laboratory and Microbiology Laboratory, Biology Education Department, Ganesha University of Education, Singaraja. Based on the results of this study concluded that : (1) there is a significant difference in the current density of the sediment samples, but these differences were caused by 2 samples, for samples 1, 3 and 4 do not have significant differences, (2) based on theoretical approaches, salinity, temperature, pH, and conductivity is proportional to current density, and (3) the identification of bacterial isolates obtained 5 with the result that isolates A is Aeromonas salmonicida, isolates B is Pseudomonas sp., isolates C is Vibrio gazogenes, isolates D is Photobacterium lipolyticum and isolates E is Salinivibrio siamensis .Keywords: Sediment Microbial Fuel Cell ( SMFC ), mangrove forests, electricity
DESAIN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SAINS SISWA SMP Mariawan, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendesain model pembelajaran sains (fisika) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan pendekatan research and development. Proses pengembangan model dilaksanakan melalui studi pendahuluan dan ujicoba terbatas pada siswa kelas VII SMP 3 Singaraja. Hasil ujicoba diperoleh simpulan, Pertama, desain model pembelajaran sains SMP dirancang dalam model pembelajaran pemecahan masalah do talk record (DTR). Model pembelajaran pemecahan masalah DTR dapat diterapkan pada mata pelajaran sains (Fisika) di SMP kelas VII dengan karakteristik materi dikemas dalam masalah kontekstual. Metode pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai pemecah masalah serta guru sebagai fasilitator belajar. Implementasi model meliputi: (1) Pendahuluan, yaitu penjelasan singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran, pengembangan suasana partisipatif, orientasi masalah kontekstual, dan pengorganisasian siswa; (2) Inti, yaitu kegiatan do, talk, record. Kegiatan do meliputi identifikasi dan pendefinisian konsep yg terkait dengan masalah, hubungan antar konsep, rencana solusi, dan solusi. Kegiatan talk meliputi diskusi kolaboratif dari hasil kegiatan do. Kegiatan Record meliputi memeriksa dan mendokumentasikan langkah-langkah dan hasil pemecahan masalah dalam bentuk catatan; serta (3) Penutup, yaitu kegiatan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah dalam bentuk refleksi serta rekonstruksi pemikiran dan aktivitas proses pembelajaran. Kedua, implementasi model pembelajaran yang didesain dengan pemecahan masalah do talk record dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses dan kualitas kemampuan pemecahan masalah sains siswa SMP kelas VII. Dampak penggunaan model tersebut antara lain: (a) Meningkatnya aktifitas siswa dalam pembelajaran, (b) peningkatan kemampuan pemecahan masalah, penguasaan konsep, dan (c) menumbuhkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran.Kata-kata kunci: Desain Model Pembelajaran do talk rcord, Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah,Abstract: The study was aimed to design of learning science (physics) model to improve the ability of junior high school students' problem solving. The study was development that uses research and development approach. The process of the development of model conducted through the preliminary study and the trial was limited to students of class VII SMP 3 Singaraja. The conclusions of the test results was obtained, The first, the design of the learning model was designed in the junior high school science teaching problem-solving models do talk record (DTR). The DTR problem solving learning model can be applied to the science subjects (Physics) in class VII SMP to the characteristics of the subject matter packed in contextual problems. The method of learning by placing the students as problem solvers as well as teachers voted facilitators of learning. The implementation of the model covering: (1) Introduction, which is a brief explanation about the purpose and process of learning, the development of participatory ambience, the orientation of the contextual issues, and the organization of students; (2) The core, which is activities of do, talk, record. The do activities include the identification and definition of concepts related to the problem, the relationships between concepts, plan solutions, and solutions. The talk activities covering of collaborative discussion as the results of do activities. The Record activities was covering checking and documenting the steps and the notes of problem solving results; and (3) concluding, which is analysis and evaluation activities of the problem solving process in the form of reflection and reconstruction of thinking and learning activities. The secondly, the implementation of the learning model is designed by problems solving do talk records can be used to improve the quality of the process and the quality of science problem solving ability students of class VII SMP. The impact of the models use, among others, (a) the student Increased of learning activity, (b) the increase in problem solving skills, mastery of concepts, and (c) foster the positive attitude toward students learning process.Keywords: Learning design models of do talk records, The problem solving upgrades
PERAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN MIPA DALAM MENUNJANG ARAH MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Dasna, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan berkelanjutan merupakan kegiatan pembangunan saat ini yang dapat menjaga keberlangsungan lingkungan pada masa yang akan datang sehingga generasi pada masa tersebut dapat melaksanakan kehidupannya tanpa terganggu. Pendidikan sangat berperan dalam menyiapkan generasi yang mempunyai wawasan pembangunan berkelanjutan. Pendidikan MIPA dapat berperan dalam menyiapkan generasi yang dapat memecahkan masalah secara sistematis dan terencana menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran yang menggunaan pendekatan proses akan dapat menghasilkan siswa yang berkarakter jujur, objektif, bekerja keras, berpikir kritis, dan sebagainya seperti yang tercakup dalam sikap ilmiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada makalah ini dipaparkan beberapa peran pelaku pendidikan MIPA seperti pengenalan metode ilmiah pada pendidikan dasar, penggunaan strategi pembelajaran yang relevan dengan hakekat MIPA, dan pengembangan sumber belajar yang berkonteks Indonesia. Sedangkan tantangan pembelajaran MIPA untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan terutama pada pengembangan sistem pendidikan dan pembelajaran MIPA yang mempunyai keseimbangan antara pembelajaran produk, proses, dan pembentukan sikap (ilmiah).