cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ASPEK ABIOTIC DAN BIOTIC ENVIRONTMENT DI KAWASAN WISATA TOYA BUNGKAH, BANGLI Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic and Biotic (AB) Environment di kawasan wisata Toya Bungkah.Penelitian ini dilakukan pada kawasan hutan wisata dan Galian C. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen abiotic dan komponen biotic. Komponen abiotic pada kawasan wisata alam hutan meliputi tekstur tanah dan kemiringan lahan, sedangkan komponen biotic meliputi crown cover, densitas, dan stratifikasi. Untuk kualitas air danau Batur Kualitas air dari faktor abiotic (A) yaitu fisik dan kimia meliputi pH, suhu. DO, BOD, COD, Konduktivitas, Turbiditas, Salinitas, total pospat sebagai P, NO3 sebagai N, Cr, dan komponenbiotic (B) meliputi NVC ikan dan Total Coliform.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematiik sampling.Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotc dan Biotic Environment di kawasan wisata Toya Bungkahpada kawasan hutan alam secara umum tergolong ke dalam kualitas yang sangat buruk, dan untuk kawasan wisata Danau Batur tergolong ke dalam kualitas baik. Dari 12 parameter air Danau Batur yang diteliti, ada 4 parameter telah mengalami pencemaran yakni pH, DO, NVC ikan, dan Total Coliform, sedangkan 8 parameter lagi yakni suhu, BOD, COD, konduktivitas, salinitas, fosfat, nitrat, dan klorin belum tercemar. Kata-kata Kunci: Abiotic dan Biotic Environment,Kualitas Lingkungan Hidup, Toya Bungkah
PEMISAHAN EMAS DARI BATUAN ALAM DENGAN METODE REDUKTOR RAMAH LINGKUNGAN Dasna, I Wayan; -, Parlan -; Susiyadi, Dwi Mei
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan emas pada batuan alam menggunakan metode natrium bisulfit yang ramah lingkungan. Penelitian terdiri dari tahap-tahap: penetapan kondisi optimum metode natrium bisulfit menggunakan larutan standar emas dan penerapan metode natrium bisulfit pada batuan alam yang berada di salah satu wilayah Jawa Timur. Karakterisasi emas yang dihasilkan dianalisis dengan XRF dan EDX. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minimum larutan emas yang dapat dipisahkan dengan metode natrium bisulfit adalah 400 ppm. Metode natrium bisulfit dapat memisahkan emas dari batuan alam yang diperoleh pada dua daerah di Jawa Timur dan menghasilkan rendemen sebesar 1,020% serta memiliki kemurnian sebesar 88,12%.
PERAN KEBUGARAN JASMANI BAGI TUBUH Sudiana, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari Kebugaran Jasmani dapat menggambarkan pada kehidupan seseorang secara harmonis, bersemangat dan kreatif. Dengan kata lain, orang yang bugar adalah orang yang mampu meningkatkan karyanya, berpandangan sehat, cerah terhadap kehidupannya baik untuk saat ini maupun untuk masa depan. Jadi kebugaran jasmani sebagai ciri awal, pendorong dan sumber kekuatan bagi menggerakkan perkembangan dan pertumbuhan jasmani ke arah yang lebih baik, sehingga aspek lain dapat dicapai dengan penuh harapan.Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan tugas dan pekerjaan sehari-hari dengan giat, tanpa mengalami kelelahan yang berarti serta dengan memiliki cadangan energi yang tersisa ia masih mampu menikmati waktu luang dan menghadapi hal-hal darurat yang tidak terduga sebelumnya. Melalui berbagai kegiatan fisik baik kerja berat maupun ringan yang dilakukan secara teratur dan sistematis, dapat diindikasikan bahwa jantung secara progresif memiliki daya (kekuatan) kerja lebih banyak dari biasa, sebelum terbiasa latihan jasmani secara teratur, hal ini ditandai oleh adanya kekuatan irama gerak yang lebih lama dari sejumlah otot yang terlatih untuk mempertahankan keseimbangan system peredaran darah, dan system pernafasan. Karakteristik ini merupakan bagian atau aspek yang sangat penting bagi tercapainya kebugaran jasmani, terutama dari segi kesehatan dan kualitas hidup.VO2 max yang baik merupakan indikasi kebugaran fisik seseorang itu baik. Unsur yang paling penting dalam kebugaran jasmani adalah daya tahan cardiorespirasi atau cardiovasculer. Daya tahan cardiorespirasi ini dipengaruhi oleh berapa faktor fisiologis antara lain: 1).Keturunan, diketahui bahwa 93,4% VO2 max diitentukan oleh faktor genetik; 2).Usia, daya tahan cardiorespirasi meningkat pada usia anak-anak dan kemudian mencapai puncaknya pada usia 18-20 tahun. Anak-anak yang masih tumbuh dan berkembang (13 tahun) bila berlatih akan meningkatkan VO2 max 10-20% lebih besar dari yang tidak terlatih; 3).Jenis kelamin selama akil baliq tidak ada perbedaan antara VO2 max antara anak laki-laki dan perempuan. Setelah usia ini VO2 max perempuan hanya kira-kira 70-75% laki-laki; 4).Aktivitas fisik, laju pemakian oksigen (O2) meningkat sejalan dengan meningkatnya intensitas kerja tergantung sampai tingkat maksimal. Pemakian oksigen (O2) maksimal atau kerja, aerobik maksimal sangat bervariasi bagi masing-masing individu dan meningkat dengan pelatihan yang sesuaiKata-kata kunci: Kebugaran Jasmani, Respirasi, cardiovaskulerAbstract: In everyday life, physical fitness can describe the person's life in harmony, vibrant and creative. In other words, the fit is the one that is able to improve his work, holds a healthy, bright against a good life for today and for the future. So physical fitness as a feature of early, driving and source of strength to drive the development and growth of the body into a better direction, so that other aspects can be achieved with the full expectation.Physical fitness is the body's ability to perform tasks and daily work diligently, without experiencing significant fatigue as well as the remaining energy reserves he was still able to enjoy leisure time and face things unforeseen emergency. Through a variety of physical activities both light and heavy work is done regularly and systematically, it can be indicated that the heart is progressively have power (strength) more work than usual, before accustomed to regular physical exercise, it is characterized by the presence of the power of motion rhythm more longer than the number of trained muscles to maintain balance of the circulatory system, and respiratory system. These characteristics are part or aspect which is very important for the achievement of physical fitness, especially in terms of health and quality of life.VO2 max is a good indication of a person's physical fitness was good. The most important element of physical fitness are cardiovascular endurance or cardiorespiratory. Cardiorespiratory durability is influenced by how many physiological factors, among others: 1) .Descent, note that 93.4% of VO2 max determined by genetic factors; 2) .Age, increased durability cardiorespiratory age children and then peaks at age 18-20 years. Children who are still growing and developing (13 years) when the practice will increase 10-20% VO2 max greater than the untrained; 3) This type of sex during puberty there was no difference between the VO2 max between boys and girls. After this age of women's VO2 max is only about 70-75% of men; 4) physical activity, the rate of consumption of oxygen (O2) increases with increasing intensity of work depends to a maximum level. The use of oxygen (O2) or a maximum work, maximum aerobic varies for each individual and increase the corresponding training.Keywords: Physical Fitness, Respiratory, cardiovascular
MEMPERKOKOH MIPA DAN TEKNOLOGI MELALUI PENDIDIKAN MIPA Permanasari, Anna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berisi kajian pendidikan MIPA dalam memperkokoh MIPA dan Teknologi
PEMANFAATAN JAMUR PELAPUK KAYU JENIS Pleurotus sp UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA TEKSTIL JENIS AZO Sukarta, I Nyoman; Gunamantha, I Made; Hepy Karniawan, Ni Luh
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu, pH dan konsentrasi optimal yang diperlukan oleh Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo jenis remazol red. Subjek dalam penelitian ini adalah jamur pelapuk kayu jenis Pleurotus sp. yang diperoleh dari tempat budidaya jamur tiram putih yang ada di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sedangkan objek penelitian ini adalah pH, konsentrasi dan waktu optimum yang diperlukan oleh Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna tekstil jenis azo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah 7 hari dengan nilai efisiensi sebesar 89,30% dan pH optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah pada pH 5 dengan nilai efisiensi sebesar 91,86%. Sedangkan konsentrasi optimal yang diperlukan oleh jamur Pleurotus sp. untuk mendegradasi zat warna azo adalah 30 ppm dengan nilai  efisiensi sebesar 89,27%.
PENERAPAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Sarya, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah penerapan Mind Mapping dapat meningkatkan Hasil belajar IPA siswa kelas VIIIE Semester 1tahun pelajaran 2015/2016? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian siswa kelas VIIIE pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 29 orang.Data awal Hasil belajar IPA pada pra siklus diperoleh dengan rata-rata 57,93 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran IPA masih sangat rendah mengingat kriteria ketuntasan belajar siswa untuk mata pelajaran ini adalah 65. Hasil ini mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 62,41 dan pada siklus II 71,90. Dengan telah tercapainya rata-rata Hasil belajar IPA 71,90 berarti sudah diatas taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 65, sehingga tindakan dianggap berhasil. Dari segi ketuntasan, diperoleh peningkatan yaitu pra siklus 17%, siklus I 55%, dan siklus II 90%. Dengan tercapainya prosentase ketuntasan pada siklus II 90%, telah melampaui taraf keberhasilan yang ditetapkan yaitu 85%, sehingga tindakan dianggap berhasil. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran Mind mapping merupakan cara yang paling mudah untuk memasukan informasi ke dalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak melalui proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak sehingga Hasil belajarnya meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Penerapan teknik Mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIE semester 1 SMP N 1 Manggis tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar, teknik Mind mapping
TERAPI TESTOSTERON DAN LH (Luteinizing Hormone) MENINGKATKAN JUMLAH SEL LEYDIG MENCIT (Mus musculus) YANG MENURUN AKIBAT PAPARAN ASAP ROKOK Widhiantara, I Gede; I Pangkahila, Wimpie; J Pangkahila, Alex
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap jumlah sel Leydig mencit dan terapi hormon testosteron serta LH dalam meningkatkan kembali jumlah sel Leydig yang menurun akibat paparan asap rokok.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pretest - posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa strain Balb-C umur 2 – 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 54 ekor mencit dibagi tiga kelompok yaitu 18 ekor mencit kelompok kontrol (asap rokok dan terapi aquadest steril), 18 ekor mencit kelompok perlakuan 1 (asap rokok dan terapi testosteron secara intramuscular) dan 18 ekor mencit kelompok perlakuan 2 (asap rokok dan terapi LH secara intramuscular). Sebelum perlakuan, 6 ekor diambil dari setiap kelompok untuk pre-test dengan pembuatan preparat mikroskopis testis dan pemeriksaan jumlah sel Leydig. Sisanya sebanyak 12 ekor dipergunakan untuk post-test 1 yang diberi perlakuan asap rokok selama 35 hari dan post-test 2 yang diberi terapi selama 30 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan jumlah sel Leydig secara bermakna (p<0,05) pada kelompok yang diberi asap rokok. Setelah diberi terapi hormon testosteron serta LH menunjukkan terjadi peningkatan jumlah sel Leydig secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol yang diterapi dengan aquadest steril (P<0,05). Peningkatan jumlah sel Leydig pada kelompok yang diterapi dengan LH lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diterapi dengan testosterone (P<0.05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah sel Leydig mencit dan keadaan ini dapat dipulihkan dengan terapi hormon testosteron serta LH.
IMPLEMENTASI PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Natalia, I.G.A Kartika
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara adalah salah seorang tokoh pendidikan nasional. Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa, untuk mendidik rakyat kecil supaya bisa mandiri. Beliau bercita-cita agar bangsa Indonesia pada masa mendatang memiliki kepribadian nasional dan sanggup membangun masyarakat baru yang bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia. Cara mengajar beliau yang terkenal yaitu menerapkan metodeAmong berarti membimbing anak dengan penuh kecintaan dan lebih mendahulukan kepentingan anak. Dengan demikian anak dapat berkembang menurut kodratnya. Adapun hubungan murid dan pamong seperti keluarga. Cara mengajar dan mendidik dengan menggunakan dengan semboyan Tut Wuri Handayani mengandung arti mendorong anak didik untuk membiasakan diri mencari dan belajar sendiri. Mengemong (anak) berarti membimbing, memberi kebebasan anak bergerak menurut kemauannya. Guru atau pamong mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, bertugas mengamati dengan segala perhatian, pertolongan diberikan apabila dipandang perlu.Dengan menerapkan ajaran Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran matematika, diharapkan pembelajaran matematika akan lebih menarik dan tidak lepas dari budaya Indonesia. Guru bisa menanamkan budaya asli Indonesia, membentuk anak didik menjadi manusia tangguh dalam menyelesaikan masalah, taat asas, mandiri dan bisa menghargai orang lain.Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai andil yang besar dalam mempersiapan anak didik. Salah satu tujuan diberikannya mata pelajaran matematika seperti yang tercantum pada kurikulum adalah siswa dapat memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, konsisten, teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah.Kata kunci: Pandangan Ki Hajar Dewantara, Pembelajaran matematika
AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH YANG MEREGISTRASI MATA KULIAH KIMIA DALAM TUTORIAL ONLINE Silawati, Tutisiana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilaksanakan pengamatan Tutorial Online (Tuton) yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa dalam Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang merupakan Institusi Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), pengamatan dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I/ KIMD4110. Mahasiswa yang diteliti adalah seluruh mahasiswa FMIPA-UT yang meregistrasi mata kuliah tersebut pada masa registrasi pertama pada tahun pelajaran 2012. Jumlah mahasiswa yang meregistrasi mata kuliah Kimia Dasar I adalah 202 orang. Selama Tuton berlangsung selama 8 minggu yaitu dari tanggal 12 Maret sampai 5 Mei, jumlah mahasiswa yang mengikuti Tuton adalah 155 orang. Dari pengamatan selama Tuton berlangsung maka diperoleh data bahwa mahasiswa yang menyelesaikan tugas sebanyak 61 orang dan mahasiswa yang aktif mengikuti diskusi sebanyak 20 orang. Dari data tersebut terlihat bahwa mahasiswa yang aktif berdiskusi pada minggu1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 adalah sebagai berikut: 19 orang, 20 orang, 9 orang, 7 orang, 7 orang, 2 orang, 7 orang dan 4 orang. Sedangkan mahasiswa yang menyelesaikan tugas yaitu: tugas 1, sebanyak 61 mahasiswa, tugas 2 sebanyak 55 mahasiswa dan tugas 3 sebanyak 48 mahasiswa. Diharapkan temuan ini dapat bermanfaat bagi Institusi PTJJ dan institusi Non PTJJ dalam mengembangkan program Tuton sebagai bantuan belajar bagi mahasiswanya.
PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN DAN PEMBUDAYAAN Lanang Wiratma, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang melibatkan para pemimpin bangsa, disebabkan karena tidak seimbangnya kecerdasan yang dimiliki. Kecerdasan intelektual yang dimiliki cukup tinggi namun kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual, belum seimbang untuk menjadi manusia cerdas berkarakter. Gejala rontoknya karakter bangsa dan karakter kemanusiaan sangat banyak terjadi di republik ini. Perkelahian antar kelompok masyarakat, tawuran pelajar, tawuran antar mahasiswa dalam satu universitas banyak menghiasi berita di televisi. Menteri pendidikan nasional menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya. Karakter yang ingin dibangun bukan hanya berbasis pada kemuliaan diri semata, melainkan pada kemuliaan sebagai bangsa. Kebijakan yang ditempuh dengan memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah.  Karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri manusia melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai dari dalam diri manusia, menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku manusia. Pembangunan dan pengembangan karakter dapat ditempuh melalui pembelajaran dan pembudayaan. Strategi yang ditempuh melalui proses pembiasaan melakukan hal-hal yang beretika, empati, berbagi, peduli dan kasih kepada sesama dan lingkungan. Pembudayaan pembangunan karakter mesti didukung oleh lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan keteladanan para pemimpin