cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENINGKATAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERBEDAAN BERAT NATA DE CASSAVA DARI LIMBAH CAIR PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA Widiyanti, Ni Luh Putu Manik; Risitiati, Ni Putu; Mulyadiharja, Sanusi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata yang terbuat dari limbah cair pembutan tepung singkong dinamanakan nata de cassava. Dalam pembuatan nata diperlukan penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang tepat sebagai sumber karbon yang digunakan Acetobacter xylinum membentuk selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan berat nata dari limbah cair singkong yang diberikan konsentrasi sukrosa yang berbeda, (2) konsentrasi sukrosa yang paling optimal dari limbah cair singkong, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain the post test only control group design dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 0,75%, 1,5%, dan 2,25%. Variabel terikat adalah berat nata yang dihasilkan serta kualitas nata yang dilihat dari uji organoleptik nata. Berat nata dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA) satu arah dengan menggunakan SPSS 16 for Windows yang kemudian dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi 5%. Sedangkan data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan bermakna penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap berat nata dari limbah cair singkong dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, (2) konsentrasi optimal sukrosa yang berpengaruh terhadap berat nata yaitu konsentrasi 2,25% dengan berat rata-rata 19,7 gram,Kata Kunci: Peningkatan berat nata de cassava, limbah pembuatan tepung tapioka, konsentrasi sukrosa
CRI SEBAGAI PENDETEKSI KARAKTERISTIK KONSEPSI SAINS SISWA Mariawan, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarakteristik konsepsi sains siswa meliputi memahami konsep, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Instrumen pendekteksi karakteristik konsepsi sains siswa adalah Certainty of Response Index (CRI). CRI merupakan ukuran tingkat keyakinan/kepastian responden menjawab setiap item tes. Tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban setiap item tes digunakan criteria 0 = jawaban sama sekali ditebak, 1 = jawaban hampir ditebak, 2 = tidak yakin, 3 = yakin, 4 = hampir yakin, 5 = sangat yakin. Perbedaa karakteristik konsepsi sains siswa dicari menggunakan kriteria: jawaban benar dan CRI tinggi (>=2.5) berarti memahami konsep, jawaban salah tetapi CRI tinggi berarti miskonsepsi, jawaban benar atau salah dengan CRI rendah (<2.5) berarti tidak tahu konsep. Ujicoba terbatas dilakukan pada 22 siswa kelas IX SMP 3 singaraja dengan pokok bahasan gaya dan gerak, usaha, dan energi. Hasil ujicoba terbatas menunjukkan bahwa (a) 12.50% siswa memahami konsep gaya dan gerak, 26,00% siswa memahami konsep energi, dan 40% siswa memahami konsep usaha, (b) 81.82% siswa miskonsepsi konsep gaya dan gerak, 50.00% siswa miskonsepsi konsep energi, dan 45.45% siswa miskonsepsi konsep usaha. (c) 10,23% siswa tidak tahu konsep gaya dan gerak, 24,65% siswa tidak tahu konsep energi, dan 15,91% siswa tidak tahu konsep usaha,
ANALISIS KUALITAS DAN TOKSISITAS AIR LIMBAH TEKSTIL YANG DIOLAH DALAM REAKTOR SISTEM ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI YANG TERAMOBIL PADA BATU VULKANIK Sastrawidana, I Dewa Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kualitas dan toksisitas hasil pengolahan limbah tekstil menggunakan konsorsium bakteri yang diisolasi dari limbah tekstil. Sistem pengolahan yang digunakan adalah kombinasi anaerob-aerob, dimana pada reaktor anaerob menggunakan konsorsium bakteri yang terdiri dari Aeromonas sp.ML6, Aeromonas sp.ML14, Pseudomonas sp.ML8 dan Flavobacterium sp. ML20 sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Plesiomonassp.SB1, Plesiomonassp.SB2, Vibrio sp.SB1,Vibrio sp.SB2 dan Vibrio sp.SB3. Proses pengolahan dengan lama waktu tinggal limbah 3 hari pada masing-masing reaktor menghasilkan kualitas limbah di bawah baku mutu yang dipersyaratkan dalam KepMen LH No. 51/MENLH/10/1995. Teknologi ini menghasilkan efisiensi perombakan warna, TDS, TSS, COD dan BOD masing-masing sebesar 95,72%, 80,87%, 87,50%, 98,38% dan 93,90%. Tingkat toksisitas limbah tekstil setelah mengalami pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengolahan
LATIHAN FISIK DAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE LESTARI, NI MADE SRI DEWI
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoporosis atau keropos tulang merupakan penyakit kronik dimana terjadi penurunan masa tulang. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia dan jumlahnya meningkat setiap tahunnya. Data dari WHO pada tahun 2010 diketahui bahwa di seluruh dunia ada sekitar 200 juta orang yang menderita Osteoporosis. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria terutama setelah wanita mengalami menopause karena pada masa ini hormon estrogen yang membantu pengangkutan kalsium kedalam tulang jumlahnya berkurang. Pada tahun 2050 diperkirakan angka patah tulang pinggul karena osteoporosis akan meningkat 2 kali lipat pada wanita daripada pria. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya osteoporosis salah satunya adalah dengan melakukan latihan fisik. Latihan fisik dapat meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan otot yang akan menyokong tulang. Latihan fisik yang direkomendasikan pada wanita menopause seperti berjalan, joging, bersepeda, renang dan chi. Latihan fisik ini harus dilakukan dengan baik, teratur, dan tidak boleh terlalu berlebihan atau berat karena dapat memicu peningkatan pembuangan masa tulang.Kata kunci: latihan fisik, osteoporosis, menopause
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN C/N DALAM MEDIUM DEGRADASI TERHADAP KEMAMPUAN BAKTERI DALAM MENDEGREDASI MINYAK SOLAR Ristiati, Ni Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSumber pencemaran yang paling tinggi disebabkan oleh tumpahan minyak bumi khususnya minyak solar yang terjadi di lingkungan akuatik. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran tersebut dengan cara fisik, kimia, dan biologis. Penggunaan bakteri merupakan salah satu cara yang paling efisien dan ramah lingkungan untuk melakukan biodegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis-jenis bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar di perairan pelabuhan Celukan Bawang, dan (2) efektivitas penambahan C/N dalam medium degradasi terhadap kemampuan bakteri dalam mendegradasi minyak solar. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif, dan eksperimental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara (1) pengambilan data di lapangan, (2) analisis sampel di laboratorium.Berdasarkan hasil karakterisasi didapatkan lima isolat bakteri yaitu (1) Bacillus (isolat E dan G2), (2) Pseudomonas (isolat D dan G1), (3) Acetobacter (isolat H), (4) Halomonas (isolat F), dan (5) Neisseria (isolat A, B, dan C2). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman bakteri pendegradasi minyak solar di Pelabuhan Celukan Bawang tergolong sedang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh ada perbedaan efektivitas penambahan urea pada media isolasi terhadap kemampuan bakteri mendegradasi minyak solar dengan nilai statistik hitung (21,129) > statistik tabel (11,07), maka Ho ditolak. Dari hasil uji diketahui peringkat perlakuan yang menghasilkan kadar asam oktanoat paling tinggi, yaitu kadar 2 ppm karena kadar asam oktanoat yang dihasilkan rata-rata sebesar 13, 90 mg.
MODEL PEMBELAJARAN MIPA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER BANGSA SISWA SMP Putu Arnyana, Ida Bagus; Suastra, I Wayan; Sugiarta, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan dari penelitian ini adalah (a) mengembangkan model pembelajaran MIPA berbasis budaya local, (b) mengetahui dan membahas model pembelajaran MIPA dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP, dan (c) mengetahui dan membahas model pembelajaran MIPA berbasis budaya local dalam meningkatkan karakter bangsa siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan selama setahun, yaitu penelitian Reserach and Development yang dimodifikasi menjadi tiga langkah penting, yaitu analisis kebutuhan (need asessment), perancangan prototipe model, dan uji coba model. Dalam pengembangan ini melibatkan para pakar dari FMIPA Undiksha, guru MIPA SMP Negeri 1 Singaraja, dan siswa kelas  VII SMP Negeri 1 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pembelajaran yang dikembangkan memiliki sintaks: Langkah 1 mengamati fakta tentang budaya atau kearifan lokal yang relevan dengan materi yang akan dipelajari siswa. Langkah 2 menanya, mengajukan pertanyaan. Langkah 3 mengumpulkan informasi, terkait pertanyaan yang dibuat di atas.  Langkah 4 mengasosiasi atau menalar untuk mengkaji informasi, mengaitkan antara budaya lokal yang dipelajari dengan sains barat sehingga diperoleh kesimpulan atau keputusan. Langkah 5 megkomunikasi menyusun laporan kegiatan dan memperesentasikannya dihadapan kelas. (2) Model pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yaitu 75% siswa berkatagori sangat baik dan 25% siswa berkatagori baik. (3) model pembelajaran berbasis budaya lokal yang dikembangkan dapat meningkatkan karakter bangsa siswa sampai kategori baik dengan rata-rata skor 4,2.
STRUKTUR DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN DI SEPANJANG PANTAI PEMBUDIDAYAN UDANG DI LAUT LEPAS DESA SANGSIT, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan keanekaragaman spesies tumbuhan di sepanjang pantai Desa Kerobokan-Desa Sangsit- dan Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan,, Kabupaten Buleleng, sebagai batas ekologis dalam usaha pembudidayaan udang di laut lepas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang ada di dalam vegetasi pantai Desa Kerobokan-Desa Sangsit- dan Desa Giri Mas. Sampel penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang terkover oleh kuadrat dengan ukuran 10x10 m sebanyak 17 kuadrat. Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan teknik sistematik sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau metode survey kayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Komposisi spesies tumbuhan sepanjang pantai Desa Kerobokan-Desa Sangsit, dan Desa Giri Mas adalah sebanyak 21 spesies yang terdiri atas spesies tumbuhan yang bernilai ekonomi, peneduh, keperluan rumah tangga, pakan ternak, dan juga tumbuhan liar; (2) Indeks keanekaragaman spesies rata-rata adalah sebesar 2,3640 yang termasuk ke dalam kategori sedang; dan (3) Kegiatan pembudidayaan udang di laut lepas Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng, belum memberikan dampak negatif terhadap vegetasi pantai sebagai batas ekologis dari usaha pembudidayaan udang tersebut.Kata Kunci: Struktur, Keanekaragaman Spesies, Budidaya Udang, Laut Lepas AbstractThe aims of this research was to determine the structure and diversity of plant species along the coast of the Kerobokan Village - Sangsit Village - and Giri Mas Village, Sawan District, Buleleng Regency, as the ecological limits of the cultivation of shrimp on the open seas. The population in this research were all of plant species in the coastal vegetation Kerobokan Village - Sangsit Village - and Giri Mas Village. The samples were all of plant species are excluded by the square with a size of 10x10 m by 17 squares. Sample collection technique is the systematic sampling technique. The method used in this research is the square method or survey timber methods. The results of this research showed that (1) The composition of plant species along the coast of the Kerobokan Village-Sangsit Village-and Giri Mas Village are as many as 21 species consisting of plant species of economic value, shade, household, animal feed, and also wild plants; (2) species diversity index average is equal to 2.3640 which including into the midle category; and (3) shrimp ciltivation activities on the open seas Sangsit Village, District of Sawan, Buleleng regency, not a negative impact on coastal vegetation as the ecological limits of the shrimp cultivation effort.Keywords: Structure, Species Diversity, Shrimp Cultivation, Open Seas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA: PENGETAHUAN AWAL, APRESIASI MATEMATIKA, DAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Irawan, I Putu Eka; Suharta, I Gusti Putu; Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan memecahkan masalah matematika dengan menggunakan pemahaman sebelumnya atau kajian-kajian yang relevan secara logis dan teliti untuk menghadapi situasi yang tidak rutin. Para guru cenderung hanya menyoroti tentang metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terutama faktor internal seperti kemampuan pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis. Pengetahuan awal mempermudah dan membantu siswa untuk menguasai materi pokok. Apabila pengetahuan awal dapat dimanfaatkan dengan baik dalam memahami materi baru, maka akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Apresiasi matematika dapat menimbulkan gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika. Gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Kecerdasan logis matematis membuat siswa dapat mengaitkan informasi-informasi yang terdapat dalam masalah dengan metode-metode yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika dan dalam melakukan perhitungan matematis. Sehingga kecerdasan logis matematis sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengetahuan awal, apresiasi matematika, dan kecerdasan logis matematis dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa. Kata-kata Kunci: pengetahuan awal, kecerdasan logis matematis AbstractAbility to solve mathematical problems using a previous understanding or relevant studies logically and carefully to deal with situations that are not routine. Teachers tend to only sheds light on learning methods are used to improve students' mathematical problem solving abilities. But there are other factors that affect students' mathematical problem solving ability, especially internal factors such as the ability of prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence. Prior knowledge can help students to master the subject matter. If the initial knowledge can be put to good use in understanding the new material, it will affect the ability of mathematical problem solving. Appreciation of mathematics can passion and serious attention in learning mathematics. Passion and serious attention in learning mathematics can improve the ability of mathematical problem solving. Logical mathematical intelligence enables students to associate the information contained in trouble with the appropriate methods for solving mathematical problems and to perform mathematical calculations. So the logical mathematical intelligence greatly affect the ability of solving mathematical problems. Prior knowledge, appreciation of mathematics and mathematical logical intelligence may affect the ability of mathematical problem solving in students.  Keyword: prior knowledge, mathematical logical intelligence
ANALISIS POTENSI DAN KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS PENDIDIKAN TERPADU Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi trumbu karang.
Pembelajaran Sains di Era Revolusi Industri 4.0 Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menyebabkan perubahan di berbagai sendi kehidupan manusia. Perubahan itu juga menuntut manusia menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 agar dapat bertahan dan mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam meyikapi perubahan tersebut, pendidikan secara khusus pada pembelajaran sains memiliki tanggung jawab untuk menciptakan manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penyesuaian cara pandang pembelajaran sains dan karakteristik era Revolusi Industri 4.0. Penyesuaian cara pandang pembelajaran sains merujuk pada titik temu antara karakteristik kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 dan hakikat sains sebagai nilai, proses, dan produk serta pelaksanannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, diartikan bahwa pemberdayaan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 melalui pembelajaran sains harus tetap berada di dalam koridor sains sebagai nilai, proses, dan produk. Setidaknya dapat ditemukan tiga aspek penyesuaian pembelajaran sains dan kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 meliputi: 1) pergeseran teori pembelajaran sains dari pedagogi ke andragogi; 2) penggunaan blended learning; dan 3) pemberdayaan keterampilan berkolaborasi dalam pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyesuaian tersebut menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, para pendidik diharapkan tetap berinovasi dan menyesuaikannya dengan konteks, kebutuhan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0.