cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PEMBELAJARAN YABNG DISERTAI DENGAN GERAKAN DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNDIKHSA, SINGRAJA-BALI Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (2) perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan sama subjek atau treatment by subjek design. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Semester I Kelas B Jurusan Pendidikan Biologi Semester I Fakultas Pendidikan MIPA, Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2011/2012 yang mengikuti mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data tentang hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan untuk keluhan muskuloskeletal dikumpulkan dengan menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji t paired. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata prestasi belajar sebelum proses pembelajaran adalah sebesar 0,00 atau 0,00%. Hasil uji beda menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum proses pembelajaran antara Model I dan Model II adalah tidak bermakna (p > 0,05) dan komparabel; (2) ada perbedaan keluhan muskuloskeletal mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Lingkungan berorientasi kearifan lokal antara yang menggunakan pendekatan konvensional (Model I) dengan pendekatan kooperatif STAD disertai gerakan-gerakan dinamis (Model II). Beda rerata keluhan muskulosekletal mahasiswa sebelum proses pembelajaran berlangsung antara Model I dan Model II adalah sebesar 0,98 atau perbedaannya hanya mencapai 3,37% dan komparabel. Hasil uji beda menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05). Uji beda dari selisih keluhan muskuloskeletal sesudah proses pembelajaran dengan sebelum proses pembelajaran menunjukkan nilai yang bermakna (p < 0,05).
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Kimia SMA Kelas X Dalam Materi Hidrokarbon Kurniawati, Ivatul Laily; Amarlita, Dhamas Mega
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar PBL pada materi hidrokarbon, (2) mengetahui kelayakan bahan ajar PBL hasil pengembangan dalam materi pokok senyawa hidrokarbon, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media hasil pengembangan dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakan bahan ajar PBL. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup tahap-tahap: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan ini hanya sampai pada tahap develop. Uji coba lapangan terbatas dilakukan di SMA Negeri 1 Tulehu, Maluku. Hasil pengembangan adalah bahan ajar berbasis masalah , yang layak digunakan. Efektivitas bahan ajar PBL dilihat dari hasil belajar yang diperoleh dari siswa dalam uji coba lapangan terbatas. Ketuntasan belajar siswa yang menggunakan bahan ajar PBL adalah 100%, atau tidak satu pun siswa yang tidak tuntas belajar.
Studi Tentang Jenis-Jenis Ikan Pelagis Yang Hidup di Perairan Neritik dalam Wilayah Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua ikan pelagis merupakan ikan bernilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia, dan merupakan komoditas handalan para nelayan di seluruh dunia, termasuk di Buleleng. Ragam ikan pelagis di perairan neritik wilayah Kecamatan Buleleng sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sehingga perlu diteliti agar komposisi jenis dan kemelimpahannya dapat diketahui secara pasti. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, penangkapan, wawancara dan pencatatan langsung di lima lokasi dalam wilayah perairan neritik Kecamatan Buleleng yaitu perairan pantai Banyuning, Kampung Baru, Kayu Buntil, Pemaron dan Anturan. Hasil dari penelitian ini adalah ; 1) terdapat 39 jenis ikan pelagis, yang mana sepuluh diantaranya yang cukup menonjol adalah tongkol (Euthynus sp), kembung (Rastrelinger sp), layang (Decapterus russelli), selar (Selaroides leptolepis), lemuru (Sardinella longisep), tembang (Sardinella fimbriata), cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna sirip kuning ( Thunus albacores), tuna albakor (Thunus alalunga), dan tuna bata besar (Thunus obesus) ; 2) dari 39 jenis ikan pelagis yang ada, terdapat dua jenis yang berstatus langka yaitu ikan matahari (Mola mola) dan ikan napoleon (Cheilinus 1ndulates)Kata-kata kunci : Keanekaragaman, Ikan Pelagis, Buleleng.ABSTRACTAll of pelagic fishes are an important economic fishes in human lifes, and as a main commodities for fisherman in the world, including fisherman in Buleleng. The diversity of pelagic fishes in neritic waters in Buleleng district until this time are not know certainly, thus very important to research in order to their composition and abundance can identify certainly. This research used direct observation, capturing, interview and recording methods in five places involve in neritic waters of Buleleng district ie Banyuning beach, Kampung Baru beach, Kayubuntil beach, Pemaron beach, and Anturan beach. The results of this research are ; 1) there are 39 species pelagic fishes, which ten species of that which dominated are little tuna (Euthynus sp), Indian mackerel (Rastreligger sp), Indian scad (Decapterus russelli), yellowstripe scad (Selaroides leptolepis), Indian oil sardine (Sardinella longisep), fringescale sardine (Sardinella fimbriata), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), yellowfin tuna ( Thunnus albacores), albacore tuna (Thunnus alalunga), dan big eyes tuna (Thunnus obesus) ; 2) two species of 39 pelagic fishes species which are in rare condition are sunfish (Mola mola) and giant maori wrasse (Cheilinus undulates).Key words : diversity, pelagic fishes, Buleleng
PMRI DAN INKUIRI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH Primasari, Ni Putu Dian
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, prestasi matematika siswa di Indonesia kurang menggembirakan. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sebagai tujuan utama pembelajaran matematika, teridentifikasi sangat lemah. Oleh karena itulah diperlukan alternatif pembelajaran yang tepat. Dalam tulisan ini akan dipaparkan dua tipe pembelajaran yaitu pembelajaran dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Pembelajaran Inkuiri. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan pembelajaran yang bertitik tolak pada hal nyata dan pernah dialami serta dibayangkan oleh siswa sedangkan pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah dimana siswa mengasimilasi suatu konsep atau prinsip, misalnya mengamati, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan dan sebagainya.Melalui PMRI siswa belajar membuat hubungan antara pengetahuan yang telah dimilikinya dengan pengetahuan yang akan dipelajarinya, oleh karena itu penting bahwa konteks yang digunakan adalah konteks yang telah dipahami atau dapat dibayangkan oleh siswa sehingga mampu menghasilkan modelnya sendiri dan menggunakan model yang dibuatnya tersebut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Melalui pembelajaran Inkuiri yang mengembangkan cara berpikir ilmiah tentunya akan melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika. Berdasarkan pemaparan ini maka upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa melalui penerapan pembelajaran yang tepat yaitu PMRI dan pembelajaran Inkuiri. Kata Kunci : PMRI, Inkuiri, Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Matematika. AbstractThe achievement of students in Indonesia for math subject generally was not satisfy enough. Their ability to think critically and think for problem solving as the main purpose of learning math was so low. Thus, the alternative teaching method was required. In this study, there will be two types of teaching method presented namely Teaching method with Mathematical Realistic Education of Indonesia (pembelajaran dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia/ PMRI) and Inquiry based learning (Pembelajaran Inkuiri). PMRI is the method which is connecting learning material with students’ experiences meanwhile Inquiry based learning is a teaching activity which is done by putting and developing critical thinking in students. In Inquiry method, students were synthetizing concept like observing, classifying, explaining, measuring and make a conclusion.                Through PMRI, students learned how to create connection between their prior knowledge with the upcoming knowledge, thus, the context used was very important to be able to be pictured or understood by students so they can make their own model to solve the given problem. Through Inquiry based learning, students were developing critical thinking in solving problem in Math subject.                Based on the explanation above, the solutions that was taken by teacher to solve the problem about students’ critical thinking and their solving problem ability were PMRI and Inquiry based learning. Keyword: PMRI, Inquiry, Critical thinking, Problem Solving in Math
PROGRAM DOKTER KECIL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sri Wahyuni, Ni Putu Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah merupakan generasi muda penerus bangsa yang jumlahnya besar dan terorganisisr dengan baik dalam wadah sekolah dan mudah dimotivasi. Kelompok ini merupakan sasaran strategis dalam pembinaan kesehatan, perilaku baik yang ditanamkan sejak dini akan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.  Pada siswa Sekolah Dasar masalah kesehatan yang ada disebabkan oleh perilaku hidup bersih dan sehat yang rendah. Dilihat dari segi usia, siswa Sekolah Dasar termasuk dalam kelompok usia yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan masih rentan terjangkit beberapa penyakit, dimana resiko ini juga bisa mereka alami selama berada di lingkungan sekolah. Pembinaan kesehatan anak usia sekolah dilakukan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Salah satu pendekatan program UKS adalah melibatkan partisipasi peserta didik sebagai penggerak perilaku hidup bersih dan sehat melalui program dokter kecil, sebagai upaya strategis dalam melibatkan peran serta aktif masyarakat sekolah melalui pendekatan kelompok teman sebaya (peer group) yang mempersiapkan peserta didik menjadi penggerak hidup bersih dan sehat , baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.  Tujuan program dokter kecil ini adalah meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal, demi mewujudkan proses belajar mengajar yang berkualitas.
PERANAN BUDAYA BALI DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah menyampaikan pikiran tentang peranan budaya bali dalam mengembangkan pendidikan karakter. Indonesia yang pada saat ini mengalami masalah karakter bangsa yang ditunjukkan dengan rendahnya sopan santun para remaja, tawuran, budaya nyontek dan perilaku pejabat yang korup memberikan gambaran bahwa dalam melaksanakan pendidikan baik di sekolah, keluarga, dan masyarakat kurang membangun karakter bangsa ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengggali karakter bangsa khususnya budaya yang ada di Bali untuk diintegrasikan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. (a) Budaya bali yang dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter adalah: (1) Tumpek Uduh, (2) Tumpek Kandang, (3) tattwan asi, (4) subak, (5) salunglung sebaya taka, (6) asta kosala-kosali, (7) salam Shanti, (8) Hari Raya Nyepi, (9) ngopin, (10) medelokan, (11) resik, (12) menyama beraya, (13) eling, (14) swadharma, dan (15) budaya-budaya lainnya. (b) Budaya-budaya bali ini dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter dengan jalan: (1) mengintegrasikan dalam membangun budaya sekolah, (2) mengintegrasikan dalam mebangun budaya kelas, dan (3) mengintegrasikan dalam pembelajaran, baik dalam melaksanakan pendidikan maupun mengangkat budaya bali yang sesuai atau relevan dengan materi pelajaran dalam pembelajaran.Kata-kata kunci: Pendidikan karakter, budaya bali
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE DPPH Martiningsih, Ni Wayan; Widana, Gede Agus Beni; Kristiyanti, Putu Lilik Pratami
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Sampel daun matoa yang digunakan berasal dari daerah Banyuasri, Singaraja. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil maserasi tersebut kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental etanol sebanyak 10,44 gram. Ekstrak kental etanol dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Analisis kekuatan antioksidan dilakukan dengan menghitung nilai IC50 yang didasarkan pada persen peredaman radikal bebas oleh sampel uji. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan perbandingan antara IC50 dari sampel ekstrak etanol daun matoa dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia terhadap ekstrak kental etanol daun matoa mengindikasikan adanya senyawa flavonoid dan tanin. Berdasarkan perhitungan nilai IC50 diperoleh hasil bahwa nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 45,78 ppm dan vitamin C sebesar 7,53 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa lebih lemah dibandingkan dengan vitamin C. Kata-kata Kunci: daun matoa, skrining fitokimia, antioksidan, DPPH AbstractThis research aimed at evaluating the  secondary metabolites as well as antioxidant properties of the ethanol extract of matoa leaves (Pometia pinnata). The research samples were collected at Banyuasri, Singaraja. The extract of matoa leaves was prepared by maceration in ethanol and followed by evaporation using rotary evaporator to give 10,44 gram of crude extract. Crude extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening.The antioxidant properties was calculated by measuring the reduction precentage of free radical DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). The antioxidant strength was determined based on comparison between IC50 from ethanol extract of matoa leaves with vitamin C. Phytochemical screening of the extract strongly indicated the presence of flavonoid and tanin. The IC50 value of ethanol extract is 45,78 ppm and vitamin C is 7,53 ppm. These values suggested that the ethanol extract of matoa leaves exhibited weak antioxidant properties compound to that of vitamin C. Keywords : matoa leaves, phytochemical screening, antioxidant, DPPH
ANALISIS VARIATIF GRAVITASI BUMI DI BERBAGAI KOORDINAT DENGAN AYUNAN SEDERHANA Artawan, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dilakukan pengukuran besarnya percepatan gravitasi bumi (g) diberbagai koordinat di muka bumi. Variatif besarnya percepatan gravitasi bumi di muka bumi ini bisa dijadikan indikator potensi terjadinya bahaya bencana alam utamanya tsunami yang nantinya data ini bisa dikembangkan sebagai penunjang untuk menciptakan alat berupa detektor potensi terjadinya tsunami di suatu tempat atau posisi tertentu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperiment dengan ayunan sederhana. Data diambil diberbagai koordinat tertentu atau posisi yaitu di lantai dasar, lantai dua, di dalam lift, di dalam mobil dan di dalam air. Hasil yang diperoleh untuk g di lantai dasar sebesar 9,7 m/s2, g di lantai dua sebesar 8,93m/s2, g di dalam lift sebesar 12,31 m/s2, g didalam mobil sebesar 10,26 m/s2 dan g di dalam air sebesar 15,31 m/s2. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa besarnya percepatan gravitasi di setiap tempat di muka bumi ini ternyata bervariasi. Hal ini disebabkan oleh besar kecilnya gaya yang ada pada sistem dimana posisi atau koordinat itu berada. Rata-rata simpangan besarnya percepatan gravitasi hasil eksperiment dengan besarnya percepatan gravitasi umum sebesar 19,28%.
MISKONSEPSI SISWA SMA DI BALI TENTANG DINAMIKA Suma, Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam miskonsepsi tentang dinamika siswa SMA Negeri di Bali. Penelitian deskriptif ini melibatkan 15 SMA Negeri di Bali yang merupakan perwakilan dari Wilayah Bali Barat, Timur, Tengah, Selatan dan Utara. Ke lima belas sekolah itu dikelompokkan menjadi 6 sekolah vavorit dan 9 sekolah nonvavorit. Jumlah sampel siswa dari sekolah vavorit adalah 386 orang dan jumlah sampel siswa dari sekolah nonvavorit adalah 430 orang. Data tentang ragam miskonsepsi siswa dikumpulkan dengan tes diagnostik dinamika dengan indek reliabilitas r=0,401, yang dihitung dengan formula K-R 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hanya 5% sampai 40% siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Bali yang memiliki konsep ilmiah dalam dinamika; (2) Sebagian besar siswa (> 60%) siswa SMA kelas XI IPA SMA Negeri di Bali mengalami miskonsepsi tentang dinamika; (3) ragam miskonsepsi tentang dinamika siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Bali bersesuaian dengan miskonsepsi siswa-siswa di berbagai negara.Kata kunci: miskonsepsi, ragam miskonsepsi, tes diagnostik mekanikaAbstractThe objective of this study was to describe a various misconceptions on dynamics of XI grade student of science department of Senior High School in Bali. This descriptive study involving 15 High School in Bali which is representative of the area of west Bali, east,central,south and north. That 15 school are grouped into 6 favorite school and 9 non-favorite school. Number of samples of students from favorite school are 386 people and the number of samples of non-favorite school are 430 people. Data about various students misconception collected using a dynamics diagnostic test with reliability index r=0,401, which is calculated by the K-R 20 formula. The result showed that : (1) only 5% up to 40% of grade XI student of science department of Senior High School in Bali had scientific conception on dynamics, (2) most of grade XI student of science department of Senior High School student in Bali (>60%) had misconceptions about dynamics, (2) student misconception about dynamics in Bali in mutual accord with misconceptions in various countries.Key Word: scientific conception, misconceptions, dynamics, mechanics diagnostic test
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MIPA UNTUK MENUNJANG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT) Suparno, Paul
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-