cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
ANALISIS PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEN LOKAL PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA NEGERI 3 SINGARAJA Sepmiarni, Ni Ketut; Kirna, I Made; Subagia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan konten lokal yang telah diintegrasikan dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 3 Singaraja; (2) menjelaskan relevansi konten lokal yang telah diintegrasikan pada pokok bahasan kimia dalam pembelajaran; (3) menjelaskan posisi konten lokal dalam pembelajaran kimia; serta (4) menjelaskan cara pengintegrasian konten lokal dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kimia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan observasi. Analisis data dideskripsikan dan diinterpretasikan baik secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 10 konten lokal telah diintegrasikan dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 3 Singaraja; (2) konten lokal yang telah diintegrasikan dalam pembelajaran kimia semuanya kurang relevan sebagai konten lokal, enam konten lokal relevan diintegrasikan dalam pokok bahasan kimia sebagai konteks, dilihat dari esensi budaya lokal dan esensi konten kimia; (3) posisi konten lokal dalam pembelajaran terdapat pada bagian pendahuluan sebagai motivasi dan kegiatan inti sebagai materi pembelajaran; (4) pengintegrasian konten lokal dilakukan melalui dua cara, yaitu (a) guru bercerita atau memberikan pernyataan yang menimbulkan pertanyaan; dan (b) guru melakukan aktivitas bersama siswa seperti berdiskusi atau praktikum yang berhubungan dengan konten lokal dan materi yang dipelajari.Kata kunci: pembelajaran kimia, budaya, konten lokalAbstractThis research aimed to: (1) describe the local content that has been integrated in chemistry learning at SMAN 3 Singaraja; (2) explain the relevance of local content has been integrated with chemistry topics in chemistry learning; (3) explain the position of local content in chemistry learning; and (4) explain the way to integrate local content in chemistry learning at SMAN 3 Singaraja. This research was qualitative research. Subject involved in this research was chemistry teacher at SMAN 3 Singaraja. Data collection techniques used were document study and observation. The data were described both quantitatively and qualitatively then analyzed interpretatively. The results of this research revealed that: (1) as many as 10 local content have been integrated in the chemistry learning at SMAN 3 Singaraja; (2) six local content relevant integrated in chemistry learning as context, seen from the essence of local culture and the essence of chemistry content; (3) the position of local content in the opening of teaching as motivation while in the main activity as learning materials; (4) the integration of local content was delivered through two ways, namely: informing and conducting activities. First, the teacher was informing local content as statement to raise questions. Second, the teacher was conducting activities with students, such as discussion or experiment related to local content and the topic being studied.Keywords: chemistry learning, culture, local content
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN AUTENTIK PEMBELAJARAN IPA KONTEKSTUAL TERINTEGRASI DENGAN MODEL PENGAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA SMP Nyoman Setiawan, I Gusti Agung
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mewujudkan model asesmen pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kontekstual terintegrasi dengan model pengajaran berpikir tingkat tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP. Penelitian ini direncanakan bertahap selama tiga tahapan. Untuk tahap ketiga tahun ini, target yang ingin dicapai adalah: 1) Uji komparasi Rancangan model assesmen autentik pembelajaran IPA kontekstual terintegrasi dengan model pengajaran kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; 2) Mendapatkan respon dari guru tentang Rancangan model assesmen autentik pembelajaran IPA kontekstual terintegrasi dengan model pengajaran berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan the post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model assesmen autentik pembelajaran IPA kontekstual anatara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: Asesmen IPA kontekstual, pengajaran berpikir, kompetensi siswa SMP
MEMBANGUN KARAKTER MANUSIA INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS -, Liliasari -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sains (Biologi, Fisika,Kimia) sangat penting dalam segala aspek kehidupan, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia membentuk masyarakat yang melek sains namun tetap berkarakter bangsa. Pendidikan Matematika senantiasa diperlukan untuk melengkapi pendidikan Sains agar lebih bermakna dan sederhana. Secara utuh esensi  pendidikan Sains dan Matematika adalah membangun kemampuan berpikir yang dikenal sebagai keterampilan generik Sains. Keterampilan ini dikenal sebagai keterampilan berpikir sains.Pengembangan berpikir sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan sekaligus dapat membangun karakter bangsa. Sains yang bersifat unity in diversity sejalan dengan falsafah bangsa indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian melalui belajar sains dapat pula dikembangkan karakter bangsa.   Kata-kata kunci: keterampilan generik sains, karakter bangsa
Mengakomodasi Minat Siswa Dalam Pembelajaran Matematika di Tingkat Sekolah Menengah (SMP) (Suatu Kajian Teoritis) Putra, Putu Eka
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tidak dapat ditransfer dari pendidik kepada peserta didik begitu saja. Pandangan ini jelas disampaikan oleh aliran filsafat kontruktifis, bahwa pengetahuan hanya dapat diperoleh dari individu yang aktif untuk berpikir dan membangun pengetahuannya sendiri. Individu dalam hal ini peserta didik dalam proses belajarnya dapat secara aktif mengkontruksi pengetahuan yang diperlukannya sehingga akan diperoleh pemahaman terhadap suatu konsep matematika menjadi lebih baik. Faktanya cukup sulit untuk dapat melatih atau mengarahkan peserta didik untuk mampu melakukan hal tersebut. Permasalahan yang sering terjadi guru yang bertindak sebagai pendidik mengharapkan siswa terampil dalam suatu topik tertentu, sedangkan bagi peserta didik belum tentu tertarik pada topik apa yang disampaikan oleh guru. Teori pembelajaran mengatakan bahwa peserta didik akan dengan senang hati untuk belajar jika mereka memiliki minat yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya. Upaya untuk mengakomodasi minat peserta didik terhadap pembelajaran matematika menjadi suatu hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Perlu adanya suatu dialog antara peserta didik dengan guru yang sifatnya terbuka untuk membangun suatu kesepakatan, yang tujuannya tiada lain untuk memberdayakan peserta didik itu sendiri sehingga potensi dan kemampuannya dalam matematika dapat berkembang dengan baik.Kata Kunci : Mengakomodasi, Minat, dan Pembelajaran Matematika
DRY LAB SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN MUTU PRAKTIKUM Yuliatmoko, Welli
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPraktikum adalah subsistem yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menguasai keterampilan tertentu yang berkaitan dengan suatu pengetahuan. Karena kompetensi yang hendak dicapai oleh suatu kegiatan praktikum tergolong dalam ranah psikomotor maka kegiatan praktikum khususnya di laboratorium mutlak harus dilakukan. Namun kenyataannya, beberapa kegiatan praktikum di laboratorium sering kali tidak seluruhnya dapat dipraktekan oleh para peserta didik. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti biaya, waktu, Sumber Daya Manusia, dan sarana dan prasarana. Sementara itu, kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi memungkinkan dikembangkan beberapa program yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk meningkatkan mutu kegiatan praktikum di laboratorium. Salah satunya adalah program Dry Lab. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan Dry Lab sebagai alternatif peningkatan mutu kegiatan praktikum. Dry Lab merupakan praktikum yang dilakukan secara virtual dengan simulasi melalui komputer. Dengan demikian, Dry Lab dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan Dry Lab hendaknya bersinergi dengan kegiatan praktikum Wet Lab sehingga dapat meningkatkan mutu dari kegiatan praktikum itu sendiri. Selain itu, pengembangan Dry Lab sebaiknya ditujukan untuk kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan secara Wet Lab karena alasan tertentu, seperti biaya, waktu, sumber daya manusia, alat, dan sarana dan prasarana. Begitu pula dengan desain materinya harus mencerminkan kegiatan pelaksanaan praktikum sesungguhnya meskipun dirancang secara virtual dengan simulasi melalui komputer.
PROGRAM PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS PENDIDIK KIMIA (P4K) DI MADRASAH ALIYAH Hidayat, Iceng
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Program Pengembangan Profesionalitas Pendidik Kimia (P4K) diimplementasikan di MA se Kota Palembang dengan melibatkan kemitraan antara empat orang dosen dan sebelas orang guru kimia madrasah aliyah. Workshop diberikan untuk memberikan pengayaan konten dan pedagogi kepada guru. RPP yang dikembangkan kemudian diimplementasikan pada peer teaching dan open lesson dengan berdasarkan atas rancang, rembuk, riset, refleksi, dan revisi. Temuan penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa P4K efektif diterapkan di madrasah dari segi aplikasi pembelajaran dan meningkatkan rasa percaya diri guru, tetapi kurang efektif dari segi pengayaan teori tentang konten, pedagogi, maupun pedagogical content knowledge (PCK). P4K memudahkan guru dalam mengatasi kesulitan pembelajaran; dan mempelajari berbagai sumber informasi. Disarankan bahwa P4K perlu diadakan secara berkelanjutan melalui MGMP dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terutama terkait dengan dampak dari P4K terhadap peningkatan prestasi siswa.
RE-VEGETASI TANAH VULKANIS TANDUS DENGAN AIR SUMUR Simpen, I Nengah; Sutama, I Nyoman Sutarpa; Redana, I Wayan; Zulaikah, Siti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tanah vulkanis merupakan suatu perlapisan tanah yang terbentuk oleh hamparan material letusan gunung berapi saat meletus. Tanah vulkanis biasanya tandus. Perlu waktu yang lama bertahun-tahun dan bahkan sampai berpuluh-puluh tahun untuk menumbuhkan kembali vegetasi (re-vegetasi) di daerah ini. Untuk itu perlu dicari suatu cara agar pada tanah yang semula tandus dapat sesegera mungkin ditumbuhi tanam-tanaman, sehingga tanah vulkanis menjadi produktif. Melihat kondisinya yang seperti ini dapatlah dianalisa bahwa masalah utama pada daerah tersebut adalah air dan cara mengelolanya. Di sini diberikan salah satu contoh untuk mencari air pada daerah tanah vulkanis tandus yaitu dengan Metoda Geolistrik. Dari hasil yang didapat bahwa walaupun bagian atasnya berupa tanah vulkanik tandus, namun di bawahnya masih terpendam akuifer-akuifer yang dapat disadap airnya. Setelah airnya didapat, airnya mestinya dikelola sehngga dapat dipakai oleh hewan maupun tumbuhan. Simbiosis antara hewan dan tumbuhan dapat mempercepat proses re-vegetasi pada daerah vulkanis tandus. Sebagai hasil studi, dapat dilihat pada beberapa daerah di Kabupaten Karangasem Bali.Kata kunci: Re-vegetasi, Tanah vulkanis tandus, Metoda Geolistrik, Air sumur
ANALISIS KANDUNGAN LIQUID SMOKE DARI SEKAM PADI Vivi Oviantari, Made; Sumahandriyani, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

terbarukan sebagai alternatif pengahasil energi hijau, salah satu pemanfaatannya yakni sebagai sumber energi pada pembakaran bata merah. Pada pembakaran bata dihasilkan limbah asap yang umumnya langsung dibuang ke lingkungan yang tentunya dapat mencemari lingkungan sekitarnya dan juga dapat menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca penyebab global warming. padahal limbah asap tersebut dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali menjadi liquid smoke. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kandungan senyawa-senyawa kimia liquid smoke dari hasil pembakaran sekam padi, serta (2) mengetahui perbedaan kandungan senyawa kimia antara liquid smoke hasil pembakaran sekam padi murni dengan liquid smoke hasil pembakaran bata merah berfillerkan sekam padi. Subjek penelitian ini adalah liquid smoke hasil pembakaran sekam padi saja dan hasil pembakaran sekam padi beserta bata merah, sedangkan objeknya adalah kandungan senyawa-senyawa kimia dari liquid smoke tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair hasil pembakaran bata murni tidak menghasilkan senyawaan lain (kandungan airnya tinggi) sedangkan karakteristik dari asap cair yang dihasilkan dari pembakaran batu bata dan sekam padi mengandung senyawa turunan aldehid, keton, dan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Adapun senyawa lain yang bersifat karsinogen, seperti benzo(a)pirena, tidak terdeteksi sehingga diharapkan asap cair hasil pembakaran sekam padi dapat dijadikan sebagai bahan alternatif dalam pengawetan makanan
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA BERBAHAYA YANG DIGUNAKAN DALAM PRAKTIKUM KIMIA SMA Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis bahan-bahan kimia berbahaya dan mengidentifikasi bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan pada praktikum kimia SMA serta efek yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan-bahan kimia berbahaya meliputi bahan kimia yang bersifat eksplosif, oksidator, mudah menyala, korosif, menyebabkan iritasi, berbahaya bagi lingkungan, toksik, berbahaya terhadap pernafasan, dan dapat ditekan (gas yang mudah meledak). Bahan-bahan kimia berbahaya yang umumnya digunakan pada praktikum kimia SMA antara lain adalah larutan NaOH, HCl, H2SO4, HNO3, CuSO4, NH4OH, NH4Cl, Na2S2O3, H2C2O4, KMnO4, KSCN, FeCl3, CH3COOH, CH3COONa, Pb(NO3)2, KI, dan K2CrO4. Efek yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya ini adalah menyebabkan iritasi atau korosif pada mata, kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan, luka bakar, dermatitis, sakit kepala, pusing, koma, muntah, diare, kebutaan, gangguan saraf, keracunan, kanker, kegagalan pada sistem peredaran darah, ginjal, pankreas, hati, paru-paru, dan merusak organ. Untuk itu, baik guru maupun siswa harus menggunakan pelindung serta mengambil larutan yang beruap atau melakukan reaksi kimia yang menghasilkan uap atau gas berbahaya di lemari asam/asap
Karakterisasi Limbah Padat Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) untuk Kultur Murni Chlorella sp. Tangguda, Sartika; Arfiati, Diana; Ekawati, Arning Wilujeng
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat tambak udang vaname mengandung 1,92% C organik, 0,54% N total, dan 1,70% P. Limbah organik ini harus diubah menjadi bahan anorganik untuk dapat dimanfaatkan oleh mikroalga dalam bentuk amonium, nitrat, dan fosfat. Perendaman merupakan salah satu cara untuk merubah bahan organik menjadi bahan anorganik dengan bantuan berbagai kelompok bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara pada limbah padat tambak udang, mengetahui jenis bakteri yang terkandung pada limbah padat tambak udang, dan mengkaji waktu penguraian bahan organik menjadi bahan anorganik dalam proses perendaman limbah padat tambak udang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian menggunakan 7 perlakuan (24, 48, 72, 96, 120, 144, dan 168 jam) serta 3 ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar amonium, nitrat, dan fosfat. Data yang diperoleh dari penelitian selanjutnya dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan aplikasi statistik, yaitu SPSS versi 16.0. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perendaman limbah selama 24 jam memberikan pengaruh terbaik pada kadar amonium (0,673 ppm), nitrat (1,213 ppm), dan fosfat (0,165 ppm). Kadar bahan anorganik tersebut mencukupi kebutuhan Chlorella sp. sehingga diharapkan limbah padat tambak udang vaname dapat dijadikan media kultur alternatif untuk pertumbuhan Chlorella sp.Kata kunci: perendaman, limbah padat tambak udang vaname, Chlorella sp.AbstractWhite shrimp pond solid waste containing 1.92% organic C; 0.54% N total; and 1.70% P. Organic waste is to be converted into inorganic matter to be used by microalgae in the form of ammonium, nitrate, and phosphate. Soaking is one method to convert organic matter to inorganic matter by various bacteria. The purpose of this research was to know nutrients in shrimp pond solid waste, to know species bacteria in shrimp pond solid waste, and to assess the time decomposition of organic matter into inorganic matter in the soaking process of white shrimp pond solid waste. The method used in this research was experimental method. This research consisted of 7 treatments (24, 48, 72, 96, 120, 144, and 168 hours) and three replications. The parameters observed in this research was the content of ammonium, nitrate, and phosphate. The results obtained from this research is soaking of waste for 24 hours gives the best effect on ammonium (0.673 ppm), nitrate (1.213 ppm), and phosphate content (0.165 ppm). Anorganic contents sufficient for Chlorella sp. so white shrimp pond solid waste can be used as alternative medium for Chlorella sp. growth.Kata kunci: soaking, white shrimp pond solid waste, Chlorella sp