cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
APLIKASI PEMODELAN FUZZY PADA INDIKATOR MAKROEKONOMI PROVINSI BALI I Komang Gde Sukarsa; I Putu Eka N. Kencana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar data indikator makroekonomi merupakan data deret waktu yang umumnya diprediksi menggunakan model runtun waktu yang dikelompokkan ke dalam kelas pemodelan stokastik atau menggunakan model-model pemulus. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kemampuan pemodelan fuzzy yang tergolong ke dalam soft modeling pada kasus data makroekonomi Provinsi Bali pada periode tahun 1990 2013. Indikator makroekonomi yang diprediksi adalah Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB), dan Ekspor Neto Provinsi Bali pada periode tersebut. Kelas pemodelan fuzzy yang digunakan adalah model Fuzzy Time Series (FTS) orde satu dengan fungsi keanggotaan yang dipilih adalah fungsi keanggotaan segitiga fuzzy (fuzzy triangular number). Hasil penelitian menunjukkan model FTS memberikan tingkat keakurasian prediksi yang tinggi, terlihat dari nilai Average Forecasting Error Rate (AFER) yang rendah. Nilai-nilai AFER untuk prediksi out-of-sample dari indikator PDRB, Konsumsi, dan PMTDB masing-masing sebesar 0,20 persen; 2,15 persen; dan 1,08 persen. Komparasi model FTS dalam memprediksi PDRB dengan formula makroekonomi untuk menghitung PDRB menunjukkan model FTS mengungguli formula makroekonomi dengan nilai AFER model FTS sebesar 0,20 persen sedangkan formula makroekonomi memberikan nilai AFER sebesar 4,00 persen.Kata kunci: AFER, fuzzy modelling, fuzzy time series, model makroekonomiAbstractMost of macroeconomic indicators are time series data. In general, time series data were predicted by using time series models which are classified into stochastic model or by applying exponential model. This research aimed to elaborate the performance of fuzzy modeling which is grouped into soft modeling in predicting the macroeconomic indicators for period 1990 2013 of Bali Province. The predicted indicators were Gross Domestic Product (GDP), Consumption, Gross Domestic Investment (GDI) and Net Export of Bali Province for that period. We applied first order Fuzzy Time Series (FTS) with membership function had been chosen is Fuzzy Triangular Number (FTN). The result showed FTS model gave high prediction rate, observed from its Average Forecasting Error Rate (AFER). The values for GDP, Consumption, and GDI were 0.20 percent, 2.15 percent, and 1.08 percent, respectively. In addition, for out-of-sample forecast of GDP, FTS outperformed classical macroeconomic formula for counting it with AFER as much as 0.20 percent while the formula had 4.00 percent.Keywords: AFER, fuzzy modelling, Fuzzy Time Series, macroeconomic model
KONTRIBUSI KECERDASAN SPASIAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI DI KECAMATAN BULELENG I G A Mahayukti; D. A. Wibowo; I W Sadra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kecerdasan spasial dan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri di Kecamatan Buleleng sebanyak 1372 orang. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, dan didapatkan ukuran sampel 300 orang. Data dikumpulkan dengan tes kecerdasan spasial, angket kemandirian belajar, dan tes pemahaman konsep pada materi program linear, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan spasial siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 67,2. Kemandirian belajar siswa tergolong baik dengan rata- rata skor 73,9. Pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear tergolong cukup dengan rata-rata skor 62,0. Selanjutnya, (1) kontribusi kecerdasan spasial terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear sebesar 36,6%. (2) kontribusi kemandirian belajar siswa terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada materi program linear sebesar 11,6%. (3) kecerdasan spasial dan kemandirian belajar siswa secara simultan berkontribusi terhadap pemahaman konsep matematika siswa untuk materi program linear sebesar 42,8%.Kata-kata kunci : kecerdasan spasial, kemandirian belajar, pemahaman konsep, program linearAbstractThe main purpose of this research was to know the contribution of spatial intelligence and self-directed learning toward understanding of mathematic concepts. The population of this research was eleven grade of senior high school students in Buleleng sub-district as many as 1372 students. Simple random sampling technique was used to determine the sample of this research, which altogheter 300 students. Data was collected by spatial intelligence test, self-directed learningquestionnaire, and understanding of mathematic concepts in a linear program material test. Data was analyzed by simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis. The result indicate that the students spatial intelligence was classified enough level with an average score of 67,2. The students self-directed learning was classified good level with an average score of 73,9. The students understanding of mathematic concepts in a linear program material was classified enough level with an average score of 62,0. Then (1) the contribution spatial intelligence of toward understanding of mathematic concepts in a linear program material is 36,6%. (2) the contribution of self-directed learning toward understanding of mathematic concepts in a linear program material11,6%. (3) spatial intelligence and self- directed learningcontributing simultaneously and significantly toward understanding of mathematic concepts in a linear program material by 42,8%.Keywords: spatial intelligence, self-directed learning, understanding of concepts, linear program
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BAGI SISWA SMP KELAS VII DENGAN SETING MODEL KOOPERATIF MURDER Made Juniantari; Sariyasa Sariyasa; I W Sadra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh perangkat pembelajaran matematika realistik bagi siswa SMP kelas VII dengan seting model kooperatif MURDER yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa, buku petunjuk guru, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal; (2) desain; (3) realisasi/konstruksi; (4) tes, evaluasi, dan revisi; dan (5) implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah termasuk perangkat pembelajaran yang baik karena telah memiliki nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi. Hal ini terlihat dari pendapat validator, respons guru, respons siswa, dan hasil uji coba lapangan. Hasil uji coba perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan aktivitas siswa yang tinggi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pembelajaran matematika di SMP kelas VII menggunakan perangkat pembelajaran matematika realistik dengan seting model kooperatif MURDER. Selain itu, perangkat pembelajaran yang telah berhasil dikembangkan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang diterapkannya baik dari segi prosedur pengembangan maupun proses untuk melihat kualitas perangkat pembelajaran.Kata kunci: Perangkat pembelajaran, pendekatan matematika realistik, model kooperatif MURDER.ABSTRACTThis study aims at developing the realistic mathematics instructional materials for the seventh grade student which valid, practical, and effective base on model of cooperative MURDER. In this study handbooks, instructional guide, and lesson plans were developed. development procedure was applied to conduct the study which consist of five stages, namely: (1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, and revision, and (5) implementation. The result of this study shows that the instructional materials which had been developed, has high validity, practicality, and effectiveness. It can be seen from the result of the validation review, teacher and responses, and the result of the try out. The try out result shows that students were highly involved in teaching and learning activities that affect their high achievement in mathematics. Considering the good result of the try out, it is suggested that the realistic mathematics instructional base on model of cooperative MURDER should be implemented in teaching mathematics in the seventh grade of junior high school. Moreover, instructional materials that have been successfully developed in this study, can be used as a guidelines for teacher to develop instructional mathematics suitable with the characteristic of the instructional both in term of developing procedures and process to see the quality of the instructional materials.Key words: instructional materials, realistic mathematics education, model of cooperative MURDER
IMPLEMENTASI PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA I.G.A Kartika Natalia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suwardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara adalah salah seorang tokoh pendidikan nasional. Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa, untuk mendidik rakyat kecil supaya bisa mandiri. Beliau bercita-cita agar bangsa Indonesia pada masa mendatang memiliki kepribadian nasional dan sanggup membangun masyarakat baru yang bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia. Cara mengajar beliau yang terkenal yaitu menerapkan metodeAmong berarti membimbing anak dengan penuh kecintaan dan lebih mendahulukan kepentingan anak. Dengan demikian anak dapat berkembang menurut kodratnya. Adapun hubungan murid dan pamong seperti keluarga. Cara mengajar dan mendidik dengan menggunakan dengan semboyan Tut Wuri Handayani mengandung arti mendorong anak didik untuk membiasakan diri mencari dan belajar sendiri. Mengemong (anak) berarti membimbing, memberi kebebasan anak bergerak menurut kemauannya. Guru atau pamong mengikuti dari belakang dan memberi pengaruh, bertugas mengamati dengan segala perhatian, pertolongan diberikan apabila dipandang perlu.Dengan menerapkan ajaran Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran matematika, diharapkan pembelajaran matematika akan lebih menarik dan tidak lepas dari budaya Indonesia. Guru bisa menanamkan budaya asli Indonesia, membentuk anak didik menjadi manusia tangguh dalam menyelesaikan masalah, taat asas, mandiri dan bisa menghargai orang lain.Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai andil yang besar dalam mempersiapan anak didik. Salah satu tujuan diberikannya mata pelajaran matematika seperti yang tercantum pada kurikulum adalah siswa dapat memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, konsisten, teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah.Kata kunci: Pandangan Ki Hajar Dewantara, Pembelajaran matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Putu Prima Juniartina
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional dan (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent postest only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IA SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA. Sebagai tindak lanjut dari MANOVA, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dengan model konvensional (F = 32,56; p<0,05), (2) perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 43,019; p<0,05, (3) perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 37,14; p<0,05). Berdasarkan uji LSD diperoleh PK dan KBK yang dicapai oleh siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaram kooperatif tipe group investigasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.Kata kunci: group investigation, pemahaman konsep, dan berpikir kritis.AbstractThis research is aimed to analyze (1) ) the difference of critical thinking skills and physics understanding between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, (2) conceptual understanding skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, and (3) critical thinking skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning modelThis study was an experimental study using the posttest-only control group design. The subjects were all students in grade XI IA SMA Negeri 4 Singaraja academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on simple random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and MANOVA. Following MANOVA, Least Significant Difference used (LSD) to test the comparative pair average scores of each treatment group.The result found that (1) there is significant influence learning model of concept comprehension variables and critical thinking together (F = 32,56; p<0,05), (2) there are significant differences between groups PK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 43.019, p <0.05). (3) there are significant differences between groups KBK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 37,14; p<0,05). Based on the LSD test and KBK obtained PK is achieved by students who learned using a Learning cooperative model of type GI better than students who learn using conventional teaching.Key words: group investigation, concept comprehension, and critical thinking ability
Mengakomodasi Minat Siswa Dalam Pembelajaran Matematika di Tingkat Sekolah Menengah (SMP) (Suatu Kajian Teoritis) Putu Eka Putra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tidak dapat ditransfer dari pendidik kepada peserta didik begitu saja. Pandangan ini jelas disampaikan oleh aliran filsafat kontruktifis, bahwa pengetahuan hanya dapat diperoleh dari individu yang aktif untuk berpikir dan membangun pengetahuannya sendiri. Individu dalam hal ini peserta didik dalam proses belajarnya dapat secara aktif mengkontruksi pengetahuan yang diperlukannya sehingga akan diperoleh pemahaman terhadap suatu konsep matematika menjadi lebih baik. Faktanya cukup sulit untuk dapat melatih atau mengarahkan peserta didik untuk mampu melakukan hal tersebut. Permasalahan yang sering terjadi guru yang bertindak sebagai pendidik mengharapkan siswa terampil dalam suatu topik tertentu, sedangkan bagi peserta didik belum tentu tertarik pada topik apa yang disampaikan oleh guru. Teori pembelajaran mengatakan bahwa peserta didik akan dengan senang hati untuk belajar jika mereka memiliki minat yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya. Upaya untuk mengakomodasi minat peserta didik terhadap pembelajaran matematika menjadi suatu hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Perlu adanya suatu dialog antara peserta didik dengan guru yang sifatnya terbuka untuk membangun suatu kesepakatan, yang tujuannya tiada lain untuk memberdayakan peserta didik itu sendiri sehingga potensi dan kemampuannya dalam matematika dapat berkembang dengan baik.Kata Kunci : Mengakomodasi, Minat, dan Pembelajaran Matematika
PEMBELAJARAN PRA-ALJABAR DENGAN MENGGUNAKAN PENELUSURAN POLA TERVISUALISASI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Ratih Ayu Apsari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jupri, Drijvers, & van den Heuvel-Panhuizen (2014) menemukan bahwa siswa Indonesia mengalami kesulitan dalam belajar aljabar utamanya disebabkan oleh ketidakterkaitan antara aritmatika yang dibelajarkan di sekolah dasar dan aljabar yang dibelajarkan di sekolah menengah. Berangkat dari masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu pembelajaran pra-aljabar yang berfungsi untuk membantu transisi yang dilakukan siswa dari aritmatika ke aljabar. Tujuan tersebut diaktualisasi dengan mendesain suatu trajektori pembelajaran penelusuran pola yang dirancang untuk siswa kelas V SD (usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan design research sebagai metode penelitian. Adapun lintasan pembelajaran yang didesain menggunakan prinsip dari Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Data dikumpulkan melalui video, lembar jawaban siswa, catatan lapangan, lembar observasi dan wawancara selama implementasi pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Makalah ini hanya akan fokus pada hasil siklus II yang melibatkan siswa kelas VA MIN 2 Palembang tahun ajaran 2014/2015 beserta dengan guru matematika di kelas tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode konstan komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan penelusuran pola dapat mendukung siswa dalam mengembangkan kepekaan terhadap struktur (structure sense) yang mempengaruhi kemampuan berpikir aljabar siswa. Merefleksi temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan implementasi kegiatan penelusuran pola berbasis PMRI pada jenjang sekolah dasar di Indonesia.Kata-kata kunci: aljabar, pra-aljabar, berpikir aljabar, PMRI, design researchAbstractJupri, Drijvers, & van den Heuvel-Panhuizen (2014) found that the gap between arithmetic in primary education and algebra learning in higher education has contribute to a number of difficulties on learning algebra in Indonesia. Hence, the present study is aimed to construct a smoother bridge to support the transition from arithmetic to algebra, through an early algebraic lesson. The aforementioned purpose is actualized by designing a learning trajectory focused on patterns related activities for the fifth grader students (10-12 years old). Design research was deliberately chosen as the approach to conduct this study. The designed instructional activities are guided by the design heuristic and the tenets of Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). The data were gathered from video registrations, written works, field notes, observations and interviews from the implementation of two cycles teaching experiments. This paper will only focus on the result of the second cycle which was involving the students of VA MIN 2 Palembang academic year 2014/2015 and their mathematics teacher. The data were analyzed qualitatively using constant comparative method. The result showed that exploration in patterns can support the students in developing their sense of structure which is remarkably influence the algebraic thinking. Reflect from that, the study recommends the use of patterns activities based on the PMRI approach to be implemented in the early algebraic lesson in primary school.Keywords: algebra, early algebra, algebraic thinking, PMRI, design research
OPTIMALISASI LAYANAN LABORATORIUM PENDIDIKAN KIMIA MELALUI PENERAPAN SISTEM (Online Laboartory Service) I Dewa Putu Subamia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan laboratorium kimia di FMIPA Undiksha menjadi sangat penting. Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan kegiatan akademik berupa praktikum kimia, sebagai wadah bagi staf pengajar dan mahasiswa untuk mengadakan penelitian dan pelatihan, serta dapat diberdayakan untuk melakukan aktivitas penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta potensial dikembangkan menuju aktivitas berorientasi profit. Untuk mewujudkan eksistensi laboratorium tersebut, dibutuhkan kualitas pelayanan laboratorium yang memadai. Tulisan ini merupakan hasil kajian deskriptif analisis yang bertujuan untuk memberi solusi alternatif untuk mengatasi masalah pelayanan di laboratorium Kimia FMIPA Undiksha kepada pengguna laboratorium (mahasiswa, dosen dan layanan masyarakat). Permasalahan yang diungkapkan dalam kajian ini adalah kurang optimalnya sistem pelayanan informasi di Laboratorium Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha. Pokok kajian meliputi pelayanan informasi mengenai kondisi alat dan bahan laboratorium, keberadaan instrumen, prosedur operasional laboratorium, aktivitas praktikum, termasuk sistem pelayanan informasi keberadaan laboratorium kepada pengguna laboratorium. Metode yang dipergunakan adalah kajian pustaka dipadu dengan hasil observasi dan pengalaman empirik di laboratorium kimia. Solusi alternatif yang digagas dalam kajian ini adalah penerapan sistem (Online Laboratory Service) yakni sistem layanan informasi berbasis IT. Melalui sistem layanan tersebut, pengguna laboratorium dengan mudah bisa mengakses informasi (data) tentang kondisi dan keberadaan alat/bahan, instrumen, jadwal, prosedur operasional lab, dan hal-hal lain berkaitan dengan ativitas praktikum di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA Undiksha.Kata kunci: layanan, optimalisasi, online laboratory serviceAbstractThe existence of a chemical laboratory in the Science Faculty Undiksha becomes very important. Laboratory is a place to conduct academic activities such as chemistry lab, as a forum for faculty and students to conduct research and training, and be empowered to undertake supporting activities of Tri Dharma Perguruan Tinggi as well as the potential to be developed towards profit-oriented activity. To realize the existence of the laboratory requires adequate quality of laboratory services. This paper is a descriptive analysis of the results of a study that aims to provide an alternative solution to solve service problems in laboratory Chemistry laboratory Undiksha to users (students, faculty and community services). The problems described in this study is less optimal information service system Chemistry Laboratory Chemistry Department of Education Undiksha. Principal studies include information services on the condition of laboratory equipment and materials, the presence of the instruments, operational procedures lab, lab activities, including the existence of a laboratory information system services to the users laboratory. The method used is a literature review combined with the results of observation and empirical experience in the chemistry laboratorium. Alternative solutions are initiated in this study is the application of the system of "Olas" (Online Laboratory Service) ie IT-based information service system. Through the service system, the laboratory could easily access information (data) on the condition and whereabouts of the equipment / materials, instruments, schedules, operational procedures lab, and other matters relating to laboratory experiments ativitas Department of Chemistry Undiksha.Keywords: service, optimization, online laboratory service
PENINGKATAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERBEDAAN BERAT NATA DE CASSAVA DARI LIMBAH CAIR PEMBUATAN TEPUNG TAPIOKA Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Putu Risitiati; Sanusi Mulyadiharja
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata yang terbuat dari limbah cair pembutan tepung singkong dinamanakan nata de cassava. Dalam pembuatan nata diperlukan penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang tepat sebagai sumber karbon yang digunakan Acetobacter xylinum membentuk selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan berat nata dari limbah cair singkong yang diberikan konsentrasi sukrosa yang berbeda, (2) konsentrasi sukrosa yang paling optimal dari limbah cair singkong, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain the post test only control group design dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 0,75%, 1,5%, dan 2,25%. Variabel terikat adalah berat nata yang dihasilkan serta kualitas nata yang dilihat dari uji organoleptik nata. Berat nata dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA) satu arah dengan menggunakan SPSS 16 for Windows yang kemudian dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi 5%. Sedangkan data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan bermakna penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap berat nata dari limbah cair singkong dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000, (2) konsentrasi optimal sukrosa yang berpengaruh terhadap berat nata yaitu konsentrasi 2,25% dengan berat rata-rata 19,7 gram,Kata Kunci: Peningkatan berat nata de cassava, limbah pembuatan tepung tapioka, konsentrasi sukrosa
ISOLASI, IDENTIFIKASI, BAKTERI PENAMBAT NITROGEN NON SIMBIOSIS DARI DALAM TANAH Ni Putu Ristiati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis dan dari 4 media diperkaya yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, media manakah yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri nitrogen non simbiosis. Jumlah keseluruhan unit percobaan 25 cawan petri. Untuk menumbuhkan bakteri penambat nitrogen dilakukan dengan menggunakan 4 medium diperkaya dan 1 medium sebagai kontrol yaitu : (1) 50 gr tanah sebagai kontrol; (2) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol (perlakuan 1); (3) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 (perlakuan 2); (4) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 3); (5) 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (perlakuan 4). Dari uji di laboratorium didapatkan dari sampel tanah persawahan dapat diisolasi bakteri penambat nitrogen non simbiosis yaitu : Azotobacter sp. Media yang diperkaya pada perlakuan 4 yang tersusun atas 50 gr tanah + 0,75 gr manitol + 0,1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan bakteri Azotobacter sp.Kata kunci : Bakteri nitrogen non simbiosis, Azotobacter sp.ABSTRACTThe role of statements presented in this research represent are from ground for rice growing soil sample can be isolated nitrogen fixation non symbiotic bacteria and from four riched media that used to growing microbes, which media are the best to growth nitrogen non symbiotic bacteria. Amounts of research units are 25 petri dish.For growing nitrogen fixation bacteria was carried out utilizing four riched media and one medium as control i.e : (1) 50 gr soil as control; (2) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol (treatment 1); (3) 50 gr soil + 0.75 gr manntol + 0.1 gr CaCO3 (treatment 2); (4) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 3); (5) 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% (treatment 4). Assesment of laboratory test have indicated from ground for rice growing soil sample can isolated fixation nitrogen non symbiotic bacteria i.e : Azotobacter sp. Riched media in treatment 4 which contains 50 gr soil + 0.75 gr mannitol + 0.1 gr CaCO3 + 5 ml K2HPO4 3% appear the best medium to growth Azotobacter sp.Key words : Nitrogen non symbiotic bacteria, Azotobacter sp