cover
Contact Name
A.Zaenurrosyid
Contact Email
zaenurrosyid79@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
islamicreview@ipmafa.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
ISSN : 20898142     EISSN : 26544997     DOI : -
Islamic Review merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Mathali’ul Falah Pati (STAIMAFA). Jurnal Islamic Review ini disingkat dengan “IR”. Dengan hadirnya jurnal “IR” ini diharapkan memberikan cakrawala baru mengenai keilmuan program studi (prodi) yang berada di bawah naungan IPMAFA, yaitu Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Perbankan Syari’ah (PS), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Manajemen Zakat dan Wakaf (ZAWA), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021): April 2021" : 7 Documents clear
Aktualisasi Jadwal Salat Sepanjang Masa Abu Muhammad Isa Mulieng Aceh Ismail Ismail Ismail; Husnaini Husnaini
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.245

Abstract

This paper aims to explain the actualization of one of the prayer schedules that are still guided by the people of Aceh. Prayer schedules circulating in the community are of various types and forms, patterns of preparation and accuracy also vary. This type of research uses a qualitative approach with the documentation method as a data collection technique The all-time prayer schedule of Abu Muhammad Isa work compiled in 1984 was very contemporary in his time and included in the type of conversion prayer schedule for the surrounding area and guided by the West Indonesia Time zone 105 ° (GMT + 7) in accordance with the Indonesian Presidential Decree. No. 243 of 1963. When compared with the results of the computational calculation, the prayer schedule is slower around 2 minutes than it should. This prayer schedule can be guided within a radius of 55.4 kilometers from the point of calculation, because it uses the value of ihktiyat 2 minutes and can still be used for all time because until now the resulting difference is only in seconds.
Dampak Pandemi terhadap Pemanfaatan e-Learning pada Sekolah Dasar di Den Haag Atalah Raniah; Jefiska Roman Prantista; Dwi Pangestuti Alfiana; Sangga Firman Aghisni; Eva Luthfi Fakhru Ahsani
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.251

Abstract

This study aims to find out how the impact of E-learning in Indonesian schools in the Dutch Hague due to Covid-19. This research uses descriptive qualitative method. Data collection techniques obtained through observation, interviews and documentation study. Data analysis techniques using data reduction, preparation, grouping, and data checking activities. The results showed that the current covid-19 virus also had an impact on E-learning in schools at the Indonesian School The Hague (SIDH), and the effectiveness of online E-learning was also supported by learning using the internet network with accessibility, connectivity, flexibility, and the ability to bring up learning interactions that are usually done through firtual with zoom, Google Classroom and other applications that are tailored to existing policies in SIDH schools.
Membangun Nasionalisme Siswa MAN Surabaya Melalui Pembelajaran Aswaja Moch Ikwan; Agus Wahyudi; Muhammad Afwan Romdloni
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.252

Abstract

This paper is retracted by the editor due to publication ethics misconducted by the author (simultaneously publication in other journals).
Hukuman Terhadap Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut Hukum Islam Risdianto Risdianto
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.266

Abstract

Domestic violence is a serious concern of all parties, thus giving birth to Law Number 23 of 2004 concerning the elimination of domestic violence. According to Islam, domestic violence is different from other criminal acts, such as murder, injuring qisahah, theft by cutting off hands, adultery with caning or stoning. The basis for criminal sanctions for domestic violence is not explained in the text (al-Qur'an and Hadith), so the punishment is expressly absent. This study uses a qualitative method that aims to enrich the scientific treasures of Islamic law and input for parties related to legal matters. The research found that domestic violence criminal sanctions are ta'zir punishment determined by the ruler (government), because it is not explained in the al-Qur'an or Hadith, so that its existence is left to the ruler's decision. This punishment (Jarimah) ta'zir is different from other punishments such as murder, adultery, theft and others whose explanation is contained in Islamic law.
Menakar Keberpihakan Negara terhadap Pesantren melalui Pengesahan UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren Abdul Ghofarrozin; Tutik Nurul Janah
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.267

Abstract

Abstract One of the state alignments is to realize the mandate of the constitution in impartial regulation. Pesantren has an important role in the national life. However, so far pesantren has not been recognized as it should be. UU No. 18/2019 is a form of state recognition to pesantren. The five important points that show the state alignments to pesantren in UU No. 18/2019 are: access and recognition to pesantren. recognition of the academic tradition of pesantren, maintaining the peculiarities of pesantren, maintaining the independence of pesantren, maintaining national commitment. This research is qualitative research. This research uses descriptive method with juridical analysis approach. This paper aims to understand the direction of state policy and its impartiality towards pesantren through the ratification UU No. 18/2019. Keywords: State Alignments, Pesantren, UU No.18/2019 Abstrak Salah satu wujud keberpihakan negara adalah dengan merealisasikan amanah konstitusi ke dalam regulasi yang berpihak kepada rakyat. Pesantren memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan kebangsaan. Namun, peran penting pesantren tersebut, selama ini belum mendapatkan penghargaan sebagaimana mestinya. Pengesahan UU No. 18/2019 merupakan bentuk rekognisi negara terhadap pesantren. Lima poin penting yang menunjukkan keberpihakan negara terhadap pesantren dalam UU No. 18/2019 adalah: akses dan pengakuan negara terhadap pesantren. pengakuan tradisi akademik pesantren, menjaga kekhasan pesantren, menjaga independensi pesantren, menjaga komitmen kebangsaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis yuridis. Tulisan ini bertujuan untuk memahami arah kebijakan negara dan keberpihakannya terhadap pesantren melalui disahkannya UU No. 18/2019. Kata Kunci: Keberpihakan Negara, Pesantren,UU No.18/2019
Sustainable Development Goals (SDGs) Melalui Pembiayaan Produktif UMKM di Bank Syariah Trimulato Trimulato; Nur Syamsu; Mega Octaviany
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.269

Abstract

Hadirnya undang-undang nomor 21 tahun 2008 mengantarkan bank syariah menjadi lebih berkembang, dan diterima kalangan luas. Saat ini pangsa pasar bank syariah telah menembus angka 5,8 persen. Bank syariah memiliki produk pembiayaan untuk perkembangan usaha kecil mikro dan menengah. Penyaluran pembiayaan di bank syariah masih didominasi pembiayaan konsumtif yaitu sebesar 42,80 persen. Penelitian ini bersifat kualitatif yang menguraikan tentang perkembangan pembiayaan produktif bank syariah untuk UMKM dan peran pembiayaan untuk mencapai sustainable development goals (SDGs). Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penurunan pada pembiayaan produktif modal kerja sebesar 0,75 persen. Kemudian porsi pembiayaan untuk UMKM masih didominasi oleh konsumtif yaitu sebesar 69,14 persen atau sebesar 139.408.000.000. Penyaluran pembiayaan produktif pada sektor UMKM sangat relevan dan sejalan dengan tujuan SDGs yaitu kesejahteraan dan pemerataan.
Krisis Epistemologis Pesantren dalam Kajian Pluralisme Agama Fachrur Rozie; Siti Nur Ami'in
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 10 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v10i1.274

Abstract

Keanekaragaman pemahaman di kalangan pesantren tentang pluralisme agama merupakan suatu ambiguitas. Situasi ini mencerminkan adanya krisis epistemologis dalam pencarian makna kebenaran agama. Tulisan ini mencoba menjelaskan krisis epistemologis pesantren dalam mengkaji pluralisme agama. Data dalam penelitian ini meliputi simbol-simbol kebahasaan yang berupa konsep-konsep yang menonjol dan sering digunakan dalam diskursus tentang pluralisme agama, terutama yang menyelubungi nalar pesantren melalui tokohnya yang dituangkan dalam sejumlah karya. Metode Usaha ini membuahkan hasil yang berupa penjelasan tentang adanya persamaan nilai fundamental agama-agama yang berpusat pada adanya persamaan persaksian: lā ilāh illa Huwa. Ragam pandangan tentang pluralisme agama merupakan cermin dari adanya perbedaan dalam menanggapi relasi antara kebenaran tunggal dan dimensi faktual tentang yang plural itu sendiri. Di kalangan pluralis pesantren tidak ditemukan perbedaan yang tajam menyangkut adanya kebenaran pada setiap agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025 Vol 14 No 1 (2025): April 2025 Vol 13 No 2 (2024): October 2024 Vol 13 No 1 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2023): April 2023 Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022 Vol 11 No 1 (2022): April 2022 Vol 10 No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 10 No 1 (2021): April 2021 Vol 9 No 2 (2020): Oktober 2020 Vol 9 No 1 (2020): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 8 No 1 (2019): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 7 No 1 (2018): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 1 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 5 No 2 (2016): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 5 No 1 (2016): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 4 No 2 (2015): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2015): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2014): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2014): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2013): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2013): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2012): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 1 No 1 (2012): Islamic Review More Issue