cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Aktivitas Antioksidan Dan Sitotoksik Serta Penetapan Kadar Senyawa Fenol Total Ekstrak Daun, Bunga, Dan Rimpang Kecombrang (Etlingera elatior) Herni Kusriani; Anas Subarnas; Ajeng Diantini; Yoppi Iskandar; Shinta Marpaung; Mega Juliana; Fransiska Silalahi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.363 KB)

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap larva udang dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang, serta menetapkan kadar senyawa fenol totalnya. Sampel daun, bunga, dan rimpang kecombrang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dalam suhu ruangan. Ekstrak yang didapat selanjutnya dievaporasi pada suhu 50 0C sehingga menghasilkan ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH), dan uji sitotoksik menggunakan metode BSLT (Brine Scrimp Lethality Test). Penetapan kadar fenol total dengan standar asam galat menggunakan reagen Folin Ciocalteu yang diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 765 nm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang ditunjukkan oleh nilai IC50 masing-masing 52,05; 457,54; dan 310,69 ppm. Aktivitas sitotosik yang dinyatakan dalam nilai LC50 dari ketiga bahan tersebut berturut-turut adalah 859,039; 418,022; dan 1261,202 ppm. Kadar senyawa fenol total ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang dihitung sebagai asam galat ekuivalen berturut-turut sebesar 0,339% ± 0,006; 0,144% ± 0,024; dan 0,074% ± 0,018. Ekstrak daun kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dan kadar fenol total paling tinggi dibandingkan ekstrak bunga dan rimpang kecombrang. Ekstrak daun dan bunga kecombrang menunjukkan potensi sebagai agen antikanker karena menunjukkan nilai LC50  1000 ppm.
PENGARUH KOMBINASI AVICEL PH 101 DAN AMILUM MANIHOT SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR TERHADAP SIFAT FISIS TABLET PARASETAMOL Iskandar Soedirman; Agus Siswanto; Akhir Riana Handayani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.400

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Avicel PH 101, amilum manihot, dan kombinasi keduanya sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisis tablet parasetamol. Tiga formula tablet parasetamol dibuat dengan bahan penghancur yang berbeda dan dibuat dengan metode granulasi basah. Formula I menggunakan bahan penghancur Avicel PH 101 100%. Formula II dengan amilum 100% dan formula III menggunakan kombinasi Avicel PH 101 50% dan amilum manihot 50%. Granul yang telah dibuat diuji kecepatan alirnya, dan tablet diuji sifat fisisnya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Formula I dengan bahan penghancur Avicel PH 101 memberikan kekerasan tablet yang paling besar (6,28 kg), kerapuhan paling kecil (0,6279 %) dan waktu hancur paling cepat (3,03 menit). Tablet formula II dengan bahan penghancur amilum memberikan kekerasan tablet yang paling kecil (5,66 kg), kerapuhan terbesar (0,8513 %) dan waktu hancur paling lambat (6,06 menit). Sedangkan formula III, dengan bahan penghancur kombinasi Avicel PH 101 dan amilum memberikan kekerasan tablet lebih besar (6,08 kg), kerapuhan lebih kecil (0,6985 %) dan waktu hancur paling cepat (3,89 menit) dari formula II. Kata kunci : Avicel PH 101, amilum manihot, parasetamol ABSTRACT The aims of this study was to find out the influence of Avicel PH 101, tapioca starch and the combinationboth of Avicel PH 101 and tapioca starch as a disintegrant to physical properties of acetaminophen tablets. Three formula were prepared containingof different disintegrant in each formula, and tablets were made by wet granulation method.Formula I with disintegrant Avicel PH 101 100%. Formula II with disintegrant amilum starch 100%, and formula III with combination Avicel PH 101 50% and tapioca starch 50%. Flow rates of the granule were tested and physical propertiesof tablets includes of weight uniformity, hardness, friability, and disintegrationtime were tested. Formula I containing Avicel PH 101 as a disintegrant produced hardest tablets (6.28 kg), smallest friability (0.6279 %), and fastest disintegration time (3.03 minutes). Tablets formula II containing tapioca strach as a disintegrant produced softest tablets (5.66 kg), highest friability (0.8513 %), and slowest disintegration time (6.06 minutes).While formula III containing Avicel PH 101 and tapioca strach as disintegrant produced harder tablets (6.08 kg), smaller friability (0.6985%), and faster disintegration time (3.89 minutes) than formula II. Keywords : Avicel PH 101, tapioca strach, acetaminophen.
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Wiranti sri Rahayu; Dwi Hartanti; Handoyo Handoyo
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.429

Abstract

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman obat yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya residu pestisida organofosfat pada simplisia temulawak dan melakukan validasi metode analisis residu organofosfat dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruksi basah, sampel yang diambil adalah simplisia temulawak yang diambil dari pasar Wage. Sampel kemudian ditambah asam nitrat pekat. Pengujian kadar organofosfat pada simplisia temulawak dilakukan dengan alat Spektofotometer UV-Vis Merk Shimadzu pada panjang gelombang 722 nm. Berdsarkan hasil penelitian pada simplisia temulawak terdeteksi adanya pencemaran organofosfat dengan kadar (72,678 g/g) dan hasil validasi analisis yang dilakukan didapat harga standard deviation (SD), relative standard deviation (RSD), dan ketelitian alat pada uji presisi alat pada sampel sebesar 1,4219 x 10-6; 0,2440% dan 99,997%. Nilai persen perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan kesalahan sistemik pada uji akurasi sampel sebesar 87,72 % dan 12,28 % Uji linieritas didapatkan harga intersep sebesar 9,325.10-4, slope sebasar 0,020, koefisien korelasi (r) sebesar 0,9907 sehingga didapatkan persamaan regresi linier kurva baku y = 0,0429x + 0,0105 dengan limit deteksi dan limit kuantitasi 2,1468 ppm dan 7,1142 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada metode analisis identifikasi residu organofosfat pada simplisia temulawak menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis adalah valid. Kata kunci: Organofosfat, Spektrofotometri, Simplisia Temulawak, Pasar Wage.
KETOPROFEN, PENETAPAN KADARNYA DALAM SEDIAAN GEL DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Fajrin Noviyanto; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.842

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang ketoprofen, penetapan kadarnya dalam sediaan gel dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan validasi penetapan kadar ketoprofen secara spektrofotometri ultraviolet-visibel. Validasi metode analisis meliputi linearitas, batas deteksi, batas kuantitasi, ketelitian, dan kecermatan. Hasil analisis menunjukan bahwa metode spektrofotometri ultraviolet-visibel dapat digunakan untuk menetapkan kadar ketoprofen dalam sediaan gel. Kadar ketoprofen kedua gel menunjukan tidak ada perbedaan kadar ketoprofen yang signifikan di antara kedua merk yang dianalisis. Kata kunci: ketoprofen gel, penetapan kadar, validasi metode, spektrofotometri ultraviolet-visibel. ABSTRACT The assay of ketoprofen in gel using ultraviolet – visible spectrophotometry method had been conducted. The purpose of this experiment is validation of ketoprofen determination method using ultraviolet – visible spectrophotometry. The validation of method in this study consisted of linearity, limit of detection, limit of quantitation, precision, and accuracy. The result of analysis is ultraviolet – visible spectrophotometry method can be used for determination of ketoprofen gel. The result of ketoprofen gel determination obtained not different significantly. Key words: ketoprofen gel, determination validation method, ultraviolet-visible spectrophotometry.
Aktivitas Antivirus Fraksi Air dan Fraksi Eter Ekstrak Etanol Daun Ki Tolod (Laurentia longiflora (L.) Peterm) Terhadap Virus Newcastle Disease dan Profil Kromatografi Lapis Tipisnya Rizki Kurniagusti Pertiwi; Diniatik Diniatik; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3869.385 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antivirus fraksi air dan fraksi eter ekstrak etanol daun Ki tolod (Laurentia longiflora (L.) Peterm) terhadap virus Newcastle Disease dan profil kromatografi lapis tipisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi fraksi air dan fraksi eter dari ekstrak daun Ki tolod sebagai antivirus, mengetahui profil kromatografi lapis tipis dan mengetahui golongan senyawa yang terkandung di dalamnya.Metode untuk mengetahui aktivitas antivirus fraksi air dan fraksi eter dari ekstrak daun Ki tolod menggunakan uji hemaglutinasi. Penelitian ini menggunakan fraksi air dan fraksi eter ekstrak etanol daun ki tolod dan telur ayam berembrio dengan umur 9-12, dengan variasi konsentrasi sebesar 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml. Data yang diamati adalah persentase penghambatan pertumbuhan virus. Data tersebut dianalisis secara statistik dengan ANAVA dua arah dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil analisis golongan senyawa menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil uji aktivitas antivirus terhadap virus Newcastle Disease pada fraksi air konsentrasin dosis 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml menunjukan daya hambat rata-rata tiap konsentrasi yaitu 91,66 %, 89,58 %, 79,17 %. Pada fraksi eter konsentrasi dosis 150 µg/ml, 100 µg/ml, 50 µg/ml menunjukan daya hambat rata-rata tiap konsentrasi yaitu 98,69 %, 95,83 %, 66,67 %. Pada kontrol positif osetalmivir menunjukan daya hambat rata-rata sebesar 94,79%. Hasil pengujian kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa fraksi air ekstrak daun ki tolod mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin dan alkaloid, fraksi eter ekstrak daun ki tolod mengandung golongan senyawa flavonoid dan alkaloid.
DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) DALAM BASIS CARBOPOL, TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Linda Kurniawati; Indri Hapsari; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.574

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi carbopol terhadap sifat fisik gel dan daya repelan gel minyak atsiri bunga kenanga. Minyak atsiri bunga kenanga diperoleh dengan cara penyulingan uap air. Dibuat tiga formula gel minyak atsiri bunga kenanga dengan konsentrasi carbopol yang berbeda (0,5 g, 1,0 g dan 1,5 g). Gel yang dihasilkan dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji pH, viskositas, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan identifikasi minyak atsiri bunga kenanga. Uji daya repelan dilakukan dengan memasukkan tangan naracoba ke dalam sangkar dengan interval waktu diluar sangkar nyamuk selama 5 menit. Ada lima kelompok yang diujikan, meliputi tangan tanpa intervensi, kontrol negatif berupa tiga formula gel tanpa minyak atsiri bunga kenanga, minyak atsiri bunga kenanga, tiga formula gel minyak atsiri bunga kenanga dan kontrol positif berupa lotion merk “X”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi carbopol berbanding terbalik dengan nilai pH dan daya sebar tetapi berbanding lurus dengan daya lekat dan viskositas gel minyak atsiri bunga kenanga. Daya repelan gel minyak atsiri bunga kenanga berbanding lurus dengan konsentrasi carbopol. Kata kunci: daya repelan gel, minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms), carbopol, Aedes aegypti ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of carbopol concentration to physical characteristic and repellency of cananga flowers volatile oil in carbopol gel base. Cananga flowers volatile oil was extracted by steam water destilation. Three formulas of gel were made by various carbopol concentration (0,5 g, 1,0 g and 1,5 g). The gels produced were tested physical characteristic (organoleptic, pH, viscosity, homogeneity, spread ability, adhesive ability and identification of cananga flowers volatile oil). Repellency was done by entering hand of person into the cage contain mosquitoes with interval five minute. This research used five groups. They were untreated hand, negative control with three formulas of gel did not used cananga flowers volatile oil, cananga flowers volatile oil, three formulas of gel contain cananga flowers volatile oil and lotion merk “X” as positive control. The result showed that the greater carbopol consentration, the smaller in pH and spread ability but the greater in adhesive ability, viscosity and repellency of gel from cananga flowers volatile oil. Key words: repellency of gel, cananga (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) flowers volatile oil, carbopol, Aedes aegypti
FORMULASI GRANUL INSTAN JUS KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) DENGAN VARIASI KONSENTRASI POVIDON SEBAGAI BAHAN PENGIKAT SERTA KONTROL KUALITASNYA M. Dafit Mulyadi; Ika Yuni Astuti; Binar Asrining Dhiani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1128

Abstract

ABSTRAK Rosela (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang serba guna. Sebagai obat tradisional, kelopak rosela berkhasiat sebagai antioksidan, antiseptik, diuretik, antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi povidon terhadap persyaratan mutu granul yang baik, tanggapan rasa dan deteksi kandungan flavonoid dalam granul instan ekstrak rosela. Kelopak segar rosela dihaluskan dengan bantuan berupa blender kemudian sari yang diperoleh diuapkan untuk menghilangkan kandungan air sampai terbentuk ekstrak kental. Granul instan jus rosela dibuat dengan metode granulasi basah dalam 3 formula yang berdasarkan konsentrasi povidon yang berbeda yaitu F I 1%, F II 3%, FIII 5%. Uji yang dilakukan terhadap granul instant ekstrak rosela adalah uji fisik granul dan uji tanggapan rasa. Hasil uji fisik granul instan menunjukaan bahwa formula I memenuhi persyaratan sifat fisik granul yang baik. Untuk uji waktu alir granul (8,29 0,38 detik), uji sudut diam (39,11 0,790), uji susut pengeringan %MC (2,99 0,046), uji distribusi ukuran partikel (692,1797 µm). Hasil uji tanggapan rasa menunjukan bahwa granul instan ekstrak rosela dapat diterima oleh responden. Kata kunci: kelopak bunga rosela, povidon, granul instan. ABSTRACT Roselle is a very useful plant. Widely used as traditional medicine, its calyx functions as antioxidant, antiseptic, diuretic, and anticholesterol. This research is aimed at knowing the concentrate of povidone toward the condition of a good quality of granule, taste reaction, and the detection of content of flavonoid in the instant granule of the roselle extract. The fresh calyx roselle was pounded with mixer and then the obtained essence was steamed to lose the water content, until thick extract was derived. The instant granule of rosella juice was formulated with wet granulation method in 3 formulas which is based on differrent concentrate of povidone, they are F I (1%), F II (3%), F III (5%). The test were done to the instant granule from the extract Hibiscus sabdariffa for its granule physical test and taste reaction test. The result of the test of physical instant granule showed that F I meet the requirement of good granule. For flow rate test (8,29 0,38 second), point of quit test (39,11 0,790), moisture content test with %MC (2,99 0,046), and for test distribution of the size of particle with microscopis method (692,1797 µm). The result of the test of taste reaction showed that the extract of instant granule can be accept by the respodent. Keyword ׃ fresh calyx roselle, Povidone, granule instant
DAYA REPELAN DAN UJI IRITASI FORMULA LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle Linn) DENGAN VARIASI BASIS LANOLIN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Apri Yudis Fitriana; Retno Wahyuningrum; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.699

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia. Sediaan repelan biasa digunakan untuk menghindari gangguan atau gigitan nyamuk Aedes aegypti. Namun sediaan repelan mengandung Diethyl toluamide (DEET) yang dalam penggunaannya dapat menyebabkan eritema (kemerahan pada kulit) dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas daya repelan lotion ekstrak daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis terhadap nyamuk Aedes aegypti, selain itu untuk menentukan apakah lotion ekstrak etanol daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis ini mengiritasi hewan uji atau tidak, dan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi lanolin terhadap sifat fisik lotion ekstrak etanol daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan etanol 96%, dengan menggunakan metode refluks. Ekstrak etanol daun sirih yang digunakan dalam formula lotion adalah 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang dibuat pada penelitian ini sebanyak 3 formula dengan perbedaan konsentrasi lanolin, yaitu 3%, 4% dan 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang telah dibuat kemudian dievaluasi secara fisik, diuji daya repelan dan uji iritas. Perbedaan konsentrasi lanolin pada tiap formula lotion, sangat mempengaruhi viskositas, daya sebar, daya lekat dan daya repelan masing-masing formula. Daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 88% selama 11 menit. Indeks iritasi primer lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 0,3. Konsentrasi lanolin berbanding lurus dengan daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih. Lotion ekstrak etanol daun sirih memiliki indeks iritasi primer sebesar 0,33, dimana nilai tersebut < 2 maka golongan senyawa yang diuji termasuk hanya sedikit merangsang. Konsentrasi lanolin berbanding terbalik dengan nilai daya sebar, tetapi berbanding lurus dengan nilai daya lekat dan viskositas lotion ekstrak etanol daun sirih. Kata kunci : daya repelan, uji iritasi, lotion, ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn). ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) which is transmitted through the bite of mosquito Aedes aegypti and Aedes albopictus females still becomes a health problem, especially in Indonesia. Repellant is used to avoid interference or bite of the Aedes aegypti mosquito. The purposes of this research are to determine the repellency of the ethanolic extract of betel leaf lotion with lanolin variation as a basis toward Aedes aegypti, to determine whether the ethanolic extract of piper betel leaves lotion with lanolin variation as a basis irritate the test animals or not, and to compare the influence of lanolin concentration toward physical characteristic of lotion. Piper betel leaves extracted with 96% ethanol, using reflux. The ethanolic extract of piper betel leaves used in the formula lotion is 5%. This lotion was made into 3 formula with lanolin concentration difference 3%, 4% and 5%. Lotion ethanolic extract of piper betel leaves had been made then evaluated physically, repellency and irritation. Dispersive and viscosity of the lotion will determine the convenience of the use by human. Differences of lanolin concentration in each formula lotion, greatly affect the viscosity, dispersive, adhesion and repellency each formula. Repellency lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 88% in 11 minutes. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33. Concentration of lanolin is proportional to the lotion repellant the ethanolic extract of piper betel leaves. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33 or few stimulating. Concentration of lanolin inversely to the value of dispersive, but it is directly proportional to the value of adhesion and viscosity lotion. Keywords : repellency, irritation, lotion, ethanolic extract of piper betel leaves (Piper betle Linn)
ANALISIS PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA FLAVONOID BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) PADA RESEPTOR α-GLUKOSIDASE SEBAGAI ANTIDIABETES Rizky Arcinthya Rachmania; Supandi Supandi; Frisca Ananda Dwi Cristina
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) merupakan buah yang banyak mengandung flavonoid yang dapat digunakan sebagai obat antidiabetes. Senyawa flavonoid yang berkhasiat antidiabetes pada buah mahkota dewa belum diketahui jenisnya sehingga perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi senyawa flavonoid buah mahkota dewa terhadap enzim α-glukosidase melalui nilai energi bebas (binding affinity/ΔG˚) dan untuk mendapatkan jenis flavonoid yang sesungguhnya dari buah mahota dewa sebagai tahap pencarian kandidat obat antidiabetes yang baru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan mencari struktur dari enzim α-glukosidase di RCSB kemudian dilakukan proses penambatan molekul, diamati visualisasinya melalui Pymol dan penentuan pocket cavity. Hasil penambatan molekul terhadap 10 senyawa flavonoid menunjukkan senyawa yang memiliki energi bebas terendah adalah fevicordin A dengan nilai -10,8 kcal/mol, sementara itu hasil visualisasi dari fevicordin A terdapat 5 residu asam amino yaitu; Leu 286, Phe 535, Ile 523, Ser 521, Arg 520. Phaleria (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) is a fruit that contains flavonoids which can use as antidiabetic. Flavonoid compounds type in Phaleria is unknown, so it is need to be investigated. Purpose of this study were to see the interaction of flavonoids of Phaleria with α-glucosidase enzyme by binding affinity and to find out the most potent flavonoid of Phaleria as new drug candidate for antidiabetes. Implementation of this study begins with the search for the structure of the α-glucosidase enzyme in RCSB and then docking process, observed visually with Pymol and determination of pocket cavity. Results of molecular docking of 10 flavonoids, showed that the flavonoid with lowest free energy was fevicordin A with the value of 10.8 kcal/mol. The results visualization showed that fevicordin A have 5 amino acid residues.
Pengelola dan Daftar Isi Jurnal Pharmacy Vol. 9 No. 02 Agustus 2012 admin Pharmacy
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.391

Abstract

Pengelola dan Daftar Isi Jurnal Pharmacy Vol. 9 No. 02 Agustus 2012

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue