cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Kombinasi Candesartan-Amlodipin Dibandingkan dengan Kombinasi Candesartan-Diltiazem pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Faridah Baroroh; Andriana Sari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.872 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1952

Abstract

Pengobatan hipertensi membutuhkan biaya yang besar, karena dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Adanya efektivitas antihipertensi yang berbeda-beda maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya pengobatan kombinasi candesartan-amlodipin dibandingkan dengan kombinasi candesartandiltiazem pada pasien hipertensi rawat jalan. Penelitian ini dirancang secara Cohort prospektif dengan pengamatan outcame selama 3 bulan di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Outcame yang dinilai untuk menilai efektifitas biaya pengobatan adalah penurunan tekanan darah mencapai target setelah pengobatan. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan payers perspective yaitu BPJS, dengan komponen biaya yang diukur adalah biaya medik langsung. Efektivitas biaya pengobatan dianalisis menggunakan ICER (Incrimental Cost Effectiveness Ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan outcame pada kedua kelompok pengobatan. Subyek penelitian yang terlibat sebanyak 33 pasien, 24 pasien pengobatan kombinasi candesartanamlodipin, dan 9 candesartan-diltiazem. Sebesar 81,82% perempuan dan 72,73% memiliki rentang usia 51-70 tahun, komplikasi penyakit paling banyak adalah diabetes mellitus (60,60%). Hasil penelitian menunjukkan efektivitas pengobatan candesartanamlodipin 58,33%, sedangkan efektivitas pengobatan candesartan-diltiazem 22,22%. Nilai ICER sebesar Rp -23.187,40, hal ini menunjukkan candesartan-amlodipin mutlak lebih cost effectiveness dari candesartan-diltiazem. Pengobatan kombinasi candesartanamlodipin mutlak lebih cost effectiveness dari candesartan-diltiazem dengan nilai ICER sebesar Rp -23.187,40.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL SOXHLETASI DAN MASERASI DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP Candida albicans Astri Puspitasari; Sudarso Sudarso; Binar Asrining Dhiani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.410

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antijamur ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica) terhadap Candida albicans dengan metode dilusi. Ekstrak tersebut dihasilkan dengan cara soxhletasi dan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penentuan kandungan senyawa dalam ekstrak dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak soxhletasi dan maserasi daun mimba (Azadirachta indica) mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Ekstrak soxhletasi lebih efektifdalam menghambat dan membunuh jamur Candida albicans dibandingkan dengan ekstrak maserasi. Hal ini dapat dilihat dari perolehan Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). KHM dan KBM untuk ekstrak hasil soxhletasi sebesar 0,20% dan 0,62%, untuk maserasi sebesar 0,62% dan 1,85%. Hasil identifikasi Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak soxhletasi dan ekstrak maserasi daun mimba (Azadirachta indica) mengandung golongan senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Kata kunci: antijamur, ekstrak daun mimba (Azadirachta indica), Candida albicans, Kromatografi Lapis Tipis ABSTRACT Research on antifungal activity of ethanolic extract of nimba leaves (Azadirachta indica) against Candida albicans were done using dilution method. Extracts were produced from two different extraction method i.e. soxhlet and maceration using ethanol 70% as solvent. Determination of compounds contained in extracts used Thin Layer Chromatography. The research resulted that soxhlet and maceration extract of nimba leaves showed antifungal activity against Candida albicans. Soxhlet extracts exhibited higher activity than maceration extract to inhibit Candida albicans. Thin Layer Chromatography revealed that maceration and soxhlet extracts contained flavonoid, tannin and saponin. Keywords: antifungal, nimbi leaves extract, Candida albicans, Thin Layer Chromatography.
Perbandingan Efektifitas Antinyeri Salep Daun Gatal Dari Simplisia Laportea decumana dan Laportea sp. Eva Susanty Simaremare; Elizabeth Holle; Made Budi; uliana Y. Yabansabra
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daun gatal (Laportea spp.) adalah tanaman asli Papua yang telah dipergunakan secara turun temurun oleh masyarakat Papua sebagai obat antinyeri. Daun gatal tersebar luas di Papua mulai dari daerah pantai hingga pegunungan. Setiap daun gatal dengan tipe genus yang berbeda memiliki efek iritan atau antinyeri yang berbeda. Salep daun gatal sudah dibuat dengan basis larut air dan sedang dikembangkan. Oleh karena salep daun gatal ini belum memiliki efektifitas yang maksimal seperti daun aslinya maka perlu dilakukan pengembangan produk secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektifitas salep daun gatal asal Biak (L. decumana) dengan salep daun gatal (Laportea sp.) asal Depapre. Sampel diambil dari petani lokal Biak Provinsi Papua Barat dan Depapre Provinsi Papua. Simplisia dibuat dengan mengayak daun gatal berukuran 125 mesh dan diformulasi menjadi salep basis larut air. Evaluasi meliputi test organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan uji efektifitas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa daun gatal asal Biak lebih efektif dibandingkan salep asal Depapre. Kata kunci: daun gatal, salep, Papua, antinyeri. ABSTRACT Daun gatal (Laportea spp.) as original plant from Papua has been using for pain relief as traditional medication in the local community widely. Daun gatal is found in Papua from coastal to highland. Every plant with different of genus has different iritation effect also. Oitment of daun gatal has been made with water soluble base and expanded. Because of this oitment has not maximal effectiveness if it is compared with its leaves, so it must be developed continously. The aim of this study to compare effectiveness of oitment daun gatal from Biak (Laportea decumana) with oitment daun gatal (Laportea sp.) from Depapre. Sample was collected from local farmers Biak province West Papua and Depapre, province Papua. Simplicia made by filtering daun gatal with 125 mesh sieve and formulate it into water soluble based oinment. The evaluation tests included organoleptic, pH, homogeneity, stinky test, effectiveness test, and the dispersive power. The results showed that ointment daun gatal from more effectiveness then Depapre. Key words: daun gatal, ointments, Papua, pain relief.
Pola Penggunaan Antibiotika pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pneumonia Balita pada Rawat Jalan Puskesmas I Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara Tahun 2004 Indri Hapsari; Ika Wahyu Budi Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2519.945 KB)

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian dan kesakitan pada anak-anak terutama yang berusia dibawah lima tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian pola penggunaan antibiotik pada infeksi saluran pernafasan akut pneumonia balita dengan standar penatalaksanaan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pengambilan data menggunakan metode retrospektif terhadap kartu rekam medik pasien infeksi saluran pernafasan akut pneumonia balita di Puskesmas I Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Metode analisisnya menggunakan metode deskriptif non analitik, kemudian dibandingkan dengan standar penatalaksanaan yang ada di Puskesmas I Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 sampel pada balita usia 0 - 59 bulan yang menderita infeksi saluran pernafasan akut pneumonia, sebanyak 55,8% anak laki-laki dan 44,2% anak perempuan. Antibiotika yang paling banyak digunakan adalah kotrimoksazol sebanyak 86,7%, sedangkan amoksisilin sebanyak 13,3%. Penggunaan antibiotika sudah sesuai dengan standar penatalaksanaan di Puskesmas I Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
PENGARUH PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN APOTEK DI WILAYAH PURWOKERTO Zumrotul Anisah; Moeslich Hasanmihardja; Didik Setiawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.544

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan bentuk pelayanan dan tanggungjawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, sehingga pelayanan kefarmasian sangat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen / pasien di apotek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek dan pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen di apotek Purwokerto. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei yaitu dengan penyebaran kuisioner kepada responden apoteker dan konsumen apotek. Responden apotek yang diambil mengikuti jumlah apotek yang dijadikan untuk penelitian yaitu 4 apotek. Pemilihan apotek berdasarkan teknik area random sampling. Responden konsumen diambil 400 responden berdasarkan teknik accidental sampling. Data di analisis menggunakan program SPSS for Window Ver 16. Dari hasil analisis diperoleh nilai signifikan (p) 0,318 > 0,05 sehingga didapatkan kesimpulan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan konsumen apotek di wilayah Purwokerto, dan menurut konsumen secara keseluruhan pelayanan kefarmasian di apotek Purwokerto sudah memuaskan. Kata Kunci: Kualitas pelayanan kefarmasian, kepuasan konsumen apotek. ABSTRACT Pharmaceutical care was care and responsibility dispenser professian in pharmacy job to increase the quality of costumer life. So pharmaceutical care was very influence to costumer’s satisfied in dispensary. The aims of the research were to find out the implementation of pharmaceutical care in dispensary of Purwokerto. The writer used analytic descriptive by using approach method of observation. Data used was primer data which was obtained through survey where by spread out the question to respondent such as apothecary and consumer. The write took 4 dispensaries as place of the research. Dispensary was chosen based on area random sampling. Costumer’s respondents were taken based on accidental sampling technique. The data was analyzed by SPSS program for Window Ver 16. The result of analysis was obtained the signifikan value (p) 0.318 > 0.05. It means that there is no valid relation between phamaceutical service and dispensaries consumer satisfaction rate in Purwokerto, and according to all consumer said that pharmaceutical care in dispensary of Purwokerto have satisfied. Key words : The quality of pharmaceutical care, dispensary costumer satisfaction.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN GATAL (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) Eva Susanty Simaremare
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.855

Abstract

ABSTRAK Daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) adalah tanaman asli Papua yang telah dipergunakan secara turun temurun oleh masyarakat Papua sebagai obat antinyeri. Penggunaan tanaman ini sangat mudah, penduduk hanya memetiknya lalu dioleskan ke bagian tubuh yang nyeri dengan memberikan sensasi gatal sebagai penanda bahwa obat tersebut bekerja sesuai dengan kepercayaan masyarakat, yang mampu menghilangkan rasa nyeri pada area yang dioleskan setelah lima menit. Kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan mengambil peran dalam memberi aktifitas farmakologi yang berbeda sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan daun gatal sebagai obat lain selain antinyeri dengan melakukan skrining fitokimia. Skrining fitokimia bertujuan memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman daun gatal meliputi pemeriksaan alkaloid, glikosida, steroid/triterpenoid, saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin. Sampel diambil dari masyarakat lokal Biak Papua Barat. Ekstrak dibuat dengan mengekstraksi simplisia daun gatal dengan pelarut etanol dan melakukan pengujian. Hasil uji menunjukkan bahwa daun gatal positif mengandung senyawa golongan alkaloid, glikosida, steroid/triterpenoid dan negatif untuk uji saponin, flavanoid, polifenol, dan tanin. Kata kunci: daun gatal, Papua, skrining fitokimia. ABSTRACT Daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) is a native plant from Papua and empirically used for pain remedy. The leaves were simply applied on the affected area. The effect was indicated by the itches on the skin after 5 minutes of application. The chemical composition of medical plant determined its pharmacology. This research explored the potency of Laportea decumana (Roxb.) Wedd by determining its secondary metabolites group. The plant was collected from Biak, West Papua. The leaves was extracted with ethanol and tested for its phytochemical content. The results showed that Laportea decumana (Roxb.) Wedd was positive for alkaloids, glycocides, steroids/ triterpenoids, and negative for saponins, flavonoids, and tannins. Key words: itchy leaves, Papua, screening phytochemical.
Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Farmasi Universitas Cenderawasih Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Elsye Gunawan; Gerson Andrew Warnares
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.199 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i1.2362

Abstract

The Study of Global Burden of Diseaase Cancer Collaboration shown In 2015, there were 17.5 million cancer cases worldwide and 8.7 million deaths. Aims of this research to find out the knowledge level and behavior the female students of medicine and pharmacy Uncen in efforts prevention of cervical cancer. This research is non experimental research which is analyzed descriptively. Cross sectionel design where data collection was done only one and data collection in August 2017 by survey method and questionnaire as research instrument. The location of the research was done in the faculty of medicine and program study of pharmacy Cenderawasih University. The results obtained from this study were total of 359 female students, age 22 respondents (23.12%), unmarried 98.89%, respondents from jayapura, living with parents, often discussing with family, especially mother, and they talked about reproductive health. the most respondents get information about cervical cancer prevention from lecturer's subjects that is 63,79%, electronic media 57,94% and 55,99% get information from print media. The conclusion of this research is the level of female student knowledge about cervical cancer, cervical cancer prevention and cervical cancer prevention behavior of female students of Faculty of Medicine and Pharmacy study program of Cenderawasih University is considered good.
TINGKAT KEBERHASILAN TERAPI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2009 Sugeng Romandhani; Moeslich Hasanmihardja; Wahyu Utaminingrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.592

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis telah dilakukan di puskesmas kabupaten Purbalingga tahun 2009. Tuberkulosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis dilihat dari angka konversi, angka kesembuhan, dan persentase angka penemuan penderita baru (CDR). Data diambil dari rekam medik yakni semua pasien tuberkulosis yang didiagnosa dan selesai masa pengobatan mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2009. Data yang didapat sebanyak 138 kasus kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka konversi untuk kategori I sebesar 86,96% dan untuk kategori II sebesar 100% (target 80%). Angka kesembuhan untuk kategori I sebesar 86,96% dan untuk kategori II sebesar 100% (target 85%). Serta untuk persentasi angka penemuan penderita baru (CDR) sebesar 60% (target 70%),angka penjaringan suspek 71 orang,proporsi pasien TB BTA positif diantara suspek 21,59 %,proporsi pasien TB paru positif diantara semua pasien TB paru 100 %,proporsi pasien TB anak diantara seluruh pasien TB 6 %,angka notifikasi kasus (CNR) 49 orang,angka keberhasilan terapi 99,27 %.Dari hasil angka konversi, angka kesembuhan, dan persentase angka penemuan penderita baru tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi tuberkulosis di Puskesmas kabupaten Purbalingga dinyatakan belum berhasil karena untuk presentase angka penemuan penderita baru (CDR) masih dibawah standar yang telah ditetapkan DEPKES. Kata kunci : tingkat keberhasilan, tuberkulosis, Puskesmas Purbalingga ABSTRACT Research on tuberculosis treatment success rate has been performed in Purbalingga district health center in 2009. Tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacilli. The purpose of this study was to determine the level of success of treatment for tuberculosis seen from the conversion rate, cure rate, and percentage of new case detection rate (CDR). Data retrieved from medical records that all TB patients are diagnosed and completed treatment period from January until December 2009. Data obtained 138 cases and then analyzed by descriptive The results of this study indicate that the conversion rate to 86.96% for category I and category II by 100% (target 80%). Cure rate for category I by 86.96% and for 11 categories by 100% (target 85%). And for the percentage of new case detection rate (CDR) of 60% (target 70%), the rate of crawl of 71 suspects, the proportion of smear positive TB patients were suspected of 21.59%, the proportion of pulmonary TB patients were positive among all pulmonary TB patients were 100%, proportion of children among all TB patients 6% of TB patients, case notification rate (CNR) 49 persons, 99.27% success rate of therapy. From the results of the conversion rate, cure rate, it can be concluded that the therapy of tuberculosis in health centers Purbalingga declared unsuccessful due to a percentage, new case detection rate (CDR) was still below, the standards set DEPKES. Keywords: success rate, tuberculosis, health center Purbalingga
PENETAPAN KADAR SENYAWA METAMPIRON DAN DIAZEPAM DALAM SEDIAAN KOMBINASI OBAT MENGGUNAKAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI Fauzan Zein Muttaqin; Anne Yuliantini; Astri Fitriawati; Aiyi Asnawi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan farmasi yang beredar di perdagangan seringkali berbentuk kombinasi campuran berbagai zat berkhasiat, seperti metampiron dan diazepam. Meningkatnya produksi obat-obat ini perlu diimbangi dengan peningkatan pengawasan mutu, agar obat yang beredar tersebut dapat dijamin keamanan dan khasiatnya. Oleh sebab itu diperlukan metode analisis yang akurat, jika memungkinkan sederhana dan murah, untuk menganalisis kandungan sediaan kombinasi metampiron dan diazepam tersebut. Salah satu metode analisis yang murah dan sederhana adalah KLT video densitometri. Tujuan dari penelitian ini untuk memvalidasi metode KLT video densitometri dalam penetapan kadar sediaan kombinasi tablet metampiron dan diazepam. Pengujian pemisahan menggunakan plat KLT GF254, plat ditotol senyawa aktif dan dikembangkan menggunakan fase gerak metanol:n-butanol (1:5, V/V) dengan penambahan amonia sebanyak 3 tetes. Visualisasi, perekaman bercak dan analisis kromatogram menggunakan seperangkat alat video densitometri. Hasil pengujian uji kesesuaian sistem diperoleh nilai Rf metampiron dan diazepam berturut-turut adalah 0,3 dan 0,8. Pembuatan sampel simulasi dilakukan dengan memvariasikan kadar metampiron dan diazepam. Nilai-nilai parameter dari validasi metode analisis yang dikembangkan yaitu untuk metampiron dengan rentang 90-115 bpj diperoleh nilai koefisien korelasi (r)=0,998; BD dan BK=1,755 dan 5,849 bpj; % recovery 100,203; 99,392 dan 100,649%, RSD (interday) 100%=1,031%. Sedangkan nilai parameter untuk diazepam dengan rentang 80–105 bpj, diperoleh nilai koefisien korelasi (r)=0,998; BD dan BK=2,102 bpj dan 7,006 bpj; % recovery 100,261; 99,622; dan 100,409%, RSD (interday) 100%=1,517%. Diperoleh hasil penetapan kadar yaitu metampiron dan diazepam berturut-turut adalah sebesar 100,358 dan 100,918%. Nilai-nilai parameter validasi tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan sehingga metode KLT video densitometri layak digunakan untuk penetapan kadar metampiron dan diazepam. Pharmaceutical dosage forms that circulate in the trade are often a mixture of different combination of active substances. Due to increasing production of these drugs need to be offset by increasing the quality control, so that the drug circulation can be guaranted safely and effectively. It therefore requires both an accurate analysis method and simple and cheap to analyze the contents in combination of methampyron and diazepam. One of the simple and cheap methods is TLC video densitometry. The aim of the research was validating TLC video densitometry in determinating content of combination of methampyron and diazepam. The separation was performed by using a TLC plate GF254, the plate that were apllied and developed with active compounds using a mobile phase of methanol:n-butanol (1:5, V/V) and 3 drops of ammonia. The spot was visualized, recorded spotting and chromatogram analyzed by using a set of densitometry video tools. The conformance system results showed that the value of Rf for methampyron and diazepam of 0.3 and 0.8, respectively. Formulation of sample simulation was carried out by varying concentrations of methampyron and diazepam. The parameters of the developed analytical validation methods in the range of 90-115 ppm of methampyron obtained correlation coefficient (r) of 0.998; limit of detection and limit of quantity of 1.755 and 5.849 ppm, respectively; % recovery of 100.203; 99.392; and 100.649%; % of RSD (interday) 100% of 1.031%, while the parameter for diazepam with a range of 80-105 ppm, the value of the correlation coefficient (r) of 0.998; limit of detection and limit of quantity of 2.102 and 7.006 ppm, respectively; % recovery were 100.26; 99.622, and 100.409%, % of RSD (interday) 100% of 1.517. The result showed that the content of methampyron and diazepam were 100.358 and 100.918%, respectively. It showed that the values of the parameter validation are eligible, so that TLC video densitometry method was feasible to use for determination of methampyron and diazepam.
PENGARUH PENAMBAHAN SODIUM LAURIL SULFAT (SLS) SEBAGAI SURFAKTAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN UJI DISOLUSI TABLET KETOPROFEN Adithya Wahyu Pratama; Agus Siswanto; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.732

Abstract

ABSTRAK Ketoprofen (asam 2-(3-benzoilfenil) propanoat) adalah turunan asam propionat dengan khasiat analgesic, antipiretik, dan antiinflamasi yang cukup baik namun mempunyai kelarutan yang praktis tidak larut dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan disolusi dan pengaruhnya terhadap sifat fisik tablet Ketoprofen menggunakan Sodium lauril sulfat sebagai surfaktan. Sodium lauril sulfat merupakan surfaktan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembasahan dan laju disolusi. Penelitian ini dilakukan dengan membuat empat formula tablet Ketoprofen dengan konsentrasi Sodium lauril sulfat yang berbeda (0%, 0,5%, 1%, dan 1,5%) sebagai bahan pembasah. Sebagai kontrol digunakan Ketoprofen tanpa penambahan Sodium lauril sulfat. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisik (keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet) dan uji disolusi. Uji disolusi dilakukan dengan metode dayung dengan medium disolusi dapar fosfat pH 7,2 dengan kecepatan putar 100 rpm pada suhu 37±0,5ºC selama 60 menit dan parameter uji disolusi yang dipakai adalah Dissolution Efficiency atau DE30 (%). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Analisa Varian (ANOVA) satu jalan dan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada data yang memiliki perbedaan bermakna dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan sodium lauril sulfat tidak berpengaruh terhadap uji kekerasan tablet, uji kerapuhan dan uji keseragaman bobot tablet tapi berpengaruh terhadap uji waktu hancur yaitu semakin banyak sodium lauril sulfat yang ditambahkan semakin cepat pula waktu hancurnya, dan laju disolusi tablet semakin besar pula. Persentase ketoprofen terlarut pada menit ke-30 formula I, II, III, dan IV berturut-turut adalah 14,64% ; 29,66% ; 32,06% ; 35,81%. Kata kunci: sodium lauril sulfat, tablet, ketoprofen, disolusi. ABSTRACT Ketoprofen (acid 2-(3-benzoilfenil) propanoat) was derivated of propionat acid which has analgesic, antipyretic, and anti-inflammatory with poor solubillity in water. This research allowed to increase the dissolution rate of ketoprofen tablets and effect on the physical characteristic by adding sodium lauril sulfat as surfactant. Sodium lauryl sulfat is a surfactant that can be used to improve wetting and dissolution rate. This study was done with make four formula of ketoprofen tablets by different concentration of sodium lauryl sulfat (0%, 0,5%, 1%, and 1,5%) as a wetting agent. Ketoprofen without sodium lauryl sulfat was used as control. The tablets were made by wet granulation method. Tablet produced were tested for the physical characterisation (uniformity of weight, and hardness, friability, and disintegration time tablet) and dissolution test. The dissolution test were done by using pedal method with dissolution buffer of phosphate buffer pH 7,2 with spinning rate of 100 rpm in the temperature 37±0,5ºC for 60 minutes. The parameter used in this research is Dissolution Efficiency or DE30 (%). Data gained then analyzed statistically by using one way Analysis of Variance (ANOVA) and LSD (Least Significant Difference). The result showed the data have signifficant differences at the confidence of 95% The result of this study indicate that the addition of sodium lauryl sulfate had not effects on hardness, fragility and weight uniformity of tablets, but it has effect on the disintegration time. By adding more sodium lauryl sulfat, the disintegration time and the dissolution rate were greater. The percentage of ketoprofen dissolved after 30th minute, for formula I, II, III and IV respectively were 14,64% ; 29,66% ; 32,06% ; 35,81%. Key words: sodium lauryl sulfate, tablet, ketoprofen, dissolution

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue