cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
GEL DAUN KELOR SEBAGAI ANTIBIOTIK ALAMI PADA Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VIVO Farizky Jati Ananto; Eko Setyo Herwanto; Nayla Berliana Nugrahandhini; Yusri Chizma Najwa; Mohamad Zainul Abidin; Irma Suswati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v12i1.816

Abstract

ABSTRAK Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri multiresisten yang sering menginfeksi luka pada kulit, yaitu luka lecet, luka sayatan, ataupun luka bakar. Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman khas Indonesia yang dikonsumsi sebagai sayur dan digunakan sebagai obat tradisional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini banyak mengandung senyawa saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol yang merupakan agen antimikroba alami pada tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gel ekstrak daun kelor terhadap lebar luka yang terinfeksi P. aeruginosa pada tikus. Penelitian ini menggunakan desain True Experimental: Pre Test – Post Test Only Group Design. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok dan dibuat luka insisi pada punggung yang terinfeksi P. aeruginosa. Kemudian luka diberi perlakuan dengan gel ekstrak daun kelor dengan dosis 20 mg/dl, 40 mg/dl, dan 60 mg/dl. Analisis data menggunakan variabel numerik dengan satu faktor yaitu lebar luka berdasarkan faktor pemberian gel daun kelor. Uji statistik yang digunakan adalah uji komparasi Kruskall - Wallis dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dari uji Kruskall – Wallis didapatkan nilai signifikansi p
Persentase Penggunaan Amoksisilin yang Rasional Untuk Swamedikasi Salesma Ditinjau dari Sisi Indikasi Rehana Rehana; Sri Sutji Susilowati; Iskandar Sobri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.754 KB)

Abstract

Banyaknya pembelian amoksisilan tanpa resep dokter yang ditujukan untuk pengobatan salesma merupakan faktor yang melatarbelakangi penelitian untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui prosentase penggunaan amoksisilian yang rasional untuk swamadikasi salesma ditinjau dari sisi tempat indikasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumbar informasi ilmiah untuk memperkaya bahan ajar di program Sarjana Farmasi UNSOED. Penelitian ini di laksanakan menggunakan metode survey data primer dikumpulkan secara potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa apotek di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga selama 4 bulan mulai Desember 2006 hingga Maret 2007. Sampel yang terkumpul dari penelitian ini adalah sebesar 85 orang yang terdiri atas 69 0rang (81%) dewasa dan 16 orang (19 %) anak. Penggunaan amoksisilin yang rasional sebanyak 61 orang (71.76%) sedangkan yang tidak rasional sebanyak 24 orang (28.24%).
PERBANDINGAN DAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L) DENGAN RUTIN TERHADAP RADIKAL BEBAS 1,1-DIPHENIL-2-PIKRILHIDRAZIL (DPPH) Rahmani Prastiwati; Wranti Sri Rahayu; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.549

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun tembakau dengan rutin. Percobaan ini dilakukan dengan membuat ekstrak metanol daun tembakau secara soxhletasi dan mengukur absorbansi DPPH dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 517nm. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun tembakau dan rutin memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Kata kunci: Antioksidan, 1,1-diphenil-2-pikrilhidrazil, ekstrak metanol tembakau, rutin. ABSTRACT An experiment was done to compare the antioxidant activity of methanolic extract of tobacco leaves and rutin. This experiment was conducted by extracting methanolic extract of tobacco leaves with soxhletation method with methanol and measuring the absorbance of DPPH using spectrofotometry UV- Vis in λ 517 nm. The obtained data was analized by t-test with the confidence level 95%. The result showed that methanolic extract of tobacco leaves extract and rutin have the different of antioxidant activity. Key word: Antioxidant, 1,1-diphenil-2-pikrilhidrazil, methanolic extract of tobacco leafes, rutin.
MINYAK ATSIRI, PERBANDINGAN KADARNYA PADA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) YANG DIKERINGKAN DENGAN METODE SINAR MATAHARI DAN OVEN BESERTA PROFIL KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETRI MASSA (KGSM) Dwi Nur Meilaningrum; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Wiranti Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.882

Abstract

ABSTRAK Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tumbuhan dari familia Zingiberaceae yang secara historis mempunyai kegunaan tradisional yang cukup luas di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu proses terpenting dalam tahap pembuatan simplisia rimpang temulawak adalah proses pengeringan, pada proses tersebut kuantitas dan kualitas kadar minyak atsiri rimpang temulawak bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar minyak atsiri rimpang temulawak dengan pengeringan sinar matahari dan oven. Hasil kadar minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada pengeringan sinar matahari adalah 0,14%v/b sedangkan pada pengeringan oven adalah 0,28%v/b. Hasil yang diperoleh dari analisis dengan uji t menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna, ini ditunjukkan dari nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Kemudian dilakukan analisis kualitatif minyak atsiri dengan kromatografi Gas Spektrometri Massa, dengan fase gerak helium dan fase diam fenil metil siloksan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri temulawak dari pengeringan sinar matahari terdiri atas 28 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah sineol, champhor, alpha kurkumin, androsta, dan alpha chamigren sedangkan pengeringan oven terdiri atas 33 komponen kimia dengan 5 komponen minyak atsiri tertinggi adalah champhor, alpha kurkumin, androsta, germakron dan alpha chamigren. Kata kunci: minyak atsiri, rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), pengeringan, KGSM. ABSTRACT Curcuma xanthorrhiza Roxb is a crop from Zingiberaceae family that historically has enough wide traditional use in around of Indonesian people. One of the important process in preparation of simplicia Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome is drying process, where the process influence the quantity or quality volatile oil level of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome. The aim of this research was to find out the volatile oil level on Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome by oven and drying sunshine. Result of volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome at drying sunshine was 0.14% v/w whereas at drying oven was 0.28% v/w. Obtained result from t test analysis indicated the existence of mean difference, this indicated from t value more than t table. Later perform qualitative analysis of volatile oil with Gas Chromatography Mass Spectrometer with helium as mobile phase and phenyl metil syloksan as stationary phase. This research result indicated that volatile oil of Curcuma xanthorrhiza Roxb. from solar drying consist of 28 chemical constituents. The top five components of the essential oil were cineole, camphor, alpha curcumin, androsta, dan alpha chamigren. Volatile oil from oven drying consists of 33 chemical constituents. The top five components of the essential oil were camphor, alpha curcumin, androsta, germacron and alpha chamigren. Key word : essential oils, Curcuma xanthorrhiza Roxb. rhizome, drying, GCMS.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBERHASILAN TERAPI TUBERKULOSIS PADA PUSKESMAS YANG SUDAH BERSERTIFIKAT ISO DAN TIDAK DI KABUPATEN PURBALINGGA Patmiatun Patmiatun; Moeslich Hasanmihardja; Wahyu Utaminingrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.597

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sebagai penyebab kematian ke 3 terbesar setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan, dan nomor 1 terbesar penyebab kematian dalam kelompok penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi Tuberkulosis antara Puskesmas yang telah Sersertifikat ISO (Puskesmas Padamara) dan yang belum bersertifikat ISO (Puskesmas Serayu Larangan) dengan menggunakan indikator keberhasilan dan kemajuan penanggulangan TB dari Departemen Kesehatan RI dan perbandingan tingkat kesembuhan TBC menggunakan Chi Kuadrat Dua Sampel.. Data diambil dari rekam medik yaitu semua pasien yang didiagnosa dan selesai masa pengobatan mulai bulan Juli 2009 sampai bulan Juni 2010. Data kemudian dianalisis untuk mendapatkan indikator keberhasilan terapi TBC. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara puskesmas yang telah bersertifikat ISO 2001 - 2008 dan yang belum bersertifikat ISO. Kata kunci : Perbandingan terapi TBC, tuberkulosis, Sertifikat ISO. ABSTRACT Tuberculosis is a kind of disease caused by Mycobacterium tuberculosis basille. It belongs to the third most of the deadly disease after Cardiovaskuler and Respiration disease, while the first deadly disease comes from infection disease group. The aim of this research is to know the succesfull level of tuberculosis therapy between ISO certified Puskesmas (Puskesmas Padamara) and ISO uncertified puskesmas (Puskesmas Serayu Larangan) by using the succesfull indicator and the comparison of TBC’s cure rate with two samples chi-square test. The data was taken from medical record of all diagnosed patients whose its cure started from July 2009 until June 2010. The data then was analized to get the indicator of TBC’s successful level. This research shows that there is no difference between ISO 2001-2008 certified Puskesmas and ISO uncertifiedPuskesmas. Keywords : The comparison of TBC therapy, tuberculosis, ISO certificate.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Terhadap Efek Pembekuan Darah Dan Penurunan Agregasi Platelet Pada Darah Manusia Sehat Secara In Vitro Annisa Shalehah; Noor Cahaya; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) dimanfaatkan oleh masyarakat Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan sebagai tanaman obat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa tanaman kajajahi mengandung beberapa senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan flavonoid. Senyawa flavonid terbukti memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang juga berperan dalam menghambat pelekatan, agregasi, dan sekresi platelet. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh ekstrak kajajahi terhadap efek pembekuan darah dan penurunan agregasi platelet. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan sampel darah manusia sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (darah dengan EDTA), kelompok ekstrak kajajahi (0,1%) dan kontrol negatif (darah tanpa EDTA) dengan replikasi sebanyak 3 kali. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa gambaran mikroskopik sel darah dan data kuantitatif berupa jumlah penurunan agregasi platelet yang dilakukan dengan cara menghitung selisih serapan plasma sebelum dan sesudah penambahan ADP. Data hasil penurunan jumlah platelet dianalisis secara statistik dengan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dari uji efek pembekuan darah, terlihat pada kelompok kontrol negatif sel darah menggumpal, saling berikatan satu dengan lain dan tidak terpisah; kelompok kontrol positif terlihat sel darah tidak saling berikatan atau terpisah satu sama lain dan pada kelompok ekstrak terlihat sebagian besar tidak saling berikatan, terpisah satu dengan yang lain. Uji penurunan agregasi platelet pada kelompok kontrol negatif menunjukkan peningkatan agregasi platelet, kelompok kontrol positif dan kelompok ekstrak menunjukkan penurunan agregasi platelet. Dengan demikian, didapatkan kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun kajajahi 0,1% berpengaruh terhadap penurunan agregasi platelet (p value 0,086) dan memberikan efek pembekuan darah. Kata kunci: agregasi platelet, Leucosyke capitellata Wedd., pembekuan darah. ABSTRACT Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.), an Indonesian medicine plant, is often used in society as traditional medicine. One of kajajahi’s benefits that haven’t much been explored is antiplatelet activity. Previous research results have shown that kajajahi extract contain flavonoid compound and is effective as an antioxidants. Flavonoid is an antioxidant compound which can inhibit the adhering, aggregation, and secretion of platelets because it obstructs the metabolism of arachidonat acid by cyclooxygenase. The purpose of this research is to identify the effect of platelet’s anti-aggregation of ethanolic extract from kajajahi leaves. The testing of microscopically blood clotting effect showed that ethanol extract of kajajahi leaves could prevent blood cell from coagulating. The testing of plasma absorbance reduction before and after the addition of ADP showed comparison toward negative control to positive control with significance of 0.007 (0.05). There is a significant difference on the comparison of negative control to extract and positive control to negative control. Key words: blood clotting, Leucosyke capitellata Wedd., platelet aggregation.
STUDI HKSA SENYAWA PIRAZOLO-(3,4-D)-PIRIMIDIN SEBAGAI INHIBITOR AXL DAN TYRO3 SERTA PERBANDINGANNYA DESKRIPTORNYA DENGAN INHIBITOR MER TIROSIN KINASE Nursalam Hamzah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.748

Abstract

ABSTRAK Mer Tirosin Kinase diekspresikan secara ektopik dalam sel T dan B pasien Leukemia Limfoblatik Akut (LLA), tetapi tidak diekspresikan pada sel T dan B manusia normal pada setiap tahap perkembangannya. Oleh karena itu, Mer tirosin kinase dapat menjadi target pengobatan LLA dengan selektifitas yang baik. Penghambatan fosforilasi reseptor Mer oleh suatu inhibitor tranduksi sinyal dapat menurunkan proliferasi sel dan meningkatkan apoptosis, sehingga menekan perkembangan sel leukemia. Pirazolo-[3,4-d]-pirimidin adalah obat generasi baru yang bertindak sebagai inhibitor dari Mer tirosin kinase. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan deskriptor yang berpengaruh terhadap aktivitas penghambatan reseptor Axl dan Tyro3, serta membandingkannya dengan deskriptor inhibitor Mer tirosin kinase, sehingga diperoleh senyawa turunan pirazolo-(3,4-d)-pirimidin dengan yang spesifik untuk inhibisi Mer. Pemodelan dan optimasi geometri mengunakan perangkat lunak HyperChem®. Struktur molekul optimasi geometri menggunakan metode Ab initio. Nilai prediktor dihitung menggunakan MOE® dan perhitungan statistik untuk menyusun persamaan HKSA menggunakan SPSS®. Persamaan terpilih ditentukan dengan kriteria statistik terbaik, yaitu r2, korelasi pearson, dan q2 validasi Leave One Out. Lima deskriptor berperan penting dalam aktivitas inhibisi Axl dan Tyro3. Pengembangan senyawa yang selektif untuk menghambat aktivitas Mer dapat dibuat dengan modifikasi gugus yang meningkatkan volume van der waals dan penambahan gugus penarik elektron, sehingga dapat diperoleh obat dengan efek samping minimal. Kata kunci: leukemia limfoblastik akut, pirazolo-[3,4-d]-pirimidin, Mer, Axl, Tyro3. ABSTRACT Mer Tyrosine Kinase is ectopically expressed in T and B cells of Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) patient, but is not expressed in normal human T and B cells at any stage of its development. Therefore Mer Tyrosine Kinase can be a treatment target ALL with a good selectivity. Phosphorylation inhibition of Mer receptor by signal transduction inhibitor decreases cell proliferation and increases apoptosis, thereby suppressing the development of leukemia cells. Pirazolo-[3,4-d]-pyrimidines area new generation of drugs that act as inhibitors of Mer tyrosine kinase. The purposes of the present research are to determine descriptors that influence the inhibitory activity on Axl and Tyro3, and compare it with the Mer tyrosine kinase inhibitors descriptors, so that we can make derivative compounds pirazolo-(3,4-d)-pirimidin with the specific inhibition on Mer. Modeling and optimization geometry was carried out using HyperChem® software. Molecules structure were geometrically optimized using Ab initio method. Predictors values were computed using MOE® and statistical calculations of QSAR equations was carried out using SPSS®. The selected equation was determined by the best statistical criteria, such as r2, Pearson correlations, and q2Leave One Out validation. 5 descriptors play an important role in the inhibitory activity of Axl and Tyro3. Development of compounds that selectively inhibit the activity of Mer can be made by modifying groups that increases the volume of van der waals and the addition of an electron withdrawing groups, to obtain the drugs with minimal side effects. Key words: acute lymphoblastic leukemia, pyrazolo-[3,4-d]-pyrimidine, Mer, Axl, Tyro3.
Hubungan Persepsi Terhadap Iklan Obat Laksatif di Televisi dengan Perilaku Swamedikasi Masyarakat di Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan Noor Cahaya; Sriyatul Adawiyah; Difa Intannia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.048 KB)

Abstract

Obat laksatif merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar pada kondisi sembelit. Informasi mengenai obat ini sering didapatkan melalui iklan di televisi yang akan berpengaruh pada perilaku swamedikasi (pengobatan sendiri). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi terhadap iklan obat laksatif dengan perilaku swamedikasi menggunakan obat laksatif. Metode penelitian adalah survei analitik dengan teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi: penduduk Kelurahan Sungai Besar dan berusia ≥ 17 tahun, bersedia menjadi responden, pernah melihat iklan laksatif di televisi, dan menggunakan obat laksatif secara swamedikasi. Sampel penelitian sebanyak 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan, persepsi responden terhadap iklan obat dalam pengobatan sendiri diperoleh sebesar 77,4% terpengaruh dan 22,6% tidak terpengaruh. Perilaku swamedikasi yang dilakukan oleh responden diperoleh sebesar 37,1% rasional dan 62,9% tidak rasional. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan antara persepsi terhadap iklan obat dengan perilaku swamedikasi (P value = 0,000).
UJI FOTOTOKSISITAS SEDIAAN KRIM MUKA “X” TERHADAP KELINCI PUTIH JANTAN Catur Siwi Handayani; Indri Hapsari; Susanti Susanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.405

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian uji fototoksisitas krim muka “ X “ terhadap kelinci putih jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah produk “ X “ menimbulkan efek fototoksik. Penelitian dilakukan menggunakan tiga kelinci putih jantan yang dicukur punggungnya sebanyak 1x1 inchi, kemudian diberi perlakuan dengan sampel untuk kontrol positif dan ethanol untuk kontrol negatif. Setelah 30 menit kelinci dipaparkan dengan sinar ultra violet dengan panjang gelombang 320 – 400 nm. Hewan uji diamati setelah 24 dan 48 jam, kemudian diberi skore sesuai dengn tabel tingkat keparahan eritema. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa krim muka “ X “ positif menimbulkan fototoksik sebesar 100 % dengan rata- rata skor eritema 2,33 yang berarti eritema berbatas jelas. Kata Kunci : Krim muka “ X “, fototoksisitas, eritema. Abstract A research on phototoxicity testing of a “ X “ moisturizing cream. The aim of this research is to prove phototoxic effect on a “ X “ moisturizing cream. The research was done by to weigh three rabbits further to shave the hair from a 1x1 inchi on the whole back skin. There are two sites per animal, one side should be for a sample “ X “ moisturizing cream and another for a negative control. Thirty minute after dosing, animals was exposed to Uv – light 320-400 n exposure according the table of erythema formation score. The result of this research shows that “ X “ moisturizing cream give positif rate phototoxic effect 100% with mean score is 2,33 ( well – defined erythema ), and can be conducted that “ X “ moisturizing cream was proved have positif phototoxic effect. Key word : Moisturizing cream “ X “, phototoxic, erythema.
FORMULASI TABLET EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN VARIASI AVICEL PH 101 DAN AMPROTAB SEBAGAI BAHAN PENGERING Gustina Nurkhayatun; Agus Siswanto; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.537

Abstract

ABSTRAK Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Agar penggunaan tanaman ini menjadi lebih praktis, perlu pengolahan menjadi bentuk sediaan yang mudah digunakan, salah satunya dalam bentuk sediaan tablet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kombinasi bahan pengering Avicel PH 101 dan Amprotab dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet ekstrak etanol buah mengkudu yang memenuhi syarat sifat fisik tablet. Ekstrak etanol buah mengkudu dibuat dengan menggunakan metode maserasi. Sedangkan tablet ekstrak etanol buah mengkudu dibuat dengan cara metode granulasi basah. Tablet ekstrak etanol buah mengkudu dibuat dalam tiga formula, yaitu formula I (100 % Avicel PH 101), formula II (100 % Amprotab) dan formula III (50 % Avicel PH 101 : 50 % Amprotab). Granul kering diuji sifat alirnya sedangkan tablet diuji sifat fisisnya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Penggunaan variasi kombinasi pengering Avicel PH 101 dan Amprotab menghasilkan waktu alir yang baik sehingga keseragaman bobot memenuhi, kekerasan tablet baik, kerapuhan semakin rendah dan waktu hancur lebih lama. Kata kunci : mengkudu, Avicel PH 101, Amprotab, tablet, granulasi basah ABSTRACT It has been conducted a research on ethanol extract of Morinda citrifolia L tablet formulation. This research was aimed to find out whether composition variation of Avicel PH 101 and Amprotab as absorber could be formulated into tablet dosage form that meet requirement of good physical characteristic. The advantages of Avicel PH101 were having good compressibility and good the flow characteristic and fastening disintegration time of tablet. The advantage of Amprotab was cheap. Morinda citrifolia L. was extracted by maceration method by ethanol 70 %. Tablet of Morinda citrifolia L. was made by wet granulation. Ethanol extract of Morinda citrifolia L tablet was made in three formulas, they were formula I (100% Avicel PH 101), formula II (100% Amprotab) and formula II (50% Avicel PH 101: 50% Amprotab). Dry granule was examined the flow characteristics whereas tablets were examined the physical characteristic (weight uniformity, hardness, brittleness and disintegration time). Various combination of Avicel PH 101 and Amprotab resulted a good flowing time so that meet weight homogeneity, a good tablet hardness, lower brittleness and longer of disintegration time. Key word: Morinda citrifolia L., Avicel PH 101, Amprotab, tablet, wet granulation.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue