cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
PENGARUH E-LEARNING BERBASIS RUMAH BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Kadek Anggi Indah Dwita Dewi; I Made Suarsana; Made Juniantari
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.39 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.23986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas XI SMK N 1 Sawan yang dibelajarkan dengan e-learning sebagai suplemen pembelajaran lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK N 1 Sawan sebanyak 311 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik random sampling. Populasi sebanyak empat kelas digunakan sebagai sampel yang dibentuk menjadi dua kelompok, yaitu kelas XI AK 1 dan XI MM 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI AK 2 dan XI MM 2 sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian “Pre Test-Post Test Control Group Design”. Data kemampuan berpikir kritis matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel serta diuji dengan Uji Analisis Kovarian (ANAKOVA). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa Fhitung = 332,359 > Ftabel = 3,921 sehingga H0 ditolak, artinya kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sawan yang dibelajarkan dengan e-learning sebagai suplemen pembelajaran lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.
ANALISIS POLA ARGUMEN TOULMIN PADA BUKU PELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI kadek ayu widyastiti; I.N. Suardana; N.L.P.M . Widiyanti
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.837 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i2.24140

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan pola argumen Toulmin pada buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis dokumen. Subjek penelitian ini adalah buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016. Buku ini ditulis oleh Nurhalimah Umiyati. Objek penelitian ini adalah pola argumen Toulmin. Analisis argumen di setiap wacana dalam buku berdasarkan argumen Toulmin yang komponennya terdiri atas Claim (C), Ground (G), Warrant (W), Backing (B), Qualifier (Q), dan Rebuttal (R). Setelah ditemukan pola pada setiap wacana kemudian diberi kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku ini mengandung 87,21% argumen, dan 12,79% bukan argumen. Argumen yang diperoleh dari buku tersebut terdapat 73,26% argumen yang baik menurut argumentasi Toulmin. Pola argumentasi Toulmin yang diperoleh dalam buku tersebut, yaitu: GC (11,63%), GQC (2,33%), GWC (30,23%), GWBC (22,09%), GWQC (5,81%), GWRC (1,16%), GWBQC (12,79%), dan GWBQRC (1,16%). Kualitas buku pelajaran kimia SMA kelas XI semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2016 memiliki kategori baik. Kata-kata kunci: argumen Toulmin, buku pelajaran kimia SMA kelas XI
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS X SMA Putu Astuti Aryawati
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.259 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i2.24141

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh Model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest - posttest nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2017/2018 sebanyak 136 siswa. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik group random sampling, 4 (empat) kelas ditentukan sebagai sampel dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data gaya kognitif dikumpulkan dengan angket, dan data keterampilan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes. Analisis data menggunakan uji statistik Anava dengan taraf signifikansi 5 % dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model problem based learning dan siswa yang belajar dengan model direct instruction (p<0,05), (2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis  antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field independent  dan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (p<0,05), (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa (p<0,05), (4) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model problem based learning dan siswa yang mengikuti model direct instruction pada siswa dengan gaya kognitif  field independent (p<0,05); Uji LSD (p<0,05); (5) tidak terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model problem based learning dan siswa yang mengikuti model pada siswa dengan gaya kognitif field dependent (p>0,05); Uji LSD (p>0,05).kata kunci: model problem based learning, keterampilan berpikir kritis dan gaya kognitif.
PROFIL MISKONSEPSI MAHASISWA CALON GURU FISIKA PADA KONSEP GAYA putu widiarini
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.642 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.24265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa calon guru fisika pada konsep gaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini sebanyak 84 mahasiswa program studi pendidikan Fisika. Sampel penelitian ini diambil 27 mahasiswa semester V yang akan mengikuti mata kuliah pengajaran mikro pada semester VI yang akan disiapkan mengikuti praktik mengajar pada semester VII di sekolah mitra. Data dikumpulkan dengan tes diagnostik sebanyak 10 pernyataan benar dan salah. Data dianalisis dengan metode three-tier diagnostic test. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, 37,1% mahasiswa mengalami miskonsepsi berkategori rendah, 29,6% berkategori sedang, dan 33,3% berkategori tinggi dengan rata-rata miskonsepsi mahasiswa sebesar 56,7% berkategori sedang. Besarnya rata-rata persentase miskonsepsi yang dialami mahasiswa semester V prodi pendidikan Fisika pada konsep gaya yang melebihi 50% menunjukkan bahwa penguasaan konsep fisika mahasiswa masih tergolong rendah. Kedua, mahasiswa mengalami miskonsepsi pada kelima sub konsep gaya dengan rincian sebanyak: 1) 67% pada sub konsep keberadaan gaya pada benda diam, 2) 26% pada sub konsep satuan berat benda, 3) 70% pada sub konsep contoh pasangan gaya aksi-reaksi, 4) 59% pada sub konsep pengaruh gaya pada benda bergerak, dan 5) 54% pada sub konsep gaya apung. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam merancang pembelajaran pada mata kuliah fisika dasar dan pengajaran mikro agar pemahaman konsep fisika mahasiswa calon guru semakin baik. 
Expert System to Diagnose Diseases of Mental Health with Forward Chaining and Certainty Factor N K Ariasih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.105 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.24267

Abstract

The latest developments in the medical world use computers to help diagnoses and treat diseases. This study aims to develop an expert system which can be used to diagnose mental health problem, especially in the category of depression. User can diagnose based on the symptoms felt by patients. The knowledge representation used in this study is the production rule. The inference method used to get conclusions is using Forward Chaining the Certainty Factor method, and the platform used is a web-based system. After analyzing and applying the Forward Chaining and calculation of Certainty Factor method into the expert system, the conclusion is that the Forward Chaining and Certainty Factor methods can solve the problem of depression psychiatric diagnosis by prioritizing the value of the certainty of users and experts so that the value is close to certainty from diagnoses that are made to psychiatric illness depression.
CONTAMINATION TEST OF SALMONELLA SP. IN HOUSEHOLD INDUSTRY WHITE TOFU NAIMATA KUPANG Ni Nyoman Yuli
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.489 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.24270

Abstract

The test of Salmonella bacteria Sp. contamination . in white tofu produced in home industries in Naimata has been conducted.  The test was conducted at the Microbiology Laboratory of the Food and Drug Supervisory Agency of the Province of East Nusa Tenggara in Kupang on August 3 - August 8, 2016. The research based on the level of consumption of tofu produced in home industries in Naimata is quite high by the community. The purpose of this study was to determine whether the white tofu produced in the household industry in Naimata was contaminated with Salmonella bacteria or not. The research process consists of three stages, namely, the Pre-enrichment stage, where the sample is weighed 25 grams aseptically and then mixed into 225 mL BPW media and incubated at 37 ° C for 24 hours, enrichment stage is the stage where 1 mL of culture in the previous stage was taken and 0.1 mL was then added to the media so that MKTTn and RVS were 10 mL which were then incubated at 37 ° C and 42.5 ° C for 24 hours, the Inoculation and Identification stage was culture from MKTTn media and RVS was taken then planted in the media XLD and BGA specific. The data analysis method used is only comparing the test results from the research sample with SNI: 01-3142-1998 regarding the Quality Requirements of Tofu as a reference. This test is also made a positive comparison or control, which is also made XLD and BGA media planted with culture of Salmonella bacteria. The results of the ceramics test of Salmonella bacteria in white tofu stated that the white tofu produced in the home industry in Naimata was not contaminated with Salmonella bacteria Sp. with a negative value of colonies / 25 grams of samples according to the Indonesian National Standard SNI: 01-3142-1998 regarding the quality requirements of tofu. 
Growth of Glycine Barium Nitrate (GBN) Crystal via Slow Evaporation Method Accompanied by the Application of External Electric Field P S E Adistha Putra Adistha Putra
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.617 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.24271

Abstract

Glycine Barium Nitrate (GBN) crystals were grown by slow evaporation method accompanied by the application of an external electric field. The application of external electric field in crystal growth system is expected to align local dipole moments, therefore, it could be expected that it will increase the quality of the grown single crystal. GBN crystals were grown from their saturated solution with slow evaporation method in Pyrex glass tube that was connected with a high voltage power supply (15 kV). Crystal grew over a span of 16-28 days at 50 oC with a variation of electric field 0-5 kV/cm. Grown GBN single crystals has tr apezoid-shaped, with an typical dimension of 5x4x3 mm3. GBN crystals grown with various electric field were characterized with X-Ray powder diffraction method and it was found that higher electric field can cause GBN diffraction peaks shifting to lower 2θ. GBN adopt orthorhombic crystal lattice with space group P212121. Refinement analysis have been carried out with Le Bail Method using Fullprof program. Results of refinement indicated that lattice parameter a become longer, while b and c decreases along with the increasing of electric field application. The crystal lattice parameter a for GBN 0 kV / cm, 1 kV / cm, 2 kV / cm, 3 kV / cm, 4 kV / cm and 5 kV / cm are 8,2328 (3) Å; 8,2510 (2) Å; 8,2557 (1) Å; 8,2571 (1) Å; 8,2623 (2) Å; and 8,2574 (2) Å respectively, while the lattice parameter b and c were decreased as applied electric field increased.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Otentik dengan Pendekatan Induktif-Deduktif i putu pasek suryawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.127 KB) | DOI: 10.23887/wms.v14i1.24291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier. Penelitian ini dilakukan atas dasar bahwa pembelajaran yang terjadi cenderung hanya dihadapkan pada masalah yang kurang memberikan ruang pada mahasiswa untuk mengaitkan pengalaman nyatanya dalam menyelesaikan soal-soal yang dihadapi, serta penyajian materi yang tersedia lebih banyak menggunakan pendekatan deduktif yang menyebabkan mahasiswa sulit dalam memahami materi. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor, dengan pertimbangan bahwa terdapat perbedaan kemampuan awal mahasiswa, yaitu mahasiswa yang memiliki kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Prodi S1 Pendidikan Matematika di salah satu Universitas di Bali, Indonesia pada tahun akademik 2018/2019. Data kemudian dianalisi dengan menggunakan ANAVA satu jalur. Melalui desain penelitian ini dihasilkan bahwa: (1) pembelajaran berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa; dan (2) perbedaan kemampuan awal mahasiswa juga berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Dari dua hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi hasil belajar yang terjadi pada setiap kemampuan awal mahasiswa merupakan pengaruh dari perlakuan penerapan pembelajaran berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif. Dengan demikian, secara empirik penerapan pembelajaran berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier.
PENGGUNAAN KARTU SOAL LISAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SAINS SISWA KELAS VIII SMP LABORATORIUM UNDIKSHA DI SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Drs Made Resika
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.9 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i1.24455

Abstract

Tujuan penelitian meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1, 2, 3 dan 4 SMP Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 82 orang. Data dikumpulkan dengan tes, kuesioner dan lembar observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II (M1 =78,00; K1 = 86,65 dan SD1= 9,23, kategori baik; M2= 81,76; K2= 92,61 dan SD2= 7,90 kategori baik),  (2) terjadi peningkatan aktivitas belajar berurut aktivitas visual, oral, listen, writen, drawing, motorik, mental dan emosional  siswa dari siklus I ke siklus II (V1= 92%; O1= 81%, L1= 96%, W1= 91%, D1= 68%, Mo1= 79%, Me1=82% dan E1= 61% kategori cukup s/d sangat baik; V2= 95%; O2= 94%, L2= 99%, W2= 97%, D2= 87%, Mo2= 90%, Me2=91% dan E2= 80% kategori baik s/d sangat baik).
Klasterisasi Hasil Ujian Nasional SMA/MA dengan Algoritma K-Means Wayan Arlan Suputra
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.516 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i1.25380

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana klasterisasi kualitas pendidikan SMA/MA berdasarkan hasil ujian nasional SMA/MA provinsi di Indonesia tahun ajaran 2018/2019 dengan  algoritma K-Means. Algoritma K Means adalah metode klasterisasi non hirarki yang mempartisi objek ke dalam beberapa kelompok (klaster). Penelitian ini adalah penelitian data mining (penambangan data), dimana data diperoleh dari website resmi Pusat Penilaian Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Data yang diperoleh berisi rerata variabel yang diujikan dalam ujian nasional. Prosedur penambangan data yang ditempuh dalam penelitian ini yaitu pembersihan data, integrasi data, pemilihan data, transformasi data, penambangan data, evaluasi pola dan presentasi pengetahuan.  Hasil klasterisasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat 2 provinsi yang dikategorikan ke dalam klaster 1, 10 provinsi dikategorikan ke dalam klaster 2, 11 dikategorikan ke dalam klaster 3 dan 12 provinsi dikategorikan ke dalam klaster 4. Hasil evaluasi dari algoritma K-Means menghasilkan nilai evaluasi Prtition Coefficiens Indek (PCI) 0,81.Kata-kata kunci : klasterisasi, kualitas, ujian nasional, Algoritma K-Means