cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Analisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas x sma pada materi sistem persamaan linear tiga variabel Re Agnes Gempar
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.23 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.31236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas X SMA pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian dilakukan pada subjek terbatas sebanyak 3 orang subjek peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa soal tes berbentuk uraian sebanyak 5 soal. Prosedur penelitian ini terdiri dari dua langkah. Langkah pertama mengelompokkan jawaban 36 siswa berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, rendah. Langkah kedua menganalisis jawaban yang diberikan siswa dalam bernalar terhadap soal SPLTV berdasarkan kategori tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan tinggi dapat mengintepretasikan ide dengan baik, dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, dan dapat membuat kesimpulan dengan tepat. Siswa dengan kategori sedang menunjukkan bahwa kurang mampu mengintepretasikan ide dengan baik, dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, namun tidak dapat membuat kesimpulan dengan tepat. Siswa dengan kategori rendah menunjukkan tidak dapat mengintepretasikan ide dengan baik, tidak dapat menentukan dan mengimplementasikan strategi penyelesaian dengan baik, dan tidak dapat membuat kesimpulan dengan tepat.
E-Modul Aljabar Matrik Salah Satu Media Pembelajaran Sebagai Solusi Memahami Operasi Baris Elementer soffi widyanesti priwantoro; syariful fahmi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.55 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.31507

Abstract

Tujuan peneltian ini adalah mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh mahasiswa untuk memahami beberapa materi yang dianggap sulit yaitu operasi baris elementer melalui media pembelajaran yang dapat meningkatkan proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan instrument angket , wawancara dan observasi. Dari hasil angket yang diberikan kepada mahasiswa mengenai urutan pokok bahasan yang tersulit adalah operasi baris elementer sebesar 33,33%, eliminasi gauss Jordan 26,67%, dan 13,33% solusi system persamaan linier dan matriks eselon baris. Sedangkan angket kebutuhan diperoleh 80% menghendaki adanya media video untuk melengkapi proses pembelajaran,73,33% menghendaki media video yang dapat diputar ulang dengan kuota internet yang tidak terlalu boros dan 86,67% menghendaki adanya contoh soal yang bervariasi penyelesaiannya.  Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan agar tujuan proses pembelajran aljabar matriks dapat tercapai maka diperlukan media e-modul yang berbasis video.
PENGARUH PEMBELAJARAN LUAR KELAS (OUTDOOR LEARNING) BERBENTUK JELAJAH LINGKUNGAN DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GIANYAR Kadek Trisna Dewi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.656 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i1.31695

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) berbentuk jelajah lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. , dan mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh interaksi antara pembelajaran luar kelas (outdoor learning) berbentuk jelajah lingkungan dan motivasi terhadap hasil belajar biologi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial 2x2. Populasi dalam penelitan ini sejumlah 298 siswa. Teknik analisis data menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran luar kelas (outdoor learning) berbentuk jelajah lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dalam pembelajaran biologi. (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pembelajaran outdoor learning dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar Biologi.Kata Kunci: pembelajaran luar kelas jelajah lingkungan, motivasi belajar, hasil belajar biologi
MENENTUKAN CADANGAN PROSPEKTIF DAN RETROSPEKTIF PECAHAN ASURANSI JIWA JOINT LIFE UNTUK DUA ORANG TERTANGGUNG Sam Wibowo; Rudi Ruswandi; Ahmad Faisol
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.71 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.32040

Abstract

Cadangan premi adalah sejumlah dana yang harus disiapkan perusahaan asuransi untuk membayarkan benefit kepada tertanggung. Cadangan premi dapat dihitung berdasarkan pengeluaran di masa lalu yang disebut cadangan retrospektif dan juga dapat dihitung berdasarkan pengeluaran di masa depan yang disebut cadangan prospektif. Cadangan yang dihitung beberapa kali dalam satu tahun disebut cadangan pecahan. Dalam penelitian ini, jenis asuransi yang akan dihitung adalah asuransi joint life berjangka untuk dua orang tertanggung dengan asumsi sepasang suami-istri menandatangani polis asuransi saat berumur masing-masing50 tahun dan 45tahun, tingkat suku bunga sebesar5%, kontrak asuransi selama 10 tahun, cadangan dihitung persemester, dan benefit sebesar Rp.50.000.000. Tabel mortalita yang digunakan adalah Tabel Mortalita Indonesia 2011 untuk laki-laki dan perempuan. Berdasarkan analisis penelitian, cadangan semester ganjil maupun semester genap setiap waktunya konsisten meningkat sampai titik tertinggi, setelah itu menurun hingga semester terakhir masa kontrak asuransi cadangannya sebesar Rp 0. Cadangan pada semester genap selalu lebih besar dari cadangan semester ganjil sebelumnya maupun sesudanya, hal ini disebabkan oleh unearned premiumi.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Pada Soal PISA di SMPN 2 Karawang Barat Fiqih Fadillah
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.522 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.32118

Abstract

Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan penuh angka, perhitungan, dan penalaran. Namun pada dasarnya, siswa tidak semata-mata hanya menyelesaikan pemecahan masalah berupa soal-soal rutin, melainkan lebih cenderung pada permasalahan sehari-hari yang dihadapi, atau dikenal sebagai kemampuan literasi matematika. Dengan menggunakan konten Change and relationship pada soal PISA diharapkan dapat mengetahui pencapaian kemampuan literasi matematika siswa pada tingkat SMP. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui serta menganalisis kemampuan literasi matematis siswa di SMP Negeri 2 Karawang Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII J SMP Negeri 2 Karawang Barat dalam menyelesaikan soal-soal PISA pada konten Change and relationship pada indikator Merumuskan (Formulate), Menerapkan (Employ) dan Menafsirkan (Interpret). Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan literasi matematis siswa kelas VIII J di SMPN 2 Karawang Barat dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship masih cukup rendah.Kata Kunci: Literasi Matematis, PISA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA liberkat solomasi hulu
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.971 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.32564

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan : (1) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (3)  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPTK Galang Kasih Denpasar yang berjumlah 76 orang dengan sampel berjumlah 52 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Data yang diperoleh berupa skor tes hasil belajar dan skor motivasi belajar. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dengan Sig.0,001<0,05; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan Sig.0,001<0,05; (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audiovisual dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional yang memiliki motivasi belajar rendah dengan Sig.0,001<0,05.
PENYELESAIAN PROGRAM LINIER MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS DUA FASE DAN METODE QUICK SIMPLEKS DUA FASE Elfira - Safitri; Sri - Basriati; Mohammad - Soleh; Yuhandi - -
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.086 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.33068

Abstract

Mitra Pekanbaru Clothing shoots is one of a shop engaged in convection. In this case, Mitra Pekanbaru Clothing produces 4 types of uniforms, namely female Madrasah Aliyah uniform, male Madrasah Aliyah uniform, female Madrasah Ibtidaiyah uniform, and male Madrasah Ibtidaiyah uniform. Mitra Pekanbaru Clothing shoots to achieve maximum profit, so it needs optimization.The method used in this research is the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method. The purpose of this study is to determine the completion of a linear programming using the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method to obtain an optimum and feasible solution. The two-phase method of taking leaving variables and entering variables takes one positive variable, while the quick simplex method can be taken simultaneously with more than one negative value.Based on the research results, it was found that the completion of the linear programming using the two-phase quick simplex method was more efficient than the two-phase simplex method. This can be seen from the number of iterations performed, the two-phase method performs iterations four iteration and the two-phase quick simplex method performs one iteration. The two-phase simplex method and two-phase quick simplex yield the same values. So it can be concluded that that Mitra Pekanbaru Clothing has to produce 15 units of female Madrasah Aliyah uniform, 20 units of male Madrasah Aliyah uniform, 15 units of female Madrsah Ibtidaiyah uniform, and 20 units of male Madrasah Ibtidaiyah uniform, with a maximum profit of Rp.5.600.000.- Mitra Pekanbaru Clothing shoots is one of a shop engaged in convection. In this case, Mitra Pekanbaru Clothing produces 4 types of uniforms, namely female Madrasah Aliyah uniform, male Madrasah Aliyah uniform, female Madrasah Ibtidaiyah uniform, and male Madrasah Ibtidaiyah uniform. Mitra Pekanbaru Clothing shoots to achieve maximum profit, so it needs optimization. The method used in this research is the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method. The purpose of this study is to determine the completion of a linear programming using the two-phase simplex method and the two-phase quick simplex method to obtain an optimum and feasible solution. The two-phase method of taking leaving variables and entering variables takes one positive variable, while the quick simplex method can be taken simultaneously with more than one negative value. Based on the research results, it was found that the completion of the linear programming using the two-phase quick simplex method was more efficient than the two-phase simplex method. This can be seen from the number of iterations performed, the two-phase method performs iterations four iteration and the two-phase quick simplex method performs one iteration. The two-phase simplex method and two-phase quick simplex yield the same values. So it can be concluded that that Mitra Pekanbaru Clothing has to produce 15 units of female Madrasah Aliyah uniform, 20 units of male Madrasah Aliyah uniform, 15 units of female Madrsah Ibtidaiyah uniform, and 20 units of male Madrasah Ibtidaiyah uniform, with a maximum profit of Rp.5.600.000.-
Analisis modulus elastisitas daun pisang menggunakan video base labolatory (tracker) Sabila Yasaroh; Heru Kuswanto
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.593 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.33529

Abstract

Tempe packaging plays an important role to avoid contamination of microorganisms. Many studies have shown that the best packaging is banana leaves; compared to other wrappers such as plastic, paper and teak leaves. Of the various types of banana trees that grow in Indonesia, it is necessary to select the right leaves to produce an elastic wrapper so that it is not easily torn in order to support the optimization of tempe production itself. This research is an experimental study using linear regression analysis method, the relationship between the square of the oscillation period to the load mass and data collection for the determination of the modulus of elasticity of the material is carried out by using banana leaf oscillations with variations in the load mass which are videotaped and analyzed using tracker software. Furthermore, from the T2 to M data is carried out by linear regression and obtained a gradient value that will be used to determine the modulus of elasticity of banana leaves. It was obtained that the modulus of elasticity of banana leaves was E = 4.92 × 102 Nm-2 for young leaves, E = 8.59 × 102 Nm-2 for medium leaves, and E = 13.22 × 102 Nm-2 for old leaves with relative error of 11.6% or 0.116.
Identifikasi Kemampuan Penalaran Ilmiah Berdasarkan Gender Wiwin Puspita Hadi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.266 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i2.34047

Abstract

Kemampuan penalaran  ilmiah adalah faktor penting dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam sains. Pola-pola penalaran ilmiah memungkinkan siswa menganalisis fakta atau informasi secara logis dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran ilmiah yaitu penalaran korelasional, penalaran probabilistik, dan penalaran proporsional antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 9 Gresik dengan menggunakan desain quasi eksperimen. Instrumen pengambilan data adalah soal uraian yang berisikan soal untuk mengukur penalaran korelasional, penalaran probabilistik, dan penalaran proporsional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan penalaran ilmiah antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Kemampuan penalaran korelasional dan probabilistik siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki, tetapi untuk kemampuan proporsional siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Penelitian ini membawa implikasi bahwa dalam proses pembelajaran sains di kelas harus memperhatikan karakteristik antara siswa laki-laki dengan siswa perempuansehingga dapat meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah siswa. Kata-kata kunci: Kemampuan; Penalaran Ilmiah; Gender
Respon guru matematika terhadap penghapusan ujian nasional Luthfi Nabila Tuankotta; Padrul Jana; MM Endang Susetyawati; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 15 No. 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.624 KB) | DOI: 10.23887/wms.v15i3.34124

Abstract

Departemen pendidikan nasional telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satunya yaitu peningkatan sistem evaluasi. Sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional disebut dengan Ujian Nasional (UN). Salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam UN adalah mata pelajaran matematika. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat universal, dimana matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam memajukan daya pikir manusia. Tetapi menurut laporan hasil Ujian Nasional yang diunggah oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, hasil UN matematika pada tahun ajaran 2019/2020 menempati kedudukan paling rendah, baik di tingkat SMP maupun tingkat SMA sederajat. Maka dari itu, rendahnya nilai matematika tersebut menimbulkan beberapa konflik di berbagai kalangan, sehingga ada beberapa kalangan yang berpendapat bahwa matematika merupakan faktor yang menghambat kelulusan peserta didik, sehingga mereka berpendapat sebaiknya UN dihapuskan. Berdasarkan fakta tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian guna mengetahui respon guru matematika terhadap penghapusan ujian nasional serta dapat mengetahui cara guru matematika dalam mengukur ketuntasan pencapaian peserta didik jika Ujian Nasional dihapuskan serta mengetahui dampak yang akan terjadi jika Ujian Nasional dihapuskan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Mixed Methods, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain yaitu guru matematika tingkat SMP dan SMA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta, dikarenakan peneliti ingin mengetahui respon guru dari mata pelajaran yang memuat kemampuan atau kecakapan peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika di seluruh aspek kehidupan (literasi dan numerasi). Jumlah responden yang digunakan hampir merata disetiap kabupatennya. Instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa respon guru matematika terhadap penghapusan Ujian Nasional dominan berpendapat kurang setuju pada dimensi sikap, akan tetapi pada dimensi evaluasi pendidikan, penilaian, dan mutu pendidikan respon guru matematika dominan berpendapat setuju jika Ujian Nasional dihapuskan. Ujian sekolah dan penilaian 5 semester terakhir dapat mengukur ketuntasan pencapaian peserta didik, dengan ujian nasional peserta didik dapat lebih leluasa dalam mengeksplorasi diri, tetapi Ujian Nasional juga dapat menurunkan minat dan semangat peserta didik dalam mengikuti pelajaran matematika.