cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
DETERMINASI DISIPLIN BELAJAR DAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPS SISWA KELAS V Negara, I Putu Bagus Juniarta; Suniasih, Ni Wayan; Sujana, I Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v18i2.22243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh yang signifikandisiplin belajar terhadap pemahaman konsep IPS dan besarandeterminasinya (2) pengaruh yang signifikan interaksi sosial terhadappemahaman konsep IPS dan besaran determinasinya (3) pengaruh yangsignifikan disiplin belajar dan interaksi sosial terhadap pemahaman konsepIPS siswa kelas V Gugus I Gusti Ngurah Jelantik Denpasar Utara tahun ajaran2018/2019 dan besaran determinasinya. Jenis penelitian ini adalahpenelitian ex post facto, dengan teknik korelasional. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas V Gugus I Gusti Ngurah Jelantik yang berjumlah264 orang dengan sampel 149 yang ditentukan dengan teknik proposionalrandom sampling. Data pemahaman konsep IPS diperoleh dari tes uraiansedangkan disiplin belajar dan interaksi sosial diperoleh dengan menggunakan angket. Data tersebutdianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier ganda yangsebelumnya telah dilakukan uji prasyarat analisisnya. Analisis data menunjukkan (1) terdapat pengaruhyang signifikan disiplin belajar terhadap pemahaman konsep IPS yang dibuktikan berdasarkan Fhitung =4,389 > Ftabel = 3,91 dengan determinasi sebesar 2,9% (2) terdapat pengaruh yang signifikan interaksisosial terhadap pemahaman konsep IPS siswa yang dibuktikan berdasarkan Fhitung = 4,64 > Ftabel = 3,91dengan determinasi sebesar 3,1% (3) terdapat pengaruh yang signifikan disiplin belajar dan interaksisosial terhadap pemahaman konsep IPS yang dibuktikan dengan Fhitung = 4,12 > Ftabel = 3,06 dengandeterminasi sebesar 5,3%. Saran kepada peneliti lain hasil penelitian ini dapat dijadikan salah saturefrensi dalam bidang pendidikan untuk mendalami objek penelitian yang sejenis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBASIS TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS V Dewi, Ni Wayan Tutik Santika; Wibawa, I Made Citra; Agustina, I Gusti Ayu Tri
Media Komunikasi FPIPS Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v18i1.22234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranvalue clarification technique berbasis tri kaya parisudha terhadap sikapsosial siswa pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Gugus VI KecamatanTegalalang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangannon-equivalent post test only group design. Populasi dari penelitian ini adalahseluruh siswa kelas V SD Gugus VI Kecamatan Tegalalang tahun pelajaran2018/2019 yang berjumlah 111 siswa. Sampel penelitian ini yaitu Kelas VSDN 2 Tegalalang yang berjumlah 28 siswa dan SDN 3 Keliki yang berjumlah31 orang. Data sikap sosial mata pelajaran PKn dikumpulkan denganinstrumen berupa kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis denganmenggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistic inferensialyaitu (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh = 13,376 dan t tabel= 2,002 (pada taraf signifikansi 5%). Hal ini berarti bahwa t hitung > t tabelsehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikanModel Pembelajaran Value Clarification Technique Berbasis Tri KayaParisudha terhadap Sikap Sosial pada mata pelajaran PKn siswa kelas VGugus VI Kecamatan Tegalalang.
ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI PREDIKTOR BANK FAILURE DI INDONESIA Purnamawati, I Gusti Ayu
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.456

Abstract

ABSTRAKDalam menilai suatu perusahaan untuk pengambilan keputusan investasi, investor dan kreditor sangat membutuhkan informasi tentang perusahaan terutama mengenai informasi akuntansi. Salah satu lembaga keuangan yang berkepentingan terhadap informasi keuangan adalah sektor perbankan. Dimana, informasi keuangan tersebut juga nantinya dapat digunakan oleh Bank Indonesia dalam menilai tingkat kesehatan bank, serta bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan bank, untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha bank. Adanya fenomena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 telah mengakibatkan perubahan yang kurang menguntungkan hampir di semua bidang. Kerapuhan sektor keuangan khususnya lembaga perbankan, seperti adanya kecenderungan menurunnya keuntungan dan semakin meningkatnya risiko usaha yang dihadapi bank. Untuk mengantisipasi munculnya kesulitan keuangan sehingga menimbulkan kegagalan pada bank, perlu disusun suatu sistem yang dapat memberikan peringatan dini (early warning) adanya permasalahan keuangan yang mengancam operasional bank. Dengan terdeteksinya lebih awal kondisi perbankan maka sangat memungkinkan bagi bank tersebut melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah agar krisis keuangan segera tertangani. Salah satu ukuran yang dipakai untuk menilai kegagalan bank (Bank Failure) adalah Economic Value Added (EVA). EVA merupakan suatu perangkat finansial untuk mengukur keuntungan nyata operasi perusahaan. Salah satu hal yang membuat EVA berbeda dengan penghitungan konvensional lain adalah digunakannya biaya modal dalam perhitungannya, yang tidak dilakukan dalam penghitungan konvensional.Kata-kata kunci: Economic Value Added, Bank failure.
MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS MULTIKULTUR DALAM RANGKA MENANAMKAN NILAI-NILAI HAM DAN DEMOKRASI Adha, M. Mona; Yanzi, Hermi
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1705

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menemukan model pembelajaran yang tepat guna, untuk mengembangkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai HAM dan Demokrasi kepada siswa. Metode yang dipergunakan dalam model pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang meliputi: Analyze berupa kebutuhan, peserta didik dan seterusnya. Design berupa rumusan kompetensi, strategi. Develop berupa materi ajar, asesmen dan seterusnya. Implement berupa tatap muka, asesmen dan seterusnya. Evaluate terhadap program pembelajaran perbaikan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa SMA di Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai Demokrasi dan HAM dapat di didesain menggunakan model ADDIE, tanggapan guru terhadap rancangan sistem pembelajaran sangat positif, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model yang diterapkan merasa senang dan memiliki motivasi tinggi. Dengan demikian dapat disarankan kepada guru di sekolah agar selalu mendesain pembelajaran dengan baik salah satunya dapat menggunakan desain pembelajaran model ADDIE. ABSTRACT This research aims to find appropriate learning model, developing learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of HUMAN RIGHTS and democracy to students. The methods used in the development of learning models in this study is a model of ADDIE that include: Analyze a learner's needs, and so on. Design of formulation of competence, strategies. Develop a teaching materials, assessment and so on. Implement a face-to-face assessment, and so on. Evaluate the learning program improvements. The sample used in this study are some of the High School in Bandar Lampung. The results showed that the learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of democracy and human rights can be designed using ADDIE model, the response of teachers to design a learning system is very positive, and the responses of students to learning with a model that was applied was pleased and have high motivation. Can thus be recommended to teachers at the school to design a study with either one of them can use the instructional ADDIE design model.
PENGEMBANGAN SELANCAR (SURFING) DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY BASED DEVELOPMENT) Henny Andayani, Ni Luh; Yulianthini, Ni Nyoman
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1821

Abstract

Kuta merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Badung yang     dilengkapi dengan beragam fasilitas wisata, seperti restoran, bar, hotel, laundry,     money changer, dll. Keberadaan kawasan wisata Kuta tidak terlepas dari atraksi wisata     utama berupa keindahan pantai dengan pasir putihnya. Beragam aktifitas wisata     seperti berjemur, surfing, dll dapat dilakukan di Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk     mengkaji strategi pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata pantai kuta,     kabupaten badung melalui pemberdayaan masyarakat (community based     development). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan     kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta dan keikutsertaan     masyarakat lokal dalam pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata Kuta     masih sedikit. Para pelaku dan investor mayoritas berasal dari luar wilayah kuta.     Berdasarkan analisis SWOT didapatkan strategi alternatif yang perlu dikembangkan di     Kuta antara lain: pengembangan surfing berbasis masyarakat lokal di kawasan Kuta,     pengembangan usaha jasa pelayanan surfing yang dimiliki dan dikelola oleh     masyarakat lokal, strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan     yang melakukan kegiatan surfing di Kawasan Kuta, dan strategi pengembangan     kelembagaan terhadap kegiatan surfing.      Kata Kunci : strategi, pengembangan, surfing, pemberdayaan masyarakat    //
MENCIPTAKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN YANG BERKUALITAS SEBAGAI PENDUKUNG PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Rai Suwena, Kadek
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.451

Abstract

ABSTRAKKeberadaan perpustakaan di perguruan tinggi sangatlah penting sebagai penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi kampus hal tersebut sering dikatakan bahwa perpustakaan merupakan “jantungnya perguruan tinggi”. Civitas kampus harus dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Sejalan dengan fungsi perpustakaan, maka disini diwajibkan bagi seorang pustakawan untuk memberikan layanan. Layanan pelanggan (customer service) yang berkualitas bisa diungkapkan dalam satu kata, yaitu respek. Dilihat dari tugas perpustakaan perguruan tinggi tersebut, yang selalu menjadi permasalahan dewasa ini adalah masalah pelayanan, karena memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung dalam praktiknya bukan merupakan suatu hal yang mudah. Layanan pelanggan yang berkualitas terdiri atas dua dimensi yang integral, yaitu: (1) dimensi prosedural dan (2) dimensi personal. Customer service harus dijadikan core strategy untuk memberikan pelayanan berkualitas sebagai pendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,Kata Kunci: layanan berkualitas, perpustakaan, Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pengaruh Model TPS Bermuatan Kearifan Lokal Menyama Braya Terhadap Sikap Sosial Dan Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS Ernawati, I Gst. Ayu Md; Sudana, Dw. Nym.; Rati, Ni Wyn.
Media Komunikasi FPIPS Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v17i1.22199

Abstract

Masalah rata-rata skor penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelasIV Gugus II Kecamatan Abiansemal tergolong rendah. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajarankooperatif tipe TPS bermuatan kearifan lokal menyama braya terhadap sikapsosial dan penguasaan kompotensi pengetahuan IPS siswa. Penelitian inimerupakan penelitian, eksperimen semu dengan rancangan Posttest OnlyControl Group Design. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD di Gugus IIkecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampelmenggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalahsiswa kelas IV SD No 1 Selat berjumlah 41 orang sebagai kelas eksperimen danSD No 1 Punggul berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Pengumpulan datasikap sosial dilakukan dengan menggunakan metode non tes berupakuesioner dan pengumpulan data penguasaan kompotensi pengetahuan IPSdilakukan dengan menggunakan metode tes berupa tes pilihan ganda. Teknikanalisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial(ANAVA-A dan MANOVA). Rata-rata skor sikap sosial siswa kelas eksperimen148,78 termasuk dalam katagori tinggi dan di kelas kontrol 126,30 termasukdalam katagori cukup sedangkan rata-rata penguasaan kompotensipengetahuan IPS siwa di kelas eksperimen 25,61 termasuk dalam katagoribaik dan di kelas kontrol 20,60 termasuk dalam katagori cukup. Hasil hipotesisI menunjukkan bahwa F = 89,331, Hasil hipotesis II menunjukkan bahwa F =114,964, dan Hasil hipotesis III menunjukkan bahwa F = 2118,488.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapatpengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TPS bermuatan kearifan lokalmenyama braya terhadap sikap sosial dan penguasaan kompotensipengetahuan IPS siswa kelas IV Gugus II Kecamatan Abiansemal TahunPelajaran 2018/2019.
ANALISIS KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PENGUSAHA DI KABUPATEN BULELENG Trisna Herawati, Nyoman
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang ditinjau dari perspektif pengusaha, disamping itu pula ingin     diketahui apakah ada perbedaan kompetensi antara perusahaan yang bergerak     dalam bidang jasa, dagang, atau manufaktur. Dalam penelitian ini dianalisis pula     hambatan-hambatan yang ditemui dalam pengembangan usaha, yang nantinya     dapat dijadikan masukan untuk penyempurnaan pembelajaran kewirausahaan di     perguruan tinggi.      Penelitian ini menggunakan pendekatan expost facto dengan tiga alat     analisis yaitu, analisis faktor, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif.     Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Buleleng  yang melibatkan  80 orang     responden dalam hal ini pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa, dagang,     maupun manufaktur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menemui     langsung para responden dan melalui e-mail.       Hasil analisis menunjukkan, pertama, kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang perlu dikembangkan antara lain: (1) kemampuan manajerial,     (2) sikap mental, (3) kreatifitas, yang ditunjang dengan teknologi, (4) kemampuan     prediktif. Kedua, mengenai perbedaan kompetensi dalam perusahaan jasa, dagang,     dan manufaktur. Dari hasil penelitian menunjukkan perusahaan jasa lebih     menekankan pada sikap mental (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas     (faktor 3), pada perusahaan dagang, kompetensi yang dominan adalah sikap mental     (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas (faktor 3) , dan pada perusahaan     manufaktur (pabrik), kompetensi inti mencakup kemampuan manajerial (faktor1),     dan sikap mental (faktor2). Ketiga, hambatan-hambatan yang ditemui dalam     pengembangan usaha antara lain: masalah permodalan, permasalahan persaingan     antara perusahaan sejenis, permasalahan pemasaran, permasalahan tenaga kerja.     permasalahan dalam penentuan lokasi yang strategis, permasalahan mengenai     teknik pendekatan pada pelanggan.     
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS Pertiwi, Ni Kadek Rosdianti; Murda, I Wayan; Rati, Ni Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v17i2.22222

Abstract

Permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu rendahnya sikapsosial siswa dalam proses pembelajaran serta rata-rata hasil belajar IPSsiswa kelas IV SD Gugus VIII Kintamani yang mencapai KKM yaitu46,35% dan yang belum mencapai KKM yaitu 53,65%. Rendahnya sikapsosial dan hasil belajar IPS diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor,salah satunya yaitu guru kurang menggunakan model pembelajaran yanginovatif. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbasis lagudaerahterhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS. Penelitian inimerupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalentpost-test only kontrol group. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah112 orang dan sampel penelitian berjumlah 53 orang yang diambildengan teknik cluster sampling. Data sikap sosial siswa dikumpulkanmenggunakan metode non tes berupa kuesioner dan data hasil belajarIPS dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis denganstatistik deskriptif dan Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)terdapat perbedaan sikap sosial antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbasis lagu daerah dengansiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional(Fhitung=99,75>Ftabel=4,00); 2) terdapat perbedaan hasil belajar antarasiswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stickberbasis lagu daerah dengan siswa yang mengikuti pembelajarankonvensional (Fhitung=25,32>Ftabel=4,00) dan 3) secara simultan, terdapatperbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti modelpembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbasis lagu daerah dengansiswa yang mengikut pembelajaran konvensional (F=53,635<0,05).Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbasis lagu daerahberpengaruh positif terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS siswa.
KEUNIKAN SANGGAH KAMULAN SEBAGAI TEMPAT PEMUJAAN MASYARAKAT DESA LES, KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG Sariani Binawati, Ni Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk Sanggah Kamulan, (2) mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menurut perspektif masyarakat setempat, dan (3) mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menurut sudut pandang teologi Hindu masyarakat Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan tiga teori. Pertama, untuk menjelaskan bentuk Sanggah Kamulan menggunakan teori estetika. Kedua, untuk mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menggunakan teori religi. Ketiga, untuk mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menggunakan teori interaksi simbolik. Untuk menjawab masalah sesuai tujuan, penelitian ini menggunakan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: 1) jenis dan pendekatan penelitian 2) penentuan data dan sumber data 3) penentuan informan dengan sistem purposive sampling 4) metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, kepustakaan dan dokumentasi 5) metode analisis data melalui deskripsi rekaman, reduksi, kiasifikasi, perincian data, interpretasi, dan penyajian hasil. Sesuai hasil analisis, disimpulkan bahwa bentuk Sanggah Kamulan masyarakat Les terbuat dan pohon kayu dapdap dan anyaman bambu berupa klatkat yang diikat tali bambu atau ijuk dengan tiga ruang. Fungsinya ialah sebagai tempat memuja roh leluhur yang telah suci. Makna yang terkandung di dalamnya adalah untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi Beliau sebagai Purusa dan Pradana. Kata-kata kunci: Keunikan, Sanggah, Kemulan,Tempat Pemujaan

Page 10 of 32 | Total Record : 320