cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Suplemen Materi Ajar Pada Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 4 Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Heri, Yunan; Sriartha, I Putu; Suastika, I Nengah
Media Komunikasi FPIPS Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.36799

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Jerowaru dan bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat suku Sasak yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen materi ajar IPS. (2) mengetahui keterkaitan nilai kearifan lokal masyarakat suku Sasak dengan tujuan dan ruang lingkup materi IPS. (3) nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam kearifan lokal masyarakat suku Sasak dikembangkan sebagai suplemen bahan ajar dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dan menggunakan teknik analisis interaktif untuk rumusan masalah pertama dan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif untuk rumusan masalah kedua, serta menggunakan teknik gregory dan konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 untuk rumusan masalah ketiga, yaitu define, design dan develop. Subjek dalam penelitian ini adalah informan inti dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) wujud dari nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalam kearifan lokal suku Sasak yaitu besiru, begawe, besentulak, gendang beleq dan presean; (2) keterkaitan nilai kearifan lokal terhadap materi IPS SMP, seperti kearifan lokal besiru berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial; begawe berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; besentulak berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; (3) pengembangan uji kelayakan suplemen materi ajar IPS menujukan hasil 86,82 % katagori baik sedikit revisi, dan uji kepraktisan bahan ajar oleh siswa di kelas VIII 1 dengan hasil 88,32 % katagori baik sedikit revisi, serta sampai pada bentuk akhir produk bahan ajar IPS tersebut jadi.
Analisis Retorika Gibran Rakabuming Pada Panggung Debat Pilwalkot Solo 2020 Hidayat, Syamsul
Media Komunikasi FPIPS Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.31864

Abstract

Dalam kajian ilmu pengetahuan seni berbicara atau sering disebut dengan retorika seseorang akan lebih mudah menyampaikan maksud dan tujuan dari apa yang dibicarakannya serta terasa enak didengarkannya dan tidak membuat bosan pendengarnya. Retorika merupakan salah satu kunci sukses didalam suatu kampanye atau debat politik karena menggunakan kata-kata yang menarik simpati masyarakat dalam mengkomunikasikan ideologi ataupun program kerja yang mereka tawarkan sehingga nantinya mendapatkan dukungan pada saat pemilihan umum (pemilu). Gibran Rakabuming yang kita ketahui adalah seorang pengusaha muda sukses yang kini melebarkan sayapnya untuk terjun dalam dunia politik yaitu menjadi walikota Surakarta. Dengan berlatar belakang pengusaha yang memiliki kemampuan beretorika  yang baik, dapat digunakan untuk mengambil simpatik masyarakat dalam proses pemilihan pilwalkot Surakarta. Penelitian ini berjudul Analisis Retorika Gibran Rakabuming Pada Panggung Debat Pilwalkot Solo 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Analisis Retorika Gibran Rakabuming yang digunakan Pada Panggung Deba Pilwalkot Solo 2020 yang ditayangkan langsung oleh metrotv pada 6 November 2020. Berkaitan dengan hal tersebut hasil penelitian menggunakan teori Retorika menurut Aristoteles yaitu ethos, pathos, logos. a)Ethos Gibran Rakabuming mampu menghubungkan kalimat yang terstruktur dan menata ide dalam makna setiap kalimatnya dalam menyampaikan visi misinya, b)Pathos (bukti emosional) dalam penyampaian visi, Gibran Rakabuming mampu membangkitkan rasa emosi, simpatik, dan bangga, olah vokal yang ditunjukkan Gibran sangat lugas dan tegas lantang terdengar jelas, tidak terlalu cepat, dan penggunaan jedanya juga tepat, sehingga sangat meyakinkan untuk mempersuasi masyarakat, c)Logos (bukti logis) Gibran Rakabuming mampu menghubungkan kalimat yang terstruktur dan menata ide dalam makna setiap kalimatnya dalam menyampaikan visi misinya. Walaupun kalimat yang digunakan Gibran Rakabuming cenderung konotatif tetapi struktur kalimat tetap mengandung penalaran yang logis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini berfokus dari tayangan yang diselenggarakan metrotv dan diupload chanel Youtube metrotv yang berjudul “Debat Publik Antar Paslon Pilwalkot Surakarta 2020”. Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menyimpulkan bahwa Gibran Rakabuming dalam melakukan debat pilwalkot Solo memahami dan menerapkan elemen-elemen retorika (ethos, pathos dan logos). Berdasarkan elemen-elemen retorika tersebut pidato yang dikemukakan oleh Gibran Rakabuming mampu memberi dampak signifikan terhadap kesuksesannya dalam memperoleh kepercayaan publik dan juga meningkatkan presentase kemenangan dalam Pemilihan Wali Kota Surakarta.
KORELASI YURIDIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI (RTRWP) TERHADAP KEAJEGAN ALAM BALI Ratna Artha Windari
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.450

Abstract

ABSTRAKRencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, yang selanjutnya disebut RTRWP, adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/kepulauan ke dalam struktur dan pola ruang wilayah provinsi. Kebijakan RTRWP Bali memiliki urgensi yang sangat tinggi mengingat ruang merupakan komponen lingkungan hidup yang bersifat terbatas dan tidak terperbaharui yang harus dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai satu kesatuan ruang dalam tatanan yang dinamis berlandaskan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana. Di samping itu, perkembangan jumlah penduduk yang membawa konsekuensi pada perkembangan di segala bidang kehidupan, memerlukan pengaturan tata ruang agar pemanfaatan dan penggunaan ruang dapat dilakukan secara maksimal berdasarkan nilai-nilai budaya yang mewujudkan keajegan alam Bali. Keberadaan Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali sebagai pedoman dalam pelaksanaan tata ruang dan tata letak wilayah Bali memiliki korelasi yuridis yang begitu erat bagi keajegan alam Bali, sehingga perlu mengelaborasikan antara kepentingan ekonomi rakyat dengan konsep pelestarian alam Bali yang secara turun temurun telah dijaga dan diwariskan kepada kita. Oleh karena itu, perlu adanya pengkajian ulang atas pasal-pasal yang mencerminkan keberpihakan pada investor, seperti beberapa pasal yang mengatur mengenai pengembangan di zona kawasan industri, kawasan wisata, KDTWK maupun DTW. Demikian pula beberapa pasal yang memberikan kewenangan yang begitu besar bagi Gubernur dalam menentukan tinggi bangunan di daerah-daerah tertentu. Apabila rencana mengenai daerah-daerah yang memungkinkan ketinggian bangunan di atas 15 m terlaksana, maka dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyebabkan kekacauan ekologis, juga mendistorsi sosial budaya masyarakat Bali. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlu adanya suatu sistem hukum yang jelas dan tegas dalam setiap pasal yang tertuang di RTRWP Bali. Selain itu, diharapkan pemerintah melakukan pengawasan secara intensif, termasuk penjatuhan sanksi yang tegas bagi oknum manapun yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku.Kata Kunci : Korelasi Yuridis, RTRWP Bali, Ajeg Bali.
MENCIPTAKAN LAYANAN PERPUSTAKAAN YANG BERKUALITAS SEBAGAI PENDUKUNG PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI Kadek Rai Suwena
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.451

Abstract

ABSTRAKKeberadaan perpustakaan di perguruan tinggi sangatlah penting sebagai penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi kampus hal tersebut sering dikatakan bahwa perpustakaan merupakan “jantungnya perguruan tinggi”. Civitas kampus harus dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar. Sejalan dengan fungsi perpustakaan, maka disini diwajibkan bagi seorang pustakawan untuk memberikan layanan. Layanan pelanggan (customer service) yang berkualitas bisa diungkapkan dalam satu kata, yaitu respek. Dilihat dari tugas perpustakaan perguruan tinggi tersebut, yang selalu menjadi permasalahan dewasa ini adalah masalah pelayanan, karena memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung dalam praktiknya bukan merupakan suatu hal yang mudah. Layanan pelanggan yang berkualitas terdiri atas dua dimensi yang integral, yaitu: (1) dimensi prosedural dan (2) dimensi personal. Customer service harus dijadikan core strategy untuk memberikan pelayanan berkualitas sebagai pendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,Kata Kunci: layanan berkualitas, perpustakaan, Tri Dharma Perguruan Tinggi
NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF POSTMODERNISME, POSTSTRUKTURALISME DAN POSTKOLONIALISME I Nengah Suastika
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.452

Abstract

ABSTRAKNasionalisme merupakan jiwa dan semangat yang membentuk ikatan bersama, baik dalam hal kebersamaan maupun dalam hal pengorbanan demi bangsa dan negara. Namun pasang surut rasa kebangsaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia mengindikasikan belum mengakarnya nasionalisme pada hati sanubari setiap anak bangsa. Kondisi ini terlegitimasi dengan adanya gerakan sparatisme yang bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nasionalisme Indonesia hanya bergema ketika ada imprialisme atau ancaman yang datang dari luar saja. Sehingga patut dipertanyakan lebih dalam, apakah nasionalisme Indonesia hanya terbentuk dalam tataran “grand narrasi” yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa dan kalangan elit politik saja?. Guna kepentingan politik!. Sementara pondasi dasar yang semestinya dibangun oleh akar rumput tidak memahami hakekat dan makna dasar nasionalisme Indonesia. Bahkan “terkesan” nasionalisme Indonesi belum menemukan “bentuk yang pasti”, yang dapat dijadikan pedoman oleh penyelenggara negara dan generasi penerus bangsa. Sehingga, apa yang didengung-dengungkan oleh “penguasa” tidak sejalan dengan tindakan dan tata laku yang terrefleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkenaan dengan itu, tampaknya perlu kita analisis kembali nasionalisme masyarakat Indoensia berdasarkan perspektif postmodern.Kata Kunci: nasionalisme, postmodernisme, poststrukturalisme.
Pengaruh Pengalaman dalam Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Budi Mulyawan
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.453

Abstract

ABSTRAKPengalaman dalam pelatihan dapat diperoleh dari pendidikan yang merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari seorang individu dan merupakan investasi yang terpadu pada diri seseorang dalam interaksinya secara efektif dengan lingkungan sosial. Pengkajian secara empirik dalam pengembangan pengalaman di lapangan bahwa terdapat fenomena beberapa guru yang jarang mendapatkan pelatihan-pelatihan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, sehingga dalam penyusunan artikel ini dapat dianalisis dan dideskripsikan hubungan jenis pelatihan terhadap kompetensi profesional guru.Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang diungkapkan di atas, maka tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui: upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengalaman pelatihan; pengalaman pelatihan guru berkontribusi terhadap kompetensi profesional guru SMP Negeri di kecamatan Karangasem; dan sasaran yang akan dicapai dari kompetensi dengan pengalaman dalam pelatihan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode penelitian pustaka yaitu penelitian yang dalam menumpulkan data yang diperlukan untuk mengungkap kebenaran, menggunakan cara dengan membaca pustaka yang ada, dan penulis menganalisa, memahami dan merefleksi ulang tentang berbagai tulisan dari para pakar terkait.Pengalaman dalam pelatihan menjadi faktor yang paling besar mempengaruhi profesionalisme guru bidang studi, maka guru bidang studi dapat memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan. peningkatan profesionalisme guru bidang studi SMP di kecamatan Karangasem kontribusi pengalaman pelatihan sangat berperan. Pengalaman pelatihan dapat diperoleh dengan cara pengembangan pengalaman dalam pelatihan seperti pelatihan pengembangan kurikulum, pelaksanaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), pelatihan penyusunan admninitrasi pembelajaran seperti silabus, RPP dan kurikulummempengaruhi tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta kompetensi profesional guru. Dalam rangka mengembangkan diri atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai guru baik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi dan nasional yang diperoleh baik dari bukti fisik berupa sertifikat, piagam atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara pelatihan. Sertifikasi guru sebagai proses uji kompetensi bagi calon atau guru; peningkatan mutu; dan pengelolaan sumber daya pendidikan.Kata kunci: pengaruh, pengalaman, pelatihan, kompetensi, profesional, guru.
Makam Keramat Karang Rupit Syeikh Abdul Qadir Muhammad (The Kwan Lie) di Desa Temukus Labuan Aji Banjar, Buleleng Bali (Perspektif Sejarah dan Pengembangannya Sebagai Objek Wisata Spiritual) Amanda Destianty Poetri Asmara
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.454

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini diambil dari skripsi yang berjudul Makam Keramat Karang Rupit Syeikh Abdul Qadir Muhammad (The Kwan Lie) di Desa Temukus Labuan Aji Banjar, Buleleng Bali (perspektif sejarah dar pengembangannya sebagai objek wisata spiritual). Adapun bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana latar belakang sejarah dan perkembangan berdirinya Makam Keramat Karang Rupit, 2) Bagaimana perkembangan Makam Keramat Karang Rupit sebagai objek wisata spiritual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: 1) Metode Penentuan Lokasi Penelitian, 2) Teknik Peentuan Informan, 3) Metode Pengumpulan Data (Metode observasi, Metode wawancara, dan Metode pencatatan dokumen), dan 4) Metode Pengolahan Data. Hasil penelitian mengenai latar belakang sejarah dan perkembangan berdirinya Makam Keramat Karang Rupit ini dengan ditemukannya situs Makam Keramat Karang Rupit pada tahun 1980-an yang disinyalir merupakan makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Tionghoa bernama The Kwan Lie yang bergelar Syeikh Abdul Qadir Muhammad berkat kemampuan yang dimilikinya. The kwan Lie merupakan salah satu wali pitu (Sab’atul Auliya) sebagai tokoh penyebar agama Islam di Bali. Kondisi makam ini awalnya tak terurus. Awalnya makam ini pada tahun 1990 dipegang oleh bapak Abduel Latief yang berasal dari Desa Pegayaman namun pada tahun 2005 hingga sekarang dibawah pengelolaan bapak Hari Purwanto sudah mengalami perombakan dan pembangunan yang baik dengan berbagai fasilitas yang memadai sehingga makam ini menjadi makam yang terkenal sehingga sekarang ini berkembang menjadi salah satu objek wisata spiritual yang ramai dikunjungi peziarah baik dari domestik maupun mancanegara. Dengan melihat keberadaan Makam Keramat Karang Rupit di Desa Temukus menjadi penanda keberadaan umat Islam di Bali khususnya di Desa Temukus (Labuan Aji), Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.Kata Kunci: Makam Keramat Karang Rupit, Wali Pitu, dan Wisata Spiritual.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK KAJIAN DENSIFIKASI RUMAH MUKIM PERKOTAAN I Wayan Treman
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.455

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk perkotaan dalam era ini sangat pesat sekali, ini disebabkan oleh adanya faktor penarik dari kota itu sendiri (Pull factor) dan faktor pendorong dari daerah sekitar kota (Push factor). Pertumbuhan yang tinggi juga diikuti dengan kebutuhan ruang untuk tempat tinggal dan pembangunan fasilitas umum, yang berakibat timbulnya densifikasi yang tak terkendali pada daerah perkotaan. Densifikasi bangunan ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena akan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan huni. Pemantaun terjadinya densifikasi rumah mukim dapat dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi fisik bangunan dalam kurun waktu yang berbeda seiring dengan bertambahnya jumlah dan aktivitas penduduk kota. Kondisi fisik bangunan yang ada di daerah perkotaan dapat dipetakan secara akurat dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh multi waktu, maka cara yang lebih baik untuk melakukan pemantauan adalah dengan pendekatan penginderaan jauh dengan memanfaatkan foto udara dan citra Ikonos. Pemanfaatan citra penginderaan jauh ini dapat menyajikan gambaran objek sebagaimana aslinya, perekaman pada daerah yang sama secara berkala sehingga dapat dibandingkan untuk tujuan tertentu.Kata kunci : Penginderaan Jauh, densifikasi dan perkotaan.
ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) SEBAGAI PREDIKTOR BANK FAILURE DI INDONESIA I Gusti Ayu Purnamawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.456

Abstract

ABSTRAKDalam menilai suatu perusahaan untuk pengambilan keputusan investasi, investor dan kreditor sangat membutuhkan informasi tentang perusahaan terutama mengenai informasi akuntansi. Salah satu lembaga keuangan yang berkepentingan terhadap informasi keuangan adalah sektor perbankan. Dimana, informasi keuangan tersebut juga nantinya dapat digunakan oleh Bank Indonesia dalam menilai tingkat kesehatan bank, serta bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan bank, untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha bank. Adanya fenomena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 telah mengakibatkan perubahan yang kurang menguntungkan hampir di semua bidang. Kerapuhan sektor keuangan khususnya lembaga perbankan, seperti adanya kecenderungan menurunnya keuntungan dan semakin meningkatnya risiko usaha yang dihadapi bank. Untuk mengantisipasi munculnya kesulitan keuangan sehingga menimbulkan kegagalan pada bank, perlu disusun suatu sistem yang dapat memberikan peringatan dini (early warning) adanya permasalahan keuangan yang mengancam operasional bank. Dengan terdeteksinya lebih awal kondisi perbankan maka sangat memungkinkan bagi bank tersebut melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah agar krisis keuangan segera tertangani. Salah satu ukuran yang dipakai untuk menilai kegagalan bank (Bank Failure) adalah Economic Value Added (EVA). EVA merupakan suatu perangkat finansial untuk mengukur keuntungan nyata operasi perusahaan. Salah satu hal yang membuat EVA berbeda dengan penghitungan konvensional lain adalah digunakannya biaya modal dalam perhitungannya, yang tidak dilakukan dalam penghitungan konvensional.Kata-kata kunci: Economic Value Added, Bank failure.
PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS UNTUK KOPERASI Ni Luh Gede Erni Sulindawati Erni Sulindawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.457

Abstract

ABSTRAKDalam PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoperasian dinyatakan bahwa bentuk penyajian laporan keuangan koperasi terdiri dari neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota dan catatan atas laporan keuangan. Berdasarkan pengamatan awal yang telah dilakukan masih ada beberapa koperasi belum dapat sepenuhnya menyusun laporan arus kas. Untuk mengatasi kondisi tersebut dalam kajian ini diuraikan langkah-langkah yang diperlukan dalam penyusunan laporan arus kas. Laporan arus kas dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih, struktur keuangan dan kemampuan mempengaruhi arus kas, menilai kemampuan koperasi dalam menghasilkan kas, dan dapat digunakan sebagai indikator jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan.Kata Kunci: Koperasi; Laporan Arus Kas