cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
KEUNIKAN SANGGAH KAMULAN SEBAGAI TEMPAT PEMUJAAN MASYARAKAT DESA LES, KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG Ni Wayan Sariani Binawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk Sanggah Kamulan, (2) mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menurut perspektif masyarakat setempat, dan (3) mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menurut sudut pandang teologi Hindu masyarakat Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan tiga teori. Pertama, untuk menjelaskan bentuk Sanggah Kamulan menggunakan teori estetika. Kedua, untuk mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menggunakan teori religi. Ketiga, untuk mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menggunakan teori interaksi simbolik. Untuk menjawab masalah sesuai tujuan, penelitian ini menggunakan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: 1) jenis dan pendekatan penelitian 2) penentuan data dan sumber data 3) penentuan informan dengan sistem purposive sampling 4) metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, kepustakaan dan dokumentasi 5) metode analisis data melalui deskripsi rekaman, reduksi, kiasifikasi, perincian data, interpretasi, dan penyajian hasil. Sesuai hasil analisis, disimpulkan bahwa bentuk Sanggah Kamulan masyarakat Les terbuat dan pohon kayu dapdap dan anyaman bambu berupa klatkat yang diikat tali bambu atau ijuk dengan tiga ruang. Fungsinya ialah sebagai tempat memuja roh leluhur yang telah suci. Makna yang terkandung di dalamnya adalah untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi Beliau sebagai Purusa dan Pradana. Kata-kata kunci: Keunikan, Sanggah, Kemulan,Tempat Pemujaan
PROSESI UPACARA ARI-ARI DENGAN SISTEM GANTUNG (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli) Ketut Sedana Arta
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1171

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menganalisis dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung dan memformulasikan prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengkaji dan memformulasikan rasional dasar dan dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung di Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli, (2) untuk mengkaji dan memformulasikan bentuk prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede dan sarana yang digunakan untuk penguburan ari-ari tersebut, dan (3) untuk menganalisis dan memformulasikan faktor penyebab ari-ari yang digantung di pohon bukak tidak menimbulkan bau busuk dan tidak dicari oleh anjing serta tidak dikerumuni lalat. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dasar historis dan filosofis prosesi upacara ari-ari dengan sistem gantung pa adalah karena masyarakat Bayung Gede karena adanya keyakinan bahwa mereka merupakan keturunan dari tued kayu (pangkal pohon) yang dihidupkan dengan tirta kamandalu yang dibawa dari pulau Jawa oleh titisan Bhatara Bayu. (2) Proses upacara ari-ari dimulai dengan pembelahan kelapa menjadi dua bagian, ari-ari yang telah dipotong dimasukkan ke dalam tempurung diberi abu dapur. Di atasnya diberi kunyit, lemon ngad, sepit, tengeh, dan anget-anget.Tempurung kelapa yang disatukan direkatkan dengan kapur sirih dan diikat dengan tali tabu. (3) Ari-ari bayi yang digantung tidak menimbulkan bau busuk disebakan karena : (a) adanya proses netralisir dari pohon menyan yang berbau harus, sehingga bau busuk yang ditimbulkan oleh proses biologis menjadi berkurang, (b) adanya kunyit dan masem (Kunyit dan jeruk lemon yang dapat meredam bau busuk yang ditimbulkan ketika ari-ari digantung, dan (2) Tengeh (kunyit yang diparut kemudian dicampur dengan pamor ( kapur sirih) dan lemon), yang dapat menghilangkan bau amis dan busuk ari-ari yang ditimbulkan oleh proses biologis, dan (3) Anget-anget (penghangat) terdiri dari sindrong dan mica, yang dapat mengeringkan ari-ari.
SUBSTANSI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI ERA GLOBALISASI I Wayan Treman
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1172

Abstract

Secara global materi geografi telah masuk dalam kurikulum pembelajaran mulai dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi. Dalam pembelajaran dan pemahaman substansi geografi masih belum ada kesamaan persepsi dalam sistem pembelajaran geografi. Perlu penguatan fundamental geografi dan peningkatan substansi geografi berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam menghadapi era global. Geografi harus lebih menunjukkan jati diri sebagai ilmu dan mencetak bench marking yang merupakan harapan kompetensi lulusan pendidikan geografi di masa yang akan datang. Upaya pengentasan ketertinggalan geografi di Indonesia dengan menunjukkan jati diri geografi, pemikiran kompetensi dasar, merumuskan indikator pencapaian hasil belajar dan penyusunan materi substansi geografi pokok bagi pendidikan geografi untuk segala tingkatan. Kata-kata Kunci : Substansi Geografi, Globalisasi //
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN SIMULASI SEDERHANA BANK MINI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH AKUNTANSI PERBANKAN I Gusti Ayu Purnamawati; Lucy Sri Musmini; Desak Nyoman Sri Werastuti
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1173

Abstract

Akuntansi Perbankan adalah salah satu mata kuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) yang diberikan di semester II jurusan Akuntansi Program Diploma III Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui pembelajaran akuntansi perbankan diharapkan memberikan pengetahuan mengenai gambaran umum dunia perbankan serta dapat meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa dalam mempelajari akuntansi perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi metode pembelajaran simulasi sederhana bank mini dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Akuntansi Perbankan; (2) implementasi metode pembelajaran simulasi sederhana bank mini dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Akuntansi Perbankan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II kelas C jurusan akuntansi program diploma III yang berjumlah 40 orang. Model penelitian ini menggunakan PTK dengan 2 siklus yang masing-masing memiliki empat tahapan yaitu: Perencanaan, Tindakan, Observasi/evaluasi, dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui interview, observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi metode pembelajaran menggunakan simulasi sederhana bank mini dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa yaitu terjadinya peningkatan keaktifan pembelajaran dan kehadiran mahasiswa di kelas dari siklus ke-1 ke siklus ke-2 sebesar 15,7%. Motivasi belajar mahasiswa juga menunjukkan respon yang posistif yaitu dengan dikaitkannya konsep akuntansi perbankan pada simulasi bank mini di kelas dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-1 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 23,6%. Dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-2 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 5,3%. Jumlah rata-rata nilai yang diperoleh oleh seluruh mahasiswa dalam suatu kelas, mencapai 88,9% maka kelas tersebut dinyatakan berhasil. Dengan ketuntasan klasikal mencapai 89,5% maka kelas yang bersangkutan dianggap tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi telah mencapai hasil yang diharapkan Kata kunci: Simulasi sederhana bank mini, motivasi dan prestasi belajar.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA (Kajian Normatif Atas Bekerjanya Hukum Dalam Masyarakat) Ratna Artha Windari
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1174

Abstract

Anak sebagai manusia seutuhnya memiliki harkat dan martabat serta hak untuk memperoleh perlindungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negaranya terhadap kekerasan dan diskriminasi. Hal inilah yang dijadikan sebagai landasan pemikiran dalam melahirkan Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, setelah sebelumnya Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990 berdasarkan Keppres No.36 tahun 1990. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui: faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum, serta peranannya dalam menciptakan penegakan hukum terhadap perlindungan anak di Indonesia, dan penerapan ketentuan hukum tentang perlindungan anak di Indonesia bila dikorelasikan dengan bekerjanya hukum di masyarakat. Berlakunya Undang-Undang Perlindungan Anak selama ini ternyata telah memberikan suatu efek sosial dalam pelaksanaan hukum di masyarakat. Bila kita cermati perkembangan sosial masyarakat dewasa ini, maka banyak pendapat yang menyatakan bahwa penegakan hukum terhadap perlindungan anak tersebut masih belum maksimal, hal ini tercermin dari tingginya tingkat kekerasan pada anak, meningkatnya jumlah perdagangan anak dan lain sebagainya. Pada dasarnya penegakan hukum terhadap perlindungan anak akan terwujud dan ketentuannya akan berlaku efektif apabila substansi hukumnya sesuai dengan budaya masyarakat, mentalitas dan pola perilaku penegak hukum yang baik, serta adanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam masyarakat tersebut. Kata-kata Kunci: penegakan hukum, perlindungan anak.
KARAKTER ADALAH AKAR MASALAH BANGSA KITA Yusus Kardiman
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1680

Abstract

ABSTRAK Banyak masalah sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia baik yang berskala besar karena dilakukan ditingkat nasional atau secara nasional seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang saat ini sealu menjadi berita utama di setiap media massa, juga masalah sosial kecil yang kadang kala dianggap bukan masalah dalam kehidupan seperti mencontek, membuang sampah sembarangan, nyerobot lampu merah, nyerobot antrian dan sebagainya, namun kedua masalah sosial tersebut memiliki dampak yang besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah di telusuri lebih dalam ternyata akar masalah dari masalah-masalah sosial tersebut adalah karakter. Karakter yang bentuk sejak kecil di lingkungan yang terdekat dalam kehidupan baik keluarga, masyarakat maupun persekolahan membentuk menjadi karakter di kala dewasa. Untuk pembangunan karakter maka pendidikan memiliki peran utama di dalamnya. Pendidikan di dalam keluarga, masyarakat dan persekolah harus secara bersinergi dan berkesinambungan untuk membangun karakter masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Kata kunci : karakter, masalah bangsa ABSTRACT Many social problems that occur in communities both large Indonesian because it is done at the national level or nationally as corruption, collusion and nepotism are now always hit the headlines in every media, too little social problem sometimes is not considered a problem in life such as cheating, littering, running a red light, and so on, but both of these social issues have a huge impact on the life of the nation. Once in the pan over the apparently the root cause of social problems is character. Characters that form since childhood in the nearby environment in both family life, society and schooling to form a character at a time when adult. For the construction of the character education has a major role in it. Education in the family, society and persekolah must be synergy and sustainability to build the character of Indonesian society for the better. Keywords: character, problem nation
KEPEMIMPINAN: KONSEP, TEORI DAN KARAKTERNYA Fridayana Yudiaatmaja
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1681

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan (leadership) berkenaan dengan seseorang memengaruhi perilaku orang lain untuk suatu tujuan. Dengan kekuasaan, pemimpin dapat memengaruhi perilaku para bawahannya. Kekuasaan dapat dibagi menjadi lima, yaitu: (1) kekuasaan keahlian (expert power); (2) kekuasaan legitimasi (legitimate power); (3) kekuasaan referensi (referent power); (4) kekuasaan penghargaan (reward power); dan (5) kekuasaan paksaan (coercive power). Disamping berhubungan dengan kekuasaan, kepemimpinan juga erat kaitannya dengan karakter. Berbagai upaya riset dilakukan untuk mengidentifikasi karakter-karakter yang konsisten dengan kepemimpinan. Upaya riset yang dilakukan untuk memisahkan karakter kepemimpinan banyak menemui jalan buntu. Dinyatakan juga bahwa pencarian untuk mengidentifikasi seperangkat karakter yang membedakan pemimpin dan pengikut dan antara pemimpin yang efektif dan tidak efektif, banyak yang gagal. Hasil yang paling dapat diterima adalah riset yang bertujuan hanya untuk melakukan identifikasi terhadap karakter-karakter yang dapat dikaitkan secara konsisten dengan kepemimpinan. Kata kunci: kepemimpinan ABSTRACT Leadership relates to a person's behavior with respect to another person for a purpose. With power, leaders can influence the behavior of their subordinates. Power can be divided into five, namely: (1) expert power, (2) legitimate power, (3) referent power, (4) reward power, and (5) coercive power. Besides dealing with power, leadership is also closely associated with the character. Various research efforts carried out to identify the characters that are consistent with the leadership. Research efforts are made ​​to separate the leadership's characters, but it was found deadlock. Also stated that the quest to identify a set of characters that distinguishes between a leader and followers and effective leaders and effective, many have failed. Most acceptable result is research that aims only to identify the characters that can be linked consistently with leadership. Keywords: leadership
PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN Kurjono -
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1682

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran tentang pemahaman konsep kewirausahaan yang selama ini dipahami para praktisi pendidikan bahwa kewirausahaan diidentifikasikan dengan belajar berbisnis. Padahal belajar berbisnis hanya salah satu aspek dari berwirausaha. Inti masalah yang hendak diungkapkan adalah sejauh manakah pemahaman dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat merubah kondidi sosial masyarakat. Hal penting yang harus dipahami para pelaksana pendidikan adalah lebih menekankan aspek pembinaan mentalitas individu peserta didik, mengingat siswa sebagai peserta didik masih dalam proses internalisasi. Pergeseran paradigma ini sangat tepat untuk meletakkan sesungguhnya pola apa yang harus ditekankan dalam pembelajaran kewirausahan. Dari hasil pemikiran dan perenungan kondisi saat ini maka penulis menekaknkan pentingnya mengantisipasi pergeseran paradigma ini, agar pembelajaran kewirausahaan yang selama ini dilaksanakan tidak condong menggiring peserta didik untuk menjadi pebisnis/pedagang atau penyelenggara sektor jasa saja, namun aspek kegiatan manusia yang meliputi usaha sektor jasa, perdagangan dan manufaktur maupun dalam profesi lainnya sehingga dapat dijadikan bekal dan pegangan peserta didik kelak setelah mereka lulus dari jenjang sekolahnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dilakukan pola pembelajaran kewirausahaan yang lebih bermakna bagi siswa terutama menanamkan sikap kreatif dan sikap inovatif sebagai modal dasar siswa untuk berwirausaha. Kata Kunci : Pergeseran, Kewirausahaan, Peserta didik, Sikap Kreatif dan Sikap Inovatif ABSTRACT The writing is motivated by an understanding of the concept of entrepreneurial thinking that has been understood that education practitioners identified by studying business entrepreneurship. Though learning to do business only one aspect of entrepreneurship. Core issues to be disclosed is the extent to which the understanding and implementation of entrepreneurship education can change society through the phenomenon of social conditions of high unemployment especially among college students.It is important to understand the implementation of education relating to entrepreneurship should be more emphasis on the development of the mentality of the individual learners. Considering students as learners are still in the process of internalization, the paradigm shift is very appropriate to put the actual pattern of what should be emphasized in both entrepreneurial learning in basic education high school students and college studentsReflection of the ideas and the current state of the author outlines the common thread is the importance of anticipating the paradigm shift that entrepreneurial learning which has been implemented is not inclined lead learners to become businessman / merchant or service provider sector alone, but human activities covering aspects of business sector services, trade and manufacturing as well as in other professions that can be used as a grip stock and future students after they graduate from school level. Given that not all students are interested in becoming a merchant.Based on these explanations, it can be done pattern entrepreneurial learning more meaningful for students especially inculcate creative and innovative attitude attitude as basic capital for entrepreneurship students in various professions both in the private as well as public servants so as expectations of learners can develop entrepreneurship in various jobs. Key word: Education, entrepreneurship, creative, innovative
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN I BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1683

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil pengembangan perangkat pembelajaran dalam mata kuliah akuntansi Keuangan I : (1) dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa,(2) kendala-kendala yang ditemui, (3) solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala-kendala,(4) dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (5) dapat meningkatkan profesionalisme dosen dalam mengajar. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka model pengembangan perangkat pembelajaran Instructional Development Model (ID Model) dengan Subyek yang dilibatkan adalah Dosen pengajar mata kuliah dan mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan:(1) Hasil pengembangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, (2) Ditemukan beberapa kendala yang ditemui mahasiswa dalam pemanfaatan perangkat pembelajaran, (3)Terhadap kendala – kendala yang ditemui sudah ditemukan solusi-solusi yang digunakan, (4)Pemanfaatan perangkat pembelajaran yang dihasilkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (5) hasil pengembangan dapat dimanfaatkan dalam peningkatan profesionalisme dosen dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, dan Akuntansi Keuangan ABSTRACT This study aimed at knowing the result of developing learning equipment for Intermediate Accounting I, whether: (1) It can improve the learning activity of the students, (2) There were problems faced by the students, (3) There were solution to solve the problems, (4) It can increase the students’ achievement, (5) It can evolve the lecturers’ teaching professionalism. The learning equipment was developed by using Instructional Development Model (ID Model). The lecture of this course and the students of Accounting Department of Undiksha were involved in this study as the subject. The result of this study was: (1) the development of learning equipment increased the students’ learning activity, (2) There were problems faced by the students in using this equipment, (3) There were solution for those problems, (4) It increased the students’ achievement, (5) It evolved the lecturer’s teaching professionalism. Keyword: Learning Equipment, and Intermediate Accounting.
MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS MULTIKULTUR DALAM RANGKA MENANAMKAN NILAI-NILAI HAM DAN DEMOKRASI M. Mona Adha; Hermi Yanzi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1705

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menemukan model pembelajaran yang tepat guna, untuk mengembangkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai HAM dan Demokrasi kepada siswa. Metode yang dipergunakan dalam model pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang meliputi: Analyze berupa kebutuhan, peserta didik dan seterusnya. Design berupa rumusan kompetensi, strategi. Develop berupa materi ajar, asesmen dan seterusnya. Implement berupa tatap muka, asesmen dan seterusnya. Evaluate terhadap program pembelajaran perbaikan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa SMA di Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai Demokrasi dan HAM dapat di didesain menggunakan model ADDIE, tanggapan guru terhadap rancangan sistem pembelajaran sangat positif, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model yang diterapkan merasa senang dan memiliki motivasi tinggi. Dengan demikian dapat disarankan kepada guru di sekolah agar selalu mendesain pembelajaran dengan baik salah satunya dapat menggunakan desain pembelajaran model ADDIE. ABSTRACT This research aims to find appropriate learning model, developing learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of HUMAN RIGHTS and democracy to students. The methods used in the development of learning models in this study is a model of ADDIE that include: Analyze a learner's needs, and so on. Design of formulation of competence, strategies. Develop a teaching materials, assessment and so on. Implement a face-to-face assessment, and so on. Evaluate the learning program improvements. The sample used in this study are some of the High School in Bandar Lampung. The results showed that the learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of democracy and human rights can be designed using ADDIE model, the response of teachers to design a learning system is very positive, and the responses of students to learning with a model that was applied was pleased and have high motivation. Can thus be recommended to teachers at the school to design a study with either one of them can use the instructional ADDIE design model.