cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF POSTMODERNISME, POSTSTRUKTURALISME DAN POSTKOLONIALISME Suastika, I Nengah
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i1.452

Abstract

ABSTRAKNasionalisme merupakan jiwa dan semangat yang membentuk ikatan bersama, baik dalam hal kebersamaan maupun dalam hal pengorbanan demi bangsa dan negara. Namun pasang surut rasa kebangsaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia mengindikasikan belum mengakarnya nasionalisme pada hati sanubari setiap anak bangsa. Kondisi ini terlegitimasi dengan adanya gerakan sparatisme yang bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nasionalisme Indonesia hanya bergema ketika ada imprialisme atau ancaman yang datang dari luar saja. Sehingga patut dipertanyakan lebih dalam, apakah nasionalisme Indonesia hanya terbentuk dalam tataran ?grand narrasi? yang diikrarkan oleh para pendiri bangsa dan kalangan elit politik saja?. Guna kepentingan politik!. Sementara pondasi dasar yang semestinya dibangun oleh akar rumput tidak memahami hakekat dan makna dasar nasionalisme Indonesia. Bahkan ?terkesan? nasionalisme Indonesi belum menemukan ?bentuk yang pasti?, yang dapat dijadikan pedoman oleh penyelenggara negara dan generasi penerus bangsa. Sehingga, apa yang didengung-dengungkan oleh ?penguasa? tidak sejalan dengan tindakan dan tata laku yang terrefleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkenaan dengan itu, tampaknya perlu kita analisis kembali nasionalisme masyarakat Indoensia berdasarkan perspektif postmodern.Kata Kunci: nasionalisme, postmodernisme, poststrukturalisme.
KARAKTER ADALAH AKAR MASALAH BANGSA KITA Kardiman, Yusus
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1680

Abstract

ABSTRAK Banyak masalah sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia baik yang berskala besar karena dilakukan ditingkat nasional atau secara nasional seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang saat ini sealu menjadi berita utama di setiap media massa, juga masalah sosial kecil yang kadang kala dianggap bukan masalah dalam kehidupan seperti mencontek, membuang sampah sembarangan, nyerobot lampu merah, nyerobot antrian dan sebagainya, namun kedua masalah sosial tersebut memiliki dampak yang besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah di telusuri lebih dalam ternyata akar masalah dari masalah-masalah sosial tersebut adalah karakter. Karakter yang bentuk sejak kecil di lingkungan yang terdekat dalam kehidupan baik keluarga, masyarakat maupun persekolahan membentuk menjadi karakter di kala dewasa. Untuk pembangunan karakter maka pendidikan memiliki peran utama di dalamnya. Pendidikan di dalam keluarga, masyarakat dan persekolah harus secara bersinergi dan berkesinambungan untuk membangun karakter masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Kata kunci : karakter, masalah bangsa ABSTRACT Many social problems that occur in communities both large Indonesian because it is done at the national level or nationally as corruption, collusion and nepotism are now always hit the headlines in every media, too little social problem sometimes is not considered a problem in life such as cheating, littering, running a red light, and so on, but both of these social issues have a huge impact on the life of the nation. Once in the pan over the apparently the root cause of social problems is character. Characters that form since childhood in the nearby environment in both family life, society and schooling to form a character at a time when adult. For the construction of the character education has a major role in it. Education in the family, society and persekolah must be synergy and sustainability to build the character of Indonesian society for the better. Keywords: character, problem nation
ANALISIS FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN WILAYAH DI KABUPATEN TABANAN (TEORI BARU PERTUMBUHAN WILAYAH) Ananda Citra, I Putu
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1817

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan secara singkat tentang faktor pengaruh     pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru     pertumbuhan wilayah. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan     penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Data diperoleh dari     berbagai sumber seperti buku, artikel, internet yang berupa data sekunder dari     instansi terkait.     Telah banyak teori yang dikembangkan para ahli guna memahami     fenomena wilayah, khususnya keterbelakangan dan ketimpangan wilayah.     Penyelesaian masalah kesenjangan antar wilayah akan kembali kepada konsep dan     implementasi dari masing-masing peran sektor/program-program yang     dilaksanakan di daerah. Tiap daerah memiliki sektor unggulan yang dapat     dikembangkan dan akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan wilayahnya.     Termasuk di Kabupaten Tabanan dimana sektor unggulan bukan di pariwisata     seperti Provinsi Bali, melainkan di sektor pertanian. Hal ini jelas sangat     mempengaruhi cepat lambatnya pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan.      Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan     wilayah Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru pertumbuhan wilayah     maka faktor-faktor yang berpengaruh yaitu capital/ modal/ investasi, tenaga kerja,     sumberdaya alam, transportasi, teknologi dan sosial politik.  Secara umum terjadi     peningkatan dari masing-masing faktor tersebut, walaupun mengenai investasi     masih dalam perencanaan. Maka pertumbuhan kabupaten relatif lambat dimana     sektor pertanian penerimaan pendapatannya lebih lambat dibandingkan dengan     sektor industri dan jasa.      Kata kunci: Pertumbuhan Wilayah    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN PPKn Harapan, I Kd. Mega Putra; Asri, I.G.A. Agung Sri; Kristiantari, M.G. Rini
Media Komunikasi FPIPS Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v17i2.22221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikankompetensi pengetahuan PPKn kelompok siswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuanmedia video animasi dengan kelompok siswa yang dibelajarkan secarakonvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Jenderal Sudirman DenpasarSelatan Tahun Ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitianeksperimen semu dengan rancangan non-ekuivalen control groupdesaign. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VJenderal Sudirman Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2018/2019 yangberjumlah 332 siswa. Penentuan kelompok eksperimen dan kontroldilakukan dengan teknik random sampling. Data kompetensipengetahuan PPKn siswa dikumpulkan dengan instrumen berupa tesobjektif pilihan ganda biasa sebanyak 30 soal yang sudah divalidasi. Hasilanalisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensipengetahuan PPKn antara kelompok siswa yang dibelajarkanmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuanmedia video animasi dengan kelompok siswa yang dibelajarkan secarakonvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Jenderal Sudirman DenpasarSelatan Tahun Ajaran 2018/2019. Hal tersebut dibuktikan dengan hasilnilai thitung = 2,825 > ttabel (É‘=0,05, dk=75) = 1,992. Rata-rata gain skorternormalisasi kompetensi pengetahuan PPKn kelompok eksperimenyang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipescramble berbantuan media video animasi adalah XÌ…1= 0,309 > XÌ…2= 0,196kelompok kontrol yang dibelajarkan secara konvesional denganperbedaan sebesar 0,113. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media videoanimasi berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan PPKn siswakelas V SD Gugus V Jenderal Sudirman Denpasar Selatan Tahun Ajaran2018/2019.
PROSESI UPACARA ARI-ARI DENGAN SISTEM GANTUNG (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli) Sedana Arta, Ketut
Media Komunikasi FPIPS Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1171

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menganalisis dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung dan memformulasikan prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengkaji dan memformulasikan rasional dasar dan dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung di Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli, (2) untuk mengkaji dan memformulasikan bentuk prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede dan sarana yang digunakan untuk penguburan ari-ari tersebut, dan (3) untuk menganalisis dan memformulasikan faktor penyebab ari-ari yang digantung di pohon bukak tidak menimbulkan bau busuk dan tidak dicari oleh anjing serta tidak dikerumuni lalat. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dasar historis dan filosofis prosesi upacara ari-ari dengan sistem gantung pa adalah karena masyarakat Bayung Gede karena adanya keyakinan bahwa mereka merupakan keturunan dari tued kayu (pangkal pohon) yang dihidupkan dengan tirta kamandalu yang dibawa dari pulau Jawa oleh titisan Bhatara Bayu. (2) Proses upacara ari-ari dimulai dengan pembelahan kelapa menjadi dua bagian, ari-ari yang telah dipotong dimasukkan ke dalam tempurung diberi abu dapur. Di atasnya diberi kunyit, lemon ngad, sepit, tengeh, dan anget-anget.Tempurung kelapa yang disatukan direkatkan dengan kapur sirih dan diikat dengan tali tabu. (3) Ari-ari bayi yang digantung tidak menimbulkan bau busuk disebakan karena : (a) adanya proses netralisir dari pohon menyan yang berbau harus, sehingga bau busuk yang ditimbulkan oleh proses biologis menjadi berkurang, (b) adanya kunyit dan masem (Kunyit dan jeruk lemon yang dapat meredam bau busuk yang ditimbulkan ketika ari-ari digantung, dan (2) Tengeh (kunyit yang diparut kemudian dicampur dengan pamor ( kapur sirih) dan lemon), yang dapat menghilangkan bau amis dan busuk ari-ari yang ditimbulkan oleh proses biologis, dan (3) Anget-anget (penghangat) terdiri dari sindrong dan mica, yang dapat mengeringkan ari-ari.
KASUS PELANGGARAN HAM ETNIS ROHINGYA : DALAM PERSPEKTIF ASEAN Sudika Mangku, Dewa Gede
Media Komunikasi FPIPS Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1708

Abstract

ABSTRAK Dalam artikel ini membahas tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya oleh Pemerintah Myanmar. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti buku, majalah, perjanjian internasional (Piagam ASEAN), makalah-makalah, jurnal, artikel-arikel, surat kabar serta situs-situs internet yang berkaitan dengan objek yang ditulis. Berdasarkan hasi pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk kekerasan apapun yang ditujukan kepada etnis Rohingya yang dilakukan oleh Pemerintahan Myanmar tidak dapat dibenarkan apalagi hal tersebut masih dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, sebagai suatu negara anggota ASEAN sudah saatnya Myanmar tunduk terhadap Piagam ASEAN yang telah disepakati secara bersama oleh sepuluh negara angota ASEAN yang lainnya serta terbentuknya Badan HAM ASEAN digunakan sebagai suatu pedoman untuk meminimalkan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Asia Tenggara khususnya kepada Etnis Rohingya di Mynmar. Kata kunci : Hak Asasi Manusia, Etnis Rohingya, Piagam ASEAN dan Badan Hak Asasi Manusia ASEAN ABSTRACT In This article discusses the human rights violations against the Rohingya by the Government of Myanmar. The method used is the method by presenting descriptive literature and analyzed qualitative research done by library materials such as books, magazines, international treaty (the ASEAN Charter), papers, journals, article-arikel, newspapers as well as site-internet site associated with the object is written. Based on the discussion, it can be concluded that any form of violence aimed at ethnic Rohingya were conducted by the Government of Myanmar can not be justified moreover it is still within the Southeast Asian region, as an ASEAN member state Myanmar is time subject to the ASEAN Charter which has been mutually agreed by ten ASEAN countries as well as other members of the formation of the ASEAN human rights body is used as a guideline to minimize violations of human rights that occurred in Southeast Asia, especially the Rohingya in Myanmar. Keywords: Human Rights, Ethnic Rohingyas, the ASEAN Charter and the ASEAN Human Rights Body
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUALTERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS Ekayanti, Ni Luh Putu; Darsana, I Wayan; Sujana, I Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v18i2.22241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan modelpembelajaran mind mapping berbantuan media audio-visual terhadapkompetensi pengetahuan IPS kelas IV SD Gugus VIII Kecamatan Abiansemaltahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimensemu dengan desain penelitian yang digunakan rancangan kelompok nonekuivalen.Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas IV SD Gugus VIIIKecamatan Abiansemal tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 260 siswa.Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulandata dalam penelitian ini menggunakan metode tes. Instrumen yangdigunakan untuk mengumpulkan kompetensi pengetahuan IPS denganmenggunakan tes objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa dengan empatpilihan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasilpenelitian yaitu nilai rata-rata gain skor kelompok eksperimen (0,53) dan nilai rata-rata gain skorkelompok kontrol (0,45) , maka nilai rata-rata gain skor kelompok eksperimen lebih tinggi dari padanilai rata-rata gain skor kelompok kontrol (0,53>0,45) . Berdasarkan hasil uji-t dengan derajatkebebasan (dk=34+33-2) dan pada taraf signifikan 5% diperoleh thitung > ttabel (3,333>2,000) maka H0ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPSsiswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media audio-visualdengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional kelas IV SD Gugus VIII KecamatanAbiansemal tahun ajaran 2018/2019. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruhyang signifikan model pembelajaran mind mapping berbantuan media audio-visual terhadapkompetensi pengetahuan IPS pada kelas IV SD Gugus VIII Kecamatan Abiansemal tahun ajaran2018/2019.
PENGARUH MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER BERBASIS TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV SD Dharma, I Putu Wira; Kusmariyanti, Nyoman; Sudana, Dewa Nyoman
Media Komunikasi FPIPS Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v17i2.22231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikankompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melaluimodel pembelajaran Numbered Head Together Berbasis Tri Kaya Parisudha dankelompok siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Jenis penelitian ini adalahquasi experiment dengan desain penelitian menggunakan Non-equivalent post-testOnly Control Grup Desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDGugus IV Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2018/2019 yangterdiri dari 8 kelas dengan jumlah 165 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitukelas IV SD Negeri 1 Bungkulan sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 5Bungkulan sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan simplerandom sampling. Data dalam peneltian ini dikumpulkan dengan metode tes daninstrumen tes kompetensi pengetahuan IPS. Data yang diperoleh kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan infrensial (uji-t). Nilai rata-ratayang diperoleh siswa di kelas eksperimen adalah 80,2 termasuk kategori sangattinggi sedangkan kelompok siswa di kelas kontrol memperoleh nilai rata-rataadalah 73,58 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antarakelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Numbered HeadTogether Berbasis Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkansecara konvensional. Hasil analisis menggunakan uji-t diperoleh thitung = 17,73 danttabel = 2,021 sehingga didapatkan thitung > ttabel. Dengan demikian, dapat simpulkanmodel pembelajaran Numbered Head Together Berbasis Tri Kaya Parisudhaberpengaruh positif terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SDGugus IV kecamatan Sawan tahun pelajaran 2018/2019.
Konflik Pelanggaran Izin HO Pengusaha Bar Di Sentral Kawasan Wisata Lovina Dini Andiani, Nyoman
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.458

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap penggunaan Izin HO oleh pengusaha industry pariwisata di sentral kawasan wisata Lovina, serta mendeskripsikan konflik yang dimunculkan akibat penyalahgunaan serta pemalsuan data dalam memperoleh Izin HO dan mencari dan mendeskripsikan solusi penerapan manajemen konflik dalam mengatasi permasalahan yang timbul akibat penyimpangan penggunaan Izin HO. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Subjek dalam penelitian ini adalah pengusaha pariwisatra di kawasan wisata lovina. Objek penelitian ini adalah masalah pelanggaran Izin HO serta konflik yang ditimbulkan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pelanggaran mengenai pemalsuan data dalam memperoleh Izin HO, sehingga memunculkan konflik di lingkungan pengusaha pariwisata di sentral kawasan Lovina, dari konflik yang terjadi salah satu cara penanganan konflik tersebut tidak bisa dengan menerapkan teori managemen konlik, akan tetapi dari beberapa teori manajemen yang diterapkan tidak berhasil menangani konflik yang terjadi, sehingga perlunya tindakan nyata dari pemerintah terkait termasuk pihak kepolisisan.Kata- kata kunci : Izin HO, manajemen, konflik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE DEBATE BERNUANSA OUTDOOR STUDY TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA Dewi, Ni Made Yuana; Abadi, Ida BAgus Gede Surya; Putra, Made
Media Komunikasi FPIPS Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v18i2.22246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modelpembelajaran Active Debate bernuansa outdoor study terhadap kompetensipengetahuan IPS siswa kelas V SD N Gugus Kapten Japa tahun ajaran2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu denganrancangan non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian inisebanyak 12 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik randomsampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VBSD N.17 Dauh Puri sebagai kelompok eksperimen sebanyak 42 siswa dan kelasV SD N. 20 Dangin Puri sebagai kelompok kontrol sebanyak 36 siswa. Datakompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan instrumen berupa tesobjektif bentuk pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir tes yang telahdivalidasi. Data kompetensi pengetahuan IPS dianalisis dengan uji-t polledvarian. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung =2,667. Harga tersebutkemudian dibandingkan dengan harga ttabel dengan dk = 76 dan tarafsignifikansi 5% sehingga diperoleh harga ttabel = 2,000, karena thitung = 2,667 >ttabel = 2,000 sehingga H0 ditolak. Demikian pula rerata kompetensipengetahuan IPS siswa kelompok eksperimen = 0,50 lebih besardibandingkan dengan rerata kompetensi pengetahuan IPS siswa kelompokkontrol = 0,42. Dengan demikian dapat disimpulkan, model pembelajaranActive Debate bernuansa outdoor study berpengaruh terhadap kompetensipengetahuan IPS siswa kelas V SD N Gugus Kapten Japa tahun ajaran2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil penelitian ini dapatdijadikan sebagai kajian yang relevan khususnya sebagai referensi bagi penelitidengan kajian yang luas dan memperdalam teori mengenai modelpembelajaran Active Debate bernuansa outdoor study.

Page 6 of 32 | Total Record : 320