cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
MAHAR DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA MUSLIM (MAHAR DAN STATUS SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT AMUNTAI, KALIMANTAN SELATAN) Aini, Nuryamin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.006 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v1i1.320

Abstract

Melalui pendekatan empiris terlihat bahwa mahar berfungsi sebagai indeks status social (mobilitas) seseorang. Status marital dan kelas social perempuan (baca: keluarga) berpengaruh signfikan terhadap besaran dan jenis mahar. Temuan ini mengimplikasikan urgenitas analisis sosiologis untuk menjelaskan realitas hukum di masyarakat (hukum tidak hanya apa yang tertulis, tetapi juga sebagai serangkaian nilai-nilai yang hidup dimasyarakat).
FROM PRINT TO SCREEN: METHODOLOGY, MEDIA, AND TRANSITION OF QUR’ANIC LEARNING IN INDONESIA Rohman, Muhamad Zulfar
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.285 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v17i2.3211

Abstract

This article aims to discuss the shift in the methodology of Qur?anic learning in Indonesia that is influenced by media. There are four cases used to map the contestations in the traditional era: Baghdadi, Qiroati, Iqro ', and Yanbu'a. Those have the same characteristic, namely face-to-face learning which is then challenged by the new media that infiltrate the Islamic world. One of the new media described in this paper is the Qur?anCall that is initiated by the PPPA Daarul Qur?an led by the famous preacher Yusuf Mansur. This is a learning and teaching platform for the Qur'an based on a video call. The character possessed by the Qur?anCall is very different from the traditional methodology. Based on this issue, the author examines the changes in Qur?anic learning in the traditional and modern eras then elaborates the effects that have caused. The finding shows that there are degradations from various performative aspects which are inherent in the traditional methods of Qur?anic learning. Furthermore, the authority of the Qur?anic teacher who was once held by the Qur'anic experts can be in the hands of people with low qualifications.
PEMBERONTAKAN KESATUAN RAKJAT JANG TERTINDAS (KRJT) DI KALIMANTAN SELATAN (1950-1963): SEBUAH KAJIAN AWAL Iqbal, Muhammad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.667 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2153

Abstract

The focus of this article is historiography of rebellion of Unity of the Oppressed (Kesatuan Rakjat jang Tertindas/KRjT) which is led by Ibnu Hadjar on South Kalimantan (1950-1963). In 1950, Ibnu Hadjar?s troops choose desertion from Indonesian National Army (Tentara Nasional Indonesia) and entered to the forest on the range of Meratus hills, for doing the rebellion to the Government of Indonesia, whereas, 1963 is the time when The KRjT surrendered and Ibnu Hadjar be arrested. The result showed that the emergence of  KRjT  caused by crystallizing of dissatisfaction and hurt over Jakarta?s policy in treating local ex-guerrillas in the early 1950s. Ibnu Hadjar and his followers felt leisureliness that appear between what they expect in terms of status and  material acquisition with what they have or their capacity for got it (relative deprivation).
KONTRIBUSI PEMIKIRAN HADIS RASYID RIDHA Ilyas, Abustani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3148

Abstract

Aspek otentisitas hadis yang ditekankan kepada sanad adalah mereka yang tidak ta'ashub pada mazhabnya. Selain itu, dinyatakan sejumlah sanad yang dinilai cacat di dalam kitab Shahihain, seperti Hajjaj bin Muhammad, Ibrahim bin Yazid, al-A'la bin 'Abd al-Rahman, dan sebagainya. Demikian aspek matan, ia menolak hadis yang mengandung unsur gharib, seperti hadis yang menerangkan tanda kiamat, dajjal, Mahdi akhir zaman, turunnya Nabi Isa dan sebagainya. Rasyid Ridha juga memberikan interpretasi hadis yang menggunakan interpretasi kontekstual dan intertekstual, yakni memahami hadis beserta kaitannya kondisi sosial nabi saw dengan lebih awal mengembalikan pemaknaannya kepada Alquran
MASYARAKAT IDEAL DALAM AL-QUR’AN (PERGULATAN PEMIKIRAN IDEOLOGI NEGARA DALAM ISLAM ANTARA FORMALISTIK DAN SUBSTANSIALISTIK) Kurdi, Sulaiman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.452 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1049

Abstract

Ada perbedaan pandangan (tentang mewujudkan cita-cita profetik dalam masyarakat ideal) antar generasi dalam melihat teks-teks al-Qur?an seperti: ?baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur? dan ?amar ma'ruf nahi munkar?. Hal ini menimbulkan pengelompokan yangsatu menghendaki hubungan lslam danNegara bersifat formalistik dan legalistik, hal inimenjadikan Islam sebagai dasar ideologi negara dan yang kedua bcrorientasi pada nilai-nilai yang bersifatsubstansialistik yang bersifat inklusif', integratif' dan diversifikatif bagi bangsaIndonesia yang sangat majemuk baik suku, agama, ras tentunya pemikirankelompok keduanya lebih cocok untuk diterapkan di tanah air tercinta ini,
PENDIDIKAN SENI DAN TRANSDICIPLINARITY Wardani, Cut Kamil
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3026

Abstract

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman, berbagai usaha sadar dalam bidang pendidikan seni mulai dituntut untuk berubah dengan cara membelajarkan murid tentang berbagai kemampuan dalam apresiasi, kreativitas dan konseptual. Berbagai pendekatanpun mengalami perubahan dengan diterapkannya pendekatan seni terpadu di sekolah maupun di perguruan tinggi. Murid belajar beragam seni melalui beragam topik yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Dalam pembelajaran kesenian terpadu berbagai bidang seni seperti seni rupa, musik, tari, drama dapat dipadukan di samping keterpaduan dengan bidang ilmu lain seperti matematika, IPA, IPS, agama, olah raga, dll. Keterpaduan dalam bidang seni dapat dilakukan berdasarkan pada matra substansial dalam bidang seni itu sendiri, seperti: Persepsi, pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi dan produksi yang bertujuan pada pengolahan dan pengembangan kesadaran estetis anak. Sedangkan keterpaduan dengan lintas bidang seni dapat dilakukan berdasarkan dimensi perkembangan anak yang meliputi fisik, perseptual, intelektual, sosial, emosional, kreativitas, moral, dan estetis
RABL'AH AL-'ADAWIYYAH SANG PENGGAGAS CINTA 'Irfan, Santoso
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i2.3169

Abstract

Rabi'ah sering jadi rujukan lewat konsepsi mahabbah-nya, sebagai masa transisi dari konsepsi sebelumnya (khawf. takut dan rajaa·. harapan). Prosesnya via purgativa (penyucian hati) ke via kontemplativa (perenungan dengan berzikir) lantas via illuminativa (tersingkapnya tabir penyekat alam ghaib), sebagai tempat dia diberkahi cinta dan kearifan, yang akan diakhiri dengan union mystica. Terlalu tingginya kecintaan Rabi'ah terhadap Allah mengesankan ada pengabaian atas janji, surga dan ancaman neraka, sebagai motivasi pengabdi. Cinta tanpa pamrih ini, tak pelak menimbulkan revolusi rohaniyah pada masa sesudahnya. Dan masih jarang tulisan yang mencoba untuk mengkritisi dengan penalaran yang jernih untuk kembali ke mahabbah 'aqliyyah dari 'athifiyyah
CIVIL SOCIETY DALAM WAJAH KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN Abidin, M Zainal
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.985 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i2.1607

Abstract

This paper tries to explain the term of civil society according to Islamic and Indonesian perspectives. In Islamic view, the term of civil society was often paralleled with the term madani society, a term associated to the historical situation happened in the prophet era when agreed by the Medina people a charter named the Medina Charter as the foundation of acts of multi cultural and multi religious society in Medina. In Indonesian context, the term of civil society will be explained as a historical study of the struggling of Indonesian people to bring into reality the civil or medina society, especially after the fall down of New Order and the coming of Reformation Order. Before that, to make a comprehensive understanding about the term of topic, will b explained before the theoretical discourse on the term and the genealogy of civil society, whether happened among western scholars or Indonesian ones.
ACTIVITIES USED IN COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING Fadilah, Ridha
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3045

Abstract

Communicative Language Teaching (CLT) is an approach to the teaching of second and foreign languages that stress on functional as well as structural aspects of language, combining these into a more fully communicative view. Learners learn the language used in real life by using target language in the classroom. It is appropriate to use communicative approach in teaching and learning language. It can make students able to communicate effectively in target language based on structural, functional and social meaning. In this paper, I will present communicative language teaching versus whole language teaching; structural, functional and social meaning of language; and classroom activities used in communicative language teaching.
NILAI SOSIO-RELIGIUS MASYARAKAT STUDI INTERAKSI ANTARUMAT BERAGAMA DI YOGYAKARTA Taufik, Muhammad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.241 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i1.2056

Abstract

This paper is the result of a field research that tries to trace the dynamics of rural communities related to interactions among religious people at Banguntapan Village, Yogyakarta. This research is appealing because village communities are still considered low and marginal class society; nevertheless in reality, they have local wisdom. The people of Banguntapan Village live in harmony, mutual cooperation ?gotong royong- and are far from materialistic and luxurious life. This simple life creates their personalities that always respect each other, albeit different in religions, customs, and habits, which are apparent in the implementation of their socio-religious valuesthey have embraced so far.This research uses a qualitative method. This method is chosen because it emphasizes on the depth of value. It tries to answer how the choice of action is interpreted and given a certain meaning. The results of this study found that the religious conditions in Banguntapan village run well despite the potentials for friction. However, it can still be minimized with the spirit of togetherness. The people are so heterogeneous; almost all ethnic groups from Sabang to Merauke are living there. The original community of Banguntapan, in this case the Javanese, has an inclusive attitude towards the migrants from outside Banguntapan. The community is known to be open to migrant from any place, which is important to adapt and appreciate the Javanese tradition that is full of cultural manners. The socio-religious values in the interaction pattern among the people of Banguntapan Village community are always in the context of mutual relationship and mutual influence with other people in order to meet their needs and sustain their life. In fact, they assume that they have a meaning if there is another human being with whom they could interact. Social interaction that they understand is a form of socio-cultural dynamics that exist in the life of society.Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang mencoba menelusuri dinamika masyarakat desa terkait dengan interaksi antar umat beragama yang lokasinya adalah Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menarik dilakukan karena masyarakat desa masih dianggap masyarakat kelas rendah dan marjinal. Namun kenyatannya memiliki kearifan lokal, yaitu salah satunya masyarakat Desa Banguntapan yang pada dasarnya mereka hidup rukun, gotong royong dan jauh dari kehidupan matrealistik dan mewah. Kehidupan yang sederhana ini menciptakan kepribadian mereka untuk selalu saling menghargai, meskipun berbeda agama dan kebiasaan, yang tampak dalam implementasi nilai sosio-religius yang mereka anut selama ini. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipilih karena menekankan pada kedalaman nilai. Dengan metode ini akan mencoba menjawab bagaimana pilihan tindakan untuk dimaknai dan diberi arti tertentu. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kondisi keberagamaan di Desa Banguntapan berjalan dengan baik walaupun ada potensi untuk terjadinya gesekan-gesekan tapi sejauh ini masih bisa diminimalisir dengan semangat kebersamaan. Masyarakatnya memangheterogen, hampir semua suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke ada di sini.MasyarakatasliBanguntapan yang dalamhalini orang JawamempunyaisikapinklusifterhadappendatangdariluarBanguntapan.Masyarakatnya dikenalterbukadengankaumpendatangdarimanasaja, yang pentingbisaberadaptasidanmenghargai tradisimasyarakatJawa yang penuhdenganbudayatatakrama.Nilai sosio-religius dalam pola interaksi antar umat beragama Masyarakat Desa Banguntapan senantiasa dalam konteks hubungan dan pengaruh timbal balik dengan masyarakat yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya.Abstract:This paper is the result of a field research that tries to trace the dynamics of rural communities related to interactions among religious people at Banguntapan Village, Yogyakarta. This research is appealing because village communities are still considered low and marginal class society; nevertheless in reality, they have local wisdom. The people of Banguntapan Village live in harmony, mutual cooperation ?gotong royong- and are far from materialistic and luxurious life. This simple life creates their personalities that always respect each other, albeit different in religions, customs, and habits, which are apparent in the implementation of their socio-religious valuesthey have embraced so far.This research uses a qualitative method. This method is chosen because it emphasizes on the depth of value. It tries to answer how the choice of action is interpreted and given a certain meaning. The results of this study found that the religious conditions in Banguntapan village run well despite the potentials for friction. However, it can still be minimized with the spirit of togetherness. The people are so heterogeneous; almost all ethnic groups from Sabang to Merauke are living there. The original community of Banguntapan, in this case the Javanese, has an inclusive attitude towards the migrants from outside Banguntapan. The community is known to be open to migrant from any place, which is important to adapt and appreciate the Javanese tradition that is full of cultural manners. The socio-religious values in the interaction pattern among the people of Banguntapan Village community are always in the context of mutual relationship and mutual influence with other people in order to meet their needs and sustain their life. In fact, they assume that they have a meaning if there is another human being with whom they could interact. Social interaction that they understand is a form of socio-cultural dynamics that exist in the life of society.Keywords: Interaction, Social-religious, Religious people.  Abstrak: Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang mencoba menelusuri dinamika masyarakat desa terkait dengan interaksi antar umat beragama yang lokasinya adalah Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menarik dilakukan karena masyarakat desa masih dianggap masyarakat kelas rendah dan marjinal. Namun kenyatannya memiliki kearifan lokal, yaitu salah satunya masyarakat Desa Banguntapan yang pada dasarnya mereka hidup rukun, gotong royong dan jauh dari kehidupan matrealistik dan mewah. Kehidupan yang sederhana ini menciptakan kepribadian mereka untuk selalu saling menghargai, meskipun berbeda agama dan kebiasaan, yang tampak dalam implementasi nilai sosio-religius yang mereka anut selama ini. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipilih karena menekankan pada kedalaman nilai. Dengan metode ini akan mencoba menjawab bagaimana pilihan tindakan untuk dimaknai dan diberi arti tertentu. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kondisi keberagamaan di Desa Banguntapan berjalan dengan baik walaupun ada potensi untuk terjadinya gesekan-gesekan tapi sejauh ini masih bisa diminimalisir dengan semangat kebersamaan. Masyarakatnya memangheterogen, hampir semua suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke ada di sini.MasyarakatasliBanguntapan yang dalamhalini orang JawamempunyaisikapinklusifterhadappendatangdariluarBanguntapan.Masyarakatnya dikenalterbukadengankaumpendatangdarimanasaja, yang pentingbisaberadaptasidanmenghargai tradisimasyarakatJawa yang penuhdenganbudayatatakrama.Nilai sosio-religius dalam pola interaksi antar umat beragama Masyarakat Desa Banguntapan senantiasa dalam konteks hubungan dan pengaruh timbal balik dengan masyarakat yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya.

Page 7 of 44 | Total Record : 432