cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
WAHDAT AL-ADYÂN: SPIRIT KOSMOPOLITANISME DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI Elmansyah, Elmansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.882 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2338

Abstract

The symptoms of disunity in this country seem very worrying, due to the five-year political contestation. Religion is used as a tool to gain political advantage, regardless of the negative impacts. This article tries to provide an overview of one of the concepts of Sufism, which can be used as a solution to overcome the disunity. The main objective of this research is to find alternative strategies for the community and government, especially for Muslims in facing the various propaganda that want to disunit the integrity of the nation. The research method used is descriptive-critical analysis method with the philosophical approach. The results showed that the spirit of cosmopolitanism in the concept of wahdat al-adyân from Abu Mansyur Al-Hallaj, could be used as a solution to maintain the integrity of NKRI.Gejala perpecahan di negeri ini mulai terlihat sangat mengkhawatirkan, akibat kontestasi politik lima tahunan. Agama dijadikan sebagai alat untuk meraih keuntungan politis, tanpa mempedulikan dampak negatif yang ditimbulkan. Artikel ini mencoba untuk memberikan gambaran mengenai salah satu konsep tasawuf, yang dapat dijadikan sebagai solusi mengatasi perpecahan. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan alternatif strategi bagi masyarakat dan pemerintah, terutama umat Islam dalam menghadapi berbagai propaganda yang ingin memecah-belah keutuhan bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis-kritis, dengan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spirit kosmopolitanisme dalam konsep wahdat al-adyân dari Abu Mansyur Al-Hallaj, dapat dijadikan sebagai solusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
MAKNA UPACARA BATIMBANG DALAM TRADISI MASYARAKAT SUKU BANJAR KUALA TUNGKAL, PROVINSI JAMBI Jailani, M. Syahran; Nurhasanah, Nurhasanah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.898 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2339

Abstract

This paper discusses an academic analysis of batimbang traditional ceremony which is one form of the human life cycle ceremony is conducted by urang Banjar Kuala Tungkal Jambi Province. This batimbang ceremony is only intended for baby (child) who born exactly the Safar month in the hijriyah month. Urang Banjar believing, baby (child) was born in the Safar month that is believed in the life ranging from baby to adult will be various experience calamities even some of the urang Banjar considers baby who born in the Safar month or bad month. Urang Banjar carry out this ceremony because they believe the Safar month as a bad month full of reinforcements and ways, and the misfortune of Safar month will befall the child?s life. Batimbang means weighting. Something is weighed to be balanced and sufficient. Therefore, in order to avoid inflicting misfortune and distress to the child, so the child must be weighed as a form of ritual refusing reinforcement and recovery from unlucky circumstances.
MENGUNGKAP RIWAYAT DAN PERJUANGAN DAKWAH SYEKH ABDUL WAHAB BUGIS dkk, Zulfa Jamalie
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3155

Abstract

Sejarah permulaan masuk dan perkembangan dakwah Islam di bumi Kalimantan tidak bisa dilepaskan dari jasa, peranan, dan perjuangan para ulama serta tokoh-tokoh Islam yang hidup pada masanya. Salah satu dari tokoh tersebut adalah Syekh Abdul Wahab Bugis. Tokoh ini memang bukan orang asli banua, namun ilmu, amal, perjuangan hidup dan matinya, telah dibaktikan untuk kejayaan Islam di banua. Waiau sangat disayangkan bahwa data dan informasi tertulis ataupun catatan-catatan tertentu yang mengungkap biografi dan perjuangan hidupnya sangat sedikit, sehingga ketokohannya tidak begitu dikenal oleh masyarakat Banjar, dibandingkan dengan. tokoh ulama yang lainnya. Siapakah Syekh Abdul Wahab Bugis dan bagaimana peranan dakwahnya di tanah Banjar?
KEPEMIMPINAN PERGURUAN DALAM PERSPEKTIF TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK DAN DRAMATURGI Wahyudin, Wahyudin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.141 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i2.1074

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan perguruan tinggi dalam perspektif teori interaksionisme. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antara manusia ada kesepakatan    perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam     kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme    tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-   sosok tertentu.Sebagaimana pemikiran Blumer, pemikiran Goffmanmelihat masyarakat terdiri atas kehidupan yang diliputi oleh berbagai tingkah laku. Goffman selalu memandang bahwa perilaku keseharian dan interaksi tatap muka diibaratkan sama dengan panggung teater/drama.
AL-WALAYAH (KEWALIAN) DALAM PANDANGAN IBN ARABI Rif?at, Muhammad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i1.3034

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai pandangan al-walayah Ibn Arabi, meliputi: hakikat, ciri, keistimewaan, tingkatan wali dan konsep khatam al-awliya. Ibn Arabi menggunakan istilah wali untuk semua orang suci, termasuk nabi dan rasul. Kerasulan dan kenabian sebagai pangkat dalam kewalian adalah bersifat temporal, tetapi kewalian itu sendiri bersifat permanen. Khatam al-anbiya mempunyai kedudukan yang sebanding dengan khatam al-awliya. Namun mengenai kedudukan antara nabi dan wali, ini bisa dilihat dari ungkapannya,?andaikata kasyaf awliya bertentangan dengan undang- undang nabi, maka yang harus diikuti adalah undang-undang nabi. Seorang wali berhak meniadakan dan mengubah hukum Islam apapun yang berdasarkan ijtihad, tapi bukan terhadap hukum yang diwahyukan kepada nabi?.
POLEMIK PENANGANAN KEHAMILAN TAK DIINGINKAN Husairi, Ahmad
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 4, No 1 (2006)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v4i1.3177

Abstract

Kehamilan tak diinginkan merupakan masalah yang sangat dilematis. Mempertahankan kehamilan berarti bahwa wanita hamil harus siap menghadapi dampak mental, sosial, psikologis, ekonorni, dan lain-lain. Mengakhiri kehamilan berarti melakukan abortus provokatus. Untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat abortus ilegal, abortus legal dan kontrasepsi emergensi ditawarkan sebagai altematif penanganan kehamilan tak diinginkan. Dibandingkan abortus legal, kontrasepsi emergensi lebih dapat diterima di Indonesia. Makalah ini akan menguraikan polemik penanganan kehamilan tak diinginkan.
REKONSTRUKSI ISLAM JAWA SARIDIN DALAM FILM SARIDIN; STUDI SERIAL FILM SARIDIN PRODUKSI CMC (CREATIVE MEDIA COMMUNITY) PATI, JAWA TENGAH Salamah, Lanal Mauludah Zuhrotus
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.623 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i2.1552

Abstract

This article describes a typical Javanese Islamic image that is featured in the movie series "Saridin" featuring Saridin as the main play. In his time, Saridin was one of the most important figures in the propagation of Islamic preaching in Pati, his birthplace, with a distinctive religiosity which in some ways was still influenced by Hindu-Buddhist traditions, such as; semedi, selametan, nyadran, and tirakatan. It is an example of a form of Islam-acculturation, which in the macro context is familiarly called "Islam Nusantara". Islam Nusantara is often accused of being a destroyer of the basics of true Islam, which for the pro-Islamic group of acculturation means otherwise. Initially, the film was released by the director, Alman Eko Darmo, along with his friends of the Pati humanist as an expression of their anxiety about the static ketoprak art in Pati, as well as the rebirth of Saridin's classic spectacles which are regularly featured in Ketoprak and last in the Mp3 version. On June 30, 2016, CMC successfully conducted the inaugural launch of the Saridin movie series; Saridin Andum Waris, Saridin Ngerombang, and followed by Saridin Geger Palembang and Saridin Ondo Rante in September 2016. The films have received various responses from various parties, including the observers of da'wah of Islamic ?acculturation. For them the presence of Saridin the movie series contains educational message that is appropriate for their da'wah media.
SYEKH MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARY (KAJIAN SEJARAH SOSIAL INTELEKTUAL ISLAM) AB, Hadariansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.767 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v1i2.319

Abstract

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Nafis ikut memainkan peran penting dalam transmisi keislaman dari TImur Tengah ke Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Karya tulisnya al Durr al Nafis yang ditulis di Makkah dengan bahasa Melayu beredar luas di wilayah Kalimantan Selatan. Dia bisa ditempatkan berada diurutan kedua setelah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary.
PERSPEKTIF SOSIOLOGIS TERHADAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA SINGKAWANG Saliro, Sri Sudono Sudono
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.845 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v17i2.3214

Abstract

The purpose of this study is to analyze the religious tolerance among different communities in the city of Singkawang. It focuses on the forms of the tolerance as well as the supporting and challenging factors toward tolerance among religious people in the city. This is an empirical research in which it employs descriptive qualitative methods that were used to obtain data through observation and interviews. Among the results of the field research is a finding that in Singkawang City, inter-religious relationships have been facilitated by collaborated forums namely FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) and FKPELA (Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama). Special for FKPELA, this forum has been claimed as the only interfaith youth communication forums found in Indonesia. Among the supporting factors for the interfaith cooperations are the emotional ties and environmental condition. In this context, the community grows and develops in an environment surrounded by people of different religions. Regarding the challenging factors, it was found that the socio-political situation and traumatic memory of conflict in the city?s history could constitute as inhibiting factors.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa toleransi beragama di antara komunitas yang berbeda di kota Singkawang. Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk toleransi, serta faktor pendukung dan penghambat toleransi antar umat beragama di kota ini. Penelitian ini bersifat empiris dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang digunakan untuk memperoleh data melalui observasi dan wawancara. Di antar hasil dari penelitian lapangan tersebut adalah temuan bahwa hubungan keagaman di kota Singkawang diafasilitasi dalam sebuah wadah kolaboratif yakni FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) dan FKPELA (Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama). Khusus FKPELA, lembaga ini diklaim sebagai satu-satunya forum komunikasi pemuda lintas agama yang ada di Indonesia. Di antara faktor pendukung toleransi dimaksud adalah ikatan emosional dan kondisi lingkungan. Dalam hal ini, masyarakatnya tumbuh dan berkembang di lingkungan yang dikelilingi oleh orang-orang yang berbeda agama. Di sisi lain, faktor sosial politik dan beban ingatan traumatis terkait konflik dalam sejarah masyarakat di kota ini menjadi faktor penghambat.
FENOMENA JILBAB DALAM MASYARAKAT KOSMOPOLITAN: INTERPRETASI TEKS DAN KONTEKS ATAS AYAT JILBAB Hafizah, Yulia
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.192 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2336

Abstract

This paper aims to reveal the various interpretations of ulama to the meaning of the veil text. Then try to bring that understanding to the current development context. This paper is the result of literature research (library research) which is arranged in the form of papers. Data mining is carried out by exploring various sources that are relevant to this research, namely reviews from the mufassir, both classical and contemporary related to the veil verse in Alquran, namely Q.S. al-Ahzab: 59 and an-Nûr: 31, then compiled and read with a historically critical approach. This paper shows that the various ideas of classical and contemporary ulama are inseparable from the social context of their time. This social context ultimately makes the veil no longer just a symbol of identity, but more than that. The appearance of various hijab communities which later formed a new social movement has brought modern value in lifestyle and opened opportunities for the development of new sectors in the economy.

Page 9 of 44 | Total Record : 432