cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 6 (2023)" : 10 Documents clear
Slow deep breathing exercise untuk mengurangi nyeri selama pelepasan water seal-drainage (WSD) pada pasien pneumothorax Novia Wulansari; Fitrian Rayasari; Dewi Anggraini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.11933

Abstract

Background: Health problems are one of the big problems that result in an increase in the death rate in the world. One of them is a case of pneumothorax, especially spontaneous pneumothorax. Pneumothorax is defined as the presence of air in the chest cavity and specifically in the pleural cavity. WSD is a special tube that is inserted into the pleural cavity using a trocar or surgical clamp. Insertion of a WSD is a painful and frustrating experience for the patient. Studies show that patients who undergo installation experience pain ranging from moderate to severe. Slow deep breathing can stimulate autonomic nervous responses through the release of endorphin neurotransmitters which have an effect on reducing sympathetic nerve responses which function to increase body activity and increase parasympathetic responses to reduce body activity. Non-pharmacological slow deep breathing exercise therapy can be given in 5 to 10 minutes per day. Providing slow deep breathing relaxation therapy for 15 minutes can reduce the intensity of pain.Purpose: To know effectiveness EBNP Slow Deep Breathing Exercise (SDBRE) to reduce pain during and during the release of Water Sealed Drainage (WSD)Method: Quantitative research using quasi-experimental with a repeated-measures design on respiratory disorder intervention patients who had water sealed drainage (WSD) installed at the Persahabatan General Hospital, East Jakarta in May - June 2023 with a sample size of 20 participants. The instruments in this research are educational media in the form of leaflets and learning videos about the slow deep breathing exercise intervention and the pre and post assessment instruments for EBNP implementation, namely the Visual Analogue Scale (VAS), which is to measure participants' pain levels before (pre) intervention and after (post) slow intervention deep breathing exercise.Results: Shows that the intervention and control groups have differences in the mean pain levels. In the intervention group it was 2,366 while in the control group it was 3,100, so the mean difference between the two groups was 0.734, which means there is a large difference between the two groups. This is caused by the treatment given. The p-value is 0.001 < 0.005, so according to the basis of decision making in the test it can be concluded that Ho is rejected, which means that there is an effect of giving slow deep breathing exercise intervention which can affect pain.Conclusion: Independent nursing intervention in the form of deep and slow breathing exercises for patients with respiratory disorders who have installed water sealed drainage (WSD) at Persahabatan General Hospital has a significant effect in reducing pain.Keywords: Pain Intensity, Pneumothorax; Relaxation Therapy; Water Sealed Drainage (WSD).Pendahuluan: Masalah kesehatan merupakan salah satu permasalahan besar yang mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kematian di dunia. Salah satunya ialah kasus pneumothorax terutama pneumothorax spontan. Pneumothorax diartikan sebagai adanya udara di rongga dada dan secara spesifik berada pada rongga pleura. WSD adalah pipa khusus yang dimasukkan ke rongga pleura dengan perantaraan trokar atau klem penjepit bedah. Pemasangan WSD merupakan hal yang menyakitkan dan pengalaman yang membuat frustasi bagi pasien. Studi menunjukkan bahwa pasien yang menjalani pemasangan mengalami nyeri mulai dari skala sedang sampai berat. Slow deep breathing dapat merangsang respon saraf otonom melalui pelepasan neurotransmiter endorfin yang berpengaruh terhadap penurunan respon saraf simpatis yang berfungsi meningkatkan aktivitas tubuh dan meningkatkan respon parasimpatis untuk menurunkan aktivitas tubuh. Terapi non farmakologi slow deep breathing exercise dapat diberikan dalam waktu 5 sampai 10 menit perhari. Pemberian terapi relaksasi nafas dalam lambat selama 15 menit dapat menurunkan intensitas nyeri.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas Slow Deep Breathing Exercise (SDBRE) untuk mengurangi nyeri  selama dan saat pelepasan  Water Sealed Drainage (WSD)Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi-experimental dengan desain repeated-measures pada pasien intervensi gangguan respirasi yang terpasang water sealed drainage (WSD) di Rumah Sakit Umum Persahabatan Jakarta Timur pada bulan Mei - Juni 2023 dengan jumlah sampel 20 partisipan. Instrumen dalam penelitian ini yaitu media edukasi berupa leaflet dan video pembelajaran intervensi slow deep breathing exercise dan instrumen penilaian pre dan post pelaksanaan EBNP yaitu Visual Analogue Scale (VAS) yaitu untuk mengukur tingkat nyeri partisipan sebelum (pre) intervensi dan setelah (post) intervensi slow deep breathing exercise.Hasil: Menunjukkan kelompok intervensi dan kontrol terdapat selisih nilai rerata tingkat nyeri. Pada kelompok intervensi 2.366 sedangkan pada kelompok kontrol 3.100, sehingga nilai beda mean kedua kelompok 0.734 yang artinya terdapat selisih yang jauh antara kedua kelompok. Hal ini disebabkan oleh sebuah perlakuan yang diberikan. Nilai p-value sebesar 0.001 < 0.005, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji dapat disimpulkan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh pemberian intervensi slow deep breathing exercise  dapat mempengaruhi nyeri.Simpulan: Intervensi keperawatan mandiri berupa latihan nafas dalam dan lambat  pada pasien gangguan respirasi yang terpasang water sealed drainage (WSD) di Rumah Sakit Umum Persahabatan mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menurunkan nyeri.
Penurunan kecemasan dan nyeri melahirkan secara normal melalui penerapan deep breathing exercise dan musik relaksasi Melicha Kristine Simanjuntak; Dwi Iryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12164

Abstract

Background: Childbirth is a process that a woman must go through to become a mother. The birthing process often causes feelings of fear and anxiety about the pain that is felt, resulting in the mother not being calm about childbirth and hampering the birthing process itself. Many non-pharmacological treatments for anxiety and pain have been developed to create a pleasant birth experience, such as hypnotherapy, massage, hot and cold compresses, relaxation techniques.Purpose: To determine the effect of deep breathing exercise and relaxation music on reducing anxiety levels and intensity of delivery pain.Method: Quasi experiment with two group comparison pretest-posttest design approach with 30 respondents taken based on consecutive sampling technique and divided in 2 groups, 15 respondents for the deep breathing exercise group and 15 respondents for the relaxation music group. Research location at BPM Pelita Kasih in March-June 2023. Statistical tests use the Dependent sample T-Test. Data collection used the STAI instrument to assess anxiety levels and the VAS instrument to assess pain intensityResults: Research shows that there is an effect of deep breathing exercise and relaxation music on reducing the intensity of delivery pain with a p-value in the deep breathing exercise group = 0.03 and in the relaxation music group <0.01. Meanwhile, analysis of anxiety levels showed that there was no effect of deep breathing exercise and relaxation music with a p-value = 0.475 for the deep breathing exercise group and 0.359 for the relaxation music group.Conclusion: Deep breathing exercise and relaxation music can reduce the intensity of delivery pain so that when applied to every pregnant woman, it is hoped that it can provide a pleasant labour experience.Keyword: Anxiety; Deep Breathing Exercise; Delivery Pain; Relaxation MusicPendahuluan: Melahirkan secara normal merupakan suatu proses yang harus dilalui oleh seorang wanita untuk menjadi seorang ibu. Proses melahirkan secara normal tidak jarang menimbulkan perasaan takut dan cemas akan nyeri yang dirasakan sehingga mengakibatkan ibu tidak tenang menghadapi melahirkan secara normal dan menghambat proses melahirkan secara normal itu sendiri. Penanganan cemas dan nyeri secara non farmakologi sudah banyak dikembangkan untuk mewujudkan pengalaman bersalin yang menyenangkan seperti hipnoterapi, massage, kompres panas dan dingin, teknik relaksasi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh deep breathing exercise dan musik relaksasi terhadap penurunan tingkat kecemasan dan intensitas nyeri melahirkan secara normal.Metode: Quasi eksperimen dengan pendekatan two group comparison pre-test dan post-test design dengan 30 responden yang diambil berdasarkan teknik consecutive sampling dan ke dalam 2 kelompok, 15 responden untuk kelompok deep breathing exercise dan 15 responden untuk kelompok musik relaksasi. Lokasi penelitian di BPM Pelita Kasih pada Maret-Juni 2023. Uji statistik menggunakan uji T-Test Dependen. Pengumpulan data menggunakan instrument STAI untuk menilai tingkat kecemasan dan instrument VAS untuk menilai intensitas nyeri.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh deep breathing exercise dan musik relaksasi terhadap penurunan intensitas nyeri melahirkan secara normal dengan nilai p-value pada kelompok deep breathing exercise yaitu 0.03 dan pada kelompok musik relaksasi yaitu <0.01. Sedangkan analisis terhadap tingkat kecemasan menunjukkan tidak ada pengaruh deep breathing exercise dan musik relaksasi dengan nilai p-value yaitu 0.475 untuk kelompok deep breathing exercise dan 0.359 untuk kelompok musik relaksasi. Simpulan: Deep breathing exercise dan musik relaksasi dapat menurunkan intensitas nyeri melahirkan secara normal sehingga apabila diterapkan pada setiap ibu hamil diharapkan dapat memberikan pengalaman melahirkan secara normal yang menyenangkan.
Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kadar malondialdehid dengan pemberian aktivitas fisik: scoping review Nasya Adelia Putri; Yuliani Setyaningsih; Daru Lestyanto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12585

Abstract

Background: Oxidative stress is the careless production of free radicals and antioxidants in the body due to heavy activity. The end result of oxidative stress is MDA (Malondialdehyde) levels.Purpose: To determine the relationship between age and gender and MDA levels by providing physical activity treatment.Method: Search for sources of evidence in this scoping review using 5 data bases, namely Science Direct, Scopus, Springer Link, EBSCOhost, and Pubmed with a period of 2013-2023 in English. The process of selecting sources of evidence in the initial identification of 2045 then goes through a selection process according to feasibility, suitability of the topic and assessment of the final results of three sources of evidence through five stages of selection. Feasible and selected data sources are presented in a charting table.Results: The findings of this scoping review show that there is a relationship between age and gender and MDA levels in human subjects given physical activity.Conclusion: Normal physical activity is beneficial in improving body health, but if done to an extreme or excessive level it can cause an increase in free radicals and reduce antioxidants in the body. So that oxidative stress occurs which produces the final result in the form of MDA levels. Age and gender factors are related to MDA levels in the body. Keywords: Age; Gender; Malondialdehyde; Physical Activity. Pendahuluan: Stres oksidatif merupakan ketidak seimbangan antara produksi radikal bebas dan antioksidan yang ada di dalam tubuh akibat aktivitas yang berat. Hasil akhir stress oksidatif adalah kadar MDA (Malondialdehid).Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kadar MDA dengan pemberian perlakuan aktivitas fisik.Metode: Pencarian sumber bukti pada scoping review ini menggunakan 5 data base yaitu Science Direct, Scopus, Springer Link, EBSCOhost, dan Pubmed dengan jangka waktu 2013-2023 yang berbahasa inggris. Proses pemilihan sumber bukti pada identifikasi awal 2045 kemudian melalui proses pemilihan sesuai dengan kelayakan, kesesuain topik dan penilaian hasil akhir sebanyak tiga sumber bukti melalui lima tahap pemilihan. Sumber data yang layak dan terpilih disajikan dalam tabel charting.Hasil: Hasil temuan scoping review ini bahwa ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar MDA pada subjek manusia yang diberikan aktivitas fisik.Simpulan: Aktivitas fisik yang sewajarnya dilakukan bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh, namun apabila dilakukan secara ekstrem atau berlebihan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan radikal bebas dan menurunkan antioksidan di dalam tubuh. Sehingga terjadinya stress oksidatif yang menghasilkan hasil akhir berupa kadar MDA. Faktor usia dan jenis kelamin berhubungan dengan kadar MDA di dalam tubuh.  
Buah naga (hylocereus polyrhizus) dan buah bit (beta vulgaris) terhadap peningkatan kadar hemoglobin Rohanah Rohanah; Ratumas Ratih Puspita; Rafika Dora Wijaya; Rita Dwi Pratiwi; Jelika Avelia Hareva
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.11800

Abstract

Background: Adolescents experience menstruation, have unhealthy eating habits, and cannot provide enough nutrients needed by the body to maintain Hb formation. If this happens for a long time, it will reduce Hb levels and cause anemia. So it can be seen that young women are the group most at high risk of experiencing anemia.Purpose:  To determine the effectiveness of giving dragon fruit and beetroot juice on hemoglobin levels in anemic adolescents.Method: A quasi-experimental design with a two-group pre-test and post-test design. We collected data through Hb examination before and after the intervention—the sample of 60 early adolescent participants who experienced anemia. The collecting sample was by purposive sampling.Results: Statistical test using the Wilcoxon test obtained an average hemoglobin level after administration of Dragon Fruit juice 13.03 ± 1.27g/dl and an average hemoglobin level after administration of beetroot juice 12.03 ± 0.32g/dl and difference in the difference in hemoglobin levels after administration of Dragon Fruit juice and Beet Fruit juice 1 ± 0.95 g/dl. Statistical test results obtained p-value = 0.001, ɑ: 0.05) p-value (0.001) < (0.05), its means that there is an effect of giving dragon fruit and beetroot juice to anemic adolescents.Conclusion: Dragon fruit and beetroot juice can increase Hb levels in anemic adolescents.Suggestion: For early adolescents is essential to prevent anemia, including consuming foods high in hemoglobin, such as dragon fruit and beetroot.Keywords: Adolescent; Anemia; Beetroot; Dragon Fruit; HaemoglobinPendahuluan: Remaja putri pada dasarnya mengalami menstruasi dan memiliki perilaku kebiasaan makan yang tidak sehat dan tidak mampu mencukupi zat makanan yang di butuhkan oleh tubuh untuk proses sistensis pembentukan Hb. Jika terjadi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan kadar Hb berkurang dan menyebabkan anemia. Maka dapat dilihat bahwa remaja putri merupakan kelompok yang paling berisiko tinggi mengalami anemia.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian jus buah naga dan buah bit terhadap kadar hemoglobin pada remaja anemia.Metode: Quasi eksperiment dengan rancangan two group pre-test and post-test design, data yang dikumpulkan dengan cara pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah intervensi. Jumlah sampel sebanyak 60 partisipan remaja awal yang mengalami anemia diambil dengan tehnik purposive sampling.Hasil: Uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh rata-rata kadar hemoglobin sesudah pemberian jus Buah Naga 13,03 ± 1,27g/dl dan rata-rata kadar hemoglobin sesudah pemberian jus Buah Bit 12,03 ± 0,32g/dl dan perbedaan selisih kadar hemoglobin sesudah pemberian jus Buah Naga dan jus Buah Bit 1 ± 0,95g/dl. Hasil uji statistic diperoleh nilai (p-value=0,001, ɑ: 0,05) nilai p (0,001)< (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus buah naga dan buah bit terhadap peningkatan kadar HB  pada remaja anemiaSimpulan: Jus buah naga dan buah bit dapat meningkatkan kadar Hb pada remaja anemia.Saran: Bagi remaja awal penting untuk mencegah anemia salah satunya dengan mengkonsumsi zat makanan yang tinggi haemoglobin seperti buah naga dan buah bit.
Perbedaan pengaruh peregangan dan pemulihan pasif terhadap kadar asam laktat: A scoping review Eli Sahiroh; Hanifa Maher Denny; Suroto Suroto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12412

Abstract

Background: Humans are living creatures who always carry out physical activity to fulfill their needs. After physical activity, an increase in metabolites such as lactic acid (LA) can reduce muscle cell vitality, affect enzyme activity and reduce energy production, resulting in fatigue. The impact of fatigue can result in decreased motivation and increased stress. This situation can influence performance to decrease.Purpose: Identify gaps and make suggestions about the effect of stretching as active recovery or passive recovery on fatigue.Method: The author used the PRISMA checklist to guide the scoping review. The databases used are Scopus, ScienceDirect, ProQuest, EBSCOhost, SpringerLink, Pubmed, JSTORE, Willey Online, Google Scholar to search for academic articles published in English between 2013 and 2023 that meet predetermined content criteria regarding the effect of stretching as active recovery or passive recovery of lactic acid levels. The process of selecting evidence sources based on screening and suitability of evidence from initially 24,116 sources of evidence identified in the search database was reduced to seventeen sources of evidence. The contents of these sixteen sources of evidence are mapped on charting tables where the data are summarized and synthesized first individually and then collectively by the authors. Repetitive and irrelevant data were collectively removed by the authors from the charting tables.Results: The findings of a scoping review from various research results that have been carried out previously stated that stretching as an active recovery is more effective in reducing lactic acid levels than passive recovery.Conclusion: The gap identified is the lack of research that focuses specifically on workers, even though their population in the world is larger than athletes. The research methodology (data collection and data analysis) of the article only includes quantitative methods, not accompanied by qualitative methods (mixed methods). Future research directions are suggested and limitations of this scoping review are also discussed.Keywords: Lactic Acid; Motivation; Muscle Cell Vitality; Physical ActivityPendahuluan: Manusia merupakan makluk hidup yang selalu melakukan aktivitas fisik untuk memenuhi kebutuhan mereka. Setelah aktivitas fisik, terjadi peningkatan metabolit seperti asam laktat (LA) dapat menurunkan vitalitas sel otot, mempengaruhi aktivitas enzim dan dan mengurangi produksi energi, mengakibatkan kelelahan. Dampak dari terjadinya kelelahan dapat berpengaruh terhadap motivasi yang menurun, dan stress yang semakin meningkat. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi kinerja yang semakin menurun.Tujuan: Mengidentifikasi kesenjangan dan membuat saran tentang pengaruh pemberian peregangan sebagai recovery aktif maupun melakukan recovery pasif terhadap kelelahan.Metode: Penulis menggunakan daftar periksa PRISMA untuk memandu melakukan scoping review.  Basis data yang digunakan yaitu Scopus, ScienceDirect, ProQuest, EBSCOhost, SpringerLink, pubmed, JSTORE, Willey Online, Google Scholar untuk mencari artikel akademik yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris antara tahun 2013 dan 2023 yang memenuhi kriteria konten yang telah ditentukan tentang pengaruh pemberian peregangan sebagai recovery aktif maupun melakukan recovery pasif terhadap kadar asam laktat. Proses pemilihan sumber bukti berdasarkan penyaringan dan kelayakan bukti yang awalnya 24.116 sumber bukti teridentifikasi dalam database pencarian berkurang menjadi tujuh belas sumber bukti. Isi dari enam belas sumber bukti ini dipetakan pada tabel charting di mana data dirangkum dan disintesis pertama secara individual dan kemudian secara kolektif oleh penulis.  Data berulang dan tidak relevan telah dihapus secara kolektif oleh penulis dari tabel charting.Hasil: Temuan scoping review dari berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa peregangan sebagai recovery aktif lebih efektif menurunkan kadar asam laktat daripada recovery pasif.Simpulan: Kesenjangan yang diidentifikasi adalah kurangnya penelitian yang memfokuskan secara khusus kepada pekerja, padahal poulasinya di dunia lebih banyak daripada atlet. Metodologi penelitian (pengumpulan data dan analisis data) dari artikel hanya mencakup metode kuantitatif tidak dibarengi dengan metode kualitatif (metode campuran). Arahan penelitian selanjutnya telah disarankan dan batasan scoping review ini juga dibahas.
Analisis kesiapan penerapan rekam medis elektronik: Sebuah studi kualitatif Riyanti Riyanti; Arfan Arfan; Eli Zuana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12867

Abstract

Background: The Ministry of Health of the Republic of Indonesia launched a blueprint for the "2024 Health Digital Transformation Strategy" with the United Nations Development Program (UNDP). The digital transformation strategy focuses on health services for the wider community and is expected to improve the quality of services more evenly throughout Indonesia. With Indonesia's population of around 270 million people, they have the right to receive optimal, easy and informative health services. The 2024 health digital transformation strategy that was launched is also expected to maintain patient safety, reduce hospital costs, both for patients and health facilities, and be able to control health procedures for patients more comprehensively.Purpose: To determine the preparations to implement Electronic Medical Records at Pertamina Bintang Amin Hospital (RSPBA).Method: Qualitative research uses triangulation techniques using observation, interviews and documentation methods. There were 4 contributors to this research information. The key information contributor is the Director of Pertamina Bintang Amin Hospital (RSPBA) and the triangulation information contributors are the Head of Medical Records, Head of IT, and medical records administrator.Results: Pertamina Bintang Amin Hospital (RSPBA) is ready to implement Electronic Medical Records (EMR), with commitment from management, namely the director and a special team formed to implement Electronic Medical Records (EMR). The Director provides full support in the availability of technology, software, hardware and internet networks. The special team formed to implement Electronic Medical Records (EMR) has also carried out outreach and training activities for all users in implementing Electronic Medical Records (EMR), namely the transformation from conventional to electronic with standard operating procedures.Conclusion: Preparations for implementing Electronic Medical Records (EMR) can be carried out at RSPBA with full support from management, stakeholders and the special team that was formed.Suggestion: RSPBA needs to follow up on existing obstacles and carry out regular monitoring, evaluation and monitoring as well as provide feedback to related parties such as users and teams from third parties as partnersKeywords: Electronic Medical Records (EMR); Health Services; Preparation; Standard Operating Procedures Pendahuluan: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan blue print atau cetak biru “Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024” bersama United Nations Development Programme (UNDP). Strategi transformasi digital fokus terhadap pelayanan kesehatan untuk masyarakat luas dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan yang lebih merata di seluruh Indonesia.Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta jiwa berhak mendapatkan layanan kesehatan yang optimal, mudah, dan informatif. Strategi transformasi digital kesehatan 2024 yang diluncurkan juga diharapkan dapat menjaga keselamatan pasien, biaya rumah sakit yang lebih murah, baik untuk pasien dan fasilitas kesehatan, serta dapat mengontrol prosedur kesehatan untuk pasien yang lebih komprehensif.Tujuan: Untuk mengetahui kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) .Metode: Penelitian kualitatif menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kontributor informasi penelitian ini berjumlah 4 orang. Sebagai kontributor informasi kunci adalah Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) dan kontributor informasi triangulasi adalah Kepala Rekam Medis, Kepala IT, dan pelaksana rekam medis.Hasil: Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) siap melakukan penerapan RME, dengan adanya komitmen dari manajemen yaitu direktur dan tim khusus yang dibentuk dalam penerapan RME. Direktur memberikan dukungan penuh tersedianya teknologi, software, hardware dan jaringan internet. Tim khusus yang dibentuk dalam penerapan RME juga sudah menjalankan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada semua user dalam penerapan RME yaitu transformasi dari konvensional ke elektronik dengan SPO.Simpulan: Persiapan penerapan RME dapat dijalankan di RSPBA dengan dukungan penuh dari manajemen, pemangku kepentingan dan tim khusus yang dibentuk.Saran: RSPBA perlu menindaklanjuti kendala yang ada dan melakukan monitoring, evaluasi, dan pemantauan secara rutin serta memberikan umpan balik kepada pihak terkait seperti user dan tim dari pihak ke tiga sebagai mitra 
Intervensi pencegahan kekerasan seksual pada remaja: Literature review Tetti Solehati; Asep Solahudin; Risma Juniarti; Siti Fauziah; Rizki Romadona; Riska Audina; Sely Novianty; Riki Kurniawan; Cecep Eli Kosasih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12630

Abstract

Background: Sexual abuse in adolescents is a worrying problem, and has a serious physical, mental, and psychological impact on the victims.Purpose: To analyze effective interventions in preventing sexual violence in adolescents.Method: This literature review used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) guide with the keywords “Intervention” AND “sexual violence” AND “prevention” AND “youth” using the Science Direct, PubMed, Medline, ProQuest, and Sage Journal databases. The inclusion criteria included full text, in English, and the year of publication ranged from 2010 to 2020. 23,517 articles were collected according to keywords and 9 articles were selected that met the quality requirements.Results: Based on the literature review, there were 5 intervention groups including interventions using school-based sexual education curricula, media games and educational games, mixed interventions, support groups, and workshops which proved effective in preventing sexual violence in adolescents.Conclusion: Various interventions have been found to be effective so that they can be used as a youth sexual violence prevention program. In research, it is rare to find the involvement of nurses and families in carrying out interventions.Suggestion: The findings of this study can be input for further research related to the prevention of sexual violence in adolescents by involving the role of the family and the role of nurses. This study can be a reference for policymakers in determining preventive actions that can be taken to reduce sexual violence in adolescents.Keywords: Adolescents; Intervention; Literature Review; Prevention; Sexual AbusePendahuluan: Kekerasan seksual pada remaja menjadi permasalahan yang mengkhawatirkan, berdampak serius pada fisik, mental dan psikologis pada korbannya.Tujuan: Untuk menganalisa intervensi yang efektif dalam pencegahan kekerasan seksual pada remaja.Metode: Literature review ini menggunakan panduaan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) dengan kata kunci “Intervensi” AND “kekerasan seksual” AND “pencegahan” AND “remaja” dengan menggunakan database Science Direct, PubMed, Medline, ProQuest, dan Sage Journal. Kriteria inkluasi meliputi fulltext, berbahasa inggris, dan rentang tahun publikasi antara 2010 sampai 2020. Terkumpul 23.517 artikel sesuai dengan kata kunci dan terpilih 9 artikel yang memenuhi syarat kualitas.Hasil: Berdasarkan literature review terdapat 5 kelompok intervensi diantaranya, intervensi menggunakan kurikulum pendidikan seksual berbasis sekolah, pemanfaatan media permainan dan game edukasi, intervensi campuran, support group, dan lokakarya yang terbukti efektif dalam mencegah kekerasan seksual pada remaja.Simpulan: Berbagai intervensi yang ditemukan efektif sehingga dapat digunakan menjadi program pencegahan kekerasan seksual remaja. Pada penelitian jarang ditemukan keterlibatan perawat dan keluarga dalam melakukan intervensi.Saran: Temuan studi ini dapat menjadi masukan untuk penelitian selanjutnya terkait pencegahan kekerasa seksual pada remaja dengan melibatkan peran keluarga dan peran perawat. Studi ini dapat menjadi rujukan bagi pemegang kebijakan dalam menentukan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kekrasan seksual pada remaja.
Pengembangan video edukasi tersedak (viedak) untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penanganan tersedak Sutrisno Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12848

Abstract

Background: Choking is a very dangerous emergency event, this is because within a few minutes a condition will occur where a person can lack oxygen in general so that in just a matter of minutes a person who is choking will lose their breathing reflexes, heart rate, and die permanently from the trunk. brain. Choking is a condition where the respiratory tract is blocked by a foreign object in the form of food, toys, etc. Babies and toddlers are at higher risk of experiencing respiratory emergencies compared to teenagers or adults. Young children often lack coordination, making them vulnerable to choking on food and small objects which can cause the heart and lungs to stop working. Approximately 17,537 children aged 3 years or younger were at risk of choking, of which (59.5%) were food-related (31.4%) were choking on foreign objects and 9.1% had unknown causes.Purpose: To determine the effect of educational choking videos on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental design with a one group pre and post test design. This research was conducted to measure practitioners' knowledge, attitudes and skills regarding the management of choking in infants and children before and after intervention. The intervention carried out was in the form of providing education on choking management through the choking educational video method. This research was conducted in June-July 2023. The population in this study were all mothers who had toddlers at the Integrated Health Service Center for toddlers in Betengsari village, Kartasurura, Sukoharjo, with 40 participants with using total sampling.Results: All variables, namely knowledge, attitudes and skills, show that the data is not normally distributed, as evidenced by a significance value of less than 0.05. So it is necessary to carry out the Wilcoxone test to obtain a p-value for the knowledge, attitudes and skills variables of 0.001. The p-value obtained means that learning through choking educational videos influences participants' knowledge, attitudes and skills in dealing with choking in children.Conclusion: Education using choking educational videos has a significant effect on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers as evidenced by the difference in the average score of knowledge, attitudes and skills before and after the intervention. A significant effect was also proven by obtaining a p-value of 0.001. Keywords: Choking; Educational Videos; ToddlersPendahuluan: Tersedak merupakan suatu kejadian darurat yang sangat berbahaya, hal ini disebabkan dalam beberapa menit akan terjadi kondisi dimana seseorang dapat kekurangan oksigen secara general sehingga hanya dalam hitungan menit seseorang yang tersedak akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung, dan kematian secara permanen dari batang otak. Tersedak adalah kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing berupa makanan, mainan, dan lain-lain Bayi dan balita berisiko lebih tinggi untuk mengalami kedaruratan pernafasan dibandingkan dengan remaja maupun orang dewasa. Anak kecil sering kali kurang koordinasi  sehingga membuat mereka rentan tersedak makanan dan benda kecil yang dapat menyebabkan berhenti kinerja jantung dan paru-paru. Sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 tahun atau lebih muda sangat berbahaya karena tersedak, sebesar (59.5%) berhubungan dengan makanan (31.4%) tersedak karena benda asing dan sebesar 9.1% penyebab tidak diketahui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh video edukasi tersedak (viedak) terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan keterampilan para tentang penatalaksanaan  tersedak pada bayi dan anak sebelum dan setelah intervensi. Intervensi yang dilakukan yakni berupa pemberian edukasi penanganan tersedak melalui metode video edukasi tersedak (viedak). Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2023, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di posyandu balita desa Betengsari, Kartasurura, Sukoharjo yaitu sejumlah 40 partisipan dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil: Seluruh variabel yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukan datanya tidak berdistribusi normal dibuktikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0.05. Sehingga perlu dilakukan uji  wilcoxon test yang didapatkan p-value variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan bernilai 0.001. P-value yang didapat bermakna bahwa edukasi dengan viedak mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan partisipan dalam menangani tersedak pada anak.Simpulan: Edukasi menggunakan video edukasi tersedak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada anak balita dibuktikan dengan adanya perbedaan skor rata-rata pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Pengaruh yang signifikan juga dibuktikan dengan perolehan p-value 0.001.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada pengunjung Rumah Sakit Fakhri Rizki; Dessy Hermawan; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.8344

Abstract

Background: Covid-19 data at the hospital Pertamina Bintang Amin has 115 cases of covid-19 in 2020 and 695 cases of covid-19 in 2021. Changes in behavior that are aware of health protocols are seen as the main key in fighting the corona virus.Purpose: To Know factors associated with covid-19 prevention behavior in visitors to Pertamina Bintang Amin hospital 2022Method: This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The research population was Pertamina Bintang Amin hospital visitors using purposive sampling technique. The research sample is 106 respondents. The research instrument is a questionnaire. Data analysis used for univariate analysis of frequency distribution, bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis using multiple logistic regression.Results: This study obtained a univariate analysis of variables for adult age (65.1%), high school (74,5%), work (63,2%), high income 2.440,486 (63,2%), good knowledge (55 ,7%), good attitude (61,3%), infrastructure not good (52,8%), the role of health workers is not good (56.6%), covid-19 prevention measures are not good (51.9%) and analysis bivariate p-value variable age (0.424), education (0.014), occupation (0.843), income (0.086), knowledge (0.001), attitude (0.000), facilities and infrastructure (0.012), the role of health workers (0.001) and multivariate factor analysis the most dominant influence is the attitude variable exp value (B) 7.584.Conclusion: There is a relationship between education, knowledge, attitude, facilities and infrastructure, the role of health workers and multivariate factor analysis the most dominant influence is the attitude to covid-19 prevention behavior in visitors to Pertamina Bintang Amin hospital 2022.Suggestions: Health workers are expected to communicate continuously in the form of providing information on covid-19, visitors are expected to build an intelligent attitude in dealing with covid-19 and further researchers are expected to be able to research with strategic communication approach intervention methods on the goal of changing attitudes to prevent covid-19.Keywords: Behavior; Covid-19 Prevention; Hospital; VisitorsPendahuluan: Data covid-19 di RS. Pertamina Bintang Amin terdapat 115 kasus covid-19 pada tahun 2020 dan 695 kasus covid-19 pada tahun 2021. Perubahan perilaku sadar akan protokol kesehatan dipandang sebagai kunci utama dalam memerangi virus corona.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengunjung rumah sakit terhadap pencegahan covid-19.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian pengunjung rumah sakit Pertamina Bintang Amin dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian 106 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistic ganda.Hasil: Penelitian ini didapatkan analisa univariat variable umur dewasa (65,1%), pendidikan tinggi >SMA (74,5%), pekerjaan bekerja (72,6%), pendapatan tinggi ≥2.440.486 (63,2%), pengetahuan baik (55,7%), sikap baik (61,3%), sarana prasarana kurang baik (52,8%), peran tenaga kesehatan kurang baik (56,6%), tindakan pencegahan covid-19 kurang baik (51,9%) dan analisa bivariat pvalue variabel umur (0,424), pendidikan (0,014), pekerjaan (0,843), pendapatan (0,086), pengetahuan (0,001), sikap (0,000), sarana dan prasarana (0,012), peran tenaga kesehatan (0,001) dan analisa multivariat faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah variabel sikap nilai exp (B) 7,584.Simpulan: Ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap, sarana prasarana, peran tenaga kesehatan dan faktor yang paling dominan adalah sikap terhadap prilaku pencegan covid-19 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.Saran: Diharapkan tenaga kesehatan berkomunikasi yang berkelanjutan berupa pemberian informasi covid-19, bagi pengunjung diharapkan membangun sikap cerdas menghadapi covid-19 dan peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan metode intervensi pendekatan komunikasi strategis pada tujuan perubahan sikap pencegahan covid-19.
Hubungan religiusitas terhadap kualitas hidup (quality of life) pada pelajar di SMA Lampung Alisah Rahmah Hidayah; Teguh Pribadi; Prima Dian Furqoni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12024

Abstract

Background: The many phenomena that occur in adolescence both in the world and in Indonesia, especially in Lampung, in previous research, stated that this case was due to the lack of good religious education. Because religiosity can influence individual feelings to form an optimistic quality of life for adolescents.Purpose: To find out whether there is a significant relationship between religiosity and quality of life for students at Bahrul Ulum Natar High School, South Lampung and public high school 1 Lemong Pesisir Barat, totaling 538 students.Method: Researchers used a descriptive correlation study with a proportional stratific random sampling technique, a research instrument CFA (Confirmatory factor analysis) and WHOQOL-BREF quality of life.Results: The level of religiosity obtained an average value of (2.7742) at Bahrul Ulum High School and (3.1545) at Public high school 1 Lemong. The level of religiosity in the two institutions related to the acquisition of high religiosity results was 9 (5.8%) at Bahrul Ulum High School and 46 (29.9%) at public high school 1 Lemong. The level of good quality of life in both institutions is related to the number of 10 (6.5%) at Bahrul Ulum High School, 50 (32.5%) at Public High School 1 Lemong. Based on the research results, it is known that there is a relationship between religiosity and quality of life for students at High School Lampung (p-value <0.05).Conclusion: The value of religiosity in both institutions has a high value with a good quality of life and there is a relationship between Religiosity and the Quality of Life of Students in High school Lampung with a p-value (<0.05).Keywords: Adolescents (Students); Quality of Life; ReligiosityPendahuluan: Banyaknya fenomena- fenomena yang terjadi pada usia remaja baik didunia maupun di Indonesia khususnya di Lampung, pada penelitian yang di lakukan sebelumnya, menyatakan adanya kasus tersebut dikarenakan belum tercapainya pendidikan religius yang baik. Karena religiusitas dapat mempengaruhi perasaan individu untuk membentuk kualitas hidup yang optimis bagi remaja. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dan kualitas hidup (Quality of life) pada pelajar di SMA Bahrul Ulum Natar Lampung Selatan dan SMAN 1 Lemong Pesisir Barat yang berjumlah 538 siswa.Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratific random sampling, instrument penelitian CFA (Confirmatory factor analysis) dan quality of life WHOQOL-BREF.Hasil: Tingkat religiusitas didapatkan nilai rata-rata (2.7742) pada SMA Bahrul Ulum dan (3.1545) di SMAN 1 Lemong. Tingkat religiusitas dikedua institusi terkait didapatkan hasil religiusitas tinggi sebanyak 9 (5.8%) di SMA Bahrul Ulum dan 46 (29.9%) pada SMAN1 Lemong. Tingkat kualitas hidup baik pada kedua institusi terkait dengan jumlah 10 (6.5%) di SMA bahrul ulum, 50 (32.5%) pada SMAN 1 Lemong. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara religiusita dan kualitas hidup (Quality Of Life) pada pelajar di SMA Lampung (p-value < 0,05).Simpulan: Nilai religiusitas di kedua institusi bernilai tinggi dengan kualitas hidup baik serta terdapat hubungan antara religiusitas Terhadap Kualitas Hidup Terhadap Pelajar di SMA Lampung dengan P-value (<0.05). 

Page 1 of 1 | Total Record : 10