cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI DALAM MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN ISTRI DI PUSKESMAS KOTA BANDARLAMPUNG 2012 Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.652 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.164

Abstract

Hipertensi masih merupakan penyakit yang mematikan. Angka kejadian hipertensi di Indonesia masih tinggi dan cenderung meningkat. Penelitian tentang hipertensi melaporkan vitamin D mampu menekan transkripsi gen renin yang kejadianya di bagian down stream cAMP. Sedangkan di bagian berbeda di sel cancer, vitamin D mampu menghambat ekspresi COX-2 yang kejadiannya di bagian up stream cAMP. Hal ini yang menarik untuk mempelajari sasaran aksi vitamin D dalam penghambatan COX-2 di sel macula densa ginjal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk Mempelajari sasaran aksi vitamin D dalam penghambatan COX-2 di sistem renin angiotensin-aldosteron dalam pengaturan tekanan darah. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen laboratorik dengan pre-post test group design. Subjek penelitian ini adalah 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan usia 2 bulan. Subjek dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yang masing-masing mendapat perlakuan berupa: diletakkan dalam kandang gelap dan diberi pakan tanpa vitamin D selama 7 hari. Kemudian subjek diletakkan dalam kandang terang dan diberi asupan vitamin D 1,22 - 0.5 µg/kg BB selama 4 hari. Sebagai pembanding ada kelompok yang tetap terus berada di kandang gelap selama penelitian dan ada yang diberi indometacin (penghambat COX-2). Data berupa persentasi ekspresi COX-2 dan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan uji one way anova. Hasil: sasaran aksi vitamin D pada system renin angiotensin aldosteron kemungkinan ada di dua bagian, yaitu ada yang dibagian up stream cAMP dengan menekan ekspresi COX-2 di sel macula densa ginjal dan ada yang dibagian down stream cAMP, yaitu dengan menekan langsung gen yang mengkode renin. Sehingga dapat disimpulankan: vitamin D mampu menghambat ekspresi COX-2 di sel macula densa ginjal.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI SELAMA PERSALINAN DENGAN LAMANYA KALA II PERSALINAN DI BPS SURATMI KOTA BATAM 2011 Metalia Agnessia; Lolita Sary; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.55 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.135

Abstract

Data International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002 didapatkan insidensi kanker payudara di Indonesia 26 per 10000 wanita.Kasus kanker pada wanita di RSUD Pringsewu pada tahun 2012 sebanyak 43 dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus.Tujuan penelitian diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUD Pringsewu Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu selama 4 bulan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014. Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang sudah memiliki anak di RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu dan telah melakukan pemeriksaan deteksi kanker payudara di Instalasi Bedah RSUD Pringsewu dari tahun 2013 yakni sebanyak 42. Jumlah sampel kasus sebanyak 42 dan 42 responden kontrol. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,000); OR=5,63), hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal(p=0,008;OR=3,75), hubungan riwayat pemberian ASI (p=0,001; OR=,6), hubungan usia menarche dini (p=0,000; OR=6,22), hubungan riwayat keluarga (p= 0,000;OR=11,15), hubungan obesitas (p=0,004; OR=4,2), hubungan usia melahirkan anak (p=0,000; OR=7,13). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah usia menarche (p;0,000 dan OR=13,8). Saran untuk hasil penelitian ini adalah meningkatkan kerjasama tenaga kesehatan dalam pemantauan dan penanganan kanker payudara khusunya ibu yang terkena menarche dini dan pencegahandengan diagnosis dini dan pengobatan awal yang efektif
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS PAYUNGREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Ike Ate Yuviska; Khoidar Amirus
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.333 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.126

Abstract

Yayasan Kanker Indonesia memaparkan angka kematian kanker serviks terbanyak diantara jenis kanker lain di kalangan perempuan. Diperkirakan 52 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker serviks, sementara 36 % perempuan dari seluruh penderita kanker adalah pasien kanker serviks. Terdapat 15.000 kasus baru pertahun dengan kematian 8.000 orang pertahun. Angka harapan hidup lima tahun, jika kanker ini diketahui dan diobati pada stadium 1 adalah 70-75 %, pada stadium 2 adalah 60 %, pada stadium 3 tinggal 25 %, dan pada stadium 4 penderita sulit diharapakan bertahan. Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviksberdasarkan data di Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Data sekunder.Populasi penelitian yaitu seluruh penderita kanker serviks yang ada di ruang Poli kebidanan periode Januari – Desember 2013 berjumlah 91. Sampel terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol, pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sedangkan analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariatdengan regresi logictic ganda. Hasil penelitian secara analisa multivariat menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks, yaitu usia menikah (P-Value= 0,032 ; OR=2,596), usia ibu (P-Value= 0,006 ; OR=2,877), riwayat keluarga (PValue= 0,022; OR=2,329), penggunaan kontrasepsi pil (P-Value= 0,001; OR=3,198), Faktor dominan yang berhubungan dengan kanker serviks yaitu penggunaan kontrrasepsi pil (P-Value= 0,001 dan OR = 3,198). Hasil persamaan regresi logistik ganda bahwa pada kondisi usia menikah, usia ibu, riwayat keluarga ibu dan penggunaan kontrasepsi pil memiliki probabilitas terhadap kejadian kanker serviks sebesar 58,7 %. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan peran serta dinas kesehatan, bekerjasama dengan petugas kesehatan dan tokoh masyarakat dalam mencegah dan menangani kejadian kanker serviks.
PRILAKU MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GUNUNG SULAH KECAMATAN SUKARANE BANDAR LAMPUNG Aryanti Wardiyah; Vida Wira Utami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.749 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.141

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa pada umumnya. Salah satunya dengan cara membatasi dan menjarangkan kehamilan. Hampir 30% pasangan di Inggris dan hampir 50% dari mereka berusia lebih dari 40 tahun menggunakan sterilisasi wanita atau pria sebagai metode kontrasepsi mereka. Penggunaan MOP di Kecamatan Tanjung Karang Timur sampai dengan bulan April Tahun 2011 sebesar 102 orang dari 1.279 Akseptor KB (7,9%).Green berpendapat bahwa perilaku dipengaruhi factor predisposisi ( pengetahuan , sikap ) dan faktor penguat ( dukungan keluarga). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB MOP ( Medis Operasi Pria ). Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian case control. Populasi yang digunakan seluruh akseptor MOP dan Non MOP sejumlah 108. Sampel diambil dengan cluster random sampling menggunakan perbandingan 1:1 (41 kasus: 41 kontrol) total 82 sampel. Hasil penelitian adalah ada hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan penggunaan MOP ( pvalue= 0,000 ; p-value= 0,014 dan OR=3,412 ; p-value= 0,004 dan OR= 4,189) artinya lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha ( 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan secara statistik dengan derajat kepercayaan 95%, ada Hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan penggunaan KB MOP . Bagi petugas kesehatan di Kecamatan Tanjung Karang Timur agar meningkatkan pemberian informasi atau masukan yang diharapkan dapat meningkatkan peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang KB MOP melalui penyuluhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan penelitian selanjutnya.
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PEROKOK DI SMK 2 MEI BANDAR LAMPUNG Sari Prawardani; Wayan Aryawati; Devi Kurniasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.251 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.131

Abstract

Kehamilan remaja kurang 20 tahun memberikan risiko kematian ibu dan bayi 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan pada usia 20-35 tahun. Kehamilan usia muda atau remaja akan mengakibatkan berbagai risiko seperti keguguran, kelahiran prematur, BBLR (Berat Badan Bayi Lahir Rendah), kelainan bawaan, mudah terjadi infeksi, keracunan kehamilan, kematian ibu yang tinggi. Di Puskesmas Serupa Indah Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan Tahun 2014 didapatkan dari 500 ibu hamil terdapat 69 (13.7%) ibu hamil usia < 20 Tahun dari jumlah remaja 2.119 jiwa (3,25%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kehamilan pada remaja di Puskesmas Serupa Indah Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan Tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan case-control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Ratu Way Kanan pada tahun 2014 sebanyak 500 orang. Sampel 129 kasus dan 129 kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Squaredan multivariate dengan menggunakan Regresi Logistik Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketaatan beribadah (p value 0.011), pergaulan (p value 0.000), dukungan orang tua (p value 0.004) dan media massa (p value 0.003) dengan kehamilan pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Serupa Indah Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Tahun 2014. Tidak ada hubungan pendidikan, usia menarche dengan kehamilan pada remaja (p value 0.166) di Wilayah Kerja Puskesmas Serupa Indah Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Tahun 2014. Faktor yang paling dominan terhadap kehamilan remaja adalah pergaulan (p value 0,000 OR 2,626). Saran bagi remaja agar dapat memilih teman yang baik perilakunya dalam pergaulan. Mengikuti kegiatan positif atau yang bermanfaat seperti kegiatan Remaja Islam Masjid (RISMA), Remaja Karang Taruna. Menggali informasi tentang kesehatan reproduksi melalui Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang ada di Desa.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN IMUNISASI DI PUSKESMAS PADANG RATU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2012 Hanif Andri Irvanto; Zaenal Abidin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.687 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.161

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal dianggap sebagai faktor risiko dari suatu penyakit tidak menular. Secara nasional prevalensi perokok saat ini 34,7 persen.Berdasarkan Riskesdas tahun 2010 prevalensi merokok provinsi Lampung menempati urutan ke 10 dengan presentase sebesar 38%. Tidak menutup kemungkinan tenaga kesehatan yang bekerja di suatu instansi pemerintah mempunyai perilaku merokok. Hal ini karena dipengaruhi berbagai faktor terhadap perilaku merokok tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan norma subyektif dengan niat berhenti merokok pada pegawai laki-laki di lingkup dinas kesehatan wilayah Kabupaten Mesuji Tahun 2014. Jenis penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai laki-laki yang merokok di lingkup Dinas Kesehatan kabupaten Mesuji tahun 2014 yang berjumlah 61 orang yang terdiri dari staff PNS maupun TKS. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian diperoleh p-value 0,644 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan sikap dengan niat berhenti merokok dan diperoleh p-value 0,461 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan norma subyektif dengan niat berhenti merokok. Untuk itu perlu dibuatkan peraturan Bupati tentang Kawasan Tanpa Rokok, pembuatan poster, leaflet dan pin tentang bahaya merokok serta mmeberikan sanksi bagi pelanggar dengan lisan maupun tertulis.
PERBEDAAN METODE PENYULUHAN LEAFLET DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENEMPELAN STIKER PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI DESA NEGLASARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATIBUNG 2012 Mirta Mirta; Ririn Sri Handayani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.204 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.149

Abstract

Cronic Kidney Desease sebagai suatu kerusakan ginjal dimana nilai dari GFR kurang dari 60 mL/min/1.73 m2 selama tiga bulan atau lebih. Hemodialisasebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisametabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air,natrium,kalium,hidrogen,urea,kreatinin, dan zat-zat lain melalui membran semipermiabel sebagai pemisahdarah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi. Hipotensi Intradialisis merupakan salah satu komplikasi dari proses intradialisis, kejadiannya 20–35 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan interdialisis dengan kejadian hipotensi intradialisis. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 142 orang yaitu pasien hemodialisa dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data yang dianalisis adalah kenaikan berat badan interdialisis sebagai variabel bebas. Dan data hipotensi intradialisis sebagai variabel terikat. Data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan program komputer. Analisis univariat ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini didapatkan kejadian hipotensi intradialisis sebesar 26.8 % (38 responden), analisis uji hipotesis dengan derajat kepercayaan CI 95 %. Uji statistik chi square p-value 0.005 < α =0.05, dengan OR 3,157 yang artinya kenaikan berat badan interdialisis > 6 % lebih besar tiga kali lipat beresiko terjadinya hipotensi intradialisis daripada kenaikan berat badan interdialisis < 6 %. Variabel independen dengan variabel dependen mempunyai hubungan bermakna. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan perawat lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan, terutama tentang kebutuhan cairan tubuh pasien dan masalah hipotensi intradialisis, serta meningkatkan keterampilan dalam penentuan berat badan kering yang tepat. Juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel independen yang berbeda.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA SIDOWALUYO KECAMATAN SIDOMULYO LAMPUNG SELATAN 2013 Sutini Sutini; Siti Patimah; Ana Iriana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.268 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.170

Abstract

Pengawasan antenatal merupakan salah satu strategi yang harus diintensifkan dan sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Dalam upaya memperkecil kesulitan karena kehamilan resiko tinggi , bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan berkualitas, dan memiliki kemampuan teknis kebidanan dan kemampuan komunikasi yang baik. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal care. Metode yang digunakan yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang ke Puskesmas yang dilakukan KIP/K oleh bidan, Sampel penelitian 30 orang, Teknik pengambilan sampel acsidental. Penelitian dilakukan di Puskesmas Paseh Kabupaten Sumedang pada bulan Mei – Juni 2011. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan KIP/K oleh bidan tentang antenatal care sebagian besar melaksanakan sesuai langkah-langkah KIP/K sebanyak 23 orang (76,7%), kepuasan ibu hamil atas pelayanan antenatal care sebgian besar termasuk kategori puas sebanyak 20 orang (66,7%), ada pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal dengan nilai ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh komunikasi interpersonal/konseling terhadap kepuasan pelayanan antenatal care.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN ANC DI PUSKESMAS PADA WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA BANDAR LAMPUNG Vida Wira Utami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.567 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.157

Abstract

Persentase Pemakaian alat kontrasepsi di Indonesia yang menggunakan metode kontrasepsi mencapai 61,4 %. Pola pemakaian kontrasepsi terbesar yaitu suntik sebesar 31,6%, pil sebesar 13,2%, IUD sebesar 4,8 %, implant 6,8%, kondom sebesar 1,3%, MOW sebesar 0,3%, MOP sebesar 0,2%. Berdasarkan data BKKBN Provinsi Lampung di Provinsi Lampung jumlah peserta KB aktif jenis IUD adalah 1236 orang (1,24%) dari 9424.179 akseptor KB. Di BPS Sulasmi, S.ST didapat data akseptor KB pada bulan agustus 2014 yaitu, sebanyak 23 akseptor KB suntik 1 bulan, 38 akseptor KB suntik 3 bulan, 3 akseptor KB implant, 4 akseptor KB Pil, dan 2 akseptor KB IUD. Penggunaan alat kontrasepsi IUD masih sangat jauh dari target yang ditetapkan yaitu 80%. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendidikan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke BPS Sulasmi, S.ST yang berjumlah 43 orang. Jenis data primer dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi penggunaan alat kontrasepsi yang tidak menggunakan IUD sebanyak 33 orang (76,7%), Distribusi frekuensi pengetahuan kurang baik sebanyak 22 orang (51,2%), Distribusi frekuensi pendidikan dasar sebanyak 26 orang (60,5%). dan Hasil analisa bivariat dengan menggunakan chi-square didapatkan hubungan pengetahuan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan p-value=0,034,OR=0,16. dengan menggunakan chi-square didapatkan hubungan pendidikan akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan p-value=0,041. Sehingga Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat lebih rutin lagi dalam memberikan konseling kepada akseptor KB khususnya tentang penggunaan alat kontrasepsi IUD serta memberikan leaflet tentang alat kontrasepsi IUD kepada akseptor KB yang berkunjung, khususnya akseptor KB, sehingga kontrasepsi IUD lebih diminati sebagai kontrasepsi yang efektif dan aman.

Page 1 of 1 | Total Record : 9