cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
HUBUNGAN COUNTERPRESSURE DENGAN NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF IBU PRIMIPARA DI BPS Hj. SULASTRI, Amd.Keb PEKALONGAN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2013 Shinta Arini Ayu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.019 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.4

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Skabies adalah penyakit kulit yang masih sering terjadi terutama pada anak. Prevalensi skabies di Indonesia menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2009 sebesar 4,6012,95%. Di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2014 terdapat dari 2383 penderita sebanyak 1193 anak yang terkena scabies termasuk didalamnya sebanyak 334 (27,99%) adalah balita dan di Puskesmas Tulang Bawang Baru tahun 2014 terjadi kenaikan yang cukup dimana termasuk dalam urutan ketiga terdapat 172 orang dan balita yang terkena sebanyak 89 orang Tujuan penelitian Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tulang Bawang Baru Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara tahun 2015 Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi seluruh seluruh balita berusia 12-59 bulan berjumlah 2765 dengan  sampel sebanyak 349 balita. Merupakan data primer yang diambil langsung dari responden menggunakan kuesioner yang berisikan tentang personal higiene dan sanitasi lingkungan. Analisa data menggunakan bivariat (chi square).   Hasil : Penelitian menunjukan bahwa responden yang mengalami skabies sebanyak 62 (17,8%) sedangkan yang tidak mengalami skabies 287 (82,2%), sanitasi lingkungan  baik 273 (78,2%), sanitasi tidak baik 76 (21,8%), personal hygiene baik 282 (80,8%), personal hygiene kurang baik 67 (19,2) Ada hubungan  sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies pada balita (p-value 0.000, OR: 4,6) dan Ada hubungan  perilaku personal hygiene dengan kejadian skabies pada balita ( p-value 0.000, OR: 5,1). Diskusi : Disarankan kepada Petugas kesehatan yang bertugas, memberikan informasi tentang penyakit skabies dengan cara menggunakan media leaflet / brosur. Petugas kesehatan memotivasi ibu untuk merubah prilaku yang tidak sehat menjadi lebih sehat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LABUHAN KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Umi Romayati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.98 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.210

Abstract

Kesepian merupakan suatu perubahan yang secara tidak langsung dialami oleh setiap orang. Pada beberapa individu, kesepian merupakan bentuk yang persistent dalam hidupmereka. Berdasarkan data pra survey Di UPT Panti Sosial Lanjut Usia Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, 3 lansia (30%) mengatakan memiliki hubungan yang tidak dekat dan tidak berarti dengan orang lain, 3 lansia (30%) mengatakan sedih karena merasa tersisih dan tidak disukai oleh teman-temannya dan 4 lansia (40%) mengatakan merasa bersalah sehingga dijauhi oleh teman-temannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan interaksi sosial lansia dengan kesepian pada lansia Di UPT Panti Sosial Usia Lanjut Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian survey analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia Di UPT Panti Sosial Lanjut Usia Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang berjumlah 100 responden dan jumlah sampel berjumlah 100 responden dengan menggunakan tehknik sampel total populasi dan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh p-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia Di UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015 dengan p-value 0,020, dan didapatkan nilai OR sebesar 0,318 termasuk dalam kategori 0,20 – 0,399 yang artinya kekuatan korelasi antara interaksi sosial lansia dengan kesepian masuk dalam kategori lemah. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan konseling kepada lansia yang mengalami kesepian, sehingga petugas kesehatan dapat membantu menurunkan angka kejadian kesepian.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Yuli Sandra; Dian Novita; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8065.747 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.158

Abstract

Pelaksanaan ambulasi secara dini pada pasien post apendiktomi sangat penting karena ambulasi dini merupakan lakan pengembalian secara berangsur-angsur ke tahap ambulasi sebelumnya untuk mencegah komplikasi emboli a-paru- Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan ambulasi dini pada ien post apendiktomi di Ruang Bedah RSUDAM Provinsi Lampung Tahun 2012. Desain penelitian Analitik dengan dekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini pasien yang menjalani apendiktomi di Ruang Bedah RSUDAM vinsi Lampung pada bulan Oktober-November 2012 sebanyak 31 orang. Analisa data menggunakan uji chi square. penelitian tidak ada hubungan umur dengan pelaksanaan ambulasi dini (p-value 0,491). Ada hubungan didikan dengan pelaksanaan ambulasi dini (p-value 0,003). Ada hubungan pekerjaan dengan pelaksanaan )lllasi dini (p-value = 0,018, OR 8,800). Ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan ambulasi dini (p-value )2, OR = 18,750). Ada hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan ambulasi dini di Ruang Bedah RSUDAM vinsi Lampung Tahun 2012 (p-value = 0,008, OR = 11,667). Saran untuk lebih mengintensifkan lagi penvuluhan ang manfaat pelaksanaan ambulasi dini pasca operasi apendiktomi.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RS UMUM DAERAH Dr. H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.359 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.282

Abstract

Selama perawatan bayi yang menjalani fototerapi membutuhkan peran ibu dalam memberikan perawatan terhadap bayinya. Di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung kasus hiperbilirubin mencapai 179 kasus (10%) hasil prasurvey menunjukkan 60% ibu tidak mengetahui bagaimana merawat bayi dengan hiperbilirubin. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi hiperbilirubin dengan tindakan perawatan pada bayi yang menjalani fototerapi di Ruang Perinatologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan bayi hiperbilirubin yang sedang menjalani fototerapi di Ruang Perinatologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sebanyak 34. Analisa data menggunakan uji chi squareHasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan pengetahuan dalam kategori tidak baik, yaitu sebanyak 19 responden (55.9%). tindakan perawatan pada bayi yang menjalani fototerapi dalam kategori tidak baik, yaitu sebanyak 24 responden (70.6%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi hiperbilirubin dengan tindakan perawatan pada bayi yang menjalani fototerapi di Ruang Perinatologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016 (p value 0,010 OR 9,714). Saran untuk RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung mengenai promosi kesehatan tentang perawatan bayi ikterus neonatorum yang mudah dipahami.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN GURU DENGAN PRILAKU MENYIKAT GIGI MURID DI SD N 1 PERUMNAS WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG Rahma Elliya; Indra Maulana; Meliana Hidayati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.933 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.193

Abstract

ABSTRACT: PSYCHO-RELIGIOUS THERAPY AND DEPRESSIVE SYMPTOMS AMONG MOSLEM ELDERLY WHO ARE LIVING INSTITUTIONSBackground : Depresion is one of the disease occurred among the elderly. Based on pre-survey at institutions (Tresna Werdha Social Services) Natar South Lampung, with 20 elderlies there were 12 elderlies (60%) who had had show the depression symptoms with score of GDS >9. The symptoms of depression could be managed by two ways: pharmacology and non pharmacology. The therapy which is developing entire world was psycho-religios, one of them is zikr therapy.Purpose: To know the influence of psycho-religious therapy and depressive symptoms among moslem elderly who are living institutions (Tresna Werdha Social Services) Natar-South Lampung 2017Methods : Quantitative research type, with analytic survey design with quasi experimental with one group pretest - posttest design approach. The population of the study were all moslem elderly living institutions (Tresna Werdha Social Services). They had screened by MMSE (Mini Mental State Examintion), and the sample of 29 respondents. Respondents performed psycho-religious therapy and observed the symptoms of depression by using the Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaire. Statistical analysis used T-test.Results : The research result showed the average score of Depression before psycho-religious therapy was 15.9 mean with standard deviation of 1,79. The average score of depression symptom after religiosity therapy was 12.76 mean with standard deviation of 2.28.Counclusion : There was the influence of of psycho-religious therapy and depressive symptoms among moslem elderly living institutions (Tresna Werdha Social Services) Natar-South Lampung 2017 (p value 0,000). The suggestion for management of the institutions to be conduct to the psycho- religious such as counseling psycho- religiuos and spirituality approach to reduce the depression symptoms.Keywords: Psycho-religious therapy, depressive symptoms, moslem elderly living institutionsPendahuluan : Depresi merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di kalangan lansia. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dari 20 lansia terdapat 12 lansia yang menunjukkan gejala depresi (60%) dengan skor GDS > 9. Penatalaksanaan untuk menurunkan depresi dapat dilakukan dengan dua tindakan yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi saat ini yang mulai berkembang didunia adalah terapi psikoreligius, salah satu contoh terapi ini adalah terapi dzikir.Tujuan : dari penelitian ini adalah diketahui pengaruh terapi religiusitas terhadap gejala Depresi pada Lansia Beragama Islam di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan Tahun 2017.Metode : Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan quasi eksperimen dengan one group pretest – posttest design. Populasi penelitian adalah semua lansia beragama Islamdi UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werda Natar Lampung Selatan dan di skrening menggunakan MMSE (Mini Mental State Examintion) dan didapatkan sampel sebanyak 29 responden. Responden dilakukan terapireligiusitas dan dilihat gejala depresinya dengan menggunakan kuesionerGeriatric Depression Scale (GDS). Analisa statistik yang digunakan yaitu uji T Dependen.Hasil : penelitian menunjukkan rata-rata Skor Gejala Depresi Sebelum Terapi Religiusitas mean 15,9 dengan standar deviasi 1,79. Rata - rata Skor Gejala Depresi Sesudah Terapi Religiusitas mean 12.76 dengan standar deviasi 2,28.Kesimpulan : Ada pengaruh terapi religiusitas terhadap gejala depresi pada Lansia Beragama Islam di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan Tahun 2017 (p value 0,000). Saran bagi Panti sebagai tempat dilakukan penelitian sudah bagus dalam mengadakan kegiatan-kegiatan kerohanian, mungkin lebih dimodifikasi agar lansia tidak merasa cepat merasa bosan. Panti juga bisa melakukan pendekatan spiritualitas untuk mengurangi angka depresi dengan cara mendampingan lansia dari segi spritualitas dan bekerjasama dengan yayasan-yayasan keagamaan. Pendahuluan : Depresi merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di kalangan lansia.  Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan, dari 20 lansia terdapat 12 lansia yang menunjukkan gejala depresi (60%) dengan skor GDS > 9. Penatalaksanaan untuk menurunkan depresi dapat dilakukan dengan dua tindakan yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi saat ini yang mulai berkembang didunia adalah terapi psikoreligius, salah satu contoh terapi ini adalah terapi dzikir.  Tujuan : dari penelitian ini adalah diketahui pengaruh terapi religiusitas terhadap gejala Depresi pada Lansia Beragama Islam di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan Tahun 2017.  Metode : Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan quasi eksperimen dengan one group pretest – posttest design. Populasi penelitian adalah semua lansia beragama Islamdi UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werda Natar Lampung Selatan dan di skrening menggunakan MMSE (Mini Mental State Examintion) dan didapatkan sampel sebanyak  29 responden. Responden dilakukan terapireligiusitas dan dilihat gejala depresinya dengan menggunakan kuesionerGeriatric Depression Scale (GDS). Analisa statistik yang digunakan yaitu uji T Dependen. Hasil : penelitian menunjukkan rata-rata Skor Gejala Depresi Sebelum Terapi Religiusitas mean 15,9 dengan standar deviasi 1,79.  Rata - rata Skor Gejala Depresi Sesudah Terapi Religiusitas mean 12.76 dengan standar deviasi 2,28.  Kesimpulan : Ada pengaruh terapi religiusitas terhadap gejala depresi pada Lansia Beragama Islam di UPTD Pelayanan Sosial Tresna Werdha Natar Lampung Selatan Tahun 2017 (p value 0,000). Saran bagi Panti sebagai tempat dilakukan penelitian sudah bagus dalam mengadakan kegiatan-kegiatan kerohanian, mungkin lebih dimodifikasi agar lansia tidak merasa cepat merasa bosan. Panti juga bisa melakukan pendekatan spiritualitas untuk mengurangi angka depresi dengan cara mendampingan lansia dari segi spritualitas dan bekerjasama dengan yayasan-yayasan keagamaan. 
GAMBARAN SIKAP AKSEPTOR MOP TERHADAP PEMAKAIAN KONDOM PASCA MOP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UPTD PANGALENGAN Sandra Pebrianti; Andry Tahta Pramudya; Yatimah Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.623 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.147

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komplikasi kronik diabetes mellitus tipe 2 adalah ulkus kaki diabetik akibat neuropati.Ulkus bersifat kronis dan sulit sembuh, berpotensi mengalami infeksi dan iskemia tungkai dengan risiko amputasi.Bahkan dapat mengancam jiwa.Gangguan sirkulasi menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke area ulkus terganggu, sehingga menghambat proses perbaikan ulkus. Oleh karena itu salah satu tindakan keperawatan untuk meningkatkan sirkulasi ke area ulkus adalah latihan ekstremitas bawah.Metode: Literature review ini bertujuan untuk memberikan gambaran latihan yang sesuai untuk meningkatkan sirkulasi perifer pada pasien ulkus kaki diabetik.Penelusuran artikel menggunakan internet Google Scholar, Proquest dan Pubmed periode publikasi 2006-2017, dengan kata kunci diabetes mellitus, latihan ekstremitas bawah dan ulkus kaki diabetik. Kriteria inklusi pasien DM tipe 2 dengan ulkus kaki diabetik.Hasil: Dari ekstraksi dari 15 artikel yang dianalisis dan 10 artikel yang memenuhi kriteria menunjukan bahwalatihan ektremitas bawah terdiri dari berbagai macam latihan sebagai pilihan diantaranya, elevasi ektremitas, latihan ROM (rentang gerak) pada ektrimitas bawah, latihan ROM ankle danbuerger allen exercise. Jenis-jenis latihantersebut efektif dalam membantu memperkuat otot, mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, serta mengatasi keterbatasan gerak sendi, meningkatkan fungsi kardiopulmonal dan meningkatkan suplai darah ke daerah ulkus.Dengan sirkulasi darah yang adekuat menyebabkan difusi oksigen dan nutrisi ke area ulkus adekuat sehingga mempengaruhi peroses perbaikan ulkus kaki diabetik dan mencegah komplikasi lebih lanjut.Strategi baru perlu dikembangkan untuk pengelolaan pasien dengan ulkus kaki diabetik, sehingga kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.
PENETAPAN KADAR Pb PADA JAMU SERBUK ASAM URAT YANG DIJUAL DI PASAR TENGAH KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nurul Aini; Endang Sri Wahyuni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.027 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.104

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND DIETARY COMPLIANCE OF CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS WITH HEMODIALYSIS THERAPY AT RSUD DR. H. ABDUL MOELOEKBackground: Chronic renal failure (CRF) is condition of decreased renal function gradually or completely. Hemodialysis usualy used as a therapy. There is an increasing number of CRF patients with hemodialysis therapy in Indonesia. Diet is an important factor for CRF patients, it can prevent or delay cardiovascular disease, prevent uremic poisoning and metabolic disorders.This study want to determine the relationship between family support (instrumental, informational, emotional and assessment) with dietary compliance of CRF patients with hemodialysis therapy.Methods: This was an analytical study with cross sectional design using family support as an independent variable and dietary as a dependent variable. This study using 78 hemodialysis patients at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province in 2016 as respondents.Results: Respondent’s characteristics of this study are mostly male (56.4%), age 41-60 years old (61.5%) with high school educational background (30.8%). The research show that respondents who have high family support (52,46%), with specification in high instrumental support (53.8%), low informational support (60.3%), low emotional support (57.7%), and low appraisal support (60.3%).The statistical test showed there was a significant relationship between instrumental support (p = 0.002), informational support (p = 0.002), emotional support (p = 0.030) and appraisal support (p = 0,000) with dietary compliance of hemodialysis patients. There was a significant relationship between family support and compliance of hemodialysis patiens at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek in 2016 (p=0,000). It was suggested that we need to educate family member to improve the dietary compliance rate in hemodialysis patients.
Melittin Treatment for Biofilm of MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) Rahma Elliya; Teguh Pribadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.221 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.263

Abstract

Tindakan pembedahan akan mengakibatkan reaksi psikologis yaitu stres. Sekitar 80% dari pasien yang akan menjalani pembedahan di Indonesia mengalami stres. Di Provinsi Lampung, pasien preoperasi sebanyak 56,7% dengan tingkat stres ringan, 25% dengan tingkat stress sedang dan 18,3% dengan tingkat stress berat. Teknik relaksasi sebagai metode utama untuk menghilangkan stres. Teknik relaksasi yang biasanya digunakan adalah teknik relaksasi otot progresif dan imajinasi terbimbing. Hasil presurvey di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung diperoleh bahwa tingkat stres tertinggi terdapat di ruang mawar, yaitu dari 15 orang terdapat 12 orang (80%) mengalami gangguan stres menghadapi rencana operasi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui perbedaan teknik relaksasi otot progresif dan imajinasi terbimbing dalam penurunan tingkat stress pada pasien pre-operasi di Ruang Mawar RSUD Dr. H Abdul Moeloek Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre- operasi di Ruang Mawar RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung, yaitu pada tahun 2015 sebanyak 536, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis penelitian menggunakan uji t independent. Hasil penelitian, terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif dalam penurunan tingkat stress pada pasien pre-operasi (p-value=0,000). Terdapat pengaruh teknik imajinasi terbimbing dalam penurunan tingkat stress pada pasien pre-operasi (p-value=0,000). Tidak ada perbedaan teknik relaksasi otot progresif dan imajinasi terbimbing dalam penurunan tingkat stres pada pasien pre-operasi (p-value=0,483). Saran peneliti, diharapkan dilakukannya pemberian intervensinon farmakologi yaitu teknik relaksasi otot progresif dan imajinasi terbimbing dalam penurunan tingkat stres pre-operasi.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE D DAN FAKTOR FISIOLOGI DENGAN VITAL EXHAUSTION PADA PASIEN INFARK MIOKARD Bambang Hirawan; Dessy Hermawan; Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.195 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.670

Abstract

Pemberian terapi intravena diperlukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur intravena yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme pada saat penusukan. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan terhadap 25 pasien yang terpasang infus lebih dari tiga hari, terdapat 6 pasien (24%) yang mengalami tanda-tanda flebitis, sehingga mengakibatkan bertambahnya masa rawat di Rumah Sakit dibandingkan 19 pasien (76 %) yang tidak mengalami tanda-tanda flebitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Jend. A. Yani Metro tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani metro pada bulan November 2013 sejumlah 90 pasien, sedangkan sampel yang diambil  sama dengan jumlah populasi yaitu  berjumlah 90 pasien (sampling jenuh). Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menyimpulkan ada hubungan antara lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013 ( Ha diterima ), dengan nilai p value = 0,000 (p-value < 0,05). Faktor lamanya pemasangan kateter intravena sangat berpengaruh terhadap kejadian flebitis, maka hendaknya perawat dapat menerapkan waktu penggantian kateter sebelum 72 jam  dan pihak rumah sakit  agar lebih ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur tentang pemberian terapi intravena.
EVALUASI PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) IBU HAMIL RISIKO TINGGI KOMPLIKASI DI PUSKESMAS GEDUNG REJO SAKTI KABUPATEN TULANG BAWANG Anita Anita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.307 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.218

Abstract

Prevalensi dismenorea cukup tinggi pada remaja. Dampak yang ditimbulkan dari dismenorea adalah penurunan aktifitas sehari-hari sampai penggunaan terapi. Faktor risiko dismenorea tidak hanya berkaitan dengan faktor fisiologis tapi juga faktor psikologi termasuk kecemasan. Survei awal angka kejadian dismenorea di SMA Al Huda Jatimulyo 44%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kejadian dismenorea di SMA Al Huda Jatimulyo Kecamatan  Jati Agung Lampung Selatan tahun 2014.  Rancangan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa perempuan  yang ada di SMA Al Huda Jatimulyo kecamatan Jati Agung Lampung Selatan sebanyak 207 dan jumlah sample 128 siswa. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan alat ukur berupa angket. Analisis data menggunakan uji chi square  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kecemasan pada siswa perempuan dengan kejadian dismenorea (p-value 0,000) dan OR sebesar 4,90. Saran diharapkan meningkatkan peran guru BP dalam hal psikoedukasi dan konseling psikologis. Pemberian pendidikan dan  penyuluhan kepada siswa di SMA Al Huda Jati mulyo tentang sistem reproduksi khususnya dismenorea, pencegahan dan penanggulangannya..