cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI DESA ULUDANAU OGAN KOMERING ULU SELATAN Ragil Riyadi; Aryanti Wardiyah; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.449 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.312

Abstract

 Penyebab kematian bayi dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu berat badan lahir rendah, asfiksia, tetanus, infeksi dan masalah pemberian minuman dan ASI. Kematian bayi baru lahir yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama, dapat dicegah jika bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama setelah kelahirannya. Hal ini didukung oleh hasil SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2012 menemukan bahwa angka kematian bayi di indonesia saat ini adalah 32 per 1.000 kelahiran hidup. Di Lampung, angka kematian bayi mencapai 35 per 1.000 kelahiran hidup dan di Bandar Lampung angka kematian bayi mencapai 132 kasus. Diketahui Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2014.Jenis penelitian adalah Kuantitatif, dengan rancangan Survei Analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2014, sampel 175 orang. Analisis data menggunakan uji Chi square.Sebagian besar responden melaksanakan inisiasi menyusu dini yaitu 162 orang (92,6%), sebagian besar responden mengalami  ASI eksklusif yaitu 158 orang (90,3%). ada hubungan yang bermakna pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas rajabasa indah bandar lampung tahun 2014 dengan p value <α (0,000 < 0,05). Diharapkan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Rajabasa Indah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, kemampuan berkomunikasi, dan mengedukasi para ibu hamil tentang pentingnya inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap ibu post partum.
FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) (Studi Kasus di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung) Ade Maria Ulfa; Lolita Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.93 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.173

Abstract

Pengobatan sendiri adalah penggunaan obat oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan tanpa intervensi dokter. Pengobatan sendiri dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Sikap dengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional oleh pengunjung Apotek “X” Kota Bandar Lampung, Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 169 dipilih secara systematic random sampling.Data diperoleh dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil uji statistik menunjukkan adahubungan sikap (p value = 0,000) dengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional. Saran, hendaknya pelayanan informasi obat di apotek diberikan langsung oleh apoteker (komunikasi interpersonal) dan tersedianya brosur dan leaflet obat bebas dengan bahasa yang sederhana dan informatif.
MOTIVASI KINERJA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Riska Wandini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.409 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.244

Abstract

Pendahuluan: Motivasi adalah sesuatu yang mendorong atau pendorong seseorang bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu. Dokumentasi keperawatan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat dimulai dari proses pengkajian, diagnosa, rencana tindakan, tindakan keperawatan, dan evaluasi yang dicatat yang berisi data tentang keadaan pasien. Berdasarkan presurvey diketahui bahwa kinerja perawat di ruang rawat inap dalam pendokumentasian masih rendah.Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Sukadana Lampung Timur yang berjumlah 64 orang. Dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling, serta analisis data menggunakan Chi Square.Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai motivasi kerja yang kurang baik sebanyak 34 orang (53,1%), sebagian kinerja perawat dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan kurang baik sebanyak 33 orang (51,6%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan motivasi dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Sukadana Lampung Timur dengan P value 0,003. Saran bagi institusi untuk meningkatkan motivasi perawat dengan cara pemberian penghargaan tambahan insentif sesuai beban kerja yang dilakukan, di berikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kinerja perawat.
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Tyan Sera Sera; Triyoso Triyoso; Prima Dian Furqoni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.239 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.270

Abstract

 Perilaku caring perawat menjadi sangat penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di rumah sakit, dimana kualitas pelayanan menjadi penentu citra institusi pelayanan yang nantinya akan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien/keluarga. Keluhan atas pelayanan keperawatan justru sering muncul dari keluarga pasien jiwa yang mendampingi pasien kontrol/berobat jalan. Ketidakpuasan keluarga pasien jiwa tersebut terkait dengan perilaku perawat yang tidak caring. Hasil wawancara terhadap sepuluh orang keluarga pasien yang sedang mendampingi pasien berobat di Ruang Poliklinik Jiwa Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung, diperoleh gambaran bahwa enam orang (60%) menyatakan perilaku perawat tidak caring.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga pasien jiwa yang sedang mendampingi pasien kontrol/berobat di IRJ RSJD Provinsi Lampung Tahun 2014. Sampel adalah sebagian dari populasi yaitu 40 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bahwa perilaku perawat caring sebanyak 24 responden (60,0%), dan responden yang menyatakan puas sebanyak 22 (55,0%) responden. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan keluarga pasien jiwa di IRJ RSJD Provinsi Lampung Tahun 2014 ( p-Value 0,005). Saran untuk perawat pelaksana agar meningkatkan kemampuan perilaku caring dengan cara evaluasi berkala terkait perilaku caring-nya. Bagi manajemen RS perlu melakukan supervisi, menyediakan kotak saran/dan SMS sentral pengaduan. Bagi Institusi pendidikan agar meningkatkan kemampuan perilaku caring mahasiswa keperawatan.
LAMA PERAWATAN IBU PASKA OPERASI SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO 2014 (ANALISIS SURVIVAL) Suyanto Suyanto; Anita Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.201 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.234

Abstract

Setiap individu yang menjalani perawatan   di rumah sakit  sebanyak 12 % - 25% glukosa darahnya akan mengalami kenaikan. Peningkatan kadar glukosa darah antara lain disebabkan karena faktor stress. Penyebab stres pada pasien yang dirawat dirumah sakit adalah hospitalisasi.           Pasien DM yang dirawat di rumah sakit  akan mengalami kondisi hospitalisasi yang akan memunculkan stres. Hal tersebut akan membuat   meningkatnya kadar glukosa darah pada pasien DM yang sudah tinggi menjadi lebih tinggi lagi. Kondisi demikian ini tentunya harus menjadi perhatian perawat dalam memberikan askep terutama pada pasien DM baru dan baru pertama kali dirawat di rumah sakit, dimana efek hospitalisasi sangat dirasakan oleh pasien tersebut.          Tujuan penelitian untuk mengetahui   perbedaan dampak hospitalisasi dengan  kadar  glukosa darah pada pasien DM di RSUD Abdul Moeloek menggunakan desain komparasi bertempat di ruang rawat inap pada bulan September dan Oktober 2014.          Sampel penelitian ini  sebanyak 43 orang yang merupakan pasien baru yang kadar gula darahnya disbanding saat masuk dan pada hari pertama dirawat  sebelum pasien mengkonsumsi obat atau menjalankan diet yang ditetapkan dokter. Dampak hospitalisasi diukur dengan menggunakan lembar kuesioner            Analsisa data dengan menggunakan Chi square menghasilkan bahwa Terdapat perbedaan dampak hospitalisasi terhadap kadar gula darah pasien DM. disarankan hendaknya setiap perawat selalu lebih  memperhatikan dampak hospitalisasi pada pasien yang dirawat karena beberapa pasien mengalami peningkatan gula darah setelah masuk rumah sakit untuk dirawat. Bagi peneliti lain kiranya dapat mengembangkan penelitian ini lebih lanjut khususnya pada aspek desain penelitian seperti desain komparasi dengan memperhatikan beberapa variabel yang harus dikontrol seperti komplikasi dan  lamanya penyakit telah diderita pasien
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2016 Riska Wandini; Triyoso Triyoso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.926 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.259

Abstract

Hasil prasurvey terhadap 30 pasien tentang ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan, diperoleh sebanyak 17 pasien (56,67%) merasa tidak puas. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien BPJS di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Poli Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung dengan jumlah sebanyak 4.094,sampel penelitian sejumlah 365 orang.Tehnik pengambilan sampel accidental sampling Analisa data yang digunakan uji chi square Hasil penelitian univariat menunjukkan distribusi frekuensi responden menyatakan mutu pelayanan dalam kategori baik, yaitu sebanyak 201 responden (55.1%), responden menyatakan puas, yaitu sebanyak 193 responden (52,9%). Ada hubungan mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien BPJS di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2016(P value 0,000, OR 6,257). Saran dalam penelitian ini diharapkan pada rumah sakit Pertamina Bintang Amin mempertahankan mutu pelayanan yang baik ini agar dapat mempertahankan tingginya tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.
PERSEPSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR A.DADI TJOKRODIPO KOTA BANDAR LAMPUNG Muhammad Ricko Gunawan; Umi Rohmawati Keswara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.48 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.225

Abstract

Pendahuluan: Angka penemuan kasus BTA positif sebanyak 527 (42,67%), Suspek 62% dan angka kesembuhan 100%. Menurut hasil pra survei, terdapat isu-isu yang muncul di mana data yang tidak tepat waktu, yang kurang dari target dan lain-lain, hasil dari tayangan BTA Positif masih jauh dari target nasianal (80%) yaitu sebesar 40% di Puskesmas Pekurun dan 53,2% di Puskesma Abung Kunang. Peran perawat di Puskesmas Abung Kunang belum optimal sedangkan Konstruksi suspek Tuberkulosis masih tangung jawab pemegang program saja. Puskesmas Pekurun dan Puskesmas Abung Kunang profesi perawat lebih dari 80% dari tenaga kerja dipuskesmas merupakan profesi perawat.Metode: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Kuantitatif dengan mengunakan metode penelitian cross Sectional. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan dengan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Puskesmas Pekurun dan Puskesmas Abung Kunang yang menyerang 35 orang di Wilayah Kabupaten Lampung Utara Tahun 2015.Hasil: Dalam penelitian Univariat diketahui perawat tidak berperan di Puskesmas yaitu sebanyak 19 respondan (54,3%) dan dan yang berperan sebanyak 16 responden (45,7%), strategi DOTS yang tidak berhasil yaitu sebanyak 16 responden (45,7) dan yang berhasil sebanyak 19 responden (54,3%). Hasil bivariat diketahui ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan keberhasilan strategi DOTS di Puskesmas Abung Kunang dan puskesmas pekurun Kabupaten Lampung Utara Tahun 2015 dimana nilai p value = 0,012 (p value < 00,5). Dari hasil analisis penelitian didapatkan nilai OR= 0,162 (0,037-0,706) berarti bahwa responden yang peran perawatnya tidak berperan beresiko untuk tidak berhasil melaksanakan strategi DOTS sebanyak 0,162 kali dibandingkan dengan responden yang berperan dalam melakukan peran perawat.Disarankan Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang peran perawat di Puskesmas abung kunang dan puskesmas Pekurun Kabupaten Lampung Utara terhadap Keberhasilan Starategi DOTS, maka untuk peneliti disarankan, untuk mengaplikasiakan hasil penelitian dan mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan keberhasilan strategi DOTS.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BAWAH USIA 15 TAHUN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Yeni Novita; Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; M. Rifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.398 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.189

Abstract

Ketika seseorang memasuki masa lansia, mereka akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik, psikologis, maupun sosialnya, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Perasaan cemas ini disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustasi yang mengancam, membahayakan rasa aman, keseimbangan atau kehidupan seorang individu atau kelompok biososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah sejumlah 154 lansia, Sample dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada Lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013 (p value 0,014 OR 4,354). Saran untuk petugas kesehatan hendaknya memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga lansia secara berkelompok dalam waktu 1 bulan atau 3 bulan sekali untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya dukungan keluarga terhadap lansia.
HUBUNGAN HYGIENE ALAT G.ENETALIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN KEJAD1AN FLUOR ALBUS PADA SISWI SMAN 1 TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BAR AT LAMPUNG TAHUN 2012 Desi Kumalasari; Desi Setia Wati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.56 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.648

Abstract

KNOWLEDGE AMONG MOTHERS OF  PRESCHOOL CHILDREN IN MOTOR DEVELOPMENTBackground: Motorskill development is the development of physical movement control through coordinated central nerve and muscle activities. Motor skilldevelopment is divided into two, gross motor skills and fine motor skills. Gross motor skills involve large parts of the body, such as: walking, jumping, running and so on. Smaller groups of muscle movements are called fine motor skills, such as: writing, drawing, wearing scissors, and so on. One factor that influence children's development is mother's knowledge. Mothers who have good knowledge will tend to pay attention and stimulate their children’s development.Purpose: The purpose of this research is to determine the relations of mothers’ knowledge about children’s growth and development with gross and fine motor skills development of children aged 4-5 years old in Pesawaran Lampung Kindergarten in 2018.Methods: The design used in this research is analytic by using a cross sectional approach. The population in this research were all mothers with children aged 4-5 years old at Pesawaran Lampung Kindergarten, with a sample of 58 people, while sampling techniques were taken using the total population method. The analysis of the research uses univariate and bivariate analysis which use the chi-square test.Results: The results of this research are there is no relationship between mothers’ knowledge about children’s development and growth with gross motor skills development (p-value = 0.622) and fine motor skills development (p-value = 0.614) of children aged 4-5 years old at Pesawaran Lampung Kindergarten in 2018.Conclution: There is no relationship between maternal knowledge about the development of children with gross motoric and fine motor development of children 4-5 years in Pesawaran Lampung kindergarten in 2018. It is expected that parents can find sources information about the children’s growth and development, so parents can provide stimulation of children’s motor skills development.Latar Belakang: Menurut WHO (2014), diperkirakan 5-10% anak mengalami keterlambatan perkembangan. Diperkirakan sekitar 1–3% khusus pada anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia mengalami keterlambatan perkembangan umum yang meliputi perkembangan motorik, bahasa, sosio–emosional, dan kognitif (Kemenkes, 2016). Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf dan otot yang terkoordinasi.Perkembangan motorik terbagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak adalah pengetahuan ibu. Ibu yang berpengetahuan baik maka akan cenderung untuk memperhatikan dan menstimulasi perkembangan anak terutama perkembangan anak.Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik kasar dan halus anak usia 4-5 tahun di TK Pesawaran, Lampung tahun 2018.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dengan anak usia 4 – 5 tahun di TK  Pesawaran, Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang, sedangkang teknik sampling yang diambil dengan menggunakan metode total populasi. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik kasar (nilai p-value 0,622) dan motorik halus (nilai p-value 0,614) anak usia 4-5 tahun di TK  Pesawaran, Lampung tahun 2018.Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK  Pesawaran, Lampung tahun 2018. Diaharapkan para orang tua dapat mencari sumber informasi tentang tumbuh kembang anak, sehingga orang tua mampu memberikan stimulasi perkembangan motorik anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU, SERTA DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLI KEBIDANAN RSD MAYJEND HM RYACUDU KOTABUMI LAMPUNG UTARA Anita Bustami; Yuli Caturini; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.514 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.214

Abstract

Lesi prakanker disebabkan oleh tumbuhnya jamur yang disebut sebagai kandida.di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara pada bulan Januari– Desember 2014, dari 425 wanita usia subur yang melakukan pap smear, sebanyak 5 orang (1,1%) terdeteksi kanker rahim stadium 1b, 57 orang (13,4%) mengalami lesi prakanker. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lesi prakanker serviks dari hasil pap semar di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun, 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Case Control. Populasi pada semua wanita yang melakukan pap smear tahun, 2014 di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara sampel berjumlah 90, menggunakan data sekunder dari rekam medik rumah sakit. Hasil penelitian didapati: usia pertama kali melakukan hubungan seksual berisiko sebanyak 17 (18,9%), partner seksual yang berisiko sebanyak 10 (11,1%), responden yang merokok sebanyak 18 (20,0%), paritas yang berisiko sebanyak 26 (28,9%), lamanya penggunaan kontrasepsi pil lebih dari 5 tahun sebanyak 19 (21,1%), yang memiliki keturunan sebanyak 28 (31,1%) dan memiliki riwayat penyakit reproduksi sebanyak  28 (31,1%) di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara, 2014. Ada hubungan usia pertama kali melakukan hubungan seksual, merokok, paritas, lamanya penggunaan kontrasepsi pil, keturunan dan riwayat penyakit reproduksi (p-value= 0,001) (p-value= 0,007) (p-value= 0,000) (p-value= 0,000) (p-value= 0,000) dan (p-value= 0,000). Tidak ada hubungan partner seksual dengan lesi prakanker serviks (p-value= 0,186). Faktor resiko yang paling dominan berpengaruh terhadap terjadinya lesi prakanker serviks adalah riwayat penyakit reproduksi (p-value= 0,000 : OR 18.586). diharapkan kepada petugas dilapangan meningkatkan keterampilan penyuluhan, serta memberikan fasilitas untuk penyuluhan yang lebih memadai hingga kejadian kanker serviks dapat ditanggulani dengan memberikan pengetahuan kepada wanita usia subur yang berkunjung ke rumah sakit