cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Gambaran pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada anak usia 6-24 bulan Putri Eka Sudiarti; Meri Neherta; Deswita Deswita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.682 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1663

Abstract

Mother's knowledge about complementary foods on infant children aged 6-24 months in Kampar, Riau-IndonesiaBackground: Problems with children’s nutritional status can cause mortality and morbidity in children. The problem of nutritional status in children under five is caused by the lack of mother’s knowledge about complementary feeding. Purpose: This study aims to determine an overview of mother’s knowledge about complementary foods on infant children aged 6-24 months. Methods: The study method used descriptive method. The population of the study was mothers who had children aged 6-24 months in the Kampar District. Sampling technique used Random sampling technique with Multi Stage sampling obtained a sample of 75 people in the Tambang and Bangkinang Public health center. The study instrument used questioner. The analysis technique used descriptive quantitative. Results: The results of study showed that 64% of mothers had sufficient knowledge and 36% of mothers had moderate knowledge. Conclusion: The conclusion of the study was the majority of mothers' knowledge who had children aged 6-24 months about complementary foods on infant were in sufficient range. It is necessary to conduct nutritional education on complementary feeding to increase mothers’ knowledge about complementary feeding.Keywords: Mothers knowledge; Complementary foods; Infant children; Aged 6-24 monthsPendahuluan: Permasalahan status gizi anak dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas pada anak. Permasalahan status gizi pada anak usia balita salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu mengenai MP-ASI.Tujuan: Diketahui gambaran pengetahuan ibu mengenai MP-ASI anak usia 6-24 bulan.Metode: Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitiana adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan di wilayah Kabupaten Kampar. Teknik pengambilan Sampel menggunakan teknik randome sampling dengan Multi Stage Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 75 orang pada wilayah Puskesmas Tambang dan Bangkinang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Teknik analisa menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 64% ibu memiliki pengetahuan cukup dan 36% persen ibu memiliki pengetahuan sedang.Simpulan: Penelitian didapatkan bahwa mayoritas pengetahuan ibu anak usia 6-24 bulan mengenai MP-ASI berada pada rentang cukup. Perlu dilakukannya edukasi gizi mengenai MP-ASI untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai MP-ASI.  
PERBEDAAN SUHU UDARA DAERAH URBAN-RURAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN KASUS DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG DAN PUSKESMAS BRANTI RAYA Fitri Eka Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5676.603 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.868

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mensukseskan pembangunan nasional. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman, timbul masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan, salah satunya perilaku merokok sejak dini. Prevalensi perokok terutama di Indonesia meningkat setiap tahunnya, terutama pada kelompok remaja.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran mengenai perilaku merokok berdasarkan faktortentang rokok, teman dan keluarga khususnya pada remaja di Kelurahan Sumbersari Bantul Kecamatan Metro Selatan Kota Metro . Jenis penelitian ini menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2010 dengan Populasi 418 jumlah sampel 81.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proporsi responden yang mempunyai tingkat pengetahuan tinggi 63%, proporsi responden yang bersikap baik terhadap rokok lebih banyak (64,2%), teman responden tidak merokok 54,3 %, responden yang memiliki anggota keluarga yang tidak merokok 38,3 %. Hasil analisis bivariat menyimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,013), Sikap (0,035) dan faktor teman (pkeluarga (p = 0,004) dengan perilaku merokok responden. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Dinkes Kota Metro untuk melakukan penyuluhan tentang rokok dan bahayanya secara intensif sehingga timbul kesadaran masyarakat terutama remaja untuk tidak merokok dan menghentikan kebiasaan merokok. Selain itu, pemcrintah daerah agar memberlakukan peraturan yang lebih ketat seperti larangan merokok bagi anak-anak dan remaja. 
PENYULUHAN KENAKALAN REMAJA ANAK SEKOLAH DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KABUPATEN GARUT Lia Lajuna; Nurlaili Ramli; Nora Liana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.879 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1390

Abstract

Menstrual hygiene and knowledge among adolescent school girls of Jantho, Aceh Besar-IndonesiaBackground: The age of teenager is the transition period from childhood to adulthood which is characterized by physical, psychological and psycho social changes. One of the biggest changes in adolescents is menstruation. Teens who experience menstruation need to maintain reproductive health. They need special knowledge about menstruation to avoid health problems.Purpose: This study was to analyze the relationship between menstrual hygiene and knowledge among adolescent school girls of Jantho, Aceh Besar-IndonesiaMethods: Type of quantitative research, analytical design using across-sectional approach.  the number of samples is 30 people, by purposive random sampling. Data analysis using kendall’s  Tau.Results: The results showed that the relationship between menstrual hygiene and knowledge among adolescent school girls of jantho, aceh besar-indonesia, indicated by the value of p value of 0.015 and the value of τ obtained by 0.532. Menstrual hygiene is poor because menstrual hygiene and practice during menstruation was inappropriate due to lack of knowledge, and need more health education in reproductive health and inadequate support for school facilitiesConclusion: The level of knowledge among adolescent school girls of Jantho, Aceh Besar-Indonesia was in poor category. There is a relationship between menstrual hygiene and knowledge among adolescent school girls of Jantho, Aceh Besar-Indonesia Keywords:  Menstrual hygiene; Knowledge;  Adolescent school girlsPendahuluan: Remaja merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis dan psikososial. Salah satu perubahan terbesar pada remaja terjadi mentruasi dan rentan terhadap masalah kesehatan. Remaja yang mengalami menstruasi, perlu menjaga pemeliharaan kesehatan reproduksi. Remaja perlu  pengetahuan  mentruasi agar terhindar dari masalah kesehatan.Tujuan: Mengetahui dan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja putri terhadap menstrual hygiene Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 30,dipilih secara purpuse sampling. Analisa data menggunakan uji statistik kendall tau.Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan menstrual hygiene saat menstruasi,  ditunjukkan dengan nilai p value sebesar 0,015 dan nilai τ didapatkan 0,532. Menstrual hygiene masih buruk dikarenakan perilaku menstrual hygiene saat menstruasi masih salah. Penyebab lainya karena kurangnya pengetahuan, belum  mendapatkan  penyuluhan kesehatan reproduksi dan  dukungan  fasilitas sekolah yang belum memadai.Simpulan: Tingkat pengetahuan wanita muda tentang menstruasi di SMP 2 Kota Jantho termasuk dalam kategori kurang. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan menstrual hygiene saat menstruasi
Pelatihan kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan luka pasca operasi Eka Yudha Chrisanto; Nur Afni; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.663 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1606

Abstract

Impact of health educational program upon nurses' knowledgeTowards postoperative wounds care in Lampung-Indonesia Background: The surgery in Indonesia ranks 11th out of 50 treatments for disease patterns in hospitals in Indonesia, which is an estimated 32% of them were laparotomy. The number of abdominal surgical cases in Lampung Province in 2017 was (28.95%) and increased in 2018 by (32.45%).Purpose: Know the effect of health training in knowledge and surgical wound management.Methods: This type of study was quantitative, with the Pre-Experiment design and the design one group pre test - post test. The populations were all of postoperative patients and samples of 34 people with a total sampling technique. Data collection uses questionnaire sheets and the statistical test used dependent t-test.Results: The average knowledge about postoperative wound care before being given health training of 14.18 and a standard deviation of 1.749. The average knowledge about postoperative wound care after being given health training of 17.06 and a standard deviation of 3.142, with p-value = (0,000 <0,05).Conclusion: There was the effect of health training in knowledge and surgical wound management. Health workers are expected to be able to apply the provision of health training to postoperative patients to improve patient knowledge in subsequent care and be used as a reference for making policies regarding the provision of health training to postoperative patients. Keywords: Health educational program; Nurses; Knowledge; Postoperative wounds care Pendahuluan: Tindakan operasi di Indonesia menempati urutan ke-11 dari 50 pertama penanganan pola penyakit di rumah sakit se-Indonesia yang diperkirakan 32% diantaranya merupakan tindakan bedah laparatomi. Jumlah kasus bedah abdomen di Provinsi Lampung pada tahun 2017 sebesar (28,95%) dan meningkat pada tahun 2018 sebesar (32,45%).Tujuan: Diketahui pengaruh pelatihan kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan luka pasca operasi.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian Pra Experiment dan pendekatan one group pre test - post test design. Populasi seluruh pasien post operasi dan sampel sebanyak 34 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan menggunakan uji dependent t-test.Hasil: Rata–rata pengetahuan tentang perawatan luka pasca operasi sebelum diberikan pelatihan kesehatan sebesar 14,18 dan standar deviasi sebesar 1,749. Rata–rata pengetahuan tentang perawatan luka pasca operasi sesudah diberikan pelatihan kesehatan sebesar 17,06 dan standar deviasi sebesar 3,142, dengan p-value = (0,000 < 0,05).Simpulan: Ada pengaruh pelatihan kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan luka pasca operasi. Diharapkan petugas kesehatan dapat mengaplikasikan pemberian pelatihan kesehatan kepada pasien pasca operasi untuk meningkatkan pengetahuan dalam perawatan selanjutnya dan dijadikan referensi untuk membuat kebijakan mengenai pemberian pelatihan kesehatan kepada pasien pasca operasi.
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN TERHADAP KEJADIAN KEJANG PADA PASIEN EPILEPSI YANG BEBAS KEJANG SELAMA MINIMAL 1 TAHUN PENGOBATAN DI POLI NEUROLOGI RSUD DR. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG Nurhayati Nurhayati; Zaenal Arifin; Hardono Hardono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.619 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1052

Abstract

ABSTRACT: THE INCIDENCE OF BREAST CANCER IN LAMPUNG INDONESIA: A RETROSPECTIVE COHORT ANALYSISBackground: Cancer is the second leading cause of death in the world, the highest type of cancer in women in the world is breast cancer with an incidence of 38 per 100,000 women. In Indonesia by 2012 the incidence of breast cancer in Indonesia is 40 per 100,000 women. The incidence of breast cancer in the city of Bandar Lampung is 80 per 100,000 population.Purpose : Knowing risk factors incidence of breast cancer in the Foundation of Cancer Indonesia in Bandar Lampung 2017.Methods: The quantitative and observational research with case control design. The population of this study were all patients who had done counseling and examination by Cancer counseling institute of Indonesia during the period of research as much as 691 respondent, with the required number of samples 126 rspondent. Bivariate analysis was done with chi square (X2), while multivariate analysis using multiple linear logistic regression .Results: The risk factors such as menarche (p-value = 0.002), parity (p-value = 0,018), breastfeeding (p-value = 0,000) and duration of contraceptive use (p-value = 0, 02), while factors unrelated to breast cancer were family history (p-value = 0.112) and age (value = 0.357).Conclusion: The most influential variable on the incidence of breast cancer is the variable duration of contraceptive use. For health workers need to do counseling about breast cancer risk factors. Women of childbearing age should use non-hormonal family planning, when using a type of hormonal contraception need to be consult with local health workers and avoid births that are too frequent.Keywords: Factor Analysis, Breast Cancer, Breast Cancer History, Age of Menarche, Age, Parity, Breastfeeding Status, Hormonal Contraception.Pendahuluan : Kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, jenis kanker tertinggi pada wanita di dunia adalah kanker payudara dengan insidensi 38 per 100.000 wanita. Di Indonesia pada tahun 2012, insiden kanker payudara di Indonesia adalah 40 per 100.000 wanita. Angka kejadian kanker payudara di kota Bandar Lampung adalah 80 per 100.000 penduduk.Tujuan: Diketahui faktor-faktor risiko kejadian kanker payudara di Yayasan Kanker Indonesia di Bandar Lampung 2017.Metode: Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang telah melakukan konseling dan pemeriksaan oleh lembaga konseling kanker Indonesia selama periode penelitian sebanyak 691 orang, dengan jumlah sampel yang dibutuhkan 126 orang. Analisis bivariat dilakukan dengan chi square (X2), sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik linier berganda.Hasil: faktor risiko kanker payudara seperti menarche (p-value = 0,002), paritas (p-value = 0,018), menyusui (p-value = 0,000) dan durasi penggunaan kontrasepsi (p-value = 0, 02), sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kanker payudara adalah riwayat keluarga (p-value = 0,112) dan usia (nilai = 0,357).Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh pada kejadian kanker payudara adalah variabel lamanya penggunaan kontrasepsi. Untuk tenaga kesehatan perlu melakukan penyuluhan tentang faktor risiko kanker payudara. Untuk WUS, sebaiknya menggunakan KB non hormonal, jika terpaksa menggunakan jenis kontrasepsi hormonal sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan petugas kesehatan setempat dan hindari kelahiran yang terlalu rapat.
Gambaran kecemasan narapidana wanita di Sumatera Barat Tria Monja Mandira; Marjohan Marjohan; Feri Fernandes
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.927 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1665

Abstract

Anxiety levels among female inmates in west Sumatra-IndonesiaBackground: Life in prison causes inmates to experience psychological problems. Some psychological problems that are often encountered in prisoners with the highest symptoms are stress, anxiety, aggressive behavior, and psychosomatic. An anxiety problem is found to be higher than other psychological problems that occur in female prisoners.Purpose: Knowing of description of anxiety levels among female prisoners in West Sumatra-Indonesia.Methods: The research was conducted by questionnaire. The type of research in this study is descriptive. Samples of 80 people were taken by purposive sampling.Results: The results showed the characteristics of female prisoners, more than half aged 18-40 years or the early adult category, more than half had high school education levels, and more than half did not work. An overview of female prisoners' anxiety is 53.8% moderate anxiety and 46.3% mild anxiety.Conclusion: The anxiety of female prisoners in West Sumatra is the most moderate anxiety. Suggestions for Correctional Institutions are expected to increase the existing counseling services and contributions from nurses who are in prison to overcome the anxiety felt by female prisoners during their sentences.Keywords: Anxiety; Prisoners; FemaleLatar Belakang: Kehidupan di dalam penjara mengakibatkan narapidana mengalami masalah psikologis. Beberapa masalah psikologis yang sering ditemui pada narapidana dengan gejala tertinggi yaitu stres, kecemasan, perilaku agresif, dan psikosomatis. Masalah kecemasan ditemukan lebih tinggi dibandingkan masalah psikologis lainnya yang terjadi pada narapidana wanita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kecemasan narapidana wanita di Sumatera Barat.Metode: Jenis penelitian dengan deskriptif. Sampel sebanyak 80 orang yang diambil dengan purposive sampling. Penelitian menggunakan kuesioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan karakteristik narapidana wanita yaitu lebih dari separuh berusia 18-40 tahun atau kategori dewasa awal, lebih dari separuh memiliki tingkat pendidikan SMA, dan lebih dari separuh tidak bekerja. Gambaran kecemasan narapidana wanita yaitu 53,8% kecemasan sedang dan 46,3% kecemasan ringan.Simpulan: Kecemasan narapidana wanita di Sumatera Barat yaitu paling banyak memiliki kecemasan sedang. Saran untuk Lembaga Pemasyarakatan diharapkan adanya peningkatan layanan konseling yang ada dan kontribusi dari perawat yang bertugas di lapas untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan oleh narapidana wanita selama menjalani masa hukuman. 
Gambaran dukungan keluarga terhadap pengobatan remaja penyandang Thalasemia Indah Permata Artamia; Windy Rakhmawati; Iwan Shalahuddin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.952 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1594

Abstract

Family support in adolescents with thalassemia undergoing treatmentBackground: Thalassemia is a chronic disease that affect to body organ caused by the disease itself and medication given in a long term. Compliance of taking medication becomes determing factor of treatment success. Family support is influential factor of therapy success. It includes instrumental support, informational support, assessment support, and emotional support.Purpose: The objective of this research is to know the description of family support therapy of adolescent with thalassemia in Garut.Methods: The method of this research is quantitative descriptive with total sampling technique (N=54) of adolescent with thalassemia population in Garut.Results: The result of this research is most of responden earn high support with maximum value of 70.4%, and medium support with value 29.6%, and there is no respondent with low support. From sub variable result as a whole, they obtained high support which was an instrumental support 70.4%, informational support 64.8%, assessment support 70.4%, and emotional support 53.7%.Conclusion: The result of this research is that most adolescent with Thalassemia obtained high support as many as 70.4%, therefore it can be factor determing therapy receivedKeywords: Family support; Adolescents; Thalassemia; Undergoing treatmentPendahuluan: Thalasemia merupakan penyakit kronis yang berdampak pada organ tubuh disebakan oleh penyakit itu sendiri dan pengobatan yang diberikan dalam jangka panjang. Kepatuhan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pengobatan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan, yang meliputi dukungan instrumental, informasional, penilaian, dan emosional.Tujuan: Diketahuinya gambaran dukungan keluarga terhadap pengobatan remaja penyandang Thalasemia di kabupaten Garut.Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling (N=54) dengan populasi yaitu penyandang Thalasemia usia remaja di kabupaten Garut.Hasil: Hasil penelitian dukungan keluarga sebagian besar responden mendapatkan dukungan tinggi dengan nilai maksimum yaitu 70.4% dan dukungan sedang dengan nilai minimum yaitu 29.6%, dan tidak terdapat responden yang mendapatkan dukungan rendah, dan dari hasil per subvariabel secara keseluruhan mendapatkan dukungan tinggi yaitu, dukungan instrumental sebesar 77.8%, dukungan informasional sebesar 64.8%, dukungan penilaian sebesar 70.4%, dan dukungan emosional sebesar 53.7%.Simpulan:  dari penelitian ini bahwa remaja penyandang Thalasemia sebagian besar mendapatkan dukungan tinggi sebanyak 70.4%, sehingga dapat menjadi faktor dalam menentukan pengobatan yang diterima
PENGARUH TERAPI MUSIK TRADISIONAL TERHADAP RESPON NYERI PADA PASIEN PASKA-OPERASI DI RUMAH SAKIT IMANUEL BANDAR LAMPUNG Tubagus Erwin; Budi Antoro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.248 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1225

Abstract

ABSTRACT: TRADITIONAL MUSIC THERAPY ON PAIN RESPONSE FOR PATIENT POST-SURGERY BANDAR LAMPUNG, INDONESIABackground: Postoperative pain is one of the most common patient complaints problems in the hospital as a consequence of surgery that can not be avoided. The negative influence of pain can be controlled with pain management as part of a very important patient care, including pharmacologic therapy and nonpharmacological therapies such as cognitive behavioral interventions such as relaxation techniques, music therapy, imagery and biofeedback.             Purpose:The effectiveness of music therapy on postoperative patient pain response.Methods: The quasi-experimental study with a pretest-posttest design with control group design. With the sample amounted to 34 respondents. The research variables are music therapy and pain response. Data was collected using a pain scale measurements Numeric Rating Scale (NRS) and the Faces Pain Scale Resived (FPSR). Results: The difference between the postoperative patient intervention group with the control group. With evidenced by the differences in the intervention group was 2.65 and the value of the difference from the control group of 1.59. The confounding factors had no effect on the pain response of the past experience of pain (p - value = 0.387), gender (p - value = 0.068) and the musical culture (p - value = 0.599).                         Conclusion: The music therapy has a better effectiveness in the management of post-surgical pain. This study is the suggestion that music therapy can be applied directly in the field hospital to reduce pain responses in patients post surgery.                                                                          Keywords: Music Therapy, pain, post-surgeryPendahuluan : Nyeri pasca operasi adalah salah satu masalah keluhan pasien yang paling umum di rumah sakit sebagai konsekuensi dari operasi yang tidak dapat dihindari. Pengaruh negatif rasa sakit dapat dikontrol dengan manajemen nyeri sebagai bagian dari perawatan pasien yang sangat penting, termasuk terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis seperti intervensi perilaku kognitif seperti teknik relaksasi, terapi musik, citra dan biofeedback.Tujuan: Melihat efektivitas terapi musik pada respon nyeri pasien pasca operasi.Metode: Studi eksperimental semu dengan desain pretest-posttest dengan desain kelompok kontrol. Dengan sampel berjumlah 34 responden. Variabel penelitian adalah terapi musik dan respon nyeri. Data dikumpulkan menggunakan pengukuran skala rasa sakit Numeric Rating Scale (NRS) dan Faces Pain Scale Resived (FPSR).Hasil: Perbedaan respon rasa sakit antara kelompok intervensi pasien pasca operasi dengan kelompok kontrol. Dengan dibuktikan oleh perbedaan pada kelompok intervensi adalah 2,65 dan nilai perbedaan dari kelompok kontrol 1,59. Faktor perancu tidak berpengaruh pada respon nyeri dari pengalaman nyeri sebelumnya (p - value = 0,387), jenis kelamin (p - value = 0,068) dan budaya musik (p - value = 0,599).Simpulan: Pemberian terapi musik memiliki efektivitas yang lebih baik dalam pengelolaan nyeri pasca bedah. Saran penelitian ini adalah bahwa terapi musik dapat diterapkan secara langsung di rumah sakit lapangan untuk mengurangi respon nyeri pada pasien pasca operasi.
Gaya manajemen konflik compromising dan dominating dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana Adventy Riang Bevy Gulo; Erwin Silitonga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.904 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1841

Abstract

Conflict management styles among nurse managers in general hospitals, Medan-Indonesia Background: Hospitals are required to improve the quality of health services so they can survive and thrive in the current era of national health insurance. Nurses are the most human resources in hospitals so they are required to have optimal performance. One of the factors that affect performance is conflict that causes work stress. Conflict management is expected to reduce the nurses’working stress.Purpose: To identify the influence of compromising and dominating conflict management styles to reduce the nurses’working stress.Method: A quantitative research with a correlative approach and cross sectional research design. The population was nurses at the Imelda Pekerja Indonesia Hospital and Martha Friska Hospital. Sampling using probability random sampling method with simple random sampling technique where the number of respondents was 105 nurses. The instrument used was a questionnaire containing 28 statements for conflict management style and 57 statements to measure the level of nurses’ working stress. Analyze data with bivariate analysis to see the influence of compromising and dominating conflict management styles to reduce the nurses’ working stress where the statistical test used is simple logistic regression (SLR) which is analyzed using a computer program.Results: Finding that there was an influence of compromising conflict management style to reduce the nurses’working stress (p = <0.001; PR = 1.33 95% CI 1.180-1.516), and there was an influence of conflict management style dominating to reduce the nurses’working stress (p = 0.012; PR = 1.10 95% CI 1.021-1.189)Conculsion: Compromising and dominating conflict management styles can reduce the nurses’working stress.Keywords: Conflict Management; Compromising; Dominating; Nurse Managers  Pendahuluan: Rumah sakit dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga mampu bertahan dan berkembang di era jaminan kesehatan nasional saat ini. Perawat adalah sumber daya manusia yang paling banyak di RS sehigga dituntut untuk memiliki kinerja yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah konflik yang menyebabkan stres kerja. Memanajemen konflik diharapkan mampu mengurangi stres kerja perawat pelaksana.Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh gaya manajemen konflik compromising dan dominating dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelatif dan desain penelitian cross sectional. Populasinya perawat pelaksana di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska. Pengambilan sampel menggunakan metode probability random sampling dengan teknik simple random sampling dimana jumlah responden sebanyak 105 orang perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang berisi 28 pernyataan untuk gaya manajemen konflik dan 57 pernyataan untuk mengukur tingkat stres kerja perawat pelaksana. Analisa data dengan analisis bivariat untuk melihat adanya pengaruh gaya manajemen konflik compromising dan dominating dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana dimana uji statistik yang digunakan adalah simple logistic regression (SLR) yang dianalisis dengan menggunakan program komputer.Hasil: Didapatkan bahwa terdapat pengaruh gaya manajemen konflik compromissing terhadap stres kerja perawat pelaksana (p=<0,001;PR = 1,33 95%CI 1,180-1,516), dan terdapat pengaruh gaya manajemen konflik dominating terhadap stress kerja perawat pelaksana (p=0,012;PR = 1,10 95%CI 1,021-1,189)Simpulan: Gaya manajemen konflik compromising dan dominating kepala ruangan berpengaruh dalam mengurangi stres kerja perawat pelaksana.
Faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 12 bulan Eka Trismiyana; Nizomi Satria Winata
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.264 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1534

Abstract

Factors associated with exclusive breast-feeding at Pesawaran, Lampung-IndonesiaBackground: Exclusive breastfeeding in Indonesia, especially Lampung Province According to Lampung Health Profile, it is 57.70%, this figure is still far from the provincial target of 80%. For the lowest district of exclusive breast-feeding, there are 49,76% of the total breastfeeding and 32,85% for the Kedondong Pesawaran community health center. From the results of the survey conducted by researchers, the results of 10 mothers 80% of them did not know the benefits of breast-feeding, out of 10 working mothers 70% of them did not give exclusive breast-feeding because they worked as farm laborers, and from 10 mothers 70% of them did not get support from family to give exclusive breastfeeding.Purpose: Knowing the factors associated with exclusive breast-feeding at Pesawaran, Lampung-IndonesiaMethods: The type of quantitative research, the cross sectional approach of the population was  mother who has a baby 7-12 months with a sample number of 225 mothers. Sampling using purposive random sampling and this study uses the questionnaire and analysis of the Chai Square test data.Result: Frequency distribution of respondents ' knowledge is not good 145 respondents (64), good knowledge of the milk is 80 respondents (36) and (p value 0.000 and value Or 14.462). The job distribution of the respondent works or continues to perform day-to-day activities of 177 respondents (78), does not do the job or as Housewives 48 respondents (22) and (p value 0.000 and value Or 6.344). Frequency distribution of family support respondents received support from the 160 respondents family (71), gaining support from the family of 65 respondents (29) and (p value 0.000 and value Or 4.571).Conclusion: The existence of the relationship between knowledge, employment, and the support of the family on the giving of the exclusive breast-feeding Puskesmas Kedodong Regency pesment year 2019. Advised for the Intitusi health services in particular district Puskesmas should more need to improve the knowledge, employment and support of mother's family about the breast-feeding through health workers either in the case or local village midwives with Using other methods such as direct counseling with Nottingham that relate to exclusive breast-feeding, given its important exclusive breast-feeding that is needed by infants 0-6 monthsKeywords: Knowledge; employment; family support; exclusive breast-feedingPendahuluan : Cangkupan ASI eksklusif di Indonesia Khususnya Provinsi Lampung Menurut Profil kesehatan Lampung adalah sebesar 57,70% angka ini masih jauh dari target provinsi sebesar 80%. Untuk kabupaten terendah cangkupan ASI nya Adalah Pesawaran dengan 49,76% dan untuk daerah puskesmas kedondong pesawaran sebesar 32,85%. Dari hasil prasurvey yang dilakukan oleh peneliti didapat hasil dari 10 orang ibu 80% diantaranya tidak mengetahui mamfaat ASI, dari 10 orang ibu bekerja 70% diantaranya tidak memberikan ASI eksklusif karena bekerja sebagai buruh tani, dan dari 10 orang ibu 70% diantaranya tidak mendapat dukungan dari keluarga untuk memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Diketahui hubungan faktor pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dengan  pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 12 bulan desa Kedondong Kabupaten Pesawaran.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional populASInya seluruh ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan dengan jumlah sampel 225 ibu. Penelitian ini mengunakan sampling purpotional random sampling dan penelitian ini mengunakan kuisioner dan analisis data uji Chai Square.Hasil : Distribusi frekuensi pengatahuan responden pengetahuan tidak baik 145 responden (64), pengetahuan baik tentang ASI yaitu 80 responden (36) dan (p value 0.000 dan nilai Or 14,462). Distribusi ferkuensi pekerjaan responden bekerja atau tetap melakukan aktivitas sehari hari 177 responden (78), tidak melakukan pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga 48 responden (22) dan (p value 0.000 dan nilai Or 6,344). Distribusi frekuensi dukungan keluarga responden mendapat dukungan dari keluarga 160 responden (71), mendapatkan dukungan dari keluarga 65 responden (29) dan (p value 0.000 dan nilai OR 4,571).Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif diwilayah kerja Puskesmas Kedodong Kabupaten Pesawaran Tahun 2019. disarankan untuk Intitusi pelayanan kesehatan khususnya puskesmas kecamatan harusnya lebih perlu meningkatkan pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga ibu tentang ASI melalui petugas kesehatan baik yang ada dipuskes atau bidan desa setempat dengan mengunakan metode lain seperti penyuluhan langsung dengan wokshop yang bekaitan dengan ASI eksklusif , mengingat penting nya ASI eksklusif yang sangat dibutuhkan oleh bayi 0-6 bulan.