cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap diet rendah garam pada pasien dengan hipertensi Wahid Tri Wahyudi; Risa Herlianita; Deswiyan Pagis
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.117 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1843

Abstract

Family support, adherence and understanding of a low-salt diets among patients with hypertensiveBackground: Hypertension is a disorder of the blood vessels that results in the supply of oxygen and nutrients carried by the blood blocked to the tissues of the body that needs it. Based on data from the Gedong Air Health Center, it is known that from 2015 to 2018 the incidence of hypertension fluctuated, wherein 2016 it amounted to 1962 cases but in 2017 it increased to 2814 cases and in 2018 the incidence of hypertension was 3102 cases.Purposes: Knowing the relationship of family support, adherence, and understanding of a low-salt diet among patients with hypertensiveMethod: A quantitative research designed with analysis by cross-sectional approach and the population was patients with hypertensive with a sample of 139 as respondents by simple random sampling. Collecting data by questionnaires and Analysing data used Univariate and Bivariate (Chi-Square).Results: Finding that the patient has negative family support was 58.7%, the patient was noncompliant to a low-salt diet .57.2%, and few patients have an understanding of a low-salt diet. There is a relationship between the understanding of a low-salt diet (p-value = 0.000), family support (p-value = 0.032) and compliance with a low-salt diet among patients with hypertensive.Conclusion: There is a relationship of understanding of low-salt diets, family support and compliance to a low-salt diet among patients with hypertensive. Suggestions for  health workers in providing health education to families and patients with hypertensive about the importance of low salt diets in the management of hypertensionKeywords: Family support; Compliance; Understanding; Low-salt diet; Hypertensive. Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Berdasarkan data dari Puskesmas Gedong Air, diketahui bahwa dari tahun 2015 – 2018 kejadian hipertensi mengalami fluktuatif , dimana tahun 2016 sebesar 1962 kasus namun di tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi sebesar 2814 kasus dan di tahun 2018 kejadian hipertensi sebesar 3102 kasus.Tujuan: Diketahui hubungan dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensiMetode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional, populasinya seluruh pasien dengan hipertensi dengan sampel sebanyak 139 dengan simple random sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner data dianalisa secara univariate dan bivariate (chi square)Hasil: Diketahui dukungan keluarga kategori negatif 58,7%, responden tidak patuh 57,2%, dan sedikit yang memiliki pemahaman diet rendah garam  (p-value=0,000), ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value = 0,032), kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensiSimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensi. Saran bagi petugas kesehatan puskesmas dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan pasien dengan hipertensi tentang pentingnya diet rendah garam.
Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan Mira Sani; Tetti Solehati; Sri Hendarwati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.713 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.2016

Abstract

The maternal age on pregnancy with stunting among children of age 24 to 59 monthsBackground: Stunting is a chronic nutritional problem caused by lack of nutritional intake for a long time, resulting in a height that is shorter than the standard age (stunted). Many factors influence the incidence of stunted, including maternal, child, and social, economic and environmental factors. The mother factor that must be considered is the age during pregnancy. Age of mothers <20 years and> 35 years has a risk of stunted.Purpose: To determine the relationship between the maternal age on pregnancy with stunting among children of age 24 to 59 months in the work area health center (Puskesmas) Citeras.Methods: Descriptive correlational with a retrospective method. The population of this study were mothers who had children aged 24-59 months who had stunted in Cibunar and Kutanagara Villages. The sample was 76 respondents with total sampling technique. The instrument in this study was a questionnaire from SDKI and microtoise. Data analysis used bivariate with spearman correlation test. The study was conducted in May 2019 with ethical permits number 511 / UN6.KEP / EC / 2019.Results: The maternal age at risk in Cibunar and Kutanagara Villages is 64.5% with stunted children. By using Spearman correlation, the value is 0.001 at 1% significance level.Conclusion: There is a correlation between maternal age with stunted among children 24-59 months in the work are of Puskesmas Citeras.Keywords: Maternal age on Pregnancy;  Stunting; Children of age 24 To 59 MonthsPendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurang asupan gizi dalam waktu cukup lama sehingga berakibat pada tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya (stunted). Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunted, diantaranya faktor ibu, anak, serta sosial, ekonomi, dan lingkungan. Faktor ibu yang harus diperhatikan adalah usia saat hamil. Usia ibu yang < 20 tahun dan > 35 tahun memiliki risiko terhadap kejadian stunted.Tujuan: Mengetahui hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Citeras.Metode: Menggunakan deskriptif korelasional dengan metode retrospektif. Populasi penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan yang mengalami stunted di Desa Cibunar dan Kutanagara. Sampel 76 responden dengan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini kuesioner dari SDKI dan microtoise. Analisis data menggunakan bivariat yaitu uji korelasi spearman. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei 2019 dengan perizinan etik nomor 511/UN6.KEP/EC/2019.Hasil: Menunjukkan bahwa usia ibu saat hamil yang berisiko di Desa Cibunar dan Desa Kutanagara sebanyak 64,5% yang memiliki balita stunted. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,001 pada taraf signifikansi 1%.Simpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskemas Citeras.
Stres psikososial kronis dengan kejadian hipertensi pada pekerja lapangan pabrik gula PT. Indolampung Perkasa Rahma Elliya; Marliyana Marliyana; Yulianto Yulianto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.3 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1609

Abstract

Chronic psychosocial stress and hypertension among sugar cane plantation workers in Lampung, IndonesiaBackground: The background of this research is based on data obtained from the 2016 Tulang Bawang District Health Office; hypertension is one of the causes of death. In 2016 the number of deaths from hypertension in Tulang Bawang Regency was 34 cases. Based on the results of the pre-survey by researchers, it was known from 532 workers who went to the Medical Clinic at PT. Indolampung Perkasa diagnosed with hypertension as many as 168 (31.57%) people.Purpose: Knowing correlation between chronic psychosocial stress and hypertension among sugar cane plantation workers in Lampung Indonesia.Methods: Type of study was quantitative, with cross sectional design. The populations of this study were all sugar cane plantation workers at PT. Indolampung Perkasa and sample of 229 respondents. Data collection was primary, directly to respondents by distributing questionnaires. Data analysis was chi square with OR 2.637.Results: It was known from 229 respondents with hypertension, as many as 79 (34.5%) respondents were hypertensive and as many as 150 (65.5%) respondents were not hypertensive. Known from 229 respondents with stress, as many as 82 (35.8%) respondents were stressed and as many as 147 (64.2%) respondents were not stressed with (p-value 0.001; OR 2,637).Conclusion: There were correlation between chronic psychosocial stress and hypertension among sugar cane plantation workers in Lampung Indonesia.Keywords: Chronic psychosocial stress; Hypertension; Sugar cane plantation workersPendahuluan: Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang tahun 2016, penyakit hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian. Pada tahun 2016 jumlah kematian akibat hipertensi di Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 34 kasus. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan peneliti diketahui dari 532 orang pekerja yang berobat ke Medical Clinic PT. Indolampung Perkasa dengan diagnosa hipertensi sebanyak 168 (31,57%) orang.Tujuan: Diketahui hubungan stres psikososial kronis dengan kejadian hipertensi pada pekerja lapangan.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain / rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 532, sampel sebanyak 229 responden. Pengumpulan data secara primer, langsung kepada responden dengan membagikan kuesioner. Analisis data secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi square) dengan nilai OR 2,637.Hasil: Diketahui dari 229 responden dengan hipertensi, sebanyak 79 (34,5%) responden yang hipertensi dan sebanyak 150 (65,5%) responden yang tidak hipertensi. Diketahui dari 229 responden dengan stres psikososial kronis, sebanyak 82 (35,8%) responden yang stres psikososial kronis dan sebanyak 147 (64,2%) responden yang tidak stres psikososial kronis dengan (p-value 0,001 ; OR 2,637).Simpulan: Ada hubungan stres psikososial kronis dengan kejadian hipertensi pada pekerja lapangan. 
HUBUNGAN COPING MECHANISM DENGAN HASIL UJIAN AKHIR BLOK BASIC MEDICAL SCIENCE PADA MAHASISWA ANGKATAN 2016 Ana Mariza; Lia Ayuningtias
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.659 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1363

Abstract

Effect of nei–guan point (P6) acupressure on nausea and vomiting in women with hyperemesis gravidarum Background: Prevalence of emesis gravidarum issued by the explains that more than 80% of pregnant women in Indonesia experience excessive nausea and vomiting. the incidence of gravidarum emesis cases is 0.8 to 32 cases per 1,000 pregnancies. Therefore, the treatment of labor pain is necessary mother of birth.. While in the year 2017 period January-December as many as 56 cases of hyperemesis gravidarum of 132 visits and 26 pregnant women (46.43%) received treatment and medical treatment.Purpose: Knowing the effect of giving acupressure point P6 to nausea and vomiting in pregnant women TM I in BPM Wirahayu Panjang Year 2018.Methods: Quantitative research type, experimental quasi research design with one group pretest - posttest design approach. The number of population and  samples is 30 people, purposive sampling technique samples. Data Analysis using t-test.Results: Showed vomiting before being given intervention Mean 10.53 Min 9 Max 13 and Standard Deviation 1.408 and Standard Error 0.257, after being given acupressure Mean 7.30 Min 5 Max 10 and Standard Deviation 1,317 and Standard Error 0.240. Statistical test results obtained P-value = 0.000 means that there is an effect of p6 point acupressure on nausea and vomiting in pregnant women TM I at BPM Wirahayu Panjang in 2018.Conclusion: Acupressure stimulates the regulatory system and activates endocrine and neurological mechanisms, by stimulating the hypothalamus to removing endorphins which give a sense of relaxation.Suggestions:  are used as input in providing information about nausea and vomiting, understanding, handling and impact if nausea vomiting is allowed, besides providing benefits and information resources for mothers about handling nausea and vomiting using acupressure massage in daily life Keywords: Nei–guan point (P6);  Acupressure; Nausea; Vomiting; Women; Hyperemesis; Gravidarum Pendahuluan: Prevalensi emesis gravidarum lebih dari 80% wanita hamil di Indonesia mengalami mual dan muntah yang berlebihan. Insidensi terjadinya kasus emesis gravidarum sebesar 0,8 sampai 32 kasus per 1.000 kehamilan. Oleh sebab itu penanganan  mual muntah pada kehamilan sangat perlu dilakukan terhadap ibu hamil TM 1. Sedangkan pada tahun 2017 periode Januari-Desember sebanyak 56 kasus hyperemesis gravidarum dari 132 kunjungan kehamilan dan 26 orang ibu (46.43%) mendapat perawatan dan tindakan medis.Tujuan: Diketahui pengaruh pemberian akupresure titik P6 terhadap mual dan muntah pada ibu hamil TM I di BPM Wirahayu Panjang Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Jumlah populasi 120 orang ibu hamil dan sampel sebanyak 30 orang, teknik sampel purposive sampling. Analisa Data menggunakan uji t-test.Hasil: Menunjukan muntah sebelum diberi intervensi Mean 10.53 Min 9 Max 13 danStandar Deviasi 1.408 dan Standar Eror 0.257, sesudah diberi akupresur  Mean 7.30 Min 5 Max 10 dan Standar Deviasi 1.317 dan Standar Eror 0.240. Hasil uji statistik didapatkan nilai P-value = 0.000 artinya terdapat Pengaruh pemberian akupresure titik p6 terhadap mual dan muntah pada ibu hamil TM I di BPM Wirahayu Panjang Tahun 2018.Simpulan: Akupresur menstimulasi system regulasi serta mengaktifkan mekanisme endokrin dan neurologi, dengan cara merangsang kerja hipotalamus untuk mengeluarkan zat endorphin yang memberikan rasa rileks.Saran: Sebagai masukan dalam memberikan informasi tentang mual dan muntah, pengertian, penanganan dan dampak jika mual muntah dibiarkan, selain itu memberikan manfaat dan sumber informasi bagi ibu tentang penanganan mual muntah menggunakan pijat akupresur dalam kehidupan sehari-hari
Terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien Skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung Teguh Pribadi; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.624 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1940

Abstract

Psycho-religious therapy in reducing violent behavior among   patients  with  SchizophreniaBackground: The main problem that often occurs to patients with schizophrenia is violent behavior. Violent behavior is a state in which a person performs a physically harmfulserve to himself or to another person. Psychoreligious therapy is a therapy that is usually through a religiousreligion approach such as client believed according their riligion   and tends to touch the spiritual side of man and also rather to awaken the spiritual power against of with illness. Data reported to Lampung Mental Hospital, the trend  number of violent behavior  was increasing and data in 2018 as many as 194 patients with violent behavior.Purpose: Knowing effectiveness of psycho-religious therapy in reducing violent behavior among patients with schizophrenia Lampung Mental Hospital 2019Methods: A quantitative and quasi experiment with two group pretest postest design. the population of this study were all patients with violent behavior in the inpatient ward of Lampung mental hospital as many as 30 patients. this research instrument used observation sheet. statistical analysis used t dependent tests.Result: Finding the mean score of violent behavior behavior before psychoreligious therapy were of 16.87 with a standard deviation of 1.46, and after psycho religious  therapy was 13.0 with a standard deviation of 1.0.Conclusion: There was an influence of psycho religious therapy in reducing violent behavior inpatients with schizophrenia (p value 0,000).Suggestion: The hospital management to apply psychoreligious therapy programs to patients with  schizophrenia specially patients has risk of violent behaviorKeywords: Psychoreligious Therapy; Violence Behavior; SchizophreniaPendahuluan: Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien Skizofrenia adalah perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri, maupun orang lain. Terapi psikoreligius adalah terapi yang biasanya melalui pendekatan  keagamaan yang dianut oleh klien dan cenderung untuk menyentuh sisi  spiritual manusia, untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam menghadapi penyakit yang dideritanya  Dari data yang diperoleh dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung jumlah pasien dengan prilaku kekerasan  cenderung meningkat dan data di tahun 2018 sebanyak 194 pasien dengan perilaku kekerasan.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di ruang rawat inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Eksperiment dengan two group pretest postest. Populasi dan sampelnya seluruh pasien dengan perilaku kekerasan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung  sebanyak 30 pasien. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisastatistik yang digunakan yaitu uji t Dependen.Hasil: Didapatkan nilai rata-rata skor perilaku kekerasan Sebelum Terapi psikoreligi adalah 16,87 dengan standar deviasi 1,46, rata-rata Skor perilaku kekerasan sesudah Terapi psikoreligi adalah 13.0 dengan standar deviasi 1,0.Simpulan: Ada pengaruh terapi psikoreligi terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizopfrenia di Ruang Rawat Inap  Rumah Sakit Jiwa Daerah  Provinsi Lampung Tahun 2019 (p value 0,000).Saran: Ditujukan kepada pihak manajemen rumah sakit agar menerapakan program terapi psikoreligius pada pasien schizophrenia dengan perilaku kekerasan.
Evaluasi penggunaan obat dan identifikasi drug related problem (DRP) pada pasien pneumonia di ruang rawat inap rumah sakit umum pusat Fatmawati Jakarta (periode Desember 2014 – Februari 2015) Diar Gustianti Istita; Dian Ratih Laksmitawati; Magdalena Niken
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.74 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2391

Abstract

Evaluation of drug use and drug related problem identification among patients with pneumoniaBackground : Pneumonia is still a public health problem cause in mortality of due to this disease in various countries. Based on the burden of the Global Disease Study in 2010 which reported 90% of pneumonia cases occurring at the age of 65 years and pneumonia became the greatest need after ischemic heart disease, stroke and chronic obstructive pulmonary disease (COPD) in European countries. The high incidence of pneumonia needs  treatment therapy as accurate  and rationally, to ensure that the drugs used are appropriate, safe, and efficient.Purpose:  To evaluation of drug use and drug related problem identification among patients with pneumonia at Fatmawati General Hospital, December 2014-February 2015Method: This study uses a cross sectional study design by observing samples and analyzing the data descriptively. The flow of data collection is prospective among patients with pneumoniaResults: 25 cases of DRP occurrences. From 30 patients found 18 patients who experienced DRP events with a total of 25 cases, in this case 1 patient could experience more than 1 case of DRP events. In this study the most cases occurred in the domain (P1.2), namely the effect of the drug is not optimal as many as 20 cases (80%) with causes of DRP associated with drug dose selection (C.3) include (C3.1) less than a number of doses \ / 2 cases (8%), (C3.4) the frequency of administration was 15 cases (60%), then (C3.2) overdose of 3 cases (12%).Cases that often arise are in the category of dose selection caused by (C3.4) the frequency of administration is lacking. There were 15 patients who received ranitidine injection at a dose of 50 mg every 12 hours per day, whereas the dose listed in the Drugs Information of Handbook library was 50 mg every 6-8 hours per day. The doctor's consideration in giving ranitidine dose 2x50 mg / day is as a prophylactic therapy for the use of several drugs that can increase stomach acid production such as corticosteroids, NSAIDs, NSAID drugs combined with aspirin, and anticoagulant drugs.Conclusion : Knowing that the 5 most therapeutic drug classes used in Fatmawati General Hospital are 30 patients (100%) antibiotics, 30 patients (100%) bronchodilators, 28 patients (93%) anti-peptic ulcer, anti-hypertension. 23 patients (77%) and mucolytic 22 patients (77%). The results showed that there were 18 Drug Related Problems (DRP) patients experiencing DRP events out of 25 total cases, the majority of DRP events were in the domainKeywords: Evaluation; Drug use; Drug Related Problem; Identification; Patients; PneumoniaPendahuluan : Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat menyebabkan kematian akibat penyakit ini di berbagai negara. Berdasarkan Global Burden of Disease Study pada 2010 yang melaporkan 90% kasus pneumonia terjadi pada usia 65 tahun dan pneumonia menjadi masalah terbesar setelah penyakit jantung iskemik, stroke dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di negara-negara Eropa. Tingginya insiden pneumonia dapat menimbulkan risiko kematian, sehingga terapi pengobatan harus dilakukan secara rasional, untuk memastikan bahwa obat yang digunakan sesuai, aman, dan efisien.Tujuan : Untuk mengevaluasi penggunaan obat dan mengetahui ada tidaknya permasalahan terkait obat (DRPs) pada pasien Pneumonia.Metode: Menggunakan desain cross sectional dengan mengamati sampel dan menganalisis data secara deskriptif. Pengumpulan data prospektif pada pasien dengan pneumonia di bangsal rumah sakit.Hasil: Diperoleh 25 kasus kejadian DRP. Dari 30 pasien ditemukan 18 pasien yang mengalami kejadian DRP dengan total kasus sejumlah 25, dalam hal ini 1 pasien dapat mengalami lebih dari 1 kasus kejadian DRP. Dalam penelitian ini kasus terbanyak terjadi pada domain (P1.2) yaitu efek obat tidak optimal sebanyak 20 kasus (80%) dengan penyebab DRP yang berkaitan dengan pemilihan dosis obat (C.3) meliputi (C3.1) dosis kurang sejum\/lah 2 kasus (8%), (C3.4) frekuensi pemberian kurang sejumlah 15 kasus (60%), kemudian (C3.2) dosis berlebih sebanyak 3 kasus (12%). Kasus yang sering muncul yaitu pada kategori pemilihan dosis yang disebabkan (C3.4) frekuensi pemberian kurang. Terdapat 15 pasien yang mendapatkan ranitidin injeksi dengan dosis 50 mg tiap 12 jam perhari, sedangkan dosis yang tercantum dalam pustaka Drugs Information of Handbooks yaitu 50 mg tiap 6-8 jam perhari. Pertimbangan dokter dalam memberikan dosis ranitidine 2x50 mg/hari yaitu sebagai terapi profilaksis terhadap penggunaan beberapa obat yang dapat meningkatkan produksi asam lambung  seperti  kortikosteroid,  NSAID,  Obat  NSAID  yang  dikombinasi dengan aspirin, dan obat antikoagulan.Simpulan: Diketahui bahwa 5 kelas terapi obat terbanyak yang digunakan di RSUP Fatmawati adalah antibiotik sebanyak 30 pasien (100%), bronkodilator sebanyak 30 pasien (100%), anti tukak lambung sebanyak 28 pasien (93%), anti hipertensi sebanyak 23 pasien (77%) dan mukolitik sebanyak 22 pasien (77%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Drug Related Problem (DRP) terdapat 18 pasien mengalami  kejadian  DRP  dari  25  jumlah  total  kasus,  mayoritas  kejadian  DRP terdapat pada domain
Faktor – faktor riwayat ibu yang menyebabkan terjadinya stunting pada balita usia 6-59 bulan di Lampung Tengah Yesi Nurmalasari; Festy Ladyani Mustofa; Wulandari Wulandari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.252 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.2062

Abstract

Factors associated with stunting among children of age 6 to 59 months in Central Lampung, IndonesiaBackground: Stunting is a chronic condition that describes the inhibition of growth for the long-term malnutrition, causing stunting is two directly and indirectly. Indirect causes are factors of education, history of the antenatal care (ANC), granting exclusive breastfeeding, maternal nutritional status, consumption of iron (Fe), occupational factors, and economic status.Purpose: To determine the Factors associated with stunting among children of age 6 to 59 months in Central Lampung, IndonesiaMethods: Its quantitative descriptive cross-sectional design with total sampling. The sample is toddlers aged 5-59 months of 106 toddlers. The location was conducted in the village of Mataram Ilir, Seputih District, Surabaya, Central Lampung in 2019. Research instruments in the form of questionnaires, scales, Microtois/Staturmeter and midline. This research has passed research ethics with ethics number no. 62 / EC / KEP-UNMAL / 2019.Results: There are of 54,2% of women not  breastfeeding, 74.0%  never pay attention for antenatal care during pregnancy, 71,9% of mothers suffer from chronic energy deficiency (CED), 52,1% of mothers never consume iron (Fe) during pregnant, and there were of 50.0% has a poor knowledge due to less education.Conclusion: Factors of maternal of an indirect cause stunting is exclusive breastfeeding, consumption of iron (Fe), maternal nutritional status, history of the antenatal care and maternal education level can cause stunting to the children of age 6 to 59 Months.Keywords: Socio-Economic; Maternal Nutritional Status; Stunting; Children of age 6 to 59 MonthsPendahuluan: Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang, penyebab stunting terbagi dua yaitu secara langsung dan tidak langsung. penyebab tidak langsungnya adalah faktor pendidikan,riwayat ANC,Pemberian asi eksklusif , status gizi ibu,konsumsi zat besi (fe), faktor pekerjaan, dan status ekonomi keluargaTujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor riwayat ibu yang menyebabkan terjadinya stunting pada balita 6 – 59  bulan di desa  mataram  ilir kecamatan seputih surabaya  lampung tengah tahun 2019.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan total sampling. Sampel penelitian adalah balita usia 5-59 bulan berjumlah 106 balita. Tempat penelitian dilakukan di desa Mataram Ilir , Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah tahun 2019.  Instrumen penelitian berupa kuesioner, timbangan, mikrotois dan midline. Penelitian ini sudah lulus etik penelitian dengan nomor etik no.62/EC/KEP-UNMAL/2019.Hasil: Didapatkan 54,2% ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif,  74,0%  ibu tidak melakukan perawatan ANC Saat hamil, 71,9 % ibu menderita KEK,  52,1% ibu tidak mengkonsumsi zat besi (Fe)  saat hamil, dan terdapat 50,0 % ibu berpendidikan rendah.Simpulan: Faktor-faktor riwayat ibu secara tidak langsung yang menyebabkan stunting yaitu pemberian ASI Eksklusif , riwayat konsumsi zat besi (Fe), status gizi ibu ,riwayat ANC dan tingkat pendidikan ibu dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita usia 6-59.
Harga diri (self esteem) lansia yang mengalami demensia Ganda Sigalingging; Zulkarnain Nasution; Rustina Pasaribu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.214 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1938

Abstract

Self esteem in elderly persons with dementiaBackground : The triple threat is a challenge that must be faced in Indonesia. More and more the number of elderly that continues to increase. As you age, changes occur due to the aging process that causes physical and psychosocial problems. one of the psychosocial problems in the elderly is low self-esteem. If that doesn't work, the elderly will repair, attract, challenge, and even escape.Purpose :To analyze the relationship between dementia and self-esteem (self-esteem) in the elderly at the Guna Budi Bakti Foundation in Medan.Method: This  analytical survey research  cross sectional approach. Seventy two elderlywere involved as the population in this  research.This research  used total sampling technique where in the number of sample equals to the number of population. In  analyzing the data, chi-square  test was  used.Results: Shows that older people reduce moderate dementia 44.4% with a low self-esteem 69.4%. With the statistical test results there was a relationship  dementia and self-esteem in the elderly, with p-value of  0.003 Conclusion: There was a relationship  dementia with of self-esteem for elderly in Panti Jompo Guna Budi Bakti Foundation in MedanKeywords: Dementia; Self-esteem; ElderlyPendahuluan: Ancaman triple burden merupakan tantangan yang harus dihadapi di Indonesia. Ancaman tersebut  diantaranya jumlah lansia yang terus meningkat. Seiring pertambahan usia, terjadi perubahan sebagai akibat proses menua yang berpotensi menimbulkan masalah fisik dan psikososial. Salah satu masalah psikososial pada lansia yaitu harga diri rendah. jika tidak ditangani maka lansia mengalami depresi, menarik diri, perilaku kekerasan bahkan bunuh diri.Tujuan : Untuk menganalisa hubungan demensia dengan harga diri (self esteem) lansia di Yayasan Guna Budi Bakti Medan.Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh lansia sebanyak 72 orang  dengan teknik  sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara menggunakan kuesioner. Analsisi data  menggunakan uji chi- Sguare pada taraf kepercayaan 95%.Hasil: Menunjukkan lansia lebih banyak mengalami demensia sedang, sebanyak 32 orang (44,4%). dengan menunjukkan  harga diri rendah sebanyak 50 orang (69,4%). Hasil uji statistik menunjukkan  ada hubungan demensia dengan harga diri (self estem) lansia, dengan nilai p value = 0,003 (a < 0,05)Simpulan: Ada hubungan demensia dengan harga diri (self esteem) lansia di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti Medan.
Perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja Umi Romayati Keswara; Novrita Syuhada; Wahid Tri Wahyudi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 3 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.409 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i3.1599

Abstract

Electronic gadgets, psychological behavior and quality of sleep among adolescent Background: In the development stage, adolescents are faced with problems of health problems including poor sleep quality. Globally, the prevalence of sleep quality disorders in the world varies from 15.3% to 39.2%. Data in Indonesia shows that most of the quality of sleep in adolescents is less than 63%. Poor quality of sleep can harm health. Factors that can cause poor sleep quality include the use of gadgets, where 80% say using gadgets> 4 hours 17 minutes a day.Purpose: Known the electronic gadgets, psychological behavior and quality of sleep among adolescent.Methods: The type of research used in this study was quantitative. The design of this study used analytics. The research subjects were class X and XI students at SMKN 1 Terbanggi Besar, Central Lampung, totaling 119 people. Collect data with the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and Smartphone Addiction Scale (SAS). The statistical test uses the chi-square test.Results: Univariate analysis was obtained by the majority of respondents who had bad behavior in using gadgets, as many as 68 people (57.1%) and most respondents had poor sleep quality, as many as 77 people (64.7%). Analysis data resulted p-value = 0,000 and OR = 4,696.Conclusion: There were the electronic gadgets, psychological behavior and quality of sleep among adolescent. The advice is to increase health promotion counseling about sleep patterns and the excessive use of gadgets, and for schools to set regulations on the ban on the use of gadgets in-class hours. Keywords  : Quality of Sleep, Gadgets, Adolescent; Psychological; BehaviorPendahuluan: Dalam tahap perkembangannya, remaja dihadapkan pada masalah-masalah kesehatan diantaranya kualitas tidur yang buruk. Secara global menunjukkkan prevalensi gangguan kualitas tidur di dunia bervariasi mulai 15,3% - 39,2%. Data di Indonesia menunjukan sebagian besar kualitas tidur pada remaja kurang terpenuhi yaitu sebanyak 63%. Buruknya kualitas tidur dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Faktor yang dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk diantaranya adalah penggunaan gadget, dimana 80% menyatakan meggunakan gadget > 4 jam 17 menit dalam sehari.Tujuan: Diketahui hubungan perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan menggunakan analitik. Subyek penelitian yaitu siswa kelas X dan XI di SMKN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah, yang berjumlah 119 responden. Cara pengambilan data dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Indeks (PSQI) dan Smartphone Addiction Scale (SAS). Uji stastistik menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki perilaku penggunaan gadget yang tidak baik, yaitu sebanyak 68 orang (57,1%) dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk, yaitu sebanyak 77 orang (64,7%). Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 dan OR= 4,696.Simpulan: Ada hubungan perilaku penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja. Perlu lebih ditingkatkannya promosi kesehatan konseling tentang pola tidur dan dampak penggunaan gadget secara berlebihan, serta bagi pihak sekolah dapat menetapkan peraturan tentang larangan penggunaan gadget di jam pelajaran.  
Pengaruh perilaku ibu terhadap keikutsertaan program KB di kota medan tahun 2019 Nopita Yanti Sitorus; R Maimunah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.665 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1912

Abstract

Factors affecting participation of the family planning program in Medan, IndonesiaBackground: Family Planning is one of the most effective ways to increase family endurance and mother, children and women safety. In fact, there are many mothers who do not use contraception so as they have many children. Therefore, the distance between child births is very close.Purpose: Knowing of the effects of mothers’ behavior, attitude, and knowledge on their participation of the Family planning program in Medan in 2019.Method: A quantitative analytical method by cross sectional research design and conducted in 13 Public Health Centers (Puskesmas) and Maternity Clinics in Medan, North Sumatra Provinc, Indonesia. The population were 745 mothers of childbearing age and the samples were 260 mothers. The primary and secondary data were collected. They were analyzed by univariat and bivariate data analysis by using chi-square test with the level of confidence 95% .Results: The findings showed that mothers’ knowledge affect their participation in family planning program  with p=0,005 < 0,05. Mothers’ attitude affects their participation in the program with p=0,009 < 0,05. And mothers’ behavior affects their participation in the program with p=0,000 < 0,05Conclusion: This study proves that mothers’ participation in the family planning program in Medan is affected by knowledge, attitude, and behavior.Suggestion: The provincial health services authority to be cooperate with Board of Family Planning Program  in Medan in order to perform health promotions of Family Planning in terms of the use of appropriate contraceptive and prevention of early marriage. Health promotions by using counseling and health education are expected to improve mothers’ knowledge, to change their negative attitude, and to improve their behavior.Keywords: Behavior; Attitude; Knowlegde; Participation; Family Planning ProgramPendahuluan: Keluarga Berencana merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan ketahanan keluarga, kesehatan, dan keselamatan ibu, anak, serta perempuan. Tetapi faktanya masih banyak ibu yang tidak menggunakan alat kontrasepsi sehingga memiliki banyak anak, dan jarak kelahiran yang dekat.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor ibu terhadap keikutsertaan program Keluarga Berencana (KB).Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode analitik menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan di beberapa puskesmas dan rumah bersalin di kota Medan. Populasinya ibu pasangan usia subur sebanyak 745 orang dan sampel diperoleh sebanyak 260 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dan dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%Hasil: Menunjukkan bahwa pengetahuan ibu berpengaruh terhadap keikutsertaan program KB, p=0,005 < 0,05. Sikap ibu berpengaruh terhadap keikutsertaan program KB, p=0,009 < 0,05 dan perilaku ibu berpengaruh terhadap keikutsertaan program KB, p=0,000 < 0,05.Simpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa keikutsertaan ibu dalam program KB di Kota Medan dipengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku.Saran: Dinas Kesehatan Kota Medan supaya dapat bekerjasama dengan BKKBN Kota Medan melakukan promosi kesehatan tentang Keluarga Berencana, penggunaan alat kontrasepsi yang sesuai, pencegahan pernikahan usia dini. Promosi kesehatan dengan penyuluhan atau pendidikan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, merubah sikap yang negatif menjadi positif,  dan meningkatkan tindakan menjadi lebih baik.