cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani tindakan hemodialisa Indra Maulana; Iwan Shalahuddin; Taty Hernawaty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.131 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2359

Abstract

Psychosocial factors: The depression level  in patients with chronic kidney disease maintained on dialysisBackground: Chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy in the world is almost 1.5 million people, and in Indonesia there are approximately 0.2 people with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy. The impact of hemodialysis on the physical that will occur in patients become weak tired in living their daily lives, against the psychological impact that will occur on sleep problems, impurity and depression, the impact on social and economic conditions that will occur to patients on social relationships, and on the environment the client will also have an impact on the social environment in which he lives. Therefore hemodialysis therapy will have an impact on the quality of life of patients.Purpose: To determine Psychosocial factors: the depression level  in patients with chronic kidney disease maintained on dialysisMethod: A descriptive correlational study by a cross sectional design approach. The sample used was 40 respondents, data collection techniques using questionnaires and direct observation with results calculated based on the total answers to questions given by respondents with criteria: score <17 = no sign of depression, score 18-24 = mild depression, score 25-34 = moderate depression and a score of 35-51 = severe depression, while the bivariate test used chi-squareResults: There was a relationship among factors such as: age, educational, sex, duration of maintaine of hemodialysis therapy and sleep patterns with the depression level in patients with chronic kidney disease under maintained on dialysis at Garut dr. Slamet Hospital.Conclusion: Health workers (nurses) to provide motivational and therapeutic informing in implementing hemodialysis therapy so that patients are more excited and better understand the importance of hemodialysis and to reduce the level of depression.Keywords: Depression level; Patients; Chronic kidney disease; DialysisPendahuluan: Penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di dunia hampir sekitar 1,5 juta orang, dan di indonesi hampitr sekitar 0,2 jiwa penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Dampak hemodialisis terhadap fisik yang akan terjadi pada pasien menjadi lemah lelah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terhadap psikologis dampak yang akan terjadi pada masalah tidur, kecemasaan dan depresi, dampak terhadap sosial dan ekonomi yang akan terjadi pada pasien pada hubungan sosialnya, dan pada lingkungan klien juga akan berdampak pada sosial lingkungan dimana dia tinggal. Maka dari itu terapi hemodialisis akan berdampak pada kualitas hidup pasien.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani tindakan HemodialisaMetode: Menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 40 responden, teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi langsung dengan hasil dihitung berdasarkan  total jawaban dari pertanyaan yang diberikan responden dengan kriteri skor <  17 = tidak ada depresi,  skor 18-24 = depresi ringan,  skor 25-34= depresi sedang dan skor 35-51= depresi berat                        sedangkan uji bivariat menggunakan chi-square.Hasil: Menunjukan adanya hubungan antara faktor : usia, pendidikan, jenis kelamin, lamanya periode menjalani terapi hemodialisa dan pola tidur. Semua faktor tersebut sangat  berhubungan dengan tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani tindakan hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Slamet Garut.Simpulan: Petugas kesehatan (perawat) agar memberikan motivasi dan terapeutik informing dalam pelaksanaan terapi hemodialisa agar pasien lebih bersemangat dan lebih memahami pentingnya hemodialisa serta untuk mengurangi tingkat depresi.
Fatigue dan status nutrisi pada pasien dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi Sapti Ayubbana; Sari Narulita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.922 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1885

Abstract

Fatigue and nutritional status in patients with breast cancer undergoing chemotherapyBackground: Breast cancer is one type of cancer and is one of the leading causes of death in the world. Cancer patients who receive chemotherapy are at risk of impaired nutritional status due to the disease and its treatment. Chemotherapy treatment can have side effects on the gastrointestinal system such as nausea, vomiting, stomatitis, anorexia, changes in taste. These side effects can cause the patient's nutritional intake to decrease. Cancer and its treatment can cause fatigue complaints.Purpose: to identify the relationship between fatigue and nutritional status in patients with breast cancer patients undergoing chemotherapyMethods: The design of this study was quantitative using a cross sectional approach. The population in this study were patients with breast cancer undergoing chemotherapy. This research was conducted at Dr.H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province with 42 respondents.Results: Spearman correlation test results found that nutritional status variables have a significant relationship with fatigue (p value = 0.031) with moderate correlation strength (r = 0.471).Conclusion: The nursing intervention on the side effects of chemotherapy treatment which has a positive effect on nutritional conditions in an effort to overcome nutritional disorders and complaints of fatigue in cancer patients.Keywords: Breast Cancer; Chemotherapy; Fatigue; Nutritional StatusPendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dan menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Pasien kanker yang menerima kemoterapi memiliki resiko gangguan status nutrisi akibat penyakit dan pengobatannya. Pengobatan kemoterapi dapat memberikan efek samping terhadap sistem ganstrointestinal seperti mual, muntah, stomatitis, anoreksia, perubahan rasa. Efek samping tersebut dapat menyebabkan asupan nutrisi pasien dapat mengalami penurunan. Kanker dan pengobatannya dapat menyebabkan keluhan fatigue.Tujuan: Mengetahui adanya hubungan antara status nutrisi terhadap fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional . Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan 42 responden.Hasil: Pada uji korelasi spearman didapatkan bahwa variabel status nutrisi mempunyai hubungan yang bermakna dengan fatigue ( p value = 0,031) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,471).Simpulan: Kesimpulan diperlukan intervensi keperawatan terhadap efek samping pengobatan kemoterapi yang berdapak terhadap kondisi nutrisi dalam upaya mengatasigangguan nutrisi dan keluhan fatigue pada pasien kanker 
Efektifitas olahraga jalan kaki terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes mellitus tipe II Indirwan Hasanuddin; Sigit Mulyono; Lily Herlinah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.577 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2341

Abstract

Effects of a regular walking exercise program on blood sugar levels in elderly people with type II diabetesBackground: Diabetes mellitus increases every year and becomes a problem that is difficult for the government to handle. In the treatment of diabetes mellitus in addition to using drugs and insulin also requires physical exercise therapy to control and reduce blood sugar levels.Purpose: Identifying the effectiveness of walking training on blood sugar levels in elderly people with type II diabetes.Method:  The pre-experimental One-Group Pre-post Test Design. This a regular walking exercise is implemented, 3 times a week for 3 weeks, the distance traveled 1 kilometer within 30 minutes. The sample  was elderly type 2 diabetes  in the working area of the Pangkajene Public Health Center, Sidenreng Rappang District by a purposive sampling technique with a total of 33 respondents. Data analysis was performed using a dependent t-test.Results:  Finding a decrease in average blood sugar levels by a regular walking exercise program.Conclusion: Statistical test results obtained p value = 0,000 (p <0.05) which means it can reduce blood sugar levels. It is recommended that a regular walking exercise program can be  implemented to the resolution of nursing care to patients with diabetes  to reduce and control blood sugar levels.Keywords: A regular walking exercise program; Blood sugar levels; Elderly people; Type II diabetesPendahuluan: Diabetes mellitus meningkat setiap tahun dan menjadi masalah yang sulit ditangani oleh pemerintah. Dalam pengobatan diabetes mellitus selain menggunakan obat-obatan dan insulin juga memerlukan terapi olahraga fisik untuk mengendalikan dan mengurangi kadar gula darah.Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas olahraga jalan kaki tehadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes tipe II.Metode: Desain Uji Pra-Pasca Satu Kelompok pra-eksperimental. Olahraga berjalan teratur ini dilaksanakan, 3 kali seminggu selama 3 minggu, jarak yang ditempuh 1 kilometer dalam 30 menit. Sampel adalah lansia diabetes tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang dengan teknik purposive sampling dengan total 33 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t dependen.Hasil: Didapatkan penurunan kadar gula darah rata-rata dengan program olahraga berjalan teratur.Simpulan: Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 (p <0,05) yang artinya dapat menurunkan kadar gula darah. Dianjurkan agar program olahraga berjalan yang teratur dapat diterapkan pada resolusi asuhan keperawatan untuk pasien diabetes untuk mengurangi dan mengendalikan kadar gula darah.
Pengaruh posisi condong kedepan dan terapi pursed lips breathing terhadap derajat sesak napas penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Sekardhyta Ayuning Tias
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.646 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1670

Abstract

Pursed lips breathing and an forward leaning posture to reduce dyspnea in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) patients.Background: An in-depth personal interview in December 2019 with nurses of Dr. H. Abdul Moeloek Hospital of Lampung Province where the hospital is one of the referred hospitals for COPD in Lampung Province found that the COPD patient number increased every day. In average, there were 20 COPD patients registered every day with mostly having complaint of heavy breathless and recurring out of breath seizures. In total, in 2018, there were 491 COPD patients recorded at medical record indicating the increase compared with 237 patients in the previous year.Purpose: Knowing the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD.Methods: A quantitative study with quasi experimental one group pretest – posttest approach. The population of the study involved 93 people. The purposive sampling of 17 respondent. The statistical analysis was through T-Dependent.Result: The mean score of the breathing condition of the COPD patients before given FLP and PLB interventions was 86.71 with deviation standard 1.649, error standard 00.400 and min-max score 85 – 90. After the FLP and PLB interventions, the mean score was 92.82 with 2.856 standard deviation, 0.693 error standard, and min-max scores 88 – 97. The T-dependent statistical test found P value 0.000 (α<0.05).Conclusion: There was the effect of forward leaning posture and pursed lips breathing in respiratory rate on COPD. This research can be used as a recommendation for setting operational standard in the management of COPD patients in order to improve the caring quality of the nurses, particularly on handling FLP and PLB therapy. Keywords: Pursed Lips Breathing; Forward Leaning Posture; Dyspnea; COPDPendahuluan: Hasil wawancara personal dengan perawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, dimana rumah sakit tersebut merupakan salah satu rumah sakit rujukan wilayah Lampung, pada Desember 2018 didapatkan informasi bahwa jumlah penderita PPOK setiap harinya meningkat. Rata-rata dalam sehari terdapat 20 penderita dengan PPOK yang dirawat dengan keluhan sesak nafas yang sangat berat dan sebagian besar dari mereka adalah pasien yang datang dengan serangan sesak nafas berulang. Sedangkan berdasarkan data rekam medik sebanyak 491 pasien dengan PPOK pada tahun 2018, kejadian ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 237 pasien mengalami PPOK pada tahun 2017.Tujuan: Diketahui pengaruh posisi CKD dan PLB terhadap tingkat sesak nafas pada pasien PPOK.Metode: Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi sebanyak 93 dan sampel yang digunakan sebanyak 17 orang, pengambilan sampel pada penelitian adalah purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji t-dependen.Hasil : Rata-rata posisi kondisi pernafasan pasien PPOK sebelum diberikan terapi CKD Dan PLB dengan mean 86,71 standar deviasi 1,649 standar eror 00,400 dan nilai min-max 85-90, dan setelah diberi intervensi mean 92,82 standar deviasi 2,856 standar eror 0,693 dan nilai min-max 88-97. Hasil uji statistik menggunakan t-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05).Simpulan : Hasil penelitian ini terdapat pengaruh posisi CKD Dan PLB Terhadap Tingkat Sesak Nafas Pada Pasien PPOK.Saran: Dapat dijadikan standar operasional penatalaksanaan pasien dengan PPOK sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dengan cara memberikan posisi CKD dan PLB.
Konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil Dessy Hermawan; Zaenal Abidin; Dwi Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.648 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1557

Abstract

Consumption of dark green, leafy vegetables and maternal anemia during pregnancyBackground: The data base of the statistical bureau agency in Indonesia, the prevalence of maternal anemia during pregnancy is still relatively high and tends to increase where in 2013 in urban areas amounted to 36.4%, in rural areas 37.8% so that the average 37.1%. in 2018 it has increased significantly to an average of 48.9%. The incidence of maternal anemia during pregnancy in 12  public health centre (Puskesmas)  in North Lampung  was found a public health centre (Puskesmas)  that was classified as still high in Semuli Raya public health centre (Puskesmas) (33.6%).Purpose: Knowing of consumption of dark green, leafy vegetables and maternal anemia during pregnancyMethod: A quantitative study with an analytical survey using the cross sectional study. The samples were 60 respondents and  analysis of statistical tests used the chi-square test.Results: The consumption of dark green, leafy vegetables in 60 respondents, 29 respondents (48.3%) consumes vegetables every day, and 31 respondents (51.7%) has seldom  consumes. Hemoglobin status in 60 respondents, 28 respondents ( 46.7%) had normal range of haemoglobin  and 32 respondents (53.3%) had lower of  haemoglobin . Statistical test results using chi square obtained p-value of 0.000.Conclusion: There was correlation of consumption of dark-green leafy vegetables in prevention of maternal anemia during pregnancy.Keywords: Consumption; Dark green, Leafy vegetables; Maternal anemia; During pregnancyPendahuluan: Data dari badan pusat statistik di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil tergolong masih tinggi dan cenderung meningkat dimana di tahun 2013 di perkotaan sebesar 36.4 %, di perdesaan 37.8% sehingga rerata 37.1%. di tahun 2018 telah naik secara signifikan menjadi rerata 48.9%. Kejadian anemia pada ibu hamil di 12 Puskesmas di Kabupaten Lampung Utara didapatkan ada puskesmas yang  tergolong masih tinggi di Puskesmas Semuli Raya (33.6%).Tujuan: Diketahui hubungan konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah  sampel sebanyak 60 orang dan analisis uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil : Konsumsi makanan sayuran hijau pada 60 responden sebanyak 29 responden (48,3%) mengkonsumsi sayuran hijau setiap hari, dan sebanyak 31 responden (51,7%) jarang mengkonsumsi sayuran hijau setiap hari. Status hemoglobin pada 60 responden sebanyak 28 responden (46,7%) memiliki hb normal, dan sebanyak 32 responden (53,3%) memiliki hb rendah. Hasil uji statistik menggunakan chi square didapat nilai p-value 0.000 < 0,05.Simpulan : Ada hubungan konsumsi sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil. 
Pencegahan primer dan perilaku sehat pada setiap anggota keluarga yang tidak menderita diabetes melitus di dalam keluarga dengan diabetes melitus Gina Ratna Suminar; Citra Windani Mambang Sari; Iwan Shalahuddin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.087 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.2061

Abstract

The Primary prevention and healthy lifestyles among non diabetic members of familial type 2 diabeticBackground:  Diabetes Mellitus (DM) is one of the diseases that tends to have the increasing rate of incidence. DM can be prevented through preventive and mitigating measures of risk factors that can cause DM, especially in someone who has a history of DM on family members.Purpose: Describing the primary prevention and healthy lifestyles among non diabetic members of familial type 2 diabetic at Public Health Centre (Puskesmas) the work area of Tarogong, west Java Indonesia.Methods: A quantitative descriptive with consecutive sampling which was conducted on 138 respondents from the population of 210 family members of patients with DM. Data collection techniques were conducted by using questionnaires to find out and measure DM prevention by healthy lifestyles. The data are grouped into categories of good and poor that were analyzed using descriptive statistics based on the mean value of the questionnaire.Results: Finding that all respondents (88.4%) was in good category in DM prevention by healthy lifestyles. While the behavior of prevention of DM seen from the diet most of the respondents are in good category (61.6%), physical activity almost entirely in good category (91.3%), weight control mostly in category poor (55.1%), smoking habit almost entirely in category (86.2%), and stress management is almost entirely in good category (87.7%).Conclusion: The small percentage of respondents are still lacking of the information about DM, thus becoming poor aware of the importance in doing DM prevention behavior by healthy lifestyles. This happens because most of the respondents have not yet received the necessary information about DM disease. Therefore, it is recommended that the Public Health Centre (Puskesmas) or other local facilities provide information about DM disease not only to the patients but also to their family members.Keywords: The Primary Prevention; Healthy Lifestyles; Type 2 DiabeticPendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka kejadian terus meningkat. DM dapat dicegah melalui tindakan pencegahan dan penanggulangan dari faktor resiko yang dapat menyebabkan DM. Resiko DM lebih besar terjadi pada anggota keluarga yang mempunyai riwayat DM.Tujuan: Mengidentifikasi gambaran perilaku pencegahan primer pada anggota keluarga dengan DM di wilayah kerja Puskesmas Tarogong.Metode: Deskriptif kuantitatif dengan menggunakan consecutive sampling yang dilakukan pada 138 responden dari jumlah populasi 210 anggota keluarga penderita DM. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku pencegahan DM serta data dikelompokkan ke dalam kategori baik dan buruk yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan nilai mean kuesioner.Hasil: Didapatkan hampir seluruhnya responden (88.4%)  berada pada kategori baik dalam perilaku pencegahan DM. Sedangkan perilaku pencegahan DM dilihat dari pola makan sebagian besar responden berada pada kategori baik (61.6%), aktivitas fisik hampir seluruhnya pada kategori baik (91.3%), pengontrolan berat badan sebagian besar pada kategori buruk (55.1%), kebiasaan pengendalikan perilaku merokok hampir seluruhnya pada kategori baik (86.2%), dan pengelolaan stres hampir seluruhnya pada kategori baik (87.7%).Simpulan: Sebagian kecil responden masih buruk dalam melakukan perilaku pencegahan DM. Hal ini terjadi karena sebagian besar responden belum semuanya mendapatkan informasi tentang penyakit DM. Disarankan agar pihak Puskesmas dapat memberikan informasi mengenai penyakit DM tidak hanya pada pasien yang menderita tetapi anggota keluarganya pun perlu diberikan. 
Pengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Meriem Meisyaroh Syamson; Nur Fitri; Hasrul Hasrul
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.344 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2330

Abstract

Effect of prolanis gymnastics activities on blood pressureBackground: Hypertension is a condition where systolic blood pressure is 140 mmHg or higher and diastolic blood pressure is 90 mmHg or higher. The factors caused such as of age, stress, obesity, heredity, unhealthy lifestyles and impaired renal function.Purpose: To determine the effect of prolanis exercise on reducing blood pressureMethod: A quantitative study with Quasy experiment by One Group Pre-post Test Design approach. This research was conducted at the Lawawoi Community Health Center, Sidrap-Indonesia. The population was all patients with hypertension by purposive sampling.Results: The effect of prolanic exercise on blood pressure by Wilcoxon test obtained p-value = 0,000 less than α = 0.05 then H0 is rejected.Conclusion: There is the influence of prolanic exercise on reducing blood pressure. It is recommended to medical caregiver especially in community health centre to promote the gymnastics activities for patients or vulnerable group with hypertension. By routine that activity could help to prevent or well management and medication if dont have any contra indicationKeywords: Prolanis gymnastics; Blood pressure; HypertensionPendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Yang dapat mempengaruhi sistem tubuh yang lain apabila tidak ditangani disarana kesehatan yang disebabkan oleh faktor usia, stress, kegemukan, keturunan, pola konsumsi yang tidak sehat dan adanya gangguan fungsi ginjal dan untuk mengatasi hal tersebut dilakukan salah satu kegiatan berupa senam prolanis yang mampu menimbukan efek seperti beta blocker yang dapat menenangkan sistem saraf simpatikus dan melambatkan denyut jantung.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensiMetode: Penelitian kuantitatif, quasy eksperimen dengan pendekatan One Group Pre-post Test Design, dilakukan Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidrap. Populasinya seluruh penderita hipertensi menggunakan purposive sampling.Hasil: Pengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value = 0,000 lebih kecil dari α = 0.05 maka H0 ditolak.Simpulan: Ada pengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Disarankan pada petugas kesehatan di puskesmas setempat untuk mempromosikan kegiatan senam untuk pasien atau kelompok rentan dengan hipertensi. Secara rutin kegiatan itu dapat membantu mencegah atau manajemen dan pengobatan yang baik jika tidak memiliki kontra indikasi.  
Pengaruh konsumsi musa paradisiaca terhadap produksi ASI pada ibu menyusui Aprina Aprina; Adittio Rinaldi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2656

Abstract

The effects of musa x paradisiaca flower  by lactating women on breast-milk volume and compositionBackground: Coverage of breastfeeding in Indonesia reporting by 33 provinces that 29 provinces had (88%) succeeded in achieving the 2015 as well as strategic plan target. Whereas in 2016 in Indonesia it was found that the percentage of babies getting exclusive breastfeeding up to the age of 6 months was 29.5% and babies (0-5 months) who were breastfed only 54.0%.Purpose: The effects of musa x paradisiaca flower  by lactating women on breast-milk volume and composition in the Working Area of Siring Betik Health Center, Wonosobo-Tanggamus 2019.Method: A quantitative study by quasi experimental with One group pretest - posttest. The population was 34 respondent, the statistical test used the dependent t-test. The lacation at Siring Betik Health Center, Wonosobo -TanggamusResults: The results of statistical tests using dependent tests obtained p-values of 0,000 (α <0.05). There is an influence of  Musa x paradisiaca flower  by lactating women on breast-milk volume and composition.Conclusion: This research can be used as a guide to provide counseling about the provision of musa x paradisiaca flower  as a non-pharmacological alternative for lactating women. It is inexpesive and finding in  tropical country such as Indonesia.Keywords : Musa x paradisiaca flower; Lactating women; Breast-milk volume; CompositionPendahuluan: Cakupan pemberian ASI di Indonesia dari 33 provinsi yang melapor, sebanyak 29 di antaranya (88%) berhasil mencapai target renstra 2015. Sedangkan Pada tahun 2016  di Indonesia diketahui bahwa jumlah persentase bayi mendapat ASI eksklusif sampai usia 6 bulan sebesar 29,5% dan bayi yang mendapat ASI usia 0-5 bulan sebesar 54 ,0%.Tujuan: Diketahui pengaruh konsumsi Musa Paradisiaca terhadap produksi ASI ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Siring Betik Kec. Wonosobo Kab. Tanggamus Tahun 2019.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest. Populasi sebanyak 34 responden, sampe yang digunakan adalah ibu  menyusui, uji statistik menggunakan uji t-tes dependen. Lokasi  di Wilayah Kerja Puskesmas Siring Betik Kec. Wonosobo Kab. TanggamusHasil: Didapat nilai p-value  0.000 (α<0.05). Terdapat pengaruh konsumsi musa paradisiaca terhadap produksi ASI ibu menyusuiSimpulan: Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan panduan untuk memberikan penyuluhan tentang pemberian pemberian sayur jantung pisang sebagai alternatif non farmakologi memperlancar ASI kepada ibu menyusui, selain ekonomis dan bahanya mudah didapat
PENGARUH PENGGANTIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA SEBAGIAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Karyanto Karyanto; Teguh Pribadi; Yansuri Yansuri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.496 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1439

Abstract

ABSTRACT : BODY IMAGE AND DAY‐TO‐DAY SOCIAL INTERACTION  IN PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS, LAMPUNG-INDONESIABackground: Tuberculosis (TB) is a contagious disease caused by TB (Mycobacterium tuberculosis), most germs invade the lungs, but can also attack other organs. Pre-survey results conducted on October 30, 2017 on 10 families whose family members suffered from Pulmonary TB obtained as many as 7 people (70%) less interacting with the social environment because of changes in body posture, so ashamed to interact with others.Purpose: Knowing that the relationship of self-image with social interaction among patients with tuberculosis at Public Health Services Negeri Agung Waykanan 2018.Methods: This research was a quantitative research and used cross sectional approach. The population in this research was the patient with tuberculosis and the sample of 36 respondents. Data collection using questionnaire sheet. Analysis of data with univariate (average) and bivariate using test (Chi Square).Results : Finding that 25 (69.4%) had a poor self-image, of 27 (75.0%) of respondents had poor social interaction.  The correlation of self-image with social interaction with p-values of 0.012 and OR 8.800.Conclusion: There was correlation between self-image with social interactions among patient with tuberculosis at Public Health Services  Negeri Agung Waykanan 2018. Suggested to the management of Public Health Services (Puskesmas) to be held counseling about tuberculosis to prevent isolation patient in his self.Keywords : Self-image, social interaction, tuberculosisPendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis), sebagian besar kuman menyerang ke paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Hasil pra survey yang dilakukan tanggal 30 Oktober 2017 pada 10 keluarga yang anggota keluarganya menderita TB Paru didapatkan sebanyak 7 orang (70%) kurang berinteraksi dengan lingkungan social karena perubahan dari bentuk tubuhnya yang menjadi sangat kurus, sehingga malu untuk berinteraksi dengan orang lain, sedangkan sebanyak 3 orang (30%) tetap berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya.Tujuan: Diketahui  hubungan gambaran diri dengan interaksi social pada penderita TB Paru di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung Kabupaten Way Kanan tahun 2017.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit TB Paru sebanyak 96 orang, sampel 36 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Pengolahan data editing, coding, entri data, melakukan teknika alisis. Analisis data dengan secara univariat (rata-rata) danbivariat menggunakan uji (Chi Square).Hasil: Didapatkan 25 (69,4%) memiliki gambaran diri buruk dan sebanyak 11 (30,6%) memiliki gambaran diri yang baik,  27 (75,0%) responden  buruk dalam berinteraksi sosial dan sebanyak 9 ( 25,0%) responden baik dalam berinteraksi sosial, dengan p-value 0,012 dan OR 8,800.Simpulan: Ada hubungan gambaran diri dengan interaksi sosial pada penderita Tuberkulosis Wilayah kerja UPT Puskesmas Negri Agung Kabupaten Waykanan tahun 2018. Disarankan kepada manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk diadakan penyuluhan tentang tuberkulosis untuk mencegah pasien isolasi dalam dirinya.
Konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu masa nifas Rilyani Rilyani; Renda Wulandasri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 4 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.115 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i4.1626

Abstract

Banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk outputBackground: Data of Bandar Lampung Health Office in 2018 showed that there were 3 public health centers with lowest exclusive breastfeeding coverages. There were 142 breastfeeding mothers in Sumur Batu public health center, where 102 babies (28.17%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 40 babies received it. There were 919 breastfeeding mothers in Way Kandis public health center, where 621 babies (32.93%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 298 babies received it. There were 98 breastfeeding mothers in Kemiling public health center, where 62 babies (36.73%) did not receive 6 months exclusive breastfeeding and 36 babies received it.Purpose: Knowing influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output.Methods: this was a quantitative research with quasi-experiment method and by using one group pretest and posttest design. Population was 30 respondents and 30 samples were taken by using purposive sampling. Data were analyzed by using dependent t-test.Result: The average scores of breastmilk production from 30 respondents before consuming banana blossom were mean 4.9, standard of deviation 0.854, standard of error 0.1554 and min-max score of 4-7. The average scores of breastmilk production from 30 respondents after consuming banana blossom were mean 7.37, standard of deviation 0.765, standard of error 0.140 and min-max score of 4-8. Dependent t-test result derived p-value 0.000 < α 0.05, then it can be concluded the influence of banana blossom consumption to maternal breastmilk productionConclusion: There was an influence of banana blossom (musa paradisiaca) for increasing maternal breast milk output. The health workers especially midwife should improve their skills with new literatures, training and counseling for each pregnant mother examination, so that they would have sufficient knowledge concerning banana blossom benefit in improving breastmilk production.Keywords: Banana Blossom; Increasing; Maternal Breast Milk OutputPendahuluan: Data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2018 menunjukan bahwa terdapat 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Sumur Batu, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 142, sebanyak 102 bayi (28.17%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 40 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Way Kandis, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 919, sebanyak 621 bayi (32.93%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 298 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Kemiling, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 98, sebanyak 62 bayi (36.73%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 36 ASI mendapat ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur jantung pisang terhadap peningkatan ASI ibu.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design. Populasi dan sampel sebanyak 30 responden, pengambilan sampel dengan purposive sampling, uji statistik menggunakan uji t-tes dependen.Hasil: Rata-rata ASI ibu sebelum pemberian sayur jantung pisang pada ibu terhadap 30 orang ibu menyusui, dengan mean 4,90 standar deviasi 0,854 standar eror 0,1554 dan nilai min-max 4-7, sesudah pemberian sayur jantung pisang pada ibu mean 7,37 standar deviasi 0,765 standar eror 0.140 dan nilai min-max 4-8. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu.Simpulan: Terdapat pengaruh konsumsi sayur jantung pisang dengan peningkatan ASI pada ibu . Petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu hamil, sehingga memiliki pengetahuan tentang manfaat yang cukup terhadap jantung pisang batu dalam meningkatkan produksi ASI.