cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Perawatan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir Pada Masyarakat Suku Karo Purba, Valentina; Fatika, Dhea; Nurmaini, Ima; Suryani, Irma; Nasution, Iftiqhori; Paninsari, Debora
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.15503

Abstract

ABSTRACT Carrying out maternal care during the postpartum period in the Karo tribe is still considered relevant to today's care. Therefore, postpartum care in Karo culture still needs to be reintroduced. Karo culture is still very strong in the implementation of postpartum care for mothers who have just given birth. Traditional medicines are still owned and trusted by the Karo people to this day. One of them is postpartum care for mothers after giving birth, including Kuning Las, Tawar, Minyak Alun Or Minyak Urut, Sembur, and oukup or Mandi Uap, and Bubur Sira Lada. Knowing the Care of Postpartum Mothers and Newborn Babies in the Karo Tribe Community in Pancur Batu sub-district. This research uses quantitative research with chi-square data processing techniques; The population in this study were postpartum mothers and newborn babies in Pancur Batu sub-district. Care for postpartum mothers and newborns in the Karo tribe includes several treatments, namely, oukup, kuning las, tawar (jamu karo), sembur and bubur sira lada. Keyword: Postpartum Mother, Newborns, Karonese Culture ABSTRAK Melakukan perawatan ibu di masa nifas pada suku Karo sampai saat ini dianggap masih relevan dengan perawatan masa kini. Oleh karena itu, perawatan masa nifas pada budaya karo tetap perlu diperkenalkan kembali. Masih sangat kuat budaya karo dalam pelaksanaan asuhan masa nifas pada ibu yang baru melahirkan. Obat-obatan tradisional masih tetap dimiliki dan diyakini oleh masyarakat Karo sampai saat ini. Salah satunya adalah perawatan masa nifas pada ibu pasca melahirkan, antara lain kuning las,tawar,minyak alun atau minyak urut,sembur,dan oukup atau mandi uap,sembur,dan bubur Sira lada. Mengetahui Perawatan Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir Pada Masyarakat Suku Karo Di Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengolahan data chi-square; Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas dan bayi baru lahir suku karo yang berjumlah 150, dengan sample yang diambil sebanyak 50 sample. Perawatan ibu nifas dan bayi baru lahir masyarakat suku karo mencakup beberapa perawatan yaitu, oukup, kuning las, tawar (jamu karo), sembur dan bubur sira lada. Kata Kunci: Perawatan Ibu Nifas, Bayi Baru Lahir, Budaya Suku Karo
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan Terkait Ksehatan Reproduksi dengan Perilaku Pencegahan Seksual Pranikah pada Remaja Putri di SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi Seruikabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Matui, Lastri Tika; Dwilda, Euvanggelia; Prasetyo, Budi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13893

Abstract

ABSTRACT The transitional stage between childhood and adulthood is adolescence. The ability to reproduce is one of the physical changes that take place, yet several occurrences indicate that some teenagers lack knowledge and comprehension of reproductive health. Premarital sexual conduct is also one of the practices that endangers the health of teenagers. Teens' lack of knowledge about reproductive health is one of the things that leads them to participate in premarital sex. This study sought to ascertain the association between adolescent girls' premarital sexual conduct and the role health workers play in reproductive health at SMK Negeri Kainui. The study population consisted of all pupils at SMK N Kainui, and the research methodology employed a cross-sectional, observational analytical study design. Adolescent females enrolled in Kainui State Vocational School's classes X, XI, and XII constituting the research sample were selected completely. The study tool was a distributed questionnaire, and the Spearman's Rho test was used to process the data in order to conduct the data analysis test. Most of the 70 respondents (92.1%) answered well to the role of health workers. Most of the 69 respondents (90.8%) behaved well towards premarital sexual prevention behavior. There is a significant relationship (p=0.000) between the role of health workers and premarital sexual prevention behavior in adolescent girls. The study's conclusion indicates that adolescent girls' premarital sexual preventative activity and the involvement of health professionals are related. Keywords: Role Of Health Workers, Premarital Sexual Preventionbehavior, Adolescent Girls  ABSTRAK Salah faktor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku seksual pranikah yaitu kurangnya pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri di SMK Negeri Kainui. Metode penelitian menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi. Sampel penelitian adalah remaja putri di kelas XI,dan XII SMKN 1 Agribisnis dan Agroteknologi yang diambil dengan menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang disebarkan dan Uji analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji chi square dengan mengolah data menggunakan Spss. Sebagian besar 70 responden (92,1%) menjawab baik terhadap peran tenaga Kesehatan. Sebagian besar 69 responden (90,8%) berperilaku baik terhadap perilaku pencegahan seksual pranikah. Terdapat hubungan signifikan (p=0,013) antara peran tenaga kesehatan dan perilaku pencegahan seksual pranikah pada remaja putri. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan hasil ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan seksual pranikah pada remaja putri. Kata Kunci: Peran Tenaga Kesehatan, Perilaku Seksual Pranikah, Remaja Putri
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Pekerja Wanita di RSUD Naibonat Kia, Prisca Desyani; Hardianto, Gatut; Utomo, Budi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.13908

Abstract

ABSTRACT One woman dies from cervical cancer every two minutes. Nearly 90% of deaths from cervical cancer each year occur in women in low and middle income countries where screening efforts are not optimal. Health workers are expected to be role models for the community who carry out early detection. This study aims to analyze factors related to early detection behavior of cervical cancer in female workers. This research is an observational study with a cross sectional design. The sample in this study were female workers aged 30-50 years, married and sexually active who were willing to be respondents. Women who had cervical cancer and underwent total hysterectomy were not included in this study. Data collection was carried out by conducting interviews with respondents using a questionnaire. The independent variables in this research are education, profession, knowledge, attitudes, affordability of access to services, and family support. Meanwhile, early detection behavior for cervical cancer is the dependent variable. A total of 167 respondents were involved in this research. There is no significant relationship between knowledge and accessibility and early detection of cervical cancer. Occupation of health workers (p=0.13, OR=0.146), non-health workers (p= 0.014, OR=0.105) and family support variables (p= 0.001, OR= 5.997) are factors related to early detection behavior of cervical cancer. The factor found to most influence the behavior of early detection of cervical cancer was family support with OR 5.997 (95% CI OR: 2.190-16.419). Lack of family support will have a 5 times greater influence on female workers not carrying out early detection of cervical cancer. Good family support, supported by sufficient information and high motivation does not rule out the possibility of respondents carrying out early detection examinations for cervical cancer. Keywords: Cervical Cancer, Early Detection, Pap Smear  ABSTRAK Satu wanita meninggal karena kanker serviks setiap dua menit. Hampir 90% kematian akibat kanker serviks setiap tahunnya terjadi pada wanita di negara berpenghasilan rendah dan menengah dimana upaya skrining belum optimal. Tenaga kesehatan diharapkan menjadi panutan masyarakat yang melakukan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada pekerja wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja wanita berusia 30-50 tahun, telah menikah dan aktif berhubungan seksual yang bersedia menjadi responden. Wanita yang menderita kanker serviks dan melakukan histeroktomi total tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan kuesioner. Variabel independent pada penelitian ini adalah pendidikan, profesi, pengetahuan, sikap, keterjangkauan akses pelayanan, dan dukungan keluarga. Sedangkan perilaku deteksi dini kanker serviks merupakan variabel dependen. Sebanyak 167 responden terlibat pada penelitian ini. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan keterjangkauan akses dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Pekerjaan petugas kesehatan (p=0,13, OR=0,146), non petugas kesehatan (p= 0,014, OR = 0,105) dan variabel dukungan keluarga (p= 0,001, OR= 5,997) merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Faktor yang ditemukan paling mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker serviks adalah dukungan keluarga dengan OR 5,997 (95% CI OR: 2,190-16,419). Dukungan keluarga yang kurang akan berpengaruh 5 kali lebih besar untuk pekerja wanita tidak melakukan deteksi dini kanker serviks. Dukungan keluarga yang baik, didukung dengan informasi yang cukup dan motivasi yang tinggi tidak menutup kemungkinan responden melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.  Kata Kunci: Kanker Serviks, Deteksi Dini, Pap Smear
Determinan Keterlambatan Bicara pada Anak: Literatur Review Nashirah, Fadhilah Maimunah; Frety, Endyka Erye
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13892

Abstract

ABSTRACT Speech development delay is a common speech and language disorder in preschool children, evidence suggests that untreated speech and language delay occurs in 40%-60% of children worldwide. This literature review aims to identify the determinants of speech delay in children. A search for articles on the determinants of speech delay in children was conducted in November 2023. Databases used included Pubmed, Scopus, Science Direct, Web of Science, and SINTA using the keywords 'determinants, speech delay, and children'. Five articles were selected that met the inclusion criteria and were published in the last five years from 2018 to 2023. From the 5 articles that meet the criteria of this literature, it is found that the factors that affect children's developmental delays are breastfeeding for 6 months, exposure to gadgets, nutritional status, parental attitudes, economy, interaction, and child gender. Speech delay can be recognized quickly, but due to complex causal factors and the attitude of parents who often consider it common, treatment is delayed. Keywords: Determinant, Speech Delay, Children ABSTRAK Keterlambatan perkembangan bicara merupakan gangguan bicara dan bahasa yang sering terjadi pada anak-anak prasekolah, bukti menunjukkan bahwa keterlambatan bicara dan bahasa yang tidak tertangani  terjadi pada 40%-60% anak-anak di dunia. literatur review ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan keterlambatan bicara pada anak. Pencarian artikel mengenai determinan keterlambatan bicara pada anak dilakukan pada bulan November 2023. Database yang digunakan antara lain Pubmed, Scopus, Science Direct, Web of Science, dan SINTA dengan menggunakan kata kunci ‘determinan, speech delay, dan children’. Artikel yang dipilih sebanyak 5 artikel yang memenuhi peryaratan kriteria inklusi dan diterbitkan lima tahun terakhir tepatnya tahun 2018 hingga 2023. Dari 5 artikel yang memenuhi kriteria literatur ini didapatkan faktor yang mempengaruhi keterlambatan perkembangan anak yaitu ASI selama 6 bulan, paparan gadget, status gizi, sikap orang tua, ekonomi, interaksi, dan jenis kelamin anak. Keterlambatan bicara dapat diketahui dengan cepat, tetapi karena faktor penyebab yang kompleks dan sikap orang tua yang sering mengganggap hal tersebut umum terjadi, penanganan pun menjadi terlambat. Kata kunci: Determinan, Keterlambatan Bicara, Anak
Kebutuhan Pengetahuan Bidan Mengenai Triple Eliminasi (HIV, Sifilis Dan Hepatitis B). Fatin, Raden Fadhila; Budiono, Dwi Izzati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13891

Abstract

ABSTRACT Mother-to-child transmission of infections (HIV, Sifilis and  Hepatitis B) are still high in Indonesia, with transmission occurring during pregnancy, childbirth and breastfeeding. The impact of vertical transmission can increase maternal and child morbidity, neonatal mortality and congenital disability. Triple elimination aims to prevent transmission and improve treatment of mothers and children for better quality of life. This study aims to determine the level of knowledge of midwives regarding triple elimination (HIV, Syphilis and Hepatitis B) and analyze factors (age, education, tenure and sources of information) that can affect midwives' knowledge. The research was conducted in the form of observational analytics with a cross sectional study approach to determine the effect of cause-and-effect between variables without providing intervention from the variables to be studied. Data collection techniques were carried out by research enumerators, where filling out the questionnaire using google form. Statistical tests in this study used chi square, fisher exact and kruskal walis tests. Midwives have low knowledge about triple elimination (81.1%) which means that midwives still have limited information about triple elimination (HIV, Syphilis and Hepatitis B). Age, education, experience and source of information did not have a significant relationship with midwives' knowledge (p> 0.05). The age of midwives ≥ 26 years old has low knowledge (80.5%) and the period of midwifery work (p>0.05). Midwives aged ≥ 26 years had low knowledge (80.5%) and midwive experience ≥ 5 years mostly had low knowledge (77.9%). Higher age and experience do not guarantee that someone has good knowledge. In this study, there were two respondents with a history of undergraduate education (postgraduate) who had low knowledge, even education does not reflect that someone has good knowledge. Age, education, experience and source of information do not have a significant relationship with midwives' knowledge. A person's knowledge can be influenced by other factors such as socio-culture, interest/motivation and curiosity. Keywords: Midwife, Triple Elimination, Knowledge, Mother-To-Child Vertical Transmission   ABSTRAK Kasus penularan infeksi (HIV, Sifilis dan Hepatitis B) ibu ke anak masih tinggi di Indonesia, diantara penyebab penularan dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan menyusui. Dampak penularan vertikal tersebut yang dapat meningkatkan angka kesakitan ibu dan anak, kematian neonatal dan kecacatan kongenital. Triple eliminasi dilakukan bertujuan untuk mencegah penularan dan meningkatkan pengobatan pada ibu dan anak agar kehidupan ibu dan anak lebih berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan bidan mengenai triple eliminasi (HIV, Sifilis dan Hepatitis B) dan menganalisis faktor (umur, pendidikan, masa kerja dan sumber informasi) yang dapat mempengaruhi pengetahuan bidan. Penelitian dilakukan berupa analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study untuk mengetahur pengaruh sebab-akibat antar variabel tanpa memberikan intervensi dari variabel yang akan diteliti. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Teknik pengumpulan data dilakukan oleh enumerator penelitian, dimana pengisian kuesioner menggunakan google form. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square, fisher exact dan kruskal walis. Bidan mempunyai pengetahuan yang rendah mengenai triple eliminasi (81,1%) dimana artinya bidan masih memiliki keterbatasan informasi mengenai triple eliminasi (HIV, Sifilis dan Hepatitis B). Umur, pendidikan, masa kerja dan sumber informasi tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pengetahuan bidan (p> 0,05). Umur bidan ≥ 26 tahun memiliki pengetahuan yang rendah (80,5%) dan masa kerja ≥ 5 tahun sebagian besar memiliki pengetahuan rendah (77,9%). Umur dan masa kerja yang semakin tinggi, tidak menjamin seseorang memiliki pengetahuan yang baik. Pada penelitian ini terdapat dua responden dengan riwayat pendidikan strata 2 (pasca sarjana) memiliki pengetahuan yang rendah, pendidikan pun tidak memberikan cerminan bahwa seseorang mempunyai pengetahuan yang baik. Umur, pendidikan, masa kerja dan sumber informasi tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pengetahuan bidan. Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor lain sepeti sosial-budaya, minat/motivasi dan rasa ingin tahu. Kata kunci: Bidan, triple eliminasi, pengetahuan, penularan vertikal ibu ke anak
Teknik Relaksasi Genggam Jari (Finger Hold) terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Gangguan Nyeri Akut di Ruang Penyakit Dalam Eriyani, Theresia; Karwati, Karwati; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17029

Abstract

ABSTRACT A hernia is a condition in which a protrusion or lump occurs in one part of the body that should not be there. Actions that can be taken to overcome hernias are surgery, surgery can cause postoperative pain. Objective to reduce pain through pain management. Therefore, researchers are interested in conducting a case study on pain management interventions in patients with acute pain. The research design used is a case study with a nursing process approach. After the implementation of pain management includes identification of location, characteristics, duration, frequency, quality, intensity of pain, identification of pain scale, identification of non-verbal pain responses, providing non-pharmacological techniques to reduce pain, finger grip techniques and advocating for early mobilization and collaboration in providing pharmacology to overcome acute pain in patients. The case study showed significant improvement from the pain scale of 2 (0-10) on the third day, the patient was no longer grimacing, there were no signs of infection, the patient said the pain was reduced and the patient said he could tilt to the left. The analysis of nursing problems in this case study was partially resolved. Analysis of Nursing Problems with Acute Pain in Partially Resolved Cases. The first day is nursing care at night, the second day is done in the morning and the third day is done in the morning. Showing improvement in the patient's condition is evidenced by the pain scale value of 2 (0-10) where the result is included in the range of the mild pain scale. Keywords: Early mobilization, Finger grip, Hernia, Nursing care, Pain management  ABSTRAK Hernia adalah suatu keadaan dimana terjadinya penonjolan atau benjolan pada salah satu bagian tubuh yang seharusnya tidak ada. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia yaitu pembedahan, pembedahan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri post operasi. Tujuan untuk mengurangi nyeri melalui manajemen nyeri. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan studi kasus mengenai intervensi manajemen nyeri pada pasien dengan nyeri akut. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Setelah dilakukan implementasi manajemen nyeri meliputi identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, identifikasi skala nyeri, identifikasi respon nyeri non verbal, memberikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri teknik genggam jari serta menganjurkan untuk mobilisasi dini dan melakukan kolaborasi pemberian farmakologi untuk mengatasi nyeri akut pada pasien. Studi kasus menunjukan perbaikan dengan signifikan dilihat dari skala nyeri 2 (0-10) pada hari ke tiga, pasien sudah tidak meringis, tidak ada tanda- tanda infeksi, pasien mengatakan nyeri berkurang dan pasien mengatakan sudah bisa miring kana miring kiri. Analisa masalah keperawatan pada studi kasus ini teratasi sebagian. Analisa masalah keperawatan dengan Nyeri Akut pada kasus teratasi sebagian. Hari pertama dilakukan asuhan keperawatan pada malam hari, hari kedua dilakukan pada pagi hari dan di hari ketiga dilakukan pada pagi hari. Menunjukan perbaikan kondisi pasien dibuktikan dengan nilai skala nyeri 2 (0-10) di mana hasil tersebut termasuk ke dalam rentang skala nyeri ringan.Kata Kunci: Asuhan keperawatan, Genggam jari, Hernia, Manajemen nyeri, Mobilisasi dini
Terapi Antiplatelet Ganda Durasi Pendek terhadap Durasi Standar pada Pasien Resiko Perdarahan Tinggi setelah Intervensi Koroner Perkutan: Litteratur Review Eryani, Kurnia; Subakti Z, Bambang
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.17121

Abstract

ABSTRACT Percutaneous coronary intervention (PCI) is a procedure involving stent placement that is commonly performed in patients with acute coronary syndrome (ACS) to increase oxygen perfusion to the myocardium. Dual antiplatelet therapy (DAPT) after PCI is important to prevent stent thrombosis. The duration of DAPT therapy along with the development of new generation drug eluting stents (DES) can be shortened by 1-3 months but it is necessary to consider the risk of bleeding and ischemia in patients. The purpose of this literature review is to update the ischemic and bleeding outcomes in the use of DAPT therapy for 1 and 3 months compared to the standard therapy duration of 6 and 12 months in patients with high bleeding risk after PCI. This research method is qualitative by conducting a search using the PubMed and Science direct databases with a publication year limit of 2019-2024. The articles obtained were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results obtained were 5 research articles with a total population of 16,654 participants and 1 article with a randomized clinical trial (RCT) design. The results of using short-term DAPT therapy with standard duration by looking at the results of myocardial ischemia and bleeding through NACE, MACCE, death/myocardial infarction, stent thrombosis, and bleeding measurements. All articles provide results of short-term DAPT therapy (1-3 months) that are not inferior to the results of standard therapy duration. Keywords: Acute coronary syndrome (ACS); Percutaneous coronary intervention (PCI); Dual antiplatelet therapy (DAPT); High bleeding risk (HBR) ABSTRAK Intervensi koroner perkutan (IKP) merupakan tindakan dengan pemasangan stent yang biasa dilakukan pada pasien sindrom koroner akut (SKA) untuk meningkatkan perfusi oksigen ke miokard jantung. Terapi antiplatelet ganda setelah tindakan IKP penting untuk mencegah trombosis stent. Durasi terapi antiplatelet ganda seiring perkembangan drug eluting stent (DES) generasi baru penggunaanya dapat diperpendek 1- 3 bulan, namun perlu mempertimbangkan risiko perdarahan dan iskemia pada pasien. Tujuan litteratur review ini untuk mengupdate hasil iskemia dan perdarahan pada penggunaan terapi DAPT durasi 1 dan 3 bulan dibandingkan dengan durasi terapi standar 6 dan 12 bulan pada pasien resiko perdarahan tinggi setelah IKP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain litteratur review. Data dikumpulkan dari berbagai referensi yang diperoleh melalui pencarian di database PubMed dan ScienceDirect, dengan pembatasan pada artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2024. Proses seleksi artikel dilakukan melalui screening cepat, menghasilkan 5 artikel penelitian dengan total populasi 16.654 peserta, serta 1 artikel yang menggunakan desain uji klinis acak (randomized clinical trial, RCT). Hasil penggunaan terapi DAPT durasi pendek dengan durasi standar dengan melihat hasil iskemia miokard dan perdarahan melalui pengukuran NACE, MACCE, kematian/ infark miokard, trombosis stent, dan perdarahan. Semua artikel memberikan hasil terapi DAPT durasi pendek (1-3 bulan) tidak kalah dibandingkan hasil durasi terapi standar. Kata Kunci: Sindrom koroner akut (SKA); Intervensi koroner perkutan (IKP); Terapi antiplatelet ganda; Risiko perdarahan tinggi
Literature Review: Pengaruh Minuman Kopi terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien DM Tipe 2 Ferry, Ferry; Wijonarko, Wijonarko
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17616

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic chronic disease characterized by high blood glucose levels due to impaired insulin production, impaired insulin action or both. Increased blood sugar levels can increase risk levels and complications such as stroke, ketoacidosis, diabetic retopathy, diabetic ulcers and other complications.This study aims to analyze the effect of coffee consumption on reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus: The research design used in this paper is a literature review study, regarding coffee consumption interventions to reduce blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Literature searches were collected from the results of online journal searches, which were obtained in the form of journals from googgle scholar as many as 5 national journals relevant to the topic.Results: Coffee consumption has the potential to reduce blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The majority of respondents involved were female, and there were differences in results between journals regarding the duration of the coffee intervention. Overall, coffee has a positive effect in regulating blood sugar levels, especially when given regularly.As a safe and affordable alternative to nonpharmacological therapy, coffee consumption can be part of a holistic approach in managing type 2 diabetes mellitus. Keywords: Coffee, blood sugar level, diabetes type 2  ABSTRAK Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronik metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi akibat adanya gangguan produksi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Peningkatan kadar gula darah dapat meningkatkan kadar resiko serta komplikasi seperti stroke, ketoasidosis, diabetikum retopati, ulkus diabetikum dan komplikasi lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini adalah studi literature review, mengenai intervensi konsumsi kopi untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Pencarian literature dikumpulkan dari hasil penelusuran jurnal secara online, yang didapat berupa jurnal dari googgle scholar sebanyak 5 jurnal nasional yang relevan dengan topik.Hasil: Konsumsi kopi berpotensi menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Mayoritas responden yang terlibat adalah perempuan, dan terdapat perbedaan hasil antara jurnal-jurnal yang mengenai durasi intervensi kopi. Secara keseluruhan, kopi memiliki efek positif dalam mengatur kadar gula darah, terutama ketika diberikan secara rutin.Sebagai alternatif terapi nonfarmakologi yang aman dan terjangkau, konsumsi kopi dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam mengelola diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci: Kopi, Kadar Gula Darah, Diabetes Mellitus Tipe 2
Pengaruh Rebusan Daun Seledri dan Jus Belimbing terhadap Upaya untuk Menurunkan Tensi Darah Pada Wanita Perimenopouse dengan Hipertensi di Puskesmas Tanjung Harapan Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Imani, Emalia Nur; Lisca, Shinta Mona
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15254

Abstract

ABSTRACT In menopausal women, hypertension is the main risk factor for increased cardiovascular morbidity and mortality. According to data from Posbindu PTM at the Tanjung Harapan health center in the 45-50 year age group, 255 mothers who visited, 60 perimenopausal mothers (23.5%) had hypertension. Celery leaf decoction and star fruit juice contain flavonoid nutrients, phytosterols, apigenin, apiin, vitamin K, and vitamin C which can play a role in diuretic effects and maintain blood vessel elasticity. To determine the effect of boiled celery leaves and starfruit juice on efforts to lower blood pressure in perimenopous women with hypertension at the Tanjung Harapan Public Health Center, Marga Tiga District, East Lampung Regency in 2023. This research is a quasi-experimental (quasi-experimental) using a pretest posttest control group design and the population consists of all perimenopausal mothers who experience hypertension who are at the Tanjung Harapan Community Health Center, East Lampung Regency for the period January - October 2023, consisting of 100 respondents with a sample of 60 respondents. using purposive sampling technique. The data used is primary data obtained by making observations. It is known that systolic blood pressure before the intervention of boiled celery leaves in perimenopausal mothers averaged = 12.094 cm and after the intervention the average = 3.375 cm and star fruit juice averaged = 11.969 cm and after the intervention the average = 6.0 cm. There is a difference between boiled celery leaves and star fruit juice in reducing systolic blood pressure in perimenopausal mothers in the Tanjung Harapan Community Health Center Working Area, East Lampung Regency in 2024. Keywords: Celery Leaves, Starfruit, Premenopause, Hypertension  ABSTRAK Wanita dengan keadaan menopause, hipertensi menjadi faktor risiko utama peningkatan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Menurut data Posbindu PTM di puskesmas tanjung harapan kelompok umur 45-50 tahun 255 ibu yang melakukan kunjungan 60 ibu perimenopose (23.5%) mengalami hipertensi. Rebusan daun seledri dan jus belimbing memiliki nutrisi flavanoid, fitosterol, apigenin, apiin, vitamin k, dan vitamin c yang dapat berperan pada efek diuretik dan mempertahankan elastisitas pembuluh darah. Mengetahui pengaruh rebusan daun seledri dan jus belimbing terhadap upaya untuk menurunkan tensi darah pada wanita perimenopouse dengan hipertensi di Puskesmas Tanjung Harapan Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Tahun 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan menggunakan rancangan pretest posttest control group design dan populasi berupa seluruh ibu Perimenopouse yang mengalami Hipertensi yang berada di Puskesmas Tanjung Harapan Kabupaten Lampung Timur periode bulan Januari - Oktober tahun 2023 sebanyak 100 responden dengan sampel diambil 60 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dengan melakukan observasi. Diketahui bahwa Tekanan darah sistolik sebelum intervensi Rebusan daun seledri pada ibu perimenopouse rata-rata = 12,094 cm dan sesudah intervensi rata-rata = 3,375 cm serta jus belimbing rata-rata = 11,969 cm dan sesudah intervensi rata-rata = 6,0 cm. Terdapat perbedaan Rebusan daun seledri dan jus belimbing terhadap penurunan Tekanan darah sistolik pada ibu perimenopouse di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Harapan Kabupaten Lampung Timur tahun 2024. Kata Kunci: Daun Seledri, Belimbing, Premenopause, Hipertensi
Efektivitas Penggunaan Minuman Jahe Merah dan Jahe Emprit Terhadap Intensitas Nyeri Haid(Dysmenorrhea) pada Remaja Putri di SMPI Al Falah Babelan Bekasi Anggari, Anis Novia; Rostianingsih, Dewi; Aritonang, Tetty Rina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14218

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea or menstrual pain is a gynecological disease caused by an imbalance of the hormone progesterone in the blood, causing menstrual cramps that often occur in women. Women who experience menstrual cramps produce 10 times more prostaglandins than women without menstrual cramps. Purpose to determine the effectiveness of using red ginger drinks and emprit ginger to reduce menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls at SMPI Al-Falah Babelan Bekasi in 2023. In this research the researcher used a pre-experimental approach. This research was carried out with one group pretest-posttest and the sampling technique used purposive sampling with a sample size of 48 respondents divided into two groups. Each group was given ginger drink in the morning and evening during the first to third day of menstruation. Respondents were assessed for pain before and after being given the intervention. Based on the results of the levene test analysis, it is known that the P value is 0.46 (alpha 0.05), meaning that the reduction in menstrual pain in young women when using red ginger and emprit ginger has the same variant. Meanwhile, the results of the Independent T test analysis show that the P value is 0.017, meaning there is a significant difference between the reduction in menstrual pain due to the use of red ginger and emprit ginger. Red ginger and emprit ginger drinks have been proven to be effective in reducing menstrual pain in adolescent girls at SMPI Al Falah Babelan Bekasi in 2023. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger Drink and Emprit Ginger  ABSTRAK Dismenore atau nyeri haid merupakan penyakit ginekologi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga menyebabkan kram menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Wanita yang mengalami kram menstruasi menghasilkan prostaglandin 10 kali lebih banyak dibandingkan wanita tanpa kram menstruasi. Tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan minuman jahe merah dan jahe emprit terhadap pengurangan nyeri haid (dismenore) pada remaja putri di SMPI Al-Falah Babelan Bekasi Tahun 2023. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan pre eksperimental Penelitian ini dilakukan dengan one group pretest-posttest dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 48 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diberikan minuman jahe pada pagi dan sore hari saat menstruasi hari pertama hingga hari ketiga. Responden dinilai dari nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil analisis uji levene diketahui nilai P sebesar 0,46 (alpha 0,05) artinya penurunan nyeri haid remaja putri pada penggunaan jahe merah dan jahe emprit memiliki varian yang sama. Sementara itu hasil analisis uji T Independent diketahui nilai P sebesar 0,017 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penurunan nyeri haid akibat penggunaan jahe merah dan jahe emprit. Minuman jahe merah dan jahe emprit terbukti efektif terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMPI Al Falah Babelan Bekasi Tahun 2023. Kata Kunci: Dysmenorrhea, Minuman Jahe Merah dan Jahe Emprit

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue