cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Latihan Bernapas dengan Bibir Mengerucut (Pursed Lip Breathing) terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK Inayati, Anik; Ayubbana, Sapti; Dewi, Nia Risa; Pakarti, Asri Tri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17243

Abstract

ABSTRACT Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a common lung disease that causes limited airflow and breathing problems. COPD patients who undergo treatment generally experience a decrease in SPO2 <95% which can have a negative impact on the patient's condition. Companion therapy to help increase SPO2 can be done through breathing exercises. The purpose of this study was to determine the effect of pursed lip breathing (PLB) on SPO2 in COPD patients. This study was conducted using a quasi-experimental study with a non-randomized control group pretest posttest design, the sample used was 28 divided into intervention and control groups, each group consisting of 14 people. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis. The results of the independent t-test analysis showed that pursed lip breathing exercises were proven to have an effect on increasing SPO2 in COPD patients (p-value 0.002), the difference in the mean SPO2 of the two groups was 1.214%. It is hoped that PLB exercises can be used as one of the companion therapies for COPD patients who experience decreased SPO2. Keywords: Pursed Lip Breathing, SPO2, COPD  ABSTRAK Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru-paru umum yang menyebabkan aliran udara terbatas dan masalah pernapasan. Pasien PPOK yang data menjalani perawatan umumnya mengalami penurunan SPO2 <95% yang dapat berdampak buruk pada kondisi pasien. Terapi pendamping untuk membantu meningkatkan SPO2 dapat dilakukan melalui latihan pernapasan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pursed lip breathing (PLB) terhadap SPO2 pasien PPOK. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi kuasi eksperimen dengan rancangan non randomized control group pretest posttest design, sampel yang dipergunakan sebanyak 28 terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing kelompok 14 orang. Analisa data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis independent t test menunjukkan bahwa latihan pursed lip breathing terbukti berpengaruh terhadap peningkatan SPO2 pasien PPOK (p-value 0,002), selisih rerata SPO2 kedua kelompok adalah sebesar 1,214%. Diharapkan  latihan PLB dapat digunakan sebagai salah satu terapi pendamping bagi pasien PPOK yang mengalami penurunan SPO2. Kata Kunci: Pursed Lip Breathing, SPO2, PPOK
Perbandingan Efektivitas Konsumsi Air Rebusan Daun Sirih dengan Konsumsi Air Rebusan Daun Kemangi terhadap Keputihan Fisiologis pada Wanita Usia Subur di PMB Nana Kabupaten Pandeglang Bachtiar, Namyra Aghni; Putri, Rizkiana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16560

Abstract

ABSTRACT Women of childbearing age (WUS) are women whose reproductive organs function well between the ages of 20-45 years, but tropical climate areas have the potential to increase vaginal discharge. One of the non-physiological treatments for vaginal discharge is by administering boiled water from betel leaves and basil leaves to treat the pathological symptoms of vaginal discharge. Examining the effectiveness of consuming boiled water from betel leaves and basil leaves on women of childbearing age with vaginal discharge in PMB Nana, Pandeglang Regency in 2023. This research uses a qualitative research design with a case study approach. This activity was carried out at PMB Nana, Pandeglang Regency. The time for midwifery care activities was carried out from February 2024 to March 2024. This activity was carried out on 2 women of childbearing age between the ages of 20-35 years in PMB Nana, Pandeglang Regency 2024. Determining the sample in this study used a purposive sampling technique. Mrs. U, aged 23 years, before being given boiled water from betel leaves experienced physiological vaginal discharge and after being given boiled water from betel leaves no longer experienced physiological vaginal discharge on day 6. Mrs. A 25 year old before being given basil leaf boiled water experienced physiological vaginal discharge and after being given basil leaf boiled water no longer experienced physiological vaginal discharge on day 7. Consuming boiled water from betel leaves is more effective in treating physiological vaginal discharge in women of childbearing age compared to drinking water. boiled basil leaves with a difference of 1 day. Women who experience vaginal discharge are expected to consume boiled water from betel leaves or boiled water from basil leaves to treat vaginal discharge well before being given further treatment.. Keywords: Betel Leaves, Basil Leaves, Vaginal Discharge, Women of Childbearing Age  ABSTRAK Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun, namun wilayah iklim tropis berpotensi meningkatkan penyakit keputihan. Salah satu pengobatan non fisiologis untuk penyakit keputihan adalah dengan pemberian rebusan air daun sirih dan daun kemangi untuk mengatasi gejala patologis keputihan. Mengkaji efektivitas konsumsi air rebusan daun sirih dan daun kemangi terhadap wanita usia subur dengan keputihan di PMB Nana Kabupaten Pandeglang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan di PMB Nana Kabupaten Pandeglang. Waktu kegiatan asuhan kebidanan dilaksanakan pada bulan Februari 2024 s/d Maret 2024. Kegiatan ini dilakukan pada wanita usia subur sebanyak 2 orang antara umur 20- 35 tahun di PMB Nana Kabupaten Pandeglang 2024. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Ny. U usia 23 tahun sebelum diberikan air rebusan daun sirih mengalami keputihan fisiologis dan sesudah diberikan air rebusan daun sirih sudah tidak mengalami keputihan fisiologis pada hari ke 6. Ny. A usia 25 tahun sebelum diberikan air rebusan daun kemangi mengalami keputihan fisiologis dan sesudah diberikan air rebusan daun kemangi sudah tidak mengalami keputihan fisiologis pada hari ke 7. Pemberian konsumsi air rebusan daun sirih lebih efektif dalam mengatasi keputihan fisiologis pada wanita usia subur dibandingkan dengan konsumsi air rebusan daun kemangi dengan selisih perbedaan 1 hari. Wanita yang mengalami keputihan diharapkan mampu mengonsumsi air rebusan daun sirih atau air rebusan daun kemangi untuk mengatasi keputihan dengan baik sebelum diberikan pengobatan lebih lanjut. Kata Kunci: Daun Sirih, Daun Kemangi, Keputihan, Wanita Usia Subur
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Kejadian Infeksi Nosokomial dengan Upaya Pencegahannya di Lingkungan IGD Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Kelapadua Depok Suprapto, Hendri; Sumirat, Asep Rusman Iriana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14282

Abstract

ABSTRACT According to data (WHO) in 2016 that in Europe the prevalence of nosocomial infections annually is more than 4-4.5 million patients, while in the United States the prevalence is estimated at 1.7 million patients.  This prevalence represents 4.5% to 99,000 deaths from nosocomial infections. There were 7 cases out of 100 patients admitted to hospitals in developing countries and 10 cases out of 100 people in developing countries affected by nosocomial infections. To determine the relationship between the level of knowledge of nurses about the incidence of nosocomial infections with prevention efforts in the emergency room of Bhayangkara Brimob Hospital Kelapadua Depok. This research is a quantitative research with a cross sectional study approach, which is a study to study the dynamics of correlation between risk factors and effects through an approach, by approaching, observing and collecting data at once at a time (point time approach). Demonstrate the level of knowledge associated with efforts to prevent nosochiomial infections (p-value 0,003). There is a relationship between the level of knowledge and the prevention of nosokiomial infections. It is hoped that the hospital can provide training and seminars for nurses related to the ability to prevent and control nosocomial infections, so that the increase in the incidence of nosocomial infections can be avoided. Keywords: Kangaroo Mother Care, Thermoregulation, Low Birth Weight  ABSTRAK Menurut data (WHO) pada tahun 2016 bahwa di Eropa prevelensi kejadian infeksi nosokomial setiap tahunnya lebih dari 4-4,5 juta pasien, sedangkan di Amerika Serikat prevelensi diperkirakan 1,7 juta pasien.  Prevelensi ini mewakili 4,5 % untuk 99.000 kematian akibat infeksi nosokomial. Tercatat 7 kasus dari 100 penderita masuk rumah sakit di Negara berkembang dan 10 kasus dari 100 orang di Negara sedang berkembang yang terkena infeksi nosokomial. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang kejadian infeksi nosokomial dengan upaya pencegahannya di lingkungan IGD Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Kelapadua Depok. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efek melalui pendekatan, dengan cara pendekatan, observasi dan pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Menunjukkan tingkat pengetahuan berhubungan dengan upaya pencegahan infeksi nosokiomial (p-value 0,003). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan infeksi nosokiomial. Diharapkan pihak Rumah Sakit dapat memberikan pelatihan serta seminar bagi perawat terkait kemampuan dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial, sehingga kenaikan angka kejadian infeksi nosokomial dapat dihindari. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Upaya Pencegahan, Infeksi Nosokomial
Perbedaan Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Leaflet dan Audio Visual (Vidio) terhadap Pengetahuan Keluarga Terkait Pemberian Obat Pada ODGJ di Desa Sukabahkti Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang Herlina, Dian; Hermawan, Nur Sefa Arief; Nurdiannsyah, Tubagus Erwin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.18097

Abstract

ABSTRACT Mental health is not only related to personal or psychological problems but also to social or community problems. Mental health is closely related to the social context because the phenomenon of mental disorders also has an impact on social life in society. The aim of this research is to determine the difference in the effectiveness of health education using leaflets with audio-visual (video) on family knowledge regarding administering medication to ODGJ in Sukabhakti Village, Gedung Aji Baru District, Tulang Bawang Regency in 2024. This type of research is a quasi-experiment with the aim of obtaining a comparison of learning results from two different learning methods. The population and sample in the study were the families of ODGJ patients totaling 35 people in Sukabhakti Village, Gedung Aji Baru District, Tulang Bawang Regency in 2024. The sampling technique is the total population, namely 35 respondents. The results of the Mann-Whitney test showed that the knowledge p-value was 0.007 (<0.05), meaning there was a difference in the average effectiveness of providing video media and leaflet media. The mean knowledge of video media with leaflets is 2.83. From this average difference, it can be concluded that leaflet media is more effective than video media. Average knowledge before (26.40) after (30.74) given education in the form of family knowledge leaflets regarding drug administration to ODGJ in Sukabhakti Village, Gedung Aji Baru District, Tulang Bawang Regency in 2024 Education through video media (P=0.000) and leaflet media (P=0.000) P=0.001) regarding family knowledge regarding administering medication to ODGJ in Sukabhakti Village, Gedung Aji Baru District, Tulang Bawang Regency in 2024, effective in increasing knowledge with a mean difference in knowledge (2.83) in Sukabhakti Village, Gedung Aji Baru District, Tulang Bawang Regency in 2024. Keywords: Effectiveness, Video, Leaflet and ODGJ  ABSTRAK Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan masalah pribadi atau psikologis saja tetapi juga dengan masalah sosial atau masyarakat. Kesehatan jiwa sangat erat kaitannya dengan konteks sosial sebab adanya fenomena gangguan jiwa juga berdampak pada kehidupan sosial di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah diketahui perbedaan efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan leaflet dengan oudio visual (vidio) terhadap pengetahuan keluarga terkait pemberian obat pada ODGJ di Desa Sukabhakti Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan tujuan untuk mendapatkan perbandingan hasil pembelejaran dari dua metode pembelajaran yang berbeda. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah keluarga dari pasien ODGJ berjumlah 35 orang di Desa Sukabhakti Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 . Teknik pengambilan sampel adalah total populasi yaitu sejumlah 35 orang responden. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil nilai p- value pengetahuan 0,007 (<0,05) berarti ada perbedaaan rata-rata efektivitas pemberian media video dan media leafleat. Mean pengetahuan media video dengan leafleat 2.83 dari perbedaan rata-rata ini dapat disimpulkan bahwa media leafleat lebih efektif dari pada media video.Kesimpulan Rata-rata pengetahuan sebelum (26.40) sesudah (30.74) diberikan edukasi berupa media leaflet pengetahuan keluarga terkait pemberian obat pada ODGJ di Desa Sukabhakti Kecamatan Gedung Aji Baru  Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 Edukasi melalui media video (P=0.000) dan media leaflet (P=0.001) tentang pengetahuan keluarga terkait pemberian obat pada ODGJ di Desa Sukabhakti Kecamatan Gedung Aji Baru  Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024  efektif dalam meningkatkan pengetahuan dengan beda mean pengetahuan (2.83) di Desa Sukabhakti Kecamatan Gedung Aji Baru  Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024. Kata Kunci: Efektifitas, Video, Leaflet dan ODGJ
Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Operasi Mastektomi di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Apridawati, Leni; Antoro, Budi; Maryuni, Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.15432

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is a disease with a high mortality rate. The management of breast cancer includes surgical intervention (mastectomy), which can result in post-operative pain. Non-pharmacological pain management techniques that are easy to implement and have no side effects include autogenic relaxation techniques. The research aims to determine the effect of autogenic relaxation techniques on the pain scale of post-mastectomy patients at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital in Lampung Province. This is a quantitative study with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group. The population in this study consists of all post-mastectomy patients, with an average sample size of 34 mastectomy patients. Accidental sampling is used as the sampling technique. Data analysis is conducted using the independent sample t-test. The univariate analysis results show that the average pain scale in the intervention group is 6.18 ± 1.185, which decreases to 4.24 ± 1.348 after the intervention. In comparison, the average pain scale in the control group before receiving pharmacological therapy is 6.35 ± 1.057, which decreases to 5.35 ± 1.057 after receiving pharmacological therapy. The bivariate analysis results indicate a significant difference in the impact of the treatment group compared to the control group in reducing the pain scale of post-mastectomy patients (p-value= 0.011). It is recommended for nurses to implement autogenic relaxation techniques as part of the post-mastectomy patient care program in the Surgical Ward. Keywords: Autogenic Relaxation Technique, Pain Scale, CA Mamae  ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Penatalaksanaan kanker payudara salah satunya dilakukan dengan pembedahan (mastektomi), dimana akan menimbulkan nyeri pasca opeasi. Penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis yang mudah dilaksanakan dan tidak memiliki efek samping yaitu teknik relaksasi autogenik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap skala nyeri pasien post operasi mastektomi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasi eksperiment design dengan menggunakan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi mastektomi, rata-rata pasien operasi mastektomy dengan jumlah sampel 34 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test.  Hasil analisis univariat diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri pada kelompok intervensi adalah 6,18 ± 1,185, sedangkan setelah dilakukan intervensi menjadi 4,24 ± 1,348. Rata-rata skala nyeri pada kelompok kontrol sebelum diberi terapi farmakologi adalah 6,35 ± 1,057, sedangkan setelah diberi terapi farmakologi menjadi 5,35 ± 1,057. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya perbedaan pengaruh kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dalam menurunkan skala nyeri pasien post operasi mastektomi (p-value= 0,011). Saran bagi perawat agar dapat mengimplementasikan teknik relaksasi autogenik sebagai bagian dari program perawatan pasien post operasi mastektomi di Ruang Bedah. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Autogenik, Skala Nyeri, CA Mamae
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Jahe Merah terhadap Penurunan Intensitas Dismenorea pada Remaja Putri di MTS Darul Falah Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Lestari, Wiwin; Mariza, Ana; Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11614

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women in Indonesia. Dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: to determine the effectiveness of giving Red Ginger boiled water to reduce the intensity of dysmenorrhea in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023. The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. Research population The population in this study were all young women in grades VII, VIII, IX at Mts Darul Falah in the 2023 academic year. The sample in this study was 37 people. Analysis using the Wilcoxon test. The result are the average level of dysmenorrhea before administration of red ginger boiled water (zingibers officinale) in young women was 3.65 with a standard deviation of 0.716. Minimum 3 (mild pain) and maximum 5 (moderate pain). The average level of dysmenorrhea after red ginger cooking (zingibers officinale) in young women was 1.65 with a standard deviation of 0.484. Minimum 1 (mild pain) and maximum 2 (mild pain). There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency p value 0.000 (<α 0.05). Suggestion of the study, it is suggested to use red ginger for dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger, Young Women   ABSTRAK Dismenore merupakan suatu gejala rasa sakit atau rasa tidak enak diperut bagian bawah pada masa menstruasi sampai dapat menggangu aktifitas sehari-hari yang paling sering ditemui pada wanita muda dan reproduktif di Indonesia dismenore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. Di Indonesia angka kejadian nyeri haid tahun 2018 sebanyak 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan penelitian : untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan Jahe Merah terhadap penurunan intensitas dismenorea  pada remaja putri  di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. Populasi penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Remaja Putri kelas VII, VIII, IX di  Mts Darul Falah tahunajaran 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Analisa menggunkan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui Rata-rata Tingkat Disminore sebelum Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 3.65 dengan Standar Deviasi 0,716. Minimal 3 (Nyeri ringan) dan maksimal 5 (nyeri sedang). Rata-rata Tingkat Disminore Sesudah Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 1,65 dengan Standar Deviasi 0,484. Minimal 1 (Nyeri ringan) dan maksimal 2 (Nyeri ringan). Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri disminore pada remaja putri di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  p value 0,000 (<α 0,05) . Disarankan untuk memanfaatkan jahe merah untuk dismenore. Kata Kunci: Disminore, Jahe merah, Remaja Putri
Intervensi Terapi Bobath pada Pasien Stroke Rehabilitasi Lanjut untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik Safitri, Umi Haning; Purwanti, Okti Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14498

Abstract

ABSTRACT Problems that can occur in stroke patients are paralysis (hemiplegia) or weakness (hemiparesis) on one side of the body, to regain their capacity in daily activities, stroke patients need rehabilitation procedures to relearn normal motion patterns while improving posture control skills and selective movements, bobath therapy is needed. To see the picture of the results of Bobath therapy intervention in patients with stroke advanced rehabilitation in overcoming nursing problems of physical mobility disorders. Using a nursing care approach by applying evidence-based nursing practice to advanced rehabilitation stroke patients. Bobath administration to stroke patients who experience impaired physical mobility experienced an increase in muscle strength from muscle strength 3/5 to 4/5. Stroke patients can wait for the Bobath therapy method to help improve functional abilities in stroke patients to be able to move again. Keywords: Bobath Therapy, Stroke, Mobility  ABSTRAK Permasalahan yang dapat terjadi pada penderita stroke adalah kelumpuhan (hemiplegia) atau kelemahan (hemiparesis) pada salah satu sisi tubuh, untuk mendapatkan kembali kapasitas mereka dalam aktivitas sehari-hari, penderita stroke memerlukan prosedur rehabilitasi pembelajaran ulang pola gerak normal sekaligus meningkatkan keterampilan kontrol postur dan gerakan selektif maka diperlukan terapi bobath. Untuk melihat gambaran hasil pemberian intervensi terapi Bobath pada pasien penderita stroke rehabilitasi lanjut dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evidence based practice nursing pada pasien stroke rehabilitasi lanjut. Pemberian Bobath pada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik mengalamai peningkatan kekuatan otot dari kekuatan otot 3/5 menjadi 4/5. Penderita stroke dapat menunggunakan metode terapi Bobath untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita stroke agar bisa beraktivitas kembali. Kata Kunci: Terapi Bobath, Stroke, Mobilitas
Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Mempengaruhi Kualitas Tidur dan Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung Fajrianti, Endah; Djamaludin, Djuniar; Chrisanto, Eka Yudha
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16949

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) in 2020. Kidney disease is 1 of the 10 main causes of death in the world. This kidney disease has increased from being ranked 13th cause of death in the world to ranking 10th in 2019. According to data from the Indonesian Ministry of Health (2019). The prevalence of chronic kidney failure in Indonesia continues to increase from 2.0% in 2013 to 3.8% in 2018. Hemodialysis (HD) therapy in CKD patients takes a long time and can repeatedly cause physical and mental problems such as anxiety and quality problems. Sleep. One non-pharmacological intervention that can be used to overcome this problem is by using Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy. SEFT therapy is a type of therapy that combines mind-body by pressing the body's meridian points.The effect of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy on sleep quality and anxiety in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.This research uses the Quasy Experiment method with a One Group Pre-Post Test. This research was conducted on 30 respondents using purposive sampling technique. The research instrument used a sleep quality questionnaire, namely the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and an anxiety questionnaire, namely the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and research therapy used Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the t-dependent test.The results of statistical tests of sleep quality pre-test (8.60 ± 2.027) and post-test (4.77 ± 1.870) while of pre-test anxiety (21.37±4.664) and post-test (15.63±5.690).The p-value obtained is 0.000.There is a significant influence between  Spiritial Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy on sleep quality and anxiety in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung City. Keywords: Renal Failure, Hemodialysis, SEFT Therapy, Sleep quality, Anxiety       ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) tahun (2020). Penyakit Ginjal merupakan 1 dari 10 penyebab utama kematian di dunia. Penyakit ginjal ini telah meningkat dari peringkat 13 penyebab kematian di dunia menjadi peringkat ke 10 pada tahun 2019. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019). Prevalensi gagal ginjal kronik di Indonesia terus meningkat dari 2,0% pada tahun 2013 menjadi 3,8% pada tahun 2018.Terapi hemodialisa (HD) pada pasien GGK membutuhkan waktu yang lama dan berulang dapat menyebabkan masalah fisik dan mental seperti kecemasan dan masalah kualitas tidur. Salah satu intervensi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Terapi SEFT ini merupakan jenis terapi yang menggabungkan mind-body dengan menekan titik-titik meridian tubuh. Diketahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap kualitas tidur dan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment dengan pendekatan One Group Pre-Post Test. Penelitian ini dilakukan terhadap 30 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kualitas tidur yaitu kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Indeks (PSQI) dan Kuesioner kecemasan yaitu kuesioner Hamillton Anxiety Rating Scale (HARS) dan terapi penelitian menggunakan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji t-dependent. Hasil uji statistic nilai rerata pre-test kualitas tidur (8,60±2,027) dan post-test (4,77±1,870) sedangkan nilai rerata pre-test kecemasan (21,37±4,664) dan post-test (15,63±5,690). Diperoleh nilai p-value 0,000. Ada pengaruh yang signifikan antara terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dengan kualitas tidur dan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa Kata Kunci: Gagal ginjal, Hemodialisa, Terapi SEFT, Kualitas Tidur, Kecemasan
Pengaruh Terapi Murottal Qur’an dan Sholawat terhadap Kecemasan Ibu Hamil dengan Preeklampsia di RSUD Koja Jakarta Utara Yamin, Cynthia Indah Febrina; Silawati, Vivi; Suralaga, Cholisah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11546

Abstract

ABSTRACT One of the causes of Maternal Mortality Rate (MMR) is Preeclampsia. The risk of Preeclampsia increases in pregnant women who experience anxiety. One of the non-pharmacological therapies to reduce anxiety and blood pressure is giving murrotal Qur'an therapy and prayer. To determine the effect of murottal Qur'an therapy and prayer on the anxiety of pregnant women with Preeclampsia at Koja Hospital, North Jakarta in 2023. Quasy Experiment with Two Group Pretest and Posttest Design. The sample in this study was pregnant women who were anxious because of Preeclampsia at Koja Hospital, North Jakarta in May 2023, as many as 30 respondents using a purposive Sampling Technique. Data analysis used the Paired Sample T-Test and Independent T-Test, which were previously tested for Normality and Homogeneity. The results of the univariate study showed that the level of anxiety in pregnant women with Preeclampsia before and after listening to the murottal Qur'an decreased with an average difference of 13.07. The level of anxiety in pregnant women with Preeclampsia before and after the sholawat was heard decreased with an average difference of 13.27. The results of the bivariate study were Paired Sample T-Test murottal Qur'an and sholawat (P-Value 0.000). Independent T-Test test results with a P-Value of 0.681. There is an effect of murottal Qur'an and prayer on the anxiety level of pregnant women with preeclampsia. There is no difference in the effect of murottal Qur'an therapy and prayer on the anxiety level of pregnant women with Preeclampsia. Pregnant women with Preeclampsia who experience anxiety should do murottal Qur'an therapy or prayer to reduce anxiety at least twice a day for 15 minutes to get closer to Allah and create peace and comfort in life. Keywords: Murottal Qur'an, Prayers, Anxiety for Pregnant Women, Preeclampsia  ABSTRAK Salah satu penyebab Angka kematian Ibu (AKI) adalah Preeklampsia. Risiko Preeklampsia meningkat pada ibu hamil yang mengalami kecemasan, begitu juga yang mengalami Preeklamsia akan meningkatkan kecemasan. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan kecemasan dan tekanan darah adalah pemberian terapi murottal Qur’an dan sholawat. Mengetahui pengaruh terapi murottal Qur’an dan sholawat terhadap kecemasan ibu hamil dengan Preeklampsia di RSUD Koja Jakarta Utara tahun 2023. Quasy Experiment dengan rancangan Two Group Pretest and Posttest Design. Sampel dalam penelitian yaitu ibu hamil yang mengalami cemas karena Preeklamsia di RSUD Koja Jakarta Utara sejak bulan Mei – Juni 2023 sebanyak 30 responden dengan teknik Purposive Sampling, analisa data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji Normalitas dan Homogenitas. Hasil penelitian univariat tingkat kecemasan pada Normalita ibu hamil dengan Preeklampsia sebelum dan sesudah diperdengarkan murrotal Qur’an mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 13,07. Tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan Preeklampsia sebelum dan sesudah diperdengarkan sholawat mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 13,27. Hasil penelitian bivariat uji Paired Sample T-Test Murottal Qur’an dan sholawat (P-Value 0,000). Hasil uji T-Test Independent dengan P-Value 0,681. Ada pengaruh murottal Qur’an dan sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dengan Preeklampsia. Tidak terdapat perbedaan pengaruh terapi murottal Qur’an dan terapi sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dengan Preeklampsia. Ibu hamil Preeklamsia yang mengalami kecemasan hendaknya melakukan terapi murotal Qur’an atau terapi sholawat untuk mengurangi kecemasan minimal dua kali sehari selama 15 menit dan dapat lebih mendekatkan diri pada Allah serta dapat menciptakan ketenangan dan kenyamanan dalam hidup. Kata Kunci: Murottal Qur’an, Sholawat, Kecemasan Ibu Hamil, Preeklampsia
Hubungan Intervensi Penyuluhan pada Pengetahuan Remaja tentang Penggunaan Sunscreen yang Tepat Terhadap Kejadian Acne Vulgaris Amanda, Shelma Tria; Tan, Sukmawati Tansil
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15853

Abstract

ABSTRACT Acne vulgaris is an inflammatory skin disease in the pilosebaceous unit that occurs chronically. Sun exposure is one of the causes or reduces acne so that several guidelines recommend the use of sunscreen for acne vulgaris patients. In adolescents, the level of knowledge about acne vulgaris is still lacking. Knowledge about acne includes the causes of acne, how to prevent it, and how to treat it properly, including the use of sunscreen. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of adolescents through counseling on the use of sunscreen with the incidence of acne vulgaris. The design of this study used a quasi-experimental technique which was conducted for 2 days at SMA Negeri 75 North Jakarta with a total of 170 respondents aged 15-19 years. The sampling method was carried out by answering the pre-test and post-test before and after being given counseling intervention. There was no difference in the average knowledge score between before and after being given counseling intervention between respondents with mild, moderate and severe acne (p-value 0.938 and p-value 0.766). According to the Wilcoxon statistical test, a significant increase in knowledge was obtained between before and after the counseling intervention (p-value <0.001) with an average before the intervention of 60% and after the intervention of 75%. Counseling intervention increases adolescent knowledge of sunscreen. Keywords: Sunscreen Knowledge, Acne Vulgaris, Pretest, Posttest, Skin Care  ABSTRAK Acne vulgaris merupakan penyakit inflamasi pada kulit di unit pilosebasea yang berlangsung secara kronis. Paparan sinar matahari merupakan salah satu yang menjadi penyebab atau memperburuk jerawat sehingga beberapa pedoman merekomendasikan penggunaan sunscreen untuk pasien acne vulgaris. Pada remaja, tingkat pengetahuan tentang akne vulgaris masih kurang. Pengetahuan tentang akne meliputi penyebab timbulnya akne, cara pencegahan, dan bagaimana penanganan yang tepat, termasuk penggunaan sunscreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja melalui penyuluhan mengenai penggunaan sunscreen dengan kejadian acne vulgaris. Desain penelitian ini menggunakan teknik quasi-eksperimental yang dilakukan selama 2 hari di SMA Negeri 75 Jakarta Utara dengan jumlah responden sebanyak 170 orang dengan rentang usia 15-19 tahun. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara menjawab pre-test dan post-test sebelum dan setelah diberikan intervensi penyuluhan. Tidak didapatkan perbedaan rerata nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi penyuluhan antara responden acne derajat ringan, sedang dan berat (p-value 0,938 dan p-value 0,766). Menurut uji statistik Wilcoxon, didapatkan peningkatan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi penyuluhan (p-value < 0,001) dengan rerata sebelum intervensi sebesar 60% dan setelah intervensi sebesar 75%. Intervensi berupa penyuluhan meningkatkan pengetahuan remaja terhadap sunscreen. Kata Kunci: Pengetahuan Sunscreen, Akne Vulgaris, Pretest,Postest, Perawatan Kulit

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue