cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Terapi Hipnosis dalam Menurunkan Kecemasan Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan Sartika, Dwi; Marwanti, Eni; Pristya, Ifana Yunike; Hasibuan, Riska Eka Fatma
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16464

Abstract

ABSTRACT Anxiety is the largest mental disorder in the world. It can occur in anyone, including master of nursing students. These students undertake their education over four semesters. They face not only academic burdens, such as assignments, but also work-related burdens for those studying with study permits, as well as financial costs and study completion targets. The study aims to investigate the effect of hypnotherapy on reducing anxiety among master of nursing students. This research is a pre-experimental study with a time-series approach on a single intervention group with three measurements: before, immediately after, and one week after the hypnotherapy intervention. The population of this study is master of nursing students, with a sample size of 15 respondents selected through convenience sampling. The repeated measures anova test resulted in p-value of <0.001, indicating significant differences in anxiety levels at the three measurements point. Bivariate analysis revealed no significant associations between anxiety and confounding factors such as age, social support, gender, marital status, living status, study status, and study funding. Hypnotherapy can reduce anxiety among master of nursing students and can be an effective non-pharmacological therapy to reduce anxiety of master’s nursing students. Keywords: Hypnotherapy, Anxiety, Master of Nursing Student  ABSTRAK Kecemasan merupakan gangguan mental terbesar di dunia. Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja tidak terkecuali mahasiswa magister ilmu keperawatan. Mahasiswa magister ilmu keperawatan menempuh pendidikan selama 4 semester. Mereka tidak hanya memiliki beban akademik yang meliputi tugas akademik, namun juga beban pekerjaan bagi mahasiswa yang kuliah dengan ijin belajar, serta biaya dan target penyelesaian masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis dalam menurunkan kecemasan mahasiswa magister ilmu keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan time series pada 1 kelompok intervensi dengan tiga kali pengukuran yaitu sebelum, sesaat setelah dan satu minggu setelah diberikan intervensi terapi hipnosis. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa magister ilmu keperawatan dengan jumlah sampel yaitu 15 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu convenience sampling. Uji anova repeated measures didapatkan nilai p<0,001 sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna kecemasan pada ketiga pengukuran. Hasil analisa bivariat didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan umur, dukungan sosial, jenis kelamin, status pernikahan, status tinggal, status belajar dan pembiayaan kuliah. Terapi hipnosis dapat menurunkan kecemasan mahasiswa magister ilmu keperawatan sehingga dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan mahasiswa magister ilmu keperawatan. Kata Kunci: Terapi Hipnosis, Kecemasan, Mahasiswa Magister Ilmu Keperawatan
Perbedaan Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi Sebelum dan Sesudah Minum Teh pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Tahun Angkatan 2021 Evangelia, Laura; Lontoh, Susy Olivia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15804

Abstract

ABSTRACT Tea is one of the caffeinated drinks most frequently consumed among medical students. Caffeine consumption is one of the external factors that plays a role in increasing blood pressure. Caffeine consumed as much as 300 mg can increase systolic blood pressure by 5-15 mmHg and diastolic 5-10 mmHg within 15 minutes and this increase in blood pressure lasts up to 2 hours. Research on the effects of tea on blood pressure and pulse rate among medical students is limited. To determine the difference in mean blood pressure and pulse frequency before and after drinking tea in students of the Faculty of Medicine, Tarumanagara University. This research used an observational experimental research design with pre-test and post-test. The research subjects were students from the Faculty of Medicine, Tarumanagara University class of 2021 who met the inclusion criteria with a sample size of 55 students. Data collection was carried out using a simple non random consecutive sampling technique. The results showed that there was a difference in mean blood pressure and pulse frequency after drinking tea compared to before drinking tea (p < 0.05). Tea consumption can cause an increase in blood pressure and pulse rate after 5, 10, and 15 minutes of drinking tea. This can happen because tea contains caffeine which causes an increase in blood pressure in the short term. Keywords: Tea, Caffeine, Blood Pressure, Pulse  ABSTRAK Teh merupakan salah satu minuman berkafein yang paling sering dikonsumsi di kalangan mahasiswa kedokteran. Konsumsi kafein menjadi salah satu faktor eksternal yang berperan meningkatkan tekanan darah. Kafein yang dikonsumsi sebanyak 300 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistolik 5-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg dalam waktu 15 menit dan peningkatan tekanan darah ini bertahan hingga 2 jam. Penelitian mengenai efek teh terhadap tekanan darah dan denyut nadi di kalangan mahasiswa kedokteran masih terbatas. Untuk mengetahui perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah minum teh pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen observasional dengan pre test dan post test. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non random consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sesudah minum teh dibandingkan sebelum minum teh (p < 0,05). Konsumsi teh dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah serta frekuensi nadi setelah 5, 10, dan 15 menit mengonsumsi teh. Hal ini dapat terjadi karena teh mengandung kafein yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek. Kata Kunci: Teh, Kafein, Tekanan Darah, Denyut Nadi
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Terapeutik pada Perawat melalui Video Pembelajaran Komunikasi Terapeutik Priyatnanto, Hendra; Anggreini, Yunita Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17783

Abstract

ABSTRACT Communication is a crucial aspect of healthcare delivery, particularly in nursing. In nursing, communication between nurses and patients to support the healing process is known as therapeutic communication. Through effective therapeutic communication, nurses can help patients adapt to their condition, alleviate physical and psychological problems, and explain the treatment process, thus accelerating the healing process. However, the therapeutic communication skills of nurses in providing care are often not optimal, which affects the success of the treatment. One way to improve these skills is through the use of video-based learning. As a medium that integrates audio and visual elements, video-based learning provides explanations and steps for implementing therapeutic communication, making it easier to understand and remember. This study aims to evaluate the effect of video-based learning on improving therapeutic communication skills in nurses. It employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group. The study population consisted of nurses at RSU X Pontianak, with samples selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Paired t-test. Based on the analysis, the p-value was 0.000, indicating that video-based learning has a significant impact on therapeutic communication skills. This study demonstrates that video-based learning on therapeutic communication can effectively enhance the therapeutic communication skills of nurses. Keywords: Skills, Therapeutic Communication, Nurses, Video-Based Learning, Educational Videos  ABSTRAK Komunikasi merupakan aspek penting dalam pemberian layanan kesehatan, khususnya dalam proses keperawatan. Dalam keperawatan, komunikasi antara perawat dan pasien yang bertujuan untuk mendukung proses penyembuhan dikenal sebagai komunikasi terapeutik. Melalui komunikasi terapeutik yang efektif, perawat dapat membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya, mengurangi masalah baik fisik maupun psikologis, serta memberikan penjelasan mengenai proses pengobatan yang akan dilakukan, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat. Namun, keterampilan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan asuhan keperawatan seringkali belum optimal, yang berdampak pada keberhasilan perawatan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan ini adalah melalui penggunaan video pembelajaran dimana video pembelajaran, sebagai media yang memadukan unsur audio dan visual, memuat penjelasan serta langkah-langkah dalam melakukan komunikasi terapeutik, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh video pembelajaran terhadap peningkatan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah perawat di RSU X Pontianak, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai p-value 0,000 yang artinya terdapat pengaruh video pembelajaran terhadap keterampilan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran tentang komunikasi terapeutik yang diberikan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik pada perawat. Kata Kunci: Keterampilan, Komunikasi Terapeutik, Perawat, Video Based Learning, Video Pembelajaran
Hubungan Usia, Lama Menderita Diabetes, Riwayat Hipertensi terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Utami, Indhit tri; Hasanah, Uswatun; Fitri, Nury; Sari, Senja
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18044

Abstract

ABSTRACT Continuous hyperglycemia in patients with diabetes mellitus type 2 will create an imbalance of materials used in making intercellular matrices. This increase causes sorbitol synthesis which results in the inhibition of myoinositol entering nerve cells. Assessment of the occurrence of vascular and nerve disorders is very important to prevent Neuropathy, Peripheral Artery Disease, and Diabetic Ulcers due to hyperglycemia. This assessment must be carried out to determine the extent of circulatory disorders and peripheral sensations that occur in patients with Diabetes Mellitus, especially type 2 Diabetes Mellitus. The high risk of diabetes mellitus patients experiencing vascular disorders coupled with increasing age, length of DM and length of hypertension will further accelerate the occurrence of vascular disorders as seen from the ABI value. This study used a consecutive sampling technique. This study aims to determine the relationship between age, duration of diabetes, and history of hypertension with the Ankle Brachial Index (ABI) value in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. The results showed a relationship between age and ABI value (p value 0,002), the relationship between duration of DM and ABI value (p value 0.001) and history of hypertension with ABI (p value 0.003). Determination of peripheral circulation through measurement of the Ankle Brachial Index (ABI) is very important to prevent complications due to Diabetes Mellitus. Keywords: ABI, Hypertension, Duration of Diabetes, Age  ABSTRAK Hiperglikemia terus menerus pada pasien diabetes melitus tipe 2 akan membuat ketidakseimbangan bahan yang digunakan dalam membuat matriks antar sel. Peningkatan ini menyebabkan sintesis sorbitol yang mengakibatkan terhambatnya mioinositol masuk ke dalam sel saraf. Pengkajian mengenai terjadinya ganggan vaskuler dan persarafan sangat penting untuk mencegah terjadinya Neuropati, Penyakit Arteri Perifer, hingga Ulkus Diabetik akibat hiperglikemia. Pengkajian ini harus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana gangguan sirkulasi dan sensasi perifer yang terjadi pada pasien Diabetes Melitus, khususnya Diabetes Melitus tipe 2. Tingginya resiko pasien diabetes mellitus untuk mengalami gangguan vaskuler ditambah dengan meningkatnya usia, lama menderita DM dan memiliki riwayat hipertensi akan semakin mempercepat terjadinya gangguan vaskuler yang dilhat dari nilai ABI. Penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini ingin mengetahui Hubungan usia, lama menderita diabetes, dan memiliki riwayat hipertensi terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara umur dengan nilai ABI ( p value 0,002), hubungan lama menderita DM dengan nilai ABI (p value 0,001) dan riwayat hipertensi dengan nilai ABI( (p value 0,003). Penentuan sirkulasi perifer melalui pengukuran Ankle Brachial Index (ABI) sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat Diabetes Melitus. Kata Kunci: ABI, Hipertensi, Lama Diabetes, Usia
Hubungan Lama Menstruasi, Kebiasaan Olahraga, dan Anemia dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA Negeri 9 Mataram Salsabila, Nazaya Shafa; Setyowati, Ety Retno; Zoraya, Sabrina Intan; Mahaputra, I Gusti Bagus Arie
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18498

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a condition characterized by cramps, pain, and other discomforts associated with menstruation, caused by dysrhythmic contractions of the myometrium. The highest prevalence of dysmenorrhea is found in adolescent girls. Factors that may contribute to dysmenorrhea include family history, age at menarche, menstrual duration, exercise habits, anemia, stress levels, nutritional status, and fast food consumption. This study aims to determine the relationship between menstrual duration, exercise habits, and anemia with the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent at SMA Negeri 9 Mataram. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique used is stratified random sampling, with a total sample size of 92 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-square statistical test. This study shows no statistically significant relationship between menstrual duration and the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 9 Mataram (p-value = 0.328). However, there is a statistically significant relationship between exercise habits and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value = 0.001), as well as between anemia and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value < 0.001). There is no significant relationship between menstrual duration and the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 9 Mataram. However, there is a significant relationship between exercise habits and anemia with the incidence of primary dysmenorrhea in this group. Keywords: Dysmenorrhea, Primary Dysmenorrhea, Menstrual Duration, Exercise Habits, Anemia.  ABSTRAK Dismenore merupakan suatu kondisi terjadinya kram, nyeri, dan ketidaknyamanan lainnya yang terkait dengan menstruasi yang timbul karena adanya kontraksi disritmik miometrium. Prevalensi tertinggi kejadian dismenore ditemukan pada remaja putri. faktor yang dapat menyebabkan dismenore adalah riwayat keluarga, usia menarke, durasi menstruasi, kebiasaan olahraga, anemia, tingkat stres, status gizi, dan konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menstruasi, kebiasaan olahraga, dan anemia dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, dengan besar sampel sebanyak 92 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan hubungan yang signifikan secara statistik antara lama menstruasi dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value 0,328), terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kebiasaan olahraga dan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value 0,001), dan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara anemia dan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value < 0,001). Tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menstruasi dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram, dan terapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dan anemia dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram Kata Kunci: Dismenore,Dismenore Primer, Lama Menstruasi, Kebiasaan Olahraga, Anemia.
Pengembangan Buku Saku EDH (Early Detection Score) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Hipertensi di Kota Pontianak Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin; Hidayat, Uti Rusdian; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Amaludin, Mimi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18353

Abstract

ABSTRACT Hypertension is still one of the problems in the world. Hypertension cannot be cured but prevented as early as possible. One of the early preventions of hypertension is an early assessment using a scoring system in predicting hypertension in the form of Early Detection of Hypertension Score. This system was then developed for the community in the form of a pocket book. To determine the effectiveness of EDH (Early Detection Score) pocket book in increasing public knowledge about hypertension in Pontianak City. Quasy Experimental using one group pretest posttest. The sampling technique is non probability sampling with quota sampling method with a total of 100 respondents. Statistical analysis using wilcoxon test. Based on the results of the study, the value of p = 0.000 was obtained, indicating that there was a change in knowledge after being given the EDH pocket book intervention. EDH pocket book can increase people's knowledge about hypertension. Keywords: Hypertension, EDH Pocket Guide, Knowledge  ABSTRAK Hipertensi masih menjadi salah satu permasalahan di dunia. Hipertensi tidak dapat disembuhkan melainkan dicegah sedini mungkin. Salah satu pencegahan hipertensi secara dini berupa penilaian awal menggunakan sistem skoring dalam memprediksi hipertensi berupa Early Detection of Hypertension Score. Sistem ini kemudian dikembangkan untuk masyarakat dalam bentuk buku saku. Mengetahui efektivitas buku saku EDH (Early Detection Score) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi di Kota Pontianak. Quasy Experimental menggunakan one group pretest posttest. Adapun teknik sampling yaitu non probability sampling dengan metode kuota sampling dengan jumlah responden 100 orang. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p=0,000 yang menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan setelah diberikan intervensi buku saku EDH. Buku saku EDH dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi Kata kunci: Hipertensi, Buku Saku EDH, Pengetahuan
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Mp-Asi dengan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi 6-24 Bulan di Praktik Bidan Mandiri (PMB) Sri Diana Medan Widani, Sri; Siregar, Siti Arofah; Anita, Tria; Ramadhani, Tharisa; Nasution, Titik Azizah; Wahyuni, Weni Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18726

Abstract

ABSTRACT The timing of complementary feeding must be in accordance with the age of the baby. Giving complementary foods too early can have a negative impact on the baby. Infants who receive complementary foods less than 4 months will experience a risk of malnutrition 5 times greater than infants who receive complementary foods at 6 months of age. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes about complementary foods with complementary feeding in infants 6-24 months. The type of research used was quantitative using an analytic observational design research design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies 6-24 months in the Independent Midwife Practice (PMB) Sri Diana Medan which amounted to 65 people. The technique of taking subjects using total sampling of 65 people. The instrument used in this study was a questionnaire to assess knowledge, attitude and complementary feeding. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results explained that there was a relationship between knowledge (p=0.000) and attitude (p=0.001) with complementary feeding. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitude with complementary feeding in infants 6-24 months.  Keywords: Knowledge, Attitude, Complementary Feeding, Infant  ABSTRAK Waktu pemberian MP-ASI harus sesuai dengan usia bayi. Pemberian MP-ASI terlalu dini dapat berdampak buruk pada bayi. Bayi yang mendapat MP-ASI kurang dari 4 bulan akan mengalami risiko gizi kurang 5 kali besar disbanding dengan bayo yang mendapatkan MP-ASI pada umur 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang MP-ASI Dengan Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-24 Bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi 6-24 bulan di Praktik Bidan Mandiri (PMB) Sri Diana Medan yang berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan total sampling sebanyak 65 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap dan Pemberian MP-ASI. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,001) dengan Pemberian MP-ASI. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan Pemberian MP-ASI pada bayi 6-24 bulan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, MP-ASI, Bayi
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Kecemasan Pada Lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Rafi, Rifan Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17354

Abstract

ABSTRACT Human life ages naturally. Almost all body systems experience aging, but some systems experience a decline in function at different times. Apart from physical changes, there are also psychosocial changes, one of which is anxiety and spiritual changes. This research is to determine the relationship between spiritual needs and anxiety in the elderly in Lebakjaya Garut Village. Using quantitative research with correlational research type. The instrument used to measure the patient's spiritual level is a spiritual scale adapted from a spiritual instrument compiled by Underwood and Teresi in 2002, namely the Daily Spiritual Experience Scale (DSES). This DSES instrument has also been used previously by Lestari (2018), then for anxiety the researchers took the GAI questionnaire, the sample was 270 people. The results of the Spearman rank correlation analysis show a significant value of 0.014 (<0.05) and a correlation value of -0.159. Based on this value, it can be interpreted that the spiritual level and anxiety level of respondents in this study have a unidirectional relationship and show a very weak relationship strength. Ho is accepted, meaning there is no significant influence between the independent variable and the dependent variable simultaneously or together. Keywords: Spiritual, Anxiety, Elderly  ABSTRAK Kehidupan manusia menua secara alami. Hampir semua sistem tubuh mengalami penuaan, tetapi beberapa sistem mengalami penurunan fungsi pada waktu yang berbeda. Selain terdapat perubahan fisik maka terjadi pula perubahan psikososial yang salah satunya kecemasan serta perubahan spiritual. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dengan kecemasan pada lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat spiritual pasien adalah skala spiritual yang diadaptasi dari instrumen spiritual yang disusun oleh Underwood dan Teresi pada tahun 2002 yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Intrumen DSES ini juga telah digunakan sebelumnya oleh Lestari (2018) , selanjutnya untuk kecemasan peneliti mengambil kuesioner GAI, sampelnya berjumlah 270 orang. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan nilai signifikan 0.014 (<0.05) dan nilai korelasi -0.159. Berdasarkan nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat spiritual dengan tingkat kecemasan responden dalam penelitian ini memiliki hubungan tidak searah dan menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. Kata Kunci: Spiritual, Kecemasan, Lansia
Hubungan Motivasi Intrinsik dengan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Perawatan Metode Kangguru pada Bayi Berat Lahir Rendah di Soraya Mom and Baby Care Laia, Nancy Sakti Soraya F.; Hanum, Parida; Gowasa, Grace Veronica; Fitriani, Fitriani; Zai, Leli Kristiani; Yansyah, Fitri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18709

Abstract

ABSTRACT LBW tend to experience impaired cognitive development, mental retardation, and are more prone to infections that can result in pain or even death. LBW have special needs, namely to maintain warm body temperature in order to survive, so kangaroo method care is one of the cheap, easy, and safe alternative solutions for treating LBW. The purpose of this study was to determine the relationship between intrinsic motivation with knowledge and attitude of mothers about kangaroo method care for low birth weight babies. The type of research used is quantitative using an analytic observational design research design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had LBW babies who were treated by Soraya Mom and Baby Care at the time of the study as many as 120 people. The technique of taking subjects using Accidental samples as many as 65 people. The instrument used in this study was a questionnaire to assess intrinsic motivation, knowledge, and attitudes about kangaroo method care. The research data analysis was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of the study explained that there was a relationship between intrinsic motivation and maternal knowledge about kangaroo method care in low birth weight babies (P = 0.000) and there was a relationship between intrinsic motivation and maternal attitudes about kangaroo method care in low birth weight babies (P = 0.013). The conclusion of this study is that there is a relationship between intrinsic motivation and mothers' knowledge and attitudes about kangaroo method care for low birth weight babies.  Keywords: Intrinsic Motivation, Knowledge, Attitude, Kangaroo Method Care, LBW  ABSTRAK BBLR cenderung mengalami gangguan perkembangan kognitif, retardasi mental, serta lebih mudah mengalami infeksi yang dapat mengakibatkan kesakitan atau bahkan kematian. BBLR memiliki kebutuhan khusus yaitu untuk mempertahankan kehangatan suhu tubuh agar dapat bertahan hidup, maka perawatan metode kanguru merupakan salah satu solusi alternatif yang murah, mudah, dan aman untuk merawat BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Motivasi Intrinsik Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Perawatan Metode Kanguru Pada Bayi Berat Lahir Rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua Ibu yang memiliki bayi BBLR yang dirawat Soraya Mom and Baby Care pada saat dilakukan penelitian sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan subjek menggunakan Accidental sampel sebanyak 65 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk menilai motivasi intrinsik, pengetahuan, dan sikap tentang perawatan metode kanguru. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan motivasi intrinsik dengan pengetahuan ibu tentang perawatan metode kangguru pada bayi berat lahir rendah (P= 0,000) dan terdapat hubungan motivasi intrinsik dengan sikap ibu tentang perawatan metode kangguru pada bayi berat lahir rendah (P= 0,013). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat terdapat hubungan motivasi intrinsik dengan pengetahuan dan sikap ibu tentang perawatan metode kangguru pada bayi berat lahir rendah. Kata Kunci: Motivasi Intrinsik, Pengetahuan, Sikap, Perawatan Metode Kanguru, BBLR.
Cegah Stunting melalui Deteksi Dini Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Remaja di Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Rusyanti, Siti; Sutomo, Omo; Iswanti, Tutik
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18437

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) is a lack of energy or nutritional intake that lasts for a long time. CED often occurs in pregnant women. If during this period nutritional consumption is not balanced, it will result in malnutrition. The phenomenon in society shows that even though someone knows the theory of balanced nutrition, it does not necessarily mean that they have applied the theory in their daily lives because young women are afraid of having an obese body (fat) and looking ugly to look at.The purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of the Pasirkupa Village community, Kalanganyar District, Lebak Regency in terms of early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting and to be able to carry out early detection of KEK cases, especially adolescents as an effort to prevent stunting. The method used in community service activities is a workshop on KEK and Early Detection of KEK Incidents in young women. The results of this activity are that young women understand the importance of early detection of KEK for adolescents, they routinely come to the Posyandu to check their health as an effort to detect KEK early in adolescents and also as an effort to internalize to the community that adolescent groups must prepare their health so that they can undergo the reproductive process optimally in the future which ultimately public health will always be well maintained. The need for continuous motivation from health workers, especially village supervisors, so that adolescents are always enthusiastic about visiting the Posyandu regularly. Wider socialization is needed to the entire community, including parents of adolescents. Keywords: Early Detection of Chronic Energy Deficiency (CED), Adolescent Girls.  ABSTRAK Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan kekurangan energi atau asupan nutrisi yang berlangsung lama. Bila masa ini konsumsi gizi tidak seimbang maka mengakibatkan kekurangan gizi. Fenomena di masyarakat menunjukkan bahwa meskipun seseorang mengetahui teori mengenai gizi seimbang belum tentu sudah menerapkan teori tersebut dalam kehidupannya sehari-hari dikarenakan remaja putri takut memiliki badan yang obesitas (Gemuk) dan terlihat jelek untuk di pandang. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat  Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak dalam hal deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting serta dapat melakukan deteksi dini kasus KEK khususnya remaja sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu lokakarya tentang KEK dan Deteksi Dini Kejadian KEK pada remaja putri. Hasil kegiatan ini yaitu remaja putri memahami tentang pentingnya deteksi dini KEK bagi remaja, mereka secara rutin datang ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatannya sebagai salah satu upaya deteksi dini KEK pada remaja dan juga sebagai salah satu upaya internalisasi kepada masyarakat bahwa kelompok remaja harus disiapkan kesehatannya agar dapat menjalani proses reproduksi dengan optimal di masa mendatang yang pada akhirnya kesehatan masyarakat akan selalu terjaga dengan baik. Perlunya motivasi terus menerus dari petugas kesehatan khususnya pembina desa agar remaja selalu semangat untuk mengunjungi Posyandu secara rutin. Perlu sosialisasi yang lebih luas kepada seluruh masyarakat, termasuk para orang tua remaja. Kata Kunci: Deteksi Dini Kurang Energi Kronis (KEK), Remaja Putri.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue