cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Depresi dengan Fatigue pada Pasien Kanker yang Menjalani Radioterapi Putri, Hadeci Lovenda; Putra, Gian Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.19389

Abstract

ABSTRACT Approximately 10.9 million people are diagnosed with cancer globally each year, with many requiring radiotherapy as part of their treatment. A significant concern is that nearly 80% of cancer patients undergoing radiotherapy experience fatigue, which can interfere with daily activities and adversely affect their long-term quality of life. This study aims to determine the relationship between depression and fatigue in cancer patients undergoing radiotherapy. A correlational analytic research design with a cross-sectional approach was employed. The population included all cancer patients undergoing radiotherapy at Andalas University Hospital in 2024, and a sample of 130 patients was selected using the Purposive Sampling method. The research utilized two primary instruments: the Brief Fatigue Inventory (BFI) and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Two enumerators were involved in the data collection process, ensuring consistency in perceptions. The collected data were processed using SPSS, and the analysis was conducted using the Kruskal Wallis test. The results indicated a significant relationship between depression and fatigue (p < 0.05). Most patients reported moderate fatigue, which was exacerbated by moderate levels of depression. This suggests that fatigue is influenced by the interplay between the physical effects of radiotherapy and the psychological conditions that significantly affect patients' quality of life. Keywords: Cancer, Depression, Fatigue, Radiotherapy  ABSTRAK Sekitar 10,9 juta orang seluruh dunia didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya, sebagian di antaranya membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari pengobatan. Namun, hampir semua pasien kanker (80%) yang menjalani radioterapi mengalami fatigue, yang dapat menggangu aktivitas sehari-hari memengaruhi kualitas hidup pasien dalam waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan fatigue pada pasien kanker yang menjalani radioterapi. Jenis penelitian yang digunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua pasien kanker yang menjalani radioterapi di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2024. Sampel terdiri dari 130 pasien kanker yang menjalani radioterapi dan dipilih melalui Purposive Sampling method. Alat penggumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner Brief Fatigue Inventory (BFI) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Peneliti melibatkan dua enumerator yang telah dilakukan persamaan persepsi dalam pengumpulan data. Data yang terkumpul diolah menggunakan SPSS, dan di analisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara depresi dengan fatigue (p < 0,05). Sebagian besar pasien melaporkan fatigue sedang yang diperburuk oleh depresi sedang, yang menunjukankan bahwa fatigue dipengaruhi oleh interaksi antara efek fisik radioterapi dan kondisi psikologis yang memengaruhi kualitas hidup. Kata Kunci: Depresi, Fatigue, Kanker, Radioterapi
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Nelayan dengan Perilaku Pertolongan Pertama Korban Tenggelam di Danau Limboto Mohamad, Arum Putri; Yunus, Pipin; Damansyah, Haslinda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18384

Abstract

ABSTRACT The provision of first aid is crucial to prevent death. Knowledge about handling drowning victims plays a significant role in determining the success of rescue behavior in preventing and reducing mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the behavior of fishing communities in the first aid of drowning victims. The research design used quantitative correlation with cross sectional. Sampling using probability sampling with allocation proportional cluster sampling technique with 79 respondents. Data collection using a questionnaire sheet. The results showed that the majority of fishermen's knowledge level was sufficient, 31 people (39.2%) with 16 poor behaviors (20.3%), and the lowest was poor knowledge (26.6% with good behavior of 2 people (2.5%), with the results of static analysis showing (p. value = 0.000 <0.05) with moderate correlation strength (45.2%), which means that there is a relationship between the knowledge of the fishing community and the first aid behavior of drowning victims at Lake Limboto, Limboto District, with moderate correlation strength.  In conclusion, the level of knowledge and behavior of the community is good in carrying out first aid for drowning victims in Lake Limboto, Limboto District. Keywords: Knowledge, Behavior, First Aid, Fisherman Knowledge  ABSTRAK Pemberian pertolongan pertama menjadi krusial untuk mencegah kematian. Pengetahuan tentang penanganan korban tenggelam memainkan peran signifikan dalam menentukan kesuksesan perilaku pertolongan dalam mencegah dan mengurangi mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat nelayan pada pertolongan pertama korban tenggelam. Desain penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik allocation propotional cluster sampling dengan jumlah responden 79 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan nelayan adalah cukup sejumlah 31 orang (39.2%) dengan 16 perilaku kurang (20.3%), dan yang terendah adalah pengetahuan kurang (26.6% dengan perilaku baik sejumlah 2 orang (2.5%), dengan hasil analisis statisk menunjukkan (p. value = 0.000 < 0.05) dengan kekuatan korelasi hubungan sedang (45.2%), yang artinya terdapat hubungan pengetahuan Masyarakat nelayan dengan perilaku pertolongan pertama korban tenggelam di Danau Limboto Kecamatan Limboto, dengan kekuatan korelasi sedang.  Kesimpulannya tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat baik dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam di Danau Limboto Kecamatan Limboto. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pertolongan Pertama, Pengetahuan Nelayan
Hubungan Jenis Kelamin, Usia dan Frekuensi Konsumsi Mie Instan pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiri Muka, Kota Depok Husma, Suci Hajati; Setiarini, Asih; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Putri, Primasti Nuryandari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18811

Abstract

ABSTRACT Hipertensi Hypertension is a significant global public health challenge, affecting more than one billion people and being a major risk factor for cardiovascular disease. In Indonesia, based on data from the Indonesian Health Survey (IHS) in 2023, the prevalence of hypertension based on blood pressure measurements was 30.8%. West Java is the 3rd province with a prevalence of 34.4% and the number of people with hypertension in Depok City in 2023 was 379,903 people. The WHO reports that hypertension kills one in eight people, making it a silent killer. The disease is defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic ≥90 mmHg. Although hypertension can be controlled, only 20% of hypertensive patients in the world have well-controlled blood pressure. The prevalence of hypertension increases with age and is influenced by various factors, including gender and unhealthy lifestyles, such as consuming instant foods. This study aims to determine the relationship between gender, age and frequency of instant noodle consumption in hypertensive patients in the Kemiri Muka Health Centre Working Area, Depok City. The research method used a cross-sectional design using univariate and bivariate analyses, involving 147 patients. Data were collected through questionnaires and blood pressure measurements, and analysed using chi-square and logistic regression tests. The results showed there was a relationship between gender and blood pressure (p=0.038) OR=0.329. There is a relationship between age and blood pressure (p=0.010) OR=0.147.  There is no relationship between the frequency of instant noodle consumption and blood pressure (p=0.693). Gender and age are important risk factors for blood pressure, while frequency of instant noodle consumption was not shown to be significantly associated with blood pressure in patients in this region. Further research is needed to explore other lifestyle factors. Keywords: Hypertension, Gender, Age, Instant Noodles  ABSTRAK Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berdampak pada lebih dari satu miliar orang dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Di Indonesia, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah yaitu 30,8%. Jawa Barat merupakan provinsi yang menduduki urutan ke 3 dengan prevalensi sebesar 34,4% dan jumlah penderita hipertensi di Kota Depok Tahun 2023 sebesar 379.903 orang. WHO melaporkan bahwa hipertensi membunuh satu dari delapan orang, menjadikannya sebagai pembunuh diam-diam. Penyakit ini didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Meskipun hipertensi dapat dikendalikan, hanya 20% pasien hipertensi di dunia yang memiliki tekanan darah terkontrol dengan baik. Prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis kelamin dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi makanan instan. Mie instan, salah satu makanan instan yang tinggi natrium, telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat modern dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, usia dan frekuensi konsumsi mie instan pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiri Muka, Kota Depok. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat, melibatkan 147 pasien. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tekanan darah, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan jenis kelamin dengan tekanan darah (p=0,038) OR=0,329. Ada hubungan usia dengan tekanan darah (p=0,010) OR=0,147.  Tidak adanya hubungan frekuensi konsumsi mie instan dengan tekanan darah (p=0,693). Jenis kelamin dan usia merupakan faktor risiko penting terhadap tekanan darah, sedangkan frekuensi konsumsi mie instan tidak terbukti secara signifikan berhubungan terhadap tekanan darah pada pasien di wilayah ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor gaya hidup lainnya. Kata Kunci: Hipertensi, Jenis Kelamin, Usia, Mie Instan
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Status Gizi pada Remaja di SMAN 9 Depok Anggraini, Nourmayansa Vidya; Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Nabila, Rahmatika Syifa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17213

Abstract

ABSTRACT Adolescents are very vulnerable to various nutritional problems because in this phase growth and development occur very quickly and tend to require relatively large amounts of nutritional intake. Based on the results of a preliminary study of 35 adolescents, 4 students with poor nutritional status, 4 students with undernutrition, 19 students with normal nutritional status, 2 students with overnutrition, and 6 students with obese nutritional status were found. This study aims to determine the relationship between parenting patterns and adolescent nutritional status at SMAN 9 Depok. The method used is this non-experimental quantitative research with a descriptive correlational design and using a cross sectional study approach. The sample used amounted to 246 samples obtained through the Stratified Random Sampling technique. Data were obtained by measuring height and weight and filling out a structured questionnaire. The results of the analysis with the gamma correlation test showed that there was a relationship between parenting patterns and nutritional status in adolescents with a p-value: <0.001 with a contribution value of 16.7%. Mass media plays an important role in adolescent nutritional behavior. Parents should monitor the use of mass media by teenagers so that positive things are taken by teenagers in their use. Keywords: Nutrition, Mass Media, Obesity, Youth  ABSTRAK Remaja sangat rentan terhadap berbagai masalah gizi karena pada fase ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat dan cenderung memerlukan asupan nutrisi dalam jumlah yang relatif besar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan kepada 35 remaja didapatkan 4 siswa dengan status gizi buruk, 4 siswa dengan status gizi kurang, 19 siswa dengan status gizi normal, 2 siswa dengan status gizi lebih, dan 6 siswa dengan status gizi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi remaja di SMAN 9 Depok. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif non eksperimental ini dengan desain deskriptif korelasional serta menggunakan pendekatan study cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 246 sampel yang didapatkan melalui teknik Stratified Random Sampling. Data didapatkan dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan serta pengisian kuesioner terstruktur. Hasil analisis dengan uji korelasi gamma menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi pada remaja dengan nilai p- value : <0.001 dengan nilai kontribusi sebesar 16.7%. Diharapkan para orang tua dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang pola asuh ideal. Kata Kunci: Gizi, Media Massa, Obesitas, Remaja
Hubungan Kepatuhan Perawat dengan Penerapan Five moment di Ruang Instalasi Gawat Darurat di RSUD. Prof.Dr. H. Aloei Saboe Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Walahe, Rahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18385

Abstract

ABSTRACT Five moment hand hygiene is an effective step in breaking the chain of cross infection, which can significantly reduce the incidence of nosocomial infections. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse compliance and the application of five moments. The research design used descriptive quantitative with cross sectional. Sampling using total sampling with 33 respondents. Data collection using questionnaires and observation sheets. The results of the Chi square statistical test obtained a p value = .040 ≤? (0.05) which means that there is a relationship between nurse compliance and the application of five moments in the Emergency Room of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. The conclusion is that the better the nurse's compliance, the more optimal the implementation of the five moments in the emergency room Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. Keywords: Hand Washing, Five Moment, Nurse Compliance, Emergency Room Installation  ABSTRAK Five moment hand hygiene atau 5 momen cuci tangan merupakan langkah efektif dalam memutus rantai infeksi silang, yang dapat signifikan mengurangi kejadian infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil uji statisitic Chi square diperoleh nilai p value= .040 ≤ ? (0,05) yang berarti ada hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment di IGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kesimpulannya semakin baik kepatuhan perawat maka semakin optimal pelaksanaan five moment  diIGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kata Kunci: Cuci Tangan, Five Moment, Kepatuhan Perawat, Instalasi Gawat  Darurat
Pengaruh Terapi Kompres Es terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Kerawang Desa Mongolato Kecamatan Telaga Febriyona, Rona; Sudirman, Andi Nur Aina; Hadji, Andrian
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18449

Abstract

ABSTRACT Filigree craftsmanship is a job that requires a long time of work, this can result in sitting for too long, bending over or in the wrong position as well as a lack of breaks or rest which causes pain in the craftsman. Ice compresses are a non-pharmacological method that can help reduce pain intensity. This study aims to determine the effect of ice compress therapy on reducing the intensity of lower back pain in filigree workers. The research method uses a quantitative approach with a pre-experimental research type with one group pre test - post test design.  The sample was selected using the total sampling method.  The total sample was 16 respondents who were filigree craftsmen in Mongolato Village. Data collection for this research used a questionnaire sheet and data analysis used a paired t-test with significance (<0.05). The results of the study showed that the average pain score before the ice compress was given was the pain category with an average score of 51.63, and after the intervention the pain level decreased to the mild category with an average score of 38.8. The statistical value obtained is Asymp. sig (2 tailed) p value of 0.004 < 0.05, which means that there is an influence of ice compress therapy on reducing the intensity of lower back pain in filigree workers in Mongolato Village, Telaga District. In conclusion, after receiving an ice compress, the average patient has a mild level of pain. Suggestion: Craftsmen can make ice compresses independently at home. Keywords: Ice Compress, Back Pain, Filigree Craftsmen  ABSTRAK Pengrajin kerawang merupakan pekerjaan yang memerlukan waktu lama dalam bekerja, hal ini dapat menyebabkan terlalu lama duduk, posisi membungkuk atau posisi yang salah serta kurangnya jeda atau istrahat yang menyebabkan terjadinya nyeri pada pengrajin. Kompres es merupakan salah satu metode non farmakologis yang dapat membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres es terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja kerawang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra – eksperimental with one group pre test – post test design.  Sampel dipilih melalui metode total sampling.  Jumlah sampel sebanyak 16 responden yang merupakan pengrajin kerawang di Desa Mongolato. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan uji paired t-test dengan kemaknaan (< 0.05). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata nyeri sebelum diberikan kompres es adalah kategori nyeri dengan skor rata – rata 51.63, dan sesudah dilakukan intervensi tingkat nyeri menurun menjadi kategori ringan dengan rata – rata skor 38.8. Nilai statistik didapatkan Asymp. sig (2 tailed) p value sebesar 0.004 < 0.05 yang berarti terdapat Pengaruh Terapi Kompres Es Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Kerawang Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga. Kesimpulannya setelah mendapatkan kompres es, rata – rata pasien memiliki tingkat nyeri ringan. Saran : Pengrajin dapat melakukan kompres es secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Kompres Es, Nyeri Punggung, Pengrajin Kerawang  
Hubungan Tingkat Stres dan Kualitas Konsumsi Pangan dengan Status Gizi Pekerja Pabrik Kertas di Karawang Simaremare, Chintya Mariana; Riski, Linda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18308

Abstract

ABSTRAK Status gizi adalah keadaan yang menunjukkan keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seseorang yang mengalami stres dapat mengubah perilaku makan yang disebabkan mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar dan tidak dapat dikendalikan. untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kualitas konsumsi pangan dengan status gizi pekerja dipabrik kertas karawang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Perhitungan jumlah sampel mengunakan Teknik random simple sampling, didapatkan sebayak 90 responden. Analasis penelitian menggunakan uji Rank Spearman. Analisis menggunakan uji rank Spearman diperoleh Tingkat stres dengan status gizi (p-value = 0,648 dan r = 0,049), kualitas konsumsi pangan dengan status gizi (p-value = 0,661 dan r = 0,047) sangat lemah antara kualitas konsumsi pangan dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan Tingkat stres dan kulitas konsum pangan dengan status gizi pekerja PT Pabrik Kertas di Karwang.   Kata Kunci: Tingkat Stres, Kualitas Konsumsi Pangan, Status Gizi, Pekerja  ABSTRACT Nutritional status is a condition that shows the balance between nutrient intake and nutritional needs required by the body. A person who experiences stress can change eating behavior caused by consuming large amounts of food and cannot be controlled.  To determine the relationship between stress levels and food consumption quality with the nutritional status of workers in the Karawang paper factory. The research design used is a cross-sectional design. The calculation of the number of samples using the simple random sampling technique, obtained as many as 90 respondents. Research analysis using the Spearman Rank test. Analysis using the Spearman rank test obtained the level of stress with nutritional status (p-value = 0.648 and r = 0.049), the quality of food consumption with nutritional status (p-value = 0.661 and r = 0.047) is very weak between the quality of food consumption with nutritional status. There is no relationship between stress levels and quality of food consumption with the nutritional status of PT Pabrik Kertas workers in Karwang. Keywords: Stress Level, Food Consumption Quality, Nutritional Status, Workers
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Janin Letak Sungsang Yulianita, Esti Dwi; Rosyidah, Rafhani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18647

Abstract

ABSTRACT Breech presentation is one of the leading causes of maternal mortality, although it occurs in only 2-3% of pregnancies, it carries significant risks of complications, including an increased risk of maternal death by 20-30%. The purpose of this study is to analyze the factors associated with breech presentation. This study uses an analytical design with a Cross-Sectional approach to analyze the relationship between several factors such as age, parity, polyhydramnios, maternal height, and placenta previa with the incidence of breech presentation. The study population consists of third-trimester pregnant women with a gestational age of 36-42 weeks who meet the inclusion criteria. The sample size of this study is 114 pregnant women in each group, calculated using the Lemeshow formula. Data was collected secondarily from medical records and analyzed using univariate analysis through frequency distribution tables, bivariate analysis using the chi-square test with a significance level of 0.05, and the prevalence of breech delivery was calculated using Prevalence Ratio (PR).  Keywords: Breech Presentation, Pregnancy, Risk Factors.  ABSTRAK Sungsang menjadi salah satu penyebab utama angka kematian ibu, yang walaupun hanya terjadi pada 2-3% kehamilan, tetapi memiliki risiko komplikasi yang signifikan, termasuk peningkatan risiko kematian ibu hingga 20-30%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan janin letak sungsang. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan Cross Sectional untuk menganalisis hubungan antara beberapa faktor seperti usia, paritas, hidramnion, tinggi badan ibu, dan placenta previa dengan kejadian letak sungsang. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan 36-42 minggu yang memenuhi kriteria inklusi. Biesar sampiel pienielitian ini adalah 114 ibu hamil tiap kielompok yang di hitung mienggunakan rumus Liemieshow. Data dikumpulkan secara sekunder dari rekam medis dan dianalisis menggunakan analisis univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi – square dengan tingkat kemaknaan 0,05 serta besar prevalensi persalinan sungsang dihitung menggunakan RP (Rasio Prevalensi). Kata Kunci: Letak Sungsang, Kehamilan, Faktor Resiko.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Debai Yati, Sarni; Rosiska, Mimi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.16104

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is what affects a person's ability to think, feel and behave properly. Based on the WHO (World Health Organization) in (2022) data obtained that schizophrenia attacks 23 million people worldwide. The purpose of this study is to determine the factors related to the ability of families to care for schizophrenia patients in the working area kumun health center. This study used the Descriptive Analtic method using a Cross Sectional approach. The population of this study consisted of 38 respondents, the sample consisted of 38 respondents. Data collection by distributing questionnaires to the families of sufferers. The results  of the study of family attitudes showed that those who had a positive attitude as many as 25 respondents and those who had a negative attitude were 13 respondents, obtained p value value  = 0.003 when compared to a = 0.05 then p value  <0.05 (Ha accepted), from the level of family anxiety showed that those who had severe anxiety levels were 22 respondents while those who had mild anxiety levels were 16 respondents,   obtained p  value = 0.019 when compared to a = 0.05 then p value <0.05 (Ha accepted). and from the family burden showed a high family burden as many as 26 respondents while those who had a low family burden as many as 12 respondents, obtained  p value = 0.001 when compared to a =  0.05 then  p value <0.05 (Ha accepted). Then it can be concluded There is a significant relationship between family attitudes, anxiety levels and family burden and the family's ability to care for schizophrenia patients. Keywords: Schizophrenia and Family Abilities.  ABSTRAK Skizofrenia adalah yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan dan berperilaku dengan baik. Berdasarkan WHO (World Health Organization) Pada tahun (2022) di dapatkan data yang mengalami skizofrenia menyerang kepada 23 juta jiwa di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan keluarga merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja puskesmas kumun. Penelitian ini menggunakan metode Desktiptif Analtik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini terdiri dari 38 responden, sampel terdiri dari 38 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada keluarga penderita. Hasil penelitian dari sikap keluarga menunjukkan yang memiliki sikap positif sebanyak 25 responden dan yang memiliki sikap negatif adalah 13 responden, diperoleh nilai p value = 0,003 jika dibandingkan dengan a = 0,05 maka p value <0,05 (Ha diterima), dari tingkat kecemasan keluarga menunjukkan yang memiliki tingkat kecemasan berat sebanyak 22 responden sedangkan yang memiliki tingkat kecemasan ringan adalah 16 responden, diperoleh nilai p value = 0,019 jika dibandingkan dengan a = 0,05 maka p value <0,05 (Ha diterima), dan dari beban keluarga menunjukan beban keluarga tinggi sebanyak 26 responden sedangkan yang memilki beban keluarga rendah sebanyak 12 responden, diperoleh nilai p value = 0,001 jika dibandingkan dengan a = 0,05 maka p value <0,05 (Ha diterima). Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara sikap keluarga, tingkat kecemasan dan beban keluarga dengan kemampuan keluarga merawat pasien skizofrenia. Kata Kunci: Skizofrenia dan Kemampuan Keluarga
Pengaruh Pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI Dini dengan Kejadian Stunting di Puskesmas X Bara, Maria Fatima; Utami, Tuti Asrianti; Susilo, Wilhelmus Hary
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.16195

Abstract

ABSTRACT Stunting is a measure obtained on a child's nutritional status based on his height which is determined by the comparison of the heights of children of his age. Factors causing stunting are mothers' lack of knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and the providing of early weaning foods. This study aims to analyze the influence of mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and early weaning food feeding on the incidence of stunting at the X District Health Center, West Jakarta. This research is a quantitative study with a logistic regression model using a cross-sectional approach. The data collection method used was distributing questionnaires. The sampling technique in this research used purposive sampling with 71 respondents. The results of the univariate analysis showed that 48 (67.6%) respondents had less knowledge about giving exclusive breastfeeding, 45 (63.4%) had less knowledge about providing weaning foods, 23 (32.4%) had stunted toddlers in the short category (stunted) and stunted toddlers in the very short category (severely stunted) were 31 (43.7%).The results of the mann-whitney analysis test with the condition that it is significant if the p-value < 0.05 shows that there is a significant influence between knowledge about exclusive breastfeeding with the incidence of stunting (p-value = 0.002) and knowledge about the providing of providing early weaning foods with the incidence of stunting (p-value = 0.001). Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Weaning Foods  ABSTRAK Stunting merupakan ukuran yang didapatkan pada status gizi anak berdasarkan tinggi badannya yang ditentukan oleh perbandingan tinggi pada anak-anak seusianya. Faktor penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan  pemberian makanan pendamping ASI dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI dini dengan kejadian stunting di Puskesmas X Jakarta Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model non-parametric test dengan menggunakan uji mann-whitney menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan responden sebanyak 71 responden. Hasil analisis univariat menunjukan responden yang mempunyai pengetahuan kurang tentang pemberian ASI eksklusif sebanyak 48 (67,6%), pengetahuan kurang tentang pemberian MP ASI sebanyak 45 (63,4%), balita stunting kategori pendek (stunted) sebanyak 23 (32,4%), dan balita stunting dengan kategori sangat pendek (severely stunted) sebanyak 31(43,7%). Hasil analisis uji mann-whitney dengan ketentuan bermakna jika p value < 0,05 menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p value=0,002), dan pengetahuan tentang pemberian MP ASI dini dengan kejadian stunting (p value=0,001). Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Makanan Pendamping ASI

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue