cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Gambaran Pengetahuan dan Self Efficacy Masyarakat dalam Melakukan Tindakan Bantuan Hidup Dasar di Desa Tanjungsari Sumedang Sulaeman, Nadila Afifah; Nur'aeni, Aan; Pebrianti, Sandra
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21498

Abstract

ABSTRACT Basic Life Support (BLS) is the first aid given in cases of cardiac arrest. This condition can occur anywhere and anytime, so the community needs to have BLS skills supported by knowledge and self-efficacy. This study aims to describe the knowledge and self-efficacy of the community in Tanjungsari Village in performing BLS. This study used a descriptive-quantitative method with respondents from the community who had participated in BLS counseling/training, totaling 47 people. Data were collected using BLS Knowledge questionnaires and the Resuscitation Self-Efficacy Scale questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using frequency distribution and percentage. The results showed that 89.4% of respondents had high knowledge, and the majority already had good self-efficacy, except in the sub-variable of responding and rescuing, where 19.1% stated they were not confident and 31.9% stated they were less confident in their ability to perform BLS properly. The low self-efficacy in one item was caused by a lack of knowledge and mastery experience. Based on the results, respondents’ knowledge was categorized as high with good self-efficacy. To improve knowledge and self-efficacy in performing BLS in the community, further training is needed, preferably in the form of simulations based on various real-life scenarios and supported by adequate equipment. Keywords: Basic Life Support, Community, BLS Knowledge, Self-efficacy in BLS.  ABSTRAK Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan pertolongan pertama pada kondisi henti jantung. Kondisi ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan BHD yang didukung oleh pengetahuan dan self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan dan self-efficacy masyarakat di Desa Tanjungsari dalam melakukan BHD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif, dengan responden masyarakat yang pernah mengikuti penyuluhan/pelatihan BHD berjumlah 47 orang. Data diambil menggunakan instrumen kuesioner Pengetahuan BHD dan kuesioner Resuscitation Self Efficacy Scale dengan Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan (89,4%) memiliki pengetahuan tinggi dan  mayoritas sudah memiliki self efficacy yang baik, kecuali pada sub variabel responding and rescuing menunjukan hasil (19,1%) menyatakan tidak yakin dan (31,9%) menyatakan kurang yakin mampu melakukan BHD dengan baik. Rendahnya self-efficacy pada salah satu item disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan mastery experience. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan responden berada pada kategori tinggi dengan self efficacy yang baik. Untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy dalam melakukan BHD di masyarakat, perlu diadakannya kembali pelatihan, diutamakan berbentuk simulasi dengan latar dari berbagai pengenalan situasi nyata dan ditunjang menggunakan alat yang memadai. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Masyarakat, Pengetahuan BHD, Self Efficacy dalam BHD. 
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Bareng Kota Malang Santi, Putri Adelia Eka; Sipollo, Berliany Venny; Syukkur, Achmad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21619

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas is no longer able to produce insulin or the body is not able to use insulin effectively. Self-care management is the most important part and should be done by DM patients aimed at preventing complications. In self-care management, family support is needed to change the health behavior of the victim.  This study aims to find out the relationship between family support and self-care management in patients with diabetes mellitus in the Puskesmas of the Poor City.  This research is quantitative with cross-sectional methods. A sample of 172 respondents was taken using purposive sampling. Data analysis using the Spearman correlation test. Statistical test results show a p-value of 0,000 with an r-counting of 0.413, so it can be concluded that there is a significant relationship between family support and self-care management in diabetic patients. Family support is an important component in the management planning of diabetes mellitus, so the support of the family is very necessary to help the patient to have the spirit to carry out self-care management actions. Keywords: Diabetes Mellitus, Self-Care Management, Family Support.   ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Self care management merupakan bagian yang terpenting dan harus dilakukan oleh penderita DM yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dalam melakukan self-care management, dukungan keluarga diperlukan untuk merubah perilaku kesehatan pada penderita. Untukmengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Bareng Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 172 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 dengan r-hitung 0,413, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self-care management pada pasien diabetes melitus. Dukungan keluarga merupakan komponen penting dalam perencanaan pengelolaan diabetes melitus, sehingga dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu penderita agar memiliki semangat dalam melakukan tindakan self-care management. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Self-Care Management, Dukungan Keluarga 
Penerapan Terapi Seni (Menggambar Dan Mewarnai) dalam Mengatasi Kecemasan di Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates Pringsewu, Lampung Muliani, Nuria; Lestari, Arena; Supriyatno, Heru
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.18793

Abstract

ABSTRACT Anxiety in the elderly is a mental health problem that can affect quality of life. Art therapy, as a non-pharmacological approach, has been shown to reduce anxiety levels. This study aims to evaluate the effect of art therapy on anxiety in the elderly at the Mutiara Senja Pekon Wates Elderly School, Pringsewu, Lampung. The research method used a quasi-experimental design with two groups, namely the control and intervention groups. Measurement of anxiety levels was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before and after the intervention. The results showed that before the intervention, the majority of respondents in both groups had moderate anxiety levels, and the difference between the control and intervention groups was not significant (p = 0.772). After the intervention, the intervention group showed a greater decrease in anxiety scores than the control group (p = 0.004). Although the difference in post-test anxiety between the two groups was not statistically significant (p = 0.408), art therapy had a greater positive impact on reducing anxiety in the elderly. Art therapy can be an effective approach in reducing anxiety in the elderly Keywords: Anxiety, Elderly, Art Therapy, HARS, Mental Health  ABSTRAK Kecemasan pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Terapi seni, sebagai salah satu pendekatan non-farmakologis, telah terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi seni terhadap kecemasan pada lansia di Sekolah Lansia Mutiara Senja Pekon Wates, Pringsewu, Lampung. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan intervensi. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden di kedua kelompok memiliki tingkat kecemasan sedang, dan perbedaan antara kelompok kontrol dan intervensi tidak signifikan (p = 0,772). Setelah intervensi, kelompok intervensi menunjukkan penurunan yang lebih besar dalam skor kecemasan dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,004). Meskipun perbedaan kecemasan post-test antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik (p = 0,408), terapi seni memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap penurunan kecemasan pada lansia. Kesimpulannya, terapi seni dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mengurangi kecemasan pada lansia Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Terapi Seni, HARS, Kesehatan Mental
Efektifitas Terapi Relaksasi Benson dan Finger Hold Terhadap Tingkat Fatique Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Nurhayati, Sri; Immawati, Immawati; Hasanah, Uswatun
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.18506

Abstract

ABSTRACT Kidney failure is a condition where the kidney function decreases optimally to remove waste substances and excess fluid from the body. Chronic kidney failure disease that has reached the final stage and the kidneys no longer function, requires a way to remove toxic substances from the body with kidney replacement therapy, namely dialysis (Hemodialysis). Hemodialysis patients always face various problems such as fatigue due to the chronic nature and side effects of hemodialysis, which negatively impacts their quality of life. fatigue is a problem with a fairly high prevalence among the effects of hemodialysis received by patients with end-stage renal disease. Methods for dealing with fatigue are carried out in two ways, namely pharmacological and non-pharmacological, One of Benson's relaxation techniques for dealing with fatigue is finger hold relaxation. The general aim of this research is to determine the effectiveness of finger hold relaxation and Benson relaxation on the fatigue value of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. This study used a quasi experimental two group randomized pre postt design, the sample of this study were all patients undergoing HD at YMC Hospital. Using a non-probability sampling technique using a total sampling of 50 respondents, data analysis used the independent t test with results. There was a difference between the decline in FAS scores between the two intervention groups with p > 0.16. The difference in scores was a decrease in the FAS score in the Benson relaxation group (mean=17.12) and a decrease in the FAS score in the finger hold relaxation group (mean=28.80). It can be concluded that Ho was rejected, which means there was a decrease in FAS scores in both intervention groups. Keywords: Chronic Kidney Failure, Benson, Finger Hold  ABSTRAK Gagal ginjal merupakan suatu keadaan dimana terjadinya penurunan fungsi ginjal secara optimal untuk membuang zat-zat sisa dan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh. Penyakit gagal ginjal kronis yang sudah mencapai stadium akhir dan ginjal tidak berfungsi lagi, diperlukan cara untuk membuang zat-zat racun dari tubuh dengan terapi pengganti ginjal yaitu dengan cuci darah (Hemodialisis), Pasien hemodialisa selalu menghadapi berbagai masalah seperti fatique atau kelelahan karena sifat kronis dan efek samping hemodialisa, yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Fatigue atau kelelahan adalah salah satu masalah dengan prevalensi yang cukup tinggi diantara efek tindakan hemodialisis yang diterima pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir. Metode penanganan terhadap kelelahan atau fatigue dilakukan kedalam dua cara yaitu farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu teknik relakasasi benson mengatasi fatique adalah relaksasi finger hold. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui Efektivitas Relaksasi finger hold dan Relaksasi benson Terhadap Nilai Fatique Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa, Penelitian ini menggunakan desain quasi ekspreriment two group randomized pre posttest design, sampel penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani HD di RS YMC. Dengan teknik non probabilitysampling dengan memakai total sampling yang berjumlah 50 responden, Analisa data menggunakan uji independent t test dengan hasil Terdapat perbedaan antara penurunan skor FAS antara dua kelompok intervensi dengan p > 0,16. selisih skor bahwa penurunan skor FAS pada kelompok relaksasi benson (mean=17,12) dan penurunan Skor FAS pada kelompok relaksasi finger hold (mean=28,80). dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat penurunan skor FAS pada kedua kelompok intervensi. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Benson, Finger Hold
Health Belief Model Pada Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Terhadap Wanita : Systematic Review Panjaitan, Ribka Sabarina; Mailintina, Yurita; Rosliany, Nia; Ludovikus, Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17784

Abstract

ABSTRACT The leading cause of mortality for women is breast cancer, a common illness. In the world, approximately a million new cases are found each year. The rising incidence of this disease is caused by a number of risk factors, including age, genetics, and lifestyle choices. The government-sponsored breast self-examination (BSE) program is one method of early breast cancer detection. Despite the program's effectiveness, minimal participation persists. Based on the Health Belief Model (HBM) paradigm, research has demonstrated improvements in health behaviors like BSE. Systematically identify and analyze various literature regarding the effectiveness of using interventions based on the Health Belief Model theory on BSE practice behavior for women. This research uses a systematic review method, collecting data from scientific journals, clinical reports, and other related publications, namely Pubmed, Science Direct, Sagejournal. The inclusion criteria set are original research articles, in English and published within the 2014-2024 period. The sample used in this research ranged in age from 16-80 years and was conducted on women. Based on the search results, 6 articles were found that met the inclusion criteria. The articles obtained prove that the use of HBM-based interventions is effective in increasing knowledge, perceptions, skills, and in some cases, behavior related to BSE practice. HBM-based interventions are effective in increasing BSE knowledge and skills, but behavior change requires long-term support. Mass and visual media are also effective in increasing awareness. Keywords: Breast Cancer, BSE, Health Belief Model, Women  ABSTRAK Penyebab utama kematian perempuan adalah kanker payudara, penyakit yang umum. Di dunia, sekitar satu juta kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Meningkatnya kejadian penyakit ini disebabkan oleh sejumlah faktor risiko, antara lain usia, genetik, dan pilihan gaya hidup. Program pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang disponsori pemerintah merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara. Meskipun program ini efektif, partisipasinya masih sangat minim. Berdasarkan paradigma Health Belief Model (HBM), penelitian telah menunjukkan perbaikan dalam perilaku kesehatan seperti SADARI. Mengidentifikasi dan menganalisis dari berbagai literatur secara sistematik terkait efektifitas penggunaan intervensi berbasis teori Health Belief Model pada perilaku praktik SADARI terhadap wanita.  Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis, mengumpulkan data dari jurnal ilmiah, laporan klinis, dan publikasi terkait lainnya yaitu Pubmed, Science Direct, Sagejournal. Adapun kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu artikel penelitian original, berbahasa inggris dan di publikasikan dalam rentang waktu 2014-2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berusia berkisar 16-80 tahun dan dilakukan pada wanita. Berdasarkan hasil pencarian, ditemukan 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dari artikel yang didapatkan membuktikan bahwa penggunaan intervensi berbasis HBM efektif untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi, keterampilan, dan pada beberapa kasus, perilaku terkait prakek SADARI. Intervensi berbasis HBM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI, namun perubahan perilaku memerlukan dukungan jangka panjang. Media massa dan visual juga efektif meningkatkan kesadaran.   Kata Kunci: Kanker Payudara, SADARI, Health Belief Model, Wanita
Hubungan Karakteristik Personal dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Gatak Puspitasari, Eka Ayu; Kartinah, Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21473

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus is one of the chronic diseases whose prevalence continues to rise globally, including in Indonesia. Various individual factors such as age, sex, educational level, occupation, marital status, family history, and dietary patterns have the potential to influence blood glucose levels. This study aims to analyze the relationship between personal characteristics and blood glucose levels among elderly individuals diagnosed with type 2 metabolic disorder at Gatak Primary Health Center. The study employs a descriptive-analytic approach using a cross-sectional design. A total of 57 elderly respondents were selected through non-probability sampling techniques. Data were collected using questionnaires and fasting blood glucose tests. The Chi-Square test was used to examine the bivariate association between variables. The findings indicate significant associations between age, sex, occupation, dietary habits, and family history with blood glucose levels (p < 0.05). Meanwhile, no statistically significant associations were found for educational level, marital status, and daily activity (p > 0.05). It can be concluded that certain personal characteristics such as age, biological category, occupation, dietary habits, and hereditary factors are associated with blood glucose levels in individuals with type 2 metabolic disorder. These findings highlight the importance of individualized approaches in managing type 2 metabolic conditions among the elderly. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Personal Characteristics, Elderly, Blood Glucose Level, Gatak Primary Health Center Background.   ABSTRAK Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, riwayat keluarga, serta pola makan berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik personal dengan kadar gula darah pada lansia penderita metabolik tipe 2 di Puskesmas Gatak. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 57 responden lansia yang menerapkan teknik pengambilan sampel non-probabilitas, dengan instrumen pengumpulan data berupa angket. serta pemeriksaan kadar gula darah puasa. Uji Chi-Square dimanfaatkan untuk mengkaji keterkaitan dua variabel secara bivariat. Hasil temuan mengindikasikan adanya keterkaitan yang bermakna diantara variabel usia, jenis kelamin, pekerjaan, kebiasan makan, dan riwayat keturunan dengan tingkat gula dalam aliran darah (p < 0,05). Sementara itu, variabel tingkat pendidikan, status perkawinan, dan aktivitas harian tidak ditemukan asosiasi yang bermakna secara statistik (p > 0,05). Dapat disimpulkan beberapa karakteristik personal seperti umur, kategori biologis, pekerjaan, kebiasaan makan, dan riwayat keturunan memiliki keterkaitan terhadap tingkat glukosa darah pada individu dengan Metabolik tipe 2. Temuan tersebut mengindikasikan perlunya pendekatan yang mempertimbangkan karakteristik individu dalam upaya pengelolaan metabolik tipe 2 pada kelompok lansia. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Dalam Darah, Karakteristik Personal Lansia, Uji Chi-Square. 
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pengaruh Kompres Air Hangat untuk Menurunkan Demam Tifoid pada Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit X Juriah, Juriah; Yeni, Roza Indra; Iksan, Ricky Riyanto; Putri, Rima Berlian
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18885

Abstract

ABSTRACT Typhoid fever is a disease caused by systemic infection by Salmonella typhi while Salmonella paratyphi can also be caused by infection by animals Objective: The purpose of this nursing care is expected to be able to understand, explain and apply evidence-based practice in professional nursing, whether there is an effect of warm water compresses to reduce typhoid fever in preschool children at Hospital, X. Research Method: The evidence-based clinical practice design used is Quasy Experiment. Namely by conducting intervention and control groups. There are two intervention groups, namely 2 groups that are given warm water compresses to reduce typhoid fever in preschool children for 4 consecutive days and are carried out 2 times a day. Results: The average body temperature after warm compresses showed a significant difference with the control group with a p value (0.032 or <0.05). Conclusion: which means that there is a difference in the effect of giving warm compresses to the intervention group compared to the control group with a p value (0.032), or there is a significant effect of giving warm compresses to children with typhoid fever as indicated by a p value <0.05. Keywords: Warm Water Compress, Typhoid Fever, Preschool Children  ABSTRAK Demam  tifoid merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi sistemik oleh Salmonella typhi sedangkan Salmonella paratyphi dapat disebabkan juga infeksi oleh hewan Tujuan penelitian ini menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, apakah ada pengaruh kompres air hangat untuk menurunkan demam tifoidpada anak usia prasekolah di Rumah  Sakit X. Metode Penelitian mengunakan desain evidence based clinical practiceyang digunakan adalah Quasy Experiment. Yaitu dengan melakukan intervensi dan kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan kompres air hangat untuk menurunkan demam tifoid pada anak usia prasekolah selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil:  rerata suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kelompok kontrol dengan hasil nilai p (0.032 atau < 0.05). Kesimpulan yang artinya ada pengaruh perbedaan pemberian kompres hangat pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p (0.032), atau terdapat pengaruh pemberian kompres hangat pada anak demam typoid secara signifikan yang ditunjukkan dengan nilai p < 0.05. Kata Kunci: Kompres Air Hangat, Demam Tifoid, Anak Usia Prasekolah 
Gambaran Daya Tanggulang Stres Pada Mahasiswa Tahun Kedua di Universitas Advent Indonesa Simbolon, Mangadar; Triwahyuni, Palupi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18347

Abstract

ABSTRAK Stres pada saat ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian halnya tidak luput dari kehidupan remaja dalam hal ini adalah mahasiwa yang sedang menempuh pendidikan. Mahasiswa yang mengalami stres berkepanjangan akan memengaruhi perkembangan oleh karena krisis pendewasaan yang terjadi. Oleh sebab itu diperlukan daya tanggulang untuk menghadapi stres. Penelitian ini bertujuan untuk medapatkan gambaran daya tanggulang stres pada mahasiswa tahun kedua yang sedang menjalankan pendidikannya. Pada penelitian ini digunakan jenis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Variabel yang diteliti adalah gambaran daya tanggulang stres. Penelitian ini melibatkan partisipasi dari 80 responden. Populasi yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun kedua di Universitas Advent Indonesia. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil dengan persentase terbesar (41%) untuk menggunakan strategi, (37%) untuk penyelesaian masalah. Dari penelitian ini dideskripsikan tentang daya tanggulang mahasiswa terhadap stres. Kisi-kisi pernyataan yang telah dirumpunkan bahwa mahasiswa sering memiliki daya tanggulang ketika menghadapi stres dalam kehidupannya. Artinya bahwa acapkali atau mahasiswa kerap menggunakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Kata sering merujuk kepada keadaan dimana mahasiswa berkali-kali menggunakan daya tanggulang dalam menyelesaikan masalah. Gambaran daya tanggulang pada mahasiswa tahun kedua di Universitas Advent Indonesia bahwa mahasiswa sering memiliki daya tanggulang ketika menghadapi stres dalam kehidupannya. Artinya bahwa acapkali atau mahasiswa kerap menggunakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah.  Saran yang dapat diberikan yaitu: 1) bagi mahasiswa hendaknya tetap memiliki daya tanggulang dalam menghadapi stres. 2) selalu menggunakan strategi dalam menghadapi stres. 3) bagi peneliti selanjutnya agar hasil penelitian ini menjadi acuan untuk penelitian lebih lanjut tentang strategi dan daya tanggulang stres terhadap prestasi akademik. Kata Kunci: Daya Tanggulang, Stres, Mahasiswa  ABSTRACT Stress has now become an inseparable part of life. Likewise, stress cannot be missed from the lives of teenagers, in this research students who are currently studying. Students who experience prolonged stress will affect their development because of the maturation crisis that occurs. Therefore, resilience is needed to deal with stress. This study aims to obtain an overview of the stress coping abilities of second year students who are currently pursuing their education. This research used a quantitative typr using descriptive methods. The variable studied is a description of stress coping capacity. This research involved the participation of 80 respondents. The population participating in this research were second year students at Universitas Advent Indonesia. The sampling technique used was purposive sampling. Result with the largest percentage (41%) for using strategies, (37%) for problem solving. This research describes students’ ability to cope with stress. The grid of statements that have been summarized is that students often have the ability to cope when facing stress in their lives. This means that students often use their abilities to solve problems. The word often refers to a situation where students repeatedly use their coping skills to solve problems. The description of the resilience is that students often have the capacity to cope when facing stress in their lives. This means that students often use their abilities to solve problems. Suggestions that can be given are: 1) students should still have the ability to cope with stress, 2) always use strategies in dealing with stress, 3) for future researchers so that the results of this research can become a reference for further on strategies and stress management on academic achievement. Keywords: Problem Solving, Stress, Students
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Konsumsi Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Dhitya, Ray Krisna; Keswara, Umi Romayati; Winarno, Rudi; Trismiyana, Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.17892

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the elderly due to decreased cardiovascular function is hypertension. The percentage increase in hypertension in Lampung Province reached 29.94%. Way Bungur Health Center itself has the highest number of patients suffering from hypertension compared to other sub-district health centers in East Lampung, namely 1126 patients. data from pre-survey results provided from the Community Health Center where 22 out of 25 patients stated that they lacked knowledge about the dangers of hypertension, so that quite a few of them ignored instructions on taking antihypertensive drugs routinely and regularly. It is known that there is a relationship between knowledge and compliance with medication consumption in elderly people with hypertension at the Way Bungur Community Health Center, East Lampung.This study uses a quantitative descriptive correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were elderly hypertensive patients at the Way Bungur Health Center, East Lampung, totaling 312 people with a sample size of 175 respondents. Sampling used a random sampling technique. Data analysis used the Chi-Square statistical test. Based on the frequency distribution of high knowledge respondents there were 53 respondents (30.29%), while low knowledge there were 122 respondents (69.71%). while low compliance with drug consumption there were 126 respondents (72%). The p-value was obtained 0.036 and the odd ratio value was 3.436. There is a relationship between knowledge and compliance with drug consumption in elderly people with hypertension (p-value 0.036, OR 3.436) in the Way Bungur Health Center area, East Lampung in 2024. The Health Center is advised to increase counseling regarding hypertension and improve healthy living behavior, take medication regularly so that the risk of recurrence of hypertension can be avoided and the incidence of the disease can be minimized. Keywords: Knowledge , Compliance with Medication Consumption, Elderly People with Hypertension  ABSTRAK Lansia dengan penyakit hipertensi memiliki masalah besar pada kepatuhan minum obat, pengetahuan pasien dan dukungan keluarga juga mempunyai peranan penting agar hipertensi pada lansia dapat di kendalikan. Hipertensi juga menjadi salah satu penyakit tidak menular dan paling banyak diderita masyarakat Indonesia (57,6%). Persentasepeningkatan hipertensi di Provinsi Lampung mencapai 29,94%. Puskesmas Way bungur sendiri mempunyai jumlah pasien penderita hipertensi terbanyak dibandingkan dengan Puskesmas kecamatan lainnya yanga da di Lampung Timur yaitu 1126 pasien. data hasil pre survey yang diberikan dari Puskesmas dimana 22 dari 25 pasien dinyatakan kurang pengetahuan mengenai bahaya penyakit hipertensi, sehingga tidak sedikit dari mereka mengabaikan instruksi konsumsi obat antihipertensi secara rutin dan teratur. Diketahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan  design analitik kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien lansia hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur sebanyak 312 orang dengan jumlah sampel 175 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan responden tinggi ada 53 responden (30,29%), sedangkan pengetahuan rendah ada 122 responden (69,71%). sedangkan kepatuhan konsumsi obat rendah ada 126 responden (72%). Didapatkan p-value 0,036 dan nilai odd ratio 3,436. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi (p-value 0,036, OR 3,436) di wilayah Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Tahun 2024. Bagi pihak Puskesmas disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat, minum obat secara teratur agar resiko kekambuhan .penyakit hipertensi dapat dihindari dan dapat meminimalisir angka kejadian penyakit tersebut. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Obat, Lansia Hipertensi
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Dukungan Keluarga Terhadap Pasien Stroke di Rumah Sakit X Fatimah, Siti Fatimah; Yeni, Roza Indra
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.19770

Abstract

ABSTRACT The level of knowledge is a form of individual behavior, if the individual has good knowledge this can result in good actions too. Family support can help improve healing and minimize levels of depression or emotional disorders.  The aim of this research is to determine the relationship between knowledge level and family support for stroke patients at Hospital X. This research is a quantitative type of research with a correlational analytical design with a cross sectional approach. Using the total sampling method, the total sample in this study was 30 respondents. Data collection tools use a knowledge level questionnaire and a family support questionnaire. Results More than half have a good level of knowledge, 17 people (56.7%) and less than half only have good family support, 14 people (46.7%). The results of the endemic chi square test show a p value = 0.749, where a < 0.05. The conclusion of this study is that there is no relationship between the level of knowledge and family support for stroke patients at Hospital X. Keywords: Level of Knowledge, Family Support, Stroke  ABSTRAK Tingkat pengetahuan merupakan bentuk perilaku individu, apabila individu memiliki pengetahuan yang baik hal tersebut dapat menghasilkan tindakan yang baik juga. Dukungan keluarga dapat membantu meningkatkan kesembuhan dan meminimalisir tingkat depresi atau gangguan emosional.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Dukungan Keluarga Terhadap Pasien Stroke di RS X. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode total sampling, dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan dan kuisioner dukungan keluarga. Hasil Lebih dari separuh memiliki tingkat pengetahuan baik sejumlah 17 orang (56.7%) dan kurang dari separuh hanya memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 14 orang (46.7%). Hasil uji endidika chi square menunjukan nilai p value = 0.749, dimana a < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan dukungan keluarga terhadap pasien stroke di RS X. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Stroke.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue