cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Pengaruh Pemberian Edukasi Preoperatif terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Jampang Kulon Dasep, Dasep; Alamsah, Mustopa Saepul; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Suryadin, Asep
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20489

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a common response experienced by patients before undergoing surgical procedures. High levels of anxiety can negatively impact anesthesia processes and postoperative recovery. One effort that can be made to reduce anxiety is by providing preoperative education. This study aims to determine the effect of preoperative education on the anxiety level of preoperative patients in the operating room at RSUD Jampang Kulon. The research design used was a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 32 respondents selected using purposive sampling. The instrument used to measure anxiety levels was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant result with a p-value of 0.000 (p < 0.05). This indicates a decrease in anxiety levels after the provision of preoperative education. Therefore, it can be concluded that preoperative education has a significant effect in reducing patients’ anxiety before surgery. Preoperative education should be part of the standard pre-surgical care to enhance patients’ preparedness and comfort. Keywords: Preoperative Education, Anxiety, Preoperative Patients  ABSTRAK Kecemasan preoperatif merupakan respons umum yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap proses anestesi dan pemulihan pascaoperasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan edukasi preoperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi preoperatif terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Jampang Kulon. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan edukasi preoperatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi preoperatif berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Edukasi preoperatif sebaiknya menjadi bagian dari standar pelayanan praoperasi untuk meningkatkan kesiapan dan kenyamanan pasien. Kata Kunci: Edukasi Preoperatif, Kecemasan, Pasien Pre Operasi
Aplikasi Teori Adaptasi Calista Roy terhadap Mobilisasi Dini pada Pasien Pasca Sectio Caesarea Wulandari, Ratna; Nggimatara, Matius
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21094

Abstract

ABSTRACT Cesarean section is a surgical procedure commonly performed to save both mother and baby, yet it poses risks such as pain, immobility, and delayed postoperative recovery. Early mobilization is an essential intervention to accelerate recovery and prevent complications after cesarean section. Range of Motion (ROM) exercises, both passive and active, are forms of early mobilization proven to enhance physiological function. Roy’s Adaptation Model provides a conceptual framework to analyze patients’ adaptive responses to nursing interventions like ROM. This study aims to analyze the application of Calista Roy’s Adaptation Theory in supporting early mobilization in post-cesarean section patients. This was a descriptive case study using a qualitative approach. The research subject was a post-cesarean section patient who received passive and active ROM interventions from the first to the fifth postoperative day. Data were collected through structured observations, interviews, and nursing documentation, and were analyzed according to Roy’s four adaptive modes.The results indicated improved physiological adaptation, including reduced pain, increased mobility, and faster return of elimination function. Psychologically, the patient demonstrated a more positive body image and improved self-confidence (self-concept mode). In the role function mode, the patient began participating in infant care. The interdependence mode also improved, supported by family involvement and active communication with nurses.Early mobilization through ROM exercises effectively supports the adaptive responses of post-cesarean patients in all four modes of Roy’s Adaptation Model. These findings support the integration of ROM exercises as part of holistic, theory-based nursing interventions in clinical practice. Keywords: Cesarean Section, Early Mobilization, Range Of Motion (ROM), Roy's Adaptation Model  ABSTRAK Operasi sesar merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi, namun berisiko menimbulkan nyeri, imobilitas, dan keterlambatan pemulihan pascaoperasi. Mobilisasi dini menjadi intervensi penting dalam mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi setelah operasi sesar. Latihan Range of Motion(ROM), baik pasif maupun aktif, merupakan salah satu bentuk mobilisasi dini yang efektif meningkatkan fungsi fisiologis. Teori adaptasi Roy memberikan kerangka konseptual untuk menganalisis respons adaptif pasien terhadap intervensi keperawatan seperti ROM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori adaptasi Calista Roy dalam mendukung mobilisasi dini pada pasien pasca sectio caesarea. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah pasien post operasi sesar yang menerima intervensi latihan ROM pasif dan aktif sejak hari pertama hingga hari kelima pascaoperasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi asuhan keperawatan, lalu dianalisis berdasarkan keempat mode adaptasi dalam model Roy. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan adaptasi fisiologis berupa penurunan nyeri, peningkatan mobilitas, dan percepatan fungsi eliminasi. Secara psikologis, pasien menunjukkan peningkatan persepsi positif terhadap tubuh dan rasa percaya diri (mode konsep diri). Dalam mode fungsi peran, pasien mulai berpartisipasi dalam perawatan bayi. Mode interdependensi juga meningkat dengan adanya dukungan keluarga dan komunikasi aktif dengan perawat. Mobilisasi dini melalui latihan ROM terbukti mendukung respons adaptif pasien post operasi sesar dalam keempat mode adaptasi menurut teori Roy. Temuan ini mendukung integrasi latihan ROM sebagai bagian dari intervensi keperawatan holistik berbasis teori dalam praktik klinis. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Operasi Sesar, ROM, Teori Adaptasi Roy
Sistematic Literature Review: Pengaruh Pengembangan AI (Artificial Inteligence) terhadap Informasi Kesehatan di Indonesia Dari Aspek Ketepatan Dan Aksesibilitas Setyoningsih, Rr. Devi Noviana; Purnami, Cahya Tri; Suryoputro, Antono
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21618

Abstract

ABSTRACT The greatest challenge in Indonesia's healthcare sector is the limited number of doctors and their uneven distribution, as well as insufficient health information. One solution being implemented is utilizing artificial intelligence (AI) technology. The development of artificial intelligence has provided significant impact on the healthcare sector, including assisting in disease diagnosis, medical imaging analysis, predicting disease risks and progression, monitoring patient health data, and managing hospital administration. The utilization of AI technology can also improve accessibility, convenience, and accuracy in obtaining information within healthcare delivery systems, including reducing human error and physicians' cognitive bias in determining the best treatment decisions.analyzing the impact of AI development on improving health information in Indonesia from the aspects of accuracy and accessibility. Systematic Literature Review was conducted using a database PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Semantic dengan rentang publikasi 2020-2025. Kata kunci yang digunakan meliputi: “pengaruh”, "artificial intelligence", "kecerdasan buatan", "informasi kesehatan", "health information", "Indonesia”, “accuracy”, “ketepatan”, “Aksesibilitas”. Analysis of 9 articles revealed that AI development has had a significant influence on the improvement of health information in Indonesia, particularly in terms of accessibility and accuracy of health information. An intervention study was conducted to determine the impact of technology on improving the accessibility and accuracy of health information in Indonesia, as well as on the development of AI-enabled health information systems, and to evaluate the long-term effects of AI implementation on public health outcomes. Keywords: Artificial Intelligence, Health Information, Accuracy, Accessibility. ABSTRAK Tantangan terbesar di sektor kesehatan Indonesia adalah terbatasnya jumlah dokter dan distribusinya yang tidak merata. Salah satu solusi yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Pengembangan kecerdasan buatan telah memberikan dampak signifikan pada sektor kesehatan, antara lain membantu menentukan diagnosis penyakit, analisa pencitraan medis, memprediksi risiko dan perkembangan penyakit, pengawasan data kesehatan pasien, hingga pengeolaan administrasi rumah sakit. Pemanfaatan teknologi AI juga dapat meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan serta ketepatan memperoleh informasi dalam sistem pelayanan kesehatan antara lain mengurangi kesalahan manusia dan bias kognitif dokter dalam menentukan keputusan pengobatan terbaik. Menganalisa pengaruh Pengembangan AI terhadap peningkatan informasi kesehatan di Indonesia dari aspek ketepatan dan aksesibilitas. Sistematic Literature Review dilakukan menggunakan database PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Semantic dengan rentang publikasi 2020-2025. Kata kunci yang digunakan meliputi: “pengaruh”, "artificial intelligence", "kecerdasan buatan", "informasi kesehatan", "health information", "Indonesia”, “accuracy”, “ketepatan”, “Aksesibilitas”. Analisis dari 9 artikel diperoleh hasil bahwa Pengembangan AI telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan informasi kesehatan di Indonesia, terutama dalam aspek ketepatan dan aksesibilitas. Dilakukan Studi intervensi untuk memastikan bahwa pengaruh teknologi terhadap peningkatkan aksesbilitas dan ketepatan informasi kesehatan di Indonesia, serta pengembangan informasi kesehatan dengan dukungan AI, dan evaluasi dampak jangka panjang implementasi AI terhadap hasil kesehatan masyarakat Kata Kunci: Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan, Informasi Kesehatan, Ketepatan, Aksesibilitas
Determinan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Kia) Pada Ibu Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pereumeu Kecamatan Kaway XVI Kecamatan Kabupaten Aceh Barat Tini, Sri Gus; Susanti, Susanti; Amiruddin, Amiruddin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17367

Abstract

ABSTRACT The Maternal and Child Health Book (KIA) is an important communication tool and information medium for health workers, mothers of toddlers, families and communities, which functions as a tool for knowing the health status of mothers and toddlers, documentation, early detection of risks, counseling, as well as for monitor the growth and development of toddlers. The aim of this research was to determine the determinants of the use of maternal and child health books (KIA) among mothers under five in the UPTD work area of the Pereumeu Health Center, Kaway XVI District, West Aceh Regency. The research method uses an observational analytical method with a cross-sectional approach, namely by collecting data. This research was conducted on mothers who have toddlers in the UPTD Work Area of the Pereumeu Health Center, Kaway Toddlers in the UPTD Working Area of the Pereumeu Health Center, Kaway XVI District, West Aceh Regency. The data collection method was carried out by collecting primary data, carried out by interviewing mothers with toddlers using an instrument in the form of a structured interview guide assisted by an enumerator who had been briefed. Previously, the enumerator explained the objectives, benefits, research procedures and how to fill out the interview guide which contained the identity of the respondent and the variables in this research. Next, sign informed consent before filling in the interview guide. The data analysis design in this research is univariate, bivariate and multivariate analysis. Univariate analysis in the form of distribution and percentage of each variable. Bivariate analysis uses the chi-square test with a significance level of 95%, to analyze the relationship between maternal knowledge and attitudes, and support from health workers for the use of MCH books. Meanwhile, multivariate analysis uses the Poisson regression statistical test. Based on the research results above, it can be concluded that the higher the knowledge, attitudes and support of health workers, the higher the use of MCH books. Keywords: Knowledge, Attitudes, Support from Health Workers, Utilization of KIA Books  ABSTRAK Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan alat komunikasi dan media informasi yang penting bagi tenagakesehatan, ibu balita, keluarga dan masyarakat, yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui statuskesehatan ibu dan balita, dokumentasi, deteksi dini adanya resiko, konseling, serta untuk memantau tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pereumeu Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yaitu dengancarapengumpulan data. Penelitian ini dilakukan pada ibu yang mempunyai balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pereumeu Kecamatan Kaway XVI pada bulan Juni-Juli 2024. Metode pengumpulan data dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu yang bertujuan untuk mengetahui determinan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Pada Ibu Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pereumeu Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data primer, dilakukan dengan cara wawancara kepada ibu yang mempunyai balita menggunakan instrument berupa pedoman wawancara terstruktur yang dibantu olehenumerator yan telah dibreafing. Sebelumnya enumerator menjelaskan tujuan, manfaat, prosedur penelitian dan caramengisi pedoman wawancara yang berisi tentang identitas responden, dan variable-variabel dalam penelitian ini. Selanjutnya menandatangani informed consent sebelum mengisi pedoman wawancara.Rancangan Analisa data dalampenelitian ini yaitu analisa univariat, bivariat dan multivariat. Analisis univariat dalam bentuk distribusi dan persentasedari tiap variabel. Analisis Bivariat menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan 95%, untuk menganalisishubungan antara pengetahuan dan sikap ibu, dan dukungan petugas kesehatan terhadap pemanfaatan bukuKIA.Sedangkan analisis multivariat mengguankan uji statistik regressi poisson. Berdasarkan hasil penelitian di atas Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan, sikap dan dukungan petugas kesehatan maka akan semakin tinggi pemanfaatan buku KIA.  Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Petugas Kesehatan, Pemanfaatan Buku KIA
Pengaruh Penerapan Bundle Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Terhadap Insiden Infeksi Pneumonia di Ruang ICU RSUD MM. Dunda Limboto Yunus, Pipin; Monoarfa, Susanti; Masi, Putri Regina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21653

Abstract

ABSTRACT Critical patients with intubation and using ventilators for a long period of time in the ICU are at risk of nosocomial infections called Ventilator Associated Pneumonia (VAP). One of the non-pharmacological therapies carried out is by administering VAP bundles. The purpose of this study was to determine the effect of implementing Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Bundles on the Incidence of Pneumonia Infection in the ICU Room of MM Dunda Limboto Hospital. using quantitative pre-experiment involving 15 respondents using purposive sampling. The results of the study using the non-parametric statistical test Wilcoxon signed rank test showed that there was an Effect of the Implementation of Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Bundles on the Incident of Pneumonia Infection in the ICU Room of MM Dunda Limboto Hospital as evidenced by the results of p. value (0.001 <0.05). The implementation of VAP bundles can be applied as one of the prevention of pneumonia infection incidents in the ICU room Keywords: VAP Bundles, Pneumonia Infection, Ventilator Associated Pneumonia (VAP) ABSTRAK Pasien  kritis  dengan  intubasi  dan  menggunakan  ventilator  dalam  jangka  waktu  lama  di  ICU beresiko terjadi infeksi nosokomial yang disebut Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Salah satu terapi non farmakologi yang dilakukan adalah dengan pemberian bundle VAP. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Penerapan Bundle Ventilator Associatied Pneumonia (VAP) Terhadap Insiden Infeksi Pneumonia Di Ruang ICU RSUD MM Dunda Limboto. Menggunakan kuantitaif pra eksperimen dengan melibatkan jumlah responden sebanyak 15 orang dengan menggunakan purposivel sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statisik non parametrik Wilcoxon signed rank test menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Penerapan Bundle Ventilator Associatied Pneumonia (VAP) Terhadap Insiden Infeksi Pneumonia di Ruang ICU RSUD MM Dunda Limboto dibuktikan dengan hasil p. value (0.001 < 0.05). Kesimpulan: Penerapan pemberian bundle VAP dapat diterapkan sebagai salah satu pencegahan insiden infeksi pneumonia di ruangan ICU Kata Kunci: Bundle VAP, Infeksi Pneumonia, Ventilator Associatied Pneumonia (VAP).
Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Caregiver Kanker Payudara Lopes, Lilia; Setiyowati, Yovita Dwi; Susilo, Wilhelmus Hary
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17389

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is a disease that is the first largest cancer case in women in Indonesia. Breast cancer has a very complex impact on cancer sufferers and their families. Caregivers have an obligation and an important role to care for sick families, so social support is really needed to improve the quality of life of caregivers while caring for sick family members. This study aims to analyze the relationship between social support and the quality of life of caregivers in breast cancer patients in Jakarta. This research is a quantitative research with a descriptive correlation design and a cross sectional approach. The data collection method used was distributing questionnaires. The sampling technique in this research used random sampling with 50 respondents. The results of the univariate analysis showed that the majority of caregivers were aged 41-59 years, 31 (62.0%) and the majority of respondents were male, 30 (60.0%). College education level was 25 (50.0%) and the majority of caragiver jobs were private employees as many as 24 (48.0%). The majority of caregivers who have high social support are 35 (70.0%) and the majority of caregivers who have a good quality of life are 46 (92.0%). The results of bivariate analysis using the Spearmen's Rho test with α = 0.05 showed that there was no significant relationship between social support and the quality of life of caregivers of breast cancer patients (p-value = 0.176), the calculated r value was (-193). Keywords: Breast Cancer, Social Support, Quality of Life, Caregiver  ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi kasus kanker terbesar di Indonesia. Kanker payudara memberikan dampak yang sangat kompleks bagi penderita kanker dan keluarga, Caregiver memiliki kewajiban dan peran penting untuk merawat keluarga yang sakit sehingga dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver selama merawat anggota keluarga yang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa penyebaran kuisioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan responden sebanyak 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas caregiver berusia 41-59 tahun sebanyak 31 (62,0%) dan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 (60,0%). Tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 25 (50,0%) dan mayoritas pekerjaan karyawan swasta sebanyak 24 (48,0%). Mayoritas caregiver yang memiliki dukungan sosial tinggi sebanyak 35 (70,0%) dan mayoritas cargiver yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 46 (92,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearmen’s Rho dengan α = 0.05 hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara (p-value = 0.176), nilai r hitung (-193). Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, Caregiver
Penguatan Pengetahuan Lansia tentang Strategi Pencegahan Hipertensi Sebelum dan Sesudah Diagnosis melalui Edukasi Kesehatan Handayani, Putri; Nursanah, Nursanah; Seprianto, Seprianto; Surgasari, Tania; Zhafira, Alipya; Dewi, Lisa Rahma; Rahmah, Rasya Aulia
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21410

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common non-communicable diseases affecting the elderly, particularly in developing countries such as Indonesia. This condition often goes unnoticed due to its asymptomatic nature in the early stages, yet it can lead to serious complications if not properly managed. The purpose of this community service activity was to improve the knowledge of elderly individuals regarding the prevention of hypertension, both before and after medical diagnosis. The method involved health assessments, health education sessions, distribution of informative leaflets, and guided hypertension exercise sessions as a form of simple physical activity. Based on the results of the pre-test, it was found that 46.9% of participants had a good understanding of hypertension prevention. After the intervention, this figure increased to 76.25%, indicating a 29.35% improvement in knowledge. These findings suggest that direct community-based education is effective in enhancing awareness and understanding of hypertension prevention and management among the elderly. This initiative is expected to promote healthier behaviors and help prevent complications related to hypertension within the community. Keywords: Elderly Hypertension, Health Education, Primary and Secondary Prevention.  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh kelompok lanjut usia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Masalah hipertensi seringkali tidak disadari karena minimnya gejala awal, namun dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai upaya pencegahan hipertensi, baik sebelum maupun setelah diagnosis. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, pembagian leaflet, serta senam hipertensi sebagai bentuk aktivitas fisik sederhana. Berdasarkan hasil pre-test diketahui bahwa tingkat pengetahuan lansia tentang pencegahan hipertensi sebesar 46,9%, dan meningkat menjadi 76,25% setelah intervensi edukasi. Terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 29,35% setelah kegiatan dilakukan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan secara langsung cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah komplikasi hipertensi pada lansia di lingkungan masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi Lansia, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Primer, Pencegahan Sekunder
Analisis Hubungan Riwayat Konsumsi Kopi Terhadap Gangguan Tidur Pada Pegawai Kantor Kwando, Felicia; Setyawan, Yuswanto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21514

Abstract

ABSTRACT Caffeine, commonly found in coffee, is widely consumed by working adults to maintain alertness. However, excessive intake may interfere with sleep regulation. This study aimed to analyze the relationship between coffee consumption history including frequency and daily caffeine dose and sleep disturbances among office employees. This research used a quantitative correlational design involving 150 office workers in City X. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with Spearman correlation tests. There was a significant negative correlation between coffee consumption frequency and sleep onset (ρ = -0.482; p < 0.001), daily caffeine intake and sleep quality (ρ = -0.524; p < 0.001), as well as a combined effect of frequency and dose on overall sleep disturbance (ρ = -0.496; p < 0.001). Coffee consumption is a notable factor influencing sleep among office workers. Both how often and how much coffee is consumed impact sleep onset and quality, making this behavior a relevant aspect in workplace health management. Keywords: Coffee Intake, Caffeine, Sleep Quality, Office Workers, Spearman Correlation ABSTRAK Kafein yang terkandung dalam kopi merupakan stimulan yang umum dikonsumsi oleh pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, asupan berlebih dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat konsumsi kopi meliputi frekuensi dan dosis harian kafein—dengan gangguan tidur pada pegawai kantor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 150 responden pegawai kantor di Kota X. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi kopi dan onset tidur (ρ = -0,482; p < 0,001), jumlah kafein harian dan kualitas tidur (ρ = -0,524; p < 0,001), serta kombinasi keduanya terhadap tingkat gangguan tidur secara keseluruhan (ρ = -0,496; p < 0,001). Konsumsi kopi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap gangguan tidur pada pegawai kantor. Baik frekuensi maupun dosis harian kafein memiliki peran terhadap kualitas dan kemudahan tidur, sehingga penting untuk diperhatikan dalam program kesehatan kerja. Kata Kunci: Konsumsi Kopi, Kafein, Kualitas Tidur, Pegawai Kantor, Korelasi Spearman
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah yang Mengalami Hospitalisasi Pratama, Muhamad Ari; Martini, Eva; Andriani, Ria; Utami, Tri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21570

Abstract

ABSTRACT Hospitalization in young children can induce anxiety, potentially impacting emotional development. Puzzle play therapy may offer a non-pharmacological approach to alleviate hospital-related anxiety. To evaluate the effectiveness of puzzle play therapy in reducing anxiety among hospitalized preschool children. A pre-experimental design using one-group pretest-posttest was conducted in the pediatric ward of RSU Pekerja Jakarta Utara. Thirty-two children aged 3–6 years were recruited. Anxiety levels were assessed using a modified version of the SCAS scale. Data analysis utilized the Wilcoxon signed-rank test. The mean anxiety score significantly decreased from 25.28 pre-intervention to 19.19 post-intervention (p < 0.001), indicating a positive effect of the therapy. Conclusion: Puzzle play therapy effectively reduces anxiety in hospitalized preschool-aged children and can be integrated into pediatric nursing care. Keywords: Play Therapy, Puzzle, Anxiety, Preschool, Hospitalization  ABSTRAK Hospitalisasi dapat menjadi pengalaman traumatis bagi anak usia prasekolah yang sedang mengalami proses adaptasi perkembangan emosional. Salah satu dampak psikologis yang umum terjadi adalah kecemasan. Terapi bermain seperti puzzle telah terbukti mampu menurunkan kecemasan melalui mekanisme distraksi dan ekspresi emosi. Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Desain penelitian pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest dilakukan terhadap 32 anak usia 3–6 tahun di Ruang Anggrek RSU Pekerja Jakarta Utara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dari SCAS (Spence Children’s Anxiety Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Terdapat penurunan bermakna pada tingkat kecemasan anak, dari rerata 25,28 sebelum intervensi menjadi 19,19 setelah intervensi (p = 0,000). Terapi bermain puzzle terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit. Kata Kunci: Terapi Bermain, Puzzle, Kecemasan, Anak Prasekolah, Hospitalisasi
Efektifitas Art Therapy Untuk Mengurangi Halusinasi Pada Pasien Skizoprenia Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20580

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a psychotic disorder that can cause a person to have limitations in the process of thinking, communicating, interpreting reality, feeling emotions and expressing the emotions they feel. Hallucinations are a symptom of schizophrenia where sufferers experience disturbances in sensory perception and will feel sensations that actually do not exist or are not real, which can be in the form of sound, taste, sight, smell and touch. This research is to determine and analyze the effectiveness of Art therapy interventions in the recovery of schizophrenia patients. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 535 journals adjusted to the inclusion and exclusion criteria, with the publication year 2014-2024, which was determined by the researcher through Search using online databases, namely Pubmed, Garuda, and Google Scholar search engine. The application of art therapy has proven effective in managing the symptoms that appear in schizophrenia patients, one of which is hallucinations. Art therapy can be carried out using various methods because art is abstract and very broad, and involves many senses, thus providing a way for patients to express hallucinatory experiences nonverbally. Art therapy or drawing therapy has been widely used in the medical environment, one of which is to treat mental disorders such as hallucinations because it functions to release emotions, express oneself through non-verbal means and build communication.  . It is hoped that it can become a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to implement art therapy interventions as actions that are given routinely as non-pharmacological therapy Keywords: Art Therapy, Hallucinations, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam proses berpikir, berkomunikasi, menafsirkan realitas, merasakan emosi dan mengekspresikan perasaan emosi yangdirasakannya. Halusinasi adalah gejala skizofrenia dimana penderita mengalami gangguan pada persepsi sensori akan merasakan sensasi yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata, dapat berbentuk suara, pengecapan, penglihatan, penghidu dan perabaan. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa efektivitas dari intervensi Art therapy dalam pemulihan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasilpenelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 535  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Penerapan art therapy terbukti efektif untuk mengelola gejala yang muncul pada pasien skizofrenia, salah satunya halusinasi. Art therapy dapat dilakukan dengan berbagai metode karena seni itu abstrak dan sangat luas, serta melibatkan banyak indera sehingga memberikan cara bagi pasien untukmengekspresikan pengalaman halusinasi  secara nonverbal. Art theraphy atau terapi menggambar telah banyak digunakan dilingkungan medis, salah satunya untuk pengobatan penyakit gangguan jiwa seperti halusinasi karena berfungsi untuk melepaskan emosi, mengekspresikan diri melalui cara-cara non verbal dan membangun komunikasi. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk  menerapkan  intervensi Art terapi sebagai tindakan  yang diberikan secara  rutin  sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Art Terapi, Halusinasi, Skizoprenia.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue