cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Laporan Kasus: Drug-Induced Liver Injury (Dili) pada Anak Karo-Karo, Emia Debora P.; Adjie, Samuel Eko Kristanto Kunta; jodjana, Mikael Stevan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24633

Abstract

ABSTRACT Drug-Induced Liver Injury (DILI) is a form of liver injury that arises from the use of drugs that cause direct toxic effects or through idiosyncratic mechanisms that cannot be predicted in the pediatric population. The use of anti-tuberculosis drugs (Isoniazid, Rifampicin, and Pyrazinamide) is one of the main factors causing DILI in children that should be given special attention in clinical practice. Isoniazid can produce toxic metabolites, Rifampicin can increase enzyme induction which exacerbates the toxicity of Isoniazid, and Pyrazinamide carries a risk of hepatotoxicity. DILI is classified into hepatocellular, cholestatic, and mixed patterns. In this case report, a girl was found to have cholestatic type of DILI due to the use of anti-tuberculosis drugs. After two weeks of treatment, her SGOT and SGPT levels were found to be more than three times higher than normal. Physical examination revealed icteric sclera in both eyes, tenderness in the epigastric area and right upper quadrant, enlarged liver, and redness in both lower extremities. The patient received supportive therapy by discontinuing anti-tuberculosis drugs for 5 days, resulting in improvement and SGOT and SGPT returning to normal ranges. Subsequently, the patient was given gradual anti-tuberculosis drugs in the form of Rifampicin for 1 week. The patient relapsed and experienced DILI again, with SGOT and SGPT results increasing to 6 times the normal value. The patient was then referred to a type A hospital for further evaluation and management, thus confirming the importance of vigilance against DILI in pediatric patients receiving anti-tuberculosis drugs and the need for strict monitoring of liver function during therapy. Kata Kunci: Drug-Induced Liver Injury, Anti-Tuberculosis Drugs, Hepatotoxicity.  ABSTRAK Drug-Induced Liver Injury (DILI) merupakan bentuk cedera hati yang timbul akibat penggunaan obat yang menimbulkan efek toksik langsung maupun melalui mekanisme idiosinkratik yang tidak dapat diprediksi pada populasi pediatrik. Penggunaan Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) (Isoniazid, Rifampisin, dan Pirazinamid) merupakan salah satu faktor utama terjadinya DILI pada anak yang harus menjadi perhatian khusus dalam praktik klinisi. Isoniazid dapat menghasilkan metabolit toksik, Rifampisin dapat meningkatkan induksi enzim yang memperberat toksisitas Isoniazid, serta Pirazinamid memiliki risiko hepatotoksisitas. DILI diklasifikasikan menjadi pola hepatoseluler, pola kolestatik, serta pola campuran. Dalam laporan kasus ini didapatkan seorang anak perempuan yang mengalami DILI tipe kolestatik akibat penggunaan OAT, setelah berobat selama 2 minggu hasil SGOT dan SGPT didapatkan meningkat 3 kali nilai normal. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya sklera ikterik pada mata kanan dan kiri, terdapat nyeri tekan pada area epigastrium dan kuadran kanan atas, hepar teraba membesar, serta terdapat kemerahan pada kedua ekstremitas bawah. Pasien mendapat terapi suportif dengan menghentikan OAT selama 5 hari, hasilnya pasien membaik, SGOT dan SGPT kembali ke rentang nilai normal. Selanjutnya pasien diberikan OAT bertahap berupa Rifampisin selama 1 minggu, pasien relaps mengalami DILI kembali, hasil SGOT dan SGPT meningkat 6 kali nilai normal. Pasien selanjutnya dirujuk ke rumah sakit tipe A untuk evaluasi dan penatalaksanaan lanjutan, sehingga kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap DILI pada pasien pediatrik yang mendapat OAT serta perlunya pemantauan fungsi hati secara ketat selama terapi. Kata Kunci: Drug-Induced Liver Injury, Obat Anti-Tuberkulosis, Hepatotoksisitas.
Peningkatan Pengetahuan Tuberkulosis dan Demonstrasi Upaya Mengatasi Jumlah Kasus Tuberkulosis Paru di Desa Bojong, Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Cikupa, Provinsi Banten Assyifa, Amelia; Atzmardina, Zita; Putri, Zalfa Hemilda; Letius, Fairuz Zefiro; Fadillah, Salsabila Rahma
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24539

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and remains a major public health concern in Indonesia. In 2023, an estimated 1.090.000 cases were reported, equivalent to 387 from 100.000 population, with more than one million cases and approximately 125.000 deaths occurring annually. Similar trends are observed in the working area of the Cikupa Primary Health Center, where TB case numbers have fluctuated since 2022. Recorded cases include 217 cases in 2022, 190 cases in 2023, 193 cases in 2024, and 124 cases from January to July 2025. This study aims to identify the root causes behind the increase in TB cases and to design effective interventions to improve community knowledge and TB prevention. The methods used in this study included problem identification using the Blum Paradigm, determining priority problems with the Urgency, Seriousness, Growth (USG) scoring technique and the non-scoring Delphi method, and conducting root cause analysis using a fishbone diagram and 5 Whys approach. In addition, health education interventions were carried out, including counseling and demonstrations of clean and healthy behaviors such as proper coughing and sneezing etiquette and handwashing. The evaluation results based on pre-test and post-test assessments and monitoring using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) cycle showed that limited community knowledge about TB symptoms, transmission, diagnostic procedures, treatment, and prevention was a major factor contributing to fluctuating TB cases. In one of the intervention areas, Bojong Village, 23 participants (60.53%) showed an improvement of ≥20 points between their pre-test and post-test scores, and 34 participants (89.47%) achieved post-test scores above 70. Several participants were also able to correctly demonstrate clean and healthy behaviors. In conclusion, health education on TB symptoms, transmission, diagnosis, treatment, and prevention combined with demonstrations of clean and healthy practices proved effective in improving community knowledge and awareness in the effort to control TB. This intervention is expected to contribute to reducing new TB cases in the Cikupa Primary Health Center working area. Keywords : Tuberculosis, Health Education, Blum Paradigm.  ABSTRAK Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular akibat Mycobacterium Tuberculosis yang menjadi perhatian dalam masalah kesehatan di Indonesia dimana pada tahun 2023 diperkirakan 1.090.000 atau 387 per 100.000 penduduk dengan lebih dari 1 juta kasus dan 125.000 terjadi kematian setiap tahunnya, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa terjadi penyebaran kasus Tuberkulosis secara fluktuatif sejak tahun 2022 hingga 2025 tercatat sejak tahun 2022 sebanyak 217 kasus, tahun 2023 sebanyak 190 kasus, tahun 2024 sebanyak 193 kasus, dan Januari hingga Juli 2025 sebanyak 124 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah penyebab terjadinya peningkatan kasus Tuberkulosis serta merancang intervensi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta pencegahan Tuberkulosis pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum, menentukan prioritas masalah menggunakan teknik skoring urgency, seriousness, growth (USG) dan non skoring Delphi, analisis akar masalah dengan diagram fishbone dan 5 whys. Selain itu, dilakukan juga edukasi kesehatan berupa intervensi penyuluhan dan demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat mencakup etika batuk dan bersin serta cuci tangan. Hasilnya dari evaluasi berupa pre-test dan post-test serta pemantauan dengan Plan, Do, Check, Act (PDCA) menunjukkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala, transmisi, pemeriksaan, pengobatan dan pencegahan Tuberkulosis yang menjadi faktor utama fluktuasi kasus Tuberkulosis. Intervensi yang dilakukan pada salah satu Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa, yakni Desa Bojong didapatkan 23 responden (60,53%) yang mengalami kenaikan skor ≥20 poin dari nilai pre-test ke post-test dan 34 responden (89,47%) memperoleh nilai post-test 70, serta beberapa peserta mampu mendemonstrasikan ulang praktik perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan yang didapatkan, penyuluhan Tuberkulosis terkait gejala, transmisi, pemeriksaan, pengobatan dan pencegahan serta demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat dalam upaya pengendalian Tuberkulosis. Intervensi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan kasus baru Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa. Kata Kunci: Tuberkulosis, Edukasi Kesehatan, Paradigma Blum.
Penerapan Terapi Orientasi untuk Meningkatkan Realita pada Pasien dengan Waham Kebesaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.Arif Zainudin Surakarta Syaharani, Danisa Bella; Pratiwi, Arum; Jumali, Jumali
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24401

Abstract

ABSTRACT Delusions of grandeur are a thought disorder in schizophrenia patients characterized by excessive beliefs that are not in accordance with reality, resulting in disturbances in reality orientation. This study aims to determine the effectiveness of the application of Reality Orientation Therapy (TOR) in improving reality orientation in patients with delusions of grandeur. The study used a case study design on a 44-year-old male patient who was treated at Dr. Arif Zainudin Surakarta Mental Hospital with a delusional belief that he was the 13th leader of the Mangkubuwono kingdom and was able to behave like the Prophet Muhammad SAW. The intervention was conducted through three sessions over three days, with TOR covering orientation to person, place, and time. Each session lasted 20–30 minutes, using a therapeutic communication approach and repeated stimulation of reality information. Evaluation of therapy success was conducted using an orientation assessment sheet to assess the patient's ability to recognize self-identity, environment, and time, as well as through observation of behavioral changes during the therapy process.TOR showed improvement in scores orientation increase from 3/18 before therapy to 17/18 after three session therapy The patient's reality orientation. After three intervention sessions, the patient was able to state his full name more consistently, recognize that he was at Dr. Arif Zainudin Surakarta Mental Hospital, and state the day and date correctly. In addition to improved orientation, positive changes were also observed, including more relevant speech patterns, more stable emotions, and a decrease in aggressive responses, although these were not the primary focus of therapy. Reality Orientation Therapy is effective in improving reality orientation in patients with grandiose delusions. Further research is recommended in a group of patients with grandiose delusions to improve reality orientation related to the content of their delusions. Keywords: Schizophrenia, Reality Orientation Therapy, Reality Orientation, Delusions of Grandeur, Psychiatric Nursing.   ABSTRAK Waham kebesaran adalah gangguan proses pikir pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan keyakinan berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga mengakibatkan gangguan dalam orientasi realitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Terapi Orientasi Realitas (TOR) dalam meningkatkan orientasi realitas pada pasien dengan waham kebesaran. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 44 tahun yang dirawat di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta dengan keyakinan waham bahwa dirinya adalah pemimpin kerajaan Mangkubuwono ke-13 dan mampu berperilaku seperti Nabi Muhammad SAW. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi selama 3 hari, TOR yang mencakup orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu. Setiap sesi berlangsung selama 20–30 menit, menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik dan stimulasi informasi realitas secara berulang. Evaluasi keberhasilan terapi dilakukan dengan menggunakan lembar asesmen orientasi) untuk menilai kemampuan pasien mengenali identitas diri, lingkungan, dan waktu, serta melalui observasi perubahan perilaku selama proses terapi. TOR menunjukkan peningkatan pada skor orientasi meningkat dari 3/18 sebelum terapi menjadi 17/18 setelah tiga sesi terapi orientasi realitas pasien. Setelah tiga sesi intervensi, pasien mampu menyebutkan nama lengkapnya dengan lebih konsisten, mengenali bahwa ia berada di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, serta menyebutkan hari dan tanggal dengan tepat. Selain peningkatan orientasi, juga tampak perubahan positif berupa pola bicara yang lebih relevan, emosi yang lebih stabil, dan penurunan respons agresif, meskipun bukan menjadi fokus utama terapi. Terapi Orientasi Realitas efektif dalam meningkatkan orientasi realitas pada pasien dengan waham kebesaran. Penelitian selanjutnya disarankan pada sekelompok pasien waham kebesaran untuk orientasi realita terkait isi wahamnya Kata Kunci: Skizofrenia, Terapi Orientasi Realitas, Orientasi Realitas, Waham Kebesaran, Keperawatan Jiwa.
Gambaran Kesembuhan Pasien Hemangioma di Poli Bedah Anak RSD Gunung Jati Cirebon Periode Januari 2020 – Desember 2024 Alhasyim, Marwah; Hermawan, Iwan; Syakhruddin, Imam
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.22246

Abstract

ABSTRACT Hemangioma is a vascular tumor that proliferates from blood vessel endothelium cells. Hemangiomas are found in 5% of newborns. Some cases of hemangioma can undergo spontaneous involution, while others require active therapy to prevent complications such as ulceration, impaired organ function, and psychosocial impact.Therapy with oral propranolol and topical timolol 0,5% is an effective and commonly used approach in the management of hemangioma cases. Knowing the description of the recorvery of hemangioma patients in the pediatric surgery clinic of Gunung Jati General Hospital for the period January 2020 – December 2024. This study uses a descriptive observational method, which aims to obtain a descriptions of a situation objectively. Data collection was carried out retrospectively with total sampling technique and 21 samples were obtained. A total of 21 patients (100%) were diagnosed with hemangioma, with the majority aged 0–12 months (76,2%) and most being female (61,9%). All cases were infantile hemangiomas. The most common location of the lesions was in the head and neck area (66,7%). Most patients underwent combination therapy with oral propranolol and topical timolol 0,5%(81,0%). The duration therapy most commonly lasted less than 1 year (61,9%), with the majority of patients showing a complete recovery outcome (95,2%). The combination produces a synergistic effect that accelerates lesion regression, improves aesthetic outcomes, and maintains a favorable safety profile. The high cure rate suggests that the combination of oral propranolol and topical timolol 0,5% is an effective therapy for hemangiomas. Keywords: Hemangioma, Propranolol, Topical Timolol 0,5%, Recorvery.  ABSTRAK Hemangioma merupakan tumor pembuluh darah yang berproliferasi dari sel – sel endothelium pembuluh darah. Hemangioma ditemukan pada 5% bayi baru lahir. Sebagian kasus hemangioma dapat mengalami involusi spontan, sebagian lainnya memerlukan terapi aktif untuk mencegah komplikasi seperti ulserasi, gangguan fungsi organ, hingga dampak psikososial. Terapi dengan propranolol oral dan timolol 0,5% topikal menjadi pendekatan yang efektif dan umum digunakan dalam tatalaksana kasus hemangioma.  Mengetahui gambaran kesembuhan pasien hemangioma di poli bedah anak RSD Gunung Jati periode Januari 2020 – Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metodeobservasional deskriptif, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang suatu keadaan secara objektif.Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik total sampling dan didapatkan 21 sampel. Sebanyak 21 pasien (100%) terdiagnosis hemangioma, dengan mayoritas berusia 0 – 12 bulan (76,2%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (61,9%). Seluruh kasus merupakan hemangioma infantil. Lokasi lesi terbanyak berada di area kepala dan leher (66,7%). Sebagian besar pasien menjalani terapi kombinasi propranolol oral dan timolol 0,5% (81,0%). Durasi terapi paling banyak berlangsung 1 tahun (61,9%), dengan mayoritas pasien menunjukan outcome sembuh total (95,2%). Kombinasi keduanya menghasilkan efek sinergis yang mampu mempercepat regresi lesi, meningkatkan hasil estetika, dan mempertahankan profil keamanan yang baik. Tingkat kesembuhan yang tinggi menunjukan bahwa kombinasi propranolol oral dan timolol 0,5% topikal merupakan terapi yang efektif untuk hemangioma.  Kata Kunci: Hemangioma, Propranolol, Timolol 0,5% Topikal, Kesembuhan.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi dengan Tingkat Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Wistara, Adli; Sari, Eka Afrima; Nugraha, Bambang Aditya
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24542

Abstract

ABSTRACT Coffee is one of the most widely consumed beverages among college students due to its caffeine content, which acts as a stimulant to the central nervous system and serves to increase alertness and cognitive function. However, excessive coffee consumption can cause side effects such as sleep disturbances and decreased cognitive performance.This study aims to determine the relationship between coffee consumption frequency and learning concentration levels among students at the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. This study used a correlational quantitative design with proportionate stratified random sampling technique. The sample consisted of 251 students from the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. The research instruments used were a coffee drinking habit questionnaire to measure the frequency and amount of coffee consumption, and a learning concentration instrument to measure attention during learning, with a reliability value of ≥0.80 in previous studies. Data analysis was performed univariately using frequency distribution and bivariately using the Spearman Rank test. The results showed that most respondents had a low frequency of coffee consumption and a moderate level of concentration. Bivariate analysis showed no significant relationship between the frequency of coffee consumption and the level of concentration (p=0.137; p0.05). This study concludes that the frequency of coffee consumption is not a major factor affecting students' concentration. It is recommended that further research examine other variables such as sleep quality, academic stress, learning motivation, and study habits. Keywords: Coffee Consumption Frequency, Caffeine, Learning Concentration, Nursing Students.  ABSTRAK Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi mahasiswa karena kandungan kafein yang berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat dan berfungsi meningkatkan kewaspadaan serta fungsi kognitif. Namun, konsumsi kopi yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan tidur dan penurunan performa kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi kopi dengan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 251 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kebiasaan minum kopi untuk mengukur frekuensi dan jumlah konsumsi kopi, serta instrumen konsentrasi belajar untuk mengukur perhatian saat belajar, dengan nilai reliabilitas ≥0,80 pada penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi kopi rendah dan tingkat konsentrasi belajar pada kategori cukup. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi kopi dan tingkat konsentrasi belajar (p=0,137; p0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi konsumsi kopi bukan faktor utama yang mempengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa. Disarankan penelitian selanjutnya meneliti variabel lainnya seperti kualitas tidur, stres akademik, motivasi belajar, dan kebiasaan belajar. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Kopi, Kafein, Konsentrasi Belajar, Mahasiswa Keperawatan.
Hubungan Mental Health dengan Perilaku Merokok pada Remaja: Tinjauan Sistematis Literatur AR, Ayu Sri Rahayu; Sumarni, Nina
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24499

Abstract

ABSTRACT Smoking remains one of the health behavior issues among the community. The trend of considering smoking as cool and a symbol of maturity encourages teenagers who are searching for their identity and social acceptance to start smoking. This literature review aims to identify the relationship between mental health and smoking behavior in adolescents. This study uses a literature review method with a descriptive approach. The databases used include PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and EBSCO, with articles published between 2021 and 2025. The article selection process was conducted by reviewing duplications, title suitability, abstracts, and inclusion and exclusion criteria. A total of 4 articles were included in this review. The results of the study indicate that mental health is significantly related to smoking behavior among adolescents. Keywords: Mental health, Smoking, Adolescents.  ABSTRAK Merokok masih menjadi salah satu permasalahan perilaku kesehatan di kalangan masyarakat. Tren yang menganggap merokok sebagai hal keren dan simbol kedewasaan mendorong remaja yang sedang mencari jati diri dan penerimaan sosial untuk mulai merokok. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan mental health dengan perilaku merokok pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif. Database yang digunakan meliputi PubMed, ScienceDirect, GoogleScholar dan EBSCO, dengan publikasi artikel antara tahun 2021-2025. Proses seleksi artikel dilakukan dengan meninjau duplikasi, kesesuaian judul, abstrak, serta kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 4 artikel diikutsertakan dalam tinjauan ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental berhubungan signifikan dengan perilaku merokok pada remaja.  Kata Kunci: Kesehatan mental, Merokok, Remaja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA/K di Kota Kupang Rohi, Tivanya Saridevi; Ratu, Kristian; Syahrir, Syahrir; Buntoro, Ika Febianti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24393

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are categorized as a vulnerable population to reproductive health issues, which is caused by the dynamics of biological and psychosocial changes that occur rapidly during this developmental phase. Insufficient knowledge can negatively influence their attitudes toward reproductive health and increase the risk of unhealthy behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and attitudes toward reproductive health among junior high school girls in Kupang City. Methods: This quantitative analytic study employed a cross-sectional design, involving 95 female students from grades VIII and IX across three junior high schools in Kupang City, selected via proportional sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed using the Chi-Square or Fisher-Freeman-Halton Exact Test with a significance level of 0.05. Results: The majority of respondents demonstrated good knowledge and positive attitudes toward reproductive health. Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge level and attitudes (p 0.05). Conclusion: Better knowledge plays a crucial role in fostering more positive attitudes toward reproductive health. Therefore, strengthening reproductive health education in the school environment is highly recommended.  Keywords: Knowledge, Attitude, Adolescent Girls, Reproductive Health, Kupang City.  ABSTRAK Remaja putri dikategorikan sebagai populasi yang rentan (vulnerable) terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, yang diakibatkan oleh dinamika perubahan biologis dan psikososial yang berlangsung secara cepat pada fase perkembangan ini. Kurangnya pengetahuan yang memadai dapat memengaruhi sikap remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko perilaku tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMP di Kota Kupang. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 95 siswi kelas VIII dan IX dari tiga SMP di Kota Kupang, yang dipilih melalui sampling proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher-Freeman-Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap kesehatan reproduksi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri (p 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang lebih baik berperan penting dalam membentuk sikap yang lebih positif terhadap kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kota Kupang.
Hubungan Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB Hormonal di PMB Listianignsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Mokor, Muhamad Alfredo; Tinambunan, Sahzni Hadaris Iman; Rahayu, Previarsi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.25028

Abstract

ABSTRACT Background Family planning (KB) is an action that helps married couples to avoid unwanted pregnancies through self-concept, namely the self-image that a person has about themselves and To prevent weight gain, several factors related to increased weight gain must be known. The purpose of the study was to determine the relationship between weight gain and the self-concept of hormonal KB acceptors in PMB Listianingsih Tambun Selatan Bekasi. This research method uses a quantitative method with descriptive analitic. This research was conducted at PMB Listianingsih Tambun Selatan, South Regency. The method used in this study is the Slovin formula with 40 respondents. The population used in this study is using hormonal birth control which has weight gain at PMB Listianingsih Tambun Selatan, Bekasi Regency. The research instrument uses a questionnaire on weight gain and self-concept. The results of the Chi-Square test obtained a relationship between weight gain and self-concept of hormonal birth control acceptors at PMB Listianningsih Tambun Selatan, Bekasi with a p-value of 0.002 and a relationship between weight gain and self-concept of hormonal birth control acceptors at PMB Listianningsih Tambun Selatan, Bekasi Regency. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between Weight Gain and Self-Concept of KB Acceptors at PMB Listianingsih Tambun Selatan, Bekasi Regency which is marked by a p value = 0.002 α = 0.05. Keywords: Weight Gain, Self-Concept, Hormonal Birth Control.  ABSTRAK Latar belakang Keluarga berencana (KB) adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan melalui konsep diri yaitu gambaran diri yang dimiliki oleh seseorang tentang dirinya serta Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan harus diketahui beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kenaikan berat badan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Selatan. yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumus slovin dengan jumlah 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kb hormonal yang memiliki kenaikan berat badan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kenaikan berat badan dan konsep diri. Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tamun Selatan kabupaten Bekasi dengan nilai p-value 0,002 dan adanya hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB di PMB Listianingsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang ditandai dengan nilai p = 0,002 α = 0,05. Kata Kunci: Kenaikan Berat Badan, Konsep Diri, Kb Hormonal.
Efektivitas Mna, Imt, Lila, dan Sga dalam Menentukan Status Gizi pada Pasien Geriatri di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Bismilatinah, Riya; Mahpolah, Mahpolah; Anwar, Rosihan; Magdalena, Magdalena
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24646

Abstract

ABSTRACT Malnutrition in geriatric patients is not detected early and associated with increased length of hospital stay and mortality. This study aimed to evaluate the effectiveness of the Mini Nutritional Assessment (MNA), Body Mass Index (BMI), Mid Upper Arm Circumference (MUAC), and Subjective Global Assessment (SGA) in determining the nutritional status of geriatric patients at Dr. H. Moch. Ansari Saleh General Hospital, Banjarmasin. The study used an observational design with a cross sectional approach and involved 70 patients aged ≥65 years selected by purposive sampling. Differences between methods were analysed using the Kruskal–Wallis and Mann–Whitney tests, and effectiveness was assessed through sensitivity, specificity, and accuracy. The results showed that the highest prevalence of malnutrition was identified by MNA and MUAC, whereas BMI yielded the lowest proportion. There were significant differences among MNA, BMI, MUAC, and SGA (p = 0.001). MNA had the highest sensitivity (97.56%) and accuracy (78.57%) in detecting malnutrition compared with the other three methods. Therefore, MNA was considered effective and can be recommended as one of the nutritional screening tools for geriatric patients in hospital settings. Keywords: Effectiveness, Instrument, Nutritional Status, Geriatric.  ABSTRAK Malnutrisi pada pasien geriatri masih sering tidak terdeteksi secara dini dan berkaitan dengan peningkatan lama rawat inap serta mortalitas. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas Mini Nutritional Assessment (MNA), Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Lengan Atas (LILA), dan Subjective Global Assessment (SGA) dalam menentukan status gizi pasien geriatri di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan adalah studi observasional dengan pendekatan cross sectional dengan total responden sebanyak 70 pasien usia ≥65 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Pada penelitian ini dilakukan uji beda menggunakan kruskal wallis dan mann witney, serta uji efektifitas meliputi: sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi. Hasil menunjukkan identifikasi prevalensi malnutrisi tertinggi diperoleh dari MNA dan LILA, sedangkan IMT memberikan proporsi terendah. Terdapat perbedaan bermakna antara MNA, IMT, LILA, dan SGA (p=0,001). MNA memiliki sensitivitas (97.56%) dan akurasi (78.57%) tertinggi dalam mendeteksi malnutrisi dibanding ketiga metode lainnya. MNA dinilai efektif sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu alat skrining gizi untuk pasien geriatri yang baik digunakan di rumah sakit. Kata Kunci: Efektivitas, Instrumen, Status Gizi, Geriatri.
Pengaruh Terapi Hipnosis Lima Jari terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Kusmiran, Novitasari C.; Suprapti, Fitriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24631

Abstract

ABSTRACT Surgery is one of the causes of anxiety in patients who will undergo surgery. Anxiety in patients occurs not only in cases of major surgery but also often occurs in cases of minor surgery. The level of anxiety that appears before surgery can be mild, moderate and severe anxiety depending on the condition experienced by the patient. Anxiety is an unclear state or uncertain condition experienced by patients related to helplessness. Anxiety can also be interpreted as an uncertain emotional condition towards an object that is not specific (Suhadi and Ayu Pratiwi, 2020). Anxiety can be overcome through pharmacological and non-pharmacological methods. Five-finger hypnosis therapy is one non-pharmacological strategy that has been proven effective in minimizing anxiety. The five-finger relaxation method is a method to divert an individual's attention by pressing the fingers while imagining a situation that produces feelings of joy or pleasure (Dewi, 2021). The purpose of this review is to identify and summarize published reviews of five-finger hypnosis therapy on reducing anxiety levels in preoperative patients. Three databases were searched, namely PubMed, Wiley Online Library, Proquest for studies on compassion fatigue in nurses, published in English from 2020 to 2024. The review used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) extension to include several articles. Of the 102 search results, 15 met the inclusion criteria. The results of the journal review found that the 5-finger relaxation method is one of the effective cognitive behavioral therapy systems to reduce anxiety without side effects and has many benefits, especially for patients undergoing surgery. The 5-finger relaxation method is a method to divert individual attention by pressing the fingers while imagining a situation that produces feelings of joy or pleasure. From several journals that have been discussed above, the influence of five-finger hypnosis therapy on the level of anxiety in pre-operative patients. Keywords: Pre Operation, Anxiety, 5-Finger Hypnosis.  ABSTRAK Tindakan operasi menjadi salah satu penyebab terjadinya kecemasan padapasien yang akan menjalani tindakan operasi. Kecemasan pada pasien muncultidak hanya pada kasus pembedahan mayor namun juga sering terjadi padakasus pembedahan minor.Tingkat kecemasan yang muncul sebelum tindakanoperasi dapat berupa kecemasan ringan, sedang dan berat tergantung darikondisi yang dialami oleh pasien.Kecemasan ialah keadaan yang tidak jelasataupun kondisi yang tidak menentu yang dialami oleh pasien berhubungandengan ketidakberdayaan.Kecemasan juga bisa diartikan dengan kondisi emosiyang tidak menentu pada suatu objek yang tidak spesifik(Suhadi dan Ayu Pratiwi, 2020).Kecemasan  dapat  diatasi  melalui  metode  farmakologis  danjuganon-farmakologis.Terapi hipnosis  lima  jarimerupakansalah  satu  strategi  non-farmakologi  yang  terbukti  efektif  dalam meminimalisirkecemasan.Metoderelaksasilima jari   adalah   metodeuntukmengalihkan perhatian  individu  dengan  cara menekan  jari-jari  tangan  sambil  membayangkan  situasi  yang menghasilkan perasaan gembira atau kenikmatan(Dewi, 2021).Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi dan meringkas tinjauan yang diterbitkan tentang terapi hipnosis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasanpada Pasien pre operasi. Tiga basis data yang ditelusuri yaitu PubMed, Wiley Online Library, Proquest untuk studi tentang compassionfatigue  pada perawat, yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dari tahun 2020 hingga 2024. Tinjauan menggunakan ekstensi PreferredReportingItemsforSystematicreviewsand Meta-Analysis (PRISMA) untuk mencakup beberapa artikel. Dari 102 hasil pencarian, 15 memenuhi kriteria inklusi. Hasil review jurnal di dapatkan bahwa metode relaksasi dengan 5 jari merupakan salah satu cognitive behaviour therapy system yang efektif untuk mengurangi kecemasan tanpa efek samping dan mempunyai banyak manfaat terutamapada pasien yang mengalami pembedahan. Metode relaksasi 5 jari adalah metode untuk mengalihkan perhatian individu dengan cara menekan jari-jari tangan sambil membayangkan situasi yang menghasilkan perasaan gembira atau kenikmatan. Dari beberapa jurnal yang telah di bahas di atas, makapengaruh antara terapi hypnotis lima jari dengan tingkat kecemsan pasien pre operasi. Kata Kunci: Pre Operasi, Kecemasan, Hipnosis 5 Jari.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue