cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Pengaruh Edukasi Melalui Media Sosial Grup WhatsApp terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kontrasepsi Alamiah di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Herlicka, Sagina; Ruslinawati, Ruslinawati; Okvitasari, Yenny
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.22226

Abstract

ABSTRACT Natural contraception is a family planning method that does not involve the use of devices or medications but requires a high level of understanding and discipline in its application. A preliminary study showed that most women of reproductive age (WRA) in the working area of Sungai Jingah Public Health Center were not familiar with this method. This study aimed to determine the effect of education delivered via the WhatsApp Group social media platform on WRA’s knowledge about natural contraception. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 99 participants were selected using purposive sampling. The educational intervention was conducted through WhatsApp groups using illustrated visual media and interactive explanations. The instrument used was a self-developed questionnaire that had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using the paired t-test, which showed a significant increase in the mean knowledge score before and after the education, from 32.53 to 48.08, with a significance value of p = 0.000 0.05. These findings indicate that education through WhatsApp Group social media is effective in improving WRA’s knowledge regarding types of natural contraception such as the calendar method, basal body temperature, cervical mucus, and coitus interruptus. WhatsApp Group–based education proved to be easily accessible, flexible, and capable of reaching participants widely. Therefore, it is recommended that health workers utilize social media as a sustainable educational tool in reproductive health promotion. Keywords: Education, Social Media, Whatsapp, Natural Contraception, Women of Reproductive Age.  ABSTRAK Kontrasepsi alamiah merupakan metode keluarga berencana yang tidak menggunakan alat atau obat-obatan, tetapi membutuhkan pemahaman dan kedisiplinan tinggi dalam penggunaannya. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah belum mengetahui metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi alamiah. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 99 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi edukasi dilakukan melalui grup WhatsApp menggunakan media visual bergambar dan penjelasan interaktif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang merupakan buatan peneliti sendiri dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test yang menunjukkan hasil adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu dari 32,53 menjadi 48,08 dengan nilai signifikansi p-value = 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS mengenai jenis-jenis kontrasepsi alamiah seperti metode kalender, suhu basal tubuh, lendir serviks, dan coitus interruptus. Edukasi berbasis Grup WhatsApp terbukti mudah diakses, fleksibel, dan menjangkau peserta secara luas. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukatif yang berkelanjutan dalam promosi kesehatan reproduksi. Kata Kunci:  Edukasi, Media Sosial, Whatsapp, Kontrasepsi Alamiah, Wanita Usia Subur.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Tingkat Awal Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi A, Bilqis Ramadhani; Hamidah, Ernawati; Utami, Tri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24234

Abstract

ABSTRACT Anxiety and sleep quality are mental health issues commonly experienced by university students, especially those in the early stages of higher education, which can affect their productivity and overall health. This study aimed to determine the relationship between anxiety levels and sleep quality among first-year students of the Faculty of Health, Universitas Muhammadiyah Sukabumi. This study employed an observational-analytic design with a cross-sectional approach. A total of 93 students were selected using simple random sampling. Data were collected using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) to assess anxiety and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, and were analyzed using the Chi-square test. Mild anxiety was experienced by 66 respondents (71%), while anxiety was found in 27 respondents (29%). Poor sleep quality was reported by 80.6% of respondents. The Chi-square test showed a relationship between anxiety levels and sleep quality (p = 0.023). This study reveals a significant relationship between anxiety levels and sleep quality among first-year students of the Faculty of Health at Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Early-Level Students.  ABSTRAK Kecemasan dan kualitas tidur merupakan permasalahan kesehatan jiwa yang sering dihadapi mahasiswa, terutama di tingkat awal pendidikan tinggi, yang dapat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat awal Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumu. Penelitian ini menggunakan desain observasional-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 93 mahasiswa dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk menilai kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Tingkat kecemasan ringan dialami oleh 66 responden (71%) sedangkan kecemasan dengan ditemukan pada 27 responden (29%). Kualitas tidur buruk dialami oleh 80,6% responden. Hasil uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur (p=0,023). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat awal Fakultas Kesehatan Univeristas Muhammadiyah Sukabumi.  Kata Kunci: Kecemasan, Kualitas Tidur, Mahasiswa Tingkat Awal.
Pemantauan dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia Jemaat Gereja Kristus Juru Selamat Kotaraja melalui Program Posyandu Lansia Rahayu, Agnes Supraptiwi; Elieser, Elieser; Mendrofa, Hendry Kiswanto; Jembise, Trajanus Laurens; Novianto, Novianto; Iswanto, Dais
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24176

Abstract

ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, lipid disorders, diabetes, and hyperuricemia are common in the elderly and impact a reduced quality of life. These conditions also increase the burden on families and the healthcare system. Based on initial findings, some elderly members of the Christ the Savior Church in Kotaraja are at high risk of NCDs, necessitating targeted community-based interventions. This activity aims to improve the health of the elderly through the implementation of Posyandu Lansia (Lansia Integrated Health Post) as a means of early detection and community-based health education. The activity methods include blood pressure, total cholesterol, random blood sugar, and uric acid levels, accompanied by consultation sessions and counseling on healthy lifestyles, stress management, and age-appropriate physical activity. The examination data were analyzed descriptively to describe the health profiles of the participants. The results showed that of 121 participants, 48 were men and 73 were women. The health examination results showed that 6 men (12.5%) and 8 women (11.0%) had hypertension, while the rest were in the normal category. Cholesterol examinations found 23 elderly (7 men/14.6% and 16 women/21.9%) with above-normal levels. During random blood sugar (GDS) tests, abnormal levels were detected in 2 men (4.2%) and 5 women (6.8%). Meanwhile, high uric acid levels were found in 9 men (18.8%) and 17 women (23.3%). Overall, these results indicate a higher proportion of elderly people with high cholesterol and uric acid compared to other parameters. The activity evaluation demonstrated increased awareness and participation of elderly people in routine checkups. The activity concluded that the Elderly Integrated Health Post (Posyandu Lansia) is effective as a community-based early detection of NCDs and can be developed as a sustainable model for independently maintaining the health of the elderly. Keywords: Elderly Integrated Health Post, Non-Communicable Diseases, Early Detection, Health Education, Christ the Savior Church, Kotaraja, Jayapura.     ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, gangguan lipid, diabetes, dan hiperurisemia banyak dijumpai pada lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kondisi ini juga meningkatkan beban keluarga serta sistem pelayanan kesehatan. Berdasarkan temuan awal, sebagian lansia jemaat Gereja Kristus Juru Selamat Kotaraja berisiko tinggi terhadap PTM sehingga diperlukan intervensi berbasis komunitas yang terarah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia melalui pelaksanaan Posyandu Lansia sebagai sarana deteksi dini dan edukasi kesehatan berbasis komunitas. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol total, gula darah sewaktu, dan asam urat, disertai sesi konsultasi serta penyuluhan tentang pola hidup sehat, pengendalian stres, dan aktivitas fisik sesuai usia. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan profil kesehatan peserta. Hasil menunjukkan dari 121 peserta sebanyak 48 laki laki dan 73 perempuan. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan 6 laki-laki (12,5%) dan 8 perempuan (11,0%) mengalami hipertensi, sedangkan sisanya berada dalam kategori normal. Pemeriksaan kolesterol menemukan 23 lansia (7 laki-laki/14,6% dan 16 perempuan/21,9%) dengan kadar di atas normal. Pada pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), sebanyak 2 laki-laki (4,2%) dan 5 perempuan (6,8%) terdeteksi memiliki kadar abnormal. Sementara itu, kadar asam urat tinggi ditemukan pada 9 laki-laki (18,8%) dan 17 perempuan (23,3%). Secara umum, hasil ini menunjukkan proporsi lansia dengan kondisi kolesterol dan asam urat tinggi lebih besar dibandingkan parameter lainnya. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi lansia terhadap pemeriksaan rutin. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Posyandu Lansia efektif sebagai upaya deteksi dini PTM berbasis komunitas dan dapat dikembangkan sebagai model berkelanjutan dalam menjaga kesehatan lansia secara mandiri. Kata Kunci: Posyandu Lansia, Penyakit Tidak Menular, Deteksi Dini, Edukasi Kesehatan, Gereja Kristus Juru Selamat Kotaraja, Jayapura.
Network Transformation in Elderly Pressure Ulcers: From Necrosis to Granulation Through the Time Approach Susanti, Indah; Andini, Amelia; Dewi, Wulan Mei Mustika; Sumarni, Rantiningsih; Burhan, Asmat
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24305

Abstract

ABSTRACT Pressure ulcers are prevalent in older patients who are immobile and can substantially impact their quality of life and add to the burden on the health care system. Factors that can slow wound healing are infections, necrotic tissue, moisture, and blood supply. The TIME model, which stands for tissue management, control infection or inflammation, moisture balance, and epithelial edge advancement, can be used to improve the healing of chronic wounds. This study aims to evaluate the effectiveness of the TIME approach in accelerating the healing of stage III pressure ulcers in elderly patients. This case included an older woman, 70 years of age, with a sacral (Stage 3) pressure ulcer. Treatment consisted of sharp debridement, irrigation (0.9% saline), and dressings of Cutimed Sorbact, cadexomer iodine (0.9%), then polyurethane foam over four treatment sessions. High-protein nutrition and scheduling, turning every three hours, complemented the treatment. Progress was monitored using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). After four treatment sessions, necrotic tissue had decreased from 75% to 10% and granulation tissue had increased up to 90%. Clinical signs of infection improved. The initial BWAT score of 49 (indicating degeneration of the wound) was closer to partial regeneration by the final session. in facilitating wound healing in a high-risk patient. More studies are needed with a comparative study design and larger populations to verify this and enable wider clinical adoption. Keywords: Debridement, Geriatric Nursing, Pressure Injury, Wound Healing.  ABSTRAK Ulkus tekan sering terjadi pada pasien lansia yang mengalami kesulitan bergerak, dan hal ini dapat memperburuk kualitas hidup mereka serta menambah beban pada sistem layanan kesehatan. Proses penyembuhan luka dapat terhambat oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, jaringan mati, kelembapan yang berlebihan, serta masalah aliran darah. Pendekatan TIME, yang mencakup manajemen jaringan, pengendalian infeksi atau peradangan, keseimbangan kelembapan, serta stimulasi tepi epitel, telah diterapkan untuk mempercepat proses penyembuhan luka kronis.Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas metode TIME dalam mempercepat penyembuhan ulkus tekan tahap III pada pasien lansia. Laporan kasus ini membahas seorang pasien wanita berusia 70 tahun yang mengalami ulkus dekubitus di area sakrum. Intervensi dilaksanakan dalam empat sesi, yang mencakup debridemen tajam, irigasi dengan NaCl 0,9%, serta penggunaan balutan Cutimed Sorbact, cadexomer iodine, dan foam poliuretan. Dukungan nutrisi yang kaya protein dan tindakan mobilisasi tersedia setiap tiga jam. Untuk evaluasi, digunakan alat penilaian luka Bates-Jensen (BWAT). Setelah melakukan empat intervensi, area nekrotik mengalami penurunan dari 75% menjadi 10%. Selain itu, jaringan granulasi meningkat mencapai 90%, dan gejala infeksi menunjukkan perbaikan. Skor BWAT awal sebesar 49 menunjukkan adanya kerusakan degeneratif, yang kemudian menunjukkan pergeseran menuju fase regenerasi parsial. Pendekatan TIME yang diterapkan dengan sistematis dan secara individu terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan ulkus tekan pada pasien yang memiliki risiko tinggi. Penting untuk melakukan studi tambahan dengan desain komparatif dan melibatkan populasi yang lebih besar guna memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Debridemen, Keperawatan Geriatri, Cedera Tekanan, Penyembuhan Luka.
Pengaruh Edukasi Melalui Media Power Point dan Liflet terhadap Pencegahan Tinea Cruris pada Remaja Putri Usia 16-17 Tahun di SMAN 5 Kota Kupang Juwa, Maria Magdalena Mue; Zakiah, Ummu; S Pay, Farida; Ernestin, Meri Flora; Henukh, Dina M.S.; Wulandari, Estiyani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.23997

Abstract

ABSTRACT Tinea cruris is a form of dermatophytosis commonly found in tropical regions, including East Nusa Tenggara. This infection causes itching, discomfort, and may interfere with daily activities and self-confidence among adolescents, particularly adolescent girls who are more vulnerable due to physical activity, hormonal changes, and the habit of wearing tight clothing. Initial observations at SMAN 5 Kota Kupang showed that students still had low levels of knowledge regarding the causes, risk factors, symptoms, and prevention of tinea cruris. This lack of understanding leads some students to ignore itching in the groin area and remain unaware of appropriate preventive measures.The purpose of this community service program is to increase students’ knowledge and awareness about tinea cruris so that they are able to adopt clean and healthy behaviors to prevent fungal skin infections. The activities were conducted through health education using lectures, interactive discussions, and educational media such as leaflets, case illustrations, and videos. The participants were adolescent female students of SMAN 5 Kota Kupang. The results of the activity showed an improvement in students’ knowledge regarding the causes, risk factors, symptoms, and prevention of tinea cruris. Students demonstrated high enthusiasm, as reflected by the number of questions raised, particularly concerning sweating after physical activities and the use of tight clothing. After the session, most students reported understanding the importance of maintaining personal hygiene, changing wet clothing, and seeking appropriate treatment when symptoms occur.In conclusion, this health education program was effective in increasing students’ understanding and awareness of tinea cruris. The program is recommended to be continued through school health unit (UKS) activities and supported by the school to ensure the sustainability of clean and healthy behavior practices. Keywords: Tinea Cruris, Girls, Health Education.  ABSTRAK Tinea cruris merupakan salah satu bentuk dermatofitosis yang banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Infeksi ini menyebabkan rasa gatal, ketidaknyamanan, serta dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri remaja, terutama remaja putri yang lebih rentan akibat aktivitas fisik, perubahan hormonal, dan kebiasaan penggunaan pakaian ketat. Observasi awal di SMAN 5 Kota Kupang menunjukkan bahwa siswa masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, dan pencegahan tinea cruris. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan beberapa siswa mengabaikan keluhan gatal pada area lipatan paha dan tidak mengetahui tindakan pencegahan yang tepat.Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris, sehingga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah infeksi jamur kulit. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media edukasi berupa leaflet, gambar kasus, dan video. Peserta kegiatan adalah siswa remaja putri SMAN 5 Kota Kupang.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, serta pencegahan tinea cruris. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait kebiasaan berkeringat setelah olahraga dan penggunaan pakaian ketat. Setelah penyuluhan, sebagian besar siswa menyatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengganti pakaian basah, serta mencari pengobatan yang tepat bila mengalami gejala. Simpulannya, penyuluhan kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai tinea cruris. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui kegiatan UKS dan dukungan sekolah agar perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat berlangsung berkelanjutan. Kata Kunci: Tinea Cruris, Remaja Putri, Penyuluhan.
Hubungan Karakteristik dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Mahasiswa Baru Keperawatan Virdayanti, Vira; Solehati, Tetti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24528

Abstract

ABSTRACT Adolescent reproductive health in Indonesia remains a serious problem due to high rates of premarital sex, teenage pregnancy, and sexually transmitted infections. Nursing students, as future health workers, have an important role to play in understanding and implementing good reproductive health behaviors. This study aims to identify the relationship between characteristics (age, gender, and acquisition of reproductive health information) and reproductive health behaviors among new nursing students. This quantitative cross-sectional study involved 130 new nursing students selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents were 18 years old (59.2%), female (88.5%), and had obtained reproductive health information (71.5%). A total of 57.7% of students exhibited behaviors that did not support reproductive health. Bivariate analysis showed no significant relationship between age (p=0.705), gender (p=0.358), and information acquisition (p=0.596) with reproductive health behaviors. Demographic characteristics and information acquisition do not significantly influence students' reproductive health behavior, indicating a complex and multifactorial phenomenon. Comprehensive efforts are needed through curriculum strengthening and a supportive campus environment to transform knowledge into positive behavior. Keywords: Characteristics, Reproductive Health, Students, Behavior.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih menjadi permasalahan serius dengan tingginya angka hubungan seksual pranikah, kehamilan remaja, dan infeksi menular seksual. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memahami dan menerapkan perilaku kesehatan reproduksi yang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara karakteristik (usia, jenis kelamin, dan perolehan informasi kesehatan reproduksi) dengan perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa baru keperawatan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 130 mahasiswa baru keperawatan yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18 tahun (59,2%), berjenis kelamin perempuan (88,5%), dan telah memperoleh informasi kesehatan reproduksi (71,5%). Sebanyak 57,7% mahasiswa menunjukkan perilaku yang tidak mendukung kesehatan reproduksi. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,705), jenis kelamin (p=0,358), dan perolehan informasi (p=0,596) dengan perilaku kesehatan reproduksi. Karakteristik demografi dan perolehan informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi mahasiswa, mengindikasikan fenomena yang kompleks dan multifaktoral. Diperlukan upaya komprehensif melalui penguatan kurikulum dan lingkungan kampus yang mendukung untuk mengubah pengetahuan menjadi perilaku positif. Kata Kunci: Karakteristik, Kesehatan Reproduksi, Mahasiswa, Perilaku.
Gambaran Penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK) di Ruang Nicu RSUD Dr. Soedono Madiun Az-Zahra, Nazania Kirana Marcha; Romdzati, Romdzati; Rahmah, Rahmah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24395

Abstract

ABSTRACT Low birth weight (LBW) infants are at higher risk of morbidity and mortality, making appropriate neonatal care essential to support their survival and growth. Kangaroo Mother Care (KMC) is a simple and evidence-based intervention that emphasizes skin-to-skin contact between the infant and the caregiver to promote physiological stability and bonding. This study aimed to describe the implementation of Kangaroo Mother Care for low birth weight infants in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) of RSUD dr. Soedono Madiun. A non-experimental descriptive study design was employed. The study population included all mothers of low birth weight infants treated in the NICU, and total sampling was applied. Data were obtained from medical records, NICU unit reports, and KMC implementation documentation forms. The observed variables consisted of KMC implementation, individuals involved in providing KMC, types of KMC applied, and classification of low birth weight infants. Data analysis was conducted using univariate analysis to present frequency distributions. The results provide an overview of how Kangaroo Mother Care is applied in the NICU setting and highlight its role in supporting neonatal care practices. In conclusion, Kangaroo Mother Care represents an important component of comprehensive care for low birth weight infants and should be consistently implemented to enhance the quality of neonatal services. Keywords: Low Birth Weight, Kangaroo Mother Care, NICU, Neonatal Nursing.  ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah utama dalam pelayanan neonatal karena berkaitan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian bayi. Bayi dengan kondisi ini membutuhkan perawatan khusus untuk mendukung kestabilan fisiologis dan proses tumbuh kembangnya. Salah satu intervensi yang direkomendasikan adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK), yaitu perawatan dengan kontak kulit ke kulit antara bayi dan ibu atau anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK) pada bayi BBLR di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD dr. Soedono Madiun. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan melalui form dokumentasi pelaksanaan PMK, rekam medis, serta laporan ruang NICU. Variabel yang diteliti meliputi pelaksanaan PMK, pihak yang terlibat dalam PMK, jenis PMK yang digunakan, serta klasifikasi BBLR. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai penerapan PMK pada bayi BBLR dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kesehatan serta pihak rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan perawatan neonatal. Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Perawatan Metode Kanguru, NICU, Keperawatan Neonatal.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua tentang Kesehatan Gigi dengan Kebiasaan Menggosok Gigi Anak Usia Prasekolah di Paud Tarbiyatul Huda Bogor Putri, Aprilia; Ernawati, Ernawati; Sibualamu, Khalida Ziah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v%vi%i.22242

Abstract

ABSTRACT Dental health is a crucial aspect of preschool development, as this stage establishes lifelong habits such as regular toothbrushing. However, many preschool-aged children continue to experience dental problems, often due to insufficient parental knowledge of proper oral care. This study aimed to examine the relationship between parental knowledge and the toothbrushing habits of preschoolers at Tarbiyatul Huda Preschool, Bogor. A quantitative cross-sectional design was employed, involving the entire population of 66 children selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing parental knowledge and children’s toothbrushing behavior. Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test, with the strength of association evaluated through Phi-Cramer’s test. The results demonstrated a significant relationship between parental knowledge and preschoolers’ toothbrushing habits (p 0.05). The Phi-Cramer’s value of 0.907 indicated a very strong association, highlighting the pivotal role of parental knowledge in shaping early oral health behaviors. Keywords: Dental Health, Parental Knowledge, PAUD Preschool Children, Toothbrushing.  ABSTRAK Kesehatan gigi merupakan aspek krusial dalam perkembangan anak prasekolah, karena tahap ini membentuk kebiasaan seumur hidup seperti menyikat gigi secara teratur. Namun, banyak anak usia prasekolah masih mengalami masalah gigi, seringkali karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang perawatan gigi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan orang tua dan kebiasaan menyikat gigi anak prasekolah di Prasekolah Tarbiyatul Huda, Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang kuantitatif, yang melibatkan seluruh populasi yang terdiri dari 66 anak yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan orang tua dan perilaku menyikat gigi anak. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square, dengan kekuatan hubungan dievaluasi melalui uji Phi-Cramer. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dan kebiasaan menyikat gigi anak prasekolah (p 0,05). Nilai Phi-Cramer sebesar 0,907 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, yang menyoroti peran penting pengetahuan orang tua dalam membentuk perilaku kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini.  Kata Kunci: Kesehatan Gigi, Pengetahuan Orang Tua, Anak Prasekolah PAUD, Menyikat Gigi.
Hubungan Kecanduan Smartphone, Jenis Kelamin dan Usia terhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022 Saputra, I Putu Andre Wibawa; Adiwibawa, Danang Nur; Zulhijjah, Nurkomariah; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24663

Abstract

ABSTRACT Anxiety is described as an unpleasant mood condition accompanied by a subjective feeling of uncertainty and threat in the future. There are two factors that can influence anxiety, namely internal factors (gender, age, level of education, and experience in care) and external factors (medical condition/disease diagnosis, access to information, therapeutic communication, environment, health facilities, threat), conflict. (contradictory), approach (approach), avoidance (evasion), fear (fear of missing out on information, for example resulting from smartphone addiction) and unfulfilled need (needs that are not met). Anxiety disorders can occur at all ages, more often in adulthood. Anxiety is common among medical students. Globally, medical students have a prevalence of anxiety (41.6%) followed by depression (36%). Meanwhile in Indonesia anxiety reaches 22.4%, and female students experience moderate to severe levels of anxiety compared to female students. men, of which 91.6% experienced anxiety. This research was conducted to find out whether there is a relationship between smartphone addiction, gender and age and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University Class of 2020, 2021 and 2022. The type of research used is observational analytics using a cross sectional study research design. The sampling technique uses stratified random sampling. This research was carried out at the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University. The data obtained were analyzed using the chi-square test.In the bivariate analysis, the results showed that there was a significant relationship between age and smartphone addiction on anxiety with a p-value of 0.000. There was no relationship found between gender and anxiety with a p-value of 0.289. Based on the results of statistical tests carried out, there is a relationship between age and Smartphone addiction and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University Class of 2020, 2021 and 2022. However, no relationship was found between gender and anxiety among students at the Faculty of Medicine, Al-Azhar University. Classes of 2020, 2021 and 2022. Keywords: Age, Gender, Smartphone Addiction, Anxiety.  ABSTRAK Kecemasan digambarkan sebagai kondisi mood yang tidak menyenangkan disertai rasa subyektif tentang ketidakpastian dan ancaman di masa depan. Terdpat dua faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan yaitu faktor internal (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman di rawat) dan eksternal (kondisi medis/diagnosis penyakit, akses informasi, komunikasi terapeutik, lingkungan, fasilitas kesehatan, threat (ancaman), conflict(pertentangan), approach (pendekatan), avoidance (pengelakan), fear (ketakutan akan tertinggal suatu informasi contohnya yang di akibatkan karna kecanduan Smartphone) dan unfuled need (kebutuhan yang tidak terpenuhi). Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih sering pada usia dewasa. Kecemasan umum terjadi pada mahasiswa kedokteran. Secara global, mahasiswa kedokteran memiliki prevalensi kecemasan (41.6%) yang diikuti adanya depresi (36%). Sedangkan di Indonesia kecemasannya mencapai 22.4%, dan mahasiswa perempuan mengalami kecemasan tingkat sedang hingga berat dibanding mahasiswa laki-laki, dimana 91.6% mengalami kecemasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecanduan Smartphone, jenis kelamin dan usia terhadap kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar . Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Karakteristik responden sebagian besar di dominasi oleh anak remaja usia 19-20 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Pada analisis bivariat didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan kecanduan smartphone terhadap kecemasan dengan p-value 0,000. Tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasaan dengan p-value 0,289. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan antara usia dan kecanduan Smartphoneterhadap Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Namun tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin terhadap kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas al-azhar Angkatan 2020, 2021 dan 2022. Kata Kunci : Usia, Jenis Kelamin, Kecanduan Smartphone, Kecemasan.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Perilaku Remaja Putri Mengenai Perineal Hygiene Saat Menstruasi di Pesantren SMP Al-Ma’soem Purnama, Erita Cahya; Sukmawati, Sukmawati; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24435

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls’ reproductive health remains a public health concern, particularly related to perineal hygiene practices during menstruation. National data indicate that only 21.6% of adolescents practice proper hygiene behaviors, which increases the risk of reproductive tract infections and urinary tract infections. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, perceptions, and behaviors of adolescent girls regarding perineal hygiene during menstruation.This study employed a quantitative descriptive design. The sampling technique used was total sampling among female students in grades VII–IX who had experienced menstruation. Data were collected using a structured questionnaire covering knowledge, attitudes, perceptions, and perineal hygiene behaviors during menstruation. Data analysis was conducted using univariate analysis. The results showed that nearly half of the respondents had a low level of knowledge (43.5%). Most respondents demonstrated positive attitudes and perceptions, with proportions of 55.3% and 57.6%, respectively; however, more than half of the respondents still exhibited poor perineal hygiene behaviors (51.8%). These findings indicate that positive attitudes and perceptions are not yet fully accompanied by adequate knowledge and optimal perineal hygiene behaviors among adolescent girls. Keywords: Adolescent girls, Menstruation, Perineal hygiene, Schools, Religion and Education.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait praktik kebersihan perineal saat menstruasi. Data nasional menunjukkan bahwa hanya 21,6% remaja yang menerapkan perilaku hygiene dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku remaja putri mengenai perineal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada santriwati kelas VII–IX yang telah mengalami menstruasi.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku perineal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,5%). Sebagian besar responden memiliki sikap dan persepsi positif masing-masing sebesar 55,3% dan 57,6%, namun perilaku perineal hygiene masih tergolong kurang pada lebih dari setengah responden (51,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap dan persepsi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat pengetahuan dan perilaku perineal hygiene yang optimal pada remaja putri. Kata Kunci: Menstruasi, Perineal Hygiene, Pesantren, Remaja Putri.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue