cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mengenai Vulva Hygiene dalam Mencegah Kejadian Keputihan pada Remaja Putri SMP Negeri 31 Bandung Komara, Ghina Aulia; Sumarni, Nina; Mamuroh, Lilis
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24613

Abstract

ABSTRACT Vulva hygiene is an important effort in maintaining female reproductive health, particularly in preventing vaginal discharge among adolescent girls. This study was motivated by the continued occurrence of pathological vaginal discharge among adolescent girls associated with limited knowledge and attitudes toward Vulva hygiene, despitehealth education efforts. This study aimed to determine the level of knowledge and attitudes regarding Vulva hygiene in preventing vaginal discharge among adolescent girls. The research employed a quantitative descriptive design with proportional stratified random sampling involving 241 respondents. Data were collected using aknowledge and attitude questionnaire on Vulva hygiene developed by Arifianti and Samaria (2021). Validity and reliability tests showed that all questionnaire items were valid, with calculated r values greater than the r table values (0.393–0.752 for knowledge and 0.396– 0.773 for attitudes), and reliable, with Cronbach’s Alpha values of 0.841 and 0.809. The data were analyzed using univariate analysis to describe frequency and percentage distributions. The results showed that all respondents had experienced vaginal discharge, most of which wasphysiological. The majority of respondents had good knowledge (50.2%), and more than half demonstrated positive attitudes (51%) toward Vulva hygiene practices, although negative attitudes remained relatively high. This studyindicates the need for continuous reproductive health education to support optimal Vulva hygiene practices in preventing vaginal discharge. Keywords : Adolescent Girls, Vaginal Discharge Prevention, Vulva Hygiene, Vulva Hygiene Attitudes, Vulva Hygiene Knowledge, Vaginal Discharge.  ABSTRAK Vulva hygiene merupakan upaya penting dalam memelihara kesehatan organ reproduksi pada perempuan, khususnya dalam mencegah terjadinya keputihan pada remaja wanita. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kejadian keputihan patologis pada remaja putri yang berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan dan sikap Vulva hygiene, meskipun upaya edukasi kesehatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap mengenai Vulva hygiene dalam mencegah kejadian keputihan pada remaja putri.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling penelitian ini adalah proportional stratified random sampling, terhadap 241 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner Arifianti  Samaria, (2021) mengenai tingkat pengetahuan dan sikap Vulva hygiene hasil uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan, seluruh item pada kuesioner pengetahuan dan sikap Vulva hygiene dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,393–0,752 untuk pengetahuan dan 0,396–0,773 untuk sikap) serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,841 dan 0,809. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden pernah mengalami keputihan yang sebagian besar tergolong fisiologis. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (50,2%) dan lebih dari setengah menunjukkan sikap positif (51%) terhadap penerapan Vulva hygiene, meskipun proporsi sikap negatif masih cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan sikap dan mendukung praktik Vulva hygiene yang optimal dalam mencegah keputihan. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan Keputihan, Pengetahuan Vulva Hygiene, Remaja Putri, Sikap Vulva Hygiene.
Efektivitas Implementasi Mobilisasi Dini dan Dampaknya Terhadap Hemodinamik Pada Pasien yang Terpasang Ventilator : Literature Review Melin, Sesela; Prabawati, Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24863

Abstract

ABSTRACT Early mobilization is defined as the initiation of planned physical activities—such as passive and active range-of-motion exercises, sitting at the edge of the bed, transfer to a wheelchair, and ambulation within 24 to 72 hours of intensive care unit (ICU) admission or once hemodynamic stability is achieved. In critically ill patients, including those receiving mechanical ventilation, early mobilization has been associated with improved physical function, reduced duration of mechanical ventilation, shorter ICU and hospital length of stay, and potential reductions in mortality. However, its effects on hemodynamic stability remain a clinical concern. This literature review aimed to evaluate the effectiveness of early mobilization and its impact on hemodynamic parameters, including blood pressure, mean arterial pressure (MAP), heart rate (HR), respiratory rate (RR), and oxygen saturation (SpO₂), in mechanically ventilated patients. A literature review was conducted using the PICOT framework (Population, Intervention, Comparison, Outcome, and Time). Primary studies were identified through systematic searches of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, ResearchGate, BMC, Gale, and Portal Garuda. Articles published between 2020 and 2025 were included based on predefined eligibility criteria. Thirteen eligible studies were analyzed. Overall, early mobilization did not result in significant changes in key hemodynamic parameters, including MAP, RR, and SpO₂ (p 0.05). A modest but statistically significant increase in heart rate was consistently observed following mobilization, with mean HR rising from approximately 81 to 84 beats per minute (p 0.001).  Early mobilization in mechanically ventilated, critically ill patients appears to be safe and well tolerated, with no evidence of clinically significant hemodynamic instability.  Keywords: Early Mobilization, Hemodynamics, Mechanically Ventilated Patient.  ABSTRAK Mobilisasi dini adalah melakukan aktivitas fisik yang direncanakan (seperti latihan rentang gerak pasif dan aktif, duduk di tepi tempat tidur, transfer ke kursi roda, dan berjalan) dalam 24 hingga 72 jam pertama sejak masuk ke ICU atau sejak hemodinamika stabil. Mobilisasi dini pada pasien kritis, termasuk pasien yang menggunakan ventilator, dapat meningkatkan fungsi fisik, memperpendek durasi ventilasi mekanik, mengurangi waktu rawat inap di ICU dan rumah sakit, dan bahkan dapat mengurangi mortalitas. Tinjauan literature review ini untuk menganalisis efektivitas implementasi mobilisasi dini dan dampaknya terhadap hemodinamik  yaitu tekanan darah, MAP  (Mean Arterial Pressure), HR (Heart Rate), RR (Respiration Rate) dan SP02 (saturasi oksigen) pada pasien yang terpasang ventilator. Studi literature review ini menggunakan metode pendekatan PICOT yang memiliki  5  komponen,  yakni:  P  (patient/population),  I  (intervention),  C (comparison), O (outcome), T (Time). Data yang digunakan merupakan data primer yang didapatkan dari beberapa database seperti : Google Schoolar, Pubmed, Science Direct, Research Gate, BMC, Gale, Portal Garuda. Pencarian literatur dalam penyusunan artikel dengan penerbitan jurnal dari tahun 2020 sampai 2025. Hasil tinjauan berdasarkan penelusuran 13 jurnal menunjukkan mobilisasi dini Sebagian besar tidak merubah hemodinamik secara signifikan, MAP (Mean Artery Pressure), RR (Respiration Rate), dan saturasi oksigen dengan nilai p 0.05, namun HR (Heart Rate) mengalami kenaikan, dari rata-rata HR 81 x/menit menjadi 84x/menit dengan nilai P 0.001. Mobilisasi dini pada pasien kritis secara umum aman dilakukan dan tidak menyebabkan perubahan hemodinamik yang signifikan. Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Hemodinamik, Pasien Terpasang Ventilator.
Gambaran Tingkat Caregiver Burden pada Keluarga dengan Anak Cerebral Palsy Usia 0-12 Tahun di Bandung Raya Fortuna, Amanda Dwi; Rosidin, Udin; Mulya, Adelse Prima
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24824

Abstract

ABSTRACT Cerebral palsy is a non-progressive neurodevelopmental disorser causing long-term motr impairment in children and requiring ongoing care, placing families at risk of cargiver burden across physical, emotional, social, financial, and family relationships domains. This quantitative descriptive study aimed to describe the level of caregive burden among families of children with cerebral palsy in Greater Bandung Area. A total of 142 caregivers of children aged 0-12 years, members of Komunitas Keluarga Cerebral Palsy, were selected using stratified random sampling. The instrument used was the Zarit Burden Interview (22 items), which has been translated and tested for validity and reliability. The results showed that the level of caregiver burden in most caregivers (58.5%) was in the mild-moderate category, with the financial burden as the heaviest burden category (40.8%). The physical aspect was dominated by the mild-moderate (39.4%) and moderate-heavy (38.7%) burden categories. The majority of caregivers experience mild to moderate emotional burden (57%), while the majority experience no burden or mild burden in terms of social aspects (44.4%). In terms of family relationships, mild to moderate burden is the most common category (66.9%). These findings indicate the potential role of social support from the community in reducing the burden of caregiving. Responsive social support for caregivers' needs, such as home visit services, respite care, and psychological support from health workers, needs to be strengthened continuously and adjusted to the level of caregiver burden, especially to reduce the burden on the financial and physical aspects. Keywords: Caregiver Burden, Cerebral Palsy, Family, Greater Bandung Area.  ABSTRAK Cerebral palsy merupakan gangguan neurodevelopmental non-progresif yang menyebabkan disabilitas motorik jangka panjang pada anak. Anak dengan cerebral palsy memerlukan perawatan yang kompleks dan berkelanjutan, sehingga keluarga sebagai pengasuh utama berisiko mengalami caregiver burden yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, finansial, dan hubungan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambaran tingkat caregiver burden pada keluarga anak cerebral palsy di Bandung Raya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan 142 caregiver anak cerebral palsy usia 0-12 tahun yang tergabung dalam Komunitas Keluarga Cerebral palsy, dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zarit Burden Interview (22 item) yang telah diterjemahkan dan teruji valid dan reliabel untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat caregiver burden pada sebagian besar atau 83 caregiver (58,5%) berada pada kategori beban ringan-sedang, 34 caregiver (23,9%) merasakan beban sedang-berat, 20 responden (14,1%) merasa tidak ada beban/beban ringan, dan 5 responden (3,5%) merasakan beban pengasuhan yang berat. Temuan ini menunjukkan kemungkinan peran dukungan sosial dari komunitas dalam menekan beban pengasuhan. Dukungan sosial yang responsif terhadap kebutuhan kebutuhan caregiver, seperti layanan home visit, respite care, dan dukungan psikologis oleh tenaga kesehatan, perlu diperkuat secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat beban caregiver, terutama untuk menurunkan beban pada aspek finansial dan fisik. Kata Kunci: Bandung Raya, Cargiver Burden, Cerebral Palsy, Keluarga.
Pengaruh Edukasi Berbasis E-Booklet terhadap Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Nirmalasari, Mila; Safariyah, Erna; Basri, Burhanuddin; Alamsyah, Azhar Zulkarnain
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24683

Abstract

ABSTRACT Patients with Type 2 Diabetes Mellitus require optimal self-care management abilities to prevent long-term complications and maintain their quality of life. However, preliminary findings at RSI Assyifa indicated that several patients were not yet able to perform self-care consistently, particularly in regulating diet, monitoring blood glucose levels, engaging in physical activity, adhering to medication therapy, and performing foot care. This study aimed to determine the effect of e-booklet–based education on self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus at RSI Assyifa Sukabumi. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group model, involving 36 respondents divided into an intervention group (n = 18) and a control group (n = 18), selected through purposive sampling. The research instrument used was the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). The Kolmogorov-Smirnov normality test indicated that all data were not normally distributed (p = 0.001). The Wilcoxon test showed a significant difference in self-care management between the intervention and control groups after the e-booklet–based education was provided (p = 0.001), with a mean rank of 26.14 for the intervention group and 10.86 for the control group. These findings demonstrate that e-booklet–based education is effective in improving self-care management among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Structured, clear, and easily accessible digital educational media help enhance patients’ understanding and independence in managing chronic conditions. Keywords: E-Booklet–Based Education, Self-Care Management, Type 2 Diabetes Mellitus, SDSCA.  ABSTRAK Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 memerlukan kemampuan manajemen perawatan diri yang optimal untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mempertahankan kualitas hidup. Namun, hasil studi pendahuluan di RSI Assyifa menunjukkan bahwa sebagian pasien belum mampu melakukan perawatan diri secara konsisten, terutama dalam hal pengaturan pola makan, pemantauan gula darah, aktivitas fisik, kepatuhan obat, dan perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis e-booklet terhadap manajemen perawatan diri pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSI Assyifa Sukabumi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan model pretest-posttest control group design, melibatkan 36 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi (n = 18) dan kelompok kontrol (n = 18), dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA). Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi tidak normal (p = 0,001). Analisis Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan manajemen perawatan diri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah edukasi berbasis e-booklet diberikan (p = 0,001), dengan mean rank kelompok intervensi sebesar 26,14 dan kelompok kontrol 10,86. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis e-booklet efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Media edukasi digital yang terstruktur, jelas, dan mudah diakses membantu meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit kronis. Kata Kunci: Edukasi Berbasis E-Booklet, Manajemen Perawatan Diri, Diabetes Mellitus Tipe 2, SDSCA.
Digital Media Utilization Among Pregnant Women In Garut Regency, Indonesia Katherine, Helen Frieda; Widiasih, Restuning Widiasih; Witdiawati, Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24923

Abstract

ABSTRACT The use of digital media as a source of health information has increased along with the rapid expansion of internet access in Indonesia. Pregnant women are among the population groups that frequently seek health-related information through digital platforms. However, empirical evidence describing how pregnant women utilize digital media for health information at the district level remains limited, particularly in areas with diverse geographic characteristics such as Garut Regency. This study aimed to describe digital media utilization among pregnant women in Garut Regency. A quantitative descriptive study using secondary data from the Ultralight Project (2024). A total of 355 pregnant women were included in the study using total sampling. Data were analyzed using univariate analysis and presented as frequencies and percentages. Pregnant women used various digital media sources, mainly search engines and video-based media. Digital media were used for maternal health information, fetal monitoring, or both. The intensity of use varied from limited to regular weekly use. Pregnant women in Garut Regency use digital media as part of health information-seeking behavior during pregnancy. Digital media function as supportive sources of maternal and fetal health information. Keywords: Digital Media, Health Information Seeking, Maternal Health, Mobile Health Application, Pregnancy.
Hubungan Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku yang Dirasakan dengan Niat untuk Melakukan Aktivitas Fisik pada Remaja di SMA Negeri 1 Kota Mataram Salsabila, Shafa Ariyani; Anulus, Ayu; Sahrun, Sahrun; Rahadianti, Dian
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24851

Abstract

ABSTRACT Technological developments contribute to the decline in physical activity in adolescents. WHO reports that 81% of adolescents worldwide are physically inactive, in line with Indonesian data showing that 33.5% of the population aged ≥10 years have low levels of physical activity. In West Nusa Tenggara Province, this figure increases to 41.7%, with Mataram City as the region with the lowest level of physical activity. The Theory of Planned Behavior (TPB) explains that behavioral intentions are influenced by attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. Therefore, SMA Negeri 1 Mataram was chosen as the research location because it is a favorite school in Mataram City with diverse student characteristics. The purpose of this study was to analyze the relationship between attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control with physical activity intentions in adolescents in 310 students of SMA Negeri 1 Mataram City. This study used a Cross-Sectional approach with a Stratified Random Sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Fisher Exact test. The results of this study indicate that the majority of respondents (94.20%) had a high intention to engage in physical activity (moderate-heavy category). A positive attitude was significantly associated with intention (PR=11.42; 95%CI=5.09-25.61; p-value 0.001). Conversely, high subjective norms (PR=2.33; 95%CI=0.87-6.20; p-value 0.152) and high behavioral control (PR=1.87; 95%CI=0.69-5.01; p-value 0.207) did not show a statistically significant relationship. Positive attitudes were associated with adolescents' intention to engage in physical activity. Keywords: Theory of Planned Behavior, Intention, Physical Activity, Adolescents.  ABSTRAK Perkembangan teknologi berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik pada remaja. WHO melaporkan 81% remaja di dunia kurang aktif secara fisik, sejalan dengan data Indonesia yang menunjukkan 33,5% penduduk usia ≥10 tahun memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Di Provinsi NTB angka ini meningkat menjadi 41,7%, dengan Kota Mataram sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas fisik terendah. Theory of Planned Behavior (TPB) menjelaskan bahwa niat berperilaku dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Mataram dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan sekolah favorit di Kota Mataram dengan karakteristik siswa yang beragam. Tujuan dalam penelitian ini untuk Menganalisis hubungan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan dengan niat aktivitas fisik pada remaja pada 310 siswa SMA Negeri 1 Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan teknik Stratifed Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact.  Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas responden memiliki niat yang tinggi untuk melakukan aktivitas fisik (kategori sedang-berat) (94,20%). Sikap positif terbukti memiliki hubungan signifikan dengan niat (PR= 11,42; 95%CI= 5,09-25,61; p-value 0,001). Sebaliknya, norma subjektif tinggi (PR=2,33; 95%CI= 0,87-6,20; p-value 0,152) dan kontrol perilaku yang tinggi (PR=1,87; 95%CI= 0,69-5,01; p-value 0,207) tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik. Sikap positif berhubungan dengan niat remaja untuk melakukan aktivitas fisik.   Kata Kunci:  Theory of Planned Behavior, Niat, Aktivitas Fisik, Remaja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keislaman dan Perilak Pencegahan Infeksi Menular Seksual pada Mahasiswa Keperawatan UMMI Bassami, Zahra; Novryanthi, Dhinny; Utami, Tri; Hamzah, Amir
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24788

Abstract

ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) remain a major public health problem, particularly among young adults including university students. Nursing students in Islamic-based higher education institutions receive not only health-related knowledge but also Islamic values that emphasize self-protection, morality, and healthy behavior. Islamicknowledge is assumed to play an important role in shaping STI prevention behavior through strengthened self-control and value-based decision making. This study aimed to examine the relationship between the level of Islamic knowledge and STI prevention behavior among nursing students at Universitas Muhammadiyah Sukabumi. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 78 nursing studentsfrom the 2025 cohort selected using total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires measuring Islamic knowledge and STI prevention behavior. Data analysis included univariate and bivariate analysis using Chi-Square and Fisher’s Exact Test with a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a good level of Islamic knowledge (98.7%) and good STI prevention behavior (97.4%). Fisher’s Exact Test revealed a significant relationship between Islamic knowledge and STI prevention behavior (p = 0.032; p 0.05). In conclusion, Islamic knowledge is significantly associated with STI prevention behavior among nursing students, indicating that strengthening Islamic values within nursing education may contribute to effective STI prevention strategies. Keywords: Islamic Knowledge, Prevention Behavior, Sexually Transmitted Infections, Nursing Students.  ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada kelompok usia dewasa muda termasuk mahasiswa. Mahasiswa keperawatan pada institusi pendidikan berbasis Islam memiliki karakteristik khusus karena memperoleh pendidikan kesehatan sekaligus penanaman nilai-nilai keislaman yang menekankan penjagaan diri, moralitas, dan perilaku hidup sehat. Pengetahuan keislaman diduga berperan dalammembentuk perilaku pencegahan IMS melalui penguatan kontrol diri dan pengambilan keputusan yang sesuai dengannilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 mahasiswa keperawatan angkatan 2025 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan keislaman dan kuesioner perilaku pencegahan IMS yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dan Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan keislaman kategori baik (98,7%) dan perilaku pencegahan IMS kategori baik (97,4%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p = 0,032 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keislaman dengan perilaku pencegahan IMS. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan keislaman berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada mahasiswa keperawatan, sehingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan keperawatan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pencegahan IMS. Kata Kunci: Pengetahuan Keislaman, Perilaku Pencegahan, Infeksi Menular Seksual, Mahasiswa Keperawatan.
Pengaruh Edukasi melalui Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Sadari Remaja Putri dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Maisaroh, Siti; Yuniarti, Kristina; Ruslinawati, Ruslinawati; Okvitasari, Yenny
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25030

Abstract

ABSTRACT Breast cancer often develops without being noticed by women. This cancer has become a serious global health concern, affecting both developed and developing countries, with increasing incidence and impact, particularly in countries with limited resources. In Indonesia, new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases, with approximately 65,000 new cases added each year. Data from the South Kalimantan Provincial Health Office reported 121 cases of breast cancer in 2023, increasing to 140 cases in 2024, and 35 cases recorded from January to September 2025.This study aimed to determine the effect of education using the demonstration method on breast self-examination (BSE/SADARI) skills among adolescent girls in early detection of breast cancer between the intervention and control groups. This study employed a quasi-experimental design with a two-group post-test only control group design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Banjarmasin. The population consisted of 380 female students, with a sample of 80 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a SADARI observation checklist as the research instrument. The results of the Mann–Whitney test showed a significant difference in SADARI skills between the intervention and control groups, with a p-value of 0.000 (p 0.05). The mean rank of the intervention group (53.95) was higher than that of the control group (27.05), indicating that the demonstration-based education was more effective. These findings indicate that education using the demonstration method has a significant effect on improving SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. The conclusion of this study is that education through the demonstration method significantly influences the improvement of SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. Keywords : Demonstration, Breast cancer, SADARI.  ABSTRAK Kanker payudara sering kali muncul tanpa disadari oleh para wanita. Masalah kanker ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, dengan tingkat kejadian dan dampak yang semakin meningkat terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 dan bertambah sekitar 65.000 kasus baru setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kasus kanker payudara pada tahun 2023 sebanyak 121 kasus, meningkat pada tahun 2024 menjadi 140 kasus, dan tercatat 35 kasus pada periode Januari hingga September 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian menggunakan Quasi Experiment Two Group Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 380 siswi, Sampel sebanyak 80 responden, pemilihan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi SADARI. Hasil analisa dengan Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000 (p 0,05) dengan didapatkan dengan kelompok intervensi (53,95) efektif daripada kelompok kontrol (27,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi melalui metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan SADARI remaja putri dalan deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap   keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Demonstrasi, Kanker payudara, SADARI.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Tingkat Kualitas Tidur Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Hemodialisa RSD KRMT Wongsonegoro Semarang Ariyanti, Septa Dwi; Winarti, Rahayu; Kustriyani, Menik
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.22459

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is a significant global health challenge, often leading to various complications, including sleep disorders, which can seriously impact patients' quality of life. Hemodialysis, a life-sustaining treatment for end-stage CKD, itself contributes to sleep problems in 50-80% of patients. These sleep problems include quantitative and qualitative aspects, such as sleep duration, sleep latency, sleep efficiency, and general sleep disturbances, which cause discomfort and affect daily activities. The prevalence of PGK in Indonesia is quite high, with a large number of patients undergoing routine hemodialysis treatment (2-3 times a week for 3-4 hours). Addressing sleep disorders in CKD patients undergoing hemodialysis is very important. Non-pharmacological interventions are often preferred to avoid the dependence associated with long-term medication use. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) has emerged as a promising non-drug treatment that combines energy medicine with spiritual elements, such as tapping on specific meridian points and prayer. SEFT aims to improve sleep quality by promoting relaxation, reducing anxiety, and balancing the body's energy flow. This technique involves three main steps: Set-Up, Tune-In, and Tapping. The Set-Up phase neutralizes negative thoughts, the Tune-In phase focuses on discomfort with sincere prayer, and the Tapping phase involves light tapping on 18 major meridian points to stimulate energy flow and induce relaxation. This process can stimulate the pituitary gland to release endorphins, which produce a calming effect and feelings of happiness. A quantitative research design with a one-group pre-test post-test approach was used to evaluate the effectiveness of SEFT. A total of 88 hemodialysis patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang were recruited using purposive sampling. Sleep quality data were collected using PSQI, an instrument with validated reliability and sensitivity. Statistical analysis using the Wilcoxon test showed that 0 respondents (0%) had negative ranks, meaning there was no decrease from pre-test to post-test, while 53 respondents (27%) had positive ranks, meaning there was an increase from pre-test to post-test. It was also found that there were 35 respondents with tied values (equality) who did not experience an increase or decrease in sleep quality after receiving SEFT therapy. The sign p-value = 0.000 or p 0.05, so 0.000 α (0.05), meaning that Ho was rejected and Ha was accepted, indicating that there was an impact of SEFT therapy on sleep quality in CKD patients. These findings support the hypothesis that SEFT can effectively improve sleep quality in CKD patients undergoing hemodialysis by increasing relaxation, calmness, and reducing sleep disturbances. This study concludes that SEFT is an effective non-pharmacological intervention to improve sleep quality in this patient population, although professional implementation is crucial for optimal results. Keywords : Renal Failure, Hemodialysis, SEFT Therapy, Sleep Quality. ABSTRAK   Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, seringkali menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk gangguan tidur, yang dapat berdampak serius pada kualitas hidup pasien. Hemodialisis, suatu perawatan penunjang kehidupan untuk CKD stadium akhir, sendiri berkontribusi terhadap masalah tidur pada 50-80% pasien. Masalah tidur ini mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif, seperti durasi tidur, latensi tidur, efisiensi tidur, dan gangguan tidur secara umum, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Prevalensi PGK di Indonesia cukup tinggi, dengan sejumlah besar pasien menjalani perawatan hemodialisis rutin (2-3 kali seminggu selama 3-4 jam). Mengatasi gangguan tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis sangatlah penting. Intervensi nonfarmakologis seringkali lebih disukai untuk menghindari ketergantungan yang terkait dengan penggunaan obat jangka panjang. Teknik Kebebasan Emosional Spiritual (SEFT) muncul sebagai pengobatan non-obat yang menjanjikan yang menggabungkan pengobatan energi dengan unsur-unsur spiritual, seperti tapping pada titik meridian tertentu dan doa. SEFT bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dengan mendorong relaksasi, mengurangi kecemasan, dan menyeimbangkan aliran energi tubuh. Teknik ini melibatkan tiga langkah utama: Set-Up, Tune-In, dan Tapping. Fase Set-Up menetralkan pikiran negatif, fase Tune-In berfokus pada ketidaknyamanan dengan doa yang tulus, dan fase Tapping melibatkan tapping ringan pada 18 titik meridian utama untuk merangsang aliran energi dan menimbulkan relaksasi. Proses ini dapat merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan endorfin, yang menghasilkan efek menenangkan dan perasaan bahagia. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan one-group pre-test post-test untuk mengevaluasi efektivitas SEFT. Sebanyak 88 pasien hemodialisis di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang direkrut menggunakan purposive sampling. Data kualitas tidur dikumpulkan menggunakan PSQI, sebuah instrumen yang tervalidasi reliabilitas dan sensitivitasnya. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa negatif ranks 0 responden (0%) yaitu tidak terdapat penurunan pre test ke post test, diketahui juga bahwa positif ranks 53 responden (27%) yaitu ada peningkatan pre test ke post test. Diketahui juga ada ties nilai (persamaan) 35 responden yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan tingkat kualitas tidur setelah diberikan terapi SEFT. Nilai sign p-value = 0,000 atau p 0,05 sehingga 0,000 α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada dampak antara terapi SEFT pada kualitas tidur pada pasien CKD. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa SEFT dapat secara efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan meningkatkan relaksasi, ketenangan, dan mengurangi gangguan tidur. Studi ini menyimpulkan bahwa SEFT merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada populasi pasien ini, meskipun implementasi profesional sangat penting untuk hasil yang optimal. Kata Kunci:  Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialisa, Terapi SEFT, Kualitas Tidur.
Hubungan Antara Internalisasi Standar Kecantikan dengan Body Shaming Pada Siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin Susanti, Resa Tri; Agustini, Meti; Syafwani, Muhammad; Anwari, Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24873

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a time when a person is developing and is easily influenced by their surroundings, especially in terms of how others judge their physical appearance. Exposure to beauty standards from social media, peers, and the surrounding environment can cause adolescent girls to accept these standards as normal, which may make them feel inferior or insult their own bodies. This study aims to determine the relationship between how female students at SMA Negeri 8 Banjarmasin accept beauty standards and their experiences of body shaming. This study used a quantitative approach with a cross-sectional study. The sample consisted of 220 female students selected using a proportional stratified random sampling technique. The instruments used were the*Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) questionnaire and the *Objectified BodyConsciousness Scale* (OBCS) scale. Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed that mostrespondents were in the category of moderate internalization of beauty standards (66.4%) and moderate body shaming (91.8%). The results of the statistical test showed a p value = 0.047 ( p  0.05 ) with a correlation of r =0.134, which means there is a significant relationship with a weak correlation strength and a positive direction between the internalization of beauty standards and body shaming. The conclusion of this study shows that there isa positive relationship between the internalization of beauty standards and body shaming behavior, although the strength of the relationship found is relatively weak. Keywords: Internalization of Beauty Standards, Body Shaming, Adolescent Girls.  ABSTRAK Masa remaja adalah masa di mana seseorang sedang berkembang dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, terutama dalam hal bagaimana orang lain menilai penampilan fisik mereka. Paparan tentang standar kecantikan yang berasal dari media sosial, teman sebaya, dan lingkungan sekitar bisa membuat remaja perempuan menerima standar tersebut sebagai hal yang normal, yang mungkin membuat mereka merasa rendah diri ataumenghina tubuh sendiri. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana hubungan antara cara siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin menerima standarkecantikan dengan pengalaman mereka terkena body shaming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 220 siswi yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak stratifikasi proporsional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner *Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) dan skala *Objectified Body Consciousness Scale* (OBCS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori internalisasi standar kecantikan yang sedang (66,4%) dan body shaming yang sedang (91,8%). Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,047 ( p 0,05 ) dengan korelasi r = 0,134, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif antara internalisasi standar kecantikan dan body shaming. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara internalisasi standar kecantikan dengan perilaku body shaming, meskipun kekuatan hubungan yang ditemukan tergolong lemah. Kata Kunci: Internalisasi Standar Kecantikan, Body Shaming, Remaja Putri.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue