cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 2,078 Documents
Hubungan Tingkat Gejala Stres dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja SMA Negeri 1 Natar Depri Wan Ramadan; Prima Dian Furqoni; Triyoso Triyoso; Rahma Elliya
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.21985

Abstract

ABSTRACT In the context of adolescent mental health, adolescence is a period full of challenges, where individuals experience various complex physical, emotional and social changes. Academic pressure, social problems, family conflicts and ethnic background. Can create a significant psychological burden for teenagers. Prolonged and poorly managed stress can have a profound impact on teenagers' mental health. When stress levels reach extreme points, some adolescents may develop maladaptive coping mechanisms, including suicidal thoughts or ideas as a response to the pressure they face. Objective: To determine the relationship between the level of stress symptoms and suicidal ideation in adolescents at SMA Negeri Natar. Quantitative research, using random sampling techniques with nonexperimental surveys. The population of this research is the entire class 12 at SMA Negeri 1 Natar in 2025 with a total of 420 students. Sample of 205 respondents. Using total simple random sampling technique. The data collection technique was carried out using a questionnaire. The data analysis used was Chi square. Based on the research conducted, the results showed that 54 (26.34%) respondents experienced low stress levels, 133 (64.87%) moderate stress and 18 (8.78%) high stress levels, then 31 (15.12%) had low levels of suicidal ideation, 156 (76.10%) had moderate suicidal ideation and 18 (8.78%) high suicidal ideation from a total of 205 (100%) respondents. The Chi Square test results obtained a P-value of 0.00 so it can be stated that there is a significant relationship between the level of stress and suicidal ideation in teenagers at SMA Negeri 1 Natar. Suggestion: It is hoped that schools and parents will be more active in providing emotional support to teenagers, as well as monitoring stress symptoms that arise so that suicidal ideation can be prevented from an early age.  Keywords: Stress in High School Adolescents, Suicide Ideas, Students.  ABSTRAK Dalam konteks kesehatan mental remaja, Masa remaja adalah periode yang penuh tantangan, di mana individu mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial yang kompleks. Tekanan akademis, masalah sosial, konflik keluarga serta latar belakang suku. Dapat menciptakan beban psikologis yang signifikan bagi para remaja. Stres yang berkepanjangan dan tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi kesehatan mental remaja secara mendalam. Ketika tingkat stres mencapai titik yang ekstrem, beberapa remaja mungkin mengembangkan mekanisme koping yang maladaptif, termasuk munculnya pikiran atau ide bunuh diri sebagai salah satu bentuk respons terhadap tekanan yang dihadapinya. Tujuan: Diketahui hubungan Tingkat gejala stress dengan ide bunuh diri pada remaja di SMA Negri Natar. Penelitian kuantitatif, menggunakan teknik random sampling dengan survei non eksperimen. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan kelas 12 di SMA Negri 1 Natar tahun 2025 dengan jumlah 420 siswa. Sampel 205 responden. Dengan menggunakan teknik total simple random sampling. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan quesioner. Analisa data yang digunakan adalah Chi square. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dapatkan hasil responden yang mengalami tingkat stres rendah 54 (26,34%) stres sedang 133 (64,87%) dan stres tinggi 18 (8,78%) lalu tingkat ide bunuh diri rendah 31 (15,12%) ide bunuh diri sedang 156 (76,10) dan ide bunuh tinggi 18 (8,78%) dari total 205 (100%) responden. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai P-value 0,00 sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan ide bunuh diri pada remaja SMA Negri 1 Natar. Saran: Diharapkan pihak sekolah dan orang tua siswa lebih aktif dalam memberikan dukungan emosional kepada remaja, serta melakukan pemantauan terhadap gejala stres yang muncul agar ide bunuh diri dapat dicegah sejak dini.  Kata Kunci: Stress Pada Remaja SMA, Ide Bunuh Diri, Siswa.
Hubungan Self-Efficacy Pada Ibu Hamil dalam Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe di Kelurahan Baros Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Baros Sukabumi Kota Sukabumi Khoirunnisa Salsabila; Susilawati Susilawati; Reni Suherman
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25824

Abstract

ABSTRACT Anemia in pregnant women continues to be a major health issue with a high occurence, both worldwide and in Indonesia, mainly due to iron deficiency caused by low adherence to iron tablet intake. Adherence to iron tablet intake is influenced by self-efficacy. The aim of this study was to identify the relationship between self-efficacy in pregnant women and adherence to iron tablet intake in the Baros Subdistrict, within the service area of the Baros Public Health Center (UPTD Puskesmas) in Sukabumi City. The study employed a cross-sectional design. The study population consisted of all 114 pregnant women. A total sampling method was implemented. Data was collection conducted using a questionnaire. Univariate analysis utilized frequency distribution, and bivariate analysis used the Chi-Square test. The majority of respondents had moderate self-efficacy (64, or 56.1%), and the majority of pregnant women were non-compliant with iron tablet intake (66, or 57.9%). The results of the statistical test showed a p-value of 0.000 ( 0.05), allowing for the consclusion that there is a significant relationship between self-efficacy and pregnant women’s adherence to iron tablet . The conclusion of this study is that there is a relationship between self-efficacy and adherence to iron tablet intake among pregnant women in Baros Subdistrict, under the service area of the Baros Public Health Center (UPTD Puskesmas) in Sukabumi City. Keywords: Pregnant Women, Adherence, Self-Efficacy, Iron Tablets.  ABSTRAK Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang tinggi, baik secara global maupun di Indonesia, dan sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi karena rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Kepatuhan konsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh self-efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan self-efficacy pada ibu hamil dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Baros Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Baros Sukabumi Kota Sukabumi. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 114 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki self-efficacyyang sedang  sebanyak 64 (56,1%), dan sebagian besar ibu hamil tidak patuh dalam mengonsumsi tabel Fe sebanyak 66 (57,9%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 ( 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan self-efficacy pada ibu hamil dalam kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di Kelurahan Baros Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Baros Sukabumi Kota Sukabumi. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kepatuhan, Self-Efficacy, Tablet Fe.
Pengalaman Ibu Hamil dengan HIV yang Mengalami Stigma Sosial: Literature Review Retno Pramudita; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26751

Abstract

ABSTRACT Human Immunodefiency Virus (HIV) infection remains a global health problem that affects not Only physical health but also psychological and social wellbeing. Pregnant women living with HIV are considered a vulnerable group because they frequently experience social stigma in various forms, including discrimination, social exclusion, negative perceptions from society, and internalized stigma. These conditions may negatively affect mental health, quality of life, and access to healthcare services. This study aimed to review the experiences of pregnant women living with HIV who experience social stigma. This study used a literature review method by searching articles through PubMed, Scopus, and Science Direct databases. The articles included were primary research articles published in English between 2022-2026. A total of 1,098 articles were identified, and after the screening process based on inclusion criteria and relevance, 11 articles were included in the analysis. The results showed that pregnant women with HIV frequently experienced stigma in the form of discrimination, fear of disclosing their HIV status, limited social support, and negative treatment from the surrounding environment. Stigma also caused psychological impacts such as anxiety, stress, fear, emotional distress, and decreased self-confidence during pregnancy. In addition, stigma affected healthcare utilization, adherence to antiretroviral therapy, and participation in Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT) programs. Factors influencing stigma included low public knowledge regarding HIV, lack of family and social support, and persistent negative perceptions toward people living with HIV. In conclusion, social stigma remains a major challenge for pregnant women living with HIV and significantly affects their psychological wellbeing and utilization of healthcare services. Therefore, efforts to reduce stigma through public education, psychosocial support, and non-discriminatory healthcare services are needed to improve quality of life and treatment outcomes.  Keywords: Experience, Pregnant Women, Human Immunodeficiency Virus, Social Stigma.  ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Masih menjadi masalah Kesehatan global yang tidak Hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan Sosial. Ibu Hamil dengan HIV merupakan kelompok yang rentan Karena Sering mengalami stigma sosial dalam berbagai bentuk, seperti diskriminasi, pengucilan sosial, pandangan negatif masyarakat, serta stigma terinternalisasi dalam Diri individu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi Kesehatan mental, kualitas hidup, dan akses ibu terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman ibu hamil dengan HIV yang mengalami stigma sosial. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan pencarian artikel melalui database Pubmed, Scopus, dan Science Direct. Artikel yang digunakan merupakan artikel penelitian primer berbahasa Inggris yang diterbitkan pada tahun 2022-2026. Sebanyak 1.098 artikel ditemukan, dan setelah dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kesesuaian, diperoleh 11 artikel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan HIV masih sering mengalami stigma berupa diskriminasi untuk membuka status HIV, keterbatasan dukungan sosial, serta perlakuan negatif dari lingkungan sekitar. Stigma juga menimbulkan dampak psikologis seperti kecemasan, stress, ketakutan, tekanan emosional, dan penurunan rasa percaya diri selama masa kehamilan. Selain itu, stigma memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan, kepatuhan menjalani terapi antiretroviral, serta keterlibatan dalam program Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT). Faktor yang memengaruhi munculnya stigma meliputi rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV, kurangnya dukungan keluarga dan sosial, serta masih adanya persepsi negatif terhadap penderita HIV di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma sosial masih menjadi tentangan utama bagi ibu hamil dengan HIV dan berdampak pada kondisi psikologis serta pemanfaatan layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menurunkan stigma melalui peningkatan edukasi masyarakat, dukungan psikososial, dan pelayanan kesehatan yang tidak diskriminatif guna meningkatkan kualitas hidup dan keberhasilan pengobatan. Kata Kunci: Pengalaman, Ibu Hamil, Human Immnunodeficiency Virus, Stigma Sosial.
Fungsi Lutut Pasien Operasi Total Knee Replacement antara Robotik Asisten dan Konvensional: Sistematik Review Asep Solahudin; Masfuri Masfuri; Liya Arista; Riri Maria
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25948

Abstract

ABSTRACT Patient knee function is closely related to the ability to perform Activities of Daily Living (ADL) due to its connection with mobility. Patients with advanced Osteoarthritis (OA) require Total Knee Replacement (TKR) surgery. Currently, robotic-assisted technology is available for TKR procedures. Nurses play a crucial role in postoperative patient rehabilitation; therefore, the advent of Robotic-Assisted Total Knee Replacement (RA-TKR) technology necessitates nurses' attention in conducting rehabilitation processes related to patient knee function. To determine the knee function of patients undergoing RA-TKR surgery and its impact on nursing practice. A systematic review was conducted using electronic databases such as ClinicalKey, ClinicalKey Nursing, EbscoHost, ProQuest, PubMed, and ScienceDirect. Inclusion and exclusion criteria were established to obtain articles that could address the objectives. This systematic review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Additionally, Critical Appraisal Tools from the Joanna Briggs Institute (JBI) were utilized. 2.081 articles collected that matched the keywords, 22 articles were analyzed after the PRISMA screening process. Knee function was measured using instruments such as KSS, WOMAC, KOOS, KSKS, KSFS, OKS, and the UCLA Activity Scale. Six articles found that RA-TKR could significantly improve patient knee function compared to Conventional TKR. Nurses, in this regard, should pay special attention to technology adoption and the care strategies required for pre-, intra-, and postoperative TKR patients with robotic assistance. Although most articles indicated no significant difference in knee function between RA-TKR and Conventional TKR patients, the presence of this technology still requires nurses' attention. Future adoption of technology and nursing care strategies for patients undergoing RA-TKR are necessary. Keywords: Knee Function, Robotic Assistance, Total Knee Replacement.  ABSTRAK Fungsi lutut pasien erat kaitannya dengan kemampuan untuk memenuhi Activity Daily Living (ADL) sebab berkaitan dengan mobilisasi. Pasien dengan Osteoatritis (OA) lanjut memerlukan operasi Total Knee Replacement (TKR), saat ini hadir teknologi robotik asisten dalam operasi TKR. Perawat memiliki peran dalam rehabilitasi pasien post-operasi, maka hadirnya teknologi Robotik Asisten Total Knee Replacement (RA-TKR) memerlukan perhatian perawat dalam melakukan proses rehabilitasi berkaitan dengan fungsi lutut pasien. Mengetahui fungsi lutut pasien yang menjalani operasi RA-TKR serta dampaknya pada praktik keperawatan. Sistematik review dengan menggunakan databaseelektronik seperti ClinicalKey, ClinicalKey Nursing, EbscoHost, ProQuest, Pubmed, dan Sciencedirect. Kriteria inklusi dan ekslusi ditetapkan agar terkumpul artikel yang dapat menjawab tujuan. Sistematik review ini menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Selain itu, dilakukan Critical Appraisal Tools menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). 2.081 artikel terkumpul yang sesuai dengan kata kunci, setelah melakukan proses penyaringan dengan PRISMA didapatkan 22 artikel yang dianalisis. Pengukuran fungsi lutut dilakukan dengan menggunakan instrumen seperti KSS, WOMAC, KOOS, KSKS, KSFS, OKS, dan UCLA Activity Scale. Terdapat 6 artikel yang mendapatkan bahwa RA-TKR dapat meningkatkan fungsi lutut pasien secara signifikan dibanding CO-TKR (Conventional-TKR). Perawat dalam hal ini dapat memberi perhatian khusus terkait adopsi teknologi dan strategi asuhan yang diperlukan untuk pre-intra-post operasi pasien TKR dengan Robotik. Meskipun kebanyakan artikel menunjukkan fungsi lutut pasien operasi RA-TKR dan CO-TKR tidak terdapat perbedaan signifikan, hadirnya teknologi tetap perlu perhatian perawat. Adopsi teknologi dan strategi asuhan keperawatan di masa mendatang bagi pasien dengan RA-TKR diperlukan. Kata Kunci: Fungsi Lutut, Robotik Asisten, Total Knee Replacement
Pengaruh Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rote Ndao Elianus Soleman Lenggu; Yendris K. Syamruth; Maria M. Dwi Wahyuni; Andreas Umbu Roga; Pius Weraman
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25834

Abstract

ABSTRACT The quality of healthcare services in hospitals is a key factor in determining service success and patient satisfaction. Healthcare quality includes five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This study aims to analyze the influence of healthcare service quality on patient satisfaction in the outpatient unit of Rote Ndao District General Hospital. This study used a cross-sectional design with a survey method. The sample consisted of 94 outpatients selected as respondents. Data were collected using questionnaires measuring service quality dimensions (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) and patient satisfaction. Data were analyzed using Chi-square test and multiple logistic regression. The results showed that 73 out of 94 respondents were satisfied with the services provided. The Chi-square test indicated that all dimensions of service quality had a significant relationship with patient satisfaction (p≤0.05). Multiple logistic regression analysis showed that assurance was the most dominant factor influencing patient satisfaction. Healthcare service quality significantly influences patient satisfaction, with assurance as the most dominant factor. Improving service quality across all dimensions is necessary to increase patient satisfaction. Keywords: Health Service Quality, Patient Satisfaction, Hospital.  ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Mutu pelayanan kesehatan terdiri dari lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di unit rawat jalan RSUD Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 94 pasien rawat jalan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner mutu pelayanan berdasarkan lima dimensi serta kuesioner kepuasan pasien. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73 dari 94 responden merasa puas terhadap pelayanan. Uji Chi-square menunjukkan seluruh dimensi mutu pelayanan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien (p≤0,05). Analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa assurance merupakan faktor paling dominan. Mutu pelayanan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan dimensi assurance sebagai faktor paling dominan. Peningkatan mutu pelayanan pada seluruh dimensi perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Kata Kunci: Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien, Rumah Sakit.
Resiliensi Sistem Kesehatan dalam Konteks Infeksi Saluran Pernapasan Akut di NTB Baiq Siti Malikah A. M; Meta Octora
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25749

Abstract

ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the most significant public health challenges in Indonesia, particularly in West Nusa Tenggara (NTB) Province. A pre-survey and literature review indicated that ARI prevalence in NTB consistently reaches 25–35%, which is above the national average, exacerbated by local cultural practices such as post-harvest land burning and high exposure to agricultural pollutants. The purpose of this research was to analyze the strategies for strengthening health system resilience in NTB in controlling ARI through a multisectoral mitigation approach. This was a narrative review research conducted by analyzing scientific literature and government health reports from 2015 to 2025. Data were collected from various academic databases and analyzed to identify key themes in multisectoral collaboration and environmental health. The results showed that post-harvest land burning contributes 15-20% to ARI incidence, requiring integrated strategies such as community-based environmental education, ARI screening at posyandu, and strengthening digital surveillance. There was a critical need for synergy between the health and agricultural sectors, specifically in promoting biocompost technology to reduce land burning. The conclusion of this research was that NTB’s health resilience depends on integrated multisectoral policies to ensure fair health access for vulnerable groups in agricultural areas. The researcher expects the local government to implement technical regulations regarding cross-sectoral collaboration to mitigate the impact of agricultural smoke on public health. Keywords: Acute Respiratory Infection, Health Resilience, Agricultural Pollution, Multisectoral Mitigation, NTB.  ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling signifikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hasil pra-survei dan tinjauan literatur menunjukkan bahwa prevalensi ISPA di NTB secara konsisten mencapai 25–35%, angka yang berada di atas rata-rata nasional, yang diperburuk oleh praktik budaya lokal seperti pembakaran lahan pasca panen dan tingginya paparan polutan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penguatan resiliensi sistem kesehatan di NTB dalam pengendalian ISPA melalui pendekatan mitigasi multisektoral. Ini merupakan penelitian tinjauan naratif yang dilakukan dengan menganalisis literatur ilmiah dan laporan kesehatan pemerintah dari tahun 2015 hingga 2025. Data dikumpulkan dari berbagai pangkalan data akademik dan dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam kolaborasi multisektoral dan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembakaran lahan pasca panen berkontribusi sebesar 15-20% terhadap insiden ISPA, sehingga memerlukan strategi terintegrasi seperti edukasi lingkungan berbasis masyarakat, skrining ISPA di posyandu, serta penguatan surveilans digital. Terdapat kebutuhan kritis akan sinergi antara sektor kesehatan dan pertanian, khususnya dalam mempromosikan teknologi biokompos untuk mengurangi pembakaran lahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiliensi kesehatan NTB bergantung pada kebijakan multisektoral yang terintegrasi untuk menjamin akses kesehatan yang adil bagi kelompok rentan di daerah agraris. Peneliti mengharapkan adanya peningkatan regulasi teknis pemerintah daerah terkait kolaborasi lintas sektor untuk memitigasi dampak asap pertanian terhadap kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Resiliensi Kesehatan, Polusi Pertanian, Mitigasi Multisektoral, NTB.
Gambaran Karakteristik Pasien HIV/AIDS: Tinjauan Retrospektif 2 Tahun Klinik VCT di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 Lalu Alfian Zartadi; Muthia Cenderadewi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25823

Abstract

ABSTRACT Voluntary Counseling and Testing (VCT) clinics play a critical role in HIV/AIDS control by providing counseling, early detection, and referral for treatment services. Understanding the characteristics of HIV/AIDS patients who access VCT services is essential to identify at-risk populations. This study aimed to examine the characteristics of HIV/AIDS patients attending a VCT clinic in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This study employed a retrospective descriptive design using medical records of all HIV/AIDS patients who visited the VCT clinic at Dr. R. Soedjono Selong Regional General Hospital from January 2023 to December 2024. The variables included age, sex, occupation, referral source, and risk factors. Descriptive data analysis was conducted using Jamovi software. A total of 157 HIV/AIDS patients accessed VCT services during the 2023–2024 period, with 75 patients recorded in 2023 and 82 in 2024. The majority were male (77%), aged 31–40 years (38%), unmarried (59%), self-employed (73%), and men who have sex with men (MSM) (55%). Most patients were referred from primary health centers (69%). Between 2023 and 2024, the proportion of unmarried patients increased from 38.7% to 43.9%, MSM from 49% to 60%, and hospital referrals decreased from 21% to 3%. The proportion of self-employed patients declined from 81.3% to 65.9%. New occupational categories emerged in 2024, including teachers (4%) and students (5%). The majority of HIV/AIDS patients attending the VCT clinic at Dr. R. Soedjono Selong Hospital were males of productive age with high-risk behaviors. These findings highlight the need to strengthen early detection and targeted education, particularly among high-risk groups. Keywords: Characteristics, HIV/AIDS, VCT Clinic, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province.  ABSTRAK Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) berperan penting dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan menyediakan layanan konseling, deteksi dini, dan rujukan pengobatan. Memahami karakteristik pasien HIV/AIDS yang mengakses klinik VCT penting untuk mengidentifikasi populasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien HIV/AIDS pada Klinic VCT di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan rekam medis seluruh pasien HIV/AIDS yang mengunjungi klinik VCT di RSUD Dr. R. Soedjono Selong periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Variabel yang digunakan meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, sumber rujukan, dan faktor risiko. Analisis data deskriptif dilakukan menggunakan perangkat lunak Jamovi. Hasil: Sebanyak 157 pasien HIV/AIDS mengakses layanan VCT selama periode 2023–2024, dengan 75 pasien pada tahun 2020 dan 82 pada tahun 2024. Proporsi terbesar adalah laki-laki (77%), berusia 31–40 tahun (38%), belum menikah (59%), wiraswasta (73%), dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (55%), serta berasal dari rujukan puskesmas (69%). Antara tahun 2023 dan 2024, proporsi pasien belum menikah meningkat dari 38,7% menjadi 43,9%, LSL meningkat dari 49% menjadi 60%, rujukan ke rumah sakit dari 21% menjadi 3%, dan wiraswasta menurun dari 81,3% menjadi 65,9%. Kategori baru, yaitu guru (4%) dan siswa (5%), akan mengakses layanan VCT pada tahun 2024. Mayoritas pasien HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD Dr. R. Soedjono Selong adalah laki-laki usia produktif dengan perilaku berisiko. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan deteksi dini dan edukasi, terutama bagi kelompok berisiko. Kata Kunci: Karakteristik, HIV/AIDS, Klinik VCT di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Analisis Hubungan Karateristik (Usia, Pendidikan, Pekerjaan) dengan Pengetahuan Calon Pengantin Perempuan tentang Program KB di Kua Banjarsari Kota Surakarta Wasyara Archeriela Christy; Kusuma Estu Werdani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26013

Abstract

ABSTRACT The high rate of unmet need for family planning (FP) and the public’s still limited understanding of reproductive health indicate that knowledge about family planning programs remains an issue that requires attention, particularly among prospective brides as a group preparing for married life. Knowledge regarding family planning programs is believed to be influenced by individual characteristics such as age, education, and occupation; however, research on the premarital phase remains limited. This study aims to analyze the relationship between age, education level, and occupation with prospective brides’ knowledge of family planning programs at the KUA in Banjarsari District, Surakarta City. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The research was conducted from April to May 2025 with a sample size of 102 prospective brides selected using total sampling. Data collection was conducted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and the data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p0.05. The results showed that the majority of respondents were in the non-risk age group of 20–35 years (91.2%), had a high level of education (93.1%), and were employed (94.1%), with the majority’s knowledge of the family planning program falling into the “good” category (58.8%). Statistical test results showed no significant association between age and knowledge of family planning programs (p=0.104), educational level and knowledge of family planning programs (p=0.374), or occupation and knowledge of family planning programs (p=0.191). This study concludes that the characteristics of age, education, and occupation are not significantly associated with the level of knowledge of prospective brides regarding the family planning program at the Office of Religious Affairs (KUA) in Banjarsari District, Surakarta City. Further research is recommended to use a longitudinal design and to include additional variables such as access to information and premarital education. Keywords: Family Planning, Knowledge, Prospective Brides.  ABSTRAK             Tingginya angka unmet need Keluarga Berencana (KB) dan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa pengetahuan tentang program KB masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, terutama pada calon pengantin sebagai kelompok yang sedang mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Pengetahuan mengenai program KB diduga dipengaruhi oleh karakteristik individu seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan, namun penelitian pada fase pranikah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dengan pengetahuan calon pengantin perempuan tentang program KB di KUA Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 102 calon pengantin perempuan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-squaredengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia tidak berisiko 20–35 tahun (91,2%), berpendidikan tinggi (93,1%), dan bekerja (94,1%), dengan tingkat pengetahuan program KB mayoritas dalam kategori baik (58,8%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan program KB (p=0,104), tingkat pendidikan dengan pengetahuan program KB (p=0,374), serta pekerjaan dengan pengetahuan program KB (p=0,191). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan calon pengantin perempuan mengenai program KB di KUA Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal serta menambahkan variabel lain seperti akses informasi dan edukasi pranikah. Kata Kunci: Keluarga Berencana (KB), Pengetahuan, Calon Pengantin.
Hubungan Manajemen Waktu Perawat dengan Pendokumentasian Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap di RS Islam Banjarmasin Ahmad Julkifli; Rida' Millati; Yustan Azidin; Herman Ariadi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25906

Abstract

ABSTRACT Time management affects the service and quality of nursing care documentation, which can pose medical and legal risks for patients and institutions. This research aims to determine the relationship between nurses' time management and the documentation of nursing care provided in the Inpatient Ward of Banjarmasin Islamic Hospital. This research uses a quantitative analytical correlational design with a cross-sectional approach. The population consists of all registered nurses and team leaders in the inpatient wards of the Islamic Hospital in Banjarmasin, totaling 66 individuals. A sample of 57 respondents was selected using total sampling technique. Time management was measured using a questionnaire that had been tested for validity (r 0.361) and reliability (Cronbach's alpha 0.70). The results of the data analysis show that the majority of respondents have good time management (46 respondents, 80.7%), while the majority of nursing care documentation is in the good category (56 respondents, 98.2%). The bivariate test using Spearman Rho analysis with a significance level of 0.05 showed a significant relationship between nurses' time management and nursing care documentation in the Inpatient Ward of the Islamic Hospital in Banjarmasin, with an r value of 0.273 and p = 0.040 (p 0.05). There is a significant positive relationship between nurses' time management and the documentation of nursing care provision in the Inpatient Ward of the Islamic Hospital in Banjarmasin. Nursing managers are expected to enhance time management training to optimize documentation and the quality of nursing care. Keywords: Time Management, Nursing Care Documentation, Inpatient Ward Nurses.  ABSTRAK Manajemen waktu berpengaruh terhadap pelayanan dan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan, yang dapat menimbulkan risiko medis dan hukum bagi pasien serta institusi. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen waktu perawat dengan pendokumentasian pemberian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RS Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana dan ketua tim di ruang rawat inap RS Islam Banjarmasin sebanyak 66 orang, dengan sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Manajemen waktu diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas (r 0,361) dan reliabilitas (Cronbach's alpha 0,70). Hasil dari analisis data sebagian besar responden memiliki manajemen waktu kategori baik (46 responden, 80,7%), sementara pendokumentasian asuhan keperawatan mayoritas berada pada kategori baik (56 responden, 98,2%). Uji bivariat menggunakan analisis Spearman Rho dengan tingkat signifikansi p = 0,040 (p 0,05) menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RS Islam Banjarmasin dengan nilai r = 0,273 dan. Terdapat hubungan positif signifikan antara manajemen waktu perawat dengan pendokumentasian pemberian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RS Islam Banjarmasin. Manajer keperawatan diharapkan meningkatkan pelatihan manajemen waktu untuk mengoptimalkan pendokumentasian dan mutu asuhan keperawatan. Kata Kunci: Manajemen Waktu, Pendokumentasian Asuhan Keperawatan, Perawat Ruang Rawat Inap.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Parental Obesitas dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Ni Luh Ayu Widiantari; Irman Permana; M. Duddy Satrianugraha W
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.22462

Abstract

ABSTRACT Teenage obesity is becoming a bigger public health issue in Indonesia and many other nations.  Birth weight and parental obesity are two risk variables that are thought to play a role in teenage obesity. This study sought to ascertain the association between the prevalence of obesity in adolescents and the birth weight and parental obesity (maternal and paternal BMI). This study used a cross-sectional methodology and was analytical and observational.  228 people from SMPN 14 Kota Cirebon, chosen by selective sampling, served as the subjects.  Questionnaires and direct measurements of height and weight were used to gather data. Multivariate (logistic regression), univariate, and bivariate (chi-square test) techniques were used to analyze the data. The chi-square test showed that there was no significant relationship between birth weight and the incidence of childhood obesity (p = 0.167), and a significant relationship between paternal BMI and adolescent obesity (p = 0.682). However, there was a relationship between maternal BMI and adolescent obesity (p = 0.044). teenage obesity was substantially correlated with maternal BMI but not with father BMI or birth weight.  Even before pregnancy, maternal nutritional condition should be taken into account in preventive measures for childhood obesity. Keywords: Parental Obesity, Maternal BMI, Paternal BMI, Birth Weight, and Adolescent Obesity.  ABSTRAK Obesitas pada remajamenjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di banyak negara, termasuk Indonesia.  Berat badan lahir dan obesitas orang tua adalah beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi pada obesitas. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara berat badan lahir dan obesitas parental (IMT ibu dan ayah) dan obesitas remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian, yaitu 228 siswa SMPN 14 Kota Cirebon. Data dikumpulkan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan langsung. Uji regresi logistik, multivariat, dan chi-square digunakan untuk menganalisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan insiden obesitas anak (p = 0,167), dan hubungan yang signifikan antara IMT ayah dan obesitas remaja(p = 0,682). Namun, terdapat adanya hubungan pada IMT Ibu dan obesitas remaja (p = 0,044). Hubungan antara IMT ibu dan berat badan lahir tidak ditemukan. Namun, hubungan antara IMT ibu dan berat badan lahir ditemukan. Sejak sebelum kehamilan, keadaan gizi ibu harus dipertimbangkan saat merencanakan intervensi untuk mencegah obesitas pada anak. Kata Kunci: Obesitas Remaja, Berat Badan Lahir, IMT Ibu, IMT Ayah, Obesitas Ibu-Ayah.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026) Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026) Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026) Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026) Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue