cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 2,078 Documents
“Neonatal Hemolytic Anemia due to Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase Deficiency: A Case Report Nadia Atika; Nazardi Oyong
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25825

Abstract

ABSTRACT Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) deficiency is one of the most common hereditary enzymatic disorders affecting red blood cells worldwide and is a significant cause of neonatal hyperbilirubinemia and hemolytic anemia. Clinical manifestations in neonates are variable and may present atypically, leading to delayed diagnosis and management. We report a case of a term male neonate delivered via cesarean section who developed progressive respiratory distress shortly after birth. The infant had Apgar scores of 7 and 8 at 1 and 5 minutes, respectively, and required continuous positive airway pressure (CPAP) due to worsening respiratory distress. Laboratory evaluation revealed metabolic acidosis, electrolyte imbalance, anemia (hemoglobin 11.4 g/dL), and coagulopathy. Subsequent findings showed fluctuating hemoglobin levels, suggesting ongoing hemolysis. Screening for G6PD deficiency demonstrated reduced enzyme activity (1.2 U/g Hb), which was later confirmed by quantitative assay (2.8 U/g Hb; reference 10.0–14.2), consistent with G6PD deficiency. The patient was diagnosed with neonatal pneumonia and hemolytic anemia secondary to G6PD deficiency. Clinical condition improved with supportive management, including respiratory support and antibiotic therapy. This case represents an atypical presentation of G6PD deficiency, where respiratory distress and systemic involvement preceded classical features such as jaundice. The patient’s enzyme activity corresponds to Class III (moderate deficiency) based on WHO classification, in which hemolysis is often triggered by oxidative stress, particularly infection. Neonatal pneumonia likely acted as the precipitating factor in this case. The variability in clinical presentation highlights the diagnostic challenges of G6PD deficiency in neonates. G6PD deficiency should be considered in neonates with unexplained anemia or clinical deterioration, even in the absence of overt jaundice. Early recognition and appropriate management are essential to prevent severe complications, including acute hemolysis and bilirubin-induced neurologic dysfunction. Keywords: Neonatal, Hemolytic Anemia.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang (Fraktur) Terhadap Pengetahuan Penanganan Fraktur Pada Siswa Siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Putri Anisa Rizki; Umi Romayati Keswara; Umi Romayati Keswara; Dian Asih Rianty
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25547

Abstract

ABSTRACT School accidents, such as falls or slips, can cause injuries and fractures. First aid can be administered by anyone as long as it is safe and adheres to basic principles. Knowledge of first aid is crucial to ensure appropriate action and prevent worsening the victim's condition. Lectures are effective for conveying information quickly to a large number of students, but are less interactive than demonstrations and simulations in enhancing understanding and skills. To determine the effect of providing first aid education for fractures on students' knowledge of fracture management at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. This study used a quantitative quasi-experimental design with a group pre-test and post-test. The study population was all 171 grade 10 students at SMKN 2 Bandar Lampung. Using the Dempsey formula, 49 respondents were recruited. Purposive sampling was used, and statistical analysis was used to generate information using bivariate analysis using the sample t-test. The average student knowledge before education was 10.21 (min–max 7–14) and increased to 15.35 (min–max 11–19) after education. The dependent t-test showed a p-value of 0.000 (0.05). There is an effect of health education on first aid for fractures on knowledge among students at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. The school is expected to collaborate with health workers to regularly implement first aid education and training on fractures. This activity can be integrated into the health program or extracurricular activities to improve student knowledge and preparedness. Keywords: Health Education, First Aid, Fracture, Knowledge, High School Students.  ABSTRAK Kecelakaan di sekolah seperti jatuh atau terpeleset dapat menyebabkan luka hingga fraktur. Pertolongan pertama bisa dilakukan siapa saja selama aman dan sesuai prinsip dasar. Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting agar tindakan yang diberikan tepat dan tidak memperparah kondisi korban. Metode ceramah efektif untuk menyampaikan informasi ke banyak siswa dengan cepat, tetapi kurang interaktif dibanding demonstrasi dan simulasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Diketahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada patah tulang (fraktur) terhadap pengetahuan penanganan fraktur pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan tipe group pre-test dan post-test, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMKN 2 Bandar Lampung total 171 siswa dengan menggunakan teknik perhitungan rumus dempsey diperoleh hasil 49 responden. Menggunakan teknik purposive sampling, diolah secara statistik untuk menghasilkan informasi menggunakan analisis bivariat uji sample t-test. Hasil: Rata-rata pengetahuan siswa sebelum edukasi adalah 10,21 (min–maks 7–14) dan meningkat menjadi 15,35 (min–maks 11–19) setelah edukasi. Uji t-dependen menunjukkan p-value 0,000 (0,05). Terdapat pengaruh edukasi kesehatan penanganan pertama pada patah tulang terhadap pengetahuan pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Diharapkan pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melaksanakan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama patah tulang secara rutin. Kegiatan ini dapat diintegrasikan dalam program UKS atau ekstrakurikuler guna meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama, Fraktur, Pengetahuan, Siswa Sekolah Menengah.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Anak Pada Ibu Hamil dengan HIV: A Literature Review Nur Syifa Madina; Nur Azizah Indriastuti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26846

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS remains a global public health problem. By 2024, an estimated 40.8 million people were living with HIV worldwide, with many children acquiring HIV through mother-to-child transmission. Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT) is the primary strategy for preventing such transmission, but its success is still influenced by various factors. This study aimed to identify and analyze factors influencing HIV prevention behaviors among pregnant women with HIV. The study used a literature review method by searching articles through the PubMed and Scopus databases. Articles were selected based on inclusion criteria and analyzed narratively. Nine articles met the criteria. The results showed that prevention behaviors were influenced by adherence to antiretroviral therapy, psychosocial conditions, HIV status disclosure, knowledge of PMTCT, partner involvement, and the quality and innovation of health services. Adherence to antiretroviral therapy was an important factor in the success of PMTCT, while stigma, depression, low social support, and limited access to services were barriers. A comprehensive approach involving education, counseling, psychosocial support, partner involvement, and service innovation is needed to improve the success of PMTCT and reduce the risk of mother-to-child HIV transmission. Keywords: HIV, Prevention Mother-To-Child Transmission (PMTCT), Mother-To-Child Transmission of HIV, Pregnant Women, Preventive Behavior, Literature Review.  ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Pada tahun 2024 diperkirakan terdapat 40,8 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia, dengan sebagian kasus HIV pada anak terjadi melalui penularan dari ibu ke anak. Program Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT) merupakan strategi utama untuk mencegah penularan tersebut, namun keberhasilannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak pada ibu hamil dengan HIV. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database PubMed dan Scopus. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Sebanyak sembilan artikel memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa perilaku pencegahan dipengaruhi oleh kepatuhan terhadap terapi antiretroviral, kondisi psikososial, pengungkapan status HIV, pengetahuan mengenai PMTCT, keterlibatan pasangan, serta kualitas dan inovasi pelayanan kesehatan. Kepatuhan terapi antiretroviral menjadi faktor penting dalam keberhasilan PMTCT, sedangkan stigma, depresi, rendahnya dukungan sosial, dan keterbatasan akses pelayanan menjadi hambatan. Pendekatan komprehensif melalui edukasi, konseling, dukungan psikososial, keterlibatan pasangan, dan inovasi pelayanan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan PMTCT dan menurunkan risiko penularan HIV dari ibu kepada anak. Kata Kunci: HIV, Prevention Mother-To-Child Transmission (PMTCT), Penularan HIV dari Ibu Ke Anak, Ibu Hamil,Perilaku Pencegahan, Literature Review.
Persepsi Perawat terhadap Hubungan Tim dalam Pelayanan Gawat Darurat Syifa Shalsabila; Donny Nurhamsyah; Siti Ulfah Rifa'atul Fitri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25955

Abstract

ABSTRACT Emergency care requires effective interprofessional collaboration to ensure patient safety. Team relationships are important components that support communication, trust, and coordination among healthcare professionals. This study aimed to describe nurses’ perceptions of team relationships in interprofessional collaborative practice in emergency care.This study employed a quantitative descriptive design conducted in emergency departments of hospitals and community health centers in the coastal region of Pangandaran Regency. A total of 93 nurses were selected using total sampling. Data were collected using the Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT) and analyzed descriptively using mean and standard deviation.Nurses’ perceptions of team relationships were categorized as high, with the team relationship domain having the highest mean score compared to other domains. These findings indicate that communication, mutual respect, and trust among healthcare professionals have been well established in emergency care settings. Strengthening team relationships is important to support effective interprofessional collaborative practice and improve patient safety in emergency care. Keywords: Emergency Care, Interprofessional Collaboration, Nurses’ Perceptions, Team Relationships.  ABSTRAK Pelayanan gawat darurat membutuhkan kolaborasi interprofesional yang efektif untuk menjamin keselamatan pasien. Hubungan antar anggota tim menjadi salah satu komponen penting dalam praktik kolaboratif interprofesional karena mendukung komunikasi, koordinasi, dan kepercayaan antar tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi perawat terhadap hubungan antar anggota tim dalam praktik kolaboratif interprofesional pada pelayanan gawat darurat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang dilakukan di instalasi gawat darurat rumah sakit dan puskesmas wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 93 perawat dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT) dan dianalisis secara deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi. Persepsi perawat terhadap hubungan antar anggota tim berada pada kategori tinggi dengan domain hubungan antar anggota tim memiliki nilai mean tertinggi dibandingkan domain lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi, saling menghormati, dan kepercayaan antar tenaga kesehatan telah berjalan dengan baik dalam pelayanan gawat darurat.Penguatan hubungan antar anggota tim penting untuk mendukung efektivitas praktik kolaboratif interprofesional dan meningkatkan keselamatan pasien pada pelayanan gawat darurat. Kata Kunci: Kegawatdaruratan, Kolaborasi Interprofesional, Persepsi Perawat, Hubungan Tim.
Efektivitas Digital Adherence Technologies dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis: Literature Review Tsalsa Putri Damayanti; Iwan Ardian; Iskim Luthfa
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25835

Abstract

Analisis Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis di SMP Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Sri Wahyuni Ningsih; Mirza Fathan Fuadi; Luluk Hilda Kusumarini
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25725

Abstract

ABSTRACT Nutritional problems in school-aged children are a health issue that directly impacts the quality of education and human resource development in the future. Adolescents, especially junior high school students (SMP), require adequate and balanced nutritional intake to support growth and development, concentration in learning, and endurance. The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a program introduced by the Indonesian government in 2025 to address nutritional issues, reduce stunting rates, and improve the quality of education. This study aims to evaluate the effectiveness of the MBG program at the junior high school level (SMP) in Gunungpati District, Semarang City. The research method used descriptive qualitative. Data were obtained from in-depth and systematic interviews with informants including principals, teachers, and junior high school students who received the MBG program from SPPG Bina Bangsa Semarang, as well as field observations. The sample of this study was 18 people from three junior high schools in Gunungpati District, Semarang City, namely SMPN 19 Semarang, SMPN 41 Semarang, and MTs Al-Hidayah Semarang. To maintain the validity of the data, the researcher used triangulation techniques. Research results indicate that the MBG program has a positive impact on student nutritional improvement, focus, and attendance. However, several challenges remain in managing the MBG program, including distribution times, food quality, and differences in student understanding of nutrition. Regular evaluation and quality monitoring of the MBG program are needed to optimize the program. With sustainable management, the MBG program has the potential to support the development of a healthy and high-quality young generation. Keywords: Free Nutritious Meals (MBG), Adolescent Nutrition, MBG Effectiveness.  ABSTRAK Masalah gizi pada anak usia sekolah merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak usia remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung proses tumbuh kembang, konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sebuah program yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2025 untuk mengatasi permasalahan gizi, menurunkan angka stunting, dan meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi efektifitas program MBG di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Data dihasilkan dari wawancara mendalam dan sistematis kepada kepala sekolah,  guru, dan siswa SMP yang menerima program MBG dari SPPG Bina Bangsa Semarang serta observasi di lapangan. Sampel dari penelitian ini berjumlah 18 orang yang berasal dari tiga sekolah menengah pertama di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang yaitu SMPN 19 Semarang, SMPN 41 Semarang dan MTs Al-Hidayah Semarang. Dalam menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa MBG berdampak positif pada perbaikan gizi, fokus, dan kehadiran siswa. Namun dalam pengelolaan MBG masih memiliki beberapa kendala seperti waktu pendistribusian, mutu makanan dan perbedaan pemahaman gizi pada siswa. Diperlukan evaluasi rutin serta pengawasan kualitas MBG agar program lebih optimal. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, program MBG berpotensi mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan berkualitas. Kata Kunci: Makan Bergizi Gratis (MBG), Gizi Remaja, Efektivitas MBG.
Analisis Determinan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Sukarni Setya Yuningsih; Eva Berliana; Giati Giati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.27228

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS remains a global public health issue, including in Indonesia. Adolescents are a group vulnerable to risk behaviors that can increase HIV/AIDS transmission. HIV/AIDS prevention behaviors are influenced by various factors, such as knowledge, attitudes, peer influence, family support, social media exposure, and the role of teachers. To analyze the determinants associated with HIV/AIDS prevention behaviors among adolescents. This quantitative study with a cross-sectional design was conducted among students at SMK Yasmida Ambarawa (Pringsewu Regency) and SMKN Gunung Pelindung (East Lampung). The sample consisted of 140 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire tested for validity and reliability, then analyzed via univariate and bivariate methods using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. At SMK Yasmida Ambarawa, the majority of respondents demonstrated good HIV/AIDS prevention behaviors (67.1%), good knowledge (68.6%), positive attitudes (78.6%), and positive peer influence (74.3%). Significant associations were found between HIV/AIDS prevention behaviors and knowledge (p=0.001), attitudes (p=0.005), and peer influence (p=0.001). At SMKN Gunung Pelindung, the majority of respondents demonstrated good HIV/AIDS prevention behaviors (61.4%), supportive family support (74.3%), high social media exposure (71.4%), and a good role of teachers (67.1%). Significant associations were found between HIV/AIDS prevention behaviors and family support (p=0.003), social media exposure (p=0.002), and the role of teachers (p=0.003). Knowledge, attitudes, peer influence, family support, social media exposure, and the role of teachers are significantly associated with HIV/AIDS prevention behaviors among adolescents. Schools and healthcare workers are advised to enhance HIV/AIDS prevention education on an ongoing basis by involving families and peers. Keywords: HIV/AIDS, Prevention Behavior, Adolescents, Knowledge, Attitudes, Peers, Family Support, Role of Social Media, Role of Teachers.  ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku berisiko yang dapat meningkatkan penularan HIV/AIDS. Perilaku pencegahan HIV/AIDS dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya, dukungan keluarga, paparan media sosial, dan peran guru. Menganalisis determinan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada siswa SMK Yasmida Ambarawa Kabupaten Pringsewu dan SMKN Gunung Pelindung Lampung Timur. Sampel berjumlah 140 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Di SMK Yasmida Ambarawa, sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS baik (67,1%), pengetahuan baik (68,6%), sikap positif (78,6%), dan pengaruh teman sebaya baik (74,3%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,005), dan pengaruh teman sebaya (p=0,001) dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Di SMKN Gunung Pelindung, sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan HIV/AIDS baik (61,4%), dukungan keluarga mendukung (74,3%), paparan media sosial tinggi (71,4%), dan peran guru baik (67,1%). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,003), paparan media sosial (p=0,002), dan peran guru (p=0,003) dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Pengetahuan, sikap, pengaruh teman sebaya, dukungan keluarga, paparan media sosial, dan peran guru berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Disarankan kepada sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan teman sebaya. Kata Kunci: HIV/AIDS, Perilaku Pencegahan, Remaja, Pengetahuan, Sikap, Teman Sebaya, Dukungan Keluarga, Peran Media Sosial, Peran Guru.
Hubungan Hardiness dengan Postpartum Stress Pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Jabodetabek Indah Zahra Pratiwi; Katleanti Hardianto; Elis Yulia Ningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.26038

Abstract

ABSTRACT The postpartum period is a vulnerable phase in which mothers experience physical, hormonal, and psychological changes that may lead to postpartum stress. Hardiness is considered a protective personality factor that helps individuals cope with stressful situations. This study aimed to examine the relationship between hardiness and postpartum stress among postpartum mothers in the JABODETABEK area. This quantitative study used a correlational design with 115 postpartum mothers selected through convenience sampling. Data were collected using the Dispositional Resilience Scale (DRS-15 v3) and the Maternal Postpartum Stress Scale (MPSS), then analyzed using Spearman’s rank correlation. The results showed a significant negative relationship between hardiness and postpartum stress (ρ = -0.293; p = 0.001), indicating that higher hardiness is associated with lower postpartum stress. These findings suggest that hardiness plays an important role in supporting mothers’ psychological adaptation during the postpartum period. Keywords: Hardiness, Postpartum Stress, Postpartum Mothers.  ABSTRAK Masa postpartum merupakan periode rentan karena ibu mengalami perubahan fisik, hormonal, dan psikologis yang dapat memicu postpartum stress. Hardiness merupakan faktor kepribadian yang berperan sebagai pelindung dalam menghadapi situasi penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan postpartum stress pada ibu pasca melahirkan di wilayah JABODETABEK. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan melibatkan 115 ibu pasca melahirkan yang dipilih menggunakan convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Dispositional Resilience Scale (DRS-15 v3) dan Maternal Postpartum Stress Scale (MPSS), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dan postpartum stress (ρ = -0,293; p = 0,001), yang berarti semakin tinggi hardiness maka semakin rendah postpartum stress. Temuan ini menunjukkan bahwa hardiness berperan penting dalam membantu adaptasi psikologis ibu pada masa postpartum. Kata Kunci: Hardiness, Postpartum Stress, Ibu Pasca Melahirkan.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026) Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026) Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026) Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026) Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue