cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Siti Safira Annisah; Dwi Rochyani; Dayan Hisni
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9182

Abstract

ABSTRACT Therapeutic communication is a must-have skill for nurses in providing nursing care. If the quality of health services provided by nurses to patients is in accordance with their expectations, there is a feeling of pleasure for the services that have been provided, especially in therapeutic communication because they can establish a trusting relationship between nurses and patients, provide professional satisfaction, and improve the good impression of the nursing profession and hospitals. This study aims to determine the relationship between nurse therapeutic communication and patient satisfaction in inpatient General Hospital Pasar Rebo Area. The design of this study uses a correlation analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study was inpatients at Pasar Rebo Hospital. Data collection technique with purposive sampling with a total sample of 80 people. The research instruments used were the nurse's therapeutic communication questionnaire and the patient satisfaction questionnaire. The data analysis used is the Chi-square test. The results showed that therapeutic communication and respondents who expressed satisfaction were 69 people (86,3%). Analysis of Chi-square test data obtained a p-value of 0,000 < 0,05 which showed that there was a relationship between nurse therapeutic communication and patient satisfaction and OR (Odds Ratio) = 28.438, meaning that respondents perceived therapeutic category nurse therapeutic communication was 28.438 times more likely to get patient satisfaction in the satisfied category compared to therapeutic communication in the non-therapeutic category. There is a relationship between nurse therapeutic communication and patient satisfaction at Pasar Rebo Regional General Hospital. It is hoped that nurses will maintain therapeutic communication so that a trusting relationship between nurses and patients is fostered and provides satisfaction in nursing services. Keywords : Therapeutic Communication, Nurses, Patient Satisfaction  ABSTRAK Komunikasi terapeutik merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Jika kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh perawat kepada pasien sesuai dengan harapannya maka muncul perasaan senang atas pelayanan yang telah diberikan terutama dalam komunikasi terapeutik karena dapat terjalin hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien, memberikan kepuasan profesional, dan meningkatkan kesan baik profesi keperawatan serta rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap RSUD Pasar Rebo. Teknik pengumpulan data dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 80 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan kuesioner kepuasan pasien. Analisa yang digunakan yaitu uji Chi-square.: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terapeutik dan responden yang menyatakan puas sebanyak 69 orang (86,3%). Analisa uji Chi-square diperoleh nilai p-value 0,000 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien dan OR (Odds Ratio) = 28.438, artinya responden yang mempersepsikan komunikasi terapeutik perawat kategori terapeutik ber sebesar 28.438 kali untuk mendapatkan kepuasan pasien kategori puas dibandingkan dengan komunikasi terapeutik kategori tidak terapeutik. Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Diharapkan untuk perawat agar mempertahankan komunikasi terapeutik sehingga terbina hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien serta memberi kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Perawat, Kepuasan Pasien
Hubungan Self Management dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura Ikhlash ALkautsar; Kartinah Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9652

Abstract

ABSTRACT The elderly is a group that is vulnerable to chronic diseases. One of the chronic diseases experienced by the elderly is hypertension. Hypertension can lead to various complications if not properly controlled. Self-management is self-care aimed at changing lifestyles such as monitoring blood pressure, eating healthy food and maintaining body weight, and taking regular medication can help control blood pressure. Low levels of self-management are often found in elderly people with hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between self-management and blood pressure in elderly hypertensives. The research method used is correlational descriptive quantitative research with a cross sectional approach. The respondents of this study were 94 elderlies from the elderly population with hypertension in the Kartasura Health Center area, with a total of 1340 elderly. The sampling technique used is proportional random sampling. The measuring instrument used in this study was the HSMBQ questionnaire or (Hypertension Self Management Behavior Questionnaire) as a measure of self management and a digital sphygmomanometer as a measure of blood pressure. Data analysis was used with univariate analysis and bivariate analysis with a correlation test of significance level α. = 0.05. The results of the study showed that most of the elderly had good self-management, namely 48 elderly (51.1%), 31 elderly (33%) with sufficient self-management and 15 elderly (16%) with poor self-management. And the elderly with controlled blood pressure were 48 people (51.1%) and blood pressure was not controlled as many as 46 people (48.9%). The results of the correlation test between self-management and hypertension elderly blood pressure obtained p value = 0.000 (< α = 0.05). The conclusion from this study is that there is a relationship between self-management and blood pressure in the elderly with hypertension in the Kartasura Health Center area. Keywords: Hypertension, Self-Management, Elderly, and Blood Pressure.  ABSTRAK Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit kronis. Salah satu dari penyakit kronis yang dialami oleh lansia adalah Hipertensi. Hipertensi dapat memicu terjadinya berbagai macam komplikasi jika tidak dikontrol dengan baik. Self management merupakan perawatan diri bertujuan mengubah gaya hidup seperti monitoring tekanan darah, makan makanan yang sehat dan jaga berat badan, serta rutin minum obat teratur dapat membantu terkendalinya tekanan darah. Rendahnya tingkat self management sering ditemukan pada lansia yang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan self management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 94 lansia dari populasi lansia penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Kartasura sejumlah 1340 lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner HSMBQ atau (Hypertension Self Management Behavior Quetionnaire) sebagai alat ukur self management dan sphygmomanometer digital sebagai alat ukur tekanan darah. Analisa data yang digunakan dengan analisis univariat dam analisis bivariat dengan uji korelasi tingkat singinfikansi α. = 0,05. Hasil penelitian sebagian besar lansia memiliki self management yang baik yaitu sebanyak 48 lansia (51,1%), lansia dengan self management cukup sebanyak 31 lansia (33%) dan self management buruk sebanyak 15 lansia (16%). Dan lansia dengan tekanan darah terkontrol sebanyak 48 orang (51,1%) dan tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 46 orang (48,9%). Hasil uji korelasi antara self management dengan tekanan darah lansia hipertensi didapatkan p value = 0.000 (< α = 0,05). Kesimuplan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara self management dengan tekanan darah lansia hipertensi di wilayah Puskesmas Kartasura. Kata Kunci: Hipertensi, Self-Management, Lansia, dan Tekanan Darah.
Hubungan Metode Baby Led Weaning dengan Kejadian Tersedak (Chocking) pada Bayi Umur 6 Bulan Sampai 1 Tahun di Klinik Pratama Mari Berastagi Florida Sinuraya; Hotmaida Krisna Simatupang; Elzy Herbina Sitepu; Dwi Aulia Siregar; Crismis Novalinda Ginting
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9314

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO) in 2018, there were 17,537 cases of choking which most often occurred in children aged 18-36 months. The cause of choking in this case was 59.5% due to food, 31.4% choking due to foreign objects and 9.1% the cause of choking was unknown. Baby Led Weaning (BLW) is a way of introducing complementary foods or solid foods to babies aged 6 months or more by eating them themselves. The aim of this study was to determine the relationship between the weaning method and the incidence of choking in infants. The research method is a quasy experimental design with one group before carrying out the baby led weaning method (pretest) and after carrying out the baby led weaning method (posttest) and the control group. The number of samples is 36 infants aged 6-1 years. Based on the results it can be concluded that before being given the Baby Led Weaning Method, 16 people (44.4%) were in the choking category and 20 people (55.6%) did not choke. After being given the Baby Led Weaning Method, it was found that there were 4 people (11.1%) in the choking category and 32 people (88.9%) did not choke. From the results obtained with the Wilcoxon test, the result was 0.005, which means (Baby Led Weaning Method) in infants has an influence/relationship before and after the intervention is given. Researchers' suggestions through this method can increase mother's insight. Keywords: Baby Led Weaning, Choking  ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, terdapat 17.537 kasus tersedak paling sering terjadi pada anak usia 18-36 bulan. Penyebab tersedak pada kasus ini 59,5% karena makanan, 31,4% tersedak karena benda asing dan 9,1% penyebab tersedak tidak di ketahui. Baby Led Weaning (BLW) merupakan cara memperkenalkan makanan pendamping ASI atau makanan padat pada bayi usia 6 bulan atau lebih dengan cara memakannya sendiri.Tujuan penelitian mengetahui hubungan metode led weaning terhadap kejadian tersedak pada bayi. Metode penelitian dengan desain quasy eksperiment dengan  one group sebelum melakukan metode baby led weaning ( pretest) dan sesudah melakukan metode baby led weaning (posttest)  dan group kontrol. Jumlah sampel  36 orang bayi usia 6-1 tahun.  Berdasarkan hasil yang  dapat disimpulkan bahwa sebelum di  berikan Metode Baby Led Weaning didapatkan kategori tersedak sebanyak 16 orang (44.4%) dan tidak tersedak sebanyak 20 orang (55.6%). Setelah di berikan Metode Baby Led Weaning didapatkan kategori tersedak sebanyak 4 orang (11.1%) dan tidak tersedak sebanyak 32 orang (88.9%). Dari hasil yang didapat dengan uji-wilcoxon didapatkan hasil 0.005 yang artinya (Metode Baby Led Weaning) pada bayi memiliki pengaruh/hubungan sebelum dan sesudah diberikannya intervensi. Saran peneliti melalui metode ini dapat meningkatkan wawasan ibu. Kata Kunci : Baby Led Weaning, Tersedak
Hubungan Tingkat Stress Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Jurangmangu Barat Tangerang Selatan Dinar Alfira; Andi Mayasari Usman; Nita Sukamti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9139

Abstract

ABSTRACK Exclusive breastfeeding is breastfeeding from mothers to their babies who are given only breast milk for 6 months without additional food either in the form of liquids such as formula milk, honey and water, or in the form of solid foods such as bananas, tim, biscuits, etc. . Psychological conditions can affect the production and flow of breast milk, caused by discomfort in its new state. 54.17% of mothers with psychological disorders (stress) experienced breast milk difficulties due to fatigue after giving birth, mothers were afraid to mobilize so they were lazy to breastfeed and decided to give formula milk to their babies. The goals is to determine the relationship between stress levels and exclusive breastfeeding among infants aged 0-6 months in RW 11 Jurangmangu Barat Tangerang Selatan.The design of this study is a descriptive analytic with a cross sectional approach. The sample in this study were 46 mothers with babies aged 0-6 months using the Nonprobability Sampling technique. The instruments used were the DASS 21 questionnaire and the Exclusive Breastfeeding Questionnaire. Data were analyzed with the Chi Square Statistical Test. The results of the study determined that there was a relationship between stress levels and exclusive breastfeeding in infants aged 0 – 6 Months and obtained a significant p-value = 0.036 (p < a or 0.036 < 0.05). The level of stress experienced by mothers with babies aged 0-6 months can affect exclusive breastfeeding to babies so that it interferes with the growth and development of babies during their growth period. It is hoped that the results of this study can help determine the condition of the mother's stress level which can affect exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months. Keywords: Stress Level, Exclusive Breastfeeding, Mother, Infant  ABSTRAK ASI Eksklusif adalah pemberian ASI dari ibu terhadap bayinya yang diberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan baik berupa cairan seperti susu formula, madu, dan air putih, maupun berupa makanan padat seperti pisang, tim, biscuit, dan lain-lain. Kondisi psikologis dapat mempengaruhi produksi dan kelancara ASI, disebabkan oleh rasa tidak nyaman dalam keadaannya yang baru. Sebanyak 54,17% ibu dengan gangguan psikologis (stress) mengalami ketidak lancaran ASI disebabkan rasa kelelahan setelah melahirkan, ibu takut untuk mobilisasi sehingga malas menyusui dan memutuskan memberi susu formula kepada bayinya. Bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan Di RW 11 Jurangmangu Barat. Desain penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini  adalah 46 ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dengan teknik Nonprobability Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisoner DASS 21 dan kuisoner Pemberian ASI Eksklusif. Data dianalisis dengan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menentukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stress Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan diperoleh nilai signifikan p-value = 0,036 dimana (p < a atau 0,036 < 0,05) Tingkat stress yang dialami oleh ibu dengan bayi usia 0-6 bulan dapat mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif kepada bayi sehingga mengganggu tumbuh kembang bayi selama masa pertumbuhan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu mengetahui kondisi tingkat stress ibu yang dapat mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif untuk bayi dengan usia 0-6 bulan. Kata Kunci: Tingkat Stress, Pemberian ASI Eksklusif, Ibu, Bayi.
Hubungan Dukungan Bidan dan Keluarga dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester Ke III dalam Menghadapi Persalinan di Klinik Uswah Medika Tunjung Teja Gusrida Umairo; Yeni Anggraini
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9465

Abstract

ABSTRACT Kecemasan yang terjadi selama kehamilan telah dilaporkan dapat meningkatkan kemungkinan janin yang dilahirkan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR), meningkatkan resiko terhambatnya perkembangan janin (intra uteine growth retardation (IUGR), dan kelahiran premature. Beberapa penelitian menyatakan bahwa untuk mengurangi kecemasan dibutuhkan peran bidan dan keluarga selama kehamilan, persalinan, dan masa menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan bidan dengan penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester III di klinik Uswah Medika Tahun 2022. Design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Klinik Uswah Medika Tunjung Teja, Serang-Banten pada November hingga Desember 2022. Sampel penelitian ini sejumlah  42 Orang. Instrumen pengukuran untuk variable kecemasan menggunakan skala HARS (Hamilton anxiety rating scale). Analisis bivariate menggunakan menggunakan Spearman rank. Hasil analisis didapatkan nilai p-value  0,000 dengan koefisien (r) 0.57 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara dukungan bidan dalam menurunkan kecemasan. Nilai p-value = 0,001 dengan koefisien (r) 0.48 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara dukungan keluarga dalam menurunkan kecemasan. Keywords: Dukungan Bidan, Dukungan Keluarga, Kecemasan
Pengaruh Senam Hipertensi terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi Siti Mutia Kosassy; Adelse Prima Mulya; Riri Risdawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9063

Abstract

ABSTRACT According to World Health Organization (WHO) in 2014, around 40% of the world's population over the age of 25 were diagnosed with hypertension. WHO data in 2015 showed that around 1.13 billion people in the world have hypertension, meaning that 1 in 3 people in the world is diagnosed with hypertension. The purpose of this study to know the effectiveness of Hypertension excercise on elderly blood pressure in Health Care Bukittinggi. This research was conducted using a quasi-experimental design with a pre-test-post-test control group design. The population is 143 respondents with non-probability sampling technique (purposive sampling). A sample of 18 respondents. This research was conducted in August 2022 using univariate and bivariate analysis. The results of the study found that there was an effect of hypertension exercise on blood pressure in the elderly with hypertension in the work area of the Rasimah Ahmad Public Health Center, Bukittinggi City. Hypertension exercise has a significant effect on reducing systolic and diastolic blood pressure in elderly hypertensives in the working area of the Rasimah Ahmad Public Health Center, Bukittinggi City. It is hoped that further research will be developed and maintained so that hypertension exercises are still carried out routinely at the Puskesmas. Keywords : Elderly, Blood Pressure, Hypertension Exercise  ABSTRAK Menurut WHO pada tahun 2014, sekitar 40% dari seluruh penduduk dunia dengan usia lebih dari 25 tahun terdiagnosa menderita hipertensi. Riskesdas 2018 saat ini sebanyak 34,1% dimana mengalami kenaikan dari angka sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebanyak 25,8%. Sedangkan untuk prevalensi hipertensi di Provinsi Sumatera Barat, tahun 2018 kota Bukittinggi berada diurutan ketiga tertinggi yaitu sebanyak 31,2 % dari 19 kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat Upaya yang dilakukan penderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah dapat dilakukan dengan dua jenis yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis seperti senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah lansia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain quasi ekperiment  dengan kelompok kontril dan intervensi masing masing 18 responden senam ini dilakukan selama 40 menit dengan waktu 3 kali dalam 1 minggu dengan rancangan pre test-post test control grup design. Populasi sebanyak 143 responden teknik pengambilan sampel secara Non Probability sampling (purposive sampling). sampel 18 responden. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil penelitian diketahui bahwa Ada Pengaruh senam hipertensi Terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2022. Senam hipertensi memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap penurunan darah sistolik dan diastolic pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya pengembangan dan mempertahankan supaya senam hipertensi tetap dilaksanakan secara rutin di Puskesmas. Kata Kunci: Lansia, Senam Hipertensi, Tekanan Darah
Efektivitas Backward Walking Program terhadap Perubahan Kontrol Postural dan Risiko Jatuh pada Lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa Ulfah Widyastuti Arsal; Djohan Aras; Andi Ariyandy; Meutiah Mutmainnah Abdullah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i8.10539

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effectiveness of the backward walking program (BWP) on changes in posture control and the risk of falls in the elderly. This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest posttest control group design. Forty respondents were divided into two groups, 20 respondents belonged to the experimental group and 20 respondents belonged to the control group. The experimental group was given BWP treatment and the control group was given elderly gymnastics treatment. To measure postural control using a berg balance scale (BBS) and fall risk using a time up and go test (TUGT). Based on Wilcoxon's results, it was shown that there was an influence before and after BWP administration in the experimental group in BBS (p = 0.000) and TUGT (p = 0.000). Furthermore, from Mann Whitney, it is known that in BBS measurements, in the experimental group there was a significant difference with elderly gymnastics (p = 0.000), and in TUGT there was a very significant difference with elderly gymnastics (p = 0.000). The study concluded that BWP is more effective in improving postural control and fall risk in the elderly. And BWP is more effective than elderly gymnastics to improve postural control, and reduce the risk of falls in the elderly.  Keywords: Backward Walking Program, Postural Control, Fall Risk  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas backward walking program (BWP) terhadap perubahan kontrol postur dan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan desain two group pretest posttest control group design. Empat puluh responden dibagi menjadi dua kelompok, 20 responden termasuk dalam kelompok eksperimen dan 20 responden termasuk dalam kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan BWP dan kelompok kontrol diberi perlakuan senam lansia. Untuk mengukur kontrol postural menggunakan berg balance scale (BBS) dan risiko jatuh menggunakan time up and go test (TUGT). Berdasarkan hasil wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian BWP pada kelompok eksperimen dalam BBS (p=0,000) dan TUGT (p=0,000). Selanjutnya dari mann whitney diketahui bahwa pada pengukuran BBS, pada kelompok eksperimen ada perbedaan yang signifikan dengan senam lansia (p=0,000), dan pada TUGT terdapat perbedaan yang sangat bermakna dengan senam lansia (p=0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa BWP lebih efektif dalam meningkatkan kontrol postural dan resiko jatuh pada lansia. Serta BWP lebih efektif dibandingkan senam lansia untuk meningkatkan kontrol postural, dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci: Backward Walking Program, Kontrol Postural, Resiko Jatuh
Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Teknik Pernapasan Buteyko pada Pasien dengan Diagnosa Medis Asma Bronkial Novia Adrianti Ramadani; Tommy JF. Worwor
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.11564

Abstract

ABSTRACT Bronchial asthma is a chronic inflammatory disease that occurs in the respiratory tract which is reversible to various stimuli which can cause airway narrowing due to a hypersensitivity reaction in the bronchi with symptoms such as wheezing, coughing, and shortness of breath. When asthma patients experience shortness of breath what will happen is a decrease in oxygen saturation and an increase in respiratory rate which if not treated quickly can cause the patient to lack oxygen (hypoxia) which leads to death. To analyze nursing care through Buteyko Breathing Technique intervention in patients with a medical diagnosis of bronchial asthma. Nursing care process approach with the application of Evidence Based Nursing Practice case studies. The results of the nursing evaluation of the two patients with bronchial asthma with the main nursing problem, namely ineffective breathing pattern, showed that after 1x15 minutes of buteyko breathing technique therapy, it was found that both patients experienced an increase in oxygen saturation and improved respiratory rate. The results of the analysis in non-pharmacological management of buteyko breathing technique therapy proved effective in increasing oxygen saturation and improving respiratory rate in bronchial asthma patients. Keywords: Bronchial Asthma, Buteyko Breathing Technique, Oxygen Saturation, Respiratory Frequency  ABSTRAK Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan terjadinya penyempitan jalan napas akibat adanya reaksi hipersesnsitifitas pada bronkus dengan gejala berupa wheezing, batuh, dan sesak napas serta bersifat reversible terhadap berbagai rangsangan. Pada saat pasien asma mengalami sesak napas biasanya terjadi penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi pernapasan yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan pasien kekurangan oksigen (hipoksia) yang berujung pada kematian. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi Teknik Pernapasan Buteyko pada pasien Asma Bronkial. Pendekatan proses asuhan keperawatan dengan penerapan studi kasus Evidence Based Nursing Practice. Hasil evaluasi keperawatan pada kedua pasien asma bronkial dengan masalah keperawatan utama yaitu pola napas tidak efektif, menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi teknik pernapasan buteyko selama 1x15 menit, didapatkan hasil bahwa pada kedua pasien mengalami peningkatan saturasi oksigen dan memperbaiki frekuensi pernapasan. Hasil analisis dalam penatalaksanaan nonfarmakologis terapi teknik pernapasan buteyko terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien asma bronkial. Kata Kunci: Asma Bronkial,Teknik  Pernapasan Buteyko, Saturasi Oksigen, Frekuensi Pernapasan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Jatiasih Kota Bekasi Dhisa Cantika; Tommy J. F Wowor; Nita Sukamti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.9225

Abstract

 ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is one of the causes of death worldwide. Indonesia is recorded as being on the list of 30 countries with the highest burden of tuberculosis and is in the top 3 in the world with the most sufferers after India and China in 2021. Tuberculosis is also still the highest cause of death after HIV/AIDS. This study aims to determine how the factors are related to the incidence of pulmonary tuberculosis at the Jatiasih Health Center, Bekasi City.This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The research was conducted at the Jatiasih Health Center, Bekasi City, from November to December 2022. The population in this study were patients with pulmonary tuberculosis at the Jatiasih Health Center, Bekasi City, with a total of 139 samples taken using the Accidental Sampling technique. The data collection process used medical record measuring instruments, weight scales, microtose, and structured questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results of this study showed that there was a significant relationship between nutritional status (p-value = 0.035) and environment (p-value = 0.012) with the incidence of pulmonary tuberculosis, there was no significant relationship between a history of comorbidities (p-value = 0.665) with the incidence pulmonary tuberculosis. Factors that influence the incidence of pulmonary tuberculosis in the Jatiasih Health Center, Bekasi City, are nutritional status and the environment. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, History of Comorbidities, Nutritional Status, Environment  ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan salah satu dari penyebab kematian di seluruh dunia. Indonesia tercatat berada pada daftar 30 negara dengan beban tuberkulosis tertinggi dan masuk 3 besar di dunia dengan penderita terbanyak setelah negara India dan China pada tahun 2021. Tuberkulosis juga masih menjadi penyebab kematian tertinggi setelah HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Jatiasih Kota Bekasi. ini merupakan penelitian kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Jatiasih Kota Bekasi pada bulan November-Desember 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Jatiasih Kota Bekasi dengan sampel berjumlah 139 sampel yang diambil menggunakan teknik Accidental Sampling. Proses pengambilan data menggunakan alat ukur rekam medik,timbangan berat badan, microtoise, dan kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara status gizi (nilai p = 0,035) dan lingkungan (nilai p = 0,012) dengan kejadian tuberkulosis paru, tidak ada hubungan yang signifikan pada riwayat penyakit penyerta (nilai p = 0,665) dengan kejadian tuberkulosis paru. Faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Jatiasih Kota Bekasi adalah status gizi dan lingkungan. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Riwayat Penyakit Penyerta, Status Gizi, Lingkungan
Pengaruh Kesadaran dan Pengawasan terhadap Kepatuhan Pelaksanaan SMK3 pada Pekerja Konstruksi di PT X Kabupaten Pacitan Meri Wahyuningtyas; Nafiah Ariyani; Sugiharto Sugiharto
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i8.10633

Abstract

ABSTRACT Workers need awareness in carrying out activities supported by supervision to be able to create compliance with the implementation of company management activities. Occupational Safety Health Management System is an issue to support worker safety and comfort. Information shows that low awareness efforts and oversight functions in company construction workers result in low adherence to implementing the Occupational Health and Safety Management System for work safety and comfort. The aim of the study was to analyze the influence of awareness and supervision on compliance with the implementation of the Occupational Health and Safety Management System for construction workers at PT X, Pacitan Regency. The research method uses quantitative analytic research with a causal correlation approach with multiple linear regression analysis. Data collection techniques using primary data by distributing questionnaires. The population is 180 workers and the sampling technique uses random sampling with the calculation of the lameshaw sample formula being 100 respondents to the research sample. The results of the study show that awareness has an influence of 28.4% on compliance with the implementation of the Occupational Health and Safety Management System, supervision has an influence of 52.6% on compliance with the implementation of the Occupational Health Management System and simultaneously awareness and supervision has an effect of 81% on implementation compliance Occupational Safety Health Management System for construction workers at PT X Pacitan Regency. Companies and workers need to synergize in implementing daily routine briefings, training and periodic evaluation monitoring of the Occupational Health Safety Management System as an effort to increase workers' self-awareness, supervision of workers and worker compliance in implementing the Occupational Health and Safety Management System. Keywords: Awareness, Supervision, Compliance, Management, Health Safety Management System.  ABSTRAK Pekerja memerlukan kesadaran dalam melaksanakan kegiatan ditunjang dengan pengawasan untuk dapat menciptakan kepatuhan pelaksanaan kegiatan manajemen perusahaan. Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan issue untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pekerja. Informasi menujukkan bahwa rendahnya upaya kesadaran dan fungsi pengawasan pada pekerja konstruksi perusahaan mengakibatkan rendahnya kepatuhan melaksanakan SMK3 untuk keamanan dan kenyaman berkerja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran dan pengawasan terhadap kepatuhan pelaksanaan SMK3 pada pekerja konstruksi di PT X Kabupaten Pacitan. Metode penelitian menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan kolerasi kauasal dengan analisis uji regresi linear berganda.Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner. Populasi sebanyak 180 pekerja dan teknik pengambilan sampling menggunakan random sampling dengan perhitungan rumus sampel lameshaw menjadi 100 responden sampel penelitian. Hasil penelitian menujukkan kesadaran memiliki pengaruh sebesar 28,4% terhadap kepatuhan pelaksanaan SMK3, pengawasan memiliki pengaruh sebesar 52,6% terhadap kepatuhan pelaksanaan SMK3 serta secara simultan kesadaran dan pengawasan memiliki pengaruh sebesar 81% terhadap kepatuhan pelaksanaan SMK3 pada pekerja konstruksi di PT X Kabupaten Pacitan. Perusahaan dan pekerja perlu bersinergi mengimplementasikan dalam brifing rutin harian, pelatihan dan monitoring evaluasi berkala tentang SMK3 sebagai upaya peningkatan kesadaran mandiri pekerja, pengawasan terhadap pekerja dan kepatuhan pekerja dalam melaksanakan SMK3. Kata Kunci: Kesadaran, Pengawasan, Kepatuhan, Pelaksanaan, Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja.

Page 80 of 187 | Total Record : 1867


Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue